Kamis, 18 Agustus 2016

Sinopsis W Two Worlds Episode 8 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Seorang pria yang sedang mabuk berjalan sempoyongan, lalu menabrak si pembunuh. Dengan wajah marah si pria menyuruh pembunuh itu menyingkir lalu melihat ada kilatan dibagian wajahnya. Si pria langsung terlonjak jatuh, si pembunuh bertanya [Dimana ini?] dengan tulisan didepanya. Si pria terlihat makin ketakutan.
[Di mana aku?] [Di mana Chul?] [Siapa kau?] kata si pembunuh dengan tulisannya.
Si pria yang ketakutan memilih untuk kabur mengatakan kalau tak tahu apapun. Akhirnya Si pembunuh berjalan di jalan yang terlihat sepi. Lalu berhenti pada sebuah toko yang memperlihatkan majalah web toon dengan bertuliskan [W BERAKHIR DENGAN KEMATIAN CHUL AKIBAT TENGGELAM. - IDENTITAS SI PEMBUNUH TETAP TIDAK DIKETAHUI. AKHIR YANG TIDAK MEMUASKAN.]
Si pembunuh mengikutiku ke dunia nyata dan mengetahui kebenarannya Saat dia mengetahui bahwa dia tidaklah nyata, maka dia menjadi geram. Si pembunuh mengepalkan tanganya, langung menghancurkan kaca dan merobek-robek majalah didepanya.
Seseorang yang ingin identitas si pembunuh terungkap, lebih dariku adalah... si pembunuh itu sendiri.

Akhirnya si pembunuh pergi ke atas jembatan sungai Han, sambil berbicaa sendiri
“Apakah Dia sudah mati? Apakah Kang Chul sungguh sudah mati? Siapa bilang dia bisa mati? Aku sudah menunggu lama untuknya Aku menunggu selama 10th. Aku menunggunya untuk menemukanku. Jadi bagaimana bisa berakhir begitu saja? Bagaimana bisa berakhir begitu?” ucap si pembunuh dengan mengepalkan tangan
Dia mengetahui soal kematianku setelahnya dan menjadi geram.
Yeon Joo terlihat basah kuyup setelah dari kamar mandi melihat di ponselnya kalau tulisan dalam webtoon berubah jadi “Bersambung”
Dia menghentikan W agar tidak tamat. Dia ingin mengakhirinya denganku.
Dua orang pria terlihat mengendarai sepeda melihat sosok pria diatas jembatan sungai, lalu mencoba menghampirinya. Si pembunuh langsung memberikan jurus yang dimilikinya.
Dan sekarang, dia masih berada di sana... karena dia tidak tahu cara untuk kembali.


Yeon Joo terlihat kebingungan dengan mengacak-ngacak rambutnya, merasa pada Kang Chul itu khawatir dan memikirkan yang harus dilakukan sekarang. Melihat jam sudah pukul tujuh lewat 20 menit, telp di rumah ayahnya berbunyi lalu bertanya-tanya siapa yang menelpnya di pagi hari seperti ini.
Ketika mengangkat telpnya tak ada sahutan suara dari telp, tiba-tiba Yeon Joo melihat tulisan dan siara misterius terdengar  [Kau. Apa kau sudah kembali?] Yeon Joo melotot kaget melihat tulisan yang sama seperti dalam komik. [Kau putri Seong Moo, kan? Kau yang bernama Yeon Joo, kan? Gadis yang dinikahi Kang Chul.]
Yeon Joo menjerit kaget langsung membuang ponselnya, sementara si pembunuh sedang berada di kantor editor memakai ponsel yang disimpan sebagai nomor telp dari rumah Tuan Oh Seong Moo. Di selembaran kertas tertempel [NOMOR TELEPON DARURAT] dan W di berikan stabilo. Akhirnya si pembunuh pun menghilang. Beberapa orang masuk ruangan, menyapa Soo Yeon. Mereka berpikir editornya itu masih tidur, tanpa menyadari kalau si editor Soo Yeon memiliki luka dibagian lehernya seperti bekas dicekik.  
Yeon Joo panik langsung berteriak memanggil Soo Bong membangunkan, Soo Bong yang tertidur disofa bertanya memangnya ada apa. Yeon Joo menariknya agar mereka segera kabur. Soo Bong mengeluh kenapa dengan anak bosnya itu. Yeon Joo bertanya dimana kunci mobilnya. Soo Bong dengan setengah sadar bertanya apa yang terjadi. Yeon Joo meminta agar Soo Bong segera mengambil kunci mobilnya.
Kau harus menjelaskan dulu padaku apa yang terjadi!” ucap Soo Bong, Yeon Joo menyuruh Soo Bong segera mengambil kuncinya.
Soo Bong mengambil kunci diatas meja dan Yeon Joo pun membawa komputer serta laptop milik ayahnya. Soo Bong bertanya apa yang terjadi, Yeon Joo mendorong Soo Bong untuk segera keluar dari rumah. Soo Bong masih saja terus bertanya apa yang sebenarnya terjadi saat masuk ke dalam mobil, Yeon Joo pun memasukan semua barang ke dalam mobil meminta agar Soo Bong segera pergi dari rumah. Soo Bong menjerit kesal karena harus menyalakan mobilnya lebih dulu. 


Si pembunuh datang ke rumah Tuan Oh, tak melihat siapapun ada didalam rumah. Lalu pindah ke dalam kamar tak menemukan siapapun, ditanganya sudah ada dipistol seperti siap membunuh seseorang. Akhirnya ia pun kembali menghilang.
Didalam mobil, Soo Bong binggung kemana mereka seharusnya pergi. Yeon Joo mengatakan sejauh mungkin dari rumah. Soo Bong mengeluh Yeon Joo itu benar-benar membuatnya gila dan bertanya apa lagi yang terjadi sekarang, karena merasa lelah mengalami kesulitan seperti sekarang ini, menurutnya tak akan ada satupun  yang mengejutkannya lagi.
“Kau.... Jangan jawab ponselmu. jangan menjawab telepon dari nomor tidak dikenal, mengerti?”ucap Yeon Joo memperingati.
Memangnya siapa yang akan meneleponku?” tanya Soo Bong heran
Si pembunuh... sedang mencariku.” Kata Yeon Joo panik, Soo Bong bertanya apa yang dikatakanya.
Tiba-tiba keduanya melihat sosok si pembunuh sudah ada didepanya, Yeon Joo menyuruh Soo Bong untuk mundur. Soo Bong seperti belum sadar bertanya siapa pria itu. Si pembunuh mengangkat pistolnya, Soo Bong menjerit panik kalau itu adalah pistol. Yeon Joo menyuruh Soo Bong unutk segera berlindung.
Soo Bong pun segera memundurkan mobilnya, tapi karena panik malah menabrak dinding. Si pembunuh langsung menembakan pistolnya. Peluru meluncur menembus kaca, Soo Bong menjerit langsung menundukan kepalanya dan saat itu juga peluru menembus bagian kepala kursi dan  Yeon Joo pun menghilang. 


Yeon Joo menarik nafas melihat sudah berada di mobil Kang Chul, Kang Chul sedang menelp pengawalnya bertanya apakah sudah memeriksa dibagian kamar mandi. Pengawalnya mengatakan tak menemukanya. Yeon Joo memberikan kalau ia ada disampingnya, Kang Chul melotot kaget. Pengawalnya bertanya apakah istrinya sudah ada bersamanya, Kang Chul mengatakan sudah menemukanya dengan meminggirkan mobilnya.
Kang Chul melihat Yeon Joo terlihat masih shock menanyakan lebih dulu keadaanya, Yeon Joo masih terengah-engah. Kang Chul bertanya apakah Yeon Joo terluka. Yeon Joo memberitahu dirinya yang hampir terbunuh, karena si pembunuh berusaha menembaknya. Kang Chul bertanya dimana keberadaan si pembunuh.
Dia menelepon ke rumah Ayah dan aku yang menjawabnya. Lalu Dia muncul dalam beberapa menit. Aku sedang melarikan diri darinya, tapi dia berusaha menembakku. Aku terseret kemari tepat sebelum pelurunya menembus kepalaku.” Ucap Yeon Joo dengan nafas terengah-engah. Kang Chul melepaskan sabuk pengamanya, mencium dahi Yeon Joo dan memeluknya agar tenang.

Yeon Joo  tiba-tiba memikirkan Soo Bong, Kang Chul bertanya siapa Soo Bong. Yeon Joo memberitahu Soo Bong adalah karyawan ayahnya yang berada di mobil bersamanya. Soo Bong menjerit ketakutan meminta agar jangan membunuhnya, si pembunuh yang tadinya jaraknya cukup jauh, pindah ke depan bagian mobil. Soo Bong masih saja menjerit ketakutan mengatakan kalau ia orang baik dan meminta ampun. Si pembunuh melihat lubang peluru dan Yeon Joo sudah tak ada dibangku mobil lalu kembali menghilang.
Akhirnya Soo Bong memberanikan diri mengangkat wajahnya, tak melihat ada siapapun didepanya, saat menengok kesamping Yeon Joo sudah menghilang. Dengan wajah panik memilih untuk keluar dari mobil dan kabur.

Di dunia W
Yeon Joo khawatir kalau pembunuhnya itu akan menembak Soo Bong, Kang Chul yakin si pembunuh sedang memburunya, jadi tidak akan melukai orang lain tanpa alasan. Yeon Joo mengaku merasa mencemaskan ibunya juga karena takut si pembunuh pergi ke rumah ibunya untuk mencarinya.
Di dunia Nyata
Soo Bong berusaha untuk berlari ketakutan, tanpa melihat sebuah mobil yang berjalan kearahnya, tubuhnya pun terjatuh di aspal. Nyonya Gil berteriak dari dalam mobil bertanya apakah baik-baik saja. Soo Bong melihat Nyonya Gil langsung masuk mobil.
Nyonya Gil menanyakan keadaan Soo Bong karena sebelumnya sudah datang ke rumah Tuan Oh, tapi tak ada orang dan bertanya keberadaan anaknya. Soo Bong dengan nafas terengah-engah meminta Nyonya Gil untuk segera pergi dan tak boleh datang ke rumah itu. Nyonya Gil binggung, Soo Bong memberitahu kalau akan tertembak kalau kembali dan  langsung memutar stir agar Nyonya  Gil segera pergi dari lingkungan rumah Tuan Oh. 

Si pembunuh pergi ke ruangan Tuan Oh, tak melihat apapun disana. Akhirnya menemukan booking tiket Tuan Oh dengan kepulang ke korea pada tanggal 15 Agustus dan kembali menghilang.
Tuan Oh bersama teman-temanya sedang dalam perjalanan pesawat, beberapa turis pun ikut juga dalam penerbangan. Seorang pria muda menyapa Tuan Oh memastikan kalau itu Oh Seong Moo si penulis webtoon. Tuan Oh membenarkan, Si pria terlihat senang dan meminta tanda tangannya. Tuan Oh terlihat dengan terpaksa memberikan tanda tanganya.
Sebelumnya saya tidak yakin bahwa memang ini Anda Saya dengar Anda terluka parah, tapi Sepertinya Anda sudah pulih.” Ucap si fans, Tuan Oh mengatakan kalau sekarang sudah baik-baik saja
Apakah W benar-benar sudah berakhir? Apa Anda menyiapkan sekuel? Saya sangat menyukai karya Anda.” Kata si fans, Tuan Oh hanya melirik sinis, Fans itu pun mengucapkan terimakasih lalu memilih pergi. Terdengar suara pramugari memberitahu dalam 30 menit mereka akan sampai  di Bandara Internasional Auckland 

Tuan Oh akhirnya pergi ke toilet mencuci tanganya, tiba-tiba tulisan dari si pembunuh terlihat di cermin [Siapa kau ? Siapa aku? Dimana Chul?] Tuan Oh kebinggung melihat sekelilingnya da tulisan.
[Siapa aku?  Kenapa kau tak memberitahu siapa diriku? Bantu aku menemukan siapa diriku.]
Tuan Oh kebinggung melihat sekeliling banyak tulisan dan ingin keluar, saat itu tanganya seperti di pegang oleh si pembunuh. Seorang pramugari sedan lewat mendengar suara berisik dalam toilet, akhirnya mencoba mengetuk pintu untuk menanyakan keadaanya. Tak ada sahutan hanya seperti ada suara berkelahi dalam toilet. Pramugari panik terus mengedor pintu untuk menanyakan keadaan, sampai akhirnya status pintu berubah jadi tak ada orang dalam toilet. 

Yeon Joo masih terlihat kebinggungan, Kang Chul bertanya apakah Ayah Yeon Joo tidak mengatakan apa pun padanya. Yeon Joo mengatakan tidak, karena tidak bisa meneleponnya yang masih di pesawat. Akhirnya melihat Kang Chul mengemudikan mobilnya bertanya mau kemana sekarang. 

Keduanya sampai di lantai 7, Kang Chul menekan bel lalu mengetuk pintu kamar 702, Yeon Joo tahu kalau itu rumah So Hee karena sering melihatnya di komik. Kang Chul tak menjawabnya, memilih untuk mengetuk pintu meminta So He untuk membuka pintu, tak ada sahutan  apapun.
Yeon Joo bertanya apa sebenarnya yang terjadi, Kang Chul bertanya apakah Yeon Joo tahu nomor password rumah So Hee. Yeon Joo binggung. Kang Chul bertanya apakah ada yang diingat dalam komik. Yeon Joo berusaha mengingatnya. 

Flash Back
Soo Bong mencoba memberikan makan pada gambar So Hee, semua yang ada diruangan menatap aneh. Sun Mi mengeluh melihat tingkah Soo Bong seperti orang gila. Soo Bong mengeluh gamar So Hee merasa mereka itu terlihat serasi. Sun Mi menceritakan pada Yeon Joo kalau Soo Bong itu terobsesi dengan tokoh So Hee bahkan seperti sebuah hubungan yang gila. Yeon Joo pun bertanya bagaimana Soo Bong membuat tokoh So Hee.
Dia tinggal di kamar 702. Karena ulang tahunku tanggal 2 Juli. Dia selalu menggunakan password 2405, karena itu Nomor ponsel belakang ku. Dia tidak bisa membebaskan diri dariku. So Hee, kau milikku.” Ucap Soo Bong, Semua mengeluh melihat Soo Bong itu menyedihkan

Yeon Joo teringat memberitahu Kang Chul passwordnya itu 2405. Akhirnya Kang Chul menekan nomor password dan pintu pun terbuka. Sesampai didepan pintu meminta Yeon Joo jangan masuk dan tetap ada disana sambil mengelus rambutnya.
Kang Chul melihat pecahan gelas dan tubuh So Hee yang menghilang dan sedang menangis dilantai dengan bersandar di sofa. Perlahan berjongkok mendekati So Hee yang menangis. So Hee melihat Kang Chul yang datang merasa kalau dirinya itu akan mati.
Ada apa denganku? Tanganku menghilang, coba Lihatlah.” Ucap So Hee, Yeon Joo mendengarnya dan  mengingat saat Do Yoon menceritakan tangan So Hee yang menghilang dalam webtoon.
Kakiku juga.... Apa yang terjadi denganku?” ucap So Hee sambil menangis.
Itu karena kau sedang mabuk. Tak ada yang salah dengan dirimu.”kata Kang Chul menenangkan, So Hee seperti tak percaya hanya karena mabuk. Kang Chul menyakinkan kalau memang karena mabuk lalu mengajaknya bangun.

So Hee melihat dijari Kang Chul memakai cincin kawin, Yeon Joo mendengarkan dari depan pintu. So Hee tak percaya ternyata Kang Chul benar-benar mengunakan cincin pernikahan dan ternyata sudah menikah. Yeon Joo penasaran akhirnya mendekat, wajahnya langsung kaget melihat tubuh So Hee yang terlihat seperti bayangan.
 “Aku pikir aku yang akan menikah denganmu suatu hari nanti, tapi aku ini apa dimatamu ? Apa aku ini sebenarnya?” teriak So Hee histeris
Semua hanya kesalahpahaman, So Hee. Kau tahu itu hanya pernikahan palsu. Semuanya palsu dan tak ada yang terjadi antara kami.” Jelas Kang Chul menenangkanya. So Hee seperti mulai percaya.
Ya, benar semua hanya salah paham.  Jadi apa yang kau cemaskan? Kau sangat berharga untukku, Kau orang terdekatku. Aku membutuhkanmu sepanjang sisa hidupku.” Ucap Kang Chul benar-benar menyakinkan.

“Apa benar Kau membutuhkanku?” kata So Hee tak percaya, Kang Chul membenarkan, saat itu juga tubuh So Hee kembali terlihat.
Kang Chul menghapus air mata So Hee mengatakan kalau tak boleh pergi begitu saja, So Hee bertanya apakah ia tak akan mati. Kang Chul memeluknya dengan erat  sambil mengatakan kenapa So Hee harus mati dan tak akan mungkin terjadi, menyakinkan kalau yang terjadi karena So Hee sedang mabuk dan semuanya akan kembali baik-baik saja setelah tertidur nanti. Yeon Joo melihatnya seperti dirinya itu seperti pengacau dari hubungan keduanya. Kang Chul melirik Yeon Joo yang sudah berdiri tak jauh dari dirinya. 

So Hee tertidur pulas dikamarnya, Yeon Joo memasakan plester di tangan yang terluka dengan menatap So Hee kembali seperti sebelumnya. Kang Chul menatap So Hee yang tertidur pulas.
Flash Back
Keduanya sedang memakan es krim sambil bermain ayunan, Kang Chul  menceritakan sedang mempelajari teknik komputer. So Hee menanyakan tentang olahraga menembak. Kang Chul mengatakan kalau itu hanya hobinya saja.
Aku mengharapkan medali emas kedua untukmu di olimpiade dan Ayahmu akan kecewa.” Kata So Hee sedih
Aku bisa menjadi juara dunia di bidang komputer.” Kata Kang Chul yakin
“Hei... Kau bukan seorang jenius yang dapat melakukan segalanya.” Ejek So Hee
Ya, aku seorang jenius. Apa Kau tidak tahu?” balas Kang Chul mengejek, So Hee tak terima ingin mengejarnya, akhirnya keduanya berjalan berpelukan bersama-sama pulang ke rumah. 

Yeon Joo menatap So Hee mengatakan melupakan kalau So Hee adalah karakter utama wanita dan semua itu terjadi karena dirinya.  Kang Chul mengatakan kalau Ini adalah takdir buruk yang dibuat oleh ayahnya,  yaitu Alur cerita untuk setiap karakter dan Alasan keberadaan si tokoh. Yeon Joo menatap Kang Chul yang sedang berbicara.
Tidakkah terlalu jahat...bagaimana bisa hanya ada satu alas an atas keberadaan kami? Kami juga manusia.” Ucap Kang Chul. Yeon Joo hanya diam saja. 

Di dalam mobil
Yeon Joo menangis karena semua jadi kacau dan bukan ini yang diinginkan dalam kelanjutan ceritanya. Kang Chul hanya bisa diam saja, saat di lampu merah mengeluarkan ponselnya, Yeon Joo masih saja menangis. Ia mengirimkan pesan pada Tuan Oh lalu menatap Yeon Joo yang terus menangis lalu sibuk mengetik dalam ponselnya saat di lampu merah. 

Keduanya hanya diam saja saat berada didalam lift, tiba-tiba Kang Chul berlutut, Yeon Joo binggung bertanya apa yang dilakukannya. Kang Chul mengatakan sedang mencoba mengikat tali sepatunya karena ini adalah kesempatanya untuknya.
Haruskah aku melakukan empat hal manis sekaligus sekarang?” kata Kang Chul
Ini bukan saatnya kau melakukannya.” Ucap Yeon Joo dengan mata membengkak habis menangis.
Kang Chul mengenggam erat tanganya Yeon Joo, Pintu lift terbuka. Yeon Joo ingin keluar dari tapi Kang Chul menariknya mengatakan pada pengawal kalau merka butuh udara segar lalu kembali menutup pintu lift. 

Kang Chul pergi ke atap gedung, Yeon Joo ingat kalau itu adalah tempat saat Kang Chul terjatuh diatap, saat itu ia berpikir Kang Chul akan mati dan sangat terkejut. Kang Chul tersenyum, Yeon Joo mengatakan dengan bangga Kang Chul itu beruntung karena bertemu dokter seahli dirinya.  Kang Chul mengangguk setuju kalau memang beruntung.
“Sekarang Berjanjilah satu hal padaku. Saat kau meninggalkan dunia ini lagi, bisakah kau menggambarkan sesuatu untukku?” kata Kang Chul berdiri didepan Yeon Joo, Yeon Joo bertanya mengambar apa.
Sebuah mimpi....” kata Kang Chul, Yeon Joo binggung mimpi apa maksudnya.
Adegan dimana aku terbangun dari mimpi. Buatlah segala sesuatu yang terjadi dua bulan lalu saat kita bertemu, menjadi sebuah mimpi. Buatlah segala sesuatunya menjadi sebuah mimpi yang sangat panjang. Itu Tidak sulit, kan?” kata Kang Chul
“Aku yakin Pasti tidak karena kau bisa membuatku hidup kembali saat itu.Itu satu-satunya cara saat ini, walaupun tidak peduli sebanyak apa pun aku memikirkannya. Kembalilah pada waktu sebelum aku memikirkanmu sebagai kunci kehidupanku.” Jelas Kang Chul. 


Flash Back
Kang Chul yang bersimba darah menatap Yeon Joo yang berdiri tak jauh darinya setelah menyelamatkanya.
Aku pertama kali bertemu denganmu di sini.
Lalu Kang Chul menemukan kartu nama Oh Yeon Joo dan mengatakan mereka harus menemukannya karena merasa wanita itu adalah kunci kehidupannya.
Aku mulai penasaran dan mencari tahu tentangmu. Kemudian kau terus terseret ke dunia ini.
Yeon Joo kembali datang dengan digendong oleh Kang Chul setelah ditemukan pingsan dalam ruang ganti pakaian, Setelah itu di penjara memberitahu kalau Kang Chul berada dalam dunia Webtoon, Kang Chul sebagai tokoh utama.

Aku mengetahui kebenaran yang tak semestinya karena dirimu, lalu Aku bertemu ayahmu. Aku melakukan hal yang tak seharusnya kulakukan Kemudian si pembunuh mengikutiku dan membuat kekacauan di duniamu. Kemudian Teman baikku hampir menghilang.
Kang Chul yang menembak Tuan Oh, lalu si pembunuh pergi ke dunia nyata dengan membuat kegaduhan dan yang terakhir adalah So Hee dengan tubuhnya yang menghilang seperti bayangan.  
Ada hal yang paling penting, yaitu Kau tidak boleh mati. Aku tidak bisa melihatnya dengan kedua mataku sendiri. Segalanya akan selesai jika kita kembali pada saat belum saling berjumpa Jika aku tidak mengenalmu, maka aku tidak akan mencarimu. Aku juga tak akan memikirkan dirimu Maka kau tidak akan terseret ke dunia ini” jelas Kang Chul
Aku tidak akan mengetahui kebenaran darimu dan Aku tak akan menembak ayahmu. Si pembunuh tak akan meninggalkan dunia ini. Kemudian Tak seorang pun akan berada dalam bahaya. Selain itu Terima kasih sudah menyelamatkanku.” Kata Kang Chul
Sebelumnya, aku tidak tahu bagaimana aku harus hidup, tapi aku sudah mengerti sekarang. Aku harus mengikuti takdirku. Jika mencari si pelaku sepanjang sisa hidupku menjadi alasan keberadaanku, maka aku akan melanjutkannya.” Ucap Kang Chul.
Yeon Joo yang tadinya menatap Kang Chul hanya bisa menunduk kepalanya. Kang Chul bertanya apa yang dipikirkan Yeon Joo, apakah bisa memahami ucapanya. Yeon Joo hanya diam sampai akhirnya menganggukan kepalanya dan menatap Kang Chul kalau bisa mengerti. Kang Chul mencoba menahan sedihnya bertanya apakah Yeon Jo bisa melakukan semua demi dirinya.
Ini semua hanyalah mimpi yang kumiliki saat aku berada di rumah sakit. Sebuah mimpi yang bahkan tak dapat kuingat.” Kata Kang Chul memberikan USB ke tangan Yeon Joo.
Berjanjilah padaku. Kau harus melakukannya segera setelah kau kembali ke duniamu. Jangan ragu-ragu. Dia tidak mengikuti alur cerita yang dibuat, jadi dia bisa muncul kapan saja.” Kata Kang Chul. Yeon Joo hanya diam dengan wajah tertunduk
“Aku mohon jawab aku. Kita tidak punya waktu. Dia mungkin melakukan sesuatu selagi kita bicara. Karena Dia bukanlah karakter tertentu.” Ucap Kang Chul
Aku... berjanji padamu.” Kata Yeon Joo dengan berat hati. Kang Chul mengangguk mengerti lalu berjalan mundur.
Ia merasa buruk sekali karena mereka hanya bisa melakukan 4 hal romantic, padahal Ada lebih dari 100 hal romantis yang bisa dilakukan. Ia juga ingin memeluknya tapi tidak bisa melakukannya dan itu yang membuatnya bimbang. Yeon Joo melihat Kang Chul semakin menjauh darinya, bertanya apakah Kang Chul ingin pergi sekarang. Kang Chul berjalan ke tepi gedung mengatakan kalau mereka kehabisan waktu, dan inilah satu-satunya cara.
Yeon Joo, lupakan aku.... Aku hanyalah tokoh kartun. Saat kau merindukanku, maka kau bisa pergi ke toko buku dan melihatku di dalam komik. Kau mengerti?” kata Kang Chul
Yeon Joo menatap Kang Chul lebih dalam,Kang Chul berpesan agar Yeon Joo menjaga dirinya baik-baik. Yeon Joo terus menatapnya. Kang Chul melangkahkan kaki kebelakang dan sengaja menjatuhkan dirinya. Yeon Joo pun tak bisa melakukan apapun. 


Kang Chul tertidur dikamar rawat, terlihat air mata mengalir. Suara berita di TV terdengar Menurut pihak RS, PresDir Kang, yang diserang oleh orang tak dikenal sekarang dalam masa pemulihan, dan sudah dalam kondisi stabil. Saat ini, RS didatangi oleh masyarakat yang mencemaskan kondisi PresDir Kang. Polisi mencoba melacak pelaku yang penyerang PresDir Kang, namun tak ada bukti kuat. M News melaporkan.
Do Yoon langsung mematikan TV ketika melihat So Hee datang, Kang Chul terbangun melihat tanganya yang dipasang alat. So Hee melihat Kang Chul yang sudah terbangun, lalu menanyakan keadaanya. Kang Chul bertanya apakah polisi sudah menemukan sesuatu. So Hee mengatakan polisi belum menemukan apapun dan sedang menganalisa CCTV, tapi butuh waktu, menurutnya Kang Chul tahu pasti polisi itu berkerja lamban.
Kang Chul memalingkan wajahnya, So Hee kaget melihat Kang Chul yang menangis. Do Yoon mendengarnya ikut kaget. So Hee melihat air mata di wajah teman dekatnya itu. Kang Chul mengusap wajahnya melihat seperti air mata, menurutnya itu akibat mimpi. So Hee merasa itu mimpi yang sangat sedih. Kang Chul tak ingat lalu meminta So Hee memberika air minum.
Omong-omong, masalahmu adalah kau terlalu sembrono. Kenapa kau ke sana sendirian? Seseorang memintamu melakukannya. Kau beruntung karena pelayan naik ke sana. Kenapa kau menemui orang itu sendirian saat kau bahkan tidak mengenalnya?” ucap So Hee mengomel, Kang Chul melihat wajahnya yang basah dengan air mata. 

Yeon Joo sedang sibuk mengambar di dalam mobil karena komputer ayahnya sebelumnya sudah dibawa. Tanganya menatap ke layar komputer karena harus mengembalikan cerita Kang Chul seperti yang di inginkanya kalau semua yang terjadi hanya mimpi.
Tangisnya pun tumpah melihat cincin yang diberikan Kang Chul masih dipakai pada jarinya, sementara Kang Chul yang terbangun dari tidurnya tak melihat cincin yang berada didalam jarinya. Yeon Joo hanya bisa menangis sendirian karena Kang Chul harus melupakan dirinya.
bersambung ke episode 9

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

3 komentar:

  1. Mbaa saya rajin bgt buka blog ini,tp gak pernah tulis komentar..
    sy suka buka blog ini karna update nya cepat n penulisan nya jg mudah d pahami,pokonya kereen kereeenn
    Makasih udh buat sinopsis W,please lanjuutkannnn....

    BalasHapus
  2. Lanjut mimin caem...smngat yah...postingan mimin sllu dinanti bngetttttt

    BalasHapus