Selasa, 16 Agustus 2016

Sinopsis Doctors Episode 17 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS


Kebenaran yang tak dapat divonis oleh hukum yang berlaku. Kebenaran yang tidak memiliki pilihan selain mengandalkan nurani. Aku mengejar kebenaran... untuk mendapatkan permintaan maaf yang tulus.
Dokter Jin mengoperasi Nenek Kang dengan assiten Dokter Kim, lalu melihat tumor di bagian perut Nenek Kang lebih besar dari yang diperkirakan. Dokter Kim yang memegang bagian kamera seperti bergerak-gerak, Dokter Kim memarahinya agar memegang kamera tetap stabil. Dokter Kim mengerti tapi sepertinya tak bisa memegang dengan benar. 
“Hei... Apa kau sedang mabuk!!! Jangan berani melangkahkan kaki ke ruang operasiku.” Ucap Dokter Jin lalu menyuruh orang lain untuk mengantikanya., Dokter Kim pun meminta maaf

Dokter lain memberitahu kalau pasien mengalami pendarahan, Dokter Jin meminta Suction dan Tambah pasokan darah. Grafik pun mulai tak beraturan di layar, kantung darah mulai di gantung. Dokter lain merasa Dokter Jin harus membedah area perutnya. Dokter Jin hanya diam saja seperti masi berusaha. Grafik lurus terlihat, Dokter memberitau Pasien mengalami shock dengan tekanan darahnya turun drastis.
Dokter Jin memutuskan untuk membeda perut Nenek Kang, tapi baru saja membedahnya, Dokter melihat monitor kalau pasien  mengalami gagal jantung. Dokter Kim terlihat berusaha menekan tubuh Nenek Kang agar mengembalikan detak jantungnya, Dokter Jin terlihat sedih saat mengetahui pasienya meninggal dunia di meja operasi.
Aku tidak tahu bagaimana hidupku akan berubah... saat aku menemukan kebenarannya.


[RS GUKIL - RAPAT KOMITE DISIPLIN]
Dokter Jin memulai rapat disiplin mengenai Dr. Yoo Hye Jung selaku dokter penanggung jawab Ketua Dewan dan telah membahayakan reputasi RS Gukil akibat kelalaiannya. Hye Jung mengatakan pertama-tama mengucapkan terimakasih. Di depan terlihat Dokter Kim, Ji Hong dan beberapa pria yang lainya ada  didalam ruangan juga.
Sebuah kehormatan bagi saya untuk menjadi seseorang yang cukup berpengaruh terhadap reputasi rumah sakit ini.” kata Hye Jung
Kau adalah dokter penanggung jawab Ketua Dewan, kan?” tanya Ji Hong,  Hye Jung membenarkan.
Kenapa kau sampai tidak merespon saat beliau mengeluh tentang rasa sakit yang menyerangnya?” tanya Ji Hong 
Saya sedang berada di ruang operasi pasien aneurisma otak . Saya meminta rekan sesama fellow untuk menggantikan tugas saya sementara waktu sebelum mulai operasi tersebut.” Jelas Hye Jung
Kenapa kau menyeret orang lain dalam masalah ini sekarang? Masalahnya adalah kau menyerahkan tanggung jawabmu pada orang lain.” Ucap Dokter Jin sinis
Pegawai lain bertanya Apakah Hye Jung harus mengoperasi pasien lain pada saat itu. Hye Jung memberitahu kalau orang itu merupakan pasiennya dan aunerisma otak bagaikan sebuah bom waktu jadi tidak dapat menunda operasinya. Dokter Kim bertanya apakah Hye Jun berpikir bahwa tidak melakukan kesalahan apa pun atas yang terjadi pada Ketua Dewan. Hye Jung membenarkan kembali mengucap syukur karena para petingg menganggapi dirinya menjadi orang sepenting itu  tapi menurutnya ia telah memilih keputusan yang tepat. 

Perawat Hyun mengeluh kalau tak adil hanya Dokter Yoo yang  mendapat sanksi disipin. Perawat Yoo juga tahu kalau beberapa orang  menyalahkan Dr. Jin Seo Woo. Perawat Hyun dengan sinis Direktur Jin  membuat putrinya keluar dari tanggung jawab.
Ini tidak adil bagi mereka yang tidak memiliki orang tua berposisi tinggi.” Ucap Perawat Hyun geram
“Apa Kau tahu apa sebutannya?” bisik Dokter Ahn, perawat Yoo ingin segera mendengarnya.
Perawat Hyun memberikan kode, Dokter Ahn membalikan badan dan dikagetkan dengan Seo Woo sudah ada dibelakanganya. Seo Woo heran  dengan suasana aneh yang dirasakan sekarang, karena tiba-tiba mereka diam. Perawat Hyun mengatakan kalau bukan apa-apa. Seo Woo melirik bertanya pada Dokter Ahn apa sebenarnya yang terjadi.
Dokter Ahn mengatakan hanya sedang bersedih karena Dr. Yoo mendapat hukuman. Seo Woo melirik sinis lalu menyuruh juniornya untuk   Periksa perban Pasien Lee Tae Sik. Dokter Ahn berjalan pergi karena bisa bernafas lega. Sekertaris ayahnya datang memberitahu Dokter Jin ingin bertemu dengan Seo Woo. 

Dokter Jin melihat berkas ditanganya dengan senyuman, Seo Woo pun mengetuk pintu masuk ke ruangan ayahnya denga wajah cemberut. Dokter Jin bertanya apakah anaknya masih marah denganya karena selelu menghindarinya. Seo Woo mengeluh ayahnya yang menggelar rapat komite disiplin.
Kami sudah selesai mendengarkan penjelasan orang itu dan akan memutuskan hukumannya setelah makan siang. Aku akan membahas soal ini saat kami membicarakan tentang hukuman yang akan dijatuhkan.” Ucap Dokter Jin memperlihatkan berkas pada anaknya. Seo Woo melihat berkas Hye Jung dan foto saat masih SMA.
Kenapa kau tidak mengatakan padaku bahwa Prof. Hong adalah guru SMA-mu dan Dr. Yoo orang yang bertanggung jawab atas peristiwa kebakaran yang dulu itu?” kata Dokter Jin
Tolong jangan mengungkit soal ini. Aku tidak ingin terlibat karena hal ini.” tegas Seo Woo
Kenapa tidak mau padahal ini kesempatan yang baik? Aku ingin memberi penghargaan untukmu. Kau menjalani masa pelatihan yang sulit.” Tegas Dokter Jin
Seo Woo bertanya apa arti dirinya bagi sang ayah, karena merasa Terakhir kali Ayah memberiny tongkat, tapi menurutnya apakah kali ini wortelnya, dan menegskan tidak membutuhkan penghargaan apa pun lagi. Dokter Ji mengaku tidak bisa tidur setelah menamparnya dan anaknya pasti tahu sebesar apa rasa cintanya pada Seo Woo. Seo Woo meminta ayahnya tak membahas tentang berkas itu,  karena itu adalah kelemahannya.
Dokter Jin kaget, Seo Woo mengatakan kalau ayahnya itu tak tahu selama ini sudah bergulat dalam rasa sakit karena hal ini dan mengancam akan bunuh diri kalau ayahnya mengungkit dalam rapat, lalu keluar dari ruangan. Dokter Jin hanya diam saja melihat anaknya yang pergi. 

Hye Jung membereskan barang-barang diatas meja sambil melihat foto bersama neneknya. Seo Woo masuk bertanya apakah Hye Jung akan meninggalkan rumah sakit. Hye Jung mengatakan akan mendapatkan hukuman disipliner jadi Hanya mempersiapkan seburuk apa pun itu dan sudah menyiapkan dirinya sendiri.
Apakah kau berpikir ini kesalahanku?” kata Seo Woo, Hye Jung membenarkan.
Kau menyerahkan pasien itu pada Yeon Gook,  padahal aku meminta bantuanmu. Tapi masalah tidak akan selesai jika aku berpikir demikian. Jadi aku tidak akan menyalahkanmu.” Jelas Hye Jung, Seo Woo bertanya lalu apa pikiranya sekarang
Aku hanya tidak beruntung saja” kata Hye Jung santai
Aku sempat ketakutan untuk beberapa saat. Aku pikir kau memiliki perasaan sepertiku di masa lalu dan menyalahkanku. Tapi kau berbeda.” Komentar Seo Woo terdengar tenang.
Apakah kali ini kau terluka karena aku tidak menyalahkanmu? Apakah mereka di sekitarmu menyalahkan orang lain dalam situasi seperti ini?” kata Hye Jung
Ya.... Orang-orang di sekitarku seperti itu.” Kata Seo Woo  sedih
Hye Jung meminta Seo Woo jangan menyalahkan kalau dirinya itu berbeda dengan orang-orang itu. Seo Woo bertanya apakah ia  terlihat menyalahkannya, karena sebenarnya tidak pernah menyalahkan Hye Jung tapi mengaguminya bahkan beruntung karena sangat pandai lalu keluar dari ruangan Fellow. 

Dokter Jin menopang dagunya di ruangan, wajahnya terlihat tegang. Tuan Jin masuk ruangan bertanya apakah anaknya menggelar rapat disiplin, Dokter Jin membenarkan. Tuan Jin berpikir apaka itu memang perlu dilakukanya karena seharusnya membiarkan saja hal itu.
Kita harus menegaskan pada karyawan dengan memberi contoh melalui kasus ini.” kata Dokter Jin
“Kau harus berhati-hati. Aku memiliki firasat buruk tentang situasi ini dan terus kepikiran akan hal itu. Kita bertaruh dengan resiko yang besar, saat menyeret rumah sakit pada pemeriksaan pajak untuk melengserkan Doo Sik.” Jelas Tuan Kim terdengar khawatir
Tenanglah, Ayah.... Jangan jadi terlalu lemah..Aku tidak akan sampai di posisi ini jika bukan karena hal itu.” Kata Dokter Jin, Ketua Jin bisa mengerti dan meminta agar anaknya melakukan yang terbaik. 

Dokter Kim kembali memulai rapat memberitahu ada berbagai macam-macam hukuman disiplin yaitu peringatan, pemotongan gaji, skorsing dan pemecatan menurutnya dirinya sangat percaya bahwa peringatan sudah lebih dari cukup untuk Dr. Yoo.
Bagaimana kita bisa melakukannya saat Dr. Yoo begitu populer di media? Dia bahkan tidak menunjukkan sedikitpun penyesalan. Kita harus memecatnya.” Kata Dokter Jin penuh dendam
Jika kita memecatnya karena ini, maka dia dapat melawan karena hukuman disiplin yang tidak sebanding dengan kesalahannya.” Jelas Dokter Kim
Ini adalah masalah bagi keseluruhan Departemen Bedah Syaraf.  Aku tidak merasa kita perlu mengambinghitamkan seseorang saja.” Kata Ji Hong
Apakah kau berkata demikian karena perasaan pribadimu terhadapnya?” sindir Dokter Jin
Bukankah Anda yang mengedepankan emosi pribadi Anda dalam hal ini.” balas Ji Hong seperti tahu kalau Dokter Jin itu tak ingin aibnya terbuka. Dokter Jin pun tak bisa membalasnya.  

Dokter Kang mengumpat kesal karena anak buahnya tak mengangkat telpnya. Dokter Choi masuk ruangan dengan senyuman bertanya apakah mereka semua sudah makan, Dokter Kang bertanya Apakah hasil CT Scan Kim Soo Kyeong sudah keluar, Dokter Choi seperti lupa dan  akan mengambilnya sekarang.
“Hei... Ponselmu. Kenapa tidak menjawabnya sama sekali? Kau membuat departemen kita dalam masalah, Jadi sadarlah! Apa Kau lupa lagi? Dasar berandal. Fokuslah bekerja, bukan pada webtoon-mu. Apa Kau punya banyak waktu luang?” ucap Dokter Kang kembali mengomel, Dokter Choi hanya tersenyum lalu keluar dari ruangan.
“Ini Aneh. Kenapa dia tidak mengatakan apa-apa?” kata Dokter Kang pada  Dokter Pi.
“Sudahlah... Hentikan saja. Dia pasti merasa hampir mati. Dia begitu memuji Dr. Yoo tapi ia justru menjadi orang yang membahayakan karir beliau.” Kata Dokter Pi
Aku akan terus menghukumnya. Mereka terlalu baik. Itulah kenapa kita mendapat masalah.” Tegas Dokter Kang, Dokter Pi hanya bisa menghela nafas panjang. 

Ji Hong sedang memainkan ponselnya di depan lobby, Dokter Kim datang menyapanya yang sudah lama tak bertemu. Ji Hong mengatakansudah menunggu dan merasa senang akhirnya Dokter Kim menghubunginya. Dokter Kim juga merasa senang karena bisa disambut oleh Ji Hong.
Terima kasih sudah jauh-jauh kemari. Apa Kau ingin makan sesuatu? Aku yang akan mentraktirmu” kata Ji Hong. Dokter Kim menolaknya karena menurutnya Ji Hong itu sudah terlalu baik.
Aku ingin tahu apakah... penawaran Anda terakhir kali masih berlaku.” Kata Dokter Kim, Ji Hong dengan senyuman mengatakn sudah pasti tentu saja. 

Hye Jung melihat ponselnya kalau Ji Hong menelpnya dan langsung mengangkatnya, Ji Hong mengatakan punya dua kabar, satu baik dan satu buruk dan bertanya apaka memiliki waktu luang. Keduanya bertemu di ruangan konferensi, Hye Jung meminta agar Ji Hong mengatakan saja dari berita bagus lebih dulu.
Kalau begitu aku akan memberitahumu yang satu itu nanti saja.” Kata Ji Hong, Hye Jung binggung kenapa tak diberitahu sekarang saja.
Hal baik begitu sulit didapat.” Ucap Ji Hong dengan senyumannya.
Aku berharap pohon permohonan itu kembali dan merindukan Daddy Long Legs-ku.” Kata Hye Jung merengek, Ji Hong mengatakan  tidak ingin kembali. Keduanya tertawa bersama.
Berita buruknya, Aku akan memberitahu hasil rapat komite disiplin. Dan Lebih baik mendengarnya dariku.” Kata Ji Hong, Hye Jung membenarkan lalu bertanya apa berita buruknya.
“Keputusannya.... Kau kena Skorsing satu bulan.” Kata Ji Hong, Hye Jung merasa itu Lebih sedikit dari perkiraannya.
Ji Hong memuji Hye Jung itu  sangat keren hari ini dan bangga sekali menjadi kekasihmu. Hye Jung juga senang Ji Hong memilih pertanyaan yang tepat jadi merasa tidak ingin ada di sana hanya untuk menerima hukuman dan ingin menunjukkan pada semua orang seberapa banyak dirinya telah tumbuh dewasa. Ji Hong mengangguk mengerti dan mengatakan untuk kabar baik selanjutnya, harus di tempat berbeda. Hye Jung setuju, lalu mengingat dengan pasien Hae Young siapa nanti akan memeriksanya kalau ia tak ada dirumah sakit.  

Dokter Choi memeriksa selang infus milik Hae Young, terlihat tak ada perubahan sedikit pun. Hye Jung masuk ruangan bertanya apa yang dilakukan Juniornya karena Hae Young bukan pasiennya. Dokter Choi merasa pasien Hae Young adalah pasienya juga dan mereka  tidak pernah memilah pekerjaan.
Hye Jung mengejek Dokter Jin itu tidak perlu merasa menyesal. Dokter Choi memberitahu IV-nya turun. Hye Jung memberitahu  hanya mendapatkan skorsing satu bulan dan meminta agar mengurus pasienya dengan baik. Dokter Choi terdiam saat Hye Jung keluar dari ruangan, lalu melihat ponselnya Dokter Kang yang menelpnya. 

Yoon Do menemui Dokter Kang yang sedang mengobrol dengan Dokter Ahn dan para perawat, dengan wajah bertolak pinggang bertanya apakah  sudah mengganti perban Lee Soon Jin. Dokter Kang mengatakan sudah meminta Dokter Choi  yang melakukannya.
Apakah semua orang sedang hobi mengambil kesempatan belakangan ini? Dia mengalami infeksi. Lakukan pekerjaanmu dengan benar!” teriak Yoon Do, Dokter Kang langsung tertunduk diam.
“Apa dengan meminta maaf semuanya bisa selesai begitu saja?” ucap Yoon Doo marah, Dokter Ahn pun memutuskan kaan melakukan dan buru-buru pergi. Saat itu Dokter Choi baru datang, Dokter Ahn memberi kode kalau Dokter Choi akan mati.
Inilah mengapa residen kacau balau. Yang satu lupa saat mendapat telepon, sementara yang satu lagi melarikan diri. Kenapa semua ini terjadi? Hei... Kang Kyung Joon. Berani sekali kau menyebut dirimu sendiri Ketua.” Ucap Yoon Do
Dokter Choi melihat seniornya yang dimarahi oleh Yoon Do lalu mendekatinya mengatakan semua ini kesalahannya dan Dokter Kang itu tidak melakukan kesalahan. Dokter Kang melirik sinis menyuruh juniornya itu menutup mulutnya karena berani menyela seniornya, lalu pamit pergi.

Kau selalu jadi penyebab aku mendapat masalah. Apa yang sudah Aku lakukan sampai membuatmu begitu kecewa? Darimana saja kau? Kenapa tidak menjawab teleponmu?” ucap Dokter Kang memarahi Dokter Choi sambil mendorongnya.
Aku mengambil hasil CT Kim Soo Kyeong.” Ucap Dokter Choi
Kenapa kau baru melakukannya? Aku sudah menyuruhmu daritadi, tapi kau tidak melakukan apa-apa. Apa kau sungguh seorang dokter?” kata Dokter Kang, Dokter Choi hanya diam saja seperti menahan rasa tangisnya. Dokter Kang heran kenapa juniornya itu hanya diam saja bukan membantah seperti sebelumnya.
Jika kau tidak bisa lebih baik lagi, keluar saja dari sini. Kau membuat Dr. Yoo diskors. Berapa banyak lagi yang harus berkorban...” kata Dokter Kang menyindirnya.
Bisakah kau berhenti sekarang ?!!!” teriak Dokter Choi
Yoon Do sempat kaget mendengar Dokter Choi yang berteriak, begitu juga Dokter Kang. Dokter Choi mengatakan merasa benar-benar menyesalinya, dan merasa begitu bersalah sampai tak berani mengatakan apa-apa, menurutnya apa yang bisa dikatakan selain itu. Ia akhirnya berjalan pergi, tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan akhirnya jatuh tak sadarkan diri.
Semua panik langsung melihat Dokter Choi yang tak sadarkan diri. Yoon Do meminta alat intubasi. Dokter Kang pun segera mengambilnya. Yoon Do juga meminta Perawat Yoon Periksa tanda-tanda vitalnya. Kang Soo terlihat masih tak sadarkan diri. 


Hasil CT Scan keluar dan terlihat dilayar, Dokter Pi seperti tak tega melihatnya. Yoon Do bertanya apa yang bisa dilihat dari CT Scan itu. Meningioma (tumor otak) dekat dengan tulang tengkorak dengan ukurannya cukup besar. Yoon Do membenarkan.
“Lokasinya dekat syaraf optik dan syaraf motorik. Hal itu dapat menyebabkan dia buta atau kehilangan rasa di bagian tangan.” Ucap Dokter Kang sedih
Setelah kupikir, dia sering sekali minum obat sakit kepala dan Kang Soo benci sekali dengan rasa sakit.” Cerita Dokter Pi, Dokter Kang juga ingat Kang Soo yang terlihat mudah lupa.
Dia bilang kuat minum alkohol,  tapi langsung pingsan saat melakukannya.” Kata Dokter Kang
Kalian kenapa ? Apa kalian baru menyadarinya ? Padahal kalian bertiga.” Ucap Yoon Do heran karena kurang perhatian seniornya pada anak baru. Ketiganya hanya tertunduk diam. Yoon Do bertanya apakah Kang Soo sudah sadar sekarang. 

Kang Soo membuka matanya, melihat didepanya sudah ada Yoon Do yang bertanya apakah baik-baik saja. Yoon Do langsung menyuruh Kang Soo berbaring saja tak perlu langsung duduk. Kang Soo tersenyum lalu menutup wajahnya dengan rasa malu. Dokter Ahn tertawa bertanya apakah Kang Soo merasa malu harus berbaring dirumah sakit padahal seorang dokter. Kang Soo mengaku sangat malu sekali.
Kalau memang kau sakit harusnya bilang sakit.  Kau ... sungguh bikin kesal.  Kami ini apa dimatamu ?” kata Dokter Pi mulai mengomel, Kang Soo hanya tersenyum hanya memberikan tanda cinta untuk seniornya.
Sejak kapan kau sakit ? Apa ini pertama kali kau mengalami gejala seperti ini ?” tanya Yoon Do, Kang Soo mengatakan tak mengetahuinya.
Kapan sakit kepalamu dimulai ?” tanya Yoon Do
Sakit dibagian depan dan dibelakang mataku, mungkin Sakitnya sekitar 7 dari 10.” Jelas Kang Soo memegang bagian matanya,

Dokter Ahn mengatakan kalau mereka itu merasa kesakitan sekali dan menanyakan apakah pengelihatanya baik-baik saja. Dokter Choi memberitahu sepertinya penglihatan mata kiriku memburuk dan juga mengalami gejala kekosongan.  Yoon Do menghela nafas panjang, bertanya apakah ia tahu kalau punya meningioma dan gejala kekosongan dan apakah saat menerima telp dari Kongres Nam itu ada hubungannya dengan gejala kekosongannya.
Kang Soo mengaku Saat suster VIP menelponnya, seperti mengalami gejala kekosongan. Jadi tidak tahu, karena tidak ingat apapun. Yoon Do pun menyuruh Kang Soo istirahat saja dan dua dokter juniornya untuk mengikutinya. Kang Soo pun meminta maaf pada dua seniornya,Dokter Pi yang perhatian menepuk dada juniornya, keduanya pun berpegangan tangan untuk saling menguatkan sebelum keluar dari ruangan. 


Ji Hong berjalan dengan Hye Jung  di sepanjang dengan perpohonan yang berjejer rapi. Hye Jung tahu Ji Hong itu besok berkerja apakah tak masalah kalau mereka datang di malam hari seperti ini karena Saat ini statusnya sedang tak memiliki perkerjaan, jadi bisa keluar malam.
Kau cepat sekali menyesuaikan diri.  Apa Sudah mendapat sisi baik jadi pengangguran ?” ejek Ji Hong
Aku sudah dapat satu, dalam sebulan aku akan dapat lagi.” Kata Hye Jung penuh semangat.
Hmm ! Aku pasti sibuk, harus menemani pacarku yang pengangguran.” Sindir Ji Hong, Hye Jung merasa Ji Hong itu tak suka. Ji Hong mengatakan kalau sangat menyukainya.
Nah, sekarang katakan kabar baik nomor 2.  Aku menantikannya.” Kata Hye Jung merayu sambil merangkul lengan Ji Hong.
Aku akan menyimpannya dulu, agar kau penasaran.” Kata Ji Hong lalu keduanya berjalan ke suatu tempat. 

Yoon Do menaruh es batu untuk meminum wine, Pa Ran melihat keponakanya yang pulang lebih cepat. Yoon Do terlihat mulai biasa pamanya pulang ke rumahnya. Pa Ran mengatakan meskipun Yoon Do protes, tetap saja tempat keponakanya tetap paling enak.  Yoon Do merasa  tidak bisa mengusirnya jadi memutuskan untuk menerima saja, lalu bertanya kemana bibi In Joo. Pa Ran  mengatakan pulang kerumahnya karena interiornya sedang direnovasi. Yoon Do pun bisa mengerti.
Departemenmu pasti sedang kesulitan, Ji Hong yang paling menderita.” Kata Pa Ran ikut sedih
Dokter Yoo sangat kuat.  Meskipun kena sanksi, dia atasi dengan baik.  Istirahat sebulan tidak buruk juga.” Komentar Yoon Do
Kenapa kau bisa sampai suka dengan pacarnya Ji Hong ?” kata Pa Ran heran, Yoon Do juga tak tahu. Pa Ran menyuruh Yoon Do mencari wanita lain saja.

Pamanmu ini akan mengenalkanmu pada gadis paling cantik.” Ucap Pa Ran, Yoon Do menolak karena Sudah lama tidak suka seseorang seperti ini.
Yah ... jatuh cinta memang bukan hal yang mudah. Tapi apa separah itu sakit hatimu?”kata Pa Ran
Yoon Do mengalihkan pembicaran kalau selama ini  benci sekali dengan politik. Pa Ra tahu karena ia jug sangat membencinya. Yoon Do mengatakan kalau Hye Jung itu  membuatnya ingin jadi anggota direksi. Pa Ran menanyakan alasanya. Yoon Do tidak ingin Hye Jung sampai kena sanksi lagi, Pa Ran yakin Ji Hong pasti sedang khawatir sekarang. 


Di tepi danau, dua pancing terlihat didepan dua orang yang sedang duduk. Hye Jung menatap Ji Hong yang terdiam dengan tatapan kosong disampingnya. Ji Hong menceritakan Saat datang memancing dengan ayah ingin sekali pulang disaat seperti ini.
“Apa Disaat tidak ada ikan yang gigit umpanmu ?” tanya Hye Jung
Tidak, aku tidak suka keheningan yang panjang, karena tidak sesuai denganku.  Aku harus lakukan sesuatu.  Tapi saat ini, aku suka tidak melakukan apapun.  Sekarang aku paham kenapa ayah suka memancing.” Kata Ji Hong
Kenapa orang jadi saling memahami saat mereka sudah berpisah ?” kata Hye Jung, Ji Hong pikir sekarang Bersikap baiklah disaat masih bisa dan bersyukur Hye Jung ada disisinya.
Hye Jung tertawa dan mengangguk mengerti, Ji Hong memberitahu Kabar baik nomor 2 yaitu Dokter Kim Chi Hyun datang membuat perjanjian. Hye Jung bertanya apakah Dokter Kim meminta sebagai ganti dokumen anestesi. Ji Hong mengatakan tidak menerima permintaannya. Tapi menawarkan jalur berbeda dan saat ini sedang menunggu tanggapannya.
Kalau dia tidak terima,  maka aku akan paksa agar dia terima.” Ucap Hye Jung
Aku saja dan Kau, bawa dokumen itu, temui Kepala Jin,  dan minta permohonan maaf darinya.  Maka kau tidak tersangkut dalam hal ini.” kata Ji Hong, Hye Jung seperti tak bisa menahan rasa sedihnya memilih untuk pergi. 


Ji Hong mengejarnya memberitahu kalau Nenek Kang pernah berlutut padanya, untuk minta agar menjaga Hye Jung baik-baik. Lalu ia berharap bisa bertemu dengan Nenek Kang bertanya apakah tindakanya ini sudah benar. Hye Jung dengan menahan tangisnya mengatakan tindakan Ji Hong itu sudah benar.
“Apa kau tahu ini ?” tanya Ji Hong memperlihatkan gantungan astro boy, Hye Jung mengatakan Benda itu selalu tergantung di tas milik Ji Hong  
Ini gantungan kunci apartemen sebelum orang tuaku kecelakaan.  Orang tuaku ... meninggal dengan tidak adil.  Mereka melewatkan golden time mereka karena orang lain.  Aku sungguh, ingin menghancurkan dunia ini. Lalu Keluarga kami bahagia sekali.” Cerita Ji Hong
Aku dan nenek juga bahagia sekali, sebelum operasi terjadi.” Ucap Hye Jung
Aku tidak percaya dengan hari esok.  Hari ini jauh lebih penting.  Besok kita bisa saja mati.  Yang diinginkan nenekmu,  agar kau bahagia.  Nenek pasti tidak ingin kau membuang hari ini, demi menggali penyebab kematiannya.” Kata Ji Hong, Hye Jung mengaku akan hidup untuk hari ini
Makanya aku menghormatimu dan membantumu dan Sebentar lagi ini selesai.” Jelas Ji Hong, Hye Jung hanya bisa tertunduk diam 

Dokter Choi keluar ruangan sambil memijat bagian matanya, lalu mendekati Dokter Ahn bertanya apakah sudah menganti perban pasien. Dokter Ahn mengatakan sudah mengantinya. Dokter Choi bertanya apa yang bisa dibantunya karena merasa bosan di kamar rawat, Dokte Ahn melihat juniornya yang dirawat sehari saja sudah terlihat baikan dan menyuruhnya untuk istirahat saja. Dokter Kang melihatnya hanya diam saja.
“Ketua, apa aku bisa membantu ?” tanya Dokter Choi merengek, Dokter Kang dengan nada dingin mengatakan tak ada lalu memilih untuk pergi. Dokter Choi binggung melihat sikap Dokter Kang.
Entahlah.. Sejak melihat hasil pindai CT-mu, sikapnya jadi aneh.” Kata Dokter Ahn, Dokter Choi melihat ponselnya dan Ji Hong ternyata menelpnya. 

Ji Hong melihat Dokter Choi masuk ruangan langsung menyuruhnya duduk. Dokter Choi yang mengunakan pakaian rumah sakit duduk dengan wajah tertunduk. Ji Hong langsung bertanya ternyata hasil MRI itu, ternyata milik Kang Soo sendiri. Dokter Choi pun membenarkanya. Ji Hong kesal ingin memukulnya setelah itu mengajak untuk segera operasi.
Tumornya menekan syaraf optik dan syaraf motorik. Aku tidak akan ceroboh saat operasi.” Jelas Ji Hong
Profesor... Kalau ada kesalahan, apakah aku tidak bisa jadi ahli bedah lagi ?” ucap Dokter Choi khawatir
Jangan pikirkan soal hal buruk.” Kata Ji Hong menyakinkan, ponsel Dokter Choi bergetar, kali ini Yoon Do menelpnya. 

Yoon Do memberitahu Kang Soo untuk segera melakukan operasi, Kang Soo mengerti. Yoon Do mengatakan akan melakukan pemindahan total. Kang Soo bertanya apabila ada kesalahan saat pemindahan tumor maka iaakan buta. Yoon Do mengatakan Penglihatanny masih belum buruk,  maka tak masalah.
Demi kau, aku akan kosongkan waktuku minggu ini.  Operasi malam tidak masalah.  Jadi Katakan kapan saja.” Ucap Yoon Do
Kang Soo keluar dari ruangan terlihat kebinggungan menatap papan nama disampingnya Dokter Jung Yoon Do dan Dokter Hong Ji Hong yang berusaha untuk mengoperasinya, akhirnya ia melihat ke bagian depan ruangan

Kang Soo menemui Dokter Kim yang ada diruanganya. Dokter Kim mengatakan sudah melihat  hasil MRI dan Kang Soo harus segera dioperasi, dan menurutnya lebih baik pemindahan berjangka daripada pemindahan total.  Kang Soo memastikan kalau Dokter Kim bukan yang melakukan operasinya, Dokter Kim balik bertanya haruskan ia yang melakukanya. Kang Soo langsung menolaknya kalau ia datang ingin membahas masalah itu. 


Ji Hong menelp Dokter Kim dalam ruanganya, langsung bertanya apaah sudah memikirkan. Dokter Kim mengejek Ji Hong itu kurang sabar juga. Ji Hong merasa kalau hal seperti ini harus segera diputuskan bhakan harus menekannya agar Dokter Kim merasa berkewajiban dalam hal ini.
Apa kerja di Seoul sama sekali tidak bisa ?” tanya Dokter Kim, Ji Hong menegaskan tak bisa
Maka, aku perlu pikirkan lebih lama lagi.  Aku masih punya tawaran dari Kepala Jin Myung Hoon. “ ucap Dokter Kim
Pikirkan saja selama yang kau mau.  Hal ini akan mempengaruhi hidupmu 20 tahun mendatang.” Tegas Ji Hong lalu menutup ponselnya. 

Dokter Kang datang ke meja receptionist mengatakan sangat lelah. Yoon Do datang meminta agar atur jadwal operasi Kang Soo. Dokter Kang mengerti, Dokter Pi binggung karena Profesor Hong Ji Hong,  juga meminta jadwal operasi Kang Soo. Dokter Kang kaget mendengar.
“Apa Kau tidak bilang prof Hong Ji Hong,  kalau aku yang akan operasi ?” ucap Yoon Do
Saat dia datang, melihat hasil MRI, Ia langsung minta jadwal operasi.  Aku pikir kalian sudah membahasnya.” Kata Dokter Pi, Yoon Do bisa mengerti dan memilih untuk segera pergi.
Sepertinya operasi dokter Kang Soo, jadi sedikit rumit.  Tapi, dokter Kang Soo ada dimana ?”kata perawat Hyun, Kang Soo sedang mencari informasi dari internet tentang penyakitnya. 

Dokter Kang masuk ruangan melihat Kang Soo memilih untuk pergi. Kang Soo membalikan badan memanggilnya. Dokter Kang pun mau tak mau harus membalikan badannya, Kang Soo bertanya Kenapa Dokter Kang menghindarinya. Dokter Kang menyangkal kalau tak menghindarinya.
Kau tidak ada saat aku sadar.” Kata Kang Soo, Dokter Kang langsung meminta maaf karena sering sekali memukul kepalanya.
Kenapa jadi bersikap begini ? kita ini sesama dokter.” Kata Kang Soo
Dokter Ahn masuk ruangan dengan Dokter Pi terlihat senang melihat Kang Soo ternyata ada diruangan mereka bertanya apa yang sedang dilakukanya. Kang Soo mengatakan sedang mencaritahu soal operasi. Dokter Ahn bertanya siapa yang akan mengoperasinya, antara Ji Hong atau Yoon Do. Dokter Kang mengeke Dokter Ahn ingin mau tau saja, menurutnya apa pentingnya siapa yang akan mengoperasi.
“Jadi Operasi Kang Soo, siapa yang akan melakukannya ?” tanya Dokter Kang
Ah aku tidak suka kalau Hyung semua terlalu serius. Siapa dari kalian yang akan mengoperasiku ? Ayo Angkat tangan.” Kata Kang Soo, semua hanya diam saja.  
Aissh... kalian melukai perasaanku.  Dokter lain berebutan ingin mengoperasiku.  Hyung kenapa begini ?” keluh Kang Soo
Dokter Kang mengatakan mana tega mereka membotaki kepala Kang Soo, Kang Soo pikir bisa membotakinya sendiri. Dokter Pi mendekati Kang Soo memegang rambutnya, mengatakan Apapun yang terjadi pada orang lain, Kang Soo tetap tidak pernah lupa soal gaya rambutnya. Dokter Ahn mengatakan baru tahun kedua, belum boleh operasi, Dokter Kang hanya bisa meminta maaf lalu keluar dari ruang sama dengan yang lainya. 


Hye Jung yang tak akan kerjaan membereskan meja yang ada dalam restoran Soon Hee, Soon Hee yang melihatnya terlihat kesal karena sudah pulang. Hye Jung mengeluh karena seharian sudah ada dirumah terus. Soon Hee bertanya apakah suda ada kabar dari Guru Hong. Hye Jung mengatakan Ji Hong akan segera datang, lalu melihat dokter kesayangan pun datang.
Ji Hong yang datang langsung merasa sangat kepanasan jadi meminta dibawakan bir dingin, Soon Hee pun bergegas mengambilnya. Hye Jung melihat Ji Hong itu Sepertinya sedang senang. Ji Hong mengatakan kalau membawa hadiah. Hye Jung ingin menebaknya, JiHong langsung membenarkan dan memberikan sebuah berkas.
Hye Jung melihat catatan anestesi milik pasien [KANG MAL SOON]. Ji Hong mengatakan sudah melakukan yang bisa dilakukan. Hye Jung mengucapkan terimakasih. Ji Hong ingin Hye Jung lepas dari masalah nenek jad itu akan jadi hadiah terbaik darinya untuk pacar tersayangnya. Hye Jung mengangguk dengan berkaca-kaca menatap bukti catatan anestesi. 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


4 komentar:

  1. Akhirnya keluar juga 😀😀 Makasih ya mbak, ditunggu part 2 nya 😄😄

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Semangat mba,sipnopsis nya sampai tamat..di tunggu kelanjutannya untuk eps selanjutnya ^_^

    BalasHapus
  4. Ditunggu y mbk kelanjutan nya

    BalasHapus