Selasa, 16 Agustus 2016

Sinopsis Doctors Episode 17 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Kang Soo menatap wajahnya di kamar mandi sebelum operasi, lalu mengambil gunting rambut, matanya memerah menahan rasa sedih lalu memuji dirinya sendiri yang terlihat sangat tampan, dengan menahan rasa sedihnya mulai mengunting bagian depan rambutnya.
Setelah itu mengambil pisau cukur, sambil memanggil namanya sebagai ahli bedah syaraf seperti mencoba menyakinkan untuk bisa melakukanya. Perlahan pisau cukur menjatuhkan rambut-rambutnya ke lantai. Kang Soo menangis sendirian, lalu kembali mencoba menyelesaikan mencukur rambutnya sendiri sebelum operasi sambil menahan tangisnya. 

Hye Jung melihat lembaran anestesi dalam kamarnya, matanya mendelik marah melihatnya karena membaca dan tahu itu ketua operasi adalah Dokter Jin.
Esok harinya, Pa Ran yang sedang ada diruangan seperti sudah menunggu kedatangan Hye Jung, lalu bertanya apakah Sudah bawa dokumen anestesi. Hye Jung memberikan lembaran kertasnya, Pa Ran pun  akan menganalisanya.
Pukul 12:15 siang, saat operasi.  Pembuluh darah besar pecah.” Ucap Pa Ran
Digambarkan saat operasi terjadi pendarahan, Dokter Jin pun meminta agar segera menghisapnya
Perut dibedah pada pukul 12:30 siang.” Kata Pa Ran, Saat itu Dokter Jin meminta mulai membedah perut Nenek Kang.
Jantungnya berhenti di pukul 12:50 siang.” Kata Pa Ran, saat itu dokter lain melihat dari monitor kalau detak jantungnya berhenti.
Kematian di meja operasi pukul 13:20 siang. Pendarahan parah membuat jantungnya berhenti.  Hal itu penyebab kematiannya saat operasi.” Jelas Pa Ran

Hye Jung mencoba menahan rasa sedihnya, lalu bertanya apakah dokumen ini sudah cukup.  Pa Ran mengatakan selaku spesialis di bidang hal ini, menurutnya Operasi laparoscopic (menggunakan teleskop kecil dalam tubuh) pada penderita kanker perut adalah tindakan eksperimental dan  masih jarang digunakan di tahun 2003, serta baru saja diperkenalkan.
Ia tidak bilang apa-apa soal penggunaan laparoscopic dalam operasi.” Kata Hye Jung
Yang aneh disini, mereka tidak langsung membedah perut saat pecah pembuluh darah. Pasti pendarahannya parah.” Jelas Pa Ran
Apakah itu keputusan dokter ?” tanya Hye Jung, Pa Ran juga tak tahu karena harus tanya langsung pada pemimpin operasi.
“Menurut Opiniku, penggunaan metode operasi yang masih belum umum.  Maka akhirnya terjadi pecah pembuluh darah. Jika saat itu perutnya segera dibedah ... Maka hasilnya bisa saja berbeda.” Kata Pa Ra
Kesalahan ada di tangan pemimpin operasi, Aku yakin itu.” Ucap Hye Jung tetap menyalahkan pada Dokter Jin yang tak membuat tindakan pada Nenek Kang. Pa Ran tak komentar apapun.


Hye Jung melihat Dokter Jin yang baru datang dengan tatapan dendam, tapi ketika mendekat senyuman terlihat berusaha untuk ramah. Dokter Jin melihat Hye Jung yang datang padahal sedang kena diskors. Hye Jung tahu hal itu.
Kau datang meskipun di skors. Semangatmu besar sekali.” Sindir Dokter Jin
Hari ini, aku datang membawa tugas yang diberikan oleh Ketua,   Apa Anda tidak ingat aku ? 13 tahun lalu, aku adalah wali dari pasien Kang Mal Soon.” Ucap Hye Jung, Dokter Jin terlihat tegang mengajak Hye Jung segera masuk  ke dalam ruanganya. 

Dokter Jin duduk dengan santai dalam ruangan, mengatakan  sudah menunggu kapan Hye Jung akan datang. Hye Jung tak percaya Dokter Jin sudah tahu siapa dirinya itu, Dokter Jin beralasan Hye Jung yang kesana kemari mengumbar siapa dirinya, kalau tak tahu siapa Hye Jung menurutnya itu aneh, mereka bahkan pernah bicara di telpon.
Jadi selama ini anda pura-pura tidak tahu siapa aku ?” ucap Hye Jung
Tidak penting tahu siapa dirimu.  Kau tidak pernah menemuiku seperti ini.  Kau adalah, orang yang berkepala dingin.” Komentar Dokter Jin dengan nada menyindir 
Tolong bicara yang formal padaku. Ketua tidak punya hak bicara tidak sopan padaku.  Jangan gunakan bahasa tidak formal.  Aku tidak suka kalau kita terkesan akrab.” Ucap Hye Jung tak suka dianggap dekat dengan ayah dari Seo Woo.
13 tahun yang lalu, anda berkata begini padaku.  Kalau aku dapat buktikan kau tidak berusaha,  maka kau akan terima hukumanmu.” Ucap Hye Jung mengingatkan, Dokter Jin bertanya lalu bagaimana.
Ini buktinya.” Kata Hye Jung memberikan hasil anetesi, Dokter Jin melihatnya malah balik bertanya bagaimana bisa kertas itu menjadi bukti kalau dirinya tak berusaha.
Apa anda menjelaskan padaku anda melakukan operasi laparoscopic padanya ? Anda bilang perutnya akan dibedah.  Anda tidak bilang soal metode baru operasi memasukkan mikroskop kecil ditubuhnya.” Kata Hye Jung
Operasi laparoscopic tidak perlu membedah perut. Ini operasi yang dapat mengurangi rasa sakit pada pasien.  Itu adalah tekhnologi paling muktahir saat itu.” Jelas Dokter Jin santai
Bukankah semua alasanya karena uang dan tidak ditanggung oleh kesejahteraan sosial ?” kata Hye Jung.
Dokter Jin merasa kalau seperti ini tak bisa bicara dengan Hye Jung, Hye Jun merasa tak mungkin terjadi kematian saat operasi pada pasien kanker perut, menurutnya pasti ada kesalahan. Dokter Jin mengatakan  Ada bedanya antara kesalahan dan tidak berusaha, menurutnya Orang bisa berusaha, tapi tetap terjadi kesalahan.
Hye Jung tak habis pikir Dokter Jin masih bersikukuh  mengira sudah berusaha. Dokter Jin balik bertanya pendapat Hye Jung kenapa membiarkan untuk mengejarnya sampai sekarang. Hye Jung mengatakan itu Karena Dokter Jin merasa tidak berbahaya karena Undang-undang pembatasannya sudah lewat jadi Meskipun ini terungkap hal ini tidak akan melukainya. Dokter Jin merasa kalau Hye Jung itu pasti tahu banyak.

Bukankah biasa jika terjadi kesalahan dalam operasi ? Harusnya kau dewasa karena kau sendiri ahli bedah.  Kenapa emosimu masih seperti anak SMA ? Aku sudah tahu siapa dokter Yoo, tapi aku tidak menindasmu.  Aku memberimu kesempatan.” Komentar Dokter Jin terkesan sombong
Jadi maksudmu, anda sama sekali tidak salah dalam operasi ini ?” kata Hye Jung
Aku melakukan kesalahan Tapi, aku sudah berusaha.  Jadi, aku tidak perlu dihukum olehmu. Dan ... aku akan minta maaf. Kesalahan tetaplah salah.  Maka, kita tidak lagi berhutang satu sama lain ?.” Ucap Dokter Jin terlihat benar-benar sombong.
Anda memutuskan semuanya sendiri. “ kata Hye Jung mencoba menahan amarahnya.
Aku melakukan kesalahan, tentu harus kuselesaikan.  Dokter Yoo juga sedang berkencan dengan Prof Hong Ji Hong, kan ? Dia profesor hebat.  Hidup saja dengan bahagia, karena Hidup ini tidak panjang.” Ucap Dokter Jin
Hye Jung merasa dirinya memang sangat naif sekali karena sudah meremehkan Kepala, ternyata Dokter Jin itu memang sungguh  luar biasa, menurutnya minta maaf saja sudah cukup, tapi setelah menerimanya malah membuatnya tersinggung, Karena ia berharap  dapat permintaan maaf yang layak sebagai korban dari orang seperti Dokter Jin, sementara dugaanya itu salah.
Dokter Jin menyuruh untuk pergi tanya Prof Hong karena pasti akan bilang hal yang sama, menurutnya Semua yang hidup punya pemikiran sama.  Hye Jung mengatakan kalau Hari ini akan pergi. Dokter Jin meminta agar Hye Jin jangan datang dengan masalah seperti ini lagi bahkan akan lebih baik lagi seandainya Hye Jung tidak datang ke rumah sakit ini lagi.
Hye Jung melirik sinis, Dokter Jin bertanya apakah Hye Jung mau berkerja di rumah sakit yang dijalananya. Hye Jung meremas kertasnya untk menahan amarahnya, lalu masuk ke dalam toilet terlihat kesal sendirian karena ternyata harapan tak sesuai, lalu menegaskan akan lalui jalur hukum yang ditakuti oleh Dokter Jin. 


Di taman
Ji Hong sudah menunggu lalu bertanya apakah  selesai dengan baik. Hye Jung memilih bertanya apakah Ji Hong memiliki kenalan seorang pengacara bahkan Kalau bisa yang bagus. Ji Hong binggung kenapa Hye Jung butuh  pengacara
Aku ingin tahu apakah kasus ini bisa dibawa keranah hukum.” Kata Hye Jung, Ji Hong bertanya apakah Dokter Jin tak meminta maaf.
Dia melakukannya, tapi tidak tulus.  Aku ingin sekali menghancurkannya.  Kenapa dia sama sekali tidak perduli ?” kata Hye Jung marah
Aku kira dokumen anestesi sudah cukup, ternyata tidak.” Komentar Ji Hong
Tidak, sekarang aku punya bukti dan Aku akan lakukan segalanya.” Tegas Hye Jung
Ji Hong bertanya apakah tidak bisa berhenti saja. Hye Jung tak percaya mendengarnya, karena sebelumnya Dokter Jin mengatakan Ji Hong pasti  akan berkata begitu, bahkan semua orang yang akan ditemuinya pasti akan berkata seperti itu.
“Apa Aku yang mengejar soal masalah nenek,  terkesan kekanakan dimatamu ?” kata Hye Jung marah.
Aku tidak suka kau terlalu fokus menghancurkan hidupmu sendiri.” Jelas Ji Hong
Jangan mengalihkan pembicaraan dan jawab aku.  Apa kau setuju dengan perkataan Kepala Jin ?” ucap Hye Jung
Kenapa menyerangku ? Aku dipihakmu.  Ayolah.... Kenapa bersikap begini padaku ?” keluh Ji Hong, Hye Jung mengaku karena sangat marah.
Rasanya dunia ini tidak memahami aku Bahkan kau juga.” Ungkap Hye Jung, Ji Hong berjanji akan mengenalkan pengacara dan menyuruh Hye Jung melakukan yang ingin dilakukan. 


Hye Jung sedang berdandan di kamarnya, lalu melihat pesan dari Kang Soo yang masuk memberikan foto selfie dengan jari tanda cintanya.
Aku sedang dihukum karena sudah membuat dokter kena sanksi disipliner 2 kali. Aku akan dioperasi.  Sampai ketemu sebulan lagi.” Tulis Kang Soo 
Maaf aku tidak bisa menemanimu. Nanti aku akan menjengukmu.” Balas ye Jung setelah itu bergegas pergi.  

Ji Hong menemui Kang Soo ditangga darurat melihat kalau  juniornya terlihat sudah bersiap dengan rambut yang sudah dicukur, Kang Soo mengelus rambutnya yang sudah pendek sambil bertersenyum. Ji Hong bertanya siapa yang dipilihnya. Kang Soo mengatakan ingin Ji Hong yang mengoperasinya.
Hmm, aku senang kau memilihku.  Tapi Apa alasannya ?” tanya Ji Hong
Aku lihat hasil MRI-ku.  Ada kemungkinan besar penglihatanku rusak.” Kata Kang Soo, Ji Hong membenarkan.
Kalau bicara jujur ... Tidak akan terlalu berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari.  Tapi karirmu sebagai ahli bedah dapat berakhir.  Operasi yang kita lakukan dihitung setiap menit.  Apa Kau tahu akan fatal bagi penglihatanmu jika ada kesalahan ?” ucap Ji Hong
Kalau itu terjadi, aku lebih baik mati.” Ungkap Kang Soo
Kang Soo.... Menjadi ahli bedah bukan satu-satunya jalan hidup.” Kata Ji Hong menasehati.
Tidak, bagiku ini segalanya Makanya aku memilih dokter.  Prof... Aku hanya punya adikku dan Aku adalah kepala keluarga.  Sejak aku masih kecil .. Aku sudah mimpi ingin jadi  dokter hebat seperti profesor makanya aku bisa sejauh ini.  Mimpi itu .. Aku kira dalam beberapa tahun dapat kucapai.  Tapi apa ini ? Orang lain dapat mencapai keinginan mereka mudah sekali.  Kenapa hidupku sulit sekali ?” cerita Kang Soo menahan rasa sedihnya, Ji Hong tak bisa berkomentar, seperti bisa merasakan lalu menepuk pundak Kang Soo agar bisa tenang. 

Hye Jung melihat sebuah papan nama dan itu sama dengan kartu nama ditanganya [FIRMA HUKUM BUNGA MATAHARI PENGACARA AHN MYUNG KYU]. Didalam ruangan Pengacara Ahn sudah mendengar cerita Hye Jung dari  Prof Hong Ji Hong. Hye Jung pikir Pengacara Ahn mendengar dari telp tentang kasusnya.
Ini adalah dokumen operasi dan yang ini adalah dokumen anestesi.” Kata Hye Jung mengeluarkan berkasnya.
Seperti yang kujelaskan di telpon.  Akan sulit jika kejadiannya 13 tahun lalu,  baik pelaku dan korban sama saja.  Batas undang-undangnya sudah lewat. “ jelas Pengacara Ahn
Apa kita bisa melakukan sesuatu jika melakukan lebih jauh ?” tanya Hye Jung
Batas undang-undangnya membuat hal itu mustahil.” Jelas Pengacara Ahn, Hye Jung pikir apapun saja tidak masalah, ingin tahu apakah ada yang bisa dilakukan secara legal.
Kalau anda seperti ini,  kenapa dibiarkan sampai 13 tahun ? Harusnya datang dalam kurun 10 tahun.” Ucap pengacara Ahn, Hye Jung tertunduk diam. 

Ji Hong menyapa Yoon Do yang lama tak bertemu dan jarang kelihatan. Yoon Do mengatakan sudah putuskan untuk menerima anjing beagle tapi ternyata Kang Soo memilih Ji Hong. Ji Hong tahu kalau Yoon Do  ingin lakukan pemindahan total. Yoon Do pikir Ji Hong sudah tahu tentang dirinya. Ji Hong mengatakan kalau karena itu ditolak.
Dokter Kim dan Dokter Kang sedang ada didepan meja receptionist, Ji Hong menyapanya. Dokter Kim mengatakan sengaja datang untuk melihat Kang Soo sebelum operasi tapi ternyata bilang tidak jadi hari ini. Ji Hong kaget menanyakan alasanya. Dokter Kim juga tak tahu makanya ingin mencari tahu sekarang. 

Kang Soo sudang duduk diruang tunggu, Dokter Kim melihatnya dan langsung duduk disampingnya lalu Bagaimana kondisi Kang Soo sekarang. Kang Soo mengatakan cukup baik. Dokter Kim pun bertanya kenapa Kang Soo memutuskan untuk menunda operasi. Kang Soo menjelaskan karena adiknya akan datang tapi belum juga muncul.
Aku mau menemuinya dulu.  Siapa tahu ... Mungkin ada kesalahan operasi dan aku jadi buta.” Ucap Kang Soo sudah mempersiapkan sesuatu buruk terjadi.
Tidak akan terjadi.” Kata Dokter Kim menyakinkan. Kang Soo juga mengatakan kemungkinan bisa terjadi.
Ini sudah kebiasaan. Aku selalu memikirkan skenario terburuk.” Jelas Kang Soo, Dokter Kim memegang tangan Kang Soo, merasa bukan cuma Kang Soo tapi dirinya juga seperti itu.
Kita mengejar waktu dalam operasi ini.  Kau harus bertahan selama 12 jam.... Kau dan tim operasi.” Kata Dokter Kim, Kang Soo mencoba menahan rasa sedihnya.
Adik Kang Soo datang dengan pakaian tentara berteriak memanggil kakaknya, Kang Soo memperkenalkan pada Dokter Kim adiknya bernama Choi Hyung Soo. Hyung Soo langsung memberikan hormat memberitahu sudah dapat ijin keluar., Kang Soo pun membalasnya dengan memberikan hormat pada adiknya lalu bertanya apakah sudah makan. Hyung Soo mengelengkan kepalanya. 

Hyung Soo duduk disamping kakaknya, memperlihatkan sebuah bukuu kalau ia jadi chef masakan Korea (Hansik) tapi akan masak makanan barat (yangsik) dan makanan Jepang (I-sik) juga. Kang Soo menatap adiknya, Hyung Soo merasa kakaknya belum melihat langsung mendekatkan kartunya agar kakaknya bisa melihat.
“Aku melihatnya, dasar Bocah ini, kenapa laki-laki tapi cerewet sekali ?” keluh Kang Soo,
Hyungnim ... Kalau di operasi  Apa tidak bisa jadi dokter lagi ?” tanya Hyung Soo terlihat sedih, Kang Soo bertanya kata siapa seperti itu.
Tidak, Aku cuma tanya.  Menurutku, hyungnim orang paling keren di dunia ini.  Berjuanglah dalam operasi.  Bagiku, hyungnim jadi dokter atau tidak, aku tetap menyukaimu, Kau mengerti ?” ucap Hyung Soo, Kang Soo memalingkan wajah menahan rasa sedihnya.
Operasinya makan waktu, jadi Kau tidur saja.” Ucap Kang Soo.
Hyungnim ... Aku sudah merepotkanmu, aku minta maaf.” Kata Hyung Soo tertunduk sedih.
Kang Soo merasa tak adiknya itu tak merepotkanya, lalu memegang wajah adiknya dan meminta agar mengangkatnya. Hyung Soo mengangkat wajahnya, Kang Soo pun mengejek adiknya sekarang sangat tampan lalu memukul adiknya. Hyung Soo menjerit kesakitan, Kang Soo kembali mengoda adiknya dengan memukul badan adiknya dan merasakan tubuh adiknya mulai berotot. 

Jam 9 pagi
Diruang operasi, Seo Woo sudah mempersiapkan semuanya di lantai atas Yoon Do dan Dokter Pi melihatnya dengan wajah tegang. Dokter Kim datang bertanya apakah Yoon Do tak ada jadwal operasi. Yoon Do mengatakan ada tapi akan lihat sebentar lalu pergi, lalu bertanya apakah Dokter Kim akan ada disini selama 12 jam. Dokter Kim pikir akan bolak-balik saja melihat operasi.  Yoon Do berharap Semuanya harus berusaha sebaik mungkin.
Ji Hong masuk ruangan meminta agar dipakaikan jubah, semua yang dilantai atas tampak tegang. Ji Hong melihat hasil CT Scan kembali lalu memberitahu semua timnya kalau Operasi hari ini, adalah pertarungan melawan waktu jadi mengajak semuanya agar bertahan bersama pasien dalam operasi yang panjang ini.
Saat duduk didepan meja operasi, Ji Hong meminta pisau Nomor 20 dan meminta Seo Woo untuk meakukan penghisapan saat memulai. Kang Soo terlihat tertidur setelah dianetesi, Ji Hong meminta gunting dan memasang clip.

Didepan ruang operasi, Hyung Soo terlihat tegang melihat jam tanganya, baru jam 10, masih ada waktu 11 jam lagi. Jam 11 siang, Ji Hong pun mengunakan mickroscope lalu meminta CUSA. Dokter Kim pun pamit untuk keluar sebentar. Yoon Do terus mengamati jalanya operasi dari atas.
Seo Woo melihat waktu baru berlalu dua jam setengah, Ji Hong mulai meminta tang biopolar setelah itu Cottonoid. Yoon Do melihat dari tabnya tentang operasi tumor otak. Ji Hong meminta irigasi ditempat yang ditunjuknya. Dokter Park sedang sibuk terlihat memikirkan jalanya operasi Kang Soo, walaupun tak bisa melihatnya. Jam tiga kurang, perawat Hyun ikut tegang menunggu operasi Kang Soo. 
Jam 5 sore, keringat Ji Hong terlihat cukup deras meminta agar segera mengelap keringatnya. Seo Woo seperti mencoba untuk melepaskan ototnya sejenak dan kembali melihat ke mikroscope. Ji Hong selesai mengelap keringat, meminta Ring curette dan akan memindahkanya, Seo Woo memberikan sebuah tabung dan daging kecil pun dimasukan.
Hyung Soo langsung bangun ketika melihat ada yang keluar dari ruang operasi, tapi semua berlalu begitu saja. Ia melihat masih pukul 6 sore. Akhirnya ia duduk kembali menunjuk 3 jam lagi sebelum kakaknya benar-benar selesai operasi. 

Hye Jung kembali menemui pengacara yang lain, bertanya Ada cara bisa melakukannya. Pengacara mengatakan  Tidak ada, batas undang-undangnya sudah lewat jadi Tidak bisa melakukan apapun. Hye Jung mengatakan sudah memikirkannya.
Dokumen operasi dan dokumen anestesinya berbeda.  Itu artinya ada manipulasi dokumen.  Apakah tidak ada penalti dalam manipulasi data medis ?” tanya Hye Jung ingin menjerat Dokter Jin
Hukum kesehatan pasal 88 ayat 2, Maksimum penjara 3 tahun dan denda 20 juta won.  Tapi, masa berlaku undang-undangnya sudah lewat juga.  Kapan dokumen operasi diubah ?” kata pengacara, Hye Jung pikir Mungkin saat itu juga masih berharap bisa ada cara lain.
Dan lagi, anda bilang, ini sudah diatasi dengan uang kompensasi.  Jadi Tidak ada yang bisa dilakukan secara legal.” Ucap pengacara
Apakah akan berbeda, jika uang itu tidak diterima ? Setidaknya, ketulusannya akan dipertanyakan.” Kata Hye Jung
Saat uangnya diterima, bukankah itu adalah persetujuan untuk tutup mulut ?” kata Pengacara. Hye Jung pun hanya bisa tertunduk menahan rasa sedihnya. 

Jam 8 malam, Ji Hong sudah terlihat mencoba mengeser bangkunya. Seo Woo melepaskan sepatunya untuk membuat kakinya tak terasa pegal karena berdiri hampir 11 jam. Ji Hong akhirnya mengambil istirahat beberapa detik untuk melemaskan otot pinggangnya. Semua pun melakuan hal yang sama.
Dokter Pi melihat dari atas kalau Seo Woo terlihat sangat lelah, Yoon Do menyuruh Dokter Pi untuk mengantikanya. Dokter Pi pun tak bisa menolak seniornya dengan bergegas pergi. Ji Hong kembali duduk memulai kembali operasinya meminta diberikan ring curette. Dokter Pi masuk ruangan meminta agar Seo Woo bisa digantikanya untuk istirahat sebentar.
Seo Woo menolak karena merasa masih kuat, Dokter Pi merasa kalau Seo Woo terlihat lelah. Seo Woo pikir tak perlu dan meminta dibawakan air minum. Ji Hong mengatakan kalau Seo Woo ingin minum maka ia bisa juga pergi ke toilet. Seo Woo pun menyuruh Dokter Pi segera keluar saja. Ji Hong kembali mengeluarkan daging berbentuk kecil.

Pukul setengah 10 malam. Dokter Pi kembali ke lantai atas, Ji Hong memberitahu Tumornya disekeliling pembuluh darah, membuat kondisinya melemah. Seo Woo pikir  Tidak bisa menggunakan CUSA, Ji Hong mengatakan tak bisa lalu meminta  Dissector. Jam 10 malam Ji Hong  meminta kembali  ring curette.
Yoon Do, Dokter Pi, Dokter Kang, Doktar Kim sudah berada diatas mengamatinya dengan wajah tegang. Ji Hong mengatakan kalau sudah berhasil dan meminta biopolar dan kembali mengeluarkan daging. Setelah itu terlihat wajahnya sangat lelah memuji semua sudah berkerja dengan baik. Ia pun meminta agar mereka beristirahat sejenak setelah itu kembali untuk menyelesaikanya.
Dokter Kim melihat dari atas kalau operasi sudah selesai, Yoon Do membenarkan. Semua terlihat bisa bernafas lega. Ji Hong walaupun terlihat lelah akan mulai menyelesaikan operasinya dengan menutup kembali. 


Hye Jung berbaring di sofa sambil menangis mengingat ucapan Dokter Jin, “Aku membuat kesalahan. Tapi, aku sudah berusaha.Jadi, aku tidak perlu dihukum olehmu.
Ponselnya berdering, Ji Hong menelpnya. Dengan menahan air matanya mengangkat telp dari sang pacar. Ji Hong bertanya apakah sudah tidur karena menelpon terlalu larut. Hye Jung mengatakan tidak,  Ji Hong memberitahut Operasi Kang Soo berjalan lancar karena merasa Hye Jung ingin tahu.
Hye Jung pun mengucapkan syukur, tapi sudah mengira pasti berhasil karena yang mengerjakannya itu Ji Hong. Ji Hong mendengar suara Hye Jung yang bergetar lalu bertanya apakah terjadi masalah. Hye Jung mengaku kalau terjadi banyak sekali masalah sambil menangis. 

Ji Hong akhirnya datang ke rumah Hye Jung dimalam hari,saat duduk langsung bartanya apakah tidak berjalan lancar dengan pengacara. Hye Jun mengaku kalau Perkiraannya salah karena seharusnya langsung melapor dan menggugat setelah kejadian. Ji Hong mengingatkan kalau waktu itu usianya masih 20 tahun jadi Mana mungkin menyiapkan gugatan.
Batas perundangannya sudah lewat.  Ini Sudah selesai.  Aku berusaha memberitahu media, tapi tidak ada yang perduli.  Aku menunggu sampai kuat, tapi Disaat aku sudah kuat Ternyata aku tidak bisa apa-apa.” Ucap Hye Jung menahan tangisnya
Kalau kau melakukan itu dari dulu,  maka hidupmu tidak akan seperti sekarang.” Kata Ji Hong
Apa perlu bicara seperti itu ?” ucap Hye Jung kesal, Ji Hong pikir perlu. Hye Jun kaget Ji Hong mengatakan hal itu
Aku tidak ingin kau jatuh semakin jauh dan merusak hidupmu.” Jelas Hye Jung
“Apa Kau kira aku melakukan ini demi menghancurkan hidupku ?” kata Hye Jung makin marah.
Hye Jung.. Apa kau kira Kepala Jin akan berubah jika kau menemukan bukti ? Apa Kau kira dia akan meminta maaf dengan tulus ? .” Ucap Ji Hong berusaha untuk tenang.
Dia sudah minta maaf tapi Hanya saja tidak tulus” kata Hye Jung
Apa itu yang dimaksud minta maaf ? Itu bukan minta maaf.  Tapi Itu sama dengan memberi permen ke anak kecil yang menangis.  Dia bahkan tidak menganggapmu musuhnya.  Permintaan maaf harus datang dari kompensasi yang tepat.  Minta maaf tidak sulit.  Orang hanya tidak suka memberikan kompensasi yang tepat.” Jelas Ji Hong
Makanya aku akan paksa dia meberikan kompensasi itu.” Kata Hye Jung dengan nada penuh dendam.
Ji Hong bertanya apa yang akan dilakukan Ji Hong, Hye Jung mengatakan akan membunuhnya, karena  Demi menangkap monster,  karena ia harus jadi monster. Ji Hong melihat Hye Jung yang keras kepala, memilih ia saja yang membunuh Dokter Jin, karena tidak mau Hye Jung masuk penjara. Hye Jung menghela nafas panjang, Ji Hong meminta Hye Jung memberikan waktu karena tidak mau orang dekatnya itu menderita karena dirinya jadi meminta agar memberikan waktu untuk mempersiapkan diri karena ia bisa saja masuk penjara.Hye Jung menyindir Otak Ji Hong itu memang cerdas.

“Apa Kau kira aku akan menyerah kalau kau bicara begitu ?” ucap Hye Jung tetap pada pendiriannya.
Otakmu juga cerdas.... Karena kau paham yang aku coba katakan.” Balas Ji Hong
Dokter... Ada jeda waktu saat ayahmu meninggal dan saat ditemukan.  Apa kau tidak merasa aneh ? Menurutku aneh dan Ada yang salah.  Apa Kau tidak mencaritahu ?” kata Hye Jung curiga,
“Aku Sudah mencarinya dan ini tak ada masalah, Itu menggangguku. Tapi, aku tidak akan jatuh karena itu. Aku tidak berhenti makan, tetap bersamamu dan bersama pasienku.  Aku tahu itu yang diinginkan ayah.” Kata Ji Hong
Darimana kau tahu itu yang diinginkan ayahmu ?” kata Hye Jung
Terlepas dari masalah lain,  semua orang tua ingin anaknya bahagia.  Balas dendam, merusak diri, penghukuman ... Aku tidak ingin melakukan itu.  Waktu terlalu berharga, aku ingin lakukan yang aku sukai, Tidak ada hari esok, bagiku...” tegas Ji Hong tak ingin kehilangan orang yang disayanginya. Keduanya pun saling menatap tajam.
Kukira dunia akan berubah saat aku tahu soal kebenaran.  Dunia ... masih belum berubah.  Air mata Hye Jung pun mengalir
bersambung ke episode 18

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

5 komentar:

  1. Makasih mba sipnopsisnya,ditunggu untuk eps selanjutnya,suka banget drama ini..walaupun usia kim rae won dan park shin nye beda jauh tapi main nya total banget..semangat ya mba Nulis sipnosisnya.

    BalasHapus
  2. Eonni, kenapa sih sinopsis nya doctors itu 2 hari baru ditulis setelah penayangan di korea? Kalo drakor W itu kan selang 1 hari? Apa gegara kalah rating?

    BalasHapus
  3. Makasih mb Deedee...aq selalu ngikutin ceritanya. Tadinya aq menggebu-gebu tapi mulai episode 12 ceritanya kyk mulai kurang greget. Cuma aq udah terlanjur suka chemistry kim rae won sm park shin nye. Klop banget...tetap semangat ya mbak

    BalasHapus
  4. Kn baru hari ini main nya eps 18 mggu kmren g di tayang kan..di tunggu ya mba deee sinopsis eps 18 nya..udh ga sabar hehe

    BalasHapus