PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 10 Agustus 2016

Sinopsis Doctors Episode 16 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Hye Jung sedang melakukan operasi dengan assiten Dokter Kang meminta  Cottonoid. Dokter Kang melihat ponsel Hye Jung bergetar dan telp dar Perawat VVIP. Lalu memberitahu Perawat terus meneleponnya. Hye Jung tak memperdulikanya meminta agar Dokter Kang tetap fokus saja dengan meminta gunting bedah. Dokter Kang pun kembali membantu untuk melakukan operasi dengan wajah serius.
Dokter Choi sedang berjalan dilorong, Perawat VVIP menelpnya memberitahu Anggota kongres mengeluhkan sakit kepala dan tekanan darahnya 170. Dokter Choi tiba-tiba merasakan semuanya berbayang dan seperti mau pingsan. Suara Perawat seperti bergema.
Sakit kepalanya bertambah parah setelah dia pergi ke kamar mandi.” Ucap Perawat, Kongres Nam berteriak sambil memegang kepalanya untuk segera memanggil dokter.
Perawat yang panik meminta agar dokter segera datang menolongnya, Dokter Choi seperti tak sadarkan diri dan tubuhnya melayang dengan pandangan kabur. Perawat memanggilnya dan meminta supaya segera datang ke ruang VVIP. Dokter Choi seperti baru tersadar lalu melihat telpnya tak ada panggilan dan telp dari Jung Yun Tae pun masuk, Ia pun langsung bergegas pergi ke IGD. 
Ji Hong berlari masuk ke ruangan Kongres, Perawat memberitahu kongres Nam yang mengeluh sakit kepala dan kepalanya terasa berat, lalu pingsan. Ji Hong mulai memeriksanya dari mata serta merasakan pernafasnya, lalu mengatakan Kongres Nam  membutuhkan intubasi. Perawat pun memberikan alatnya.

Hye Jung baru saja selesai operasi melihat 5 Panggilan Tidak Terjawab Dari Perawat Ruang VIP. Akhirnya ia berlari setelah mendengar kabar dari perawat bahwa  Anggota kongres jatuh pingsan dan Dr Choi Kang Soo bilang di akan kesini, tapi ternyata tidak datang.
Ji Hong sudah ada di MRI, Hye Jung bertanya apa yang terjadi. Ji Hong pikir mereka bisa bicara ketika sudah menyelamatkan nyawanya dan meminta agar mempersiapkan SOC. Hye Jung bergegas keluar mempersiapkanya. 

Dokter Jin sedang membaca berkas mengenai Hye Jung mulai dari profil  yang pernah dikeluarkan oleh sekolah pada tahun 2003 dan juga foto-foto yang diambil saat di rumah sakit, lalu dibagian belakang juga ada foto Hye Jung saat masih SMA bersama dengan Ji Hong yang menjadi gurunya, senyuman Dokter Jin terlihat senang karena bisa membuat Hye Jung keluar dari rumah sakit segera.
Sekertaris masuk ruangan memberitahu Anggota kongres pingsan. Dokter Jin melotot kaget. Sekertaris menjelaskan  Kongres Nam jatuh pingsan setelah mengeluh sakit kepala. Dokter Jin mengomel pada dokter apa yang yang dilakukan pada saat itu terjadi.
Dr Yoo meminta Dr Jin mengambil alih sementara dia melakukan operasi.” Ucap Sekertaris, Dokter Jin bertanya kenapa Seo Woo harus ikut disana.
“Sekarang Prof. Hong sedang melakukan operasi darurat.” Ucap Sekertaris
Kita dalam masalah. Bayangkan apa yang akan media katakan jika mereka tahu. Pastikan berita ini tidak tersebar!” tegas Dokter Jin, sekertarisnya mengerti.
Malapetaka tidak pernah datang sendiri-sendiri. Aku harus melakukan banyak hal untuk memperbaiki citra rumah sakit setelah kasus pajak dan perekrutan ilegal.” Keluh Dokter Jin sambil ngomel lalu bertanya diruang operasi mana. 

Hye Jung mulai mencuci tanganya, Ji Hong datang bertanya apakah sudah siap. Hye Jung mengatakan Ji Hong bisa mulai sekarang ketika akan masuk ruang operasi Dokter Jin datang memanggilnya.  Dengan nada menyindir bertanya mau kemana Hye Jung.
Lihat apa yang terjadi akibat ulahmu yang tidak memperhatikan pasien. Bagaimana kau menjelaskannya?” sindir Dokter Jin, Ji Hong mendengarnya terlihat kesal dengan melempar sabunnya.
Aku yang bertanggung jawabAnggota kongres adalah pasienku.” Tegas Ji Hong membela
Tentu saja, itu adil. Kau silahkan masuk... Dr Yoo, Aku harus meminta anda tidak ikut operasi ini.” ucap Dokter Jin
Dia adalah pasienku. Aku akan menerima hukuman setelah operasinya selesai.” Tegas Hye Jung, Dokter Jin mengatakan itu  tidak akan terjadi.
Ya, itu akan terjadi... Aku adalah pemimpin operasi jadi Aku bebas memilih asistenku.” Ucap Ji Hong lalu menyuruh Hye Jung untuk segera masuk dan bersiap. Hye Jung pun masuk ruangan.
Baiklah. Karena aku adalah seorang ahli bedah, aku akan menghormatimu sebagai sesama ahli bedah. Tapi kau tahu hak datang bersamaan dengan tanggung jawab, 'kan?” kata Dokter Jin, Ji Hong tahu itu. Dokter Jin pun meminta agar menyelamatkan Kongres Nam karena itu yang dinginkanya. Ji Hong terlihat menahan amarahnya lalu masuk ke dalam ruang operasi. 

Dokter Kim bertemu dengan Dokter Choi, sudah mendengar Hye Jung  dokter yang menangani anggota kongres dan Dokter Choi membantunya. Dokter Choi membenarkan. Dokter Kim bertanya kenapa sampai keadaan ini bisa terjadi karena menurutnya Kongres Nam tidak akan seperti ini jika Juniornya itu bergerak cepat. Dokter Choi pun meminta maaf.
Beritahu aku yang sebenarnya. Ini mengancam semua bagian Departemen Bedah Saraf.” ucap Dokter Kim dengan nada tinggi.
Aku tidak tahu apa-apa. Aku membantu Dr Yoo ketika dia menangani anggota kongres, tapi...” ucap Dokter Choi
Aku dengar Perawat Ruang VIP memanggilmu. Dia menunggumu karena kau bilang akan datang.” Ucap Dokter Kim
Itu tidak benar, Aku tidak mendapat panggilan.” Kata Dokter Choi merasa kalau perawat VIP tak menelpnya. 

Hye Jung mulai melubangi bagian kepala dengan bantuan Dokter Pi yang membantunya memberikan irigasi. Ketua Jin akhirnya datang dengan wajah panik tak bisa percaya keadaaan seperti ini datang, memberitahu Kongres Nam itu  bisa menjadi calon presiden. Dokter Jin mengatakan sudah menyembunyikannya dari media. Ketua Jin mengatakan mereka  hancur jika hal ini bocor ke media, lalu mengeluh tak pernah ada hari tenang dirumah sakit.
Ji Hong pun masuk ruang operasi dan Hye Jung berhasil membuka bagian batok kepala. Ji Hong duduk meminta tang bipolar dan meminta agar bersiap untuk menjahit. Dokter Kim ikut melihat dari atas dengan wajah tegang. Ji Hong pun mulai meminta “Forsep Adson.” Lalu terbuka seperti lapisan luar dan meminta “Mikroskop. Hye Jung pun mulai melihat dari mikroskop, Ji Hong meminta “Cottonoid.” lalu menempelkannya. Wajah tegang terlihat dari lantai atas.
Ji Hong meminta menyiapkan stiptic. Hye Jung memberikan dan Ji Hong seperti memasukan cairan, setelah itu meminta “Cottonoid.” Setelah itu membiarkanya. Dokter Jin yang melihat dari atas panik sebenarnya apa yang terjadi. Dokter Kim menjelaskan Ji Hong  memeriksa apakah pendarahannya sudah berhenti atau belum. Dokter Jin mengomel kalau Kongres Nam  akan mati jika terus terjadi pendarahan. Ketua Jin menyuruh anaknya diam saja dan melihat saja.

Dokter Jin pun akhirnya menutup mulutnya, Ji Hong memberitahu mereka sudah menghentikan pendarahannya, Hye Jung merasa ini melegakan. Ketua Jin merasa dengan melihatnya, kalau mereka berhasil menghentikan pendarahannya. Terdengar suara, Dokter Pi memberitahu  Pembengkakan di otaknya semakin memburuk.
Ji Hong melihat dari mikroscope merasa tak masalah,Pembengkakan terjadi karena aliran darah meningkat. Ketua Jin melihat dari atas panik, Dokter Jin meminta ayahnya tenang karena membuatnya jadi ikutan panik juga. Ketua Jin pun menuruti permintaan anaknya. Dokter Kim memberitahu  Terjadi pembengkakan karena aliran darah meningkat.
Jika kau membuka magna sisterna dan menguras cairan di tulang belakang, maka pembengkakannya akan berkurang.” Jelas Dokter Kim
Lalu, apakah operasinya berhasil?” tanya Ketua Jin, Dokter Kim yakin berhasil 


Ji Hong meminta penghisap, lalu meningkatkan tekanannya. Perawat menaikan tingkan penghisapan, Ji Hong meminta agar menambah lagi. Dokter Kim menjelaskan  Ji Hong sedang menguras cairan yang ada di tulang belakang. Hye Jung memberitahu Edema sudah mereda. Dokter Kim mengatakan operasi sudah selesai. Dua pria Jin yang terlihat tak tahu apa-apa bisa benafas lega.
Akhirnya Ji Hong memuji semua tim yang sudah kerja dengan baik lalu memberitahu untuk Tutup Duramater, Hye Jung mengerti. Terdengar suara dari speaker agar Ji Hong yang menyelesaikanya. Hye Jung melihat Dokter Jin yang berbicara dari atas.
Jangan biarkan asisten ceroboh itu yang melakukannya.” Ucap Dokter Jin menyindir, Hye Jung pun mempersilahkanya. Ji Hong dengan wajah marah pun duduk kembali dan meminta tang bipolar. 

Dokter Jin, Ketua Jin,  dokter Kim, Ji Hong, Dokter Kang, Seo Woo bergegas masuk ke ruangan VVIP. Ji Hong mulai memeriksa kembali setelah operasi dari mata dan tangan, wajah tegang terlihat dari semua yang ikut. Ji Hon meminta Seo Woo agar memeriksa setiap jam dan memberitahunya jika Kongres Nam itu sadar.
Apakah ada cara untuk membangunkannya?” ucap Dokter Jin sinis, Ketua Jin mencoba menahan anaknya tak perlu banyak bicara.
Kita harus menunggu.” Kata Ji Hong, Dokter Jin keluar ruangan sambil mengumpat marah.
Tetap waspada... ..sampai dia sadar.” Pesan Ketua Jin, Ji Hong mengerti, walaupun wajahnya terlihat tegang. 

Hye Jung terlihat kelelahan harus melakukan dua operasi berturut-turut. Yoon Do tiba-tiba masuk ruangan. Hye Jung bertanya kenapa Yoon Do datang ke ruanganya. Yoon Do merasa Hye Jung sedang dalam masalah dan mengingatkan kalau ia memilih berjalan di sepanjang jalan yang rumit untuknya lalu menyuruh Hye Jung kembali duduk. Terdengar bunyi ketukan pintu.
Itu Kang Soo. Aku memanggilnya, karena Aku punya beberapa pertanyaan.” Kata Yoon Do lalu memanggil Dokter Choi unuk masuk
Kita bisa datang dengan solusi yang berdasarkan fakta. Itu filosofi-ku. Jadi Mari kita luruskan. Sebenarnya Ada jarak waktu, Perawat di ruang VIP memanggil Dr Jin tapi tidak dapat jawaban dari Dr Jin, lalu dia memanggil Dr Yoo, dan juga tidak dapat jawaban dari Dr Yoo, lalu dia memanggil kau, Kang soo. Kenapa kau tidak langsung dating setelah mendapatkan panggilan itu?” ucap Yoon Do
Ini... Ini membuatku gila. Aku tidak pernah mendapatkan panggilan dari Perawat yang ada di Ruang VIP” kata Dokter Choi merasa tak menerima telp apapun.
Kang Soo... Aku tidak bermaksud menyalahkanmu. Ini bukan hanya masalahmu. Tapi Semua fellow dan residen Departemen Bedah Saraf terkena dampaknya. Aku berusaha menyelamatkan semuanya.” Jelas Yoon Do

Aku sudah menceritakan yang sebenarnya.” Kata Dokter Choi terlihat ikut frustasi
Yoon Do mengeluarkan ponsel milik perawat dan memperlihatkan catatan telp kalau menelp Dokter Choi pada pukul 11:25am. Dokter Choi merasa gila karena ternyata perawat itu menelpnya, Yoon Do menegaskan kalau perawat itu melakukannya. Dokter Choi yaitu itu kesalahan sambil mengeluarkan ponselnya kalau tak akan panggilan. Ketika menscroll kebagian bawah melihat catatan menerima telpa dari Perawat VVIP  jam 11:25am. Yoon Do yakin pasti ada, Dokter Choi pun membenarkan.
Mungkin ada sesuatu yang salah dengan otakmu? Kenapa kau tidak ingat?” ucap Yoon Do marah, Dokter Choi meminta maaf
Aku akan pergi dan meminta maaf.” Kata Dokter Choi,
Tidak perlu, ini salahku dan sudah menjadi tanggung jawabnya.  Dari awal, itu adalah tugasku. Kau tidak bertanggung jawab dalam kasus ini.” ucap Hye Jung merasa memang sudah jadi tanggung jawabnya.
Dokter Choi kebinggungan karena melakukan kesalahan sampai tak bisa mengingatnya. Hye Jung melihat kantor sekertaris menelpny, Sek  memberitahu kalau Dokter Jin mencarinya. 


Hye Jung sudah ada diruangan, Dokter Jin merasa mereka bicarakan apa yang terjadi. Hye Jung menegaskan akan bertanggung jawab. Dokter Jin dengan nada mengeje suka sikapnya itu dan Komite disiplin akan melakukan tindakan.
Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan tentangku, tapi inilah aku. Aku orang yang murah hati. Dulu aku memaafkanmu ketika kau berbuat kesalahan. Tapi tidak kali ini.” tegas Dokter Jin, Hye Jung bisa mengerti lalu keluar ruangan. 

Ji Hong menemui Dokter Kim diruangan bertanya apa yang terjadi sekarang, Dokter Kim merasa Sepertinya Dr Yoo akan di serahkan ke Komite Disiplin dan ia tidak bisa membantunya karena Semua yang bekerja di Departemen bedah saraf terkena dampaknya.
Apa mereka butuh pengorbanan?” tanya Ji Hong sedikit panik
Bukan begitu... Dia adalah pasien Dr Yoo. Bahkan jika pasien tersebut tidak mengidap kasus yang serius, kau tidak boleh lalai. Dia menyuruh orang lain untuk memeriksa pasiennya.” Jelas Dokter Kim
Hal ini tidak bisa di serahkan ke Komite Disiplin, Jika dia di serahkan kesana, reputasinya akan terancam.” Ucap Ji Hong makin khawatir
“Apa Kau pikir aku tidak tahu itu? Tapi aku tidak bisa mengorbankan Departemen ini.” ucap Dokter Kim juga terlihat binggung. 

Seo Woo heran melihat Yoon Do baru keluar dari jalan yang berbeda lalu berpikir kalau baru saja dari ruangan Fellow. Yoon Do membenarkan. Seo Woo pikir Yoon Do pasti  ingin menghibur Hye Jung. Yoon Do merasa kalau memang bisa akan melakukanya.
Kenapa kau melakukan hal yang tidak berguna? Walaupun kau melakukannya setiap hari, dia hanya cinta kepada Prof. Hong.” Ucap Seo Woo berusaha menyadarkannya.
Cinta membuatmu menjadi bodoh.” Komentar Yoon Do, Seo Woo tidak tahu Yoon Do itu ternyata begitu putus asa.
Ternyata aku punya sifat itu. Selama ini sifat itu tidur di dalam tubuhku. Ahh... Aku tidak tahu. Aku tidak tertarik pada semua orang selain Hye Jung.” Akui Yoon Do
Itu jalan berantakan yang kau ambil. Apa Kau tidak membenci Hye Jung? Dia bahkan menolak cintamu.” Komentar Seo Woo
Aku mengikuti kemauan hatiku, dan dia juga mengikuti kemauan hatinya. Kita tidak bisa memaksa orang untuk mengikuti hati kita.” Jelas Yoon Do, Seo Woo berkomentar Yoon Do itu ternyata orang yang sabar lalu berjalan pergi. Yoon Do tersenyum sendirian. 

Dokter Pi sedang asik belajar saat Seo Woo datang ke ruangan dan langsung menopang dagunya. Dokter Pi merasa  Hye Jung tidak harus bertanggung jawab atas semuanya. Seo Woo tahu hal itu, Dokter Pi berharap anggota kongres segera bangung. Jika tidak, mereka  akan ada dalam masalah besar.
Tapi tidakkah kau piker semua ini tidak adil? Bagaimana bisa kita memprediksi hipertensi dan pendarahan intraserebral sebelum dia pingsan? Kau bisa tahu jika orang itu sudah pingsan.” Ucap Seo Woo kesal
Hasil tes tidak akan memperlihatkan itu.”  Jelas Dokter Pi, Seo Woo pikir mereka tidak bisa menyalahkan itu.
Aku tahu. Ini aneh, mereka membuat kita melakukannya. Dia hanya perlu istirahat setelah operasinya selesai.” Ucap Dokter Pi, Seo Woo membenarkan, Dokter Pi tersenyum menatap Seo Woo yang terlihat manis dengan menopan dagu dengan wajah cemberut. 

Dokter Choi berjalan dengan wajah gelisah teringat saat di IGD, Dokter Jung yang mendorong kepalanya menyuruh untuk beristirahat karena terus mengantuk. Semalam juga Dokter Pi melihat Dokter Choi yang sering sakit kepala. Ketika di lobby tak sadarkan diri saat menerima telp dari perawat VVIP
Mungkin ada yang salah dengan otakmu? Kenapa kau tidak bisa mengingatnya?” ucap Yoon Do saat mengetahui kalau memang perawat VVIP menelpnya.
Kaki Dokter Choi sempat terhenti ketika di depan ruangan CT Scan. Lalu ia teringat saat minum dalam penyambutan dirinya lalu terjatuh tak sadarkan diri dengan kepala lebih dulu membentur lantai. Akhirnya ia masuk ruangan bertemu dengan Seniornya untuk meminta bantuan. Beberapa saat kemudian, Dokter Choi sudah memegang sebuah USB dan melihat bagian dalam kepalanya lalu mengambil gambar dengan mengunakan ponselnya. 

Ji Hong sedang melamun di ruangannya, ketukan pintu terdengar menyadarkan lamunanya.  Dokter Choi masuk ruangan punya pertanyaan dan bertanya apakah Ji Hong punya waktu, Ji Hong menyuruh masuk dan duduk. Dokter Choi menceritakan temanya  mengirim hasil scan CT dan MRI dan meminta supaya Ji Hong bisa memeriksanya
Bukannya temanmu itu punya seorang dokter yang menanganinya ?” ucap Ji Hong sambil melihat hasil CT Scan.
Aku pikir dia sedang takut dan cemas sekarang ini. Sepertinya dia meminta untuk pendapat kedua.” Jelas Dokter Choi
“Apa Kau tidak bisa mengetahui hasil scan ini?” tanya Ji Hong, Dokter Choi mengatakan bisa... Itu terlihat seperti meningioma.
Ya. Meningioma-nya dekat dengan tulang sphenoid Dan juga bentuknya besar.” jelas Ji Hong
Aku juga berpikir dia memiliki Absence Seizure. (Hilang kesadaran sesaat)Dia sering tidak sadar dan tidak ingat banyak hal jika itu terjadi.” Cerita Dokter Choi
Ji Hong melihat sepertinya pasienya  memiliki dua kondisi dan termasuk kasus yang jarang lal meminta agar mengatakan temanya  harus segera di berikan perawatan dan bertanya kalau itu adalah teman dekatnya. Dokter Choi terdiam karena hasil CT Scan itu sebenarnya adalah miliknya. 

Hye Jung melamun di lorong, Ji Hong melihat dari kejauhan lalu mendekatinya saat Hye Jung menengok ke arahnya. Hye Jung memberitahu  baru bertemu Ketua Jin dan mengatakan akan mengambil tindakan hukum. Ji Hong megatakan akan bertemu dengannya setelah ini. Hye Jung meminta agar tidak  memohon padanya atau meminta bantuan.
Aku tidak melakukan ini demi kau. Aku harus melindungi semua orang yang terlibat dalam situasi ini.” ucap Ji Hong
Aku ingin menjaga harga diriku. Seharusnya itu adalah tugasku dan Itu salahku. Aku bertemu Dr Kim Chi Hyun, dan sikapnya agak berubah. Ini memberikanku harapan bahwa aku bisa segera mengetahui apa yang terjadi pada nenek.” Jelas Hye Jung, Ji Hong merasa senang  mendengarnya.

Dia bilang, dia lebih suka mengikuti prosedur hukum. Aku ingin berurusan dengan dia seperti itu juga. Aku ingin kau melihat saja, bagaimana caraku menangani masalah ini.” ucap Hye Jung,
“Itu tidak mudah, Aku sangat kesulitan melakukan sesuatu di situasi seperti ini.” kata Ji Hong sangat mengkhawatirkanya.
Hye Jung memegang tangan Ji Hong, lalu bertanya apakah ingat perkataanya apa yang harus dilakukan saat seperti ini. Ji Hong tersenyum karena tak bisa melakukan sekarang. Hye Jung  pikir mereka bisa pergi ke tempat yang tidak ada siapapun di sekitarnya. Ji Hong melihat sekeliling lalu memberanikan diri memegang erat tangan Hye Jung.
Keduanya berdiri bersebelahan dengan tangan saling mengenggem, Ji Hong memperlihatkan wajah datarnya tak ingin ketahuan, tapi Hye Jung tersenyum bahagia menerima pegangan tangan dari pacarnya. Ji Hon lalu ingin memeluknya, Hye Jung mengingatkanya. Ji Hong melepaskan karena takut ada orang yang melihat. Keduanya lalu sama-sama tersenyum bahagia. 


Berita di TV mulai disiarkan, semua yang ada dirumah sakit menontonnya.
Tn. Anggota kongres Nam sedang koma, setelah mendapatkan operasi karena terjadi pendarahan otak secara tiba-tiba. RS Gukil bersikeras bahwa mereka sudah memberikan perawatan yang tepat dan mengatakan bahwa ia mulai pulih setelah ia selesai operasi. Tapi pemulihannya tertunda karena dia tampak memprihatinkan.
Pers pun sudah berkumpul diruangan dengan kamera, seorang wartawan bertanya  Apa yang di derita oleh Tn Anggota Kongres dan apa gejalanya. Dokter Kim menjawab Ada perdarahan intraserebral di otak nya, yaitu mengacu pada suatu kondisi dimana pembuluh darah kecil yang ada di otaknya pecah karena tekanan berkepanjangan Dan menyebabkan pendarahan di otak tanpa adanya faktor dari luar.
Bagaimana keadaan Tn Anggota Kongres? Apa ada kemungkinan dia bangun kembali?” tanya wartawan
Operasinya sukses. Saat ini, kami sedang mengamati masa pemulihannya.” Ucap Dokter Kim
Kau mengatakan itu, tapi dia masih belum sadarkan diri.” Kata wartawan
Hal ini biasa terjadi kepada pasien yang menderita pendarahan di otak. Kami tidak bisa memberikan kesimpulan atau jawaban yang spesifik sekarang ini. Terima kasih.” Ucap Dokter Kim lalu beranjak pergi, Wartawan pun mulai ingin menyerbunya. Petugas pun menghalanginya. 

Kongres Nam terlihat membuka matanya dan Ji Hong mulai memeriksanya. Seo Woo mengatakan keadaan Kongres Nam Status mentalnya berubah dari semicoma menjadi stupor. Dokter Jin masuk dengan mendorong dua juniornya untuk memberikan jalan lalu wajahnya tersenyum melihat Kongres Nam yang membuka matanya, wajahnya terlihat lega.
Terus pantau tanda vitalnya dan pakaikan pembalut luka untuk luka bedahnya.” Ucap Ji Hong pada Seo Woo
Kita tidak perlu terlalu khawatir lagi.” Kata Ji Hong pada semuanya, Dokter Jin merasa bahagia memuji semuanya yang sudah kerja dengan baik.
Aku akan memperketat sifat disiplin rumah sakit ini. Aku akan menjadikan Dr Yoo sebagai pencegahan.” Ucap Dokter Jin, Semua yang ada diruangan terlihat tegang. 

Dokter Choi menatap langit di tangga darurat, Hye Jung datang bertanya  Kenapa ingin bertemu denganya. Dokter Choi meminta maaf karena menurutnya semua ini salahnya. Hye Jung yakin ini Bukan semuanya salahmu tapi Semuanya terjadi karena suatu alasan, Dokter Choi mengatakan akan bertanggung jawab.
Apa kau pikir semua orang akan bertanggung jawab untuk satu hal? Mereka meminta tanggung jawabku karena ini aku. Dan Aku cukup kuat” ucap Hye Jung terlihat penuh semangat.
Bahkan caramu menghibur seseorang sangatlah spesial.” Ucap Dokter Choi
Terima kasih karena kau bisa menyadari apa maksudku. Jangan Khawatir. Sekarang aku harus pergi dan bersiap mendapatkan teguran.” Kata Hye Jung lalu bergegas pergi. 

Dokter Choi masuk ke dalam toilet terlihat lemas lalu melihat ID Card dokternya yang tertulis (Residen Bedah Saraf, Choi Kang Soo, Gukil Medical Center) lalu adiknya kembali menelp. Ia bertanya apakah adiknya bisa menggunakan telepon di jam segini.  
Apa kau orang tua? Kau meneleponku hanya untuk memberitahu aku ada di dalam mimpimu? Itu hanyalah mimpi yang konyol. Aku baik-baik saja, tak usah khawatir. Menjauhlah dari tempat yang tidak aman dan dari sesuatu yang berbahaya Mengerti?” ucap Dokter Choi dengan air mata mengalir.
Young Soo.... Apa Kau tahu... ..aku sangat memperdulikanmu?” kata Dokter Choi akhirnya menutup telpnya dan menangis sendiri mengetahui nasibnya yang terkena penyakit dibagian otaknya. 

[Komite Disipliner]
Hye Jung keluar dari lift terlihat sudah siap menghadapi hukuman, Ji Hong juga berjalan dengan langkah lebar terlihat siap juga mengikutinya. Dokter Jin yang sedang berbincang dengan Dokter Kim melirik sinis saat Hye Jung baru datang, Hye Jung sempat memberikan hormat dan menatap Dokter Jin.
Semakin bahaya mendekatiku, maka semakin dekat aku menemukan kebenaran yang aku cari. Aku harus mengubah situasi bahaya ini menjadi sebuah kesempatan.
bersambung ke episode 17

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Ia benar kta he jung jadikan bahaya menjadi sebuah kesempatan untuk mendapatkan apa yg di ingin kan .nur suka sama sifat y he jung.makasih

    BalasHapus