Rabu, 10 Agustus 2016

Sinopsis Doctors Episode 16 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS

Hye Jung berbicara di telp membahas  tentang seseorang yang bisa memeriksa riwayat akses lima tahun yang lalu dan sengaja menelp karena  belum mendapatkan catatan itu, lalu memberikan nomor fax agar bisa mengirimnya.
Beberapa saat kemudian fax pun masuk, lembaran diatasnya tertulis  [Riwayat Akses Catatan Medis Pasien] dengan beberapa tabel dan ada nama Dr Kim Chi Hyun pada 3 Agustus 2013 yang pernah melihatnya.
Yang namanya bahaya, selalu dating tiba-tiba tanpa ada peringatan. Waktu aku mengungkit kehidupan seseorang, aku pikir hidupku aman. Ketika aku bekerja, orang lain juga bekerja. Gumam Hye Jung dengan masih menaruh foto dengan neneknya diatas meja kerjanya.

Dokter Choi membuat catatan pasien “CC: Perubahan Mental. Pasien jatuh dari tangga...” tapi matanya mengantuk dan mulai menekan tombol yang salah. Dokter Jung menelp In Joo memberitahu keadaan  vital dan hemoglobin-nya normal, Mengacu pada APCT dan pendarahan tingkat 2. In Joo yang menerima telp akan segera datang ke IGD.
Dokter Jung yang melihat Dokter Choi tertidur sambil mengetik langsung mendorong kepalanya menyuruh untuk tidur sebentar sana. Dokter Choi pun terbangun dari tidurnya dengan wajah menyentuh laptop.
Kau selalu bicara mental status. Tapi Kau harus memperhatikan mental statusmu terlebih dahulu.” Ejek Dokter Jung menoyor kepalanya.
“Aisshh....  Beraninya kau!” teriak Dokter Choi kesal
Apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan memukulku? Dasar bocah...” ucap Dokter Jung, Dokter Choi langsung menanduk kepalanya dan mengumpat kesal
Dokter Jung melihat hidungnya langsung berdarah, Dokter Choi memperingatkan kalau memanggilnya bocah lagi maka akan  menghancurkannya. Dokter Jung terlihat panik kalau hidungnya itu berdarah sementara Dokter Choi yang kesal memilih untuk pergi. 

In Joo masuk ruang IGD, lalu melihat anak buahnya dengan hidung yang berdarah, berpikir kalau Dokter Jung itu kena pukul dan bertanya siapa yang memukulnya. Dokter Jung terlihat kesal sendiri sambil mengaduh kesakitan dan pergi. Akhirnya In Joo dan Dokter Jung duduk bersama bertemu dengan Ji Hong disebuah ruangan.
Apa yang salah denganmu? Kenapa dia memukul seseorang?” keluh In Joo, Ji Hong bertanya apakah rasanya sangat sakit. Dokter Jung mengaku tak sakit.
Tentu saja dia bilang tidak sakit. Apa Kau pikir dia akan mengatakan yang sebenarnya? Kau harus mendisiplinkan anak buahmu.” Ucap In Joo
Siapa yang memukul dokter kita?” tanya Pa Ran masuk ruangan dan melihat anak buahnya yang disumpel dengan kapas hidungnya ternyata  Kedua lubang hidungnya mengeluarkan darah.
“Heii.... Bukankah kau membenci kekerasan?” kata Pa Ran, Ji Hong mengaku memang sangat membencinya.
Dokter Choi masuk ruangan dengan wajah tertunduk meminta maaf,  Ji Hong bertanya kenapa Dokter Choi memukul anak buah In Joo. Dokter Choi mengaku kalau Dokter Jung itu selalu saja mengejeknya,  Dokter Jung membela diri kalau ia hanya sedang bercanda. Dokter Choi menegaskan sebuah lagu yang baik pun hanya enak di dengar beberapa kali.

Kita ini Dokter dan Kita adalah orang-orang terpelajar. Kau bisa mengontrol dirimu, 'kan?” ucap In Joo, Dokter Choi pun meminta maaf kembali.
Kenapa kau meminta maaf?” kata Ji Hong membela, Pa Ran dan In Joo kaget mendengarnya.
Kang Soo, aku sudah meremehkanmu, tapi Aku menyukaimu. Jika seseorang mengganggumu lagi, ambil tindakan yang tepat seperti tadi. Kau boleh pergi.” Kata Ji Hong,
Dokter Choi sempat binggung hanya diam saja, Ji Hong kembali menyuruhnya untuk segera pergi. In Joo binggung menurutnya kali ini tidak benar. Pa Ran juga merasakan hal yang sama. Ji Hong mengejek Dokter Jung yang menggunakan kapas untuk menghentikan mimisan, menurutnya sebagai seorang dokter itu berlebihan. Dokter Jung langsung melepaskan kapas dari hidungnya.
In Joo tak percaya Ji Hong bersikap seperti ini, Ji Hong menesgakan seorang Pria selalu menganggap dirinya yang paling benar lalu keluar dari ruangan. In Joo memperingatakan anak buahnya kalau sampai dipukul lagi maka tidak akan memaafkannya. Dokter Jung mengerti. Pa Ran mengajak mereka mencari makan  karena Dokter Junbg itu menyia-nyiakan badannya yang besar ini. Dokter Jung membela diri kalau diserang dengan tiba-tiba. Pa Ran segera mengajak anak buahnya untuk makan saja. 


Dokter Choi terlihat menahan kantuknya saat berdiri di depan lift, Ji Hong melihatnya lalu menekan tombol lift  bertanya apakah Dokter Choi itu merasa sangat lelah. Dokter Choi pikir Semua dokter tahun pertama merasakan hal yang sama.
Memang tidak ada jalan keluarnya. Tapi, habiskan waktumu dengan baik.” Pesan Ji Hong, Dokter Choi dengan senyuman lebar mengucapkan terimakasih. Keduanya pun saling high five bersama. 

Dokter Jin terlihat tak nafsu makan hanya memainkan nasinya, sementara Nyonya Yang terlihat sangat lahap. Dokter Jin mengeluh istrinya masih bisa makan di saat seperti ini padahal Anaknya  tidak pulang. Nyonya Yang malah heran kalau suaminya itu khawatir.
Dia tidak pulang setiap dia bertugas di malam hari.” Kata Nyonya Yang
Aku sudah katakan, kalau aku memarahinya.” Ucap Dokter Jin
Kerja bagus. Dia harus di marahi olehmu supaya membuatnya sadar betapa berharganya diriku untuknya.” Balas Nyonya Yang santai, Dokter Jin binggung
Sejak dia masih kecil, anakmu itu sangat menyukaimu. Kalian berdua tidak menganggapku.” Komentar Nyonya Yang terkesan sinis, Suaminya menyuruh agar tak banyak omong kosong dan seger mencari tahu keberadaan Seo Woo.
Seberapa parah kau memarahinya? Kau tidak memukulnya, 'kan?” tanya Nyonya Yang, Dokter Jin tak mau membahasnya karena merasa bersalah setelah menampar anaknya. 

Yoon Do memeriksa pasien bertanya keadaan pasien yang terkena battery saat terjadi ledakan. Si pasien merasa Masih sakit. Yoon Do bertanya bagian mana saja yang sakit. Si pasien memberitahu  bagian mata dan Kepalanya juga sakit serta Ada cairan yang terus keluar.
Kau sudah memberinya antibiotik, 'kan?” tanya Yoon Do
Ya. Kita sudah berkonsultasi dengan departemen penyakit menular.” Ucap Seo Woo
Jika kondisinya membaik, berhenti memberinya nutrisi parentral dan biarkan dia makan sesuatu.” Kata Yoon Do lalu melihat ponselnya yang bergetar dan itu dari ayah Seo Woo dan memilih untuk membiarkanya. 

Yoon Do akhirnya menemui Dokter Jin diruanganya. Dokter Jin merasa  - Sangat sulit bertemu dengannya. Yoon Do pun meminta maaf. Dokter Jin bertanya apakah Tuan Jung tak menghubunginya, Yoon Do mengatakan sudah memberikan tawaran untuk menjadi direktur RS Gukil.
Dalam pertemuan dewan selanjutnya, aku akan merekomendasikan dirimu. Rekomendasi hanya untuk formalitas karena sudah pasti kau akan menjadi direktur.” Kata Dokter Jin, Yoon Do mengaku tak bisa melakukanya.
Tidak banyak yang harus di lakukan, segera Ambil posisimu untuk membantu Seo Woo.” Ucap Dokter Jin
Aku menyukai Rumah Sakit ini dan ingin terus bekerja disini.” Tegas Yoon Do. Dokter Jin heran Yoon Do itu tidak punya ambisi
Aku suka menjadi dokter dan  suka menjadi dokter yang menyembuhkan pasien. Itulah yang aku inginkan.” Tegas Yoon Do
Dokter Jin lalu bertanya apaka Yoon Do melihat Seo Woo  Seo Woo hari ini. Yoon Do membenarkan, Dokter Jin meminta agar membawanya ke  ruang pasien VIP karena Yoon Do pasti sudah tahu  anggota kongres di rawat dirumah sakit jadi harus memperkenalkan diri bahkan kalau memang tak mua maka Yoon Do harus melakukan suatu hal untuk orang tuanya. Menurutnya Yoon Do harus melakukannya, walaupun ayahnya tidak memaksa. Yoon Do terlihat menghela nafas panjang mendengarnya. 

Dokter Choi kembali terlihat mengantuk didepan meja receptionist, Hye Jung datang melihat juniornya itu terlihat sangat lelah kembali mengatakan Tahun pertama memang seperti itu lalu menasehati Jika bertahan, di tahun kedua nanti akan jadi lebih baik. Dokter Choi mengerti.
Hye Jung melihat ponselnya sambil mengeluh  orang itu sudah sering memanggilnya dan melihat kalau itu perawat dari ruang VIP, lalu mengatakan akan segera kesana. Dokter Choi bertanya apakah itu pasien anggota kongres. Hye Jung membenarkan lalu menyuruh Dokter Choi untuk menganti  pembalut luka pasien Lee Jin Joo serta Periksa status mentalnya dan beritahu hasilnya.

Kongres Nam sedang asik makan kue sambil membaca koran, Ji Hong masuk ke ruangan Kongres Nam menanyakan keadaanya, Kongres Nam mengeluh kalau memanggil Dr Yoo, tapi Ji Hong yang datang. Ji Hong mengaku kalau sedang berkeliling. Kongres Nam bisa mengerti dan  akan membiarkannya melakukan pekerjaan sebagai dokter. Hye Jung akhirnya datang. Kongres Nam terlihat bahagia.
Aku akan memberitahumu, tapi Prof. Hong datang sendiri.” Ucap Kongres Nam terlihat ingin memberitahu sesuatu yang rahasia.
Bagaimana keadaan anda?” tanya Hye Jung berusaha untuk sopan
Ini masih sakit. Apa benar kau sudah memberiku penghilang sakit?” keluh kongres Nam
Ji Hong bertanya apakah Hye Jung sudah melakukan kontrol rasa sakit. Hye Jung mengatakan sudah, Ji Hong  mengatakan jika sakitnya terus berlanjut, maka berikan tambahan obat NSAID. Hye Jung mengerti. Kongres Nam mengeluh karena  tidak melakukan operasi. Ji Hong mengatakan tidak memerlukannya.

Ini adalah gejala awal Diskus Intervetebralis. Kau bisa pulang setelah seminggu pengobatan dan terapi fisik.” Jelas Ji Hong
Kenapa begitu sederhana? Apa kau yakin memeriksanya dengan benar, Prof. Hong?” ucap Kongres Nam seolah tak percaya
Tentu. Jangan khawatir dan istirahatlah yang cukup.” Kata Ji Hong
Kongres Nam meminta Hye Jung untuk  tetap di ruangan lebih lama untuk menemaninya karena Semenjak dirumah sakit jadi  ingin mengamati kehidupan masyarakat. Hye Jung mengerti lalu melirik pada Ji Hong, Ji Hong dengan lirikan sinis meninggalkan keduanya.
Berapa pendapatan tahunan anda? Apa Lebih dari 1 juta dollar?” tanya Kongres Nam, Hye Jung agak kaget mendapatkan pertanyaan itu lalu memberitahu tidak mendapatkan gaji sebanyak itu.
“Apa Kau ingin aku bantu untuk dapatkan gaji yang cocok?” ucap Kongres Nam, Hye Jung terlihat tak enak hati. 


Yoon Do membawa Seo Woo ke dalam depan lobby VIP, Dokter Jin sudah menunggu dengan Sekertarisnya. Seo Woo tak mau menatap ayahnya karena merasa sangat marah. Dokter Jin melihat anaknya yang memalingkan wajahnya tak mau banyak bicara mengajak mereka untuk segera masuk.
Hye Jung pun baru keluar dari ruangan menyapa semuanya, Dokter Jin dengan ramah menyapa Hye Jung bertanya kedaaan Kongres Nam sekarang. Hye Jung   mengatakan baik-baik saja lalu pamit pergi.
Dia pintar dan cepat tanggap. Orang-orang harusnya mencontoh dia.” Komentar Dokter Jin seperti menyindir anaknya. Seo Woo hanya diam saja, Yoon Do menatap sedih karena Dokter Jin terlalu menekan putrinya

Ji Hong bertemu Hye Jung dilorong bertanya apakah sudah selesai, Hye Jung menceritakan hanya diam saja jadi Kongres Nam menyuruhnya untuk pergi menurutnya lain kali harus bawa Kang Soo apabila menemuinya lagi. Ji Hong pikir bisa melakukan itu, tapi Hye Jung lebih baik menahan emosinya sebentar lagi karena Kongres Nam akan segera pulang.
Aku mencobanya karea Aku harus kerja untuk bisa makan.” Ucap Hye Jung
Kau sudah tambah dewasa.” Komentar Ji Hong memuji
Aku sudah memang dewasa, Apa kau sudah mengambil vitamin D?” tanya Hye Jung, Ji Hong mengaku belum meminumnya.
Aku suka orang yang sungguh-sungguh. Ketika kau mulai memakannya, maka jangan sampai berhenti. Bagaimana dengan Antioksidan?” tanya Hye Jung terdengar kesal
Jangan mengomel. Aku sangat sehat dan tidak perlu itu.” Ucap Ji Hong
Hye Jung menegaskan Ji Hong itu sembilan tahun lebih tua darinya da tak mau Ji Hong meninggal lebih dulu. Ji Hong heran Hye Jung yang tiba-tiba membahas tentang kematian. Hye Jung pikir tidak mendadak karena Orang yang dicintai bisa mati lebih dulu dan meminta Ji Hong berjanji  tidak akan meninggalkannya lebih dulu. Ji Hong mengalihkan dengan bertanya keadaan pasien Lee Hae Young. Hye Jung mengajak mereka untuk pergi bersama melihatnya. 

Si suami dengan baju khusus masuk ruang ICU menatap istrinya dalam keadaan koma, lalu memegang erat tanganya. Teringat kembali kenanganya saat terakhir kali dengan sang istri.
Flash back
Calon suami terlihat terkesima melihat calon istrinya mengunakan gaun pengantin. Hae Young merasa bahagia karena akhirnya punya gaun pengantin. Si pria bertanya apakah merasa senang. Hae Young mengangguk dengan senyuman bahagia sambil mengelus perutnya memanggil nama JinJin.
Aku ingin menunda pernikahan sampai Jin Jin lahir” kata Hae Young
Maaf Dan terima kasih untuk kesabaranmu, memperhatikanku, membantuku dan mempercayaiku.” Kata si pria
Jangan seperti itu. Ini pasti lebih sulit bagimu. Kau pergi kerja siang malam untuk membeli rumah untuk kita.” Ucap Hae Young
Ya, kita sekarang punya rumah, dan akan segera menikah. Ketika Jin Jin lahir, kita akan hidup bahagia selamanya” ungkap si pria
Hae Young tanpa malu-malu mengutarakan rasa cintanya pada sang calon ayah dari bayinya. Si pria hanya bisa tersenyum, Hae Young mengeluh meminta suaminya untuk membalasnya, Si pria tak bisa mengucapkanya. Hae Young kembali mengucapkan kalau sangat mencintai suaminya.  Si pria terlihat merasa bersalah karena tak bisa mengutarakan perasaanya saat istrinya itu masih dalam keadaan sehat tapi sekarang dengan keadaan tak sadarkan diri tak bisa mengutarakan perasanya. 

Ji Hong masuk ruangan melihat keadaan Hae Young masih belum ada perubahan, lalu bertanya  Bagaimana tanda-tanda vitalnya. Hye Jung mengatakan Tekanan darah sistolik 120 dan Suhu tubuhnya 36 - 37 derajat. Ji Hong meminta agar memeriksanya secara rutin lalu pamit pergi pada sang suami.
Di depan ruang ICU, Ji Hong meminta Dokter Kang untuk mengsahakan suhu dan tekanan darahnya terus stabil, serta Lakukan tes laboratorium untuk memeriksa elektrolit dan kadar hormon-nya, setelah itu menghubunginya jika ada perubahan.
Beritahu Ahli Ginekologi untuk datang tiap hari.” Kata Hye Jung menambahkan, Dokter Kang mengerti dengan mencatat dalam agendanya.
Kalian berdua terlihat sangat serasi berkerja bersama-sama.” Komentar Dokter Kang, Hye Jung binggung, Dokter Kang mengatakan  Bukan apa-apa.
Jangan bicara terlalu banyak.” Kata Ji Hong, Suami Hae Young keluar dari ruangan memanggil Ji Hong dengan tatapan serius 


Keduanya duduk diruang tunggu
Suami Hae Young bertanya Berapa usia bayi agar bisa bertahan, Ji Hong menjelaskan Setidaknya bayi harus berumur 24 minggu untuk mendapatkan kesempatan bertahan dalam inkubator.
Tapi... Ini Tidak mengejutkan jika istrimu meninggal dalam waktu 10 menit kedepan.” Ucap Ji Hong tak ingin memberikan harapan yang lebih
Aku sangat menyesal.” Kata Suami Hae Young, Ji Hong meminta jangan menyalahkan dirinya  karena menurutnya sudah melakukan yang terbaik.
Tidak. Aku belum mengucapkan rasa cintaku padanya. Itu penyesalan terbesarku. Hal ini sangat berarti... Aku ingin mengucapkannya setelah kami mengucapkan janji pernikahan..” Cerita Suami Hae Young Ji Hong terdiam mendengarnya.
Aku rasa istrimu... mengetahui perasaanmu. Dia berjuang mati-matian untuk anakmu” kata Ji Hong yang sempat terdiam mendengarnya. 

Ji Hong mengirimka pesan pada Hye Jung Kau dimana? Hye Jung yang sedang berjalan dilorong membaca pesanya lalu membalas “Ke arah menuju ruangan Fellow” Ji Hong langsung membalas “Tunggu disitu dan jangan pergi kemana-mana”
Hye Jung yang membacanya hanya diam ditempat, Ji Hong berlari dengan cepat ke arah tempat Hye Jung yang menunggunya. Hye Jung terlihat binggung pun tetap menunggunya. Ji Hong akhirnya sampai diseberang lorong lalu memberi kode untuk segera pergi. Hye Jung masih binggung pun mengikutinya.
Ji Hong masuk ke ruang konferensi dan sedang tak ada orang, Hye Jung datang menyusul melihat Ji Hong yang terengah-engah bertanya apakah terjadi sesuatu. Ji Hong terlihat tegang mengatakan tidak pernah mengucapkanya. Hye Jung bertanya mengucapkan apa.
Aku mencintaimu, Hye Jung.” Kata Ji Hong tak mau menyesal seperti suami Hae Young
“Jadi Kau bergegas kesini hanya untuk mengatakan itu?” ucap Hye Jung menahan tawa.
“Ya...  Aku tidak ingin ada penyesalan, setiap kali apapun yang terjadi.” Kata Ji Hong dengan wajah paniknya.
Hye Jung membuka lebar tanganya menyuruh agar Ji Hong mendekat, Ji Hong menatap dua tangan Hye Jung yang terbuka lebar, tak mau lagi menghilang kesempatan dan memeluknya sangat erat, terlihat ketakutan kalau Hye Jung tiba-tiba tak sadarkan diri seperti pasien Hae Young. Keduanya berpelukan sangat erat.  Hye Jung pikir mereka  tidak boleh melakukannya disini.
Ji Hong terus memeluknya tak mau melepaskannya, dengan senyuman melepaskanya dan bertanya apakah Hye Jung tidak akan mengatakannya. Hye Jung malah bertanya balik harus mengatakan apa. Ji Hong terlihat malu-malu. Hye Jung mengatakan tidak akan mengucapkanya. Ji Hong terlihat sedih bertanya alasannya.
Ini sangat berarti, Aku akan menyimpannya untuk nanti.” Ucap Hye Jung lalu berlari keluar ruangan karena malu, Ji Hong berteriak memanggilnya.
Nanti aku akan pergi untuk mengerjakan PR-ku. Ini pertemuan terakhir kita hari ini.” kata Hye Jung kembali melongo di pintu dan memberikan kiss bye untuk pacarnya. Ji Hong tak bisa menutupi rasa bahagianya, 


Dokter Pi baru saja menerima telp. Perawat Hyun bertanya  dimana Dr Ahn tinggal selama kabur. Dokter Pi menjawab itu rahasia  Perawat Hyun mengaku sangat khawatir. Seo Woo datang melihat Dokter Pi yang sedang sibuk dengan data pasien.
Apa pasien Lee Mi Ja mendapatkan penghilang rasa sakit yg sesuai dengan resep?” tanya Seo Woo, Dokter Pi membenarkan tanpa menoleh.
Tambahkan setengah ampul.” Ucap Seo Woo, Dokter Pi mengerti. Seo Woo tiba-tiba memanggil Dokter Pi terlihat dengan wajah serius. Dokter Pi pun menatapnya. 

Keduanya bertemu di tangga darurat, Seo Woo mengatakan sudah memikirkannya. Dokter Pi bertanya tentang apa dan apakah yang dilakukanya ini membuatnya sakit kepala. Seo Woo membenarkan
Aku tidak akan bisa memikirkan perasaanmu dan lebih peduli pada diri sendiri. Aku ingin kita tetap menjadi teman.” Kata Seo Woo, Dokter Pi mengangguk mengerti.
Aku tiba-tiba berubah pikiran. Sekarang, aku ingin tahu bagaimana perasaanmu.” Ucap Seo Woo penasaran
Aku tidak akan memberitahumu. Kita 'kan hanya teman.” Kata Dokter Pi sambil menepuk pundak Seo Woo lalu berjalan pergi. Seo Woo hanya bisa diam dengan tatapan sedih. 

Hye Jung kembali datang menemui Dokter Kim di kantor cabang, Dokter Kim yang sedang ada diruangan mendengar ketukan pintu langsung menyuruhnya masuk, ketika melihat Hye Jung yang datang langsung  mengeluh kalau Hye Jung itu ternyata tidak menyerah.
Apa kau suka mendengarkan cerita yang sama terus menerus?” kata Dokter Kim kesal
Oleh karena itu, aku membawa sesuatu yang baru untuk di bicarakan. Kau yang melihat catatan medis nenekku, Tepat sebelum catatan itu di buang. Memangnya Kenapa? ” Ucap Hye Jung, Dokter Kim akhirnya duduk disofa melihat berkas  Riwayat Akses Catatan Medis Pasien
Kau masih menyimpan laporan anestesi itu, 'kan?” ucap Hye Jung, Dokter Kim berdalih kenapa harus menyimpanya.
Kalau kau tidak menyimpan salinannya, kenapa kau melihat catatan medis 10 tahun yang lalu? Apa kau punya banyak waktu luang?” sindir Hye Jung
Bahkan jika kau memberitahuku, nasib seseorang tidak akan berubah. Secara hukum, semuanya sudah berakhir.” Ucap Dokter Kim membela diri
Aku memberitahumu ini sebagai seorang fellow.” Balas Hye Jung
Berikan aku waktu untuk memikirkannya.” Kata Dokter Kim terlihat mulai gugup. 

Dokter Choi sedang mengetik dalam ruangan lalu memangil Dokter Ahn mengeluh kepala sakit dan meminta obat, tapi ternyata Dokter Ahn sedang tertidur sambil membaca bukunya. Akhirnya Dokter Choi pergi ke ruang tidur sambil memukul kepalanya karena terasa sakit.
Ia mencari-cari botol obat diatas meja, Dokter Pi yang sedang tertidur akhirnya terbangun bertanya apa yang sedang dicarinya. Dokter Choi mengatakan mencari Paracetamol. Dokter Ahn merasa Dokter Choi itu sering mengalami sakit kepala akhir-akhir ini
Tidak juga. Aku hanya tidak suka ketika rasa sakit ini muncul. Aku menggunakan penghilang rasa sakit jika sakit kepala dan menggunakannya lagi jika masih terasa sakit.” Kata Dokter Choi
Ya ampun, kau sangat cengeng.” Ejek Dokter Pi lalu turun dari tempat tidurnya menyuruh Dokter Choi minggir dan membuka lemari bagian bawah lalu memberikan obat yang di carinya.
Dokter Choi mengucapakan terimakasih dengan tanda hati ditanganya, Dokter Pi memberikan air putih juga disamping tempat tidurnya. Dokter Choi pun langsung meminum obat dan merasa sakit kepala akhirnya hilang 

Yoon Do pergi ke restoran sandwich mengambil pesanan makananya. Dokter Pi keluar kamar melihat Dokter Ahn yang terlihat  belajar sangat keras dan mengejeknya akan menjadi profesor.
“Apa Kau tahu? Belajar seperti ini tidak akan membuatmu mendapat nilai bagus. Kau harus gunakan catatan kecil  dari ujian sebelumnya.” Ucap Dokter Pi memberikan saran.
“Apa kau punya catatan itu?” ucap Dokter Ahn penuh semnagat, Dokter Pi mengelengkan kepalanya. Dokter Ahn terlihat kesal karena seharusnya Dokter Pi itu  perlu belajar juga?
Aku akan mengisinya sembarangan. Ujian ini bukan masalah besar dan Ujian itu hanya akan mepermalukanku.” Kata Dokter Pi
Dokter Kang masuk ruangan mengeluh sangat lapar dan mengajak untuk memesan makanan, Semua langsung pura-pura sibuk dan tak mendengarnya. Dokter Kang mengeluh kesal bertanya kemurahan hati juniornya itu pergi. Semua tak peduli sibuk dengan masing-masing. 

Yoon Do masuk ruangan dengan tas berisi sandwich, mengetahui juniornya itu pasti lapar. Dokter Kang tak percapa apa yang sedang merasuki Yoon Do sampai membawa makanan. Yoon Do mengaku  Tidak ada yang merasuki dirinya, lalu menaruh sandwich diatas meja untuk makan para juniornya. Dokter Pi tak percaya yang dilihatnya. Dokter Choi mengaku sangat lapar dan waktunya memang sangat tepat.
Kau pasti melakukan ini gara-gara Prof. Hong. Apa kau merasa bersaing dengan dia?” ejek Dokter Kang
Ini murni kebaikanku, jadi terima saja.” Tegas Yoon Do, Dokter Kang mengerti dan kembali meminta maaf.
“Aigoo..., aku akan mengingat ini selamanya. Tiga tahun aku bekerja disini, ini pertama kalinya Dr Jung membawakan makanan.” Komentar Dokter Pi
Kalian sangat bodoh Aku sering mengajak kalian keluar untuk makan dan minum juga” balas Yoon Do
Dokter Kang merasa tak mengingatnya, begitu juga Dokter Choi. Dokter Ahn yang sudah makan sandwich berbicara  menurutnya jika Yoon Do mengajak mereka sekarang, itu akan tersimpan di dalam hati merkea selamanya. Yoon Do merasa Sekarang semuanya tambah aneh lalu bertanya apa lagi yang dinginkannya juniornya dan memanggil Gendut nomor  1 dan dua.
Dokter Ahn dan Kang tertawa menerima panggilanya, Dokter Kang bertanya Siapa yang nomor 1. Dokter Ahn mengatakan kalau ia nomor satu dan Dokter Kang itu nomor dua. Dokter Kang merasakan makanan muncrat ke wajahnya dan memukul juniornya. Dokter Choi membela  jangan memukulnya lagi karena nanti bisa kabur lagi dan pasti sedang lelah. Dokter Kang menurunkan egonya dengan menjadi nomor dua. Keduanya kembali tertawa, Yoon Do tak bisa menahan tawa dua juniornya yang sama-sama gemuk. 


Hye Jung membuat telur gulung di dapur, walaupun terlihat sedikit gosong. Terdengar suara Soon Hee bertanya apakah boleh membantunya. Hye Jung menyuruh temanya untuk diam saja dan menunggu, lalu membawakan nampan berisi telur gulung dan juga dua gelas bir ke ruang tengan.
Jadi aku dapat kehormatan untuk mencicipi hidangan yang baru pertama kali kau buat?” ucap Soon Hee bertepuk tangan melihat temanya yang datang.
Tunggu... Apa kau menjadikanku kelinci percobaan sebelum kau memberikannya pada Guru Hong?” kata Soon Hee
“Apa Kau mulai menonton Serial drama baru? Ceritanya pasti tentang dunia yang penuh dengan tipu daya.” Ucap Hye Jung kesal, Soon Hee meminta agar Hye Jung  Berhenti menyimpan dendam.
Apa yang harus aku lakukan? Dr Ahn memintaku untuk membiarkannya tetap tinggal. Dia bilang tak punya tempat tujuan.” Jelas Soon Hee.
“Apa Kau akan membiarkan gelandangan masuk?” sindir Hye Jung, Soon Hee mengatakan tidak.
Hye Jung mengangkat kakinya merasa sudah lama tidak melakukan ini. Soon Hee ikut menaikan kaki sambil mengoyangkan jari kelingking dengan jempol milik Hye Jung lalu bertanya Apa ada sesuatu yang menyenangkan hari ini. Hye Jung menceritakan hari ini merasakan bisa bersantai sedikit. Soon Hee yakin itu pasti berkat guru Hong.
Aku tidak akan ada disini jika bukan karena kau.” Ucap Hye Jung, Soon Hee juga merasakan hal yang sama.
Aku harus bisa mencari tahu apa yang terjadi pada nenek. Aku pikir dokter yang ada di dalam ruang operasi itu akan menceritakannya.” Kata Hye Jung
Sebenarnya Seo Woo menanyakan sesuatu padaku... Apakah aku tahu kenapa kau memutuskan untuk bergabung ke RS Gukil. Lalu Aku bilang tidak tahu. Aku bisa bilang "Ayahmu yang melakukan operasi pada neneknya Hye Jung." Tapi Aku tidak bisa mengatakan itu padanya, 'kan?” ucap Soon Hee tahu tujuan Hye Jung masuk rumah sakit sekarang.

Chun Soon Hee.... Aku sangat menyukaimu.” Kata Hye Jung memberikan tanda cinta dengan tanganya. Soon Hee juga membalasnya sangat menyukai temanya.
“Apa Kau tahu? Sulit bagiku untuk bertanya tentang operasi nenekmu, jadi aku hanya berdoa agar kau dan Guru hong selalu bahagia. Aku pikir itu bisa membantumu melupakan apa yang terjadi pada nenekmu, ternyata tidak bisa.” Ungkap Soon Hee
Itu adalah dua hal yang berbeda. Guru Hong sebenarnya ikut membantuku.” Cerita Hye Jung
Aku harus melepaskanmu sekarang padahal Kita sudah tinggal bersama sangat lama. Tetapi tetap saja, aku senang melihatmu bahagia.” Ucap Soon Hee lalu cheers bersama. 


Ji Hong berjalan bersam Dokter Choi menanyakan keadaan pasien  Kim Tae Soo. Doker Choi memberitahu sudah memberinya larutan levetiracetam. Ji Hong bertanya  Apa rasa sakitnya berkurang, Dokter Choi ingin menjelaskan tapi ponselnya bergetar dan melihat  nama Collect Call (Telepon yang pembayarannya di tanggung penerima)
Apa anda keberatan jika aku mengangkat teleponnya? Ini dari adikku yang bekerja menjadi tentara.” Ucap Dokter Choi, Ji Hong bisa mengerti dan  akan ketemu nanti.
Dokte Choi memanggil adiknya dengan panggilan Young Soo,  lalu menayakan kabarnya dan mengatakan sangat sibuk jadi tak bisa mengunjunginya. 

Hye Jung memeriksa seorang pasien ppasti mendengar tentang ini ketika menandatangani surat persetujuan. Pasien mengatakan mengetahuinya, lalu Hye Jung menekan bagian ibu jari dan mengatakan tanganya sudah tak ada masalah jadi tak perlu khawatir.
Cari Vena Ventranya. Dia harus di pindahkan ke ruang ICU setelah selesai operasi jadi Atur itu lebih dahulu” ucap Hye Jun, Dokter Kang mengerti.
Oh, ngomong-ngomong... Apa yang akan kau lakukan jika pasien VVIP memanggilmu ketika operasi berlangsung?” tanya Dokter Kang, Hye Jung menghela nafas panjang saat melihat ponselnya kembali bergetar dari itu dari ruangan VVIP. 

Hye Jung berjalan bersama dengan Dokter Choi bertanya lebih dulu apakah tak masalah menyuruhnya melakukan ini, Dokter Choi pikirharus menerimanya bahkan jika tidak mau melakukanya. Hye Jung mengeluh perawat terus meneleponnya dan bertanya-tanya apakah kondisinya itu memburuk. Dokter Choi pikir Jika itu masalahnya, Perawat akan meminta bantuan Prof. Hong lalu membuka pintu ruangan.
Kongres Nam terlihat sedang asik menikmati makana yang sangat mewah diatas meja. Dokter Choi bahkan sampai melonggo melihatnya, Hye Jung terlihat menahan kesal dan mendengar kalau kelapa Kongres Nam itu sakit. Kongres Nam mengatakan rasanya sangat menyiksa. Hye Jung bertanya seperti apa rasa sakitnya. Kongres Nam mengatakan kalau Semuanya sakit.
Itu kurang spesifik... Tolong lebih spesifik lagi.” Ucap Hye Jung

Pertama, kepala bagian belakang terasa pusing dan berat, seakan gula darah ku mencapai puncaknya. Makanan ini membuatku merasa lebih baik.” Jelas Kongres Nam
Kami akan memberikan pereda rasa sakit, Beritahu kami jika itu terjadi lagi.” Ucap Hye Jung lalu menyuruh Dokter Choi untuk  memberi suntikan diklofenak.
Dokter Choi mengerti, Kongres Nam mengeluh Hye Jung yang menyuruh orang lain karena bisa menyuntikannya sendiri. Dokter Choi pun meminta izin untuk melakukannya, Kongres Nam tak bisa menolaknya membiarkan tubuhya disuntik. Hye Jung pun langsun pamit.
Aku harus memberikanmu suntikan. Bagaimana kita melakukannya?” tanya Dokter Choi duduk disamping Kongres Nam
Mengapa kau bertanya padaku? Kau Lakukanlah saja” kata Kongres Nam memberikan tanganya.
Bukan disitu. Kami harus menyuntiknya di bagian bokong anda.” Ucap Dokter Choi, Kongres Nam pun bergeser agar bisa menerima suntikan. 


Hye Jung ingin menelp Seo Woo tapi telp dari Dokter Kang lebih dulu masuk, Dokter Kang memberitahu  Pasien belum sepenuhnya di bius jadi Sepertinya harus menunggu lebih lama. Hye Jung mengerti akan meminta Seo Woo untuk menjaga pasien VVIP dan menunggu disana.  Hye Jung ahirnya masuk ruangan melihat Seo Woo yang duduk dimeja kerjanya
Aku akan melakukan operasi, Ini akan memakan sekitar lebih 5 jam. Tn. Anggota kongres memanggilku terus menerus jadi akan bagus jika kau yang menjaganya.” Ucap Hye Jung terburu-buru
Aku harus pergi ke seminar sebentar lagi.” Kata Seo Woo menolak
Aku akan menyelesaikan operasinya sebelum kau pergi ke seminar. Ketua Jin ingin fellow yang merawatnya.” Jelas Hye Jung
Aku bilang tidak bisa karena harus melakukan ini.” ucap Seo Woo, Hye Jung berpesan agar menjawab saja panggilan yang masuk
Dia mengalami cidera ligamen dan gejala awal Herniated Disk. Ayolah kita saling membantu. Aku akan mempercayaimu” jelas Hye Jung  lalu segera pergi keluar ruangan. Seo Woo hanya bisa berteriak memanggilnya.

Hye Jung berjalan ke lift memberitahu perawat VVIP ke ruang operasi. Jadi bisa memanggil Dr Jin Seo Woo jika sesuatu terjadi padanya. Kongres Nam terlihat sudah membaringkan tubuhnya sambil membaca koran sambil mengumpat.
Seo Woo sudah berjalan dilorong lalu menelp Dokter Pi, Dokter Pi yang tertidur mengangat telpnya dengan mata setengah terbuka. Seo Woo menyuruh Angkat panggilan anggota kongres untuknya. Dokter Pi mengatakan kalau Seo Woo adalah fellow yang bertanggung jawab masalah itu. Seo Woo memberitahu Hye Jung sedang melakukan operasi, dan ia harus pergi dan meminta bantuanya.
Dokter Pi memberitahu  melakukan shift malam, terus menerus berjaga  sepanjang malam bahkan melakukan tiga operasi darurat jadi meminta agar membiarkan tidur. Seo Woo mengatakan hanya Dokter Pi satu-satunya yang dipercaya lalu menutup telpnya. 

Dokter Pi melihat ponselnya sudah ditutup lalu duduk diatas tempat tidurnya, Dokter Choi masuk ruangan membuka jas dokternya. Dokter Pi bertanya apa yang sedang dilakukanya. Dokter Choi mengatakan  mau tidur siang. Dokter Pi menyuruh tak boleh tidur siang tapi siap-siap menerima panggilan oleh anggota kongres.
Aku baru saja bertemu dengannya.” Ucap Dokter Choi
“Ah...  Benarkah? Kalau begitu kau bisa terus merawatnya, Aku akan kembali tidur dan Kau tidak boleh pergi karena Kau belum cukup senior untuk bisa tidur sekarang ini.” Ucap Dokter Pi kembali tidur. Dokter Choi terlihat berusaha menahan kantuknya, tak bisa menolaknya dan merasa lupa pasien lain yang harus di rawat dan kembali memakai jas dokternya.
Di ruangan, Kongres Nam baru saja keluar dari kamar mandi lalu merasakan kesakitan dibagian dada, Perawat panik langsung menuntunya. Kongres Nam merasakan bagian belakang kepalanya sakit dan meminta agar segera memanggil dokter. Perawat memeriksa tekanan darah lebih dulu pada kongres Nam dan mencoba menelp Seo Woo.
bersambung ke part 2 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Maaf nih hanya berkomentar.. Aku suka sama drama ini.. tp menurutku kok banyak yg dihilangkan begitu saja ya alur ceritanya sprti teman hye jung yg tabrakan, trus pasien kecil yg adik kakak, trus perempuan yg mau dibunuh sama laki2 yg berambisi, trus juga anggota kongres itu, entah kemana dan gimana ceritanya apa sembuh atau gimana? Atau mungkin nanti diakhir episode bakal keluar semua ya? Hehehe mudah2an terjawabkan.. Sukses terus buat drama Doctors!! Suka sama pasangan ini ����

    BalasHapus
  2. Mbk .. Gk nulis sinopsis tornado girls kah ?

    BalasHapus