Selasa, 02 Agustus 2016

Sinopsis Doctors Episode 13 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS

Hye Jung menangis sendirian saat ayah dan ibunya bertengkar didepan rumah. Ji Hong pun menangis sendirian dirumah sakit ketika ayah dan ibunya itu pergi. Hye Jung memeluk foto nenek yang paling disayangi dengan menangis sendirian, Ji Hong remaja menemukan sosok ayah baru sebagai penganti ayah kandung yang sangat perhatian padanya.
Di malam itu, Hye Jung mengeluarkan keberaniannya memeluk Ji Hong dari belakang sebelum meninggalkan rumahnya.
“Memiliki sebuah hubungan adalah terbentuknya kisah  antara pria dan wanita. Itu mengenai seberapa besar mereka menerima satu sama lain di saat sekarang atau masa lalunya.  Dan itu adalah kunci dari berkencan”

Dokter Pi menguap sambil mengangkat tanganya, Perawat Hyun yang duduk disampingnya pun ikut menguap lalu keduanya saling menatap kaget. Dokter Pi tersenyum lalu melihat perawat Hyun pasti lelah. Perawat Hyun membenarkan. Dokter Pi mengeluh sudah bertugas selama seminggu tanpa libur. Perawat Hyun merasa Dokter Kang itu keterlaluan.  Dokter Pi pikir  Bukan hal baru diperlakukan seperti ini. Hye Jung pun datang
Dokter, apakah sudah selesai operasi ?” tanya Perawat Hyun menyapa
Ya, bagaimana kondisi mental Lee Hyejung ?” ucap Hye Jung, Dokter Pi menjawab Pasien merasa mengantuk.

Hye Jung melihat ponselnya yang bergetar. Dokter Choi menelp  memberitahu ada pasien di IGD, menjatuhkan sumpitnya saat makan lalu pingsan dengan Kondisi CT menunjukan ada pendarahan epidural dan Kondisi mentalnya sedang kebingungan saat ini.
Apa belum lama ini dia menabrak sesuatu ?” tanya Hye Jung
Ia jatuh dari sepeda 3 minggu lalu dan suka minum alkohol.” Jelas Dokter Choi
Minta Kyung Joon datang dan menyiapkan ruang operasi. “ kata Hye Jung, Dokter Choi mengerti. Setelah itu Hye Jung beranjak pergi, dokter Pi pun memberi semangat agar Hye Jung bisa berkerja keras. 


Hye Jung pergi menuju lift, saat itu wajahnya tersenyum dan menelp sang pacar. Ji Hong yang sedang ada dirumah mengangkatnya, Hye Jung bertanya apa yang sedang dilakukan pacarnya. Ji Hong malah balik bertana apakah ia ingin datang ke rumah sakit. Hye Jung tersenyum karena hanya bertanya sedang apa, lalu memberitahu sedang ada didalam lift jadi telpnya pasti akan putus.
Ji Hong pun melihat ponselnya yang mati, lalu melihat ada pesan suara masuk. Ia mendengar suara Hye Jung yang bicara di telp “Tapi, kenapa tidak tanya untuk kedua kalinya ? Kau memintaku untuk berkencan? Jawabanku "yes", "yes" lalu panik karena ternyat terekam dan ingin mencoba menghapusnya. Ji Hong tersenyum karena dengan keceroboah Hye Jung maka memberikan jawabanya. 

Hye Jung sedang melakukan operasi meminta  “Elevator.”  Disampingnya terlihat Dokter Kang yang menjadi asistenya. Hye Jung meminta “Retractor.[instrumen bedah yang digunakan untuk menahan organ atau tepi sayatan.] lalu meminta irigasi. Dokter Kang yang terlihat memejamkan matanya tak mendengar perintah. Hye Jung sedikit menaikan suaranya meminta irigasi.
Dokter Kang pun tersadar dengan membuka matanya, Hye Jung bertanya jam berapa ia tidur. Dokter Kang pun meminta maaf. Hye Jung menyindir mau di bantu untuk tidur  selamanya dengan menguburnya. Dokter Kang pun menyiramkan air, Hye Jung menyuruhnya Keluar.  Dokter Kang binggung, Hye Jung menegaskan Dokter Kang untuk keluar sebelum berubah pikiran karena akan menyelesaikan sendiri. Dokter Kang pikir tak perlu.
Hye Jung pun mulai menghitung, akhirnya Dokter Kang menurut lalu keluar dari ruang operasi untuk beristirahat dan mengucapkan terimakasih. Hye Jung pun melanjutkan operasi dengan meminta Tang bipolar. 

Seorang pria pengantar makanan datang menyapa semua dokter karena pesanan makanan mereka tiba. Dokter Ahn menjerit bahagia lalu mengusur semua buku dan meminta untuk segera menaruh diatas meja. Si pria pun dengan senyuman bahagia menaruh semua makanan, mengatakan Dokter Ahn Joong Dae, paling suka padanya. Dokter Ahn pikir sudah pasti. 
Dia bukannya suka ahjushi tapi Dia suka pada makanan ini” kata dokter Choi, Si pria tersenyum, Dokter Ahn pun memberikan uangnya. Si pria pun mengucapkan terimakasih dan mengucapkan selamat makan.
Sebelum keluar si pria terlihat kebinggungan lalu akhirnya memilih untuk berjalan pergi. Dokter Kang yang baru masuk ruangan, sama-sama kaget melihat ada orang didepanya. Si pria menyapa dokter Kang dengan ramah, Dokter Kang yang melotot akhirnya membalas dengan sapaan ramah juga dan buru-buru masuk mengomel karena juniornya memesan makanan tanpa memberitahunya lebih dulu.

Si pria akhirnya memilih untuk menutup pintu dan berjalan mendekati para dokter meminta izin apakah boleh bertanya satu pertanyaan. Dokter Ahn menjawab kalau boleh juga bertanya dua pertanyaan dengan senyuman bahagia. Si pria mengaruk kepalanya sebelum bicara.
Ada anak laki-laki usia 7 tahun.  Saat dia berjalan, dia sering limbung.  Itu berarti ada masalah, kan ?” kata Si pengantar makanan.
Siapa Anak laki-laki 7 tahun ini ?” tanya Dokter Park, Si pengantar makanan menjawab itu anaknya.
Wah, kau ternyata punya putra ? Aku pikir masih lajang. “ komentar Dokter Choi tak percaya.
“Aku punya 2 putra.  Satu 9 tahun, satunya lagi 7 tahun. “ kata Si pria tersenyum bahagia mengakuinya.
Ah, bagus sekali.  Lalu, bagaimana cara jalannya ?” tanya Dokter Pi, Si pria mengatakan Kakinya pincang saat berjalan.
Aku bawa ke rumah sakit lokal,  tapi mereka bilang anakku punya masalah di otak.  Aku disuruh membawanya ke rumah sakit besar.” Cerita Si pria, Dokter Pi memikirkan sesuatu.
Aku akan atur pertemuan untuknya dan Kau bisa temui profesor Hong Ji Hong.” Kata Dokter Choi, Si pria terlihat bahagia mendengarnya ada orang yang mau membantunya dan mengucapkan teriamkasih. Dokter Choi menyuruh agar menelpnya saat datang nanti. Si pria mengerti lalu keluar ruangan dengan wajah bahagia. 


Perawat Hyun melihat Hye Jung terlihat kelelahan lalu bertanya apakah  melakukan 2 operasi berturut-turut dan sudah pasti sangat lelah. Hye Jung pikir memang itu sudah jadi perkerjaanya sebagai seorang dokter. Perawat Hyun merasa juga seperti itu lalu dikagetkan dengan kedatangan Ji Hong.
Hye Jung melotot kaget melihat Ji Hong sudah ada didepanya, Perawat Hyun bertanya kenapa Ji Hong ada dirumah sakit padahal jadwal Hari ini libur.  Ji Hong mengaku sedang di dekat rumah sakit jadi ingin memeriksa beberapa hal. Perawat Hyun memuji Ji Hong itu  dokter hebat sekali. Karena perhatian sekali pada pasien lalu pamit pergi. 

Hye Jung bertanya ada apa datang ke rumah sakit, Ji Hong pikir Hye Jung yang memanggilnya untuk datang. Hye Jung binggung karena tak melakukanya. Ji Hon mengodanya kalau Hye Jung yang memintanya untuk datang. Keduanya hanya bisa tertawa bahagia dan saling menatap penuh rasa cinta. Hye Jung malu meminta Ji Hong berhenti menatapnya.
“Apa kau akan istirahat sebentar ?” tanya Ji Hong
Ya, aku ingin tidur sebentar. “ ucap Hye Jung lelah
Ji Hong melihat sekeliling menurutnya Hye Jung tak bisa melakukan itu dan langsung mengandeng tanganya. Hye Jung panik tapi wajahnya tersenyum bahagia berjalan bersama pacarnya. Salah seorang perawat lewat, keduanya langsung melepaskan tanganya. Ji Hong berpura-pura bertanya belum terlambat waktunya, Hye Jung melihat jam tanganya menjawab tidak. 

Ditaman keduanya berjalan bersama, Ji Hong tiba-tiba berhenti lalu nyapa sekuntum bunga dengan panggilan “Oh Hye Jung” dengan tawa bahagia. Hye Jung menariknya karena malu dan kembali mengajaknya berjalan, lalu segera melepaskan tanganya karena tak ingin ada yang melihat mereka. Ji Hong yakin tidak ada yang melihat karena ditaman ini adalah tempat paling aman jika mereka ingin berjalan bersama.
Kenapa kau membawaku ketempat seperti ini ?” tanya Hye Jung dengan mata mengodanya.
“Hei.... Aku hanya suka jalan-jalan saja....Oh ya. Aku lihat ini di sebuah film dan ingin mencobanya.” Kata Ji Hong
Hye Jung binggung, lalu Ji Hong mengeluarkan sesuatu dari saku celananya sebuah benda berbentuk love lalu meminta Hye Jung memberikan tanganya. Hye Jung mengulurkan tanganya dan Ji Hong menaruh ponsel lalu menancapkan benda berbentuk love dan menyambungkan dengan earphone. Hye Jung tersenyum karena sudah bisa mengetahuinya.
Ji Hong pun memasangkan earphone ditelinga Hye Jung lebih dulu, lalu memasang untuk dirinya sendiri dan memutar lagu “Where is love”. Hye Jung tersenyum mendengarnya lalu keduanya saling menatap. Ji Hong mengengam tangan Hye Jung dan berjalan pergi, menunjuk sebuah bangku untuk duduk bersama. 

Keduanya duduk menikmati lagu yang diputar, Hye Jung mulai menatap Ji Hong yang duduk disebelahnya, begitu juga Ji Hong. Hye Jung melihat tangannya yang masih di pegang oleh Ji Hong dan menaruhnya diatas pangkuanya. Tangan Ji Hong mulai mengelus rambut Hye Jung yang membuat Hye Jung tersipu malu.
Hye Jung merasakan ponselnya bergertar meliha telp dari Dokter Choi, Ji Hong menjerit kesal karena juniornya itu memang mengangguk. Hye Jungm mengangkat telp dengan wajah cemberut. Dokter Choi memberitahu pasien Lelaki 29 tahun tertimpa neonbox saat berjalan.
Kondisi mentalnya 7 dalam GCS. [sistem penilaian yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kesadaran dalam diri seseorang setelah cedera otak traumatis.]” jelas Dokter Choi, Hye Jung menyuruh untuk melakukan CT Scan dan akan segera datang.
Setelah menutup telpnya dengan wajah kecewa memberitahu Romantisme hari ini, sampai disini saja. Ji Hong pikir  Masih ada waktu Sampai Hye Jung tiba di IGD. Keduanya pun bergandengan tangan. Ji Hong melambaikan salam perpisahan pada Bunga yang dipanggilnya Oh Hye Jung. Hye Jung akhirnya juga ikut melambaikan tanganya dengan tawa bahagia. Ji Hong mengenggam tangan Hye Jung dan mengajaknya untuk berlari. 

Si pria pengantar makanan datang dengan dua anak pria yang duduk disampingnya, Tuan Nam terlihat bahagia memegang kepala salah satu anaknya mengatakan kalau ia selalu tertawa dan menjadi vitaminnya. Si anak satunya bertanya dengan dirinya, apakah ia tak menjadi vitamin. Kakaknya mengatakan kalau namanya itu Nam Dal. Ayahnya juga mengulang kalau nama anak keduanya itu Nam Dal.
Kenapa hanya hyung yang jadi vitamin ?” ucap Nam Dal, Kakaknya memeluk adiknya kalau sang adik itu yang menjadi vitaminnya. Ketiganya terlihat bahagia dengan tuan Nam ikut bahagia melihat dua anaknya. Perawat memanggil nama Nam Dal untuk masuk ruangan. 

Ji Hong menyapa Nam Dal yang duduk didepanya, diantar ayah dan kakaknya. Kakaknya meminta adiknya untuk menyapa Dokternya. Nam Dal dengan ramah menyapa Ji Hong dengan membungkuk. Tuan Nam memuji anaknya kalau sudah seharusnya jadi ayah.
Apa yang menggganggunya ?” tanya Ji Hong pada Tuan Nam
Ya, biasanya dia tidak begini, tapi mendadak Ia mulai pincang saat berjalan.” Cerita Tuan Nam
Ji Hong memanggil Nam Dal meminta agar jalan sebentar di depan dengan di dari depan suster dan  jalan pelan-pelan kearah dokter. Nam Dal berjalan dengan perlahan dengan kaki kanan seperti diseret. Ji Hong lalu meminta Nam Dal berjalan ke arah ayahnya. Nam Dal berjalan lalu memeluk ayahya. Ji Hong terdiam dan wajahnya terlihat sedih. 

Tuan Jin melihat grafik pendapatan rumah sakit, terlihat tak percaya karena pendapatan Dept.Bedah syaraf meningkat bulan ini Naik 2 juta won dari bulan lalu dan memujinya kalau itu sangat bagus. Dokter Kim mengatakan kalau semua ini berkat Profesor Hong Ji Hong.
Itu karena video operasi milik pemegang medali emas Olimpiade Lee Soo Jung.” Ucap Dokter Kim
Ini yang selalu kubilang, marketing.  Karena Wakil Kim Tae Ho mendengarkan nasihatku, aku merasa sangat senang.  Mulai sekarang, lanjutkan prestasimu.  Aku akan kembalikan kartu kredit perusahaan padamu dan cuti untuk departemenmu.” Kata Dokter Jin l
Ia lalu meminta pujian kalau ia adalah orang yang menyenangkan dalam pekerjaan, semua tertawa bahagia sambil memberikan tepuk tangan hanya Dokter Kim yang cemberut karena sudah tahu kebusukan Dokter Jin.
Rumah sakit kita, akan memulai dengan yang baru.  Kita akan terus laksanakan pusat medis manula.  Mari kita jadi rumah sakit bagi abad 21 !” kata Dokter Jin tersenyum bahagia. 

Ji Hong memberitahu Tuan Nam kalau yakin ada masalah di otak putranya tapi  akan tahu pasti setelah dilakukan MRI.  Tuan Nam mengerti lalu terlihat kebinggungan. Ji Hong bertanya apakah ada masalah, Tuan Nam mengaku tak ada.
Anak pertamanya tiba-tiba merasa ingin buang air kecil, Tuan Nam meminta untuk menunggu sebentar karena masih bicara dengan dokter. Anaknya sudah tak tahan karena rasanya ingin pipis dicelana. Tuan Nam memohon untuk menahanya, Ji Hong tersenyum melihat tingkah anak-anak yang mengemaskan.
Tapi, Scan MRI ini ... apakah tidak masuk asuransi ?” tanya Tuan Nam
Ya, tidak termasuk.  Tapi jika MRI dilakukan dan ditemukan sesuatu, maka bisa cepat diatasi.” Kata Ji Hong, anak pertama tuan Nam sudah tak bisa menahan dan langsung berlari keluar ruangan karena ingin buang air kecil.
Nam Dal ingin mengejarnnya, Tuan Nam menahanya sambil meminta maaf. Ji Hong tertawa lebar melihat tingkah anak-anak yang mengemaskan lalu mengelus rambut Nam Dal yang duduk didepanya. 

Si anak berlari kebinggungan dan menabrak Seo Woo yang sedang berjalan. Dengan baik hati Seo Woo melihat keadaanya dan membantunya berdiri, Si anak pertama meminta agar ditunjukan toilet, Seo Woo menunjuk ke arah depanya ada sebuah kamar mandi. Si anak berjalan dan sempat terjatuh.
Seo Woo sengaja menunggu didepan karena si anak meninggalkan ponselnya di lantai. Ketika si anak keluar ia langsung mengembalika ponselnya. Si anak dengan senyuman mengucapkan terimakasih. Seo Woo  memuji senyuman anak itu luar biasa lalu bertanya dimana orang tuanya.  Anak itu mengataka Tidak tahu karena ingin buang air kecil jadi hanya berlari saja.
“Apa Kita bisa ketempat sebelum kau lari ?” ucap Seo Woo mengajak si anak sambil mengandeng tanganya.
Apakah nuna dokter juga ?” tanya si anak memandangi Seo Woo, Seo Woo membenarknya. Si anak pun memuji Seo Woo itu Cantik.
Terima kasih, Belakangan ini aku butuh kata itu.” Ucap Seo Woo lalu melihat si anak terus tertawa tanpa henti.
“Apa Kau selalu tertawa semanis ini ?” tanya Seo Woo berjongkok didepan anak tuan Nam,
Ya, tapi aku sedih.” Akui si anak, Seo Woo bertanya kenapa tertawa kalau memang sedang sedih.
Namaku Nam Hae, nama adikku  Nam Dal.  Meskipun Dal sakit, aku selalu ketawa. Aku sedih, karena tertawa terus meskipun dia sakit.” Cerita Nam Hae 

Tuan Nam memanggil anaknya, Nam Hae langsung berlari kearah ayahnya dan sempat terjatuh. Tuan Nam membantunya berdiri dan Nam Hae terlihat tertawa saat tahu jatuh. Seo Woo terus melihatnya saat itu Yoon Do sedang lewat, akhirnya Seo Woo memanggilnya agar Yoon Do mendekat. Yoon Do bertanya ada apa memanggilnya.
“Ada sesuatu yang tak biasa pada anak itu” ucap Seo Woo lalu menyapa Tuan Nam.
“Tuan , apakah Hae selalu tertawa begini ?” tanya Seo Woo
Ah ya. ... Dia punya virus bahagia dan Selalu tertawa.  Kadang saat tidurpun dia tertawa.” Cerita Tuan Nam, Seo Woo bertanya berapa usianya. Tuan Nam menyebut umur anaknya Sembilan tahun dan bertanya kenapa memangnya.
Sepertinya, tertawanya merupakan penyakit.” Kata Seo Woo, Tuan Nam kaget mengetahui anaknya itu yang terus tertawa adalah sebuah penyakit.
Sunbae, dia sering buang air kecil dan terjatuh.  Apa Kau lihat caranya tertawa ?” kata Seo Woo, Yoon Do menjawab itu Kejang Gelastik jadi mereka harus lakukan tes untuk itu. Tuan Nam terlihat tegang dengan memeluk anaknya. 

Dokter Jin sedang berjalan sambil berceloteh Itu sebabnya pemimpin sangat penting,  apapun organisasinya jadi Mulai sekarang ... langkahnya terhenti melihat berita yang ada didepan lift.
Saat ini, Rumah sakit Gukil tengah dalam penyelidikan korupsi dalam hal perekrutan karyawan. Gugatan ini diberikan pada Eksekutif Kim dan manajer Lee. Skandal ini diawali dengan tingginya kompetisi dalam perekrutan  dan menyebabkan beberapa pegawai rekrut menerima soal tes lebih dulu agar mempermudah diterima.  Saat ini polisi dalam penyelidikan.  Karena masalah korupsi ini ...
Dokter Jin terdiam menontonya, Dokter Kim melirik seperti akhirnya sedikit demi sedikit kebusukan Dokter Jin pun bisa terbongkar. Lalu beberapa pasien dan orang yang ada disekitar rumah sakit saling berbisik mendengar berita. 

Dokter Jin langsung masuk ruangan dengan wajah marah pada sekertarisnya karena terkena  Masalah korupsi dalam perekrutan dan tidak tahu soal ini lalu bertanya apakah ini memang terjadi. Sekertarisnya pikir memang Sepertinya begitu yang sudah terjadi. Dokter Jin mengaku melempar telp diatas meja. 

Dokter Choi mengomel kalau Jung yoon Tae sudah gila karena Setiap kali pasien tidak sadarkan diri, maka langsung mengirimkan pada departemenya. Dokter Ahn mengajak mereka segera keatas dan datang ketika di panggil lagi menurutnya kalau mereka terus dilantai bawah  mereka harus terus menangani semua kasus IGD. Dokter Choi terlihat kesal lalu melihat telpnya berdering.
Halo, aku dari SBC "Focus People" namaku Yoo Sun Hee. Anda penulis komik "Dokter Wanita Gangster", kan ?” ucap Sun Hee.
Ah ya, anda yang menulis pesan padaku.”kata Dokter Choi sudah mengetahuinya.
“Apa Anda bilang karakter komikmu dari orang sungguhan? Jadi aku ingin mengundang orang itu ke acara kami.” Ucap Sun Hee, Dokter Choi menanyakan alasanya.
Dia sangat cocok untuk program milik kami.  Wanita cantik yang jadi dokter setelah masa lalunya yang suram.” Jelas Sun Hee.
Dia mungkin tidak akan mau masuk tv.” Kata Dokter Choi, Sun Hee meminta agar jangan langsung ditolak dulu dan tak boleh terus terang seperti itu.
Aku minta maaf, tolong nikmati komik seperti layaknya komik saja.” Kata Dokter Choi buru-buru menutup telpnya
Dokter Ahn bertanya ada apa.  Dokter Choi mengeluh bisa kena hajar dokter Yoo kalau sampai tahu soal ini. 


Hye Jung tersenyum bahagia berjalan dilorong lalu melirik ke seberang lorong, Ji Hong sudah menunggunya dengan berpura-pura memainkan ponselnya Hye Jung berdeham lalu memberikan kode untuk segera pergi, Ji Hong pun mengangguk mengerti.
Tiba-tiba Dokter Choi datang bertanya mau kemana Hye Jung, Ji Hong langsung membalikan badannya agar tak ketahuan. Hye Jung mengatakan kalau ia mau makan.Dokter Choi mengatakan kalau mereka bisa bisa bersama-sama untuk makan di kantin. Hye Jung melirik Ji Hong yang sudah menungunya.
“Apa Kalian punya waktu makan di kantin ?” kata Hye Jung dengan nada tinggi menyindirnya.
Tidak, kami banyak kerjaan dan akan memesan saja.” Ucap Dokter Ahn lalu memberitahu temanya itu  sedang kurang waras dan menariknya untuk pergi. Dokter Choi pikira harus bicarakan tentang sesuatu
Ji Hong melihat juniornya itu akhirnya pergi, Hye Jung tersenyum lalu mengirimkan pesan “Sepertinya sulit buat kita makan bersama.” Ji Hong membalas “tetap semangat” dengan memberikan emoticon anjing yang mengunakan pom-pom seperti chearsleader. Hye Jung tersenyum membacarnya lalu memberikan kode untuk pergi lebih dulu, Ji Hong tak ingin tapi akhirnya berjalan pergi dengan memberikan ciuman jauhnya. Hye Jung tertunduk malu sambil berjalan dengan cepat. 

Ji Hong lebih dulu sampai ke kantin membawa nampannya, Pa Ran sedang makan dengan In Joo memanggilnya untuk duduk di dekatnya. Ji Hong mengumpat kesal karena dua orang temanya juga tak bisa membuatnya hanya makan berdua saja dengan pacarnya. Tapi akhirnya duduk disamping Pa Ran.
Katanya kau tidak biasa sarapan, kalau aku mengajakmu untuk makan bersama.” Komentar In Joo
Bukannya kalian biasa makan lebih awal dari sekarang ?” balas Ji Hong, Pa Ra bertanya kenapa, apakah Ji Hong tak suka untuk makan bersama.
Hye Jung datang dengan membawa nampanya panik melihat Ji Hong yang duduk dengan dua temanya dan ingin duduk ditempat lain saja.. Ji Hong memanggil Hye Jung menyuruhnya untuk duduk bersama. In Joo yang melihatnya juga mengajak untuk makan bersama, Hye Jung pun tak bisa menolaknya. 

Pa Ran menyapa Hye Jung yang sudah lama tak jumpa lalu merasa dua orang yang duduk di dekatnya itu datang untuk makan bersama. Ji Hong dan Hye Jung terdiam. In Joo bertanya apakah mereka berdua itu mengangguknya. Ji Hong mengakuinya kalau mereka berdua menganggunya. Keduanya kaget.
Aku perkenalkan secara resmi, Dia pacarku Yoo Hye Jung.” Ucap Ji Hong Semuanya melonggo akhirnya Hye Jung pun memperkenalkan diri sebagai pacar dari Hong Ji Hong.  
Dua temanya tertawa tak percaya, In Joo berkomentar Hong Ji Hong, ternyata punya sisi seperti ini juga. Ji Hon meminta jangan mengejeknya karena memang punya sisi romantis lalu menyuruh Hye Jung makan karena  harus berkeliling dengan memberikan buah dan lauknya pada sang pacar.

In Joo melihat pasti sangat enak karena membuatnya mengingat masa lalu, Pa Ran pikir Saat begini paling enak rasanya tapi Setelah itu, menyakitkan. In Joo menambahkan ketika mereka mulai kaku dan membosankan. Pa Ran memuji In Joo memang temanya yang saling mengerti lalu high five. Ji Hong mengeluh melihat dua temanya yang mengoda. Akhirnya In Joo memberikan selamat, karena ini hal besar untuk usia Ji Hong sekarang.
Ji Hong tersenyum bangga melihatnya, In Joo berjanji akan menyimpan rahasia mereka berdua. Pa Ran setuju,  karena menurutnya berkencan di satu tempat kerja paling bagus kalau sembunyi disuatu kemudian.... Hye Jung tak bisa menahan tawa melihat Pa Ran memperagakan orang yang sedang berciuman. Pa Ran yakin itu adalah bagian terbaik. Ji Hong mengejek kalau itu murahan.
In Joo mengucapkan terimakasih karena Sudah lama ia tidak  bisa tersenyum seperti sekarang. Hye Jung tersenyum malu, Ji Hong yang perhatian memberika lauk yang lain pada Hye Jung sebagai bentuk perhatian. 

Tuan Jin masuk ruangan dengan wajah marah sambil bertanya kenapa mendadak kabar buruk. Dokter Jin merasa Citra rumah sakit seperti sudah tak berguna lagi. Tuan Jin bertanya apakah  Ini terjadi karena audit yang dilakukan.
Sepertinya orang yang tidak  direkrut bicara ke media.” Kata Dokte Jin
Apa yang kau lakukan sementara mereka berbuat ini ?! Kenapa kau tidak tahu tentang hal ini ?” teriak Tuan Jinn kesal
“Segara Hubungi jaksa yang menanganinya,  Aku kesal soal ini.  Jaksa kasus ini adalah anggota VIP rumah sakit kita.” Ucap Dokter Jin,
Baiklah. Mudah-mudahan ini tidak makin besar.” Kata Tuan Jin terlihat tegang

Dokter Kang baru datang bertanya kenapa sekarang ini banyak yang membicarakan rumor tentang rumah sakit bahkan Wali pasien bertanya mengenai koneksi dokter untuk berkerja di rumah sakit ini. Perawat Hyun mengatakan ini semua karena berita yang beredar dan juga sempat ditanyai oleh pasien.
Siapa yang mau jadi spesialis bedah syaraf belakangan ini ? Mereka tidak tahu seberapa susahnya itu.” Ucap Dokter Kang,
Tapi, apa anda dengar soal webtoon Choi Kang Soo  yang kemungkinan dijadikan buku, Ini Hebat sekali, kan ? Dia baru tahun pertama tapi sudah pandai bekerja.” Ucap perawat Hyun bangga.
“Jadi Selama ini dia tidak kerja, ternyata melakukan hal lain.” Komentar Dokter Park sirik.
Harusnya kau baik-baik padanya.” Kata Dokter Pi, Dokter Kang bertanya kenapa seperti itu. Dokter Pi mengatakan  Kalau bukunya jadi bestseller maka dokter Kang itu bisa mendapatkan sesuatu darinya.
Setelah kupikir, Kang Soo bergerak cepat sekali.  Tapi Joong Dae, Joong Dae, Ahn Joong Dae yang jadi masalah.” Kata Dokter Kang memuji Dokter Choi tapi mengejek Dokter Ahn

Dokter Ahn tiba-tiba datang langsung memeluk seniornya dan bertanya kenapa dengan dirinya. Dokter Kang berteriak menyuruh juniornya melepaskan karena berat lalu bertanya Kenapa pasien Ahn Sae Young masih mengkomsumsi wafarin. Dokter Ahn pikir tidak seperti itu.
“Apa kau sudah memeriksanya?” tanya Dokter Kang, Dokter Ahn mengatakan Kang Soo mengeceknya.
Kenapa Kang Soo yang melakukannya ? Itu tugasmu, jadi kau yang lakukan.  Dasar kau, Ahn Joong Dae Cepat periksa sana!!!” teriak Dokter Kang sambil memukul bagian perutnya. Dokter Pi dan perawat Hyun hanya bisa diam melihatnya. Dokter Ahn akhinya pergi, Dokter Kang kembali membahas tentang Dokter Choi apakah memang benar-benar pandai mengambar. 

Yoon Do melihat hasil CT Scan kalau Nam Hae memiliki hamartoma di hipotalamus-nya, jadi memang itu adalah kejang gelastik. Setelah itu memuji Seo Woo yang sudah berkerja dengan baik. Seo Woo melirik sinis, Yoon Do bertanya kenapa Seo Woo menatapnya seperti itu.
Hari ini aku dapat pujian 2 kali, yaitu Satu dari anak itu dan satu lagi dari sunbae.” Kata Seo Woo, Yoon Do bertanya kenapa Seo Woo jadi bersikap seperti ini. Seo Woo bertanya balik sikapnya seperti apa.
“Kau terlihat menyedihkan.” Ucap Yoon Do, Seo Woo merasa menyedihkan dan cinta tidak ada hubungannya. Yoon Do setuju dengan hal itu. Seo Woo merasa sudah tahu pasti akan seperti itu jawabnya.
“Apa Kau masih punya perasaan padaku ?” tanya Yoon Do
“Apa Kau masih punya perasaan pada Hyejung ?” balas Seo Woo
Yoon Do merasa kalau memang Seo Woo tak salah lagi karena  tahu cara menyakitinya, lalu mengajak untuk menemui wali pasien Nam Hae, Seo Woo memberitahu adik dari pasien itu adalah pasien dari Prof Hong. Yoon Do bertanya ada apa dengan adiknya, Seo Woo juga tak tahu karena Hasil MRI nya mungkin akan keluar sebentar lagi.

Yoon Do menyuruh Seo Woo segera menelp Ji Hong, Seo Woo hanya menatapnya. Yoon Do bertanya ada apa menatapnya seperti itu. Seo Woo mengaku sangat membencinya tapi sangat sangat menyukainya. Yoon Do bertanya alasan Seo Woo itu sangat sangat menyukainya.
Itu karena latar belakang yang aku miliki dan memiliki sesuatu untuk ditawarkan” ucap Yoon Do
Awalnya memang begitu, tapi Kau lebih baik daripada aku.  Ada banyak lelaki yang aku suaki,  kebanyakan dari mereka suka dengan yang aku miliki.  Kalau sunbae, aku tidak perlu khawatir soal itu.” Jelas Seo Woo
“Kau harus melihat hatimu dengan baik-baik,  Apakah kau sungguh  mencintaiku atau karena kau tidak perlu khawatir jika denganku.” Kata Yoo Do. Seo Woo bertanya apa bedanya.
Percaya pada seseorang  dan mencintai seseorang itu berbeda.  Meskipun kau tidak percaya seseorang maka kau tetap bisa mencintainya.” Jelas Yoon Do, Seo Woom merasa itu Berbahaya sekali.
Kau akan lakukan hal berbahaya ... itu adalah cinta.”ucap Yoon Do lalu melangkah pergi. Seo Woo terdiam dengan helaan nafasnya, termenung dengan menopang dagunya. 


Pa Ran minum kopi bersama ditaman, membayangkan  Misalkan, mereka berdua sedang mesra-mesraan dan tertangkap basah, berpesan agar Jangan terlihat kaget dan berpura-pura saja ngobrol soal kerjaan karena Itu alibi paling sempurna. Ji Hong mengeluh kalau mereka bukan anak kecil yang harus bermesraan.
“Kau Tidak bisa berakhir begini.” Komentar In Joo, Ji Hong meminta kalau menyudahinya.
Hye Jung mengangkat telpnya yang berdering, Seo Woo  menelp membehas Pasiennya Nam Dal, usia 7 tahun lalu bertanya apakah sudah melihat hasil MRI. Hye Jung mengatakan belum melihatnya.
Kakak Nam Dal adalah pasien dokter Jung.  Sepertinya kita perlu bicara.” Kata Seo Woo, Hye Jung mengerti walaupun diwajahnya terlihat gugup. 

Hye Jung mengikat rambutnya saat akan kembali ke rumah sakit, Ji Hong yang berdiri disampingnya mengeluh karena sudah sudah payah mengatur rambutnya tapi hembusan angin malah merusaknya. Hye Jung dengan senang hati merapihkanya.

Dokter Choi tiba-tiba datang berlari menghampirinya, Hye Jung menurunkan tanganya. Keduanya saling menatap, Ji Hong pun bertanya apa yang ingin dikatakan juniornya. Dokter Choi mengatakan harus bicara serius dengan Hye Jung.  Ji Hong dan Hye Jung saling menatap binggung, lalu Ji Hong menyindir itu bagus kalau berduaan, Hye Jung membela diri kalau bukan seperti itu.  Ji Hong mempersilahkan keduanya berbicara dan mengatakan kalau Kepercayaan itu penting dan berjalan pergi. 

Hye Jung bertanya ada apa,  Dokter Choi meminta seniornya berjanji untuk tidak akan membunuhnya. Hye Jung makin penasaran. Akhirnya Dokter Choi memperlihatkan webtoon yang dibuatnya dengan gambar mirip dengan seniornya.
Apa Ini aku ? Kenapa Wajahku sejelek ini ?” keluh Hye Jung melihat gambar Juniornya, Dokter Choi menyangkalnya kalau menurutnya gadisnya itu terlihat lebih cantik.
Aku tidak menggunakanmu sebagai modelnya, Hanya ceritamu saja yang kuambil.” Ucap Dokter Choi
Kau banyak bicara padahal sudah pakai ceritaku tanpa permisi.” Kata Hye Jung mengangkat kepalan tangan ingin memukulnya.
Makanya, aku ingin menjadikanmu bintang dan sudah kuperiksa, acara "Focus People" SBC punya rating yang tinggi.  Bisa dianggap acara yang sangat sukses. Aku meminta maaf” kata Dokter Choi, Hye Jung menyuruh juniornya untuk segera mengatasinya.
Jangan berikan nomorku ke stasiun penyiaran dan  jangan sampai mereka menelponku.” Kata Hye Jung memperingati. Dokter Choi mengerti. 

Ji Hong melihat hasil MRI bersama dengan Yoon Do dan Seo Woo, Hye Jung datang, Ji Hong dengan senyuman langsung memberikan tempat duduknya untuk sang pacar. Seo Woo dan Yoon Do melirik heran melihat sikap keduanya terlihat sangat berbeda. Ji Hong berdiri dibelakang Hye Jung, apa yang dilihat dari hasil MRI.
Sepertinya medulloblastoma. [Tumor otak]” kata Hye Jung. Ji Hong pikir keduanya bisa mendengar kalau itu memang  medulloblastoma.
Apa ... apa yang kalian lakukan ?” tanya Yoon Do heran melihat keduanya, Ji Hong pikir apa lagi kalau bukan membuat diagnosa.
Sikap kalian beda sekali.  Bagaimana menurutmu ?” kata Yoon Do pada Seo Woo
“Memang  Ada yang berbeda, meskipun aku tidak tahu apa itu.” Ucap Seo Woo
Berhenti membahas itu,  lalu bagaimana kondisi pasien dokter Jung ?” kata Ji Hong berusaha mengalihkanya.
Aku akan memberi radiasi pada Nam Hae.  Itu ukuran dan lokasi tumornya, Resikonya terlalu besar.” Jelas Yoon Do sempat melirik Hye Jung yang duduk disampingnya.
Ji Hong bertanya sejarah dari keluarganya, Seo Woo melihat  Tidak ada yang khusus. Ji Hong pikir mereka tanyanya lebih dulu pada wali setelah itu memutuskan kelanjutanya, lalu menyuruh Hye Jung untuk berbicara pada wali karena ia yang akan mengoperasi. Hye Jung menganguk dengan senyuman sumringah. Yoon Do dan Seo Woo yang melihatnya hanya mengerutkan dahinya 

Hye Jung memperlihatkan hasil MRI pada Tuan Nam memberitahu Nam  Dal memiliki medulloblastoma dengan menunjuk lokasinya kepala bagian belakang,  yaitu Terletak di vermis serebelar dengan Gejalanya adalah muntah, sakit kepala dan hydroencephalus [kondisi di mana cairan terakumulasi di otak]
Kondisi motoriknya juga akan terganggu. Ia mendadak bisa punya gangguan berjalan atau keseimbangan.” Jelas Hye Jung, Tuan Nam mengerti itu kenapa anaknya tidak bisa berjalan seperti biasanya.
Ya.... Ukuran tumor Nam Dal besar jadi harus segera ditangani.” Jelas Hye Jung
Apakah dia akan sembuh total jika Ia menerima perawatan ?” tanya Tuan Nam
Ya, tumor dapat diangkat dengan operasi.  Ia harus mendapatkan radiasi dan pengobatan juga.” Kata Hye Jung, Tuan Nam mengerti memutuskan  segera dioperasi.
Prof Hong Ji Hong akan jadi pemimpin operasi, dan aku jadi asistennya.  Kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan.” Kata Hye Jung
Tuan Nam lalu bertanya berapa kira-kira biaya operasinya, Hye Jung merasa tidak begitu tahu soal itu dan menyarankan pergi ke bagian administrasi lalu merasa Biaya operasi pasticukup membebani, Tuan Nam menceritakan membesarkan anak-anaknya sendirian dan anak-anaknya itu tak memiliki seorang ibu.
Hye Jung terdiam mengingat dengan dirinya yang hidup tanpa seorang ibu, Tuan Nam lalu bertanya apakah Hye Jung tahu tentang kondisi Nam Hae, Hye Jung mengatakan kalau itu pasien Jung Yoon Do, jadi akan menjelaskan nanti padanya. Tuan Nam mengerti  dan akan pergi
“Apa Anda ingin mereka masuk rumah sakit sekarang ? Aku akan bicara soal biayanya pada kantor kesejahteraan sosial.” Kata Hye Jung membantu, Tuan Nam terlihat bahagia mengucapkan terimakasih lalu keluar ruangan. Hye Jung terdiam seperti merasakan yang dirasakan Tuan Nam. 


Tuan Nam sudah berada di ruangan praktek Yoon Do untuk mengetahui kondisi anaknya. Yoon Do menjelaskan Saat Hae tertawa, sebenarnya itu adalah kejang Saat orang tertawa tanpa alasan, itu disebut kejang gelastik.
Yang aku tidak mengerti, kenapa ketawa dianggap penyakit ?” tanya Tuan Na
Dia tidak tertawa karena ingin tertawa.  Tumornya menekan bagian hipotalamus.  Dan Hipotalamus mengontrol segalanya mulai Temperatur, napas, emosi bahkan perkembangan dirinya.” Jelas Yoon Do menunjuk hasil MRI
“Ya ampun... Jadi, tawamu adalah penyakit.  Ayah macam apa aku, sampai tidak tahu ?!!” keluh Tuan Nam menyesalinya.
“Pada umumnya orang tidak tahu. Jadi jangan salahkan diri anda. Yang penting adalah saat ini. “ ucap Seo Woo, Tuan Nam pun bertanya apa yang harus dilakukan sekarang.
Ia sedang masa pertumbuhan, harus segera ditangani.”kata Yoon Do
Kalau tidak terlalu mengancam nyawanya, bisakah dia dirawat tahun depan ?” tanya Tuan Nam
Hipotalamus dapat berefek pada pertumbuhan dan perkembangannya.  Jika dibiarkan, pertumbuhannya bisa terganggu.  Bahkan Pernapasannya juga bisa bermasalah.” Jelas Seo Woo
Tuan Nam terlihat kebingungan lalu merasa kalau Nam Dal yang akan dioperasi lebih dulu, setelah itu baru Nam Hae. Yoon Do mengerti lalu meminta Kalau ada pertanyaan, silahkan tanyakan ke dokter Jin Seo Woo. Tuan Nam mengangguk mengerti
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: