Selasa, 09 Agustus 2016

Sinopsis Doctors Episode 15 Part 1


PS : All images credit and content copyright : SBS
“Jangan lakukan itu!!! Kalau mereka tahu ayahnya mati demi membayar biaya rumah sakit mereka ... menurutmu bagaimana hidup anakmu nanti ? Kau memilih jalan ini karena menyerah dengan hidupmu. Kau ini seorang Ayah.  Apa kau mau merusak hidup anak-anakmu? ” ucap Hye Jung menangis,  Tuan Nam terdiam menatap Hye Jung
Hye Jung menegaksan tidak akan mencegahnya  untuk bunuh diri, tapi hanya meminta untk menjelaskan kepada anak-anak terlebih dahulu, supaya mengatakan pada anaknya kalau semua ini bukan salah mereka. Menurtnya Tak ada yang bisa menggantikan seorang ayah, tak peduli berapa banyak bantuan yang datang.
Aku sangat ingin mengakhiri hidup ini. Ibuku memeperlihatkan padaku... bagaimana cara bertahan ketika hidup sedang terpuruk.  Apa itu yang kau inginkan untuk Hae dan Dal?” kata Hye Jung, Tuan Nam pun tak bisa menahan tangisnya lalu melangkah mundur dari tepi gedung. Hye Jung pun bisa bernafas lega, Tuan Nam sambil berlutut kembali menangis.  

Ji Hong datang membawakan segelas teh untuk Hye Jung yang duduk di ruang tunggu. Hye Jung terlihat kelelahan meminum tehnya. Ji Hong menanyakan keberadan Tuan Nam sekarang, Hye Jung mengatakn sedang bersama anak-anaknya lalu mengaku sangat lelah.
Kau  sudah melakukannya dengan baik. Luka yang sangat menyedihkan dan Lukamu berhasil membantu Tn.Nam” komentar Ji Hong sambil mengelus rambut Hye Jung.
Aku sudah tahu, kau akan mengatakan itu.” Balas Hye Jung, Ji Hong bertanya apakah ia salah berbicara seperti itu.
Aku rasa kita harus membantu satu sama lain. Melihat Tn. Nam, membuatku mengingatkan pada ayah, dan itu membuatku pusing. Tapi, sekarang aku tidak merasa stress ketika mengingat tentang ayah. Aku tidak tahu mengapa.” Jelas Hye Jung, Ji Hong tahu maksud pacarnya itu.
Kau tidak bisa menjelaskan secara logis, tapi kau merasa nyaman.” Kata Ji Hong

Hye Jung membenarkan lalu merasa tidak tahu apa-apa tentang masa kecil Ji Hong lalu bertanya seperti apa orang tuanya dulu. Ji Hong menceritakan kedua orang tuanya adalah guru dengan keduanya yang sibuk  bekerja, jadi selalu pulang dan sendiri di rumah setiap hari.
Ibuku mengajar di tempat aku bersekolah, tapi bukannya menunggu dia menyelesaikan pekerjaanya, aku malah pulang lebih dahulu. Itu yang menganggu pikiranku. Kenapa aku tidak menunggunya dan pulang bersamanya?” cerita Ji Hong, Hye Jung mengaku sedang bisa bertanya seperti ini, Ji Hong juga merasaka hal yang sama seperti memiliki punya tempat untuk saling menceritakan sesuatu.
Di belakang mereka, Tuan Jin dan sekertarisnya melihat kedekataan keduanya. Tuan Jin menatap Hye Jung lalu meminta sekertarisnya agar memberitahu Hye Jung untuk datang dan menemuinya besok.


Dokter Bedah pasti akan berhubungan dengan ruang operasi, Hye Jung mulai mengoperasi dan bisa bernafas lega kalau operasi berjalan lancar.
Ahli bedah saraf sangat sensitif. Kami selalu menggunakan mikroskop ketika sedang operasi, dan melakukan operasi di bagian yang lebih tipis dari kertas... ini  sangat menyulitkan. Sifat sensitive adalah kebaikan kami.
Banyak kejadian yang ada diruang operasi, seperti Dokter Kim yang tak pecaya pada Yoon Do yang mengoperasi Tuan Hong. Seo Woo yang memaksakan kehendaknya saat mengoperasi atlet panah dengan tangan yang gemetar. 

Soon Hee tidur dikamar Hye Jung dengan memeluknya erat, Hye Jung terbangun karena alarm di ponselnya berbunyi menunjukan sudah pukul 5 pagi. Ia berjalan keluar kamar ingin pergi ke kamar mandi saat itu, Dokter Ahn juga ingin keluar dan panik melihat Hye Jung baru keluar kamar dan buru-buru menutupnya.
Hye Jung merasakan sesuatu dibelakangnya, lalu membuka pintu kamar Soon Hee tak ada orang. Dokter Ahn menahan nafasnya bersembunyi dibalik pintu agar tak ketahuan. Hye Jung pun menutup kembali pintu kamar. Dokter Ahn bisa bernafas lega. Tiba-tiba Hye Jung kembali membuka pintu menemukan di balik pintu, Dokter Ahn benar-benar terlonjak kaget.
“Apa Kau pikir badanmu cukup kecil untuk bersembunyi?” ejek Hye Jung, Dokter Ahn mengelengkan kepala sadar kalau badanya itu besar. 

Seo Woo memakai bedak sebelum bertugas diruanganya, ponselnya berdering melihat nama ayahnya yang menelp. Dan ia memilih untuk membiarkan dan tak mengangkatnya. Dokter Jin berusaha untuk menelp anaknya dari rumah, sang istri pun lewat lalu menyuruh untuk menelp Seo Woo sekarang.
Bagaimana jika dia tidak mau mengangkatnya juga?” balas Nyonya Yang sinis. Dokter Jin menyindir ibu macam apa yang bisa berkata seperti itu.
Aku berkata seperti itu karena aku seorang Ibu. Dia tidak ambisius dan melakukan yang terbaik seperti yang kau mau.
Apa dia sudah mencobanya, lalu Apa yang sudah dia lakukan? Mengapa dia sangat sulit untuk mengikuti jalan yang sudah aku siapkan?” keluh Tuan Jin
“Kau bulang itu Jalan yang sudah kau siapkan? Omong kosong.” Balas Nyonya Yang
Tuan Jin seperti tak mendengarnya, Nyonya Yang menyindir Tuan Jin itu tuli dan menegaskan kalau ia sekarang tak ingin membantu suaminya. Tuan Jin terdiam karena tak bisa lagi mendapatkan dukungan dari sang istri tentang ambisinya. 

Hye Jung berjalan di lorong rumah sakit bersama dengan Dokter Ahn yang berjalan dengan wajah ketakutan. Hye Jung membalikan badan bertanya ada apa dengan mimik wajahnya. Dokter Ahn mengaatakan akan pergi sendiri dan tidak bisa muncul bersama dengan Seniornya.
Lebih baik jika aku terlihat Menangkapmu daripada kau menghilang dan tak ada yang peduli. Sekarang Ikuti aku.” Tegas Hye Jung, Dokter Ahn pun tak bisa menolaknya. 

Di ruang dokter magang
Dokter Kang bertanya keadaan Nam Dal, Dokter Pi menjelaslkan Ventrikelnya sudah kembali normal,dan tidak lagi merasakan sakit kepala atau mual jadi pulang hari ini, menurutnya setelah Muncul di TV menyelesaikan masalah biaya rumah sakit. Dokter Kang itu bagus lalu bertanya pada Dokter Choi.
Dokter Choi terlihat menjulingkan matanya, Dokter Kang menyadarkan dengan tepukan tangan di depan wajahnya bertanya apa yang sedang dilihat juniornya lalu menyuruhnya untuk bangun dari tidurnya. Dokter Choi mengeluh Terlalu banyak yang harus di lakukan.
Kita harus mencari Joong Dae. Ini sudah seminggu. Dia akan malu kembali kesini jika tidak ada yang peduli padanya.” Kata Dokter Pi

Sebenarnya ada dimana dia itu? Aku menelepon teman dekatnya tapi mereka tidak melihatnya.” Kata Dokter Choi heran
Itu sebabnya dia paling buruk. Dia licik dan cerdik. Aku bingung kenapa dia bisa menjadi ahli bedah saraf. Ternyata dia adalah psiko. Dia mungkin benar-benar menjadi ahli bedah.” Kata Dokter Kang
Dokter Pi menyindir apakah itu suatu pujian, Dokter Kang menjerit kesal kalau dianggap sebagai ejekan, Lalu terdengar pintu terbuka. Ketiganya menengok melihat Hye Jung yang membawa Dokter Ahn kembali. Dokter Choi dan Dokter Pi langsung berlari menghampiri Dokter Ahn dengan wajah bahagia. 


Hye Jung menyuruh Dokter Kang agar menyuruh Juniornya kerja lebih keras, sehingga terlalu lelah untuk kabur. Dokter Kang dengan wajah haru mengataka mengerti. Hye Jung pun keluar dari ruangan. Dokter Ahn tertunduk, Dokter Kang berteriak menyuruh juniornya untuk segera   periksa pembalut luka pasien Lee Joo Young.
Dokter Ahn mengerti bergegas keluar, Dokter Kang berteriak kembali memanggilnya menyuruh untuk menganti bajunya dulu, lalu memberikan jas dokter yang sudah pasti dirindukanya. Dokter Ahn menerimanya kembali dengan mata haru dan mengucapkan terimakasih. Dokter Kang langsung memeluknya, Dokter Choi dan Pi juga ikut memeluk Dokter Ahn yang akhirnya kembali berkerja dengan mereka. 

Ji Hong memberitahu kalau ia memperbolehkan Nam Dal pulang lalu bertanya bagaiman dengan Nam Hae. Seo Woo mengatakan kalau Nam Hae sebagai pasien rawat jalan karena Dokter Jung membolehkannya. Hye Jung berjalan akan siap berkeliling, Ji Hong memberikan kode agar mereka pergi bersama.
Seo Woo akhirnya sendirian di meja receptionist, Sekertaris ayahnya datang menemuinya. Dengan sinis Seo Woo bertanya ada apa. Sek memberitahu Ketua Jin ingin bertemu dengannya, Seo Woo langsung menolaknya. 

Tuan Nam melihat kwintansi yang sudah dilunasinya untuk membayar rumah sakit. Ji Hong datang menyapanya mengatakan kalau sudah menonton acaranya. Tuan Nam mengucapkan Terima kasih untuk segalanya dan baru menyelesaikan dokumennya.
Jangan biarkan anak-anak terkena air panas. Bawa mereka jika muntah atau merasakan sakit kepala.” Pesan Ji Hong, Tuan Nam mengerti. Ji Hong pun meminta izin untuk memeriksa Nam Dal masuk ke dalam rangan
Tuan Nam memanggil Hye Jung sebelum masuk, Hye Jung dengan senyuman mengatakan  ikut senang karena Orang-orang mendukung jadi Tuan Nam tidak perlu khawatir masalah uang. Tuan Nam berjanji akan selalu mengingatnya. Hye Jung bertanya Apa menurut Tuan Nam, ia adalah orang yang baik. Tuan Nam membenerkan kalau Hye Jung memang orang baik.
Dunia masih tetap menjadi tempat yang hangat. Hae dan Dal sangat beruntung mempunyai ayah yang sangat menyayangi anaknya.” Komentar Hye Jung
Jangan mengatakan itu, Semua ayah pasti punya sifat yang sama.” Balas Tuan Nam, Hye Jung terdiam karena tak bisa merasakan kasih sayang ayah seperti Tuan Nam. 

Dokter Jin melihat video saat Hye Jung diwawancara oleh TV, sambil berjalan mengatakan Nenekku salah satu alasan terbesar, aku ingin menjadi ahli bedah saraf. Ketika aku bermasalah saat remaja dia pernah berkata orang yang di lahirkan ke dunia ini, setidaknya harus punya mimpi yang besar.
Flash Back
Kau harus merasa bersalah jika seseorang mati meskipun kau sudah melakukan yang terbaik. Apa kau menjamin kalau kau sudah melakukan yang terbaik?” ucap Hye Jung penuh amarah
Jika kau bisa membuktikan aku tidak melakukan yang terbaik, maka aku akan menerima tuduhan itu.” Balas Dokter Jin tak masalah.
Dokter Jin mengingat saat masih ada di rumah sakit daerah mengoperasi nenek Hye Jung lalu melakukan kesalahan dan membuatnya meninggal. 

Terdengar bunyi ketukan pintu, Hye Jung pun masuk ke dalam ruangan. Dokter Jin dengan ramah menyapa Hye Jung lalu menyuruhnya duduk, setelah itu bertanya apakah sedang sibuk. Hye Jung mengaku sedikit sibuk, dan balik bertanya apa yang ingin dibicarakan denganya karena merasa sudah sering melakukan ini.
Aku memanggilmu satu kali minggu lalu, ini pertemuan kedua. Hanya satu kali dalam seminggu. Apa ini terlalu sering menurutmu?” kata Dokter Jin, Hye Jung memilih untuk tak membahasnya dan bertanya apa yang ingin dibicarakan.
Bukan sesuatu yang spesial. Aku hanya ingin melihatmu dari waktu ke waktu dan mengingatkan diriku untuk bekerja keras. Kita cenderung menjadi malas ketika sudah tua.” Kata Dokter Jin mencari-cari alasan.
Hye Jung melihat ponselnya  bergetar dan itu dari Dokter Choi, lalu meminta izin akan kembali bekerja karena di Ruang Gawat Darurat sedang membutuhkanya. Dokter Jin pun mempersilahkanya lalu bertanya tentang anaknya, Seo Woo. Hye Jung terdiam lalu menjawab kalau Dokter Jin bisa bicara langsung padanya daripada menanyakannya padanya. 

Tuan Jin masuk ruangan melihat Hye Jung yang akan keluar dan mengetahui kalau itu adalah dokter yang masuk TV lalu berkomentar menikmati acaranya. Hye Jung pun mengucapkan terimakasih lalu segera bergegas keluar. Tuan Jin mengatakan menyukai Hye Jung karena  dapat banyak panggilan dari teman setelah acaranya tayang.
Gunakan itu untuk mempromosikan rumah sakit.” Kata Tuan Jin duduk didepan anaknya.
Aku ingin memecatnya, tapi tidak bisa karena alasan itu.” Akui Dokter Jin kesal sendiri.
Kenapa kau ingin memecatnya?” tanya Tuan Jin binggung, Dokter Jin pikir ayahnya itu tidak perlu tahu.
Ji Hong menandatangani kontrak investasi hari ini, 'kan?” kata Tuan Jin, Dokter Jin pikir seperti itu,
Dia akan mencoba melakukan sesuatu, tapi itu tidak akan berhasil. Dia akan tahu bahwa dia hanyalah katak yang ada di dalam kolam kecil.” kata Dokter Jin dengan tersenyum penuh kesombongan 

Dokter Choi baru saja selesai bicara dengan petugas ambulance, lalu Hye Jung pun datang menemui didepan receptionist UGD.  Dokter Choi memberikan berkas dengan penjelasan Pasien adalah seorang pria berumur 27 tahun, terkena ledakan gas, maka sebuah baterai.. dari lokasi konstruksi terjebak di dalam matanya lalu Dalam CT Scan... Hye Jung binggung sebuah baterai lalu menanyakan keadaaa mentalnya. Dokter Choi mengatakan harus segera ditangani. Hye Jung mengajak untuk segera menanganinya. 

Di ruangn ER
Dokter Ahn berusaha memegang pasien yang terus saja bergerak, Dokter Kang menenangkan agar tak banyak bergerak. Hye Jung datang menanyakan apakah pasien bisa mendengarnya, si pasien mengatakan bisa mendengarnya dan mengeluh merasa kesakitan dengan baterai yang menancap di kepalanya
Tolong tenang. Apa Kau bisa mengangkat tangan kananmu?” ucap Hye Jung si pasien mengangkat tanganya. Hye Jung meminta mengangkat kaki kananya. Si pasien pun bisa melakukanya.
Refleks pupil dan kemampuan motoriknya normal. Mari lakukan X-Ray dan Panggil Prof. Hong.” Ucap Hye Jung
Dia tidak ada dihubungi sampai sore.” Kata Dokter Kang, Hye Jung melotot kaget kenapa tak bisa dihubungi. 

Ji Hong berjalan disebuah lorong terlihat penuh percaya diri, lalu Dokter Kim pun menyusul keduanya terlihat sangat rapih seperti ingin bertemu seseorang. Di depan lobby keduanya menyambut seorang pria WNA dengan pria lain terlihat dari Korea.
Semua berkumpul dalam  satu ruangan lalu Ji Hong memberikan tanda tangan setelah itu saling bertukar berkas. Setelah selesai keduanya berjabat tangan seperti selesai membuat perjanjian. 

Hye Jung melihat hasil CT Scan pasien  [PARK HYUN JOON] Yoon Do akhirnya datang ke dalam ruangan. Hye Jung memberitahu  Baterai menembus bagian kiri atas Matanya maka ini di sebabkan pendarahan intra serebral dan pendarahan ekstradural di lobus frontal.
Kita harus bekerja dengan Ahli Oftalmologi.” Kata Yoon Do melihat hasilna dengan kacamatanya. Hye Jung mengatakan  sudah memanggil mereka dan sedang dalam perjalanan.
Kita akan melakukannya setelah Ahli Oftalmologi melepas baterai.” Ucap Yoon Do, Hye Jung merasa bersyukur karena tidak ada banyak darah keluar.
Duramaternya tidak terlihat sobek, semoga seperti itu. Siapkan ruang operasi.” Kata Yoon Do
Tak ada sahutan dari Dokter Choi yang ada dibelakanganya, Dokter Choi ternyata sedang tertidur sambil berdiri karena kelelahan. Yoon Do akhirnya menepuk dadanya memberitahu mereka membutuhkan ruang operasi, Dokter Choi mengerti lalu keluar ruangan dengan setengah sadar. 

Yoon Do melepaskan kacamatanya bertanya alasan Hye Jung itu menelpnya padahal fellownya harus memanggil Prof Hong secara khusus. Hye Jung mengatakan kalau tidak secara khusu ketika bekerja. Yoon Do mengodanya kalau Hye Jung memanggil Ji Hong secara khusus di lain waktu lalu berkomentar Hye Jung itu  lucu sekali. Hye Jung pun meminta maaf.
Prof. Hong harus hadir di pertemuan dewan.” Kata Hye Jung
Aku kaget, karena mengira dia tidak suka melakukan itu.” Ucap Yoon Do mengedumel
Dalam hidup, kita harus melakukan sesuatu yang tidak kita suka.” Balas Hye Jung, Yoon Do pun bisa bisa mengerti lalu melihat ponselnya bergetar dari itu telp dari Dokter Jin lalu memberitahu Hye Jung.
Hye Jung bertanya apakah Yoon Do tidak menjawabnya. Yoon Do menceritakan kapan keadaan yang paling menyenangakn menjadi anak ayahnya, yaitu  Di saat seperti ini karena Tuan Jin itu tidak bisa menyentuhnya bahkan jika ia tak mengangkat telp dan menaruh ponsel di saku jas dokternya. Hye Jung melihta itu memang enak untuk Yoon Do.

Yoon Do berharap Hye Jung itu tidak menyindirnya, Hye Jung merasa tak seperti itu karena mereka tidak bisa memilih dimana akan di lahirkan, tapi memang memiliki latar belakang yang hebat adalah sesuatu yang bagus. Yoon Do senang karena Hye Jung  sangat mudah mengerti. Hye Jung tersenyum, Yoon Do pikir  Hye Jung pasti sangat senang hari itu. Hye Jung mengaku memang sangat senang.
Astaga.... Sekarang kau sangat jujur. Padahal Hatiku terluka. Jalanku berantakan karena dirimu.” Keluh Yoon Do memegang dadanya, Hye Jung terdiam merasa bersalah.
Kau tidak perlu terlihat menyesal. Jalannya tidak terlalu terasa Buruk karena sainganku adalah Prof. Hong” kata Yoon Do, Hye Jung pun tersenyum. Yoon Do menatapnya terlihat senang karen melihat Hye Jung yang  tersenyum lagi. Hye Jung meminta seniornya itu berhenti mengodanya. 


Di ruang rapat dewan
Dokter Jin mulai berbicara Hari ini, mereka  akan membahas pengangkatan direktur baru... serta membangun tempat untuk manula. Dokter Kim pikir rencana pembangunan pusat manula sudah di batalkan. Dokter Jin mengatakan dengan percaya diri Situasi telah berubah dan Perubahan adalah hal yang membuat mereka bisa bertahan.
Aku direktur Hong Ji Hong.... Aku setuju dengan Ketua Jin. Kita harus melakukan perubahan untuk bertahan” ucap Ji Hong
Aku sangat setuju dengan Ketua Jin.” Balas Ketua Kim, Tuan Jin yang mengantikan posisi Tuan Hong terlihat tegang,
Aku rasa kita harus mengarahkan tujuan kita untuk perubahan.” Kata Ji Hong
Kita semua bekerja untuk mendapat pertumbuhan yang tidak ada hasilnya Dan rencana pembangunan pusat manula adalah lanjutannya.” Ucap Dokter Kim, Dokter Jin mulai gelisah karena tak tahu apa-apa
Kita harus fokus memperkuat stabilitas internal.. dan menaikan nilai merk kita. Daripada memperluas ukuran rumah sakit. dan harus di bebani dengan risiko biaya.”jelas Ji Hong 

Dokter Jin merasa dengan nada sinis mengatakan Lebih mudah di ucapkan daripada dilakukan karena Memperkuat stabilitas internal juga akan memakan banyak biaya dan bertanya Bagaimana cara mereka menangani itu. Ji Hong dan Dokter Kim saling menatap, lalu Dokter Kim memberikan kode pada sekertarisnya. Sang sek langsung menganti slide yang ada didepan.
Di bagian depan terlihat foto Ji Hong yang berhasil melakukan penjajian investasi. Dokter Kim mengatakan  mererka pasti tahu Prof. Hong melakukan pengembangan DBS dopamine sensor dan MH Meditech memutuskan untuk berinvestasi 60 juta dollar. Ketua Jin dan anaknya terlihat kaget.
Ini akan menguntungkan untuk rumah sakit... dan memperkuat citra sebagai lembaga penelitian yang berpengaruh.” Jelas Dokter Kim
Kita percaya, bahwa kita harus menggunakan keuntungan ini untuk memeriksa dan memperbaiki sistem kesejahteraan rumah sakit Rumah sakit adalah tempat antara Dokter dan Pasien bisa hidup berdampingan.” Kata Ji Hong menambahkan, semua dewan pun mengangguk setuju.
Ketua Jin melirik pada anaknya, Dokter Jin menatap dingin pada Ji Hong yang terlihat santai meminum air mineral langsung dari botol duduk didepanya.

Dokter Jin memberikan tepuk tangan dengan senyuman mengatakan itu serangan yang bagus dan memuji Ji Hong itu lulusan Johns Hopkins, jadi sangat mengesankan. Ji Hong mengaku kalau banyak berhutang pada Dokter Jin karena sebagai  orang yang membawa perubahan.
Jadi  apa kau benar akan melakukan memperbaiki sistem kesejahteraan rumah sakit?” tanya Dokter Jin
Aku percaya dewan akan memilih keputusan yang tepat.” Ucap Ji Hong
Kau sangat yakin sekali, Hari ini aku banyak belajar darimu.” Komentar Dokter Jin lalu berjabat tangan. Ji Hong pun menyambutnya dan membungkukan badanya.
Dokter Jin pun pergi meninggalkanya, terlihat wajah Ji Hong yang memendam suatu perasaan kesal pada Dokter Jin yang terlalu ambisius dengan uang. 

Seo Woo berjalan di lorong melihat Dokter Pi ada di depan receptionist, wajahnya terlihat gugup tapi akhirnya bersikap seperti biasa mendekati Dokter Pi bertanya Bagaimana keadaan Lee Jin Seong. Dokter Pi menjawab   Tekanan darahnya 160, Sakit kepalanya memburuk setelah buang air.
“Apa Dia sudah mendapatkan diklofenak?” tanya Seo Woo, Dokter Pi mengatakan sudah dengan sibuk melihat berkasnya.
Kau tidak menghindar dariku, 'kan?” ucap Seo Woo, Dokter Pi merasa untuk apa melakukan itu.
Aku pikir kau memperlakukanku secara berbeda.” Kata Seo Woo
Bagaimana aku bisa memperlakukanmu dengan cara yang sama? Ini Perubahan perasaan. Kenapa memangnya? Apa Kau takut jika aku menyukaimu?” ucap Dokter Pi menatap Seo Woo terlihat tak enak hati.
Seo Woo menyangkalnya, Dokter Pi memberitahu Yoon Do datang, Seo Woo langsung menengok ternyata Dokter Pi itu hanya mengerjainya, lalu mengeluh temanya itu sedang mengejeknya. Dokter Pi mengatakan kalau ia itu mengejek dirinya sendiri lalu berjalan pergi. 

Seo Woo yang kesal membalikan darinya, lalu melihat ayahnya yang sudah berdiri dibelakangnya. Dokter Jin bertanya kenapa anaknya tak mengangkat telpnya. Seo Woo melirik sinis seperti sangat malas dengan ayahnya itu. Akhirnya keduanya masuk ruangan, Dokter Jin bertanya apa masalah anaknya sampai tak pulang kerumha.
Aku bekerja seperti anjing, seperti yang kau mau. Jadi Apa masalah ayah sekarang?” ucap Seo Woo sinis
“Apa Kau tahu yang Hong Ji Hong lakukan di pertemuan dewan? Apa Kau tahu bagaimana dia mengacaukanku hari ini? Aku sudah katakan untuk dekati dia. Apa saja yang kau lakukan? Kau seharusnya memberikanku informasi apa yang akan dia lakukan!” ucap Dokter Jin marah besar.
“Apa Kau pikir aku menjadi Dokter untuk menjadi mata-mata Aku juga punya mimpi... sebagai Ahli bedah saraf.” Tegas Seo Woo  
Lalu Apa aku melarang kau untuk bermimpi?” ucap Dokter Jin
Aku tidak dilahirkan untuk memenuhi semua keinginanmu.” ucap Seo Woo berani melawan ayahnya.
Dokter Jin tak percaya anaknya itu bisa  bicara seperti itu, lalu menegaksan kalaua ia adalah ayahnya yang menyayangi dan mendukung lebih dari siapapun. Seo Woo membalas kalau ia menyayanginya juga jadi Itu sebabnya ia sudah mengalami semua ini. Dokter Jin bertanya apa saja yang sudah dialami oleh anaknya.
Apa yang kau katakan di depan Hye Jung? Kau bilang "Seo Woo kaku dan rentan jadi dia tidak terlalu akrab dengan orang-orang."” Ucap Seo Woo marah, Dokter Jin merasa perkataanya itu benar.
Boleh aku mengatakan yang sebenarnya tentang diriku Aku masuk ke Universitas yang tidak bisa kau masuki. Selain Aku juga berpenampilan menarik. Dan Aku juga...” ucap Seo Woo memperlihatkan kelebihan dibanding ayahnya.
Itu semua adalah pemberianku! Jika kau tumbuh di lingkungan yang sama dengan Hye jung, Maka kau tidak akan ada disini!” teriak Dokter Jin
Kau tidak akan ada disini tanpa bantuan kakek! Setidaknya aku pernah menjadi murid terbaik.” Balas Seo Woo ikut berteriak
Dokter Jin hilang kendali langsung menampar anaknya, Seo Woo menahan air matanya. Dokter Jin terlihat shock lalu meminta maaf. Seo Woo pun yang sakit hati memilih keluar dari ruangan. 


Hye Jung masuk ke ruangan Ji Hong senyuman terlihat walaupun belum ada sang pacar didalam lalu ingin menaruh barang yang dibawanya. Ji Hong masuk ruangan dikagetkan melihat Hye Jung sudah ada diruangan. Hye Jung tak percaya, Ji Hong mengaku sediki kaget karena Hye Jung tidak memberitahu akan datang.
Apa aku harus memberitahu sebelumnya?” tanya Hye Jung, Ji Hong pikir  harus menjawab pertanyaan itu dengan hati-hati lalu menyuruh Hye Jung duduk dengan senyuman bahagia.
Kenapa kau tidak bilang akan datang di pertemuan dewan? Kenapa aku harus dengar dari Kyung Joon?” tanya Hye Jung langsung menyerocos, Ji Hong tak percaya Hye Jung langsung menanyakan hal itu.  
Hye Jung merasa kalau ia terlihat menakutkan, Ji Hong mengaku kalau memang sedikit menakutkan.  Hye Jung mengeluarkan semua barang-barang dari tasnya kalau Ji Hong itu harus minum vitamin D karena itu sangat penting bagi orang-orang seperti mereka yang selalu bekerja di dalam ruangan. Ji Hong melihat banyak botol vitamin yang dibawa Hye Jung lalu bertanya apa sebenarnya yang dilakukan sekarang.
Aku khawatir kau akan sakit. Bisakah kita pulang bersama hari ini?” ucap Hye Jung
Aku punya janji hari ini.” ucap Ji Hong, Hye Jung memincingkan matanya ingin tahu.
Baiklah.... Aku akan makan malam dengan Dr Kim untuk membahas tentang investasi. Bolehkah?” ucap Ji Hong, Hye Jung mengangguk memperbolehkanya.
Ji Hong menganguk dengan bangga, Hye Jung heran dengan dirinya itu sekarang, karena ingin melihat Ji Hong setiap waktu tapi merasa mantan gurunya itu mulai bosan denganya. Ji Hong mengatakan Tentu tidak, menurutnya tak masalah jika Hye Jung ingin melihatnya setiap waktu. Hye Jung tersenyum lalu memberikan minuman sebagai  Vitamin C. Ji Hong menolak karena merasa terlihat seperti anak kecil.
Hye Jung menegaskan Ji Hong tidak boleh menolaknya karena semuaini untuk kesehatannya. Ji Hong pun meminumnya dan merasa sangat enak, tapi setelah itu menjerit karena rasanya itu sangat asam. Hye Jung tersenyum dan ikut minum minuman vitamin C yang sama. 
 Soon Hee terlihat gembira melihat Seo Woo yang datang berpikir Dokter Pi juga akan datang, Seo Woo mengaatakan hanya datang sendiri hari ini dan meminta untuk membelikan bir. Soon Hee mengerti,  lalu bertanya apakah Dr Ahn Joong Dae ada di rumah sakit
Aku rasa ada dan Dia mungkin akan di hukum selama satu bulan Dia kabur dan tertangkap hari ini. Aku dengar Hye Jung yang melakukannya.” Ucap Seo Woo, Soon Hee mengangguk mengerti.
Tapi dia tidak mau bilang dimana dia menemukannya. Apa Dia tidak bilang padamu?” tanya Seo Woo curiga
Aku tidak tahu apa-apa tentang itu.” Ucap Soon Hee menutupinya.
“Apa Kalian berdua punya rahasia?” tanya Seo Woo makin penasaran, Soon Hee menyangkalnya.
Lalu apa kau tahu kenapa Hye Jung datang ke Rumah sakit kita?” tanya Seo Woo, Soon Hee menjawab Hye Jung pergi ke rumah sakit itu karena rumah sakitnya besar. Dan kantin rumah sakit punya makanan terbaik.
Kalian berdua punya rahasia dan Dia tidak memberitahumu tentang ini.” komentar Seo Woo, Soon Hee mengeluh apa sebenarnya yang dikatakan temanya itu. 

Ji Hong sedang asik mengetik ponselnya sampai tak sadar dokter Kim sudah datang mengagetkanya. Dokter Kim  melihat Ji Hong itu terlihat bahagia menduga pasti sedang jatuh cinta. Ji Hong mengatakn akan memberitahunya nanti. Dokter Kim yakin Ji Hong pasti sedang berkencan, lalu pesan masuk dengan suara dari emoticon “Aku mencintaimu”. Ji Hong berusaha menyangkalnya. Dokter Kim memeluk Ji Hong merasa senang melihatnya ceria hari ini.
Keduanya makan bersama disebuah restoran private room.  Dokter Kim merasa Semenjak ayah Ji Hong meninggal, mereka belum melakukan ini dan sangat merindukannya. Ji Hong tahu Dokter Kim itu murid yang sangat di sayangi oleh ayahnya.
Ji Hong, kau memahami sebagian diriku padahal istriku tidak, begitu pula teman-temanku.” Ungkap Dokter Kim
Untuk orang lain, sangat sulit untuk mengerti orang seperti kita. Mereka tidak akan mengerti kehidupan seorang Ahli Bedah Saraf.” Balas Ji Hong
Jadi, kau harus memperlakukanku dengan baik. Aku lebih tua darimu, dan aku yang mati lebih dulu daripada kau.” Kata Dokter Kim, Ji Hong tertawa mendengarnya.
Ji Hong mengucapkan terimakasih  untuk yang dilakukan Dokter Kim karena sudah mengabulkan permintaan ayahnya sebelum meninggal, Dokter Kim pikir nanti ketika bertemu dengan Tuan Hong lagi, maka akan minta ampunan padanya. Ji Hong tahu ayahnya mungkin akan mengatakan "Kau tidak pernah mendengarkan aku. Aku tahu ini akan terjadi." Keduanya tertawa bersama lalu kembali minum. 


Yoon Do kembali ke rumahnya, di parkiran menatap kearah rumahnya  lalu merasa kesal sendiri karena harus khawatir masuk ke rumah sendiri dan mengeluh dua orang yang tinggal dirumahnya itu membuatnya benar-benar gila.
“Ahh... Tidak. Aku akan mengusir mereka jika mereka ada di dalam. Aku akan memperlihatkan betapa seriusnya diriku” tegas Yoon Do pada dirinya
Ia masuk rumah lalu melihat tak ada In Joo yang biasa tidur di sofa bahkan rumahnya sangat rapih, lalu menengok ke tempat tidurnya juga tak ada pamanya, ia bahagia karena tak ada dua orang yang selama ini seperti tak punya privasi dirumahnya. 

Terdengar bunyi bel rumahnya, Yoon Do panik berpikir kalau dua orang pengacau datang lagi, tapi menyadari kalau tahu passwordnya jadi dua penganggu itu tidak akan menekan bel. Akhirnya ia membuka pintu, ternyata Seo Woo datang dan langsung menyelonong masuk. Yoon Do binggung bertanya kenapa Seo Woo datang ke rumahnya.
Kau bilang masih mencintaiku sebagai adik. Aku tidak akan pulang kerumah!” ucap Seo Woo langsung menyadarkan kepalanya di sofa
“Hei.. Aku sudah merasa ini bukan rumahku! Ini...” jerit Yoon Do kesal, In Joo dan Pa Ran akhirnya datang juga.
Kau pulang lebih awal. Kita pulang terlambat untuk memberimu waktu untuk sendiri.” Ucap In Joo lalu Pa Ran menyapa Seo Woo, Seo Woo pun melambaikan tangan pada dua seniornya,
Aku datang untuk menjadi penganggu.” Ucap Seo Woo
“Aissh, kau bukan penganggu. Ini surga bagi orang yang tidak punya rumah.” Kata In Joo duduk disofa
Pa Ran mengucapkan Selamat datang di surga pada Seo Woo. Seo Woo pun mengucapkan terimakasih pada keduanya. Yoon Do melihat ketiganya yang duduk disofa merasa kalau ini berlebihan karena  punya hal yang disebut privasi lalu meminta pamanya agar mengajak keduanya pergi. In Joo menyuruh Yoon Do saja yang pergi, Seo Woo setuju. Pa Ran mengatakan mereka akan nyaman disini jika Yoon Do pergi.
Yoon Do menjerit kesal karena rumah ini miliknya, In Joo menyuruh Yoon Do Berhenti mengaku ini rumahnya taoi tidak begitu sedih karena punya rumah milik sendiri. Yoon Do akhirnya memilih untuk pergi dan menyindir agar semuanya bahagia. Pa Ra bertanya apakah Yoon Do ingin tahu Password pintu Ji Hong. Yoon Do balik bertanya apakah pamanya tahu. 

Ji Hong baru pulang melihat ada sepatu pria didepan rumah dan dikagetkan dengan Yoon Do baru selesai mandi dengan handuk di lehernya. Ia bertanya apa yang sedang dilakukan dalam rumahnya. Yoon Do mengaku di usir dari rumahnya. Ji Hong pikir itu rumah milik juniornya, Yoon Do merasa dalam hal ini Siapa cepat maka orang itu yang akan mendapat.
Tetap saja, bagaimana kau bisa masuk kesini? Aissh!” ucap Ji Hong ingin memukulnya.
“Apa Kau pikir itu akan membuatku pergi? Aku lebih suka dipukuli sampai mati disini... daripada tidur di tempat yang sama dengan para penganggu itu Aku tidak membuka kulkasmu. Aku pikir kita belum terlalu dekat.” Kata Yoon Do
Kita tidak dekat sama sekali, dan sekarang kau akan tidur dirumahku. “ balas Ji Hong mengomel
Kita bisa lebih dekat sekarang. Kau adalah manusia satu-satunya di bangunan ini. Jadi Manusia harus rukun. Aku akan membuka kulkasnya. Apa Kau mau sesuatu?” ucap Yoon Do dengan mengangkat tanganya seperti saat masuk ruang operasi, Ji Hong tersenyum meminta dibawakan bir. 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Aduhhhh ngakak yakin liat tingkah y paman y yong do sama in joo tingkah y it loh lucu bgt hahahahaaaaa.

    Lanjut y eonni bikin sinopsis y....gomawooo

    BalasHapus
  2. Eonni part 2 y kapan ko ga muncul muncul

    BalasHapus