Jumat, 19 Agustus 2016

Sinopsis W Two Worlds Episode 9 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Kang Chul sambil berjalan mundur merasa buruk sekali karena mereka hanya bisa melakukan 4 hal romantic, padahal Ada lebih dari 100 hal romantis yang bisa dilakukan. Ia juga ingin memeluknya tapi tidak bisa melakukannya dan itu yang membuatnya bimbang. Yeon Joo melihat Kang Chul semakin menjauh darinya, bertanya apakah Kang Chul ingin pergi sekarang. Kang Chul berjalan ke tepi gedung mengatakan kalau mereka kehabisan waktu, dan inilah satu-satunya cara.
Yeon Joo, lupakan aku.... Aku hanyalah tokoh kartun. Saat kau merindukanku, maka kau bisa pergi ke toko buku dan melihatku di dalam komik. Kau mengerti?” kata Kang Chul
Yeon Joo menatap Kang Chul lebih dalam,Kang Chul berpesan agar Yeon Joo menjaga dirinya baik-baik. Yeon Joo terus menatapnya. Kang Chul melangkahkan kaki kebelakang dan sengaja menjatuhkan dirinya. Yeon Joo pun tak bisa melakukan apapun. 

Tuan Oh dalam kamar mandi pesawat kebinggungan melihat tulisan yang ada didepanya [SIAPA AKU?]  [Dimana Kang Chul?]
[Kenapa kau tidak memberitahu siapa diriku? Jelaskan padaku. Bantu aku menemukan jati diriku.]
Tuan Oh yang ketakutan ingin keluar dari kamar mandi, tangan si pembunuh menahanya dan langsung membekap mulutnya. Tuan Oh berusaha meronta, Si pembunuh menyadarkan ke dinding mengatakan kalau Tuan Oh itu mengkhianatinya. Pramugari tak sengaja lewat melihat kegaduhan dalam toilet, akhirnya mencoba mengetuk untuk memastikan penumpang didalam baik-baik saja.
Si pembunuh mencekik leher tuan Oh, sambil berbicara dengan kalimat yang tertulis didepanya [Kenapa kau tidak memenuhi janjimu? Kau bilang akan membantuku menemukan jati diriku.] Pramugari terus mengetuk pintu dengan wajah panik menanyakan keadaan Tuan Oh.
[Siapa aku? Jelaskan padaku! Beri aku wajah!] ucap si pembunuh, kaki Tuan Oh melayang saat dicekik oleh si pembunuh.

Si pramugari makin panik, sampai akhirnya pintu pun terlihat seperti membuka kunci. Tuan Oh keluar dengan wajah kebinggungan, seperti orang linglung. Pramugari menanyakan keadaan Tuan Oh sekarang,  karena mendengar keributan. Tuan Oh tak menjawab memilih untuk berjalan ke lorong pesawat dan kembali duduk, tanganya bergetar saat berusaha menyimbukan diri membaca buku, terlihat tatapan nampak sinis terkesan dingin. 

Yeon Joo berhasil mengambar Kang Chul yang ada dirumah sakit dan menganggap semua mimpi, sambil meraba layar komputernya tangisnya pun tumpah. Kang Chul yang tertidur di ruangan pun mengalirkan air matanya dan membuka matanya.
Setelah perpisahan kita,si pembunuh menghilang dari dunia nyata.
Polisi dan ambulenca berada di pinggir sungai Han, melaporkan  menemukan dua jenazah di dekat bagian selatan Jembatan Sungai Han, Keduanya berjenis kelamin lelaki dalam rentang usia 20-an.
Tiga orang meninggal, tapi tidak ada korban lain. Aku tidak bisa memercayai ini.
Editor W pun ditemukan meninggal dikursinya setelah melihat webtoon W yang baru dikirimkan. Semua pegawai tak percaya editor mereka ternyata meninggal bukan tertidur. 

Soo Bong panik saat Nyonya Gil ingin kembali ke rumah, menyuruh segera kembali ke rumah saja. Nyonya Gil merasa tidak mengerti yang di katakan Soo Bong, menurutnya mana mungkin Yeon Joo menghilang begitu saja saat berada di dalam mobil bersamamu. Soo Bong mengatakan kalau ditempat itu berbahaya dan meminta agar tak masuk ke dalam.
Nyonya Gil tak peduli memberhentikan mobil di depan rumah, bertanya dimana mobil yang ditinggalkan. Soo Bong menjerit kalau tempat ini berbahaya. Nyonya Gil keluar dari mobil dan mencari mobil yang sebelumnya dikemudikan Soo Bong lalu ditinggalkan  begitu saja

Nyonya Gil menemukan mobilnya, Soo Bong mengikuti dari belakang tapi mengatakan kalau itu berbahaya, lau memilih untuk bersembunyi dibalik tiang, Nyonya Gil menghampiri mobil yang bagian belakangnya sudah menabrak tiang.
Yeon  Joo ada didalam terlihat tak sadarkan diri setelah mengambar dan menangis, Nyonya Gil membuka pintu mobil mencoba menyadarkan anaknya, Soo Bong mengintip melotot kaget lalu berlari menghampiri Nyonya Gil yang berteriak memanggil anaknya.
Ibu dan Soo Bong juga baik-baik saja.
Dirumah sakit, Kang Chul tertidur lelah dan So Hee dengan penuh perhatian mengelap wajah Kang Chul yang banyak mengeluarkan keringat. Tatapan So Hee begitu dalam pada teman kecilnya yang sangat dicintainya.
Semua karakter di dalam webtoon pun tidak menghilang. Mereka semua baik-baik saja.

Tuan Oh kembali ke Korea sendirian, tatapan berbeda seperti ketakutan melirik kesana kemari. Di dalam taksi melihat Webtoon yang sudah beredar, dengan gambar anaknya yang tertidur dikamar Kang Chul lalu si pembunuh menelp dengan tulisan [AKU AKAN MENEMBAKAN PELURU DI KEPALANYA.] mengingat cerita Soo Bong saat menelpnya.
Empat episode baru dirilis tengah malam. Yeon Joo hampir tertembak. Si pembunuh tiba-tiba muncul dan menembaknya.” Cerita Soo Bong dengan suara panik. Tuan Oh menatap dingin keluar jendela.
Nyonya Gil mendengar suara bel rumah bertanya siapa yang datang, orang itu hanya menyahut “aku yang datang”. Nyonya Gil bingung siapa yang datang ketika membuka ternyata mantan suaminya, dengan tatapan sinis bertanya kenapa suaminya ada di Korea padahal yang ia dengan sedang pergi ke New Zealand kemarin.
Aku bergegas kembali. Apa Boleh aku masuk?” ucap Tuan Oh, Nyonya Gil pun mempersilahka mantan suaminya masuk rumahnya.
Apa yang terjadi? Di mana Yeon Joo?” tanya Tuan Oh
Dia di kamarnya dan sedang sakit. Apakah Soo Bong yang memberi kabar padamu?” ucap Nyonya Gil, Tuan Oh tak menjawab memilih untuk masuk ke dalam kamar anaknya. 
Yeon Joo tertidur dikamarnya dengan keringat yang terus keluar, Nyonya Gil menceritakan menemukan Yeon Joo pingsan setelah menggambar sesuatu di dalam mobil dan tidak bisa mempercayainya. Tuan Oh melihat ada botol infus yang tergantung di atas tempat tidur anaknya.
Aku membawanya ke UGD, dan kami baru saja kembali. Sekarang Aku benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi. Dia tidak memberitahuku yang sedang di gambarnya di dalam mobil. Soo Bong terus saja bicara omong kosong. Aku juga tak mengerti apa yang membuatnya begitu ketakutan.” Cerita Nyonya Gil heran, Tuan Oh hanya diam saja.
Omong-omong, kenapa kau kembali secepat ini? Kupikir kau akan tinggal di sana setidaknya selama sebulan.” Komentar Nyonya Gil, lalu mendengarkan ada bunyi dengiran telp, akhirnya pamit pergi dengan menutup kamar anaknya. 

Tuan Oh mengelus kepala Yeon Joo dengan lembut, lalu memegang tanganya dan melihat ada sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya, cincin nikah seperti yang digambarkan dalam komik. Ia menatap wajah anaknya merasa keadaan anaknya itu sangat menyedihkan.
Flash Back
Tuan Oh melihat gambar webtoon dengan Kang Chul yang memberikan USB meminta agar diberikan pada Ayahnya ke tangan Yeon Joo.
Tuan Oh langsung mencari di saku baju Yeon Joo dan menemukan sebuah USB yang dititipkan Kang Chul pada Yeon Joo, lalu memasukan pada ponselnya terlihat file W dan sebuah tulisan untuk Oh Seong Moo dari Kang Chul. 


Flash Back
Kang Chul mengemudikan mobil, mendengar Yeon Joo menangis sambil mengeluh kalau semua kacau dan cerita lanjutanya seperti ini bukan yang diinginkanya. Akhirnya di saat berhenti di lampu merah menyalakan ponsel dengan menyambungkan pada USB lalu menulikan surat untuk Tuan Oh.
“Aku dengar kau masih hidup. Aku pun juga demikian.... Aku senang kau masih hidup, tapi aku tidak akan meminta maaf.
Tuan Oh pun membaca surat yang dituliskan Kang Chul pada file yanga da dalam USB
Aku tidak butuh untuk dimaafkan,tapi kau juga tidak punya hak untuk memaafkanku.  Tuan Oh membaca tulisan Kang Chul mengejek Kang Chul memang bocah yang sombong.
Aku menulis ini sebagai masukan, bukan permintaan maaf. Ada sesuatu yang harus kita akhiri bersama.
Kang Chul saat ada di lantai rumahnya, menarik Yeon Joo untuk masuk kembali mengajaknya untuk menghirup udara segar. Yeon Joo sempat menatap binggung karena Kang Chul dengan mengenggam tanganya mengajaknya untuk pergi.
Aku akan menerima takdir kejam yang kau buat untukku, jadi kau seharusnya melakukan sebagaimana mestinya, daripada melarikan diri begitu. Meski bukan untuk putrimu maupun aku, kau bisa melakukannya saat ini. Kau bisa mengakhiri W dengan akhir bahagia.
Tuan Oh terdiam membaca surat dari Kang Chul, lalu menatap anaknya yang tertidur di kamarnya, terlihat sedang sakit. 

Yeon Joo terbangun dari tidurnya, lalu melihat Nyonya Gil tidur dilantai dengan karpet lalu menyuruh agar ibunya tidur dikamar saja. Nyonya Gil dengan mata tertutup bisa tahu Yeon Joo sudah bangun dan menanyakan keadaanya lebih dulu.
Kenapa Ibu tidur di situ padahal tidak nyaman tidur di lantai?” kata Yeon Joo kasihan
Tak apa.... Aku ingin menemanimu. Ayahmu tadi datang” ucap Nyonya Gil masih menutup matanya, Yeon Joo bertanya kapan.
Sekitar pukul 11 malam.... Ya ampun.... Ayah bilang ingin tinggal di sana sebulan, tapi dia kembali. Aku penasaran apa alasannya.” Kata Nyonya Gil yang terlihat masih sangat mengatuk. 

Yeon Joo keluar kamar ingin menelp, tapi seperti trauma melihat telp rumahnya takut si pembunuh menelpnya, lalu melihat sudah pukul 5 pagi. Dengan helaan nafas Yeon Joo membalikan wajahnya. Ia melihat Kang Chul yang sedang tertidur pulas diruang rawat.
Ia melihat sekeliling berada di dalam kamar Kang Chul, bukan rumahnya. Perlahan mendekatinya, melihat wajah Kang Chul ketika ingin menyentuhnya tiba-tiba terdengar pintu diketuk. Yeon Joo membalikan badanya, saat itu juga ia kembali ke dalam rumahnya. 

Kang Chul membuka matanya, terdengar suara Hyun Suk menceritakan pada Do Yoon  sudah memeriksa CCTV dalam radius 5km bahkan mengecek semuanya. Do Yoon bertanya kenapa tak ada apapun yang didapatnya. Hyun Suk juga merasa frustasi. Kang Chul menyapa Hyun Suk dengan senyumanya.
Kang Chul, bagaimana keadaanmu? “ tanya Hyun Suk
Aku masih belum bisa fokus. Mereka pasti menginjeksikan cukup banyak obat bius.” Kata Kang Chul
Yeon Joo melihat sekeliling rumahnya, seperti masih tak percaya berubah secepat itu keadaaanya.  
Kurasa aku bermimpi, saat melihatnya lagi. Aku bisa melihatnya beberapa kali. Meski hanya... dalam waktu yang begitu singkat.” Gumam Yeon Joo menahan air matanya. 

Yeon Joo pergi ke rumah sakit dengan mobil merahnya, tiba-tiba kembali menghilang. Ia sampai disebuah tempat dan melihat papan nama di kamar VIP I yaitu Pasien bernama Kang Chul.
Seorang perawat membawakan obat, menatap heran pada Yeon Joo hanya berdiri saja. Lalu ia melihat saat pintu terbuka, perawat mengatakan Kang Chul akan melakukan pemeriksaan sekarang. Saat itu menatap Kang Chul masih ada diatas tempat tidurnya. Kang Chul tak bisa melihat sosok wanita dibalik pintu yang langsung tertutup. Saat itu juga Yeon Joo kembali ke samping mobilnya yang sudah diparkir. 

Yeon Joo melamun saat akan bergantian mencuci tangan sebelum masuk ruang operasi, Prof Park menegur Yeon Joo yang tak memakai penutup kepala saat operasi, Yeon Joo sadar kalau melupakanya memegang kepalanya
“Hei.. Apa Kau memakai cincin?” ucap Prof Park melihat tangan Yeon Joo mengunakan cincin.
Astaga, kau tidak boleh memakainya selama operasi.” Omel Prof Park yang ingin menendang Yeon Joo.
“Itu memang Kelihatan bagus. Apa kau mencurinya dari seseorang? Apakah kau menikah tanpa sepengetahuan profesormu?” kata Suk Bum, Yeon Joo hanya diam.
Bagaimana bisa dia menikah jika pacar saja tidak punya? Aku langsung mengetahuinya saat melihat kelakuannya di kencan buta. Dia tipe orang yang akan melajang seumur hidup. Aku dengar banyak wanita tua yang menghabiskan sisa hidup mereka hanya dengan kucing peliharaan. Dan Dia mengikuti jejak mereka.” Kata Prof Park nyerocos
Suk Bum merasa memang aneh dan setuju dengan Prof Park, Yeon Joo melirik sinis pada Suk Bum, Prof Park meminta agar Yeon Joo untuk tetap fokus. Yeon Joo pun meminta maaf, lalu Prof Park dan Suk Bum masuk lebih dulu ke ruang operasi.
“Untuk ketiga kali aku melihatnya adalah minggu lalu. Di dunia Kang Chul, pasti sudah lewat dua bulan.” 

Yeon Joo membuka cincinya, tapi karena terlalu keras membuatnya jatuh dan bergelinding. Saat mengejarnya tak sengaja menabrak seseorang karena cincin berhenti tepat di samping sepatu. Sosok  Kang Chul menatap Yeon Joo, dengan senyuman meminta maaf. Yeon Joo terdiam bisa melihat Kang Chul dalam dunia nyata.
Kang Chul melihat Yeon Joo hanya diam melihatnya, lalu menanyakan keadaanya lebih dulu. Yeon Joo tetap diam melihat sosok pria yang dikaguminya ada didepanya. Kang Chul akhirnya mengambil cincin dilantai, meminta maaf karena tak melihatnya lalu mengembalikan cincin ke tangan Yeon Joo sambil berkomentar cincin itu terlihat bagus.
Yeon Joo berkaca-kaca melihat Kang Chul sama sekali tak mengenalinya, saat itu ponsel Kang Chul berdering lalu pamit pergi dengan berjalan keluar dari rumah sakit mengatakan kalau sudah ada didepan rumah sakit. Yeon Joo melihat Kang Chul yang bertemu dengan Do Yoon didepan rumah sakit.

Kang Chul bertanya kenapa Do Yoon lama sekali datang, Do Yoon mengatakan terjebak macet lalu menanyakan keadaanya. Kang Chul dengan senyuman mengatakan kalau terasa sakit. Do Yoon mengejek menanyakan apa saja yang dilakukan  Kang Chl di rumah sakit selama dua bulan. Yeon Joo terus menatapnya, Kang Chul dan Do Yoon menyadarinya. Lalu Kang Chul dengan sopan menundukan kepala untuk menyapanya.
Do Yoon bertanya siapa wanita itu. Kang Chul tak tahu karena terus menatapnya tapi tak mengenalnya. Do Yoon melihat Yeon Joo itu seperti sangat sedih berpikir kalau itu mantan pacar atasanya atau menyakiti dan mencampakkannya. Kang Chul memukul bagian dada Do Yoon lalu mengajaknya segera masuk mobil. 


Yeon Joo terus menatap Kang Chul yang mengunakan kacamata hitam masuk ke dalam mobilnya bersama Do Yoon. Di tanganya masih mengenggam sebuah cincin yang diberikan Kang Chul sebagai tanda kalau mereka sudah menikah.
Seperti yang sudah kugambar, Kang Chul melupakan segalanya.
Yeon Joo berjongkok di depan ruang operasi, sambil menangis histeris. Suk  Bum keluar dari ruangan heran melihat Yeon Joo malah menangis sambil berjongkok. Prof Park dan perawat lainya juga ikut keluar, salah seorang perawat mendekati Yeon Joo yang terus menangis untuk menenangkanya. Semua binggung melihat Yeon Joo yang tiba-tiba menangis.
Saat dia mulai pulih dan kembali sibuk, maka ia tak akan bermimpi buruk lagi. Dia akan sepenuhnya... melupakanku.

Kang Chul baru selesai membaca serial komik tentang dirinya, akhirnya duduk lemas didepan tumpukan buku karena mengetahui kalau dunianya itu hanya dunia komik sampai akhirnya melompat dari sungai Han untuk bunuh diri.
Dia pernah begitu hancur. Dia telah banyak kehilangan dalam kehidupan. Kang Chul bertahan pada kekuatan cinta agar tetap bisa hidup.
Yeon Joo mengingat saat dikamar mandi melakukan hal romantis dengan Kang Chul mengikat rambutnya, lalu tidur diatas lenganya sambil bermesraan.
Tapi pria itu sekarang telah pergi dari kehidupanku.

Kang Chul mengemudikan mobilnya dengan Do Yoon duduk disampingnya, tiba-tiba terdengar mobil polisi yang sedang mengejar penjahat yang kabur. Dengan saling high five kepalan tangan, Kang Chul pun mengejar mobil penjahat dengan menyalip mobil yang ada didepanya.
Ketika di sebuah jalan, Kang Chul langsung menghadang si mobil sampai akhirnya menghentikan lajunya. Kang Chul pun duduk diatas cap mobil dengan melambikan tanganya. Dua pejahat yang ada didalam mobil terlihat ketakutan karena harus bertemu dengan Kang Chul kembali.
Dia kembali... menjadi pria yang dicintai pembaca. Karakter utama kita kembali menjadi lebih kuat, dan tak akan pernah berkecil hati.


Soo Bong membawa koper berdiri di depan rumah Tuan Oh, terlihat kebingungan dan terus mondar mandir. Tuan Oh kembali mengambar dengan sebuah berkas bertuliskan [LAPORAN PERTAMA W] tangan kirinya tetap meminum wine selama tangan kanannya sibuk mengambar.
Terdengar bel rumah berbunyi, Tuan Oh menuangkan wine didapur. Soo Bong terlihat masih ketakutan mengatakan karena semua terlalu mendadak,jadi Sun Mi dan Yoon Hee akan kemari pada hari Rabu. Tuan Oh mengatakan mereka berdua saja sudah cukup.
Tapi Tuan Oh.... Sebenarnya, aku ingin pulang ke rumah. Aku menyerah menjadi kartunis dan benar-benar ketakutan. Sejak Anda tertembak, maka aku tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak. Aku tidak mengerti kenapa hidupku harus berantakan hanya karena menggambar kartun.” Ucap Soo Bong gugup. Tuan Oh duduk diam di meja makan.
Aku bahkan pergi ke Gereja dan Kuil Buddha dan sampai memiliki jimat. Tapi tetap saja aku masih merasa gelisah. Aku benar-benar takut meski hanya datang kemari.”cerita Soo Bong memperlihatkan isi kopernya yang berisi jimat.




Aku meneleponmu karena ingin mengakhirinya dengan benar.” Kata Tuan Oh menatap heran pada Soo Bong, Soo Bong sadar dengan jenggotnya yang tumbuh dan berjanji akan mencukurnya nanti.
Aku berencana mengakhiri W dengan akhir bahagia.” Kata Tuan Oh, Soo Bong binggung dengan akhir bahagia.
Kang Chul akan menemukan si pembunuh dan membalas dendam padanya. Kita akan menyingkirkan si pembunuh selamanya. Karena, kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi.” Jelas Tuan Oh, Soo Bong bertanya apakah mereka akan menghabisi si pembunuh.
Dia sudah membunuh tiga orang di dunia nyata, bahkan mencoba membunuh putriku! Kita tidak bisa membiarkannya seperti ini. Sekalipun dia seorang pembunuh, tapi akulah penciptanya. Jadi Aku juga yang harus mengakhiri hidupnya.” Jelas Tuan Oh kembali minum winenya. 

Flash Back
Tuan Oh kembali membaca surat yang ditulis oleh Kang Chul Demi menyingkirkan si pembunuh, maka kau harus menciptakan identitasnya. Dia tidak bisa seperti hantu begitu. Dia harus menjadi selayaknya manusia agar dapat ditangkap. Aku melampirkan salinan laporan pada Project W.
Kang Chul pu menuliskan surat pada Tuan Oh dalam ruang kerjanya dengan  memberitahu dalam laporan project W, yaitu termasuk catatan investigasi dari 353 tersangka jadi Tuan Oh harus menciptakan sosok yang tidak ada dalam laporan tersebut karena Hanya dengan begitu ia akan menerimanya.
Saat aku dapat memahami segalanya, maka webtoonnya bisa berakhir.Tulis Kang Chul dalam suratnya.
Tuan Oh pun melihat semua berkas dalam yang diberikan Kang Chul dengan mengprintnya terlebih dahulu. 


Soo Bong membawa tumpukan kertas dari dalam ruangan Tuan Oh, saat itu terlihat wajahnya yang sudah bersih setelah mencukur. Tuan Oh menyuruh Soo Bong untuk membaca semua laporan dari Project W karena mereka  perlu mengeliminasi hal-hal yang berlebihan kalau tidak maka Kang Chul akan memiliki keraguan.
Saat Chul mulai curiga, maka kekacauan akan kembali dimulai. Takdir sialan itu akan berulang kembali.” Ucap Tuan Oh
“Tuan Oh, kita sudah menciptakan kejahatan yang sempurna. Jadi bagaimana sekarang kita harus menciptakan karakter si pembunuh? Tidak peduli bagaimanapun kita mencoba, pasti muncul lubang di dalamnya.” Kata Soo Bong
“ Yah... memang Pasti. Kita tidak bisa melakukan apa-apa.  Kalau begitu kita harus memilih orang yang akan menghilangkan semua celah tersebut.” Jelas Tuan Oh
“Jadi maksudnya orang yang dapat diterima Kang Chul sebagai pelakunya?” ucap Soo Bong, Tuan Oh mengatakan  sudah memilihnya dengan memperlihatkan hasil buku gambarnya.
Satu-satunya orang yang akan diterima Kang Chul sebagai si pembunuh.”ucap Tuan Oh. Soo Bong melotot melihat hasil skesta wajah si pembunuh. 

Kang Chul berlari pagi di pinggir sungai Han, lalu saat pulang pelayan menawarinya untuk sarapan. Kang Chul meminta agar 10 menit lagi menyiapkan karena akan mandi dulu. Setelah mandi,  Hyun Suk menelp menanyakan keberadaanya, Kang Chul mengatakan masih di hotel.
Aku akhirnya menemukan sesuatu.” Ucap Hyun Suk, Kang Chul kaget.
Seorang pria naik ke atap hotel saat kejadian dan Sebuah truk pengantar berhasil merekam gambarnya.” Kata Hyun Suk, Kang Chul langsung menatap tajam. 

Kang Chul pergi ke stasiun TV W,  dengan cepat berjalan dilorong bersama Do Yoon yang sudah lebih dulu datang dan sempat memanggilnya dari lantai atas. Kang Chul ingat Do Yoon yang mengatakan tidak bisa menemukan apa-apa bahkan tak menemukan apa pun selama dua bulan. Do Yoon mengerti tapi ternyata mereka melewatkan satu hal Bahwa ada truk pengantar bahan makanan ke dapur hotel saat itu.
Di sebuah rumah, terlihat baju si pembunuh yang tergantung , lalu terlihat sosok pria didalam kamar mandi yang sedang menatap cermin terkena uap air.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Lanjut part 2 oen... Fighting... Gomawo 👩💬Cool💫
    👚👏💥
    👖
    👠👠

    BalasHapus
  2. Lanjut part 2 eonnie hehehe.. Ngeri ngabayangin siapa sosok pembunuhnya jangan-jangan..
    ah syudahlah

    BalasHapus