Jumat, 05 Agustus 2016

Sinopsis W Two Worlds Episode 6 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Soo Bong langsung masuk terburu-buru saat pintu rumah Oh terbuka, Yeon Joo sedang sibuk mengeluarkan barang-barang ke luar rumah, berpikir Soo Bong datang ingin mengambil barang memberitahu belum semua dikemas olehnya. Soo Bong mengatakan bukan itu tujuanya lalu menyuruh Yeon Joo untuk mendekatinya.
Aku ditelepon polisi. Mereka bilang menemukan  mayat tenggelam beberapa hari lalu dan sepertinya sudah sekitar satu bulan sejak orang itu meninggal. Mereka baru menemukannya sekarang karena mayat itu terjerat dalam rumput laut.” Cerita Soo  Bong sedikit berbisik
Waktu kematiannya hampir sama,  dan tempat mereka menemukan mayat itu dan juga dekat Jembatan Sungai Han. Deskripsi penampilannya juga... Kurasa dia pasti Kang Chul.” Kata Soo Bong
Yeon Joo terdiam seperti shock, Soo Bong menyadarkan menyuruh untuk segera pergi dan tak perlu menunggu lagi. Yeon Joo mengangguk, Soo Bong mengatakan mereka harus cepat karena pihak polisi akan segera  mengkremasinya. Tuan Oh melihat dari kaca kalau anaknya pergi bersama Soo Bong terlihat terburu-buru. 

Di dalam mobil
Yeon Joo hanya diam dengan mengigit kukunya dengan menatap ke jendela seperti masih kebingungan. Soo Bong berpikir bagaimana jika memang benar kalau mayat yang ditemukan polisi itu adalah Kang Chul. Yeon Joo hanya bisa menghela nafas dan benar-benar gelisah.
Aku minta polisi mengabariku kalau terjadi sesuatu,  tapi meski itu Kang Chul pun,  kita tidak bisa mengambil alih tubuhnya. Apa yang akan kita katakan  jika mereka bertanya dia siapa? Jadi Kita biarkan saja dia sebagai orang tak dikenal. Kita tidak bisa menguburnya  atau tidak juga mengkremasinya.” Kata Soo Bong ikut binggung, Yeon Joo memejamkan matanya seperti tak bisa memikirkan apapun lagi.
Polisi pun bertanya apakah Soo Bong itu teman dari Tuan Park, Soo Bong mengaku kalau teman dari Tuan Park. Polisi pun mengajak mereka pergi ke kamar mayat.

Salah seorang polisi mengelurkan dalam kotak mayat yang mereka temukan. Soo Bong yang berdiri di samping Yeon Joo terlihat tegang.
Karena ini musim panas dan sudah cukup lama, jadi ini sudah membusuk. Mungkin sulit melihat mayatnya. Kalau kau tidak kuat mau melihatnya,  maka kau bisa baca dokumennya saja.” Jelas Polisi
Aku adalah seorang dokter, jadi Tak masalah. Tunjukkan saja padaku.” Kata Yeon Joo
Polisi pun siap membuka kain penutup mayat, Soo Bong langsung menjauh dan langsung muntah karena bau busuk. Sementara Yeon Joo mengamatinya dengan benar-benar tubuh si mayat, Polisi bertanya apakah pria yang dicarinya mengunakan pakaian yang sama. Yeon Joo mengatakan tidak karena Orang ini pakai cincin sementara orang itu tak pakai cincin. Polisi kembali menyakinkan kalau pria yang hilang itu tidak mengenakan cincin . Yeon Joo yakin bukan orang itu yang mereka cari.

Yeon Joo menyiapkan makanan untuk ayahnya, Tuan Oh melihat anaknya tak ikut makan. Yeon Joo beralasan tidak nafsu makan dan akan makan kalau memang lapar. Tuan Oh menasehati agar Yeon Joo  harus makan dengan teratur. Yeon Joo tahu tapi ia sudah biasa tak makan tepat waktu sejak mulai kerja di rumah sakit.
Kau dan Soo Bong tadi pergi kemana? Sepertinya kau bukan pergi belanja.” Ucap Tuan Oh, Yeon Joo sempat terdiam melihat ayahnya yang makan dengan lahap. 
Polisi menelepon dan bilang mereka menemukan mayat tenggelam. Tapi ternyata bukan dia. Kenapa kita tidak bisa menemukannya? Sudah lebih dari satu bulan sekarang. Sepertinya dia kembali ke webtoon  saat dia meninggal. Bukankah begitu? Dia dari webtoon dan pasti telah kembali kesana.” Kata Yeon Joo terdengar seperti khawatir

Entahlah... Aku juga tidak tahu.” Ucap Tuan Oh seperti tak peduli lagi, Yeon Joo mengatakan ingin menanyakan sesuatu pada ayahnya.
Jika memang begitu  akhir cerita webtoon-nya..., lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa dunia di dalam webtoon itu berakhir begitu saja Atau apa mereka melanjutkan hidup mereka di dalam dunia itu?” tanya Yeon Joo, Tuan Oh hanya bisa diam dengan wajah tertunduk.
Akhir cerita selalu sama dalam dongeng yaitu "Mereka hidup bahagia selamanya." Apa menurutmu mereka  hidup bahagia sampai mereka mati Atau apa mereka tak hidup lagi karena webtoon itu sudah tamat?” kata Yeon Joo terdengar penasaran

Sang Ayah menaruh sumpitnya lalu menatap anaknya, bertanya apakah Yeon Joo ingin menggambar lagi dan menghidupkan Kang Chul. Yeon Joo mengelengkan kepalanya tak perlu harus seperti itu. Tuan Oh menjelaskan punya alasan kenapa tidak bisa melakukannya dan kenapa tidak akan melakukannya.

 Flash Back
Tuan Oh menceritakan sebelumnya polisi datang menemuinya minggu lalu saat Yeon Joo sdang tidak ada di rumah. Polisi menaruh layar komputer yang sudah rusak diatas meja, Tuan Oh melihat layar komputer yang udah rusak
Kami menemukannya di atap sebuah motel  dan menyimpannya sebagai bukti..., tapi kami menutup penyelidikan ini. Kami sengaja membawanya ke sini karena  mungkin kau membutuhkannya.” Jelas Polisi

Mereka membawa komputer yang ku tinggalkan di motel. Sepertinya polisi pergi ke motel  dan menyimpannya sebagai bukti. Mereka membawanya kembali karena polisi sudah menutup penyelidikan ini.Cerita Tuan Oh mengingat komputer yang sengaja dirusaknya saat di hotel karena tak berhasil membuat Kang Chul mati.
Yeon Joo mengaku baru tahu hal itu, Tuan Oh dengan wajah tertunduk menceritakan ketika pulang ke rumah berpikiran ingin menghidupkan Kang Chul lagi. Yeon Joo mengangkat tak percaya, Tuan Oh masih mengingat mata Kang Chul yang sangat marah saat menembaknya.
Dia tidak menembakku dengan benar...meskipun dia tidak pernah meleset satu inci pun dari sasaran. Dia tidak bisa membunuhku langsung di tempat. Aku sangat mengenal Kang Chul lebih dari siapapun.

Flash Back
Tuan Oh masuk ke dalam ruang kerjanya melihat layar komputernya dengan gambar Kang Chul yang tenggelam dan tertulis [Tamat] lalu mengambil penanya, ingin menghapus tulisan tapi tak bisa dihapus.
Sejak dia memberikanku kesempatan untuk hidup..., kupikir aku harus melakukan hal yang sama padanya. Tapi...aku tidak bisa mengubahnya. Aku menyerah.
Yeon Joo bertanya kenapa tak bisa diubah, Tuan Oh juga tak tahu,  menurutnya ia dan Kang Chul itu sama-sama saling mengkhianati. Mungkin mereka tidak bisa mengubahnya kembali, dan Sepertinya apa yang digambarnya takkan berhasil lagi. Yeon Joo bisa mengerti. Tuan Oh menegaskan Itulah alasan ia tidak bisa menggambar Dan tidak mau menggambarnya meski anaknya memohon padanya.

Apa kau tahu kenapa kau selalu terseret ke webtoon itu?” tanya Tuan Oh, Yeon Joo mengatakan tak tahu.
Sepertinya aku tahu sekarang. Aku menyadarinya ketika aku melihat  dia meninggalkan surat untukmu. Kau menjadi salah satu karakter utama  webtoon itu. Dengan kata lain, kau menjadi  tokoh utama wanita Karena itulah aku harus mengakhirinya di sini.” jelas Tuan Oh.
Kau itu orang sungguhan. Kau putri Ayah dan putri ibumu. Bukankah begitu?” ucap Tuan Oh, Yeon Joo membenarkan dengan wajah tertunduk sedih. Tuan Oh pikir Begitulah akhir cerita dari W lalu kembali makan dengan lahap. Yeon Joo hanya bisa menatap ayahnya yang terlihat berbeda. 


Yeon Joo mencuci piring sendirian wajahnya terlihat sedih sambil bergumam
Tapi... Sebenarnya akhir ceritanya seperti apa?  Apa So Hee menemukan mayatnya dan mengadakan upacara pemakaman untuknya?” Yeon Joo membayangkan tubuh Kang Chul yang masih ada di dalam sungai Han.
Atau dia masih mengambang di air yang dingin? Dia akan melayang selamanya tanpa henti... dan sendirian. Air mata Yeon Joo pun mengalir memikirkan keadaan Kang Chul. 

Airport Incheon
Tuan Oh berjalan dengan tiga orang temanya seperti ingin pergi bersama,s salah satu temanya mengajak mereka minum kopi dulu karena masih ada waktu sebelum tinggal landas. Tuan Oh pikir mereka bisa minum kopi nanti saat ada dipesawat.
Yeon Joo menelp ayahnya, Tuan Oh memberitahu mereka sudah sampai di bandara dan akan berangkat sekarang. Yeon Jo berpesan agar Ayahnya berhati-hati lalu menelpnya kalau sudah sampai, karena tahu butuh waktu 12 jam ayahnya sampai ditempat tujuan. Ia memperingatkan ayahnya untuk tak minum setegukpun dan akan menelp temanya juga mengingatkan, serta  Jangan lupa minum obat. Tuan Oh mengerti
Prof Park datang mendengar Yeon Joo yang sedang berbicara dengan ayahnya. Yeon Joo pun segera menutup telpnya. Prof Park bertanya  apakah ayahnya itu aan pergi ke suatu tempat, Yeon oo memberitahu ayahnya mau ke Selandia Baru.
“Apa Dia mau pergi perjalanan jarak jauh? Itu Tak baik bagi kondisinya.” Kata Prof Park
Aku tidak bisa melarangnya Dan dia tidak kesana bukan untuk jalan-jalan. Dia ke sana untuk beristirahat. Temannya tinggal di sana.” Jelas Yeon Joo
Prof Park mengerti lalu melihat Yeon Joo akhirnya keramas juga, Yeon Joo bingung. Prof Park melihat baju yang dipakai Yeon Joo dengan membuka sedikit jasnya. Yeon Joo binggung apa sedang dilakukan seniornya itu.  Prof Park mengajak mereka segera pergi makan diluar. Yeon Joo menolak karena tidak lapar sama sekali. Prof Park tak mau tahu menyuruh Yeon Joo menemuinya di Lobby lima menit lagi dengan pakai lipstik dan juga parfum. Yeon Joo heran apa sebenarnya yang sedang diakukan Prof Park itu. 

Yeon Joo menuruni tangga dengan cepat mengikuti Prof Park mengatakan  tidak bisa karena sebelumnya tak bilang dari awal jadi mana mungkin untuk kencan buta sekarang. Prof Park duduk dimeja yang sudah dipesanya memberitahu status Yeon Joo itu cadangan jadi cadangan harus siap sepanjang waktu. Yeon Joo membela diri tidak mau jadi cadangan.
Kau 'kan tidak punya pacar. Aku sudah tanya yang lain ternyata beberapa orang tidak memiliki pacar. Tapi cuma kau yang sudah keramas Karena itulah kau jadi cadangan jadi Anggap saja dirimu beruntung.” Komentar Prof Park, Yeon Joo mengeluh kalau Sia-sia saja keramas hari ini.
Kenapa juga aku keramas? Aku biasanya tak pernah keramas.” Keluh Yeon Joo kesal, Prof Park menyuruh Yeon Joo berhenti mengomel dan duduk. Yeon Joo menuruti perintah atasanya.
Sudah berapa lama terkahir kalinya kau kencan buta?” tanya Prof Park, Yeon Joo pikir Sekitar enam bulan
Ya ampun.... Ayahmu merasa tak enak padamu makanya dia banyak menulis cerita romantis di akhir karya webtoonnya. Bukankah begitu? Dia ingin kau  mendapat kepuasan hati.” Komentar Prof Park , Yeon Joo pikir seperti itu
Prof Park melihat temanya sudah datang, Yeon Joo langsung menengok wajahnya tersenyum melihat ternyata teman kencan butanya kali ini pria tampan, seperti seorang eksekutif muda. Wajahnya langsung berubah melihat sosok pria dibelakangnya dengan kacamata dan terlihat aneh tersenyum pada Prof Park. Prof Park bertanya apakah Pria itu tampan. 

Yeon Joo mengeluh dianggap tampan darimananya, Prof Park membanggakan temanya itu sangat jantan, sebagai mahasiswa hukum lulusan Terbaik, menurutnya jarang ada pria yang tinggi, tampan dan cerdas dalam satu paket, jadi pria itu punya satu kelebihan yaitu  sangat pintar. Yeon Joo dengan wajah lesu merasa  Mungkin memang ada pria yang memenuhi tiga kriteria itu. Dengan percaya dirinya Prof Park merasa yang dimaksud Yeon Joo itu dirinya.
Temanya pun akhirnya datang menyapa, Prof Park bergeser agar temanya bisa duduk tepat didepan Yeon Joo. Saat melihat wajah Yeon Joo yang cantik, si pria pintar langsung terkesima. Prof Park memperkenalkan Yeon Joo sebagai dokter residen bedah jantung dan menyuruh temanya untuk memperkenalkan diri sekarang. Pria untuk memperkenalkan namanya  Kim Poong Oh dengan berdiri lalu mengulurkan tangan.
Yeon Joo sedikit berdiri hanya menjabat sedikit tangan Poong Oh, tanpa malu-malu Poong Oh langsung mengatakan kalau Yeon Joo itu adalah wanita tipenya. Prof Park mengejek Standar temanya itu sangat rendah. Jadi sangat mudah  memperkenalkan seorang gadis padanya, lalu membanggakan temanya itu  juga rendah hati. Yeon Joo berusaha tertawa walaupun terdengar terpaksa.
Poong Oh melihat Yeon Joo itu terlihat sangat senang sekali. Prof Park menceritakan tak pernah melihat Yeon Joo yang tersenyum sumringah sebelumnya. Ponsel Yeon Joo berbunyi, Suk Bum mengirimkan pesan Apa keramas itu ibarat  menang lotere atau kalah lotre? Yeon Joo pun pamit untuk pergi ke kamar mandi lebih dulu. Poong Oh berkomentar Yeon Joo itu cantik, Prof Park yang sok tahu merasa Yeon Joo itu menyukai temanya juga. Poong Oh juga merasa hal seperti itu. 

Yeon Joo pergi ke toilet sambil menelp Suk Bum memberitahu kalau ia kalah lotere. Suk Bum sudah tahu pasti hasilnya seperti itu. Yeon Joo merasa si anjing Gila Prof Park memang sudah gila sungguhan, lalu tiba-tiba tersadar Karena kencan buta ini maka akan bekerja keras mulai sekarang. Dan mulai berniat sekarang.
Ia pikir sudah lama tidak berkencan, Suk Bum membenarkan karena Yeon Joo itu sudah terlalu sibuk  jadi anak penurut. Yeon Joo mengatakan kalau dirinya akan bekerja sampai saat kalah lotere lalu mengingatkan Suk Bum itu juga punya sebuah tugas, yaitu harus mengatur kencan buta dengan satu orang seminggu selama satu bulan.
Memangnya aku berhutang padamu? Mana bisa aku memperkenalkan satu orang padamu selama seminggu? Aku terlalu sibuk.” Kata Suk Bum, Yeon Joo tiba-tiba merasakan telpnya seperti terputus begitu juga Suk Bum memanggil “Hallo” tapi tak ada sahutan. 

Yeon Joo melihat sekeliling lalu tiba-tiba badannya seperti tenggelam dalam air, matanya masih terbuka dan berusaha untuk berenang sampai ke permukaan Lalu matanya melihat sosok Kang Chul yang tenggelam. Akhirnya ia mencoba berenang untuk mendekat sampai ponselnya harus terlepas dan hanyut.
Perlahan Yeon Joo mulai mendekat berusaha meraih tangan Kang Chul, tapi tubuh Kang Chul malah semakin menjauh dan terdorong lebih dalam. Yeon Joo hanya bisa terdiam dengan menahan tangisnya karena tak bisa menolong akhirnya memutuskan untuk keluar dari sungai.
Yeon Joo kembali berdiri didepan wastafel dengan rambut dan badannya sudah basah kuyup setelah berenang di sungai Han. 

Poong Oh sedang berbicara dengan Prof Park kalau sudah membaca komiknya dan baru mengetahui Oh Yeon Joo. Prof Park memberitahu  Yeon Joo tu t anak dari Tuan Oh dan menggunakan nama putrinya sebagai tokoh dalam komik. Poong Oh berkomentar kalau ini semua memang Luar biasa.
Dia sangat beruntung, tadinya Dia takkan pernah terselamatkan. Tapi dia cukup beruntung  sudah bertemu dokter hebat. Kalau bukan karena aku...” kata Prof Park membanggakan diri lalu kaget melihat Yeon Joo datang dengan basah kuyup.
Kenapa rambutmu? Apa yang terjadi denganmu?” tanya Prof Park binggung
Yeon Joo meminta agar meminjam ponselnya, Prof Park binggung ada sebenarnya dengan anak buahnya. Yeon Joo kembali meminta agar meminjamkan ponselnya. Poong Ho pun memperbolehkan menggunakan ponselnya. Prof Park bertanya apakah Yeon Joo tersiram air atau Pipa airnya meledak. Yeon Joo membuka webtoon dan melihat dibagian bawah  [Bersambung] akhirnya mengembalikan kembali ponselnya dan mengucapkan terimakasih lalu pergi.
Prof Park berteriak memanggil kemana Yeon Joo akan pergi, Yeon Joo terus berlari dengan basah kuyup pergi ke suatu tempat beberapa orang yang sedang duduk melihat Yeon Joo yang berjalan dengan pakaian yang basah dari ujung kepala sampai kaki. 

Di sebuah ruangan
Terdengar suara wanita yang menyanyi dengan gaya seriosa, Soo Bong duduk dengan menyumpal telinganya dengan kapas. Wanita itu dengan memegang cookies melihat ke layar monitor lalu memanggil Soo Bong untuk mengambar matanya lebih besar lagi.
“Nyonya... Kalau matanya lebih besar lagi,  nanti matanya lebih besar dari wajahnya. Lebih baik hidungnya saja yang lebih besar...” saran Soo Bong memperlihatkan karakter wajah komiknya sudah terlihat matanya yang sangat besar.
“Kau Diam saja, Aku tidak suka itu. Karakter dalam pekerjaanku  harus punya mata yang besar seperti cookies ini. Mataku tidak dapat melarikan diri dari dunia emosi Jadi Teruslah menggambar.” Tegas Si Nyonya.
Tetap saja, bukankah lebih baik  hidungnya saja yang lebih besar?” komentar Soo Bong, lalu terdengar suara ketukan pintu si Nyonya akan membuka pintu dan tetap menyuruh Soo Bong untuk mengambar matanya sebesar cookies yang di pegangnya. Soo Bong berusaha membandingkan cookies dengan gambarnya di komputer menurutnya kalau wanita itu sudah gila. 

Yeon Joo bertanya apakah Soo Bong ada didalam lalu langsung menyelonong masuk, Soo Bong menahan tawa berpikir Yeon Joo itu kehujanan, Yeon Joo menarik Soo Bong untuk bicara diluar. Soo Bong berteriak pada bosnya kalau akan segera kembali lagi nanti.
Di depan apartment, Soo Bong bertanya ada apa dan meminta Yeon Joo segera melepaskan tanganya, melihat Yeon Joo yang basah kuyup lalu menjerit dugaanya kalau sudah menemukan mayat Kang Chul. Yeon Joo mengeleng memohon agar Soo Bong untuk selamatkan Kang Chul menurutnya Sepertinya bisa diselamatkan.
Apa maksudmu? Bukankah ini sudah berakhir?” ucap Soo Bong binggung
Waktunya belum berlalu tapi Waktunya berhenti. Kata "Tamat" artinya waktu berhenti  di adegan terakhir. Dia masih di sungai sekarang.” Cerita Yeon Joo, Soo Bong bertanya darimana Yeon Joo bisa tahu itu.
Aku melihatnya..... Aku melihatnya di dalam air beberapa saat yang lalu.” Kata Yeon Joo
“Ahh..  Kau melihat di air rupanya.” Ucap Soo Bong menjerit kaget melihat rambut Yeon Jo yang masih basah. 

Soo Bong dan Yeon Joo masuk ke dalam rumah, Soo Bong berbicara di telp kalau baru saja melihatnya tapi tak tahu menahu karena tidak bisa menghubungi Tuan Oh dan memastikan kalau bukan bagian editor yang mengubahnya. Seorang editor wanita tak tahu karena tak mengerjakan tugas itu dan memberitahu Editor Park sedang berlibur, tapi pembaca masih terus menelepon dan memposting pesan lalu bertanya apa yan harus dilakukanya. Komentar dalam webtoon terus terlihat
“Apa Webtoon-nya berlanjut? Apa aku salah baca?”....  Daebak... Aku tak sabar baca kelanjutan ceritanya.”... 
Aku tidak mau akhir cerita ekstrim lagi.”...  Apa penulisnya sudah sadar?  Hidupkan Kang Chul lagi.
Kau pasti sudah berkaca diri, tuan  Oh.< Aku percaya padamu terlepas dari apa yang dikatakan orang lain. Kau pasti bisa.
Yeon Joo sibuk mengeluarkan komputer dari ruangan ayahnya, Kang Chul pikir tak mungkin karena tuan Oh sedang pergi ke Selandia Baru, jadi akan menghubunginya besok pagi kalau sudah sampai di Selandia, karena sampai sekarang belum menghubunginya. Yeon Joo memberitahu sudah memperbaiki layar komputer milik ayahnya jadi Soo Bong bisa mengambar dari komputer itu. 

Soo Bong menyakinkan kalau bukan Tuan Oh yang melakukan semuanya, Yeon Joo menyakinkan ayahnya itu sedang ada di pesawat jadi tak mungkin bisa mengambar bahkan ayahnya bilang tidak bisa mengubah ceritanya. Soo Bong mencoba menyimpulkan kalau tulisan "Tamat"-nyaberubah menjadi "Bersambung" tapi menurutnya itu kenapa bisa terjadi. Yeon Joo juga tak tahu.
Aku tidak bisa memahaminya, padahal cerita ini sudah tamat. Karakter tidak terbunuh tanpa adanya konteks. Dia rela membunuh dirinya sendiri..., tapi kenapa ceritanya tidak tamat?” kata Soo Bong binggung
Pasti ada alasan kenapa webtoon-nya tidak bisa tamat sekarang.” Ucap Yeon Joo, Soo Bong menatap dengan mata melotot bertanya apa alasan cerita itu tak bisa tamat. Yeon Joo pun memikirkan alasanya. 

Dua pria sedang bersepeda malam hari di pinggir jembatan sungai Han, lalu melihat sosok pria dengan jubah hitam dan bersepatu boots berdiri diatas jembatan. Salah seorang pria sadar lalu menunjuk ada orang dan berpikir pria itu akan melompat bunuh diri.
Pria satunya berpikir tak mungkin lalu mengajak untuk segera mendekat, Akhirnya keduanya mendekat dengan terbata-bata si pria bertanya apa yang dilakukan pria itu karena sangat berbahaya. Si pria membalikan badanya tak terlihat wajahnya, seperti memberikan jurusnya. 

Yeon Joo sibuk menyalakan komputernya, Soo Bong kesal ingin tahu kenapa alasan ceritanya itu belum tamat. Yeon Joo menjerit kesal memberitahu kalau alasanya itu tidak penting tapi Menyelamatkan Kang Chul yang terpenting.
Ini berarti kita harus menyelamatkan  karakter utama. Dia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, jadi webtoon-nya tidak bisa berlanjut. Selain itu Dia juga tidak mau kembali hidup jadi Karena itulah kita harus menyelamatkannya.” Kata Yeon Joo memohon, Soo Bong binggung melihat tingkah Yeon Joo.
Waktunya tidak berjala dan  Waktunya berhenti pada saat terakhir, jadi apa pun bisa terjadi. Jadi Sekarang Dengarkan aku” ucap Yeon Joo sambil berpikir, Soo Bong melipat tangan di dadanya.
Kita harus menggambar  perahu polisi di adegan pertama. Sebuah Perahu polisi melewati  Jembatan Sungai Han.. “ jelas Yeon Joo membayangkan sebuah perahu yang melintas dibawah jembatan sungai Han
Gambar juga seorang penyelam di atas kapal. Jika penyelam langsung melompat, jadi dia bisa diselamatkan Kematiannya tidak bisa dikonfirmasi.  Kita hanya bisa melihatnya di dalam air , jadi kita bisa membangunkannya. Kita bisa berasumsi bahwa dia belum mati.” Ucap Yeon Joo penuh semangat
Tunggu sebentar.... Kau tidak menyuruhku menggambar, 'kan?” kata Soo Bong menanyakan.
Yeon Joo mengatakan cuma Soo Bong  yang bisa menggambar sambil memegang tanganya memohon. Soo Bong menolak menurutnya  Sepertinya itu takkan berhasil jadi tidak bisa melakukannya, karena semua ini  pekerjaannya Tuan Oh. Ia tahu gambarnya bisa mirip tapi gambar milik Tuan Oh tak akan bisa sama dengan miliknya.
Aku sudah bilang berkali-kali bahwa ada perbedaannya..., jadi bujuklah tuan Oh waktu dia pulang nanti.” Tegas Soo Bong menolaknya,
Ayah tidak akan mau melakukannya. Ayah tidak akan pernah menggambar meski aku memohon padanya. Dia takut aku terseret lagi.” Cerita Yeon Joo, Soo Bong setuju dengan hal itu.
Kau barusan kembali dari Sungai Han, 'kan? Aku tidak harus menggambar lagi karena Kau terakhir kali sudah melarikan diri dari penjara.” Ucap Soo Bong tetap menolaknya.
Bukan itu masalahnya sekarang. Tak bisakah kau memahamiku sekali saja? Tak ada yang penting selain menyelamatkan Kang Chul.” teriak Yeon Joo kesal. Soo Bong hanya meliriknya. 

“Yah... memang Benar.... Memang benar Kang Chul menembak Ayah dan itu tidak bisa dimaklumi. Memang benar bahwa webtoon sialan ini harus tamat dan Memang benar aku juga  tidak boleh terseret lagi tapi Ayah masih hidup. Kondisinya jauh lebih baik dan dia jalan-jalan bersama teman-temannya. Bahkan Kau dan aku baik-baik saja seolah tidak ada yang terjadi.” Jelas Yeon Joo
“Lalu bagimana dengan Pembaca? Mereka akan marah untuk sementara ini saja. Lagipula, dia hanyalah karakter webtoon. Namun, Kang Chul sendirilah yang telah menyalahkan dirinya menjadi seorang pembunuh dalam sungai itu dan sudah dua bulan lebih berlalu. Bukankah itu kejam?” ucap Yeon Joo menahan tangisnya. 
Soo Bong melirik Yeon Joo sudah berkaca-kaca. Yeon Joo melihat kalau semua ini terjadi karena dirinya. Soo Bong kebinggungan, Yeon Joon ingin Soo Bong untuk menyelamatkan Kang Chul terlebih dahulu dan memohon dengan sangat. Soo Bong menghela nafas panjang menurutnya  , sepertinya itu takkan berhasil meski menggambarnya karena ia bukan tuan Oh.
Yeon Joo menyakinkan Soo Bong yang sudah berkerj adengan ayahnya  selama tiga tahun dan didepanya itu komputer milik Ayah jadi semuanya dimulai darisini. Soo Bong melirik kesana kemari sampai akhirnya setuju akan mencobanya. Yeon Joo duduk dibelakanganya melihat Soo Bong mulai mengambil penanya. 


Kang Chul terlihat masih tenggelam di sungai Han, jam sepuluh lewat 10 menit, Yeon Joo terus gelisah menatap jam dinding. Soo Bong memijat kepalanya melihat gambar skesta perahu penyelamat tapi tidak berhasil juga. Akhirnya Soo Bong menyerah dengan wajah kesal karena Sudah satu jam aselesai menggambar, tapi tidak ada yang terjadi.
Jika itu berhasil,  harusnya ada yang berubah seperti adegan berikutnya tergambar sendiri atau apalah. Apa kubilang aku tidak bisa melakukannya. Ini bukan pekerjaanku dan Aku hanya asistennya. Kalau ini berhasil jika  digambar oleh orang lain..., pasti webtoon itu berlanjut sendiri dengan keinginan pembaca. Minta bantuan Tuan Oh saja kalau dia sudah pulang.” Ucap Soo Bong
Ayah tidak mau melakukannya apalagi kalau dia tahu apa yang terjadi hari ini.” kata Yeon Joo tertunduk sedih
Noona Tidak ada solusi lain, kalau Bukan Tuan Oh yang menggambarnya. Sekarang Aku mulai kelelahan.” Ucap Soo Bong lalu mencari-cari makanan didapur. 

Yeon Joo tertunduk sedih karena Ayahnya pasti  tidak akan mau melakukannya. Soo Bong melihat ada ramyon dan menawarkan Yeon Joo untuk membuatnya sekalian. Yeon Joo hanya tertunduk diam, Soo Bong mengeluh karena Yeon Joo tak marah sampai tak menyahutinya padahal sudah menggambar sesuai permintaannya.
Tiba-tiba sedang sesuatu yang bersuara keras, Soo Bong berjalan mendekati Yeon Joo seperti tertunduk dengan mata tertutup. Yeon Joo mengatakan tak ingin makan ramyon. Soo Bong mengatakan bukan tentang ramyeon lalu bertanya apakah masih ingat
Sepertinya aku sudah lama dengar dari Tuan Oh. Mengenai W... Apa kau...” ucap Soo Bong lalu terhenti 

Dalam dunia komik
Ruang kunjungan di dalam penjara terlihat sudah gelap, penjaga sedang berpatroli dan terlihat Yeon Joo yang tergeletak dilantai. Polisi pun menemukan memberitahu kalau tahanan yang abur dari penjara ada di dalam. Yeon Joo terbangun dengan menutup matanya yang terasa silau.
Kang Chul melompat dari sungai Han, sebuah perahu yang sedang melintas melihat sesuatu yang jatuh ke air setelah itu penyelam pun masuk ke dalam air menarik Kang Chul ke permukaan. Terlihat Kang Chul tertidur dikamarnya dan langsung bangun dengan wajah kaget, seperti merasakan mimpi buruk.
Ia melihat tangan dan bajunya sudah berganti lalu menatap kearah lain, Polisi yang berjaga memperingatka Yeon Joo untuk tak bergerak. Yeon  Joo melihat kalau kembali lagi ke dunia Manghwa, senyum lebarnya pun terlihat karena bisa bertemu lagi dengan Kang Chul.
bersambung ke episode 7

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


3 komentar:

  1. Wahhhh...jd g sabar ma lanjutannya...jgn bosrn2 yh mimin...smngat trusss

    BalasHapus
  2. Waduh, ceritanya ga bs di tebak. speechless deh.. aku ikut aja apa yg diinginkan penulisnya.. haha..
    semangat mba dee... gomawa...

    BalasHapus
  3. Kadang aku baca sinopnya dulu, terus nonton streaming.... tapi barusan nonton streaming dulu terus baca sinopnya lagi.... hehehehe biat puas liat kang chul nya 😍😍😛

    BalasHapus