Kamis, 11 Agustus 2016

Sinopsis W Two Worlds Episode 7 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Di dalam penjara, Yeon Joo berbaring sendirian sambil tersenyum dan bergumam.
Jika aku harus memilih momen paling bahagiaku selama 30 tahun aku hidup..., anehnya aku akan memilih  malamku berbaring di sel sendirian. Aku merasa tak enak pada ibuku, tapi...
Ibu Yeon Joo masuk kamar anaknya bertanya-tanya apakah sudah ad dirumah tapi ternyata tak ada dalam kamar, lalu melihat sudah jam 12 letawa tapi belum pulang juga, Ibunya terliat kesal lalu keluar dari kamar.
Aku benar-benar lupa kalau ibuku akan menungguku.
Di ruangan kerja, Suk Bum terlihat mengantuk. Tiba-tiba Prof Park masuk sambil berteriak menujuk-nunjuk memarahi anak buahnya yang masih bisa makan saat ada orang yang sekarat.
Aku tidak peduli meski aku tidak bisa bekerja di rumah sakit lagi. Hidupku rasanya mulai tidak realistis. Aku hampir membodohi  diriku sendiri bahwa... hidupku di sini pada saat ini  adalah sungguhan.
Yeon Joo seperti tak tidur, sudah duduk dan menatap ke arah sinar matahari yang masuk menandakan sudah pagi hari. 

Polisi memanggil Yeon Joo kalau menerima kunjunga, wajah Yeon Joo tersenyum karena tahu pasti Kang Chul yang mendatanginya. Saat di tempat kunjungan tak ada Kang Chul hanya ada pengacara dan juga Do Yoon, lalu menanyakan keberadaa Kang Chul. Do Yoon memberitahu Kang Chul sedang sibuk dan menyuruhnya untuk segera duduk.
“”Dia ingin aku menyampaikan pesannya.” Ucap Do Yoon Do, Yeon Joo binggung.
“Pengacara nanti akan memberitahumu masalah hukumnya. Presdir Kang menyuruhku mengatakan ini.” jelas Do Yoon
Flash Back
Kang Chul memilih jas yang serasi dengan celananya, mengatakan  baru tahu bahwa ada banyak jenis roman picisan yang disukai wanita. Do Yoon binggung. Kang Chul ingin Do Yoon mengatakan pada Yeon Joo  untuk memilih yang mana supaya bisa melunasi utang padanya.
Nomor satu, kisah Cinderella  dengan pria glamor.” Ucap Kang Chul, Yeon Joo yang mendengarnya terlihat kaget.
Nomor dua...,perjalanan romantis. Nomor tiga, sederhana saja,  kegiatan dirumah sehari-hari.” Kata Kang Chul, Yeon Joo mendengar dengan baik-baik pesan yang disampaikan Kang Chul.
Kang Chul berjalan keluar dari kamarnya, lalu Do Yoon memegang kertas yang ditanganya bertanya apa maksudnya ini. Kang Chul pikir harus menambahkan lagi, yaitu   Nomor empat, kisah asmara dewasa yang berani dan seksi dengan membuka jasnya dan bergaya seksi. 

Yeon Joo menjerit mendengar pilihan ke empat, Do Yoon yang mengatakan pilihan juga terlihat tertunduk malu, dan memberitahu kalau Kang Chul itu  secara pribadi lebih suka nomor empat, lalu meminta Yeon Joo memilih  salah satu mana yang paling disukainya. Yeon Joo Bingung apa maksudnya itu dan kenapa harus memilih.
Katanya kau menyuruhnya membayar  utangnya dengan roman picisan.” Ucap Do Yoon
Tidak. Bukan itu yang kumaksud. Ini rasanya seperti bisnis menyuruhku  dengan memilih salah satu dari beberapa pilihan. Aku bukannya menyuruh dia membuat rencana bisnis.” Pikir Yeon Joo
Beginilah dia dalam mengurusi suatu hal. Kau harus pilih salah satu supaya kami bisa mulai bersiap-siap.” Jelas Do Yoon, Yeon Joo bertanya apakah serius menyuruhnya pilih salah satu. Do Yoon membenarkan.
Apa tadi yang nomor empat?” tanya Yeon Joo, Do Yoon mengatakan  Cerita roman dewasa...
Yeon Joo langsung tak memilihnya, lalu minta pilihan Nomor satu. Do Yoon mengatakan itu Kisah Cinderella dengan prianya.Yeon Joo merasa tak ingin seperti itu dan memilih nomor tiga, Do Yoon mengatakan  Kegiatan dirumah sehari-hari. Yeon Joo terlihat binggung mengatakan ingin jadi cinderella. Do Yoon menyimpulkan pilihanya nomor satu. Yeon Joo kesal meminta Do Yoon menunggu sebentar sambil menyindir pengawal Kang Chul itu orang yang sabar.
Akhirnya Yeon Joo memilih nomor tiga, Do Yoon melihat tangan Yeon Joo menunjuk angka empat. Yeon Joo panik dan langsung menurunkan satu jarinya. Do Yoon pun mengerti akan menyampaikan pilihanya. Yeon Joo menahan Do Yoon pergi mengatakan masih terjebak di penjara tapi kenapa membahas hal itu sekarang. Do Yoon memberitahu Yeon Joo akan segera keluar. Yeon Joo bertanya bagaimana caranya.  Do Yoon memberitahu kalau Pengacara akan memberitahunya. Yeon Joo memikirkan didalam ruangan sementara Do Yoon dan pengacara suda keluar. 

Papan nama Presdir Kang Chul terlihat diatas meja, sementara Kang Chul berdiri menatap ke arah jendela. Sekertarisnya mengetuk pintu memberitau Tuan Son sudah datang. Hyun Suk masuk ruangan tapi hanya berdiri didepan pintu,Kang Chul memintanya untuk segera masuk. Hyun Suk terlihat shock karena mendengar Kang Chul yang sudah menikah.
Yeon Joo bertemu dengan pengacara terlihat kaget kalau statusnya itu sudah menikah. Pengacara memberitahu kalau itu hanya dalam dokumen saja, mereka mengatur semua ini supaya kelihatannya keduanya menikah tahun lalu di AS. Yeon Joo berpikir sejenak, memastikan maksudnya itu  mendaftarkan namanya  kalau sudah menikah. Pengacara membenarkan.
Kau punya dua masalah. Salah satunya identitas dirimu tak jelas Dan satunya kau melarikan diri tanpa memberikan kesaksian. Kau bersama Tuan Kang pada  saat serangan di atap itu. Jadi Kau harus menyatakan bahwa kau  melarikan diri karena kau takut bahwa hubunganmu dengan Tuan Kang terungkap Ini kedengarannya masuk akal dan bisa menjamin identitasmu.” Jelas Pengacara, Yeon Joo melonggo tak percaya 

Di ruangan Presdir
Hyun Suk bertanya apakah Kang Chul sungguh-sungguh  mendaftarkan pernikahannya dengan Yeon Joo, Kang Chul membenarkan karena cuma itu caranya supaya Yeon Joo bisa keluar. Hyun Suk tahu Kang Chul harus  membuktikan identitasnya tapi mendaftarkan Yeon Joo sebagai istrinya terlalu berlebihan.
Jika kau secara hukum menjadi  pasangan suami istri.., maka kau tak bisa menghindarinya. Jika aku tidak bisa menghindarinya,  mka aku hanya harus hidup dengannya. Dia itu wanita yang tak jelas identitasnya. Bagaimana kau akan menangani asetmu nanti?” ucap Hyun Suk khawatir
Aku sudah tahu identitas dirinya dan aset tak ada artinya.” Kata Kang Chul, Hyun Suk kaget
Aset tak ada artinya bagiku sekarang. Karena itulah aku ingin  bicara denganmu. Aku ingin berhenti mencari  pembunuh keluargaku. Aku tak mau lagi mencari penjahat sebenarnya. Jadi Aku ingin kau menyerah juga.” Ucap Kang Chul, Hyun Suk bingung dengan yang dibicarakan Kang Chul.

Itu sekarang tak ada artinya. Aku tidak pantas melanjutkan kasus itu.” Jelas Kang Chul
Kita sudah bicara di telepon setelah kau mengunjungi Yeon Joo. Setelah itu, kau mengatakan sesuatu padaku. Aku mendengarnya,  tapi aku tidak ingat apa itu. Kau mengatakan padaku bahwa... ada momen yang tidak begitu  diingat olehmu.” Ucap Hyun Suk binggung
Hyun Suk merasa bisa mengerti dan pernah mengalaminya sendiri mengingat saat sedang bicara di telepon dengan Kang Chul tapi saat sadar tak bisa mengingat apa yang dikatakan selanjutnya dan Kang Chul menghilang seharian. Kang Chul bisa mengingatnya, Hyun Suk berpikir Kang Chul itu pergi ke Dunia lain. Kang Chul tak menyangkalnya. Hyun Suk penasaran Dimana itu.
Aku tidak bisa memberitahumu.” Ucap Kang Chul, Hyun Suk terlihat kesal ingin tahu alasanya.
Kalau kuberitahu padamu, nanti kau merasa terbebani. Kau nanti tak tahan mendengarnya. Jadi aku tidak bisa memberitahumu.” Kata Kang Chul.

Kau membuatku frustrasi.  Aku sudah datang jauh-jauh ke sini Dan kau tidak bisa cerita apapun?” ucap Hyun Suk kesal, Kang Chul tetap tak akan memberitahukanya,
Aku cuma bisa memberitahumu dua hal. Aku tahu siapa Oh Yeon Joo  sebenarnya. Untungnya, dia bukan orang gila aneh. Jadi Tidak akan ada masalah meski dia jadi istriku. Aku hanya khawatir dia takkan  berada di sampingku Dan aku tidak perlu lagi mencari  pembunuh keluargaku. Jadi Jangan tanya kenapa. Serta Proyek Stasiun TV W berakhir di sini.” tegas Kang Chul
Hyun Suk pun ini Kang Chul memberitahu satu hal, Kenapa Kang Chul pergi ke Sungai Han dan jatu disana. Kang Chul mengaku ingin mati dan tidak tahu bagaimana melanjutkan hidupku. Bakan Sekarang pun, aku masih tidak tahu tapi merasa dirinya masih ingin hidup.Jadi ia harus berpikir melakukan apa saja mulai sekarang.

Petinggi polisi melihat sebuah berkas sambil berkata Korbannya keturunan Korea Amerika pada Mei 2015, Yeon Joo pertama kali bertemu dengan Kang Chul yang sedang dalam perjalanan bisnis dan menikah di Chicago pada bulan September dan bertanya Apa benar begitu. Yeon Joo yang sudah  berganti pakaian dengan duduk disamping pengacara membenarkan.
Pada saat penangkapan...,kau tinggal bersama Tuan Kang di penthouse Seoul Prime Hotel.” Kata Petinggi polisi, Yeon Joo membenarkan walaupun terlihat gugup.
Ketika kami menyergapmu, kau melarikan diri karena kalian berdua sedang bertengkar dan sedang mempertimbangkan  perceraian. Kang Chul bersaksi kau tidak ingin  awak media tahu bahwa kalian berdua sudah menikah.  Apa kesaksiannya ini benar?” ucap Petinggi polisi, Yeon Joo kembali membenarkan walaupun terlihat aneh menurutnya. 

Yeon Joo keluar ruangan, Do Yoon mengeluaran sebua kotak cincin meminta agar Yeon Joo memakainya. Yeon Joo terlihat tak percaya bertanya Apa ini cincin pernikahan. Do Yoon membenarkan karena akan Banyak orang melihatnya jadi pakailah cincin itu mulai sekarang. Yeon Joo pun menurut mengunakan di jari kirinya.
Do Yoon mengajak Yeon Joo segera pergi, tak lupa memberikan kacamata hitam. Yeon Joo binggung kenapa harus mengunakanya,Do Yoon menjawab akan segera tahu. Yeon Joo pun memakai kacamata dan mengikuti Do Yoon dari belakang.
Didepan kantor polisi sudah banyak wartawan yan menungu dan langsung menyerbu ke arah Yeon Joo, beberapa pengawal pun memberikan jalan dan Do Yoon pun membuka pintu. Yeon Joo masuk dengan waja melonggo karena diserbu ole wartawan. 

Do Yoon membawa Yeon Joo sampai ke penthouse, semua pengawal dan pelayan suda berjalan dan mengucapkan selamat datang pada Nyonya Kang sambil membungku. Yeon Joo terlihat kaget, lalu terlihat binggung karena di panggil Nyonya Kang. Do Yoon berdeham seperti memberikan kode, lalu memberitahu kalau semua sudah menunggu Yeon Joo dan meminta mulai menyapanya.
Mereka tim keamanan, Tuan Park,  Yoon dan  Oh. Kau mengenali mereka, 'kan?” ucap Do Yoon memperkenalkan tiga pria yang menjaga pintu, Yeon Joo mengangguk menyapa ketiganya.
Dan mereka adalah  staf hotel.” Ucap Do Yoon, Semua pelayan hotel sampai koki memberikan salam senang bertemu dengan Nyonya Kang. Yeon Jo pun membalas dengan membungkuk. 

Do Yoon membawa Yeon Joo masuk kamar, Yeon Joo sedikit gugup mengatakan tahu situasinya dan bertanya apakah Do Yoon serius kalau ia harus tinggal dengan Kang Chul di ruangan yang sama. Do Yoon mengatakan mereka berdua sudah menikah jadi memang harus sekamar karena Para pekerja disini nanti melihatnya.
Yeon Joo pikir merasa agak sedikit... Pelayan datang memberitahu sudah mengisi air hangat dalam bathtub,  Do Yoon meminta agar Yeon Joo Mandi dan beristirahatlah, karena Kang Chul akan pulang di malam hari.Keduanya lalu keluar dari kamar. Yeon Joo membaringkan kepalanya di kursi dengan wajah lemas tak percaya kalau statusnya itu menikah.
Ia melihat sekeliling ruangan ada barang-barang wanita diantara pakaian Kang Chul, lalu melihat koran yang ada diatas meja. Ia melihat sala satu berita  [Siapa Nn. OH, Yang Diam-Diam Menikah dengan Presdir Kang] lalu melihat gambar Kang Chul dengan gambar wanita yang masih tanda tanganya lalu bertuliskan caption [Misteri Rahasia Pernikahan.  Keturunan Korea Amerika?]
Yeon Joo tak percaya beritanya menikah bisa masuk media, lalu  koran yang lain pun menuliskan [Siapa Istri Presdir Kang?] dan koran yang satunya  [Presdir Kang Diam-Diam Menikahi Wanita Cantik]. Ia benar-benar tak percaya kalau statusnya itu sekarang sudah menikah lalu menjerit sambil memegang pipinya. 

Yeon Joo baru saja selesai mandi merasa jau lebih baik sekarang, lalu mengunakan krim yang sudah di kamar mandi. Seorang pelayan membawakan segelas minuman untuk Yeon Joo. Setelah memakai krim wajahnya, Yeon Joo melihat cincin ditanganya lalu disekeliling ruangan semuanya berubah barang berpasangan dan beberapa cream yang lengkap.
Ia tak percaya ternyata sampai jubah mandi pun tergantung berpasangan, lalu menutup wajahnya malu melihat pakaian dalam wanita dan pria yang berjejer bersebelahan. Ia mengambil salah satunya yang berwarna merah dengan corak garis-garis, mulutnya melonggo melihat pakain dalam Kang Chul.
Jadi pilihanmu nomor empat.” Ucap Kang Chul sudah berdiri didepan pintu. Yeon Joo kaget langsung memasukan ke dalam laci 
Nomor empat itu memang seleramu. Kisah roman yang dewasa...Benarkan?” goda Kang Chul. Yeon Joo kaget bertanya Kapan Kang Chul  datang
Tapi kau bilang itu nomor tiga. Apa yakin kau ingin kegiatan  asmara sehari-hari? Sepertinya tidak...” komentar Kang Chul
Aku hanya... memeriksa setelah baju yang digantung itu dan tidak tahu apa itu.” Kata Yeon Joo membela diri
“Ah.... Benarkah? Aku yakin pakaian dalam laki-laki juga ada di duniamu.” Goda Kang Chul
Yeon Joo tak ingin membalasnya memilih untuk melupakan saja, Kang Chul bertanya apakah Yeon Joo tak ingin membahasnya. Yeon Joo pikir lebih baik melupakan saja sambil merengek mereka sudah lama tak saling bertemu jadi berhenti menggodanya. Kang Chul tiba-tiba tersenyum lebar, Yeon Joo binggung kenapa Kang Chul malah tersenyum.
Kang Chul mengakusenang bertemu dengannya, Yeon Joo memalingkan wajahnya kesal karena  Kang Chul sekalipun tak mengunjunginya. Kang Chul mengaku sangat sibuk karena Ternyata menikah juga bisa menyulitkan seperti ini. Ia menceritakan harus membuat skandal  dan mencocokkan dengan jadwalnya serta harus menghafalnya untuk bisa bersaksi.
Yeon Joo tahu tapi menurutnya cerita initerlalu berlebihan padahal ia hanya bilang suka roman picisan, bukannya menikah. Kang Chul mengatakan bisa melakukan itu sekarang karena sudah belajar tentang itu. Yeon Joo tak percaya Kang Chul itu mempelajarinya. Kang Chul teringat sesuatu kalau harus melakukan sesuatu ditempat ini dan meminta Yeon Joo untuk tetap berdiri disana. 

Yeon Joo merasakan dadanya berdetak dengan cepat melihat Kang Chul yang keluar dari kamar mandi. Kang Chul mengambil sebuah buku dan kembali ke kamar mandi. Yeon Joo berjalan ke pintu dan dikagetkan dengan Kang Chul yang masuk dan memintanya agar tak keluar. Kang Chul meminta agar Yeon Joo untuk duduk disofa.
Aku belum pernah melakukannya sebelumnya, Jadi tidak yakin apa ini akan berhasil.” Ucap Kang Chul membuka buku, Yeon Joo masih binggung.
Disini tertulis aku harus mengikat rambutmu. Aku tadi menanyai para staf perempuan dan mereka membelikankuku buku ini. Ini buku tentang kegiatan romantic yang wanita sukai.” Jelas Kang Chul, Yeon Joo tak percaya Kang Chul sampai membeli bukunya.
Kang Chul memegang bahu Yeon Joo untuk membalikan badanya dan meminta agar tak bergerak. Yeon Joo tak percaya Kang Chul akan melakukan yang ada dibuku. Kang Chul membenarkan dan mulai merapihkan rambut Yeon Joo. Wajah Yeon Joo terlihat malu-malu lalu melihat judul bukunya ["Nyaman dan Menyenangkan"] lalu melihat gambar seorang pria yang mengikat rambut pasangannya.
“Apa Kau mempelajari buku ini?” tanya Yeon Joo, Kang Cul pikir harus belajar karena tak tahu apa-apa.
Aku 'kan harus membayar utangku  tapi aku tak tahu apapun” ucap Kang Chul, Yeon Joo merasa Belajar adalah keahliannya.
Tapi, apa kau suka seperti ini? Apa ini menyenangkan?” tanya Kang Chul, Yeon Joo dengan malu-malu mengaku sangat menyukainya.
Benarkah? Baguslah. Aneh juga. Kenapa kegiatan seperti ini menyenangkan?” ucap Kang Chul heran
Yeon Joo melihat di cermin merasa bisa tahu Kang Chul  itu dari jurusan teknik. Kang Chul binggung, Yeon Joo tahu cara Kang Chul mengikat rambutnya pasti baru pertama kalinya, Kang Chul membenarkan. Keduanya pun tersenyum bahagia. Yeon Joo merasa tak pernah menyangka Kang Chul bisa seperti ini karena belum pernah melihat sisi romantis Kang Chul.
Kang Chul meminta agar Yeon Joo memilih kegiatan mana yang ingin dilakukanya, menurutnya Jika mereka berusaha keras,  maka bisa menyelesaikan 10 kegiatan sehari. Yoen Joo menegaskan kalau ini bukan sebuah pekerjaan rumah. Kang Chul pikir yang Yeon Joo katakan kalau mereka harus melakukan kegiatan sebanyak apapun yang mereka bisa, karena tak pernah  tahu kapan mereka akan berpisah lagi.
Yeon Joo terdiam menatap sedih, keduanya saling menatap di cemin. Kang Chul meminta Yeon Joo tak menatanya seperti itu karena nanti bisa menghilang lagi, karena merasa Sepertinya ada yang salah dengan jantungnya yang mudah sekali terpengaruh. Sambil berusaha mengikat rambut Yeon Joo, meminta agar janganlah menangis atau  tiba-tiba bilang mencintainya jika ingin tinggal lebih lama denganya. Yeon Joo terdiam, akhirnya Kang Chul merasa menyerah mengikat rambut Yeon Joo karena menurutnya terlalu sulit.
Katakanlah aku berhasil melakukannya karena sudah mengikat rambutmu.” Ucap Kang Chul, Yeon Joo mengerti dengan membalikan badannya memuji Kang Chul yang berhasil mengikat rambutnya.
Apa lagi yang harus kita lakukan? Kita punya waktu sampai kita makan malam.” Kata Kang Chul, Yeon Joo menarik nafas membuka lembara buku.
Kau tidak harus membaca buku seperti itu.” Ucap Kang Chul lalu menarik Yeon Joo untuk mengikutinya dengan menarik keluar dari kamar mandi. 


Yeon Joo bertanya apa yang akan mereka lakukan, Kang Chul membanting Yeon Joo diatas tempat tidur. Yeon Joo panik apa yang akan dilakukan Kang Chul yang sudah naik ke atas tempat tidur. Pelahan Kang Chul mendekatinya, seperti ingin menciumnya. Yeon Joo menutup mata terlihat ketakutan, Kang Chul tertawa bisa mengodanya.
Akhirnya duduk disebelah Yeon Joo, dengan cepat Yeon Joo bangun dengan wajah panik. Kang Chul memberikan bahunya agar mereka segera berbaring. Yeon Joo binggung, Kang Chul pun menarik Yeon Joo untuk berbaring dibahunya, Yeon Joo terlihat kaget harus berdekatan. Kang Chul memberitahu kalau dibuku tertulis membaca bukusambil berbaring seperti sekarang ini.
Yeon Joo terlihat malu-malu, Kang Chul membuka halaman 172 dan menemukan gambar yang sama dengan yang dilakukan sekarang. Yeon Joo pikir Kang Chul itu menghafal halamannya, Kang Chul mengatakn banyak mempelajarinya dan ingin melihat apa yang lagi yang bisa mereka lakukan. Dilembaran berikutnya, Yeon Joo melihat gambar belanja bersama, Kang Chul bertanya Apa belanja bahan makanan itu menyenangkan bagi wanita

Tentu saja itu menyenangkan saat pria membawakan keranjang belanjaan si wanita dan si pria penasaran apa yang akan dimasak wanita.” Cerita Yeon Joo malu-malu. Kang Chul memutuskan mereka untuk belanja nanti lalu membuka lembaran berikutnya.
“Bagaiman Kalau mengikat tali sepatu?” tanya Kang Chul melihat gambarnya, Yeon Joo mengaku menyukai hal itu.
Kang Chul melihat lembaran berikutnya saat wanita masuk dan sang pria memeluknya dari belakang lalu menanyakan pendapat Yeon Joo, Mata Yeon Joo melihat kearah jari Kang Chul yang mengunakan cincin yang sama sebagai pasangan yang sudah menikah. Yeon Joo merasa benar-benar seperti melayang karena sangat menyukainya. Kang Chul menunjuk ke gambar selanjutnya.
Yeon Joo melihat pria yang memberikan kecupan di dahi, lalu tersipu malu. Kang Chul pikir itu mudah lalu memberikan kecupan di dahi Yeon Joo. Yeon Joo terlihat malu, lalu dengan wajah cemberut bertanya apaka Kang Chul akan membayar semua hutanganya dengan yang ada dibuku, Kang Chul bertanya kalau tak melakukan kenapa. Yeon Joo ingin lebih menikmatinya.

Kang Chul dengan senyuman mengoda mengatakan tak mungkin hanya yang ada dibuku, lalu mulai mendekat dan ingin menciumnya. Tiba-tiba Pengawal Kang masuk dan melihat keduanya langsung berbalik. Kang Chul dan Yeon Joo kaget langsung terbangun dari atas tempat tidur. Kang Chul memarahinya karena tak ketuk pintu lebih dulu, Pengawal Kang yang membalikan badanya meminta maaf karena belum terbiasa  kalau atasanya itu statusnya sudah menikah. Yeon Joo terlihat gugup mencoba mencari kesibukan. Kang Chul bertanya apa yang ingin dikatakan.
Do Yoon ingin bicara denganmu di taman yang ada atap.” Ucap Pengawal Park
Kenapa dia tidak masuk saja kemari?” tanya Kang Chul heran, pengawal Park tak tahu lalu Kang Chul pun bisa mengerti. Pengawal pun keluar dari kamar.
Yeon Joo terlihat mencoba menyibukan diri dengan membaca buku yang dibeli oleh Kang Chul, lalu bernafas lega meliat pengawal yang suda pergi. Kang Chul tersenyum melihat tingkah Yeon Joo yang gugup, lalu meminta  Tandai yang ingin dilakukan hari ini, sambil mengelus rambut Yeon Joo mengatakan kalau suka hal-hal yang dewasa saja dengan kedipan mata. Yeon Joo langsung cekukan, Kang Chul tersenyum lalu pergi keluar dari kamar. Yeon Joo merasakan hatinya itu merasakan sesuatu. 


Kang Chul masuk ke dalam lift dengan senyuman, saat pintu lift tertutup ponselnya berdering dan terlihat dilayar [Nomor Tak Dikenal] tapi akirnya Kang Chul mengangkatnya. Tiba-tiba terdengar suara misterius dan tulisan didepan pintu
[Di mana kau?]
[Bagaimana bisa kau hidup lagi?]
Kang Chul sempat terdiam lalu menekan bel untuk meminta bantuan, telpnya akhirnya terputus. Petugas lift  bertanya apaka semuanya baik-baik saja. Kang Chul yang masih binggung mengatakan semua baik-baik saja. Petugas bertanya kenapa Kang Chul menekan tombol darurat. Kang Chul mengaku salah menekan tombol. 

Do Yoon sudah menunggu dirumah kaca yang ada diatap, Kang Chul datang  meminta agar melacak nomor yang menelpnya tadi, serta Cari identitas peneleponnya, karena sepertinya ada yang aneh. Do Yoon mengerti.
Kenapa kau tidak datang ke kamarku saja?” tanya Kang Chul heran
Aku tidak bisa mengatakannya karena Yeon Joo ada di sana.” Jelas Do Yoon, Kang Chul bertanya memang ada apa. Do Yoon menyerahkan surat  Pengunduran Diri yang disimpan dalam saku jasnya.
So Hee mengajukan surat pengunduran diri. Aku menemuinya beberapa saat yang lalu dan Dia menyuruhku memberikan ini padamu.” Jelas Do Yoon 

Flash Back
Ditaman
So Hee menangis sesunggukan, Do Yoon melihat surat pengunduran diri  mengerti bagaimana perasaan So Hee sekarang tapi menurutnya So Hee harus bicara secara  pribadi dengan Presdir Kang. So Hee menolaknya karena tidak bisa melakukannya dan tidak ingin melihatnya.
Tak bisakah kau saja yang memberikannya?” ucap So Hee memohon
“Ayolah, kau 'kan tahu itu cuma pernikahan palsu.” Kata Do Yoon, So Hee bertanya pendapat Do Yoon apakah terlihat seperti itu karena menurutnya tak seperti itu.
Meski menurutmu tidak seperti itu..., jangan mencampurkan urusan pribadi dan urusan pekerjaan.” Ucap Do Yoon
Sepertinya aku tidak bisa jadi orang profesional. Aku tidak bisa  menjadi asisten pribadinya terus dan melihat wanita itu.” Jelas So Hee 

Kang Chul mengangguk mengerti dan meminta agar Do Yoon memberitahu So Hee untuk mengambil cuti beberapa hari saja setelah itu akan pergi menemuinya. Do Yoon mengerti, lalu ingin kembali bercerita sesuatu tapi terliat binggung, akhirnya ia meminta Kang Chul mencoba mendengarkan saja karena ini sangat aneh.
Flash Back
So Hee berdiri meminta maaf pada Do Yoon yang sudah berdiri didepanya,  dan mengucapkan Terima kasih untuk semuanya. Do Yoon pikir So Hee itu akan kembali. So Hee merasa Sepertinya takkan kembali dan mengajak untuk berjabat tangan.
Do Yoon pun meraih tangan So Hee, saat itu  melihat tangan So Hee tiba-tiba menghilang. Ia langsung melepaskan dan melihat tangan So Hee benar-benar menghilang. So Hee binggung, Do Yoon melihat tangan So Hee yang kembali terlihat dengan jelas dan memastikan dengan memeganganya. 

Kang Chul bingggung apa maksudnya dengan tangan So Hee yang menghilang, Do Yoon menceritakan dengan mengebu-gebu Seperti hantu dengan tangan So Hee yang tembus pandang, menurutnya  Ini tidak masuk akal tapi melihatnya dengan jelas. Kang Chul berpikir menatap Do Yoon.
Sementara Do Yoon terlihat panik karena merasa sudah gila, Kang Chul memikirkan sesuatu karena mungkin kejadiannya seperti dengan Yeon Joo yang menghilang. 

Kang Chul kembali ke penthouse, sambil membawa surat pengunduran diri. Pelayan menghampirinya bertanya apaka akan makan malam sekarang. Kang Chul meminta untuk mempersiapkan saja karena mereka akan makan malam. Pelayan memberitahu istri Kang Chul suda tertidur, Kang Chul terlihat tak percaya lalu masuk ke dalam kamarnya.
Ia melihat Yeon Joo sudah tertidur pulas dengan memeluk buku yang dibelinya, Pelayan merasa Yeon Joo itu pasti lelah. Kang Chul mengatakan  akan makan dengannya kalau Yeon Joo sudah bangun.  Pelayan khawatir Kang Chul akan kelaparan. Kang Chul mengatakan tak masalah, pelayan akhirnya keluar dari kamar. 

Kang Chul duduk disamping Yeon Joo sambil mengelus rambutnya, lalu  menarik buku yang suda banyak diberi tanda, tak percaya ternyata Yeon Joo suda membuat tanda agar mereka bisa melakukanya. Ponselnya kembali berdering dan kembali menelp dari nomor yang tak dikenal. Kang Chul terlihat dingin dan mengambil pistol yang ada dibawah bantalnya.
Ketika mengangkat ponselnya kembali terdengar suara misterius dengan tulisan di depanya.  [Di mana kau? Bagaimana kau bisa hidup lagi?] Kang Chul langsung mengangkat pistol dan siap menembaknya.
[Kau tidak bisa mati  dengan caramu sendiri.]
[Kau tahu berapa lama aku menantikan kematianmu?]
Kang Chul bertanya siapa yang menelpnya, pria misterius balik bertanya siapa dirinya, apakah Kang Chul tak mengenalnya.
[Aku yang membunuh keluargamu...di rumahmu 10 tahun silam.]
Kang Chul mengingat saat bertemu dengan Tuan Oh yang mengatakan tak ada pembunuhnya, kalau semua cuma karangan untuk membuat  karakter utamanya kuat. Ia kembali bertanya siapa pria misterius itu sebenarnya.

[Aku bilang aku yang membunuh semua keluargamu. Dengan Empat tembakan. Aku menembak mereka tepat di dahi. Aku penembak handal sepertimu. Karena itulah kau harus menemukanku.]
[Kenapa kau bersedia mati sebelum menemukanku? Kau tidak bisa mati sekarang. Ini tidak akan berakhir... sampai kau dan aku  menyelesaikan urusan kita. Sepertinya kau sudah punya keluarga baru sekarang. Jadi giliran wanita itu kali ini. Aku akan menembak dahinya, Tunggu saja.]
Kang Chul sempat melirik Yeon Joo yang berbaring di tempat tidur, lalu telp pun terputus dan tulisan yang dilihatnya menghilang. Lalu mengingat gambar dalam komik seorang pria misterius berjubah hitam lalu senyuman licik yang diperlihatkan oleh Tuan Oh saat bertemu denganya. Ia kembali melihat Yeon Joo yang terbaring di tempat tidurnya. 
bersambung ke episode 8

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Aww... Aww... mesti nunggu mggu dpn utk eps 8. serasa pengen lgsg ke hari rabu hahaha...

    BalasHapus