Rabu, 31 Agustus 2016

Sinopsis Scarlet Heart Ryeo Episode 2 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Hae Soo berjalan menyusuri tempat pemandian di Songak dengan lampion,dalam hatinya bergumam merasa yakin kalau itu paman yang sebelum tenggelam didanau itu yang bertemu denganya. 
Karena aku melihat orang yang sama, ini bisa jadi awal dari semuanya. Aku mungkin masih hidup di masa sekarang. Aku mungkin bisa kembali.  Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya. Gumam Hae Soo terus menyusuri bebatuan yang besar-besar.
Aku sudah memukul seorang pangeran. Jadi Aku harus kembali sebelum mereka memotong tangan dan kakiku. Sulit bagiku bertahan hidup di tempat ini. gumam Hae Soo berjalan menyusuri gua yang pernah dilaluinya dengan Chae Ryung.
Wang So sudah masuk ke dalam kolam air panas dan pelayan langsung keluar setelah menyiapkan pakaian. Setelah melepaskan bajunya, Wang So memastikan lebih dulu sekeliling tak ada orang, lalu melepaskan setengah topengnya dan berjalan ke tengah kolam air panas. Terlihat ada banyak bekas luka dibagian tubuhnya, matanya menatap bayangan wajah di dalam air yang jernih dengan banyak uap. 

Tiba-tiba Hae Soo muncul dar dasar kolam, Wang So kaget melihat ada orang didalam kolam. Hae Soo panik berpikir kalau dirinya sudah mati, ternyata masih hidup dengan mata terpejam, belum sadar kalau ada orang didepanya. Mata Hae Soo langsung melotot melihat Wang So tanpa topeng dengan bekas luka dibagian wajah sebelah kiri.
Wang So juga tak kalah kaget langsung menutup wajahnya dengan tangan, dengan gugup bertanya apakah Hae Soo melihatnya. Hae Soo melangkah mundur karena ketakutan, Wang So pun berjalan mendekatinya membiarkan wajahnya terlihat.
Kau melihatnya atau tidak!” teriak Wang So sambil mencekik leher Hae Soo
T..t..t... tolong biarkan aku hidup.” Kata Hae Soo memohon
Lupakan... aku dan Lupakan yang kau lihat tadi. Jika tidak... wajahmu akan seperti ini juga.” Ucap Wang So mengancam, Hae Soo mengangguk
Wang So keluar dari kolam membawa baju dan topengnya, tanpa sadar tusuk konde hadiah ibunya terjatuh.  Hae Soo jatuh lemas  merasakan jantung berdebar sangat cepat, lalu melihat jepitan rambut yang dijatuhkan Wang So, terdengar suara pelayan kalau mengetahui Pangeran ke empat sudah selesai mandi dan mengajak semuanya segera membersihkanya. Hae Soo pun bergegas pergi. 

Hae Soo pulang dengan tubuh basah gemetar berjalan memegang lampion, Didepan rumah, pelayan dan Chae Ryung terlihat panik, begitu juga Wang Wook dan istrinya. Ketika sampai didepan rumah, Hae Soo binggung melihat semua seperti menunggunya, Chae Ryung langsung berlari menghampirinya bertanya dari mana saja.
Apa kalian semua menungguku?” tanya Hae Soo tak percaya, Nyonya Hae bertanya darimana saja Hae Soo.
Badanku tadi kotor semua Jadi aku mandi di pemandian.” Ucap Hae Soo.
Kau harusnya beritahu orang kalau mau pergi. Seluruh keluarga khawatir padamu.” Ucap Nyonya Hae, Hae Soo kaget seperti tak biasa mendengar keluarga.
Bawa dia ke dalam dan hangatkan tubuhnya.” Perintah Wang Wook
Chae Ryung dan pelayan mengerti, tapi Hae Soo terlihat masih terdiam ketika menaiki tangga dan melihat pintu masuk, Nyonya Hae dan Wang Wook heran karena Hae Soo hanya diam saja, lalu menyuruhnya untuk segera masuk.  
Aku......sepertinya aku sudah serasa di rumah” kata Hae Soo berkaca-kaca karena dianggap keluarga. Wang Wook dan istrinya menatap binggung, Chae Ryung mengajak Hae Soo untuk segera masuk ke dalam rumah. 

Chae Ryung mengeringkan rambut Hae Soo sambil mengejek memang Hae Soo itu  pembuat onar, karena sebelumnya sudah memberitahu untuk tak pergi kesana. Hae Soo membahas tentang pangeran Ke-4, apakah pelayanya itu mengetahuinya dan ingin tahu Orang macam apa dia
“Apa Kau bertemu dia di pemandian?” tanya Chae Ryung, Hae Soo menyangkalnya.
Aku tahu bahwa kemungkinannya besar bagi pria dan wanita... bertemu saat mandi di Goryeo Kau harus menghindari Pangeran ke-4 setelah kau melihatnya.” Jelas Chae Ryung, Hae Soo binggung kenapa harus Menghindarinya
Ibu kandungnya itu adalah Ratu Yoo. Dia diadopsi oleh Keluarga Kerajaan Selir Kang di Shinju. Dia adalah pria yang kuat dan mempunyai dua keluarga. Wang So terkenal sangat menakutkan dan kejam.” Cerita Chae Ryung 

Di sebuah tempat seperti tebing tinggi, beberapa orang memanggil “Yang mulia” dengan obor. Beberapa sudut terlihat sudah terbakar, tiba-tiba dari atas turun Wang Soo dengan membawa obor terlihat terhuyung-huyung kelelahan.
Beberapa orang yang dibawah kaget melihat Wang Soo bisa turun, bahkan salah seorang tak terpercaya bahwa Wang Soo masih hidup dan tidak mati. Wang Soo melawan semua serigala dengan kobaran api lalu berteriak seperti serigala yang sedang marah.
Kata orang hobinya dia berburu binatang sejak dia masih kecil. Ada desas-desus juga bilang kalau dia menangkap setiap serigala terakhir di seluruh Shinju.

Dia juga membunuh orang dengan mudah. Terutama orang yang telah melihat bekas luka di wajahnya.” Bisik Chae Ryung, Hae Soo kaget mengetahui tadi sempat melihat wajah Wang So dengan bekas luka.
Kalau begitu, tadi aku sungguh hampir mati karena Aku melihat wajahnya. Gumam Hae Soo panik.
Dia takkan bisa menginjakkan kaki di Songak jika dia bukan seorang pangeran. Jadi Untung saja begitu.” Kata Chae Ryung
Jadi maksudmu kau tidak boleh pergi sesukamu jika ada bekas luka di wajahmu?” ucap Hae Soo heran
Chae Ryung balik bertanya apakah Hae Soo bisa melakukanya, karena semua orang  hanya menyukai wajah yang menarik. Hae Soo bergumam kalau mereka harus berpenampilan menarik jika ingin diperlakukan dengan baik meski di zaman Goryeo ini jadi sama dengan zamannya yang sekarang, menurutnya Dunia yang mengerikan.

Ratu Yo mandi sendirian di kolam bunga, sambil minum dengan pikiran yang menerawang.
Flash Back
Wang Yo mengunakan topeng untuk acara ritual memberitahu jika penurunan takhta tak bisa dilaksanakan juga maka mereka  tidak harus buru-buru seperti sekarang, menurutnya sang kakak itu selalu pura-pura sok kuat dan bertanya-tanya apa yang akan terjad pada kakaknya setelah meninggal.
Peluang seperti ini jarang terjadi. Kau harus menghabisinya selama ritual keagamaan.” Ucap Ratu Yoo duduk dibangku kebesaranya.
Sudah kubilang, Ibu tak usah khawatir.” Kata Wang Yo menenangkan ibunya.
“Apakah Putra Mahkota yang akan menjadi satu-satunya mengusir roh-roh jahat? gumam Ratu Oh sambil minum kembali. 

Semua pengawal membawa patung naga besar dan juga singa ke dalam istana sebagai Upacara Pengusiran Setan yaitu Upacara yang bertujuan untuk menangkal roh jahat pada gerhana bulan ke-12, lampion dan spanduk besar juga dipasang.
Hae Soo berdiri dengan wajah lemas, semua pelayan memasangkan baju dalam untuknya pagi hari. Satu persatu mula memakaikan baju Hanbook dengan rok berwarna biru, serta baju berwarna merah. Hae Soo menghela nafas panjang bertanya pada Chae Ryung apakah sudah selesai. Chae Ryung mengelengkan kepala. Setelah mengunakan pakaian, Hae Soo juga di beri penjepit rambut.
Di pasar
Banyak orang yang sedang lalu lalang dengan topeng, seperti yang akan digunakan untuk acara ritual. Hae Soo sempat tersandung dengan baju hanbook yang digunakanya, beberapa wanita sedang bertemu dengan pria yang terlihat mengunakan anting. 

Ratu Yoo dibantu pelayan mengunakan sabuk emas, rambutnya sudah ditata terlihat sangat kokoh dan tinggi. Anting, kalung, tusuk konde semua berlapis emas. Pelayan membantu mengunakan jubah keberasaanya sebagai ratu.
Aku tidak ingin ada wanita lain lebih gemilang dariku. Kalaupun memang ada..... sepertinya itu takkan terjadi.” Ucap Ratu Yoo melihat penampilanya di depan cermin. 

Ratu Hwangbo, bersama Yeon Hwa dan Nyonya Hae masuk ke dalam istana. Bertemu dengan Ratu Yoo yang baru keluar juga dari kediamannya, dengan senyumanya mengucapkan perumpamanya  Tiga bunga telah mekar di istana melihat Ratu Hwangbo, hari ini lebih elegan. Ratu Hwangbo juga memuji Ratu Yoo kelihatan cantik hari ini.
Putri Yeon Hwa... Jangan hanya mengunjungi ibumu, tapi kunjungi aku juga. Ceritakan padaku kisah  menyenangkan tentang dunia. Para pangeran tidak tahu apa-apa soal itu.” Kata Ratu Yoo ramah
Aku khawatir keterampilan berbicaraku  tidak cukup baik untuk menghiburmu. Aku akan segera mengunjungimu dan menyiapkan beberapa cerita menarik.” Balas Yeon Hwa. Ratu Yoo mengatakan akan menunggu, lalu pamit pergi sekarang untuk bertemui raja.

Wajah Yeon Hwa langsung berubah cemberut melihat Ratu Yoo, Nyonya Hae mengenggam tangan adik iparnya agar bisa meredam kemarahanya.  Ratu Hwangbo merasa hanya berpapasan dengannya saja sudah membuat suasana hatinya berbeda.
Aku khawatir memikirkan kalau Ibu harus mengatasi itu semua sendirian di istana. Kakak harus berdiri di sisimu secepat mungkin.” Ucap Yeon Hwa kesal
Ini istana, jadi Hati-hati akan ucapanmu.” Kata Nyonya Hae mengingatkan
“Kakak iparmu benar.... Kau masih kurang mumpuni. Alangkah lebih baik jika kau lupa segalanya.” Kata Ratu Hwangbo
Mana mungkin aku bisa melupakan dendam seperti itu?”kata Yeon Hwa.
Ratu Hwangbo bertanya kenapa Nyonya Hae tak membawa Hae Soo, Seluruh istana sudah tahu kekacauan apa yang telah diperbuatnya. Nyonya Hae menjelaskan Hae Soo telah melakukan banyak kesalahansemenjak cederanya jadi sengaja tak mengajaknya supaya bisa bersenang-senang sendiri. Ratu Hwangbo mengerti lalu mengajak mereka segera pergi karena Raja sudah menungunya. 

Semua pangeran sudah berlatih pedang, Putra mahkota sebagai pemimpin dan juga Wang Yo mengunakan topeng yang berbeda sementara adik-adik mereka mengunakan pakaian merah dengan topeng berwarna merah dan putih.
Raja akan bangga melihat kalian semua di sini. Setelah upacara ritual ini selesai, kita akan mengadakan pesta besar.” Ucap Wang Mo, Semua menjawab mengerti
“Wang Wook Hyung, akankah istrimu dan Hae Soo ikut menghadiri upacara itu juga?” tanya Wang Eun penasaran, Wang Wook pikir seperti itu. Wang Eun terlihat senang.
Kenapa? Apa Kau mau dipukuli lagi karena jadi penampil terburuk kali ini?” ejek Wang Won
Tidak, kali ini aku ingin menceramahi dia.” Kata Wang Eun kesal

Wang Yo mengejek apakah mata adiknya itu mau menghitam lagi, Semua tertawa lebar. Wang Jung sengaja mengejak disamping telinga Wang Eun, Wang Eun marah menyuruh adiknya untuk berhenti tertawa lalu kejar-kejar seperti anak kecil.
Keduanya kembali adu dada dan Wang Eun berpura-pura merasa kesakita, Wang Jung panik melihat sang kakak melihatnya. Wang Eun langsung menjepit dengan kakinya karena adiknya kena jebakan. Semua tertawa melihat tingkah pangeran muda. Wang So yang biasanya terlihat dingin ikut tersenyum, Wang Wook melihat sang kakak terlihat tersenyum.
Wang So menyadari adiknya menatapnya, lalu kembali berwajah dingin.  Beberapa orang datang dengan topeng yang menutupi wajah dan pakaian hitam, Wang Yo melirik sinis melihat kedatangan semuanya. 


Di sebuah tempat tersembunyi Wang Mo menukar topeng milikinya dengan sang adik dan juga pakaian yang digunakan warna merah, sementara sang adik juga mengunakan pakaian hitam sebagai pemimpin acara. Ji Mong pun berada disana seperti menjadi saksi keduanya bertukar tempat. 

Acara dimulai dengan topeng yang dipakai Wang So masuk ke dalam istana dengan tombak besar,  yaitu Fangxiangshi - Karakter pemburu raksasa yang bertindak sebagai perwakilan upacara. Raja dan dua ratunya duduk disingga sana paling tinggi.
Lalu adik-adik Wang Mo keluar sebagai Jin Ja - Pangeran  yang merayakan ritual dan Wang Yo dengan beberapa orang lainya menjadi Chang Soo - Sekumpulan manusia yang memakai mantra untuk menangkis roh jahat. Ratu Yoo terlihat tegang. Ji Wong memberitahu raja kalau Jin Ja telah berkumpul dan mereka sekarang akan mengusir roh-roh jahat.
Raja mengangkat tanganya dan suara tabuhan terdengar, Semua Pangeran langsung memperlihatkan gerakan saat berlatih pedang untuk acara ritual. Tabuhan gendang bisa dikuti oleh pangeran, Yeon Hwa dan Nyonya Hae ikut menonton terlihat senang.
Datang beberapa orang topeng dari atap istana, seperti digambarkan roh jahat. Wang So bisa melakukan gerakan bela diri untuk melawanya. Ratu Hwang Bo memuji Putra Mahkota sangat baik dalam menjalankan perannya. Raja pikir itu  Karena dia sudah biasa berada di medan perang. Ratu Yoo masih tetap tegang disamping suaminya. 

Sementara Hae Soo dan Chae Ryung jalan-jalan di pasar dengan kemeriahan atraksi yang dibuat oleh rakyat biasa. Semua terlihat membuat perayaan sendiri untuk mengusir roh jahat dengan membuat pesta. Hae Soo dan Chae Ryung menari-nari mengikuti irama drum yang dimainkan dengan berkeliling.
Di istana, upacara ritual masih berlangsung. Putra mahkota digambarkan seperti bisa mengalahkan roh jahat dengan tombaknya. Saat itu datang Wang Yo mengatakan Monster saleh mengalami luka jadi Perutnya perlu diobati.

Minyak beruang  pemakan roh. Cahaya menelan Buddha. Kami akan memanggil 12 dewa dan menghapus roh-roh jahat dan penyakit. Aku akan memotong tubuhmu. Aku akan menembus hatimu dan mengiris dagingmu. Aku akan mengeluarkan perut  dan ususmu.
Bersama-sama dua pangeran mengucapkan, tiba-tiba datang dari atap menyerang Wang So dengan pedangnya, tamen yang digunakanya bisa menahanya sebelum tertembus dadanya. Ji Mong melihat kejadian tak terduga langsung memeritahkan untuk melindungi raja.
Wang So bisa mengunakan pedangnya membunuh salah seorang yang menyerangnya, Wang Wook, Wang Jung, Wang Won membuka topengnya dan langsung ikut berkelahi dengan orang yang menyerang putra mahkota. Ratu Hwangbo panik melihat Putra mahkota diserang oleh orang yang tak dikenal. Wang Eun memilih untuk bersembunyi dibalik tubuh Baek Ah karena ketakutan.
Perkelahian yang tadinya hanya atraksi malah menjadi yang sebenarnya, Ratu Yo benar-benar tegang. Salah seorang ingin membunuh putra mahkota dengan mengayunkan pedangnya tapi bisa ditangkisnya. Wang Yo dengan topengnya sengaja bersekongkol menyerang putra makhota, Wang So pun terkena pedang dibagian tanganya.
Raja berteriak panik mengetahui putra mahkota terkan pedang, Ratu Hwangbo dan lainya kaget, sementara Ratu Yo tetap diam. Salah seorang ingin langsung membunuh putra mahkota tapi Wang Mo dengan masih mengunakan topengnya bisa menghalanginya. Raja akhirnya turun ingin melihat kejadian, semua orang yang tak kenal langsung kabur melewati atap istana. 


Wang Yo membuka topengnya, melihat kakaknya dengan topengnya yang terkena pedang. Para penjaga datang, Wang Yo berteriak menyuruh semua untuk menangkap orang yang menyerang putra mahkota. Wang Wook pun ikut mengejar bersama dengan Wang Yo keluar dari istana, meminta tentara lain ikut bersamanya juga.
Raja dan Ji Mong datang ingin melihat keadaan putra mahkota, ketika membuka topengnya Raja kaget melihat Wang So bukan Wang Moo yang diserang oleh orang tak dikenal. Ratu Yoo dan saudara Wang lainya kaget mengetahui bukan Wang Mo ternyata dibalik topeng. Raja berteriak memanggil putra mahkota.
Wang Mo membuka topeng yang sudah ditukar dengan sang adik, Raja tak percaya anaknya itu masih hidup. Ratu Yoo duduk lemas karena gagal untuk membunuh putra makhota bahkan tempatnya digantikan oleh Pangeran ke empat yang sudah diasingkan.
Ji Wong dengan perhatian menanyakan keadaan Pangeran ke 4 karena terkena pedang. Wang So berdiri menatap ayahnya dengan berkaca-kaca mengatakan akan menangkap mereka lalu berlari keluar dari istana. Raja Wang terlihat masih shock karena ada orang yang ingin menyerang Putra mahkota tapi Pangeran ke 4 mau bertukar tempat dengan sang kakak. Wang Mo ingin ikut mengejar, tapi Raja menahannya agar tak ikut keluar dari istana. 

Di luar istana 
Lampion dalam bentuk yang unik, terlihat cantik menghiasi sungai. Hae Soo terlihat bahagia melihat lampion bentuk ikan, ada bunga, naga dan juga istana. Chae Ryung juga tak kalah senang melihat kemeriahan dimalam hari dengan lampion.
Wang So melalui pasar dan melihat banyak orang yan mengunakan topeng jadi tak bisa melihat mana yang sengaja menyerang putra mahkota. Akhirnya ia naik ke atap melihat ada beberapa orang dengan pakaian hitam berjalan diatap seperti ninja. Lima orang pun turun dari atap dan Wang So kembali mengejarnya dengan berlari.
Hae Soo sangat bersemangat berlari kesana kemari melihat semua barang-barang yang dijual pedagang, mencoba semua makanan, didepan lampion bentuk istana. Chae Ryung meminta agar Hae Soo beristirahat sebentar, sambil duduk merengek merasa saat seperti ini jadi takkan bisa menikah karena semua kulitnya jadi mengkerut.
Kau itu jauh lebih muda dariku. Kenapa kulit mu mengkerut?” kata Hae Soo
Kita cuma beda satu tahun.” Kata Chae Ryung kesal. Hae Soo tak menyangka ternyata umur mereka hanya beda satu tahun, lalu melihat Wang So dibalik pepohonan sedang berlari lalu meminta pelayanya untuk menunggu sebentar saja ditempat itu. Chae Ryung berteriak  mengejarnya tak ingin ada kekacauan lagi. 

Wang So terus berlari mengejar orang-orang yang ingin menghabisi kakaknya, Hae Soo melihat Wang So berlari mengikutinya lalu masuk ke dalam hutan. Wang So terus mengejar tapi ditahan oleh seseorang dengan pedangnya, Hae Soo telihat kehilangan arah mencoba mencari tempat Wang Soo berlari.  Wang Soo terus berkelahi dengan pedangnya.
Hae Soo berjalan menyusuri hutan untuk mencari Wang So, dari kejauhan melihat seseorang seperti pemimpin modar mandir didepan pria bertopeng, lalu semua langsung berlutut. Dari belakang semua pengawal langsung membunuh semua pria bertopeng dengan pedangnya. Hae Soo benar-benar kaget melihat pembunuhan yang terjadi didepanya dengan cepat.
Terlihat darah yang muncrat mengenai wajah Wang Yo sebagai pemimpin, saat itu Wang Yo merasakan ada suara dibelakangnya, ketika menengok ternyata tak ada siapapun. Seorang pengawal terakhir juga ikut dibunuh. 

Wang So mengunakan pedangnya mengatakan orang itu tak akan kelua dari hutan ini hidup-hidup, meminta agar memberitahu siapa dalang dibalik semua ini, apabila memberitahu maka akan berbicara dengan Raja dan akan diampuni. Si pria tak percaya tetap menaikan pedangnya.
Akulah Pangeran ke-4, Wang So. Percayalah pada janji  yang dibuat oleh pangeran.” Kata Wang So berjalan mendekat menurunkan pedangnya.
Tiba-tiba Hae Soo datang dengan gugup memberitahu kalau disana ada orang, pria bertopeng langsungmenarik dengan menyanderanya, mengunakan pedang dileher. Wang So dengan enteng menyuruh untuk  membunuhnya saja, Hae Soo melotot kaget. Wang So mengulangi kalau menyuruh untuk membunuhnya saja, si pria terlihat tak berani
Kalau kau tak mau  melakukannya, apa harus aku saja?” kata Wang So dingin, mengarahkan pedang pada wajah Hae Soo.
Se...se... selamatkanlah aku. Aku sungguh akan mati jika kau  melakukan hal ini.” kata Hae Soo memohon ketakutan karena lehernya sudah terkena ujung pedang.
Aku tidak peduli mau kau apakan gadis itu. Berhenti mengulur-ulur waktu dan katakan siapa dalang di balik ini semua. Cepat Sekarang katakan ! “ teriak Wang So
Hae Soo bisa merasakan tangan si pria sedikit melonggar lalu mengambil kesempatan dengan mengigit tanganya. Si pria ingin membunuhnya, saat itu juga pisau belati melayang langsung mengenai kepala pria dan topeng terlepas. Wang Wook datang menyelamatkan Hae Soo sebelum dibunuh, Ha Soo bisa bernafas lega melihatnya.
Sementara Wang So berteriak marah, lalu menarik Hae Soo karena sebelumnya sudah berhasil mengangkapnya tapi kalau bukan karena Hae Soo tak akan terjadi seperti ini. Hae Soo pasrah melihat pedang kembali ada disamping lehernya.
Dari belakang Wang So terlihat ada pedang mengarah padanya, Wang Wook dengan tatapan dinginya meminta kakaknya agar menghentikanya, karena Hae Soo tak bersalah jadi meminta agar melepaskanya. Wang So malah menyandera Hae Soo dan beradu pedang dengan adiknya. Hae Soo menangis berada dipelukan Wang So yang menyanderanya. 
bersambung ke episode 3 


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar