Kamis, 11 Agustus 2016

Sinopsis W Two Worlds Episode 7 Part 1

PS : All images credit and content copyright : MBC

Yeon Joo yang terlihat lelah mengatakan tidak makan ramen. Soo Bong mengatakan bukan ramen yang bicarakan, dengan wajah serius bertanya apakah Yeon Joo ingat kalau waktu dulu dari ayahnya, kalau komi W yang telah dibuat oleh Yeon Joo sendiri, Yeon Joo tak mengerti.
Dia bilang, kalau Tuan Oh menulis W berdasarkan cerita yang kau tulis waktu kau masih kecil. Apa Kau tidak ingat itu?” jerit Soo Bong berusaha untuk mengingatkan. Yeon Joo memikirkan kejadian saat masih kecil. 

Flash Back
Yeon Joo yang masih remaja menonton pertandingan olimpiade bersama teman-temanya dengan wajah tegang, Ketiganya tiba-tiba menjerit histeris karena ternyata pemain Korea harus mengalami kekalahan karena seharusnya mereka bisa menang.
Tuan Oh keluar dari ruangan dengan wajah dingin memarahi ketiganya untuk tak berisik. Ibunya yang sedang menyiapkan makanan menasehati anaknya kalau sudah memberitahu untuk tak berisik. Yeon Joo dengan suara berbisik mengajak ibunya ikut menonton karena ada moment yang penting. Ibu Yeon Joo bertanya apakah mereka dapat medali emas sekarang.

Yeon Joo memberitahu mereka baru saja menang tapi keadaan sekarang adalah seri. Salah satu temanya memuji si atlet yang terlihat cantik. Temanya yang lain menambahkan atlet itu masih SMA tapi sangat hebat sekali. Yeon Joo terlihat tegang melihat tembakan terakhir. Temanya merasakan jantungnya terasa berhenti ingin tahu hasilnya.
Akhirnya hasilnya pun keluar dari layar, dua temanya menjerit kesal karena negara mereka kalah dalam pertandingan. Yeon Joo melonggo tak percaya, Ibu Yeon Joo merasa sedih juga menurutnya si atlet merasa gugup jadi tak bisa menang lalu mengajak semua untuk makan bersama. Yeon Joo mengigit jarinya dengan kesal lalu medengarkan teman-temanya yang kecewa karena seharusnya mereka bisa mendapatkan medali emas. 


Dikamar
Yeon Joo asik duduk dimeja belajar sambil mengambar dengan menuliskan karakter yan disukainya, yaitu seseorang yang berusia 18 tahun, anak SMA kelas 11, atlet penembak nasional dan Tingginya 180cm. Ia menuliskan semua dalam kertas tapi berpikir menganti tinggi badanya jadi 185cm.
Namanya adalah... Aku harus menamai dia apa ?” ucap Yeon Joo memikirkan
Terdengar suara ibunya yan memanggil, buru-buru Yeon Joo menutup buku gambarnya dengan buku pelajar dan pura-pura sibuk belajar. Ibunya masuk kamar memberikan telp dari Seul Ah. Yeon Joo pun mengambil telpnya melihat ibunya yang masih berdiri, Ibu Yeon Joo pun keluar kamar membiarkan anaknya berbicara dengan temanya.
Seul Ah bertanya apakah Yeon Joo sudah selesai karena harus menelepon guru kalau tak bisa menyelesaikannya besok. Yeon Joo mengatakan kalau ia juga tak bisa menyelesaikan karena sedang sibuk. Seul Ah bertanya yang sedang dilakukan temanya.
Aku akhirnya menemukan pria idamanku.” Ucap Yeon Joo bahagia, Seul A yakin temanya itu mengubah tipe idealnya lagi
Tidak. Kali ini sungguhan... Sekarang Dengar.... Dia anak SMA kelas 11, dan  seorang atlet penembak nasional. Dia mengikuti pertandingan lalu membalikkan keadaan, selain itu dia juga jenius. Dia seorang murid dan  atlet yang hebat, Tingginya 185cm.  Dia kurus, tapi tubuhnya berotot. Dia sangat manis, baik dan juga lucu.” Cerita Yeon Joo seolah-olah orang itu nyata, dengan menatap gambar pria yang sedang menembak.
Seul Ah yan mendengar merasa kalau pria itu keren, bertanya siapa orang itu, apakah satu sekolah denganya. Yeon Joo menjawab Tidak. Seul Ah makin penasaran bertanya jadi pria itu sekola dimana, karena mau lihat wajahnya. Yeon Joo mengatakan Seul Ah tidak bisa lihat wajahnya dan tidak bisa bertemu dengannya. Seul Ah tak memperpanjang lagi pertanyaan, Yeon Joo pun menutup telp dan akan bertemu di sekolah besok.
Yeon Joo menatap gambarnya dengan karakter  [Anak SMA kelas 11,  Atlet Penembak Nasional] lalu tersenyum-senyum sendiri membayangkanya. 


Yeon Joo sibuk mengambar dikamarnya, Soo Bong masuk dengan membawakan segelas minuman menanyakan kelanjutanya. Yeon Joo panik langsung menutupi layar komputernya agar Soo Bong tak melihat gambarnya. Soo Bong mengaku tidak lihat tapi saat mendekati Yeon Joo penasaran karena harus melihatnya. Yeon Joo akhirnya mengangkat tubuhnya setelah dirayu beberapa kali.
Soo Bong melihat gambar Yeon Joo dan langsung tertawa, menurutnya itu karakter yang baru karena tak terlihat seperti Kang Chul. Yeon Joo mengelu Susah sekali menggambarnya bahkan tidak bisa menggambar garis mukanya.
Padahal Tuan Oh bilang  gambaranmu bagus. Katanya kau pernah ingin  jadi seorang kartunis.” Ucap Soo Bong mengejek
Aku sudah lama tak  menggambar lagi Dan aku tidak biasa dengan pena ini. Dulu 'kan belum ada pena gambar seperti ini.” keluh Yeon Joo yang bisa mengambar dengan pensil
Kalau kau tidak bisa melakukannya,  menyerah sajalah. Ketika Tuan Oh sudah pulang...” ucap Soo Bong langsung di sela oleh Yeon Joo
Hei... Jangan bilang apa-apa  pada Ayah. Aku akan menyelamatkannya. Pokoknya Aku akan menyelamatkan Kang Chul.” Kata Yeon Joo yakin kembali mengambarnya.
Astaga.... Tidak semua orang bisa menggambar kartun... Jadi aku doakan Semoga berhasil.” Kata Soo Bong lalu keluar kamar. 

Kang Chul terlihat makin tenggelam didasar sungai, Yeon Joo terbangun dengan mata melotot, tersadar kalau ketiduran karena mengambar Kang Chul, lalu melihat gambarnya Kang Chul sudah mengenakan pakaiannya. Wajah Yeon Joo sedih melihat gambar Kang Chul lalu melihat tanganya yang melepuh karena terlalu lama mengambar. Tapi tetap saja mengambar garis-garis halus membentuk tokok Kang Chul.
Di dunia W
Kang Chul menjatuhkan diri di sungai Han, polisi yang sedang berpatroli melihat orang yang jatuh lalu bergegas mendekat. Para penyelam pun langsung masuk ke dalam sungai menolong Kang Chul. Sementara di penjara, Polisi yang berpatroli berteriak memberitahu menemukan tahanan yang kabur. Yeon Joo seperti baru terbangun dari tidur melihat sinar yang menyilaukan mata lalu melirik ke sekeliling, wajahnya tersenyum karena akhirnya bisa kembali ke Dunia W sekarang. 

Kang Chul terbangun dengan mata melotot kaget, lalu melihat tangan dan bajunya sudah berganti. Terdengar suara seseorang memberitahu Kang Chul tidak terluka. Kang Chul melihat So Hee berbicara di telp mengatakan tak tahu apapun jadi nanti akan memberitahu kalau Kang Chul sudah bangun dan tak perlu datang.
Akhirnya Kang Chul turun dari tempat tidurnya dan langsung membalikan badan So Hee, seperti memastikan kalau sekertarisnya itu bergerak bukan patung seperti sebelumnya. So Hee memberitahu Kang Chul sudah bangun dan akan menelpnya lagi.
Apa sebenarnya yang terjadi ? Jelaskan kenapa kau pergi ke Sungai Han  dan kenapa kau jatuh dari jembatan itu!!  Ada orang yang mendorongmu, 'kan? Kenapa kau pergi ke sana  tengah malam?” ucap So Hee khawatir.
“Memangnya Apa yang terjadi?” tanya Kang Chul bingung, So Hee heran karena itu pertanyaan yang ditanyakan tadi.
Hari ini tanggal berapa? Apa yang telah kulakukan hari ini? Aku tidak tahu kapan itu dimulai...” ucap Kang Chul seperti hilang ingatan
Ada apa ini? Apa Kau tidak ingat? Kau tiba-tiba menghilang setelah  mengunjungi Yeon Joo di penjara. Polisi sibuk mencari Yeon Joo  setelah dia melarikan diri..., dan kau menghilang sepanjang hari. Aku berusaha mencarimu,  tapi kau tidak jawab teleponmu. Lalu aku dihubungi polisi, katanya kau jatuh dari jembatan. Kenapa kau pergi ke Sungai Han  jam segitu dan jatuh dari jembatan? Apa yang terjadi?” kata So Hee kesal sendiri 

Kang Chul hanya diam karena selama di dunia nyata, maka di dunia W dianggap menghilang. Do Yoon masuk kamar dengan wajah tegang mengucapkan “Yeon Joo” lalu melihat Kang Chul yang sudah bangun. Kang Chul bertanya ada apa dengan Yeon Joo.
Do Yoon ingin tahu Apa yang terjadi pada Kang Chul di sungai. Kang Chul tak menjawab ingin tahu apa yang ingin dikatakanya tadi, Do Yoon memberitau Yeon Joo tertangkap. Kang Chul kaget mendengarnya begitu juga So Hee. Do Yoon mengatakan baru saja di telp ole polisi kalau Yeon Joo sudah  tertangkap.
Ah, syukurlah. Polisi pasti akan menyalahkan kita kalau dia belum tertangkap. Dia tertangkap dimana?” ucap So Hee, Do Yoon menjawab Di penjara.
Jadi maksudmu dia selama ini berada di sana tapi mereka tidak bisa menemukannya?” kata So Hee binggung
Kang Chul mengambil baju didalam lemarinya, So Hee bertanya mau kemana Kang Chul. Do Yoon memberitahu kalau sudah malan dan ingin tahu atasanya itu mau kemana. Kang Chul mengambil jaketnya meminta agar memberitau polisi kalau harus menemuinya sekarang. Do Yoon dan So Hee hanya melonggo binggung melihat kepergian Kang Chul. 


Kang Chul mengemudikan mobilnya dengan wajah tegang lalu menyalahkan radio, berita tentang Yeon Joo pun disiarkan.
Tersangka Oh yang kabur  dari Pusat Penahanan Seoul dan menyebabkan kegemparan sudah tertangkap beberapa saat lalu. Polisi menduga Tersangka Oh telah  melarikan diri ke pusat kota..., tapi nyatanya dia selama ini bersembunyi di dalam penjara dan kemudian tertangkap. Dia ditahan dan sekarang sedang dibawa ke Kantor Polisi Jungbu Seoul. Penyelidikan diperkirakan akan terus  berlanjut sepanjang malam.
Kang Chul segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk segera bertemu dengan Yeon Joo. 

Yeon Joo suda duduk didalam bus tahanan sendirian di malam hari dengan pengawalan sebua mobil polisi, tiba-tiba busnya berhenti mendadak. Polisi yang terlihat kesal melihat sebuah mobil menghalangi jalan mereka. Kang Chul pun keluar dari mobil, Polisi pun menurunkan pistolnya saat melihat Kang Chul yang menghadangnya.
Kau pasti sudah dengar berita itu. Kami membawa tersangka ke Kantor Polisi Jungbu Seoul. Kau boleh...” ucap Polisi disela oleh Kang Chul
Maaf, tapi aku harus  bicara dengannya sekarang.” Kata Kang Cul, Polisi mengatakan Kang Cul tidak diperbolehkan bicara dengannya.
Silakan buat pengajuan resmi dulu untuk bicara dengannya.” Ucap Polisi, Kang Chul berjanji tak akan lama,  hanya Lima menit saja.
Polisi seperti tak bisa berbuat apa-apa karena Kang Chul sudah membantu polisi untuk menangkap para penjahat yang masih buron. Seoran polisi wanita membuka pintu bus dan polisi pun memberi kode agar membiarkan Kang Chul bertemu dengan Yeon Joo. 

Yeon Joo melihat Kang Chul yang akhirnya datang menemuinya, Kang Chul menatap Yeon Joo yang kembali datang dengan mengunakan pakaian tahanan, lalu duduk diam didepanya. Yeon Joo pun mulai bertanya keadaan Kang Chul sekarang. Kang Chul tetap diam menatapnya.
Aku penasaran apa yang terjadi padamu setelah melompat dari jembatan. Kau sepertinya baik-baik saja.” Ucap Yeon Joo, Kang Chul hanya mengatakan bagaimana.
“Kau ingin tahu, Bagaimana bisa kau masih hidup? Saat kau lompat dari jembatan..., kebetulan perahu polisi lewat  di bawah jembatan itu. Lalu ada dua penyelam di dalam perahu itu. Saat kau jatuh, mereka langsung menyelam dan menyelamatkanmu tepat sebelum kau berhenti bernapas. Kau sangat beruntung. Aku tidak percaya ada orang bisa seberuntung kau.” Cerita Yeon Joo terlihat bahagia.
Bagaimana ayahmu?” tanya Kang Chul yang terlihat khawatir
Dia masih hidup, Dua bulan telah berlalu di sana. Dia sembuh,malah  sedang jalan-jalan.” cerita Yeon Joo
Apa mungkin... ayahmu yang menyelamatkanku?”kata Kang Chul

Yeon Joo mengaku memang bukan ayahnya, tapi ia sendiri yang menyelamatkannya dengan memperlihatkan tanganya yang melepuh, lalu mengartikan  kalau ini ketiga kalinya Kang Chul  berutang nyawa padanya. Kang Chul ingin tahu bagaimana bisa Yeon Joo melakukan.
“Apa Kau mau tahu? Jawab dulu pertanyaanku, lalu aku akan memberitahumu.” Ucap Yeon Joo
Kau bicara hal-hal yang pernah  kukatakan padamu sebelumnya. “ komentar Kang Chul dingin
Jika kau kehilangan tujuan hidupmu..., maka kau bisa memulai mengatur tujuan yang baru lagi. Jangan lompat dari jembatan dan  menyerah atas hidupmu. Mana bisa tujuan hidupmu cuma balas dendam? Kalau kau tidak yakin harus berbuat apa selama hidupmu..., Aku akan memberitahumu  apa yang harus kau lakukan sekarang.” Ucap Yeon Joo sedikit mendekat ingin membisikan sesuatu.

Yeon Joo meminta agar Kang Chul bisa mengeluarkannya dari penjara,  Bukan cara ilegal,  namun secara hokum yaitu dengan mengeluarkan cara yang adil, karena tidak mau dikejar polisi  tiap kali ingin menemuinya. Kang Chul hanya menatapnya, Yeon Joo mengingatkan Kang Chul yang berutang nyawa padanya tapi belum berbuat apapun untuknya sambil menyindir seperti orang yang tak tahu terima kasih, jadi meminta Kang Chul untuk membayar hutangnya sekarang.
Lakukan apapun untuk selamatkan aku dari hal ini. Kau pria yang mampu melaksankan tugas dengan baik, 'kan? Kalau kau ingin tahu bagaimana aku  bisa menyelamatkanmu, maka keluarkan aku dulu. Aku akan memberitahumu setelah  aku keluar dari penjara.” Jelas Yeon Joo
“Apa Kau memintaku menyelamatkan seorang yang kabur dari penjara? Apa Kau pikir itu mudah?” ucap Kang Chul dengan mata berkaca-kaca.
Memang tidak mudah. Karena itulah kau harus bekerja keras untuk melakukannya. Jangan pikirkan hal lain.” Pesan Yeon Joo, Polisi memberitahu Kang Chul  tidak bisa membiarkan bicara dengan Kang Chul lebih lama lagi. Kang Chul mengatakan akan segera pergi

“Selain itu... hidupmu mulai sekarang bukan bergantung dari pekerjaan ayahku. Itu sudah berakhir. Mulai sekarang..., anggap ini sebagai kelanjutan cerita yang akan kita lakukan bersama. Selera ayahku dan aku tidak sama. Aku benci hal-hal seperti  pembunuhan, balas dendam..., tembak-menembak atau  film thriller. Yang kusuka adalah cerita roman picisan.” Cerita Yeon Joo, Kang Chul tetap menatap dengan mata berkaca-kaca, Polisi kembali memberitahu agar Kang Chul segera pergi. 
Kang Chul berdiri dan lalu kembali membalikan badanya, Yeon Joo mengangkat tangan yang diborgol seperti meminta agar Kang Chul menyelamatkanya sekarang. Akhirnya Kang Chul turun dari bus dengan wajah lesu lalu meminta maaf pada polisi 
Polisi memberitahu kalau memang Kang Chul ingin mengunjunginya maka datangi saja kantor polisi besok pagi. Kang Chul mengerti dan polisi pun segera pergi meninggalkanya. Yeon Joo yang ada didalam bus terlihat bisa bernafas lega karena Kang Chul akhirnya bisa diselamatkan. Kang Chul masih terdiam ditengah jalan sambil menghela nafas panjang.

Kang Chul pulang melewati jembatan Sungai Han tempatnya saat melompat, sesampai di rumah pengawalnya sempat bertanya darimana saja, tapi Kang Chul memilih untuk diam lalu melihat kebagian tengah rumah mengingat saat membuka gambar di rumah Tuan Oh, sama persis dengan denah penthousenya.
Ia berjalan ke kamar melihat So Hee yang tertidur pulas karena menunggunya, teringat kembali dengan gambar kartun wajah So Hee dijendela dengan wajah, lalu dalam komik digambarkan So Hee sebagaiTeman dan  Asisten Pribadinya Kang Chul.
Do Yoon datang menemui Kang Chul bertanya darimana saja. Kang Chul menatap Do Yoon dalam-dalam, Do Yoon binggung bertanya ada apa. Kang Chul mengingat gambar Do Yoon sebagai tokoh kartun dengan wajah yang sangat mirip, dalam komik digambarkan Pengawal Kang Chul. Lalu Kang Chul meminta Do Yoon memanggilkan pengacara kalau ini mengenai Oh Yeon Joo.


Di ruang interogasi
Detektif Park mengebrak meja membuat Yeon Joo menjerit ketakutan sambil menutup wajahnya. Detektif Park berteriak marah karena Yeon Joo seperti tak mendengarnya, karena ingin tahu dimana Yeon Joo bersembunyi.
Kenapa kau tidak jawab? Katakan sesuatu..... Katakan apapun...” teriak Detektif Park histeris. Yeon Joo terlihat ketakutan.
“Dasar... Wanita ini kumat lagi. Darimana asal wanita ini sebenarnya?” ucap Detektif Park kesal, polisi lain datang memberitahu.
Dia ini memang kelihatan normal..., tapi kenapa dia menyusahkanku? Sudahlah, lebih baik Dia harus diberi tes kejiwaan Kalau aku yang bicara dengannya lagi,  malah aku yang bisa gila.” Teriak Detektif Park, Polisi membeirtahu seseorang sudah datang. 

Kang Chul sudah ada diruang tunggu, Yeon Joo dibawa masuk ke bersama dengan Detektif Park wajahnya tersenyum melihat Kang Chul yang mengunjunginya. Detektif Park tahu Kang Chul itu mau datang jadi sengaja memberikan tempat yang nyaman untuk bertemu. Kang Chul meminta maaf sudah melanggar aturan. Detektif Park merasa tak masalah karena Kang Chul sudah dianggap sebagai bagian dari kepolisian juga lalu menawarkan kopi. Kang Chul menolaknya,
Yeon Joo terus menatap Kang Chul. Detektif Park memutuskan akan mematikan CCTV jadi mempersilahkan mereka untuk bicara. Kang Chul memberikan kode pada pengawalnya, Do Yoon dan pengacara keluar dari ruangan membiarkan Kang Chul dan Yeon Joo berbicara berdua saja. 

Yeon Joo pun duduk didepan Kang Chul tak percaya ternyata datang lebih cepat dari dugaaanya, Kang Chul hanya diam saja. Yeon Joo bertanya apakah Kang Chul sudah menemukan cara mengeluarkanya. Kang Chul tetap diam.  Yeon Joo tahu Memang tidak mudah menyelamatkan  orang yang kabur dari penjara Tapi memang Kang Chul itu orang yang  punya kekuasaan.
Siapa kau... Siapa kau yang bisa memutuskan hidupku? Dan Atas hak siapa kau bisa begini padaku?” ucap Kang Chul, Yeon Joo yang tadi tersenyum terlihat melonggo kaget mendengarnya.
Sepertinya aku tak butuh penjelasan kenapa kau bisa menyelamatkanku. Kaulah yang pasti sudah menggambarku duluan. Aku tidak tahu kenapa,  tapi kau pasti menggambarnya. Mungkin kau bisa menggambar karena kau putrinya. Sebenarnya, aku tidak peduli soal hal itu.” Ucap Kang Chul

Namun..., Apa menurutmu itu hakmu bisa menggambar dan menyelamatkanku? Kenapa kau menyelamatkanku padahal aku lebih memilih untuk mati? Kau memangnya siapa? Apa kau seorang pencipta  semua makhluk di bumi ini? Kau berusaha membunuhku  disaat aku ingin hidup Tapi sekarang kau menyelamatkanku dari kematian. Apa ini sebuah lelucon? Apa ini sesuatu seru dan menyenangkan bagimu dan orang-orangmu?” ucap Kang Chul dengan nada menyindir
Bagaimana bisa... Teganya kau berkata seperti itu? Kenapa aku harus...” ucap Yeon Joo binggung melihat tanggapa Kang Chul.

Kau mungkin berpikir aku akan  berterima kasih karena menyelamatkanku. Lalu Kau bilang kelanjutan ceritanya?  Kau suka cerita roman picisan..., makanya kau mempermainkanku? Yah....  Benar juga. Kau hanya datang ke sini saat kau bosan..., lalu kau akan kembali ke duniamu. Memang semudah itu ‘kan. Apa kau menghidupkanku lagi untuk materi roman picisanmu? Apa aku ini semacam mainan?” ucap Kang Chul dingin.
Yeon Joo tak percaya betapa teganya Kang Chul menganggapnya seperti itu. Kang Chul bertanya apa harapan Yeon Joo dengan hidupnya sekarang, lalu menatap Yeon Joo yang tak tahu selama ini yang sudah dialaminya sebelumnya.

Flash Back
Kang Chul sudah berpakaian jas rapih menatap kearah depanya dengan tatapan sedih, sebuah tulisan dibatu nisan [Kang Yoon] yaitu nama ayahnya. Ia sedang berada disebuah pemakananan dengan berjejer ayah,ibu dan dua adiknya.
Kau punya kedua orang tuamu..., tapi aku tidak. Kupikir mereka meninggal..., tapi nyatanya mereka tidak pernah ada.

Aku lahir sendirian  sebagai seorang yatim piatu dari ujung pena seorang alkoholik. Kenapa...aku pernah merasakan sedih? Apa yang selalu kurindukan? Jangan terlalu merasa hebat. Kau pasti merasa bangga pada dirimu sendiri, tapi pada kenyataan itu tidak. Apa yang kau lakukan adalah sia-sia. Aku tidak berterima kasih padamu. Kenapa kau mau membuat kelanjutan cerita padahal tak ada orang yang mau melanjutkan hidup ini?” ucap Kang Chul marah
Aku memang melakukan hal yang tidak berguna.” Ucap Yeon Joo sambil menangis.
Apa kau sadar kalau kau membuat kesalahan?” tanya Kang Chul, Yeon Joo mengaku kalau ia menyadarinya sekarang
Kenapa aku mengkhawatirkanmu? Aku harusnya  tidak peduli meski kau tenggelam selamanya. Kenapa aku memikirkan solusi lebih dari dua bulan?” kata Yeon Joo sambil menangis merasa menyesal
Kang Chul membenarkan lalu menanyakan alasan Yeon Joo melakukan itu, karena seharusnya Yeon Joo tetap bekerja di  rumah sakit dan mengencani orang lain tapi kenapa tetap melakukan ini.  Ia ingin tahu Kenapa Yeon Joo bergantung pada  webtoon ini dan kembali ke sini diborgol. Yeon Joo sambil menangis mengaku kalau itu karena mencintai Kang Chul.
Aku tahu itu tidak masuk akal...,tapi aku jatuh cinta denganmu.” Akui Yeon Joo, Kang Chul terdiam keduanya saling menatap. 


Lalu perlahan Yeon Joo pun hilang seperti buih. Yeon Joo melihat kembali ke kamarnya dengan pakaian penjara lalu kembali menangis. Teringat saat pertama kali mengucapkan kalau mencintai Kang Chul sebelum pergi meninggalkanya, Kang Chul tersenyum menurutnya tak masuk akal dan tak akan percaya
Saat dikamar mandi untuk kedua kalinya, Yeon Joo juga mengungkapkan mencintainya. Kang Chul yang ada di perasat mengingatkan kalau itu tak akan berefek padanya. Dan yang terakhir Yeon Joo terlihat benar-benar mengatakan dengan perasaan yang tulus kalau mencintai Kang Chul jadi ingin menyelamatkanya.

Kang Chul terdiam mengingat kembali saat pertama kali bertemu diatap, dengan setengah sadar melihat Yeon Joo yang berdiri didekatnya saat di bawa oleh tandu oleh petugas ambulance. Ketika di toko pakaian pertama kalinya Yeon Joo menciumnya, lalu untu kedua kalinya dikamar mandi mereka berciuman.
Yeon Joo dan Kang Chul mengingat kenangan mereka berdua yang dialaminya selama ini. Kang Chul sempat tersenyum, Yeon Joo mondar mandir terlihat gelisah dikamarnya. Kang Chul akhirnya memilih untuk beranjak pergi meninggalkan ruang tunggu. 


Tiba-tiba ia merasakan sesuatu dibelakangnya, Yeon Joo ternyata sudah duduk dikembali ditempatnya semula. Keduanya saling menatap, lalu Yeon Joo mengejek Kang Chul yang sok hebat seolah seperti orang yang berpendirian tapi ternyata pendiriannya mudah sekali goyah.
Jangan terlalu memaksakan dirimu. Aku juga datang ke sini bukan karena aku menginginkannya. Aku terseret kesini karena kau  terus memikirkanku. Kau memikirkan diriku waktu kau tenggelam, dan sekarang juga. Apa aku salah?” ucap Yeon Joo
Benar.... Aku takut.” Ucap Kang Chul, Yeon Joo bertanya takut apa.
Aku takut mungkin aku takkan pernah bisa bertemu denganmu lagi.” Ucap Kang Chul
Yeon Joo menatap binggung, Kang Chul mendekat dan menciumnya. Yeon Joo pun menutup matanya menerima ciuman dari Kang Chul. Detektif Park membawakan dua gelas kopi lalu terlihat kaget keduanya sedang berciuman dan buru-buru keluar dari ruangan. Yeon Joo melihat polisi yang datang, bertanya apakah tak masalah kalau sampai polisi melihat mereka.
Kang Chul mengatakan tak peduli, lalu mengangkat tubuh Yeon Joo untuk duduk diatas meja. Yeon Joo pun melingkarkan tanganya di leher Kang Chul dan kembali berciuman, sepertinya keduanya melampiaskan rasa rindu yang tertahan selama ini.

Pengacara sedang berbicara dengan Do Yoon kalau sudah membuat perjanjian jadi tak perlu khawatir. Detektif Park keluar dari ruangan dengan wajah gugup, Do Yoon bertanya apakah keduanya itu masih bicara. Detektif Park bertanya apakah keduanya itu pernah saling mengenal sebelum kejadian ini. Do Yoon dan pengacaranya binggung, Do Yoon pikir tak mungkin. Detektif Park merasa kalau keduanya itu dekat, bahkan menurutnya sangat dekat. Do Yoon terlihat benar-benar binggung. 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: