Minggu, 28 Agustus 2016

Sinopsis Doctors Episode 20 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS

Hye Jung berjalan meninggalkan Ji Hong setelah dari rumah sakit. Ji Hong bertanya Apa Hye Jung  sungguh ingin dirinya pergi. Hye Jung mengatakan tak ingin bertemu dengan gurunya lagi.
Aku bertemu dengannya lagi. Aku tidak pernah manyangka kami akan bertemu lagi seperti ini.
Diatap gedung rumah sakit, Hye Jung dan Ji Hong pertama kali pertemu saat membawa pasien IGD dari pesawat.
Memikirkannya kembali, sejak awal memang seperti itu. Kami tidak sengaja bertemu dan akhirnya tak terpisahkan.
Hye Jung bertemu pertama kali saat memberikan tendangan pada Ji Hong sampai Ji Hong terjatuh dan terlihat ketakutan. Keduanya saling adu mulut ditengah jalan.
Sekarang, kami ditakdirkan untuk bersama.

Seo Woo datang bersama dengan Hye Jung menanyakan keadaan ayahnya. Dokter Jin mengatakan baik-baik saja dan mengeluh istrinya itu  sudah mempermalukannya.
Kau seharusnya langsung periksa saat aku memintamu. Ini tidak akan terjadi jika kau segera memeriksakan diri.” Keluh Nyonya Yang
Hye Jung berusaha ingin memeriksa Dokter Jin, tapi Dokter Jin menolak menurutnya nanti saja. Ji Hong masuk ruangan. Nyonya Yang kaget melihat Ji Hong sebagai dokter dirumah sakit suaminya. Ji Hong menyapanya. Nyonya Yang melonggo, seperti tersadar saat melihat Hye Jung juga.
Apa sebenarnya yang terjadi di sini? Kenapa kau ada di sini?” ucap Nyonya Yang, Dokter Jin bertanya pada istrinya apakah mengenal Hye Jung.
Tentu saja. Dia gadis yang...” kata Nyonya Yang langsung disela oleh anaknya. Seo Woo mengakui kalau Hye Jung adalah temanya.

Hye Jung melirik karena Seo Woo menganggapnya sebagai teman, Nyonya Yang terlihat kaget. Seo Woo menegaskan sekali lagi kalau mereka itu berteman. Nyonya Yang masih tak percaya. Seo Woo berbicara pada Ji Hong kalau mereka harus memindahkan ayahnya ke ruang perawatan. Ji Hong mengangguk setuju lalu keluar ruangan. Hye Jung mengataka akan memindahkan ke ruangan VIP lau memberikan hormat dan pamit pergi.
Apa yang terjadi di sini?” kata Nyonya Yang benar-benar tak mengerti.
Ini rumah sakit, Ayah dan aku bekerja di sini. Jadi Jaga sikap Ibu.” Kata Seo Woo, Nyonya Yang pun hanya bisa cemberut.
Dokter Kang dan perawat lain masuk mengatakan akan membawa Dokter Jin ke lantai  atas. Dokter Jin sambil memegang kepalanya bangun,  mengatakan akan jalan sendiri lalu bertanya dimana sandalnya. Nyonya Yang memberitahu sandalnya ada dirumah. Dokter Jin terlihat kesal lalu meminta agar dibawakan sandal. Dokter Kang mengerti lalu keluar dari ruangan. Nyonya Yang khawatir dengan keadaan suaminya, Seo Woo memalingkan wajahnya seperti mencoba menahan rasa sedihnya. 


Hye Jung dan Ji Hong melihat hasil CT Scan dari Dokter Jin, Dokter Kim masuk ruangan bertanya bagamana kondisi Dokter Jin,  Ji Hong menjawab sama seperti pengidap tumor umumnya dan bagian otaknya juga baik-baik saja. Dokter Kim melihat lebih jelas lagi gambar hasil CT Scan kalau melihat ada obat tidur.
Dia bukan pasienku. Kenapa menghubungiku?” keluh Ji Hong pada Hye Jung.
Aku pikir kau  adalah pilihan terbaik.” Ucap Hye Jung
Bukankah Dr. Jung yang sebaiknya mengambil operasi ini?” kata Ji Hong seperti tak ingin mengoperasi Dokter Jin
PresDir Jin kemarin sudah menyetujui kau kembali ke Departemen Bedah Syaraf.” Jelas Dokter Kim
Ji Hong mengeluh padahal belum mengatakan apa-apa padanya. Dokter Kim mengatakan sudah yang melakukannya sendiri. Ji Hong meminta Hye Jung untuk memastikan Dokter  Jin dalam keadaan terhidrasi. Hye Jung mengangguk mengerti lalu keluar dari ruangan. 


Nyonya Yang dengan melipat tangan didada menolak  tidak mau Prof. Hong yang melakukan operasi menurutnya seperti tidak ada dokter lain saja, karena masih ada Yoon Do kalau tidak mereka langsung pergi saa ke Amerika.  Seo Woo membela kalau Prof. Hong adalah pilihan terbaik untuk mereka. Nyonya Yang tetap bersikukuh tak mau kalau Ji Hong yang mengoperasi suaminya.
Kita mendatangkannya dari Amerika.  Lalu kenapa kita harus pergi ke sana untuk operasi ini?” ucap Dokter Jin melirik istrinya.
Itu melukai harga diriku.” Kata Nyonya Yang masih terlihat kesal.
Apakah harga diri Ibu lebih penting dari operasi Ayah?” balas Seo Woo
Aku tidak bisa percaya kami akan bertemu lagi. Bahkan Dengan cara seperti ini?” keluh Nyonya Yang, Seo Woo menatap ayahnya yang duduk dengan menahan rasa sakit. 

Dokter Kim masuk ruangan dengan Dokter Pi memberitahu sudah memeriksa hasil CT scan dan MRI-nya dan ternyata Tidak ada perubahan. Dengan sinis, Dokter Jin bertanya kenapa Dokter Kim yang datang bukan Ji Hong.
Apa kau ingin dioperasi olehnya?” tanya Dokter Kim  memastikan. Dokter Jin dengan sinis berkata memangnya ada pilihan lain selain itu. 

Di lorong rumah sakit
Ji Hong terlihat kesal menanyakan alasan Hye Jung menghubungiku untuk operasinya, padahal sudah tahu pasti akan menolaknya. Hye Jung sengaja menelp karena Ji Hong adalah dokter yang terbaik. Ji Hong tersenyum karena senang mendengarnya.
Apa kau mengerti buruknya kondisi PresDir saat ini?” kata Ji Hong, Hye Jung mengatakan sudah mengetahuinya dengan Kondisinya terlihat buruk.
Benar sekali..... Jika kita mengoperasinya, dia tidak akan bisa sepenuhnya pulih.” Jelas Ji Hong
Kenapa kau tidak ingin mengoperasinya?” tanya Hye Jung
Kami dalam situasi yang aneh belakangan ini. Dia tidak akan merasa nyaman berada di dekatku. Tidak mungkin melakukannya hanya karena kemampuanku sebagai dokter.” Jelas Ji Hong, lalu ponselnya berbunyi dari Dokter Kim. 

Ji Hong masuk ruangan Dokter Jin, terlihat Dokter Kim masih ada dalam ruangan. Dokter Kim mengatakan akan membiarkan mereka berdua bicara. Dokter Jin menahanya meminta agar Dokter Kim tetap ada diruangan.
Aku akan meninggalkan dokter dan pasien agar dapat meruntuhkan dinding penghalang mereka atau justru membangun yang lebih tinggi lagi.” Jelas Dokter Kim, lalu meminta Ji Hong menemuinya setelah dari sini.
Ji Hong mengangguk mengerti, setelah dokter Kim keluar keduanya saling menatap seperti masih ada rasa dendam dalam hati mereka masing-masing.  

Seo Woo masuk ruangan melihat Hye Jung sudah duduk di meja kerjanya, lalu langsung mengucapkan terimakasih. Hye Jung bertanya untuk apa. SeoWo menjelaskan karena Hye Jung sudah menghubungi Prof. Hong. Hye Jung pikir harus  memilih opsi terbaik sebagai seorang dokter.
Kau membenci Ayahku.” Kata Seo Woo
Aku memang tidak menyukainya, tapi dia hanyalah seorang pasien sekarang. Aku harus mengesampingkan emosiku.” Jelas Hye Jung
Aku tidak bisa bersikap obyektif. Dia adalah ayahku. Aku tahu dia sudah menyakitimu, tapi dia begitu berarti untukku.” Ungkap Seo Woo, Hye Jung mengangguk mengerti. 


Ji Hong memberitahu Dokter Jin bahwa   Terdapat tumor di cervical vertebra 3 dan 4, jadi mereka harus melakukan biopsi untuk memastikan, tapi mencurigainya sebagai ependymoma. Dokter Jin terlihat binggung karena bisa tumbuh di dalam sel yang memproduksi cairan cerebrospinal di rongga jantung cerebral
Tapi bisa juga tumbuh di myelocoele. Tumor itu... berada di area yang sangat berbahaya.” Kata Ji Hong, Dokter Jin mengatakan sudah mengetahuinya.
Kita harus melakukan operasi sebelum cakupannya semakin membesar.” Ungkap Ji Hong, Dokter Jin bertanya apa yang akan terjadi kemudian.
Hal itu akan membahayakan nyawa Anda.” Kata Ji Hong, Dokter Jin sempat terdiam lalu bertanya bagiamana cara Ji Hong akan melakukan operasi
Tumornya berada di saraf spinal jadi Dioperasi dari tulang belakang. Proses masuk ke dalamnya saja sudah menyebabkan beberapa hal. Sekalipun operasinya berhasil tetap akan mempengaruhi syaraf-syaraf... dan indera perasa. Jika kita mengenai arteri spinal, maka akan menyebabkan kelumpuhan.” Jelas Ji Hong
Dokter Jin tak pikir panjang memutuskan untuk melakukan operasi secepatnya,  Ji Hong bertanya apakah Dokter Jin yakin kala dirinya itu mampu melakukannya. Dokter Jin membenarkan kalau ia mempercayai Ji Hong  sebagai seorang ahli bedah. Ji Hong mengatakan ada satu masalah lagi. Dokter Jin bertanya masalah apa lagi.
Asistenku adalah Dr Yoo. Aku tidak bisa melakukan operasi ini... tanpa bantuannya.” Kata Ji Hong
Apa kau mencoba membuatku tertekan?” ucap Dokter Jin marah
Ini operasi yang riskan dan Dr. Yoo bekerja denganku sebagai tim. Kerja sama kami akan menaikkan tingkat kesuksesan operasi. Sebagai seorang dokter, aku ingin semua pasienku selamat.” Jelas Ji Hong, Dokter Jin hanya bisa diam sambil memegang kepalanya yang sakit. 

Hye Jung melihat dari jauh, Ayahnya kembali datang untuk menemui dokter Pa Ran. Tuan Yoo masuk ke sebuah cafe dengan Hye Jung yang sudah menunggu didalamnya. Keduanya sempat saling menatap canggung, lalu Tuan Yoo pun duduk didepan anaknya.  Tuan Yoo mengaku merasa senang karena anaknya menelepon lebih dulu padanya.
Aku mengunjungi Nenek beberapa waktu lalu.” Ucap Hye Jung, Tuan Yoo agar terkejut merasa kalau harus datang juga ke sana dan belum sempat pergi melihatnya.
Maukah kau pergi bersamaku ke sana lain waktu?” kata Tuan Yoo mengajak anaknya.
Kenapa kau mau berdamai soal kematiannya? Apakah kau memindahkan abunya ke tempat yang lebih baik karena merasa bersalah?” tanya Hye Jung penuh nada amarah, Tuan Yoo seperti tak bisa berkata-kata mendengar pertanyaan anaknya.

Tidak ada yang dapat kulakukan saat itu. Aku tidak tahu harus memulai dari mana. Aku minta untuk melihat rekam medisnya, dan sudah membacanya. Tapi Apa yang bisa kulakukan dengan itu? Aku juga merasa tidak masuk akal, sementara tuntutan hukum akan memakan waktu lama.” Jelas Tuan Yoo kebingungan.
Setidaknya jangan menerima uang damai mereka.” Tegas Hye Jung
“Menurutmu, Siapa yang akan diuntungkan dari hal itu? Hanya pihak rumah sakit. Lalu apa yang harus kulakukan? Kita harus melanjutkan hidup dan ini Rasanya juga berat untuk ku. Tapi itulah hal terbaik yang bisa kulakukan.” Kata Tuan Yoo
Hye Jung mengaku selama ini tidak memiliki rasa iba terhadap ayahnya,  menurutnya Kebanyakan orang tua dengan anak mereka terikat pemikiran subyektif jika menyangkut satu sama lain Tapi ia bahkan tidak memiliki kenangan indah bersama ayahnya, jadi merasa sangat aneh. Tuan Yoo tertunduk sedih mendengarnya.
Aku tidak menyukaimu, tapi saat kudengar kau sakit, aku merasa khawatir. Jika kau sakit dan berada dalam kesulitan, maka Aku merasa ingin membantumu. Jika bukan karena hal itu, maka aku tidak merasa kita perlu bertemu.” Jelas Hye Jung, Tuan Yoo hanya bisa tertunduk diam.  
Aku ingin membangun sebuah keluarga. Aku tidak yakin dapat melakukannya... sebelum menyelesaikan urusan kita.” Kata Hye Jung, Ayahnya bertanya apakah Hye Jung akan menikah.
Ya, suatu hari nanti. Tapi Aku tidak yakin akan mengundangmu atau tidak. Jadi Jaga dirimu.”kata Hye Jung
Maafkan aku.... Sebagai seorang Ayah, aku gagal... untuk menjagamu. Aku menjadikan hidupmu kacau balau.” Kata Tuan Yoo dengan menahan air matanya.
Hye Jung berterimakasih karena ayahnya sudah meminta maaf, Tuan Yoo berjanji akan mencoba untuk tidak sakit dan berpesan agar anaknya bisa berbahagia. Hye Jung menatap mata ayahnya yang berkaca-kaca duduk didepanya, lalu membungkuk memberikan hormatnya. 

Nyonya Yang menuangkan secangkir teh untuk suaminya, Dokter Jin menyuruh istrinya untuk menunggu diluar karena harus bertemu dengan seseorang. Nyonya Yang pikir tak masalah karena  tidak akan melakukan apa-apa didalam ruangan, menurutnya siapa lagi kalau bukan dirinya yang akan merawatnya.
Kau sudah mempermalukanku. Kau menyebabkan kekacauan besar saat aku seharusnya dirawat diam-diam.” Ucap Dokter Jin mengomel, terdengar suara ketukan pintu dan Nyonya Yang mempersilahkan masuk. Hye Jung pun masuk ruangan.
“Jadi Kau ingin aku keluar agar bisa bicara dengannya? Kau selalu mengabaikanku. Kenapa kau tidak memberitahuku... bahwa mereka berdua ada di rumah sakit ini?” ucap Nyonya Yang kesal pada suaminya.
Aku adalah seorang pasien sekarang.” Kata Dokter Jin. Hye Jung pun berdiri tak jauh dari mereka.
Aku lihat kau sudah sukses sekarang. Bagaimana kau bisa menjadi seorang dokter?” sindir Nyonya Yang sinis, Dokter Jin memperingatkan istrinya untuk menghentikan ucapanya. Nyonya Yang menurut lalu keluar dari ruangan. 

Dokter Jin pikir Hye Jung sudah dengar dari Prof. Hong, Hye Jung mengatakan tidak yakin mengenai masalah apa. Dokter Jin memberitahu Ji Honga harus melakukan operasi untuk dan berkeras bahwa Hye Jung harus menjadi asistennya.
Aku tidak akan melakukannya.” Kata Hye Jung langsung menolak dengan cepat.
Aku senang mendengarnya. Aku akan merasa tidak nyaman jika kau menjadi asistennya dalam operasi. Pergilah dan beritahu sendiri pada Prof. Hong.” Kata Dokter Jin ketus
Baiklah... Aku juga akan meminta Ketua Tim Kang untuk menjadi dokter penanggung jawabmu.” Ucap Hye Jung lalu keluar dari ruangan. Dokter Jin menghela nafas panjang, lalu mencoba mengangkat cangkir teh tapi tanganya tak kuat akibat tumor. 

Seo Woo sibuk mencari-cari informasi tentang penyakit tumor ayahnya dari internet sampai tak melihat kalau ponselnya yang bergetar diatas meja. Yoon Do akhirnya datang dengan wajah kesal bertanya kenapa Seo Woo tidak menjawab ponsel. Seo Woo membalas haruskan mengangkat telpnya, Yoon Do pikir tak perlu juga.
Apa kau sudah bersiap untuk operasi pasien Kim Ji Young?” tanya Yoon Do, Seo Woo masih menatap laptop mengatakan akan segera masuk.
Ayahmu...” ucap Yoon Do langsung disela oleh Seo Woo,
Kondisinya buruk, Lokasi tumornya terlalu berbahaya. Bagaimana bisa tumor tumbuh di lehernya?” kata Seo Woo masih tak percaya dengan keadaan ayahnya.
Aku dengar Prof. Hong yang akan melakukan operasinya.” Ucap Yoon Do, Seo Woo mengatakan belum jelas karena belum diputuskan.
Sejujurnya aku tidak bisa memahami ini. kau tahu ‘kan Syaraf bekerja di seluruh tubuh melalui leher, Jika entah bagaimana terjadi kesalahan maka... Aku memiliki firasat buruk dan Aku tidak bisa hidup tanpa Ayahku. Bahkan Kasus Kakek juga belum selesai. Jadi Apa yang harus kulakukan?” ucap Seo Woo benar-benar sedih.
Yoon Do terlihat iba memberikan dukungan dengan memegang pundak Seo Woo menenangkan kalau semua akan baik-baik saja dan berjanji akan membantunya. Dokter Pi tiba-tiba masuk ruangan tanpa mengetuk, lalu melihat tangan Yoon Do ada dipundak Seo Woo seperti merangkulnya. Yoon Do sempat menatapnya, begitu juga Seo Woo. Akhirnya Dokter Pi memilih untuk keluar dari ruangan. 
 Yoon Do keluar dari ruangan fellow berjalan dilorong, tiba-tiba Dokter Pi sudah bersandar di dinding dengan nada marah bertanya bagaimana sebenarnya perasaan Yoon Do pada Seo Woo. Yoon Do balk bertanya kenapa dirinya harus menjawab pertanyaan itu
Aku adalah temannya, dan aku adalah satu-satunya yang berada di sisinya saat dia patah hati karenamu. Aku rasa aku berhak mendengar jawabannya darimu.” Ucap Young Guk berani menatap Yoon Do

Kau jadi sangat tidak sopan padaku sekarang. Apakah kau memiliki rasa untuknya sejak kuliah? Apakah itu sebabnya kau menjaga jarak denganku?” sindir Yoon Do sinis
Aku menyukainya sebagai seorang teman dan Tidak lebih.” Kata Young Guk.
Aku sudah seperti Kakaknya. Jika kalian berdua kencan, maka aku akan menyetujuinya. Jadi bersikap baik-baiklah padanya Dan datang saja padaku jika kau merasa stres.” Kata Yoon Do, Young Guk tak percaya mendengarnya wajahnya sedikit tersenyum.
Kau sedang berlagak keren.” Ejek Young Guk, Yoon Do pikir tak seperti itu.
Kau keren karena berani mengejar... dan melindungi orang yang kau cintai. Aku yakin kau tahu soal ini, bahwa mental Seo Woo tidaklah tangguh.” Kata Yoon Do lalu pamit pergi lebih dulu. 


Kang Soo kembali melihat webtoon menceritakan tentang Hye Jung dan juga Ji Hong. Dokter Kang ikut  berdiri disampingnya, merasa  gambarnya mirip sekali, Kang Soo pikir seperti itu lalu membaca komentar dari si beruang "Dokter, kau yang terbaik!" lalu komentar dari KJ mengatakan, "Membosankan. Enyahlah." Mulut Kang Soo langsung mengumpat KJ itu Si psiko
“Komentar tidak baik.... KJ mengatakan itu membosankan.” Ucap Dokter Kang
Aku merasa tidak asing dengannya. Si bodoh ini terus saja meninggalkan komentar kurang ajar. Bukankah itu kau? Dengan inisial KJ, yaitu Kyung Joon.” Kata Kang Soo, Dokter Kang menyangkalnya.
Tentu saja bukan aku. Apakah aku satu-satunya yang memiliki inisial tersebut? Bisa saja itu Kwang Ju, Kyeong Ju dan Kook Ja atau KYung Joon” kata Dokter Kang, Kang Soo akhirnya bisa menemukan celah kalau memang benar pasti KJ itu Kyung Joon dan menyuruh mengakui saja.
Ya, memang aku. Bagaimana kau tahu? Apakah sangat terlihat sekali?” kata Dokter Kang kesal,
Kang Soo heran kenapa seniornya melakukan ini padanya. Dokter Kang  mengaku sangat takut karena mengira sudah menjegal dan menghentikan karirnya. Kang Soo mengumpat seniornya itu bodoh, karena dirinya  hanya suka membuat webtoon, tapi sekedar hobi saja dan impiannya adalah menjadi seorang ahli bedah. Jadi meminta seniornya jangan mencemaskan hal bodoh itu serta jangan melakukan hal semacam ini lagi. Dokter Kang mengerti dengan  suara nada nyanyian dan Kang Soo mengikutinya. 

Dokter Ahn masuk ruangan dengan wajah panik bertanya Bagaimana dengan kejangnya. Kang Soo memikirkan rasa Kejangnya.. dengan senyuman kalau obat-obatan yang diberikan sudah menghentikannya. Dokter Ahn tersenyum bahagia mengucapkan syukur.
Kau sering sekali memeriksanya. Apa kau melakukan ini pada pasien lain juga?” sindir Dokter Kang, Dokter Ahn menjawab sudah pasti akan melakukanya.
Kau tahu PresDir Jin dirawat di ruang VIP, kan?” kata Dokter Kang, Dokter Ahn tahu karena yang menelp Dokter Kang  dari UGD.
Berhenti menjawab balik padaku.” Kata Dokter Kang marah, Dokter Ahn pun meminta maaf pada seniornya.
Omong-omong, apa Presdir Jin bisa mempertahankan posisinya?” ucap Kang Soo
Dia mungkin akan dilengserkan saat kandidat Presdir yang baru sudah ada. Tidak ada lagi yang mendukungnya.” Komentar Dokter Kang penuh amarah. 

Seo Woo masuk ruangan, semuanya langsung diam dan berdiri menyapanya. Seo Woo  bertanya, apakah mereka bergosip lagi menurutnya sudah bisa mengetahuinya karena melihat ketiganya langsung berhenti bicara. Dokter Kang menyangkalnya, Seo Woo bertanya keberadaan Young Guk. Dokter Kang memberitahu sedang ada diruang istirahat dokter.
“Yeong Guk..... Aku lapar.” Ucap Seo Woo masuk ruangan, Dokter Pi terlihat gugup saat Seo Woo berdiri didepanya.
Lalu kenapa kau justru mencariku dan bukannya pergi ke kantin?”kata Young Guk sinis
“Yah.. Kau benar. Kenapa aku mencarimu saat aku lapar?” ucap Seo Woo. 

Seo Woo makan sandwich sambil melamun seperti nafsu makanya hilang, Young Guk melihatnya lalu ingin membersihka mulut Seo Woo yang menempel remah roti. Seo Woo menghindarinya, Young Guk meminta agar Seo Woo tak protes karena tidak akan menggigitnya. Seo Woo pun membiarkan Young Guk membersihkan ujung bibirnya.
Kau bahkan tidak bisa memakan apa pun. Lalu kenapa kau bilang kau lapar?” ejek Young Guk
Kenapa kau pergi seperti itu sebelumnya?” tanya Seo Woo
Aku kira kau dan Dr. Jung sedang membahas sesuatu yang penting.” Kata Young Guk
Kami hanya saling menghibur di saat-saat sulit. Saat dia ditolak wanita...” jelas Seo Woo lalu disela oleh Young Guk kalau tidak perlu menjelaskan, lalu bertanya apakah ada yang tidak diketahui tentang Seo Woo.
Seo Woo hanya bisa diam karena Young Guk sudah mengetahui semuanya. Young Guk melihat Seo Woo tak nafsu makan, lalu menaruh sandiwich diatas meja dan mengandeng tanganya, mengajaknya segera keluar. 

Keduanya berjalan ditaman sambil bergandengan tangan, Seo Woo seperti membiarkan Young Guk mengenggam tanganya saat berjalan. Young Guk terlihat canggung saat berjalan dengan bergandengan tangan, lalu membahas seperti yang selalu dikatakannya kalau ia selalu berada di sisinya. Seo Woo membenarkan kalau Young Guk selalu ada disisinya.
Tapi apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku sudah berubah... Aku pikir semua dimulai saat itu... di mana aku melakukan sesuatu yang tidak seharusnya kulakukan padamu. Sejak saat itu, kau berada di hatiku.” Ungkap Young Guk melepaskan tanganya.
Aku tidak tahu kapan kau mulai ada di hatiku juga. Tapi saat aku tahu soal penyakit Ayahku, kau adalah orang pertama yang ingin kutemui.” Akui Seo Woo
Young Guk meraih tangan Seo Woo, menatapnya dalam dan menyakinkan kalau semua akan baik-baik saja. Keduanya saling menatap, lalu Young Guk mengenggam tangan Seo Woo kembali dan mengajaknya kembali berjalan. 

Ji Hong membuka kotak kardus dan menaruh kembali dua bingkai foto dengan ayahnya, Hye Jung melonggo dari pintu, Ji Hong tersenyum bahagia  lalu menyuruh untuk duduk. Hye Jung tahu sudah terlambat, tapi tetap ingin mengucapkan  Selamat datang kembali ke Departemn Bedah Syaraf, lalu mengeluarkan semua botol perlengkapan mandi diatas meja. Ji Hong binggung melihatnya.
Aku membeli semuanya untukmu. Jangan lupa bawa pulang. Kau tahu seperti apa aku saat fokus pada satu hal jadi Aku juga memutuskan mulai berubah. Aku ingin menjadi lebih fleksibel.” Kata Hye Jung
Memangnya aku hewan peliharaanmu?” ejek Ji Hong, Hye Jung membenarkan dengan mengatakan Ji Hong adalah Kekasihny tercinta,  orang yang dihormati Soon Hee dan senior yang keren. Ji Hong tersenyum mendengarnya
Apakah kau sungguh bisa mengatasinya?” tanya Ji Hong serius
Aku tidak akan ikut pada operasi Presdir Jin.” Kata Hye Jung.

Ji Hong menyimpulkan maksud Hye Jung  adalah "Aku sungguh stres soal operasi Presdir Jin. Aku tidak bisa berhenti memikirkannya, jadi aku mencoba mengalihkan perhatianku." Hye Jung bertanya bagaiman Ji Hong bisa mengetahuinya. Ji Hong mengingatkan kalau ia adalah pacarnya. Hye Jun berkomentar Ji Hong mengatakan sesuatu yang begitu ingin didengarnya.
Aku tidak bisa melakukan operasinya jika kau tidak menjadi asistenku.” Kata Ji Hong,Hye Jung binggung kenapa bisa seperti itu.
Aku merasa tidak percaya diri.” Akui Ji hong, Hye Jung tak tahu  ternyata Ji Hong bisa merasa tidak percaya diri.
Tentu ada perasaan seperti itu. Kali ini Operasinya begitu sulit, dan aku pusing karena banyaknya resiko. Aku cemas karena menempatkan pasien dalam keadaan yang riskan.” Jelas Ji Hong
Aku belum bisa memaafkan Presdir Jin. Oleh Sebab itu, aku tidak bisa menjadi asistenmu.” Kata Hye Jung lalu pamit pergi karena harus ke ICU sekarang. Ji Hong tak banyak komentar dengan pilihan Hye Jung. 


Dokter Kang memeriksa keadaan pasien Hae Young, Hye Jung datang  menanyakan kondisinya. Dokter Kang menjelaskan Gula darahnya 250, jadi memberikan suntikan insulin Tapi konsentrasi cortisolnya agak tinggi. Hye Jung menanyakan yang dikatakan Departemen Kandungan.
Mereka bilang itu hanya berlangsung sementara, tapi kami akan terus memantaunya.” Jelas Dokter Kang, Hye Jung pun bisa mengerti, lalu memegang erat tangan Hae Young seperti ingin memberikan kekuatan agar bisa tetap bertahan. 

Ji Hong datang mengunjungi Dokter Jin meminta maaf dengan menjelaskan kalau membuat keputusan ini bukan untuk dirinya sendiri,  tapi untuk Dokter Jin juga. Dokter Jin heran Memilih tidak mengoperasinya adalah demi kebaikannya, menurutnya itu masuk akal.
“Apa Kau pikir aku ingin kau mengoperasiku karena aku menyukaimu?” kata Dokter Jin merasa tak punya pilihan lain.
Aku tahu, jadi Aku sedang mencari dokter bedah lain untukmu.” Jelas Ji Hong, Dokter Jin terlihat frustasi memilih untuk membaringkan tubuhnya di tempat tidur.  

Dokter Kim sedang sibuk berbicara di telp, meminta seseorang datang  dalam bulan ini dengan menjelaskan Keadaannya akan memburuk jika menundanya. Ji Hong masuk ruangan, Dokter Kim pun menyuruhnya duduk dan masih berbicara di telp untuk  Cari tahu kapan Prof. Oh akan kembali dari US.
“Apa Prof. Lee tidak bisa melakukannya?” tanya Ji Hong setelah Dokter Kim menutup telpnya.
Tidak bisa Dan Prof. Oh sedang ikut seminar.” Jelas Dokter Kim
Bagaimana dengan Prof. Song Hae Jin?” kata Ji Hong mengusulkan
Prof. Song bertengkar dengan Presdir Jin lalu meninggalkan RS. Tentu dia tidak akan mau melakukannya.” Ucap Dokter Kim benar-benar binggung.
Ji Hong pikir lebih baik Dokter Kim yang mengoperasi saja. Dokter Kim  merasa harus menyelesaikan pekerjaan Presdir juga. Selain itu, tugas administratif sudah membuatku kehilangan ketrampilan dalam membedah. Ji Hong mengangguk mengerti lalu terlihat ikut kebinggungan. 

Nyonya Yang mengeluh  Ji Hong itu tak masuk akal karena tidak bisa melakukan operasi tanpa kekasihnya, menurutnya lebih baik dari awal hanya mengatakan untuk menolaknya daripada membuat alasan yang  benar-benar tidak masuk akal.
Itu tidak benar... Mereka berdua hampir tidak pernah gagal melakukan operasi. Hye Jung adalah ahli bedah yang berbakat. Apa pentingnya asisten? Dokter bedahnya yang utama” kata Seo Woo
Asisten juga sangat penting. Tidak peduli skala operasinya, kesalahan kecil saja dapat membunuh pasien.” Ucap Dokter Jin
Dia sangat teliti. Begitu juga Prof. Hong. Kerja sama mereka adalah pilihan terbaik untuk Ayah.” Balas  Seo Woo
Jangan khawatir. Dr. kim sedang mencarikan dokter lain. Aku bisa mendapatkan dokter lain.” Ucap Dokter Jin yakin 

Dokter Kim masuk ruangan, dengan sinis Dokter Jin bertanya apa yang membuatnya datang selarut ini. Dokter Kim merasa mereka harus menunda operasinya karena Dokter-dokter yang dihubunginya tidak bisa dalam waktu dekat ini.
Apakah kau bisa menemukan orang yang tepat?” ucap Dokter Jin sinis
Aku mengerti kau sedang sensitif, tapi tolong jangan kelewat batas.” Kata Dokter Kim mencoba menjaga emosinya.
Siapa tahu kau mengharapkan aku mati?” balas Dokter Jin makin sinis, Seo Woo meminta ayahnya untuk bisa menahan diri.
Dokter Kim pikir mereka lebih baik bicara saja nanti, bertanya apakah ingin memberikan obat tidur. Dokter Jin menolak sambil berbaring kalau bisa tidur dengan baik. Dokter Kim pamit pergi lebih dulu. 

Nyonya Yang mengeluh merasa sangat kecewa karean keadaan bisa jadi seperti ini sekarang, bahkan segala hal buruk terjadi bersamaan, padaal Ayah mertuanya diinvestigasi Kejaksaan dalam dua hari. Dokter Jin mengomel istrinya itu cerewet sekali membuatnya jadi makin sakit kepala dan menyuruhnya pulang saja kalau memang tetap berisik.
Aku bahkan tidak boleh bicara sekarang? Kau meributkan segala hal... ” keluh Nyonya Yang kesal
“Sudahlah.... Diam! “ teriak Dokter Jin lalu meraskan kepalanya kembali terasa sakit. Nyonya Yang khawatir melihat keadaan suaminya, Seo Woo hanya bisa sedih melihat keadaan ayahnya yang tak bisa segera dioperasi. 

Hye Jung masuk kamar melihat ponselnya bergetar dan itu telp dari Seo Woo. Seo Woo  bertanya keberadaan Hye Jung sekarang dan meminta aga bisa bertemu. Akhirnya Seo Woo datang ke rumah Hye Jung, meminta maaf karena sudah mengganggunya malam-malam. Hye Jung pikir tak masalah lalu menyuruhnya agar duduk.
“Wah.. Jadi kau tinggal di sini bersama Soon Hee. Dimana dia?” kata Seo Woo melihat rumah keduanya.
Dia akan pulang sebentar lagi.” Ucap Hye Jung lalu menyuguhkan secangkir teh herbal untuk temanya.
Hye Jung... Tidak bisakah kau bergabung... dalam operasi ayahku? Prof. Hong menolak melakukannya, jadi kami mencari dokter lain, tapi tidak berjalan lancar.” Jelas Seo Woo
Tapi Presdir Jin tidak akan menyukainya” kata Hye Jung, Seo Woo pikir bisa membujuknya.
Cobalah membujuk Prof. Hong karenna Kyung Joon atau Yeong Gook bisa mengasisteni dia.” Ucap Hye Jung
Aku ingin kau yang melakukannya, maka Hanya dengan begitu aku merasa tenang.” Kata Seo Woo. Hye Jung meminta maaf karena tak bisa melakukanya, Seo Woo memohon. Hye Jung hanya diam saja. 

Dokter Jin duduk diam dalam ruanganya, Tuan Jin datang melihat anaknya hanya sendirian diruangan. Dokter Jin memberitahu menyuruh semuanya pulang karena Istrinya hanya mengganggu saja. Tuan Jin berpesan pada anaknya jangan bersikap seperti itu karena Keluarga adalah yang paling di butuhkan pada saat seperti ini.
Kenapa Ayah kemari malam-malam?” tanya Dokter Jin, Tuan Jin sebenarnya ingin datang sejak tadi Tapi kondisiku kurang sehat juga,
Bagaimana bisa orang tua merasa nyaman saat anaknya sedang sakit? Aku tidak bisa tidur.” Ucap Tuan Jin, Dokter Jin memanggil ayahnya. Tuan Jin memegang pundak anaknya tak percaya dengan yang terjadi pada anaknya.
Ayah.... Bahkan setelah operasi, aku tidak akan bisa menjalani kehidupan seperti semula. Aku mungkin tidak bisa jalan ataupun bicara. Aku takut mati....” kata Dokter Jin sambil menangis seperti anak kecil.
Kau harus kuat... Di masa tua juga kau tidak akan bisa bebas bergerak. Jadi jangan berlebihan.” tegas Tuan Jin
Tapi aku tidak bisa berhenti berpikir kalau aku akan mati. Aku takut akan mati di meja operasi. Aku tidak mau mati, Ayah.” Kata Dokter Jin terus menangis
“Hei.... Kau tidak akan mati! Beraninya kau bicara seperti itu di depan Ayahmu? Dengarkan.... Kau tidak akan mati. Aku tidak akan membiarkanmu mati” tegas Tuan Jin menenangkan anaknya dengan memegang tanganya. Setelah itu ia memalingkan wajahnya seperti tak bisa menahan rasa sedihnya. 

Hye Jung duduk dikamarnya sambil memandangi foto dengan sang nenek, wajahnya di foto terlihat sangat bahagia. Lalu teringat kembali saat neneknya sebelum masuk ruang operasi.
Aku tidak memiliki keraguan bahwa dokterku akan melakukan pekerjaannya dengan baik. Dokterku tampan dan pintar. Aku mempercayainya.” Ucap nenek Kang sebelum  masuk ruangan operasi. 

Pagi hari
Ji Hong sedang berjalan dilorong menerima telp dari Dokter Kang. Dokter Kang sedang ada diruangan Dokter Jin memberitahu Presdir Jin  mersakan sakit kepala. Ji Hong mengerti dan langsung pergi mengunjunginya. Dokter Kang memberitahu Dokter Jin  tidak makan apa pun maupun mengonsumsi obat.
Dimana terasa sakit kepalanya dan seberapa serius rasa sakitnya? “ tanya Ji Hong
Kepalaku terasa berat, seolah akan meledak.” Jelas Dokter Jin
Kami akan melakukan pemeriksaan CT scan dan  Berikan penghilang rasa sakit” ucap Ji Hong, Dokter Kang mengerti lalu keluar ruangan. Ji Hong meminta agar Dokter Jin memberitahu keadaan yang dirasakan.  
Kau bahkan bukan dokterku. Minta Yoon Do menjadi dokterku sampai operasinya dijadwalkan.” Kata Dokter Jin Sinis sambil membaringkan tubuhnya.
Tidak bisa begitu karena bertentangan dengan peraturan RS. Aku akan menjadi dokter penanggung jawab sampai operasinya dilakukan.” Tegas Ji Hong
Berhenti sok hipokratis dan biarkan saja aku. Kau hanya perlu membiarkanku mati.” Tegas Dokter Jin sambil terus memegang kepalanya. Ji Hong hanya bisa menghela nafas melihat tingkah Dokter Jin masih menyebalkan walaupun sakit. 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar