Minggu, 14 Agustus 2016

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 2 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN

Apa kau datang jauh-jauh ke sini karena uang? Apa kau seputus asa itu?” ucap Ji Woon pada Ha Won lalu memberikan uang dan menjatuhkan didepan wajah Ha Won. Ha Won menatap Ji Woon menahan tangisnya.

Hei, Han Ji Woon. Jangan berani-beraninya kau menghina wanitaku.” Ucap Hyun Min mengambil selembar uang 50ribu won lalu memasuka ke dalam saku jaketnya.
“Kau bilang "Wanitaku"?” kata Ji Woon menatap sinis,
Keduanya akhirnya saling menatap dan siap berkelahi, Hye Ji berteriak menyuruh keduanya berhenti lalu memilih untuk keluar dari ruangan. Ji Woon pun mengikuti Hye Ji keluar dari ruangan. Ha Won terlihat benar-benar binggung dengan keadaanya sekarang.  


Akhirnya Ha Won mengejar Ji Woon sampai keluar gedung, dengan membawa uang yang ada ditanganya, mengataka tahu mereka ini tipe orang yang  bisa buang uang sebanyak itu, tapi diluar sana ada banyak orang yang tidak bisa. Ji Woon tak memperdulikanya dan ingin pergi, Ha Won kembali menahanya, akhirnya Ji Woon pun mendorong Ha Won sampai bersandar di di dinding.
“Memangnya Kau siapa?” ucap Ji Woon marah, Ha Won panik bertanya apa yang akan dilakukan padanya.
Aku tidak tertarik pada perkataanmu,  jadi pergi kau. Dengan kata lain,  jauhilah Kang Hyun Min kalau kau tidak mau melihat situasi jadi tambah parah.” Kata Ji Woon memperingati. Ha Won membalikan kedaaan dengan membuat Ji Woon yang bersandar di dinding.

Namamu Kang Ji Woon, 'kan? Berhenti sok tahu!! Ini peringatan terakhirku untukmu. Jika kau pernah menyentuhku lagi, maka kau akan mati.” Ucap Ha Won balas mengancamnya.
Keduanya sempat saling menatap penuh amarah, Ji Woon menarik tangan Ha Won untuk melepaskan cengkraman di bajunya, lalu memilih untuk pergi. Ha Won melihat tanganya yang memegang uang lembaran uang 50ribu won. 


Hye Ji berjongkok sambil menangis disamping motor Ji Woon, lalu Ji Woon melihat dari kejauhan dan langsung mendekatinya. Hye Ji akhirnya berdiri menghapus air matanya. Tanpa banyak bicara, Ji Woon langsung memakaikan helm untuk Hye Ji sebelum naik motornya.
Hyun Min menahan Ha Won yang akan pergi, Ha Won memilih untuk pergi tapi Hyun Min menahan tanganya sambil bertanya apakah ia marah. Ha Won merasa Hyun Min itu menganggap dirinya mudah sekali di manfaatkanya. Hyun Min menyangkalnya.
Ha Won memberikan tas, cincin, anting serta bagian gaun dibagian belakang serta rompinya pada Hyun Min, setelah itu memilih untuk pergi. Hyun Min melihat semua barang-barang yang ditanganya hanya diam dan melihat Ha Won berjalan pergi, hampir terjatuh karena sepatu heelsnya. Ha Won berhenti membalikan badanya dengan melempar sepatu heels ke arah Hyun Min
Sementara sepatu di kaki kirinya ditinggalkan begitu saja, Ha Won berjalan dengan bertelanjang kaki dan baju sedikit terbuka. Hyun Min melihat sepatu yang ada di bawah, lalu mengambilnya sambil berkata sepertinya sihirnya telah memudar.
Motor Ji Woon dan Hye Ji pun keluar dari parkiran, Ha Won terus berjalan. Ji Woon sempat melirik lalu pergi begitu saja. Ha Won berjalan sambil menahan tangisnya, tepat diterowong kakinya terlihat kesakitan, terlihat selembaran yang berserakan dijalan bertuliskan [Kau perlu mengambil langkah pertama untuk memulai petualangan.]

Ji Woon mengantar Hye Ji sampai ke depan rumah, tapi Hye Ji terlihat melamun dan masih duduk diatas motor. Ji Woon mengetuk helmnya memberitahu Hye Ji harus masuk rumah sekarang. Hye Ji tersadar sudah  sampai rumah. Ji Woon pun membantu memegang tangan Hye Ji untuk turun dari motor.
Kenapa kau melamun? Apa kau sangat menyukai Kang Hyun Min? Meski dia takkan mau  melirikmu sedikitpun?” ucap Ji Woon seperti mencoba menyadarkanya.
Aku akan membuat dia melirikku. Jangan khawatir.” Kata Hye Ji seperti yakin Hyun Min akan jatuh cinta padanya. 

Hyun Min bersiul ke luar dari kamar mandi, Yoon Sung sudah berdiri didepan bertanya apa yang sebenanya direncananya, Hyun Min menjawab santa baru saja selesai mandi. Yoon Sun bertanya apakah Hyun Min sadar dengan yang dilakukan pada penikahan kakeknya hari ini.
Oh.... Apa aku salah membawakan hadiah untuk Kakek? Dalam pertukaran itu, dia juga menyiapkan hadiah untukmu.” Ucap Hyun Min, Yoon Sung mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan foto seorang wanita, Hyun Min bertanya siapa itu
Tunangan sungguhanmu. Dia cucu  putri Ketua K Group.” Ucap Yoon Sung, Hyun Min mengeluh karena harus dijodohkan
Kau akan bertemu dengannya besok. Pastikan kau ramah padanya, kesan pertama yang terpenting.” Tegas Yoon Sung
Hyun Min merengek dengan sikap Yoon Sung padanya, Yoon Sung menyadarkan apakah Hyun Min akan dibiarkan saja setelah membuat keributan tadi. Hyun Min tak peduli memilih untuk membanting tubuhnya ditempat tidur. Yoon Sung mempertegas agar Hyun Min pergi bertemu dengannya kalau ingin jadi pewaris Haneul Group. Hyun Min melempar sandalnya dan mengumpat kesal tapi akhirnya memilih untuk tak peduli dan tidur. Sementara Ji Woon pergi ke tempat tinggalnya di sebuah hotel di lantai yang cukup tinggi. 

Tuan Kang berdiri di depan jendela menikmati tehnya mengungkapkan sudah menikah lima kali, tapi kemarin adalah pernikahan terbaiknya, yaitu  bisa melihat tontonan yang menarik. Yoon Sung berdiri dibelakanganya hanya terdiam.
Flash Back
Tuan Kang bisa melihat Ha Won yang membuat cucunya yang pembangkang bisa berlutut didepanya walaupun dengan tangan terpelintir. Lalu Tuan Kang melihat saat Ha Won membawa uang didepan wajah Ji Woon,  mengatakan mereka memang tipe orang yang  mudah sekali buang uang sebanyak itu tapi menurutnya  ada banyak orang di dunia ini yang tidak bisa memilikinya.
Tuan Kang melihat Wanita itu memang bukan gadis biasa lalu menyuruh Yoon Sung untuk mencari tahu tentang wanita muda yang datang ke pernikahannya. Yoon Sung mengerti lalu keluar ruangan. 


Ha Won sibuk mencuci piring di dapur dengan senyuman bahagia, saat itu ibunya yang baru bangun melihat belum ada sarapan lalu mengejek hidup Ha Won tak akan berubah kalau kerja dengan lambat. Ha Won meminta maaf karena bangun agak telat hari ini dan akan cepat selesai mengerjakannya.  Nyonya Park mengeluh kelaparan karena Ha Won, sambil mengumpat. Ha Won hanya diam sambil terus mencuci piring.
Akhirnya Ha Won selesai mencuci piring, tiba-tiba mendekati ibunya dengan wajah ketakutan. Nyonya Park bertanya  ada apa. Ha Won mengatakan butuh bantuan. Nyonya Park langsun menolaknya dan beranjak pergi. Ha Won menahan tangan Nyonya Park  memohon agar bisa membantunya sekali ini saja. Nyonya Park melirik sinis melihat tanganya disentuh akhirnya bertanya apa yang dibutuhkanya.
Apa boleh aku pinjam uangmu untuk bayar kuliah semester pertamaku? Akan kupastikan aku bekerja keras  dan mengembalikan uangmu!” kata Ha Won
“Kau bilang Uang kuliah? Apa maksudmu? Apa Maksudnya uang kuliah Yoo Na? Jadi maksudmu aku harus bayar uang kuliahmu dan bukan uang kuliahnya Yoo Na?” ucap Nyonya Park Sinis, Ha Won berusaa menjelaskan bukan itu maksudnya.

Kau ini sombong dan sok berkuasa, dan sok punya banyak uang! Tapi apa bukitnya? Apa Kau ingin uangku supaya Yoo Na tak bisa kuliah?” berteriak Nyonya Park sambil mengumpat Ha Won itu sudah tak waras,
Yoo Na yang masih dikamar mengeluh ibunya yang pagi-pagi sudah berteriak-teriak, meminta agar membiarkan tidur dengan tenang. Nyonya Park dengan suara pelan menyuruh Ha Won segera keluar saja. Ha Won akhirnya mau tak mau pergi meninggalkan rumah. 

Di seluruh seoul terjadi ke gemparan, berita internet mulai beredar Dia berubah menjadi "Wanita Jackpot Nasional." Dialah tunangan Kang Hyun Min, kandidat pertama yang mewarisi Haneul Group. Tapi, siapa wanita yang  misterius itu?semua orang pun sibuk dengan ponselnya dengan saling menuliskan komentar. 
[Siapa wanita ini? Apa dulu dia menyelamatkan negara sampa bisa seperti ini?]
[Akhirnya ada foto dia di internet!] [Aku pria dan aku pun iri!]  
[Apa Kau sudah tahu wanita itu?] [Kurasa dia itu pasti cantik!]

Berita terhangat kemarin: Kang Hyun Min, pewaris Haneul Grup membawa tunangannya ke pernikahan kakeknya, Ketua Kang! Dan ada yang kita sudah siapkan untuk semua orang terkait berita itu. Ini dia. Foto ini Wanita Jackpot Nasional sudah tersebar di internet
Nyonya Park menonton berita dengan anaknya merasa wajah dari samping yang dibawa Hyun Min itu mirip dengan Ha Won. Yoo Na mengatakan itu Tidak mungkin. Nyonya Park yakin terlihat sangat mirik. Yoo Na mengeluh  pada tingkah ibunya memberitahu kalau perasaanya sangat sensitif sekarang, jadi meminta agar berhenti mengganggunya.
Telp Nyonya Park berdering, ternyata dari suaminya. Dengan ramah memberitahu kalau Yoo Na dan Ha Won berangkat sekolah bersama menurutnya merea berdua memang tak terpisahkan. Tuan Eun mengatakan akan pulang besok, Nyonya Park nampak panik mendengarnya. 


Ha Won sedang mengepel lantai memanggil bosnya dengan wajah ketakutan, Bosnya yang sedang asyik melihat berita di ponselnya lansung menyahut. Ha Won mengetahui kalau Hari ini hari gajian. Bosnya bertanya lalu kenapa memangnya.
Apa boleh aku dapat gaji bulan berikutnya hari ini juga? Aku janji aku akan lebih keras lagi bekerja!” ucap Ha Won berharap
“Sudahlan Jangan konyol. Kau membuatku kesal saja. Hei, kau harus bekerja biar dapat gaji! Apa itu masuk akal kau harus dibayar sebelum kau bekerja? Kau harus kerja dulu biar dapat gaji! “kata Bosnya dan kembali main games dalam ponselnya. Ha Won pun tak bisa berkata apa-apa lagi.

Dia mulai bekerja paruh waktunya di mini market lalu dia bekerja di kafe, restoran, bioskop sebagai penjaga anjing, dan di sebuah taman hiburan. Dia saat ini punya 10 pekerjaan paruh waktu.” Jelas Yoon Sung memperlihatkan video saat Ha Won sedang berkerja disetiap tempat
Tuan Kang melihat videonya bertanya apakah a Won yang  jadi tulang punggung keluarganya. Yoon Sung mengatakan bukan itu tapi Ha Won harus membiayai hidupnya sendiri dan memperlihatkan saat Ha Won datang ke tempat abu ibunya.
Ibu kandungnya meninggal waktu dia masih kecil dan ayahnya menikah lagi. Sekarang dia tinggal dengan ibu tirinya dan saudari tirinya yang  seumuran dengannya. Ayahnya seorang sopir truk, tapi dia sering bekerja di pedesaan jadi dia jarang pulang.
Ha Won tinggal dengan ibu tiri dan kakak tirinya, hanya bisa makan nasi dengan kimchi sementara lauk dan lainya hanya boleh dimakan oleh ibu dan kakak tirinya. Saat ayahnya pergi berkerja mengendarai truk, Ha Won hanya bisa melihatnya pergi tanpa pamit.
Keluarganya tidak terlalu kaya jadi sepertinya mereka hanya bisa membiayai satu putri mereka sampai kuliah. Oleh karena itu, sepertinya Nn. Ha Won bekerja keras supaya bisa kuliah dengan biaya sendirii.”
Ha Won melihat Yoo Na hanya duduk diam sambil membaca komik, sementara ia setelah berkerja masih bisa belajar di tempat yang seperti gudang. Dan membaca buku gratis di toko buku untuk belajar tentang ujian masuk ke Perguruan tinggi.
Tuan Kang yang melihat videonya merasa pantas saja sikap Ha Won itu cukup dewasa untuk seumurannya menurutnya  Mungkin sebaiknya mencari orang sepertinya, yang seumuran dengan cucunya daripada orang yang mencoba memenuhi keinginan 3 anak berandal itu.

Ha Won melihat buku tabunganya,  [Krematorium Haneul - 3.995.000, Sisa: 800 won] semua tabungan sudah habis untuk biaya sewa tempat abu ibunya. Lalu melihat dibuku agenda tanggal Batas waktu untuk membayar biaya kuliah Penting untuk impianku!
Walaupun sedih, Ha Won menyakinkan dirinya kalau  bisa kuliah tahun depan saja dan yakin bisa dapat 4.000.000, kalau kerja keras selama setahun. Tapi menurutnya harus lebih banyak dari 4 juta maka Dengan begitu, Ibunya bisa beristirahat dalam damai.
Akhirnya menulis note didepan buku tabungan, [Target: 4 juta won untuk kuliah! Ayo kita mulai lagi!] Lalu teringat ayahnya yang tak membalas pesanya semalam. Ia tersadar kalau itu bukan ponsel miliknya, dan menduga kalau sudah tertukar ponselnya saat ada di hotel kemarin. 

Ha Won sedang berjalan setelah selesai berkerja paruh waktu, Yoon Sung menghadangnya memberitahu Ada orang yang ingin bertemu dengannya. A Won pun melonggo binggung. Tuan Kang sedang membaca buku saat Ha Won datang bersama dengan Yoon Sung. Ha Won membungkuk menyapa lebih dulu Tuan Kang.
Tuan Kang pun membalikan badanya, menunjuk sesuatu yang ada di badan Ha Won. Ha Won langsung membungkuk melihatnya. Tuan Kang tertawa mengoda Ha Won Tak usah menunduk begitu, mengaku Senang karena dikasih hormat dua kali. Ha Won tertaw memberikan jempolnya karena menurutnya Selera humor Tuan Kang memang keren. Tuan Kang mengartikanya sebagai pujian untuknya lalu duduk disofa.
Maaf atas apa yang terjadi hari itu. Aku sangat khawatir kalau aku menghancurkan pernikahanmu.” Ucap Ha Won, Tuan Kang pikir tak perlu merasa khawatir. Ha Won pun langsung menanyakan alasan Tuan Kang memanggilnya.
“Aku minta Maaf,sebelumnya  tapi aku memang sudah mencari tahu tentang dirimu. Ini pertama kalinya aku bertemu anak seusiamu dengan selera buku yang sama denganku.” Ucap Tuan Kang menunjuk buku yang dibacanya.
Ibuku bilang kalau aku berpegang pada ajaran Sun Tzu maka aku bisa sukses.” Kata Ha Won penuh semangat
Menarik juga. Apa Kau bersedia meminjamkanku kebijaksanaan dari buku itu?” kata Tuan Kang, Ha Won binggung. Yoon Sung pun mengatakan akan memjelaskanya dan mempersilahkan Ha Won duduk. 

Sebuah video mengambarkan tempat dengan artsitektur yang unik, dan juga bagian dalamnya yang terlihat cukup mewah.
Kediaman Haneul adalah tempat arsitektur yang didesain berdasarkan alam. Ini salah satu dari 100 karya arsitektur modern di seluruh dunia. Tempat ini sangat aman, dan tidak ada orang luar bisa masuk ke tempat ini.” jelas Yoon Sung. Ha Won melonggo melihat rumah yang sangat mewah.
Jadi siapa saja yang tinggal disana?” tanya Ha Won penasaran
Cucunya Ketua Kang tinggal di sana. Cucu Paling tua Ketua Kang, Kang Hyun Min, adalah seseorang. yang sangat disukai oleh banyak orang,,,,” ucap Yoon Sung dengan memperlihatkan video Hyun Min berganti-ganti pasangan.
Dengan kata lain, dia itu playboy.”kata Tuan Kang menyel dengan nada sinis, Yoon Sung tak banyak komentar kembali memperlihatkan video Ji Woon yang sedang berkelahi.
Cucu kedua Ketua, Kang Ji Woon adalah orang yang suka tertantang, dan tidak bisa dijinakkan oleh siapapun.....” kata Yoon Sung
Dengan kata lain,  dia itu preman.” Komentar Tuan Kang juga tak menyukai cucu keduanya, Ha Won hanya bisa melongo, Yoon Sung kembali memperlihatkan sebuah konser dengan Seo Woo yang ada diatas panggung memainkan gitar.
Cucu termuda Ketua, Kang Seo Woo, dia punya semua kualitas penyanyi atau penulis lagu yang tak tertandingi..” kata Yoon Sung dengan nada seperti ada sedikit bangga.
Dengan kata lain, dia itu tak ada gunanya.” Ungkap Tuan Kang seperti sangat tak menyukai Seo Woo.
Yoon Sung menceritakan ketiga pria itu adalah sepupu yang  mulai tinggal di Kediaman Haneul tahun lalu. Tuan Kang mengatakan karena tiga anak berandal itu meminta Ha Won datang untuk membuat cucunya itu jadi manusia sepantasnya. Ha Won bingung, bertanya apakah Tuan Kang ingin ia  mengajari mereka sopan santun. Tuan Kang pikir seperti itulah.

Ha Won tak percaya karena mengira anak orang kaya tak diajari sopan santun karena hidup mereka sudah sempurna, dan menyumbangkan semua uangnya jadi mereka dibesarkan menjadi orang-orang dengan kepribadian buruk yang hanya peduli dengan uang. Tuan Kang sedikit agak tak percaya lalu menawarkan Ha Won untuk mengubah sifat anak berandal itu untuknya.
Aku sudah punya rencana untuk mengubah mereka dan yang harus kau lakukan adalah melaksanakan misi yang kuberikan, selama tiga bulan.” Jelas Tuan Kang, Ha Won merasa tak yakin bisa melakukan itu
Kau pasti bisa melakukannya. Jika kau mau melakukannya, maka akan kubayar biaya kuliahmu bahkan menyekolahkanmu di luar negeri. Akan kuberikan apa pun yang kau minta.” Kata Tuan Kang, Ha Won tak percaya mendengarnya.
Yang kumaksud adalah aku bisa mengubah hidupmu, Nn. Ha Won. Kau setuju ‘kan?” ucap Tuan Kang,
“Wah.. Kau memang bisa membuatku tak berkata-kata..., tapi aku pasti tak punya hak mengambil jenis pekerjaan seperti itu. Aku minta Maaf.” Ucap Ha Won menolak.
“Nomor 36 Tipu Daya, Bab 1, Bagian 5! Rampoklah rumah yang terbakar! Dengan kata lain, pastikan kau ambil keuntungan yang banyak dari setiap kesempatan. Bukankah menurutmu ini seperti sebuah kesempatan?” kata Tuan Kang mengambil perkataan dari buku
Bab 3, Bagian 14: Pinjamlah tubuh mayat untuk menghidupkan kembali jiwanya! Orang harus menghindari  kesempatan yang seputus asa itu Dan sejujurnya, pekerjaan ini tak ada harapannya.” Balas Ha Won
Bab 3, Pasal 18: Kalahkanlah musuh dengan menangkap pemimpinnya! Kau tidak tahu hasil pertempuran kalau tak sampai tuntas. Kau harus melakukannya sendiri kalau hal ini tak ada harapan atau merupakan kesempatan seumur hidup, bukan begitu?” ucap Tuan Kang tak mau kalah.
Bab 6, Pasal 36: Jika semuanya gagal, maka ambil langkah mundur! Sepertinya itu adalah pengajaran terbaik yang sesuai dengan situasiku saat ini” kata Ha Won dengan senyuman lalu pamit pergi. Yoon Jung bertanya Apa mereka harus sejauh itu untuk mendapatkannya, menurut Tuan Kang mengubah hidup seseorang tak membutuhkan upaya apapun.

Hyun Min menemui seseorang wanita di cafe sambil memujinya  lebih cantik dilihat langsung. Si wanita yang menjadi kencan butanya berkomentar sini tak peduli pujian seperti itu. Hyun Min melihat bagian bajunya dan berkomentar kalau suka gaya pakaiannya. Si waanita merasa bisa mengaku Hyun Min itu  memang pria pemikat wanita.
Semua orang membicarakan rumor, kalau kau membawa seorang wanita ke pernikahan Ketua.” Ucap si wanita
Itu bukan rumor. Sepertinya kau tak cari tahu dulu tentangku sebelum datang kesini ‘kan.” Kata Hyun Win, si wanita mengaku kalau sudah mencari tahu.
Tapi aku tak menyangka bakal dipikat olehmu di tempat seperti ini Atau ini cuma tipu muslihat darimu?” kata Si wanita dingin
Kenapa juga aku repot-repot menyusun strategi cuma untuk bertemu seorang wanita? Kenapa kita tidak bersenang-senang saja hari ini? Hanya Kita berdua saja.” Ucap Hyun Min mengoda.
Si wanita menegaskan diminta datang untuk  bertemu mitra bisnis hari ini jadi kalau melihat gaya dari pria yang duduk di depanya, kalau itu pasti bukan Kang Hyun Min. Hyun Min menghela nafas panjang lalu melihat Hye Ji masuk cafe dengan membaca buku dan memakai earphone. Si wanta mengajak Hyun Min bernegosiasi dulu tentang ketentuan persetujuan mereka.

Hyun Min bangun dari tempat duduknya, menarik tangan Hye Ji  dan langsung memeluknya., Hye Jin kaget tiba-tiba Hyun Min memeluknya, dengan wajah bahagia Hyun Min menyapa Hye Ji yan baru datang. Hye Ji bingung apa yang terjadi dengan Hyun Min.
Tiba-tiba Hyun Min langsung mencium Hye Ji didepan si wanita tanpa rasa malu,  Hye Ji yang binggung hanya bisa menutup matanya menerima ciuman dari Hyun Min. Si wanita  melirik sinis melihat keduanya berciuman didepan matanya, berkomentar sudah mendengar semua rumor dan ternyata Hyun Min memang sesuatu, lalu mengatakan kalau negosiasi gagal dan berharap semoga mereka tak bertemu lagi lalu berjalan pergi. 

Hyun Min pun menghentikan ciumanya, dengan wajah gugup dan mengangkat tanganya lalu meminta maaf dan berjalan pergi. Hye Ji shock untuk kesekian kalinya langsung mengejarnya sampai keluar cafe bertanya apa yang sebenarnya sedang dilakukanya. Hyun Min malah balik bertanya.
Jangan manfaatkan orang sesukamu.” Tegas Hye Ji, Hyun Min pikir karena itulah sebelumnya sudah minta maaf.
Memangnya aku ini apa bagimu?” kata Hye Ji, Hyun Min menjawab sebagai  Teman semasa kecilnya.
“ Jadi Cuma itu arti diriku bagimu?” ucap Hye Ji tak percaya, Hyun Min bertanya memangnya Hye Ji mau dianggap seperti apa.
“Apa Kau mau mengungkit masa lalu lagi?” sindir Hyun Min, Hye Jin tahu Hyun Min sudah berubah setelah hari itu, tapi....

Tentu saja seseorang akan berubah setelah 10 tahun.” Kata Hyun Min, Hye Jin bia mengerti karena dirinya juga  sudah berubah.
“Jadi... inilah dirimu yang paling menjijikkan yang pernah kuliah, sejak kau berubah.Tapi, aku masih akan percaya ada hal yang membuatmu seperti ini 10 tahun silam... bersemayam disana.” Tegas Hye Ji lalu berjalan pergi dengan tatapan sinis
Hyun Min terlihat tak begitu peduli, seorang pelayan hotel menghampiri Hyun Min memperlihat baju seragam yang sudah dilaundry mengatakan kalau ketinggalan kemarin. Hyun Min melihat itu bukan miliknya, tapi melihat namanya mengatakan kalau memang itu miliknya dan membawanya. Saat itu juga ada paparazi yang mengambil foto Hyun Min saat membawa baju seragam dengan nama yang tertempel. 

Ha Won masuk ke dalam hotel saat Hyun Min berjalan ke mobilnya membawa baju seragam dan pergi meninggalkan hotel. Didepan meja receptionits, Ha Won memohon agar meminta izin karena Sepertinya ponselnya tertukar dan ketinggalan disana. Si pegawai melihat pakaian Hye Jin terlihat lusuh dengan pakaian seragam olahraga sekolah.
Tidak sembarang orang bisa memeriksa kamar hotel kami.” Ucap Si pegawai
Kemari aku check in disini, jadi kenapa aku tak bisa masuk hari ini?” kata Ha Won heran, Ji Woon sedang berjalan masuk mendengar suara yang dikenalnya dan melihat Ha Won sedang bicara dengan pegawai hotel.
Kau datang ke sini dengan tamu lain kemarin, 'kan?Sepertinya hari ini tak ada orang yang mau membayar untukmu agar bisa masuk kesini.” Ejek si pegawai, Ha Won terlihat bingung.
Si pegawai mengatakan mungkin bisa buat pengecualian kalau Ha Won datang dengan tamu kemarin tapi sekarang ia tidak bisa membiarkankannya masuk ke kamar hotel hari ini dan meminta agar segera pergi. Ha Won memohon aga memberikan sekali kesempatan saja dan berjanji hanya sebentar saja. Ji Woon memanggil Ha Won dengan panggilan “si baju olahraga” setelah itu mengajak agar segera pergi. Si pegawai langsung membungkuk pada Ha Won. 

Di depan kamar Ji Woon bersadar di dinding menunggu Ha Won bicara dengan petugas cleaning service. Ha Won bertanya Apa ada orang yang ponselnya juga tertukar, serta seragam sekolah dan juga buket bunga mawar putihnya.
Aku tidak lihat apa-apa kemarin.” Ucap Si petugas.
Kau tidak membuangnya karena  itu jelek dan usang 'kan?” kata Ha Won memastikan. Si petugas mengatakan benar-benar tak tahu. Ha Won pun tertunduk sedih tak bisa menemukan semua yang tertinggal didalam kamar hotel. 

Didepan hotel
Ha Won mengucapkan terimakasih pada Ji Woon dan berjanji akan  membalas budinya. Ji Woon dengan sinis meminta saja pada Hyun Min untuk membelikan ponselnya baru, karena menurutnya Ha Won sengaja datang karena ingin melihatnya.
Jadi dia bisa membeli segalanya dan apa pun keinginanmu?” ucap Ji Woon sinis, Ha Won tertawa membalas apakah Ji Woon sudah selesai bicara sekarang.
Bukankah ini strategi yang dipakai  oleh wanita sok punya harga diri sepertimu, kemudian mengambil  pemberian mereka, benar 'kan? Aku membiarkanmu hari itu karena kau itu perempuan. Tapi sungguh, jangan pernah muncul di hadapanku lagi.” Ucap Ji Woon sinis menaiki motornya.

Ha Won langsung memukul kepalanya sambil mengumpat, Ji Woon menjerit kesal karena Ha Won berani memukul kepalanya. Ha Won bertanya lalu orang-orang seperti Ji Woon itu apa, menurutnya Ji Woon itu berlagak sok keren dan memperlakukan semua wanita seperti sampah, menurutnya Ji Woon itu paling bajingan dan berjalan pergi. Ji Woon tak habis pikir melihat tingkah Ha Won yang berani memukul kepalanya. 


Ha Won berusaha menelp ponselnya sendiri tapi tak bisa diangkat, teman sesama part time di kedai kopi menjerit bertanya apakah Ha Won itu  si Wanita Jackpot Nasional. Ha Won tak mengubrisnya kesal sendiri karena pemilik ponselnya itu tak mengangkat telpnya.
Seo Woo dalam sebuah ruangan sedang sibuk menyanyi mengibur semua fansnya yang menjerit histeris melihat penampilanya. Sementara di kedai kopi, teman Ha Won menjerit tak percaya dan bertanya apakah Ha Won akan tinggal di Kediaman Haneul sekarang. Ha Won mengatakan  tak jadi kesana.
Hong Ja Young  mengumpat Ha Won itu sudah gila karena tak tahu tempat seperti apa itu, karena Di situlah tempat tinggal Kang Saudara Sepupu dari Haneul Grup dan dinggap sebagai Keluarga Kerajaan Korea, jadi Ha Won itu  punya kesempatan untuk tinggal di tempat seperti itu tapi malah membuat kopi di kedai seperti ini.

Bagiku, suara mesin kopi ini suara yang sama seperti tumpukan uang di rekening bank-ku! Aku harus bekerja keras!” kata Ha Won seperti tak ingin mendapatkan uang dengan cara yang mudah.
“Apa Kau gila? Ini kesempatan bagimu  mengatur ulang kehidupanmu jadi kenapa kau tak mau kesana?” ucap Ja Young heran
Karena itulah aku tidak kesana. Aku boleh saja bukan berasal dari keluarga terhormat... tapi aku punya harga diri, Kau tahu itu. Dan Aku akan melindungi kehidupanku sendiri.” Tegas Ha Won. 


Seo Woo baru saja keluar dari gedung konser dengan semua fans yang masih menjerit di pintu depan, lalu masuk ke dalam mobil bersama dengan managernya. Di dalam mobil, managernya mengungkpkan kali ini konser yang benar-benar hebat, Seo Woo tersenyum bahagia lalu meminta ponselnya pada sang manager ketika membukanya, baru menyadari kalau ponsel itu bukan miliknya.
Managernya ikut kaget, Seo Woo akhirnya meminjam ponsel managernya agar bisa menelp ponselnya, tapi tak diangkat. Manager heran tak diangkat ponselnya. Seo Woo mengeluh Banyak lirik dan demo lagu di ponsel itu. Sementara Ha Won panik melihat ponsel milik Seo Woo tiba-tiba mati karena kehabisan battery, Ja Young juga tak bawa chargeran berpikir nanti kalau ada orang yang akan menelp balik Ha Won. Ha Won binggung kalau sampai ponselnya tak akan ketemu nanti karena ponselnya itu mati. 

Yoo Na membuat video untuk menguploudnya, dengan memberikan nama acaranya "Cinta itu Sekarang” dengan menyapa semua yang menontonya. Seorang wartawan dan kameramen berdiri dibelakangnya, Yoo Na pun dengan bahagia mengatakan bisa masuk acara TV dan merasa sebentar lagi bisa jadi selebriti. Ibunya yang ada disampingnya terlihat ikut bahagia.
Si wartawan melihat foto Hyun Mi yang berjalan dengan wanita kalau itu tak mirip dengan yang ada di foto. Yoo Na dengan percaya dirinya mulai memperkenalkan produk kecantikan baru dari webcamnya. Nyonya Park yang melihatnya bisa tersenyum bahagia melihat tingkah anaknya. 

Terdengar suara Ha Won yang baru pulang, wartawan langsung menghampiri Ha Won memastikan kalau itu pasti Wanita Jackpot Nasional, Ha Won binggung bertanya siapa mereka semua. Nyonya Park langsung mendekat mengatakan kalau bukan Ha Won yang harus direkamnya, Yoo Na melotot marah bertanya kenapa wartawan itu merekam Ha Won bukan dirinya.
Dia tunangannya Kang Hyun Min!” ucap si wartawan,Nyonya Kang dan Yoo Na melotot kaget. Ha Won hanya bisa tertunduk diam.
Jadi, bagaimana rasanya, sekarang kau jadi Wanita Jacpot Nasional?” tanya wartawan, Ha Won menjelaskan bukan seperti itu yang sebenarnya.
Nyonya Park langsung menyuruh semua wartawan keluar dari rumahnya, sebelum Ha Won berbicara lebih banyak. Yoo Na terlihat shock karena tau Ha Won itu tunangan dengan Hyun Min yang selama ini dikejarnya.
bersambung ke part 2 
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Wah kayaknya bakal bolak balik blog mba dyah nih! Hari ini ja dah 3 kali manantikan kelanjutan part 2 eps 2nya hehehe!

    BalasHapus