Selasa, 09 Agustus 2016

Sinopsis Doctors Episode 15 Part 2

 PS : All images credit and content copyright : SBS

Seo Woo minum bir bersama dengan In Joo sementara Pa Ran sudah tertidur lelap di lantai. In Joo mengejek Seo Woo itu seperti masih remaja karena kabur dari rumah. Seo Woo bertanya balik bagamana dengan In Joo, In Joo binggung maksudnya. Seo Woo mengatakan Hidup pada umumnya
“Jadi kau bertanya bagaimana hidup sebelum kau menjalaninya? Kau bisa hidup karena kau masih hidup.” Ucap In Joo
Aku rasa hidupku terus menjadi lebih buruk.” Kata Seo Woo, In Joo pikir itu bagus kalau Seo Woo mengetahuinya.
Ia lalu pamit tidur lebih dulu disofa, lalu bertanya Seo Woo akan tidur dimana. Seo Woo mengataka akan tidur sebentar nanti lalu menatap Pa Ran yang tertidur lelap di lantai. In Joo masih menatap Seo Woo berpesan untuk memikirkannya lagi.
Aku tidak tahu kalau aku ini buruk, ketika aku dalam keadaan terpuruk. Kemudian aku menyadarinya.” Pesan In Joo lalu membalikan badanya untuk segera tidur. 

Seo Woo terdiam lalu melihat seseorang menelpnya, Dokter Pi menelpnya tapi ia memilih untuk tak mengangkatnya. Dokter Pi menelp dari ruang tidur terlihat gelisah karena Seo Woo tak mengangkat telpnya. Pesan dari Seo Woo akhirnya masuk
Aku akan meneleponmu nanti. Kau adalah temanku. Aku tidak mau melakukan apapun yang akan membuatku kehilangan dirimu.
Dokter Pi membacanya terlihat kecewa dengan begitu Seo Woo sudah menolaknya. Ia menatap Dokter Ahn yang tertidur pulas dengan posisi tengkurap, sambil mengingat memanggil “Sooni Hawaii.

Pagi hari
Yoon Do sudah melakukan olahraga di luar rumah, lalu menatap ke arah rumahnya yang di bajak oleh para penganggu. Ji Hon sibuk didapur membuat sandwich,Yoon Do datang bertanya apakah Ji Hong akan pergi sekarang, lalu melihat kotak makan yang sudah disusun dengan rapih.
Kau tidak membuat bekal ini untuk Dr Yoo, 'kan?” ucap Yoon Do tak percaya, Ji Hong heran memangnya tak boleh melakukan.
Tidak, kau tidak boleh.” Kata Yoon Do, Ji Hong bertanya alasanya. Yoon Do beralasan kalau makanan itu teralu banyak.
Bukankah seharusnya kau sarapan denganku... dan pergi bekerja bersama?” ucap Yoon Do kesal
“Hei... Kenapa kau begitu menyedihkan? Aku akan pergi sekarang. Kau bisa menjadi orang yang mengacaukan rencanaku.” Ucap Ji Hong sudah memasukan semua ke dalam tas.
Yoon Do memanggil Ji Hong untuk meminjam celana dalam karena harus mandi. Ji Hong melihat Yoon Do itu seperti phobia terhadap kuman, apakah ia tidak keberatan menggunakan celana dalamnya. Yoon Do mengatakan tak masalah. Ji Hong menegaskan dirinya yang tak mau meminjamkanya karea tidak berbagi celana dalam dengan orang lain menurutnya Yoon Do itu aneh karena mau meminjam celana dalamnya. Yoon Do terlihat kesal sendiri lalu merasa penasaran dimana seniornya itu  menyimpan celana dalamnya.

Hye Jung menata jas dokter mereka berdua agar tak kotor saat makan, Ji Hong pun membuka bekal makanan yang dibuatnya. Hye Jung merasa tak enak hati karena tidak membuat apa-apa hanya membawakan jus semangka. Ji Hong mengatakan akan mencoba makanan buatan Hye Jung dan penasaran bagaimana rasanya.
Aku mulai ingin memasak akhir-akhir ini.” akui Hye Jung, Ji Hong pikir kenapa.
Aku ingin memasak untukmu.” Kata Hye Jung, Ji Hong berkomentar itu  Pikiran yang hebat.Hye Jung merasa kalau dirinya itu benar. Ji Hong bertanya tentang apa.
Menjawab pertanyaan keduamu.” Kata Hye Jung, Ji Hong tersenyum lalu bertanya apa yang akan dilakukan Hye Jung hari ini.
Aku akan melanjutkan tulisanku jika tidak di butuhkan di UGD.” Ucap Hye Jung
Ji Hong bertaruh Hye Jung itu  tidak akan bisa jauh dengan tesis. Hye Jung merengek meminta Ji Hong tak mengejeknya lalu memulai makan sandwichnya baru gigitan pertama sudah mengangkat jempolnya, karena rasanya enak. 

Dokter Choi melihat pasien UGD kembali masuk lalu bertanya apa yang terjadi dengan pasien yang tak sadarkan diri dengan tabung oksigen, Si pria yang terlihat mengunakan penahan leher mememberitahu  mereka sedang dalam perjalanan ke acara pernikahan ketika sebuah mobil menabrak mereka.
Aku rasa kau sangat kesakitan. Apa Kau baik-baik saja?”tanya Dokter Choi melihat si pria terlihat ada luka diwajahnya.
Aku tak apa. Tolong bantu Hye Young saja, Dia sedang mengandung bayi ku.... Dia sedang hamil!” kata Si pria menjerit histeris. Dokter Choi pun berteriak agar segar memanggil Ahli Ginekologi

Hye Jung masuk ke dalam ruang IGD, Dokter Ahn berusaha menahan calon suami agar tak masuk ke dalam. Si pria memohon agar menyelamatkan Hye Young. Dokter Ahn meminta agar walinya tenang dan tunggu di ruang yang sudah disediakan. Si pria tak mau ingin melihat calon istrinya.
Akhirnya Hye Jung datang memeriksa keadaan pasien dengan bertanya apakah mendengar suaranya. Hye Young tak ada respon. Lalu memeriksa bagian mata dan tangan sambil bertanya pada Dokter Choi apakah sudah melakukan X-ray, Dokter Choi mengatakan sudah dengan wajah khawatir memberitahu pasien ini sedang hamil. Hye Jung bertanya apakah Sudah panggil ahli ginekologi. Dokter Choi mengatakan akan segera datang. Hye Jung melihat si pria yang terlihat sedih melihat calon istrinya. 

Si pria menangis melihat calon istrinya yang tak sadarkan diri setelah kecelakaan.
Flash back
Calon suami terlihat terkesima melihat calon istrinya mengunakan gaun pengantin. Hye Young merasa bahagia karena akhirnya punya gaun pengantin. Si pria bertanya apakah merasa senang. Hye Young mengangguk dengan senyuman bahagia sambil mengelus perutnya memanggil nama JinJin.
Aku ingin menunda pernikahan sampai Jin Jin lahir” kata Hye Young
Maaf Dan terima kasih untuk kesabaranmu, memperhatikanku, membantuku dan mempercayaiku.” Kata si pria
Jangan seperti itu. Ini pasti lebih sulit bagimu. Kau pergi kerja siang malam untuk membeli rumah untuk kita.” Ucap Hye Young
Ya, kita sekarang punya rumah, dan akan segera menikah. Ketika Jin Jin lahir, kita akan hidup bahagia selamanya” ungkap si pria
Hye Young tanpa malu-malu mengutarakan rasa cintanya pada sang calon ayah dari bayinya. Air mata si pria mengalir mengingat perkataan terakhir kali Hye Young yang mengungkapkan rasa cintanya. 

Dokter Kang berjalan dengan Ji Hong sambil melaporkan  Lee Gi Hwan pergi dari stupor ke drowsy.  Ji Hong bertanya apakah pasien itu sakit. Dokter Kang mengatakan Gi Hwan bilang tidak sakit kecuali di bagian yang di operasi. Ji Hong melihat ada telp dari Hye Jung lalu menunda pembicaraan dengan Dokter Kang.
Hye Jung memberitahu seorang wanita di larikan ke UGD karena kecelakaan mobil. Umurnya 29 tahun, semi-coma, dan tingkat kesadarannya 5, serta tidak mendapatkan motorik dari tubuhnya. Ji Hong menanyakan hasil CT Scan.  Hye Jung mengatakan Ada pendarahan di Lobus Parietal sekitar 80cc dan menduga malformasi arteri, srta pasien sudah hamil selama 20 Minggu. Ji Hong kaget mengetahui pasien sedang hamil 20 Minggu dan memutuskan akan kesana.

Hye Young sedang di lakukan pemeriksaan dengan bayi yang dikandungnya, Hye Jung yang menatapnya terlihat tak tega. Beberapa saat kemudian di ruang radiografi. Ji Hong melihat Ada banyak pendarahan dan bertanya Apa yang ahli Ginekologi katakan. Hye Jung memberitahu  Bayinya aman. Apakah Hji Hong  akanmelakukan operasi
Bagaimana pendapat medismu, Yeong Gook?” tanya Ji Hong, Dokter Pi pikir terserah pada Ji Hong sebagai pimpinan operasi karena ia bukan ahli operasi.
Tidak ada yang menyuruhmu untuk operasi. Aku bertanya padamu pilihan terbaik seorang ahli medis.” Kata Ji Hong lalu bertanya pada Dokter Kang dengan pertanyaan yang sama.
Aku rasa kau tidak perlu melakukannya.” Ucap Dokter Kang, Ji Hong menanyakan alasanya.
Tingkat kesadarannya 4. Garis tengahnya terdorong 15mm kesamping, dan pupil matanya melebar.” Jelas Dokter Kang
Ji Hong lalu bertanya pada Hye Jung, Hye Jung merasa melakukan operasi tidak akan membuatnya lebih baik Tapi percaya pendapat walinya lah yang paling penting dalam situasi ini. Ji Hong berkomentar Hye Jung itu berpikir seperti amatir karena itu bukan cara pikir seorang ahli bedah. Lalu memutuksan tidak akan melakukan operasi padanya karena Tidak ada kemungkinan yang akan membuatnya lebih baik bahkan Itu hanya akan menambah rasa sakit kepada pasien dan walinya dan meminta untuk menemui wali dari Hye Young. 

Dokter Choi pun membawa si pria pada Ji Hong dan Hye Jung yang sudah menunggunya. Ji Hong mengatakan khawatir pada pasien tersebut yang akan merasa kesakitan dan hampir tidak ada kemungkinan keadaanya akan membaik.
Kau bilang hampir. Bukankah itu lebih baik daripada tidak ada sama sekali? Bukankah itu berarti setidaknya dia punya sedikit harapan? Apa Kau tidak akan melakukan operasi padanya?” ucap si pria, Ji Hong menegaskan tidak akan melakukannya. Si pria menanyakan alasanya.
Bahkan jika aku melakukannya, kondisinya tidak akan membaik. Aku juga minta maaf dan tidak bisa menjamin keselamatan bayimu.” Ucap Ji Hong
Ini tidak mungkin. Setelah sekian lama akhirnya kami akan menikah, kami tiga tahun tinggal bersama. Apa Kau tahu betapa bahagiannya dia Hari ini tidak boleh menjadi hari pemakamannya.” Kata si pria tak terima
Aku tahu ini sulit bagimu, tapi aku harap kau bisa menerimanya, demi pasien dan bayinya. Aku meminta maaf, Ini yang terbaik yang bisa kami lakukan.” Kata Ji Hong
Si pria memohon agar bisa menolongnya sambil menangis, Ji Hong, Hye Jung, dan Dokter Choi tak bisa menutupi rasa sedihnya karena mendengar pasien yang tak mungkin bisa selamat walaupun sudah dioperasi. 

Ji Hong berjalan dilorong meminta Hye Jung untuk memindahkan pasien Hye Young ke ICU dan tetap perhatikannya, lalu memberitahuya jika  ada sesuatu yang berubah. Hye Jung mengaku memang seorang amatir dan merasa yakin setelah bertemu wali pasien.
Aku pikir kau harus melakukan operasi padanya.” Ucap Hye Jung
Ahli bedah harus jauh dari rasa emosi.” Kata Ji Hong
Apa kau tidak berpikir dari sudut pandang pasien?” ucap Hye Jung
Apa seorang dokter punya sudut pandang lain?” balas Ji hong
Dia tidak sadar. Pendapat walinya akan menjadi pengaruh terbesar dalam hidupnya.  Hasilnya sama saja baik di operasi atau tidak.” Kata Hye Jung
Ji Hong pikir tidak sama karena pasien juga harus berjuang ketika operasi.  Kenapa harus menempatkannya di posisi itu, Hye Jung  berpikir Bagaimana jika menekan otaknya, sehingga tidak rusak lebih parah dengan begitu mereka bisa memperpanjang hidupnya. Ji Hong mengatakan pasien itu bahkan tidak bisa bernapas sendiri dan bisa saja mati ketika operasi berlangsung bersama bayinya.
Hye Jung merasa Ji Hong itu  tidak pernah tahu karena pasien mungkin secara ajaib bisa sembuh. Menurutnya Ji Hong membuang kesempata untuk keajaiban itu jika tidak melakukan operasi. Ji Hong bertanya untuk siapa ini dilakukanya. Hye Jung meminta agar memberi walinya sedikit waktu karena Kemungkinan Istri dan Bayinya mati bisa membuatnya shock, lalu menawarkan diri kalau memang Ji Hong ragu melakukan operasi maka ia yang akan melakukanya.
Ji Hong menatapnya seperti ingin menyadarkanya. Hye Jung menegaskan tetap akan melakukan dan merasa bisa. Ji Hong menegakan Hye Jung yang melewati batasnya sebagai fellow menurutnya kalau memang Hye Jung melakukan ini karena hubungan mereka maka.. Hye Jung menegaskan ia tidak akan bisa melakukan ini dan sudah memberitahu pendapatnya sebagai seorang dokter.
Perkuat lagi pendapatmu itu sebelum mencoba membujukku.” Ucap Ji Hong berjalan pergi.
Bagaimana jika aku dalam keadaan seperti pasien itu? Apa Kau akan menyerah?” kata Hye Jung.
Itu tidak adil. Kau tidak membujukku sebagai dokter.” Balas Ji Hong membalikan badanya. 


Dokter Jin menyambut seseorang di depan rumah sakit, terlihat Kongres Nam turun dari mobil terlihat kesakitan memegang punggungnya. Dokter Jin bertanya apa yang terjadi padanya. Kongres Nam menceritakan mencederai punggungnya ketika bermain golf.
Jadi kau cidera karena masih punya banyak energi. Ini membuktikan kau masih terlihat muda.” Komentar Dokter Jin mengodanya.
“Aigoo.... tidak semuanya. Tolong  rawat aku dengan baik.” Ucap Kongres Na,
Tentu saja. Aku bisa melakukan apa saja untukmu.” Ucap Dokter Jin lalu menuntun masuk Kongres Nam ke dalam rumah sakit. 

Ji Hong masuk ruangan disambut senyuman oleh Dokter Jin dan Kongres Nam yang sudah berganti pakaian rumah sakit. Dokter Jin memberitahu sengaja memanggilnya karena anggota kongres Nam ingin Ji Hong menjadi dokternya. Ji Hong memperkenalkan diri sebagai ahli bedah saraf.
Prof. Hong, apa kau tidak ingat aku? Aku tidak bisa pergi ke pemakaman ayahmu, tapi aku membayar belasungkawaku.” Ucap Kongres Nam, Ji Hong pun mengucapkan terimakasih.
Oh, benar. Aku sudah lihat video tentang atlet panah, Lee Soo Jeong. Aku sangat kagum dan terkesan.” Ungkap Kongres Nam
Dokter Jin memberitahu Ji Hong adalah ahli bedah yang paling terkenal di rumah sakit ini lalu terdengar ketukan pintu. Ji Hong melihat Hye Jung yang datang, lalu keduanya terkesan dingin. Kongres Nam mengaku senang bertemu dengan Hye Jung karena sebagai penggemar. Hye Jung pun memberikan salam hormatnya.
Aku memanggilmu karena anggota kongres Nam ingin bertemu denganmu.” Ucap Dokter Jin meminta Ji Hong dan Hye Jung karena Kongres Nam yang memintanya.
Aku suka orang yang muncul di TV dan yang dengar kau bisa melawan gangster.” Kata Kongres Nam.
Ji Hong langsung mengalihkan pembicaraan kalau mengetahui kalau keluhanya itu cedera punggung,  Kongres Nam menceritaan ketika bermain golf lalu sangat kesakitan. Ji Hong mengatakan akan memeriksanya dan mencari sumber rasa sakit tersebut lalu memintanya agar berbaring dengan posisi miring, setelah itu meminta agar mengangkat kaki kirinya.
Kongres Nam mengaku tidak bisa. Ji Hong akan coba mengangkatnya dan meminta untuk memberitahu kalau memang terasa sakit. Kongres Nam pun menjerit sakit saat kakinya hanya dinaika sedikit saja. Ji Hong melihat tampaknya ligamennya terluka, dan mungkin memiliki Herniated Disk jadi akan melakukan Scan MRI dan mencari tahu yang sebenarnya dan meminta Hye Jung memberitahunya jika hasil Scan MRI-nya sudah ada. Hye Jung mengerti dengan melirik Ji Hong terlihat bersikap dingin padanya. 


Keduanya berjalan keluar dari ruangan dengan suasana diam, begitu juga didepan Lift. Hye Jung pun masuk dengan suasana hati tak nyaman. Setelah diam sekian lama, akhirnya Ji Hong bertanya apaka Hye Jung masih berpikir kalau ia benar tentang operasi itu. Hye Jung membenarkan, lalu bertanya bagaimana dengan Ji Hong. Ji Hong tetap mengatakan kalau ia juga merasa kalau pilihanya itu benar. Hye Jung langsung keluar dari lift saat pinu terbuka. 

Ji Hong pergi menemui Dokter Kang bertanya Apakah pasien Lee Hye Young ada di ICU. Dokter Kang memastikan maksudnya itu Pasien yang tiba dengan gaung pengantin, kan. Ji Hong mengangguk. Dokter Kang memberitahu Hye Jug masih di UGD karena ruang ICU masih penuh dan akan memindahkan secepatnya. Ji Hong mengerti lalu beranjak pergi.

Akhirnya Ji Hong pergi lagi ke ruang UGD melihat si pria yang menatap calon istrinya dari depan kaca, Si pria berbicara pada Ji Hong kalu  tidak bisa hidup. jika mengirimnya tanpa bisa melakukan apa-apa untuknya, menurutnya Jika mereka bisa memperpanjang hidupnya untuk 10 menit....
“Apabila dia masih bisa hidup untuk 10 menit untuk menghabiskan waktu dengan bayi kami.. maka Aku akan melakukan apa saja dan semuanya untuknya” ucap si pria sambil menangis, Ji Hong hanya diam menatap si pria lalu masuk ke dalam  ruangan  

Ji Hong menatap Hye Young dengan keadaan tak sadarkan diri bahakan mengandung bayinya. Ia teringat saat ayahnya dalam keadaan tak sadarkan diri lalu meminta agar dibawakan alat defibrilator. Yoon Do mengataka kalau Ketua Hong telah menandatangani form konfirmasi DNR. Ji Hong tetap bersikeras agar memberikan supaya ayahnya bisa sadar kembali.
Itu bukan kemauan Ketua Hong.” Ucap Yoon Do
Aku mungkin tidak bisa bangun karena usiaku. Aku tidak ingin di paksa untuk di hidupkan lagi. Tulis Tuan Hong pada surat penjanjianya. Hye Jung yang ikut menangis mengingatkan tentang perjanjiannya.
Tolong bawa defibrilator.” Pinta Ji Hong tak ingin menyerah membiarkan ayahnya meninggal begitu saja lalu keluar ruangan. 


Ji Hong ke ruang loker membuka pintunya lalu mengeluarkan baju operasi dan terlihat menenangkan diri lebih dulu sebelum masuk ruangan setelah itu mengambil penutup kepalanya. Hye Jung sudah mencuci tanganyan dan melihat Ji Hong yang baru datang, matanya hanya melirik  tanpa bicara lalu masuk lebih dulu.
Di dalam ruang operasi, Hye Jung sudah membuka lapisan kepala lebih dulu, Ji Hong pun datang meminta dibantu memakai jubah dan juga sarung tangan. Hye Jung memberitahu  sudah membuka Duramaternya. Ji Hong meminta bagian Ginekologi, terus memantau janinnya. Setelah itu meminta Mikroskop.
Hye Jung melirik seperti tak menyangka Ji Hong mau melakukan operasi. Ji Hong dengan wajah serius melakukan operasi dan meminta irigasi, lalu meminta Cottonoid. Bagian Genekologi memberitahu Detak jantung janin melemah. Ji Hong memberitahu hampir selesai karena hanya perlu memotongnya, setelah itu dengan cepat meminta  Gunting bedah llau Tang bipolar. Genokologi memberitahu  Kondisnya terus melemah, jadi mereka harus menutupnya secepat mungkin. Hye Jung terlihat tegang. 

Dokter Ahn kembali dengan wajah bahagia, Dokter Kang dengan nada sinis bertanya Kenapa juniornya itu melakukannya begitu lama, Dokter Ahn seperti tak percaya. Dokter Kang tersadar kalau sikapnya harus baik lalu mengatakan kalau Dokter Ahn sudah melakukannya dengan baik.
“Apa Kau sudah cek status mental pasien Lee Change Je?” ucap Dokter Kang , Dokter Ahn mengatakan Itu pekerjaan Kang Soo karena ini tahun kedua
Kalian berdua tidak perlu membagi tugas.... Maksudku Kita harus membagi tugas, kau benar.” Ucap Dokter Kang, Dokter Ahn tertawa bahagia dan mengucapkan terimakasih.
Apa kalian berdua mengobrol lagi?” teriak Yoon Do datang melihat keduanya
Dia pikir kita membuang-buang waktu setiap kali kita bicara.” Bisik Dokter Kang membalikan badanya bersama-sama.

Yoon Do bertanya apa yang mereka berdua bicaraka sekarang. Keduanya membalikan badan dan mengatakan Tidak ada. Yoon Do memanggil Ahn Joong Dae memarahinya karena kabur di tahun kedua ini, padahal se harusnnya mencontoh residen yang baru tahun pertama.
Kyung Joon.... Kau harus memberinya pelajaran. Bagaimana jika dia kabur lagi karena kesalahanmu?” ucap Yoon Do
Bahkan jika aku mem bully dia, itu tidak sebanding dengan darimu.” Kata Dokter Kang, Yoon Do tak percaya seniornya bisa mengatakan hal itu.
Dokter... Prof. Hong pernah membelikan kami cemilan malam.” Kata Dokter Kang
Yoon Do heran kenapa mereka harus menceritakan padanya,  Dokter Kang mengatakan tahu. Mengapa ia tiba-tiba memikirkan itu tapi tidak mengerti dirinya sendiri.  Dokter Ahn menceritakan Ji Hong yang memesan hidangan seafood kukus dan mereka sangat menikmatinya. Dokter Kang setuju lalu menawarkan diri untuk  masuk kedalam hatinya. Yoon Do menegaskan agar berbicara yang jelas saja kalau Prof. Hong punya aturan sendiri, dan dirinya juga. Dokter Kang seolah tak peduli mengajak Dokter Ahn memeriksa Tn Lee Chang Je. Yoon Do berteriak kesal melihat tingkah juniornya. 


Ruang operasi
Bagian Genekologi memberitahu Detak jantung janin turun ke 90 dan Janinnya akan mati jika nilainya terus menurun. Ji Hong meminta kembali Gunting bedah serta Tang bipolar lalu bisa menyelesaikanya. Denyut nadi sang bayi pun kembali naik.
Ji Hong mengatakan mereka harus cepat melakukan bersama . Ji Honbg pun meminta agar meminta ambil gunting bedah dan siapkan jahitan. Keduanya dengan cepat menutup kembali bagian kepala yang sudah dibedah. 

Calon suami terlihat mondar mandir didepan ruang operasi, Ji Hong keluar bersama dengan Ji Hong mengatakan  mereka harus menunggu dan melihat untuk mencari detailnya Tapi  menurutnya dari awal, kerusakannya terlalu besar serta pasien tidak menanggapi sama sekali.
Tapi operasinya berjalan lancar, 'kan?” ucap si pria, Ji Hong membenarkan.
Lalu dia bisa bangun dan Kondisinya bisa jadi lebih baik, 'kan?” kata si pria
Kami tidak bisa menjanjikannya.” Ucap Ji Hong, Si pria pun menanyakan bayinya apakah baik-baik saja.
Bayinya tidak apa-apa. Detak jantungnya baik, lalu Amnion dan Plasentanya aman Tapi keadaan pasien sangat menghawatirkan.” Kata Ji Hong
Aku bersiap untuk kemungkinan yang terburuk Tapi aku sudah melakukan yang terbaik. Terima kasih.” Kata si pria, Ji Hong dan Hye Jung pun meninggalkanya. 

Di lorong
Hye Jung bertanya kenapa tiba-tiba Ji Hong memutuskan untuk melakukan operasi, Ji Hog mengatakan menyadari, akan menghentikan kesempatan keajaiban. Tapi Hye Jung pikir seorang dokter  dan keajaiban tidak akur. Ji Hong mengatakan kalau memang dulu berpikir seperti itu. Hye Jung sedih menatap punggung Ji Hong yang pergi meninggalkanya.
Ahli bedah saraf dan keajaiban tidak bisa bekerja sama. Kami selalu ragu-ragu. Namun, kami masih berharap sebuah keajaiban Itu karena kami tidak menyelesaikannya.

(SETELAH SATU MINGGU)
Ji Hong memeriksa pasien Hye Young sudah ada diruangan ICU dan melihat ke arah monitor. Hye Jung menatap pasien yang belum sadar. Ji Hong pun melepaskan alat yang masuk ke dalam mulut,  setelah itu memeriksa bagian mata dan juga membuat kepalanya untuk bisa menoleh kanan dan kiri.
Hye Jung menahan rasa sedihnya, Ji Hong bertanya keberadaan suaminya. Hye Jung memberitahu sedang ada diruang tunggu. Ji Hong lalu mengajak mereka untuk keluar. 

Si pria langsung bangun ketika melihat Ji Hong dan Hye Jung keluar dari ruangan ICU. Ji Hong memberitahu Pasien hampir koma Lalu, organ yang lain perlahan akan berhenti bekerja Dan akhirnya dia akan berhenti bernapas. Ia tahu pasti akan sangat merasa sakit Tapi suamiya harus membuat pilihan. Suaminya bertanya pilihan apa yang harus dibuatnya.
 “Istrimu tidak akan bangun, Dalam kasus ini, hampir tidak ada kesempatan bayi untuk hidup.” Kata Ji Hong
Apa kau menyuruku.. merelakan istri dan bayiku?” ucap Si pria
Satu-satunya yang bisa kami lakukan, mempertahankan kondisinya saat ini menggunakan mesin.” Jelas Ji Hong
Apa yang akan terjadi jika kau mempertahankannya dalam kondisi ini? “ tanya si pria
Jika kita menanggap keajaiban akan terjadi...” ucap Ji Hong berhenti berucap
Jika istri anda berhasil bertahan, maka anak tersebut bisa tumbuh di dalam perutnya.Bayinya baru 20 minggu, dia tidak akan bisa hidup di luar rahim.” Jelas Hye Jung menahan tangisnya.
Si pria bertanya apakah istrinya itu bisa bertahan, Ji Hong juga tak tahu tapi mereka akan mencoba memperpanjang hidup istrinya dengan menggunakan sebuah mesin sampai bisa melahirkan bayi. Si suami mulai menangis dan menyakinkan istrinya itu akan bertahan karena Dia wanita yang baik hati dan tidak akan membiarkan anaknya serta meninggalkannya sendirian.
Keajaiban tidak terjadi.. Sangat wajar keajaiban tidak terjadi. Itulah mengapa disebut "Keajaiban"Gumam Hye Jung sambil menangis
bersambung ke episode 16

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Baca sinpsis in mengingat kan nur pada ibu y nur yg udh ada d'surga . jadi nangisssss

    BalasHapus
  2. Makin seru.. Bintang tamunya aktor aktris terkenal ya...

    BalasHapus