Minggu, 28 Agustus 2016

Sinopsis Doctors Episode 20 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Kang Soo kembali ke rumah sakit setelah membeli makanan melihat Hye Jung makin cantik saja sampai  sangat mengagguminya. Hye Jung sedang meunggu lift darimana juniornya itu. Kang Soo memberitahu barus aja belanja, sambil memperlihatkan tas belanjanya kalau memang seperti itu  tugas seorang sekretaris.
Pintu lift pun terbuka, Kang Soo menekan lantai empat lalu bertanya  Hye Jung mau akan ke lantai berapa. Hye Jung mengatakan akan pergi Ke ruang VIP. Kang Soo ingin menekan lantai 17, tapi rasa penasaran muncul bertanya alasan Hye Jung pergi sana. Hye Jung pikir  Apakah ia harus melaporkannya padanya. Kang Soo mengelengkan kepala lalu menekan lantai 17. 

Ji Hong baru saja keluar dari ruangan berpapasan dengan Hye Jung dilorong, lalu bertanya kenapa datang ke bagian VIP. Hye Jung mengatakan akan menemui Presdir Jin dan akan bergabung dalam operasi jika menerimanya. Ji Hong ingin tahu alasanya.
Aku seorang dokter jadi Aku mengikuti keinginan pasien.” Kata Hye Jung, Ji Hong merasa senang mendengarnya.
Aku mungkin akan ditolak. Tetap saja, aku akan mencoba.” Ucap Hye Jung. 

Hye Jung datang menemui dokter Jin di ruanganya. Dokter Jin duduk dengan sinis bertanya kenapa Hye Jung datang.  Hye Jung mengatakan akan menjadi asisten Prof. Hong dalam operasinya. Dokter Jin terlihat kaget.  Hye Jung menegaskan akan bergabung dalam operasi itu dan melakukan yang terbaik sebagai asisten.
Singkirkan kata "terbaik" dan Jangan jadi sarkatis. Kau mau memotong pembuluh darahku saat operasi, kan? Lalu selanjutnya kau akan bilang sudah melakukan yang terbaik.” Ucap Dokter Jin ketus
Kenapa Anda berpikir begitu?” kata Hye Jung, Dokter Jin merasa dirinya hampir gila lalu bertanya apakah dalam pikiran Hye Jung dirinya  menginginkan hal ini
Kau pantas menerimanya.” Tegas Hye jung, Dokter Jin menegaskan diri  tidak melakukan kesalahan apa pun.
Aku memeriksa MRI dan CT scan lagi Karena tumor berada di dalam syaraf spinal, jadi kami akan mulai dari tulang belakang untuk masuk ke dalam.” Jelas Hye Jung, Dokter Jin sudah tahu mengenai hal itu.

Saat kami membuka dan mencoba masuk, maka aku akan mengusahakan yang terbaik agar tidak terjadi kesalahan.” Ucap Hye Jung, Dokter Jin tetap sinis melihat Hye Jung  sangat berbakat.
Aku melakukan beberapa pengecekan... saat mengorek tentang masa lalumu.” Komentar Dokter Jin.
Hye Jung bertanya apakah Dokter Jin tahu kata-kata terakhir Neneknya sebelum  masuk ke ruang operasi, dengan mengulangi kalimat neneknya “ Dokterku pasti mengetahui yang terbaik untukku. Aku mempercayainya.” Ia memikirkan hal itu lagi,  menurutnya neneknya itu pasti pergi dalam keadaan damai karena mempercayai dokternya.
Dokter Jin hanya bisa diam, Hye Jung merasa neneknya sangat yakin  akan pulih dan hidup dengan sehat, menurutnya Dokter Jin memberi kepercayaan pada Neneknya, yaitu sebuah keyakinan terhadap Dokter dan membuatnya menjalani operasi dengan hati yang tenang jadi ia bersyukur atas hal itu.
Kau adalah pasienku, dan operasi ini harus segera dilakukan. Aku ingin menyelamatkan nyawamu. Aku ingin menyelamatkanmu... dan berterima kasih padaku.” Kata Hye Jung lalu pamit pergi keluar dari ruangan.
Beritahu Prof. Hong... untuk segera menjadwalkan operasiku.” Kata Dokter Jin langsung memberikan keputusan. 


Ji Hong membuka jas dokternya dan duduk didepan loker, melepaskan jam tangan dan dasinya,setelah itu melemaskan semua otot ditanganya, Hye Jung sudah menganti pakaian operasi dengan mengikat rambutnya. Didepan loker tertempel foto dengan neneknya, lalu merabanya seperti meminta doa pada sang nenek agar bisa berhasil melakukan operasi.
Hye Jung lebih dulu mencuci tangan di dalam ruang operasi, Ji Hong pun datang mulai mencuci tanganya. Keduanya saling menatap terlihat wajahnya ketegangan dan Hye Jung pun masuk lebih dulu ke dalam ruangan operasi. 

Hye Jung membuka dulu bagian tulang belakang Dokter Jin dan meminta  retractor. Dokter Kim ada dibagian atas memberitahu  Tumornya berada di syaraf spinal, jadi mereka akan masuk lewat tulang belakang dan Sangat sulit melakukannya. Dokter Pi juga melihat kalau kondisinya Sangat berbahaya, karena Dokter Jin bisa kehilangan indera perasa di daerah lehernya, Dokter Kim membenarkan lalu bertanya pada Joong Dae apakah mengerti. Joong Dae mengerti dan akan menyaksikannya sampai selesai.

Didepan ruang operasi Nyonya Yang menunggu dengan wajah tegang bersama dengan anaknya, Yoon Do datang menenangkan Seo Woo dengan memegang bahunya. Seo Woo benar-benar khawatir melihat ke pintu ruangan operasi.
Ji  Hong akhirnya masuk ruangan meminta dipakaikan jubah dan juga sarung tangan. Hye Jung mengeluarkan bagian tulang belakang lalu berganti posisi dengan Ji Hong. Tiga dokter dilantai atas terlihat sangat tegang. Ji Hong pun mengunakan microskopnya agar mereka segera memulainya. Ia memulai meminta irigasi dan membersihkan area yang di lihatnya.
Mereka memotong C2 sampai C5 tulang belakang, kan?” kata Dokter Pi, Dokter Kim membenarkan.
Ji Hong mengingatkan Jangan menyentuh bagian dalam dari arteri. Yoon Do akhirnya ikut datang melihat di lantai atas. Ji Hong dan Hye Jung mulai membuka lapisan bawah. Yoon Do melihat keduanya, seperti operasinya berjalan lancar. Dokter Kim mengatakan keduanya baru saja mulai.

Hye Jung terlihat tegang mengatakan posisinya terlalu dekat, Ji Hong bisa melihatnya. Dokter Pi melihat Tumornya terlalu dekat dengan area spinal jadi tidak punya pilihan selain menyentuh syarafnya untuk menyingkirkan tumor tersebut.
Aku meminta Prof. Hong melakukan operasinya agar hal tersebut jangan sampai terjadi.” Kata Dokter Kim ikut tegang melihat dari atas.
Ji Hong mengatakan kalau mereka itu hampir saja sampai, Yoon Do menghela nafas lega karena mereka berdua  bisa menyingkirkannya. Dokter Kim melihat kalau semua sudah selesai. Terdenga suara dari layar monitor, Dokter Pi melihat Terjadi pendarahan. Yoon Do tahu  Sulit menyingkirkan tumor itu karena posisinya. Dokter Kim yakin keduanya tidak bisa menghindar lagi kali ini.
Ji Hong meminta kasa dan menempelkan, Hye Jung terlihat ketakutan. Ji Hong mengatakan kalau sudah bisa melihatnya, jadi meminta menungu sebentar. Dibagian atas terlihat sangat tegang, Ji Hong berhasil mengeluarkan dan meminta biopsi. Yoon Do binggung karena  pendarahannya tidak mau berhenti,  Ji Hong kembali menempelkan kasa. 

Tuan Jin dalam ruangan anaknya, terlihat tegang menunggu operasi. Ji Hong kembali melakukan pembedahan. Hye Jung melihat ke layar monitor memberitahu kalau  Ini menyebabkan syaraf terpengaruh. Ji Hong meminta Cottonoid.
Apakah dia akan bisa bergerak saat bangun nanti?” tanya Dokter Ahn panik
Kenapa pendarahannya masih terus berlanjut?” ucap Dokter Pi ikut panik, Dokter Kim meminta mereka menunggu dan melihat saja.
Dokter yang melihat monitor memberitahu  Sinyalnya aneh. Hye Jung memberitahu Tidak ada yang bisa mereka lakukan karena harus menghentikan pendarahannya dulu. Semua keluarga Jin benar-benar tenggang menunggu. Hye Jung melihat semua sudah berhenti, Ji Hong akhirnya bisa bernafas lega lalu memuji semua yang sudah berkerja keras.

Semua yang ada diatas mulai tersenyum, Dokter Kim melihat keduanya berhasil karena Bagian tersulit sudah lewat.  Ji Hong menunjuk kebagian atas, Hye Jung melihat semua berjejer di lantai atas sambil tersenyum. Ji Hong memberikan kedipan matanya karena berhasil melakuka operasi yang sangat sulit.
Hye Jung masih sedikit tegang, Ji Hong memuji kerja Hye Jung yang sangat baik. Hye Jung mengucapkan terimakasih. Ji Hong memberitahu Dokter Jin akan tetap hidup jadi mereka akan segera menyelesaikanya. 

Ji Hong dan Hye Jung keluar dari ruang operasi, menemui Nyonya Yang dan Seo Woo. Ia memberitahu kalau Operasi berjalan lancer dan sudah menyingkirkan tumornya. Semua langsung mengucap syukur, Hye Jung mengatakan merka  harus menunggu sampai dokter Jin  bangun untuk kelanjutannya... karena pasti ada beberapa syaraf yang terpengaruh dan akan memindahkannya ke ruangan.
Seo Woo langsung mengucapkan terimakasih pada Ji Hong dan juga Hye Jung. Nyonya Yang tak bisa berkata-kata hanya menundukan kepala sambil mengangguk tanda mengucapkan terimakasih. Ji Hong pun pamit pada keduanya. Nyonya Yang memeluk anaknya karena akhirnya suamnya dan juga ayah dari anaknya bisa selamat.
Ji Hong melemaskan otot-otot lehernya setelah operasi selesai, Hye Jung yang berjalan disebelahnya memberanikan diri memegang tangan pacarnya. Ji Hong menatap kaget tapi akhirnya langsung mengengam erat tangan Hye Jung dan berjalan bersama dilorong rumah sakit. 

Kang Soo membawakan kopi ke bagian receptionist, Perawat Hyun dan Yoo terlihat senang menganti nama panggilan jadi sekertaris Choi bukan Dokter Choi lagi.  Ji Hong datang menyapa semuanya, Dokter Kang yang ada disana pun memberikan segelas kopi untuk seniornya.  
“Dokter.... Departemen Bedah Syaraf terasa normal setelah Anda kembali.” Ungkap Dokter Kang bahagia.
Mari berpesta karena operasinya berjalan lancar.” Usul Kang Soo, perawat Hyun dan Yoo merasa itu menyenangkan.
“Hei.... Aku kan bukan pendatang baru.”kata Ji Hong
Professor, ayolah... Keadaan departemen kita sedang buruk belakangan ini. Mari minum bersama.” Kata Perawat Hyun membujuknya.
Dr Yoo ikut dengan kami juga.” Ucap Dokter Kang, Perawat Hyun setuju  karena yakin merkea bisa pergi jika Hye Jung ikut.

“Jadi Semua orang akan pergi jika aku ikut? Kapan?” kata Hye Jung tiba-tiba datang dan berdiri disebelah Ji Hong
Ji Hong bertanya dengan memberikan kode, Hye Jung mengangguk kalau mereka bisa pergi bersama, Kang Soo mengajak mereka untuk minum bersama  lalu mengingatkan Dokter Kang yang tak bisa ikut karena harus piket malam hari ini. Dokter Kang langsung duduk dengan lesu. Ji Hong akhirnya menyetujui mereka untuk pergi bersama.
Dokter Kang pun senang tapi teringat kembali tak bisa ikut karena harus tugas malam. Ji Hong memberikan kopinya agar Dokter Kang minum kopi saja, saat memberikan pada Hye Jung ingin menaruh sedotan di mulut teringat ada didepan semua pegawai akhirnya hanya memberikannya saja. Hye Jung terlihat malu-malu menerimanya. 


Yoon Do duduk diam dalam rumahnya sambil meminum winenya, teringat kembali dengan kenangannya bersama Hye Jung. Di depan rumah sakit Hye Jung dengan berani memberikan pukulan sampai membuatnya sangat ketakutan.
Hye Jung memberitahu kalau itu gerakan sikut yang bisa mematikan lawan, Yoon Do seperti shock baru melihat pertama kali wanita yang pandai berkelahi. Hye Jun menendang setinggi-tingginya dan hampir mengenai wajah Yoon Do,  memberitahu kalau itu adalah “high kick”
Yoon Do tersenyum mengingat kenangan saat pertama kali melihat Hye Jung dengan memperlihatkan semua jurus bela dirinya. Pa Ran masuk ke rumah memberitahu pamanya sudah datang, Yoon Do mengumpat kesal melihat sang paman kembali datang.

Apa yang kau lakukan sendirian di sini?” tanya Pa Ran duduk disamping keponakanya, Yoon Do mengatakan sangat suka sendirian.
“Apa Kau sedang dibully  Ji Hong minum-minum dengan staf departemenmu. Aku rasa mereka bahkan tidak mengajakmu.” Kata Pa Ran
Mereka mengajakku. Aku yang menolak untuk dating Bagaimana bisa aku tahan melihat Dr. Yoo bersama Prof. Hong? Aku juga manusia.” Ucap Yoon Do kesal
Apa yang membuatmu begitu menyukai Dr. Yoo?” tanya Pa Ran penasaran
Aku tidak bisa menjelaskannya dan  hanya menyukai semua tentangnya. Selain itu Aku tidak merasa buruk meskipun perasaanku bertepuk sebelah tangan. Memikirkan tentangnya saat aku bersama dengan wanita lain akan lebih menyedihkan.” Kata Yoon Do
Pa Ra tak  memberitahu Cinta sepihak bukanlah cinta sungguhan. Yoon Do meminta pamanya agar Jangan mengolok perasaannya, menurutnya  Saat kata "cinta" muncul, maka mencobanya lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali. Pa Ran hanya bisa tersenyum. 


Perawat masuk ke ruangan Hae Young melihat ada cairan di bagian selimut dan sangat banyak, wajahnya panik dan langsung mengeluarkan ponselnya. Sementara Perawat Hyun, Kang Soo, Dokter Ahn, Ji Hong dan Hye Jung akhirnya merayakan pesta di cafe Soon Hee. Perawat Hyun mengajak mereka mulai bersulang.
Hye Jung bertanya bersulang untuk apa, Kang Soo mengatakan mereka bisa bersulang karena kembalinya Ji Hong ke rumah sakit. Semua setuju, Perawat Hyun mengajak setelah bersulang untuk bermain “truth or dare”. Ji Hong mengejek semuanya yang melakukan permainan kuno sekali, Kang Soo ikut mengejek bertanya kapan perawat Hyun lahir. Perawat Hyun terlihat kesal, tapi Kang Soo mengatakan kalau permainan itu sangat menyenangkan.
Professor, sejak kapan Anda dan Dr. Yoo mulai berkencan?” tanya Kang Soo blak-blakan, Ji Hong merasa Kang Soo itu sedang mabuk. Semua pun tertawa.
Hye Jung menerima telp dari ponselnya yang bergetar, perawat memberitahu Air ketuban Pasien Lee Hae Young sudah pecah. Hye Jung panik bertanya kapan tepatnya, lalu meminta Hubungi Departemen Kandungan sekarang juga dan ia akan segera ke sana.  Ji Hong bertanya apakah itu Pasien Lee Hae Young. Hye Jung membenarkan, lalu keduanya bergegas pergi. 

Perawat Hyun binggung kenapa keduanya meninggalkan mereka,  Kang Soo melihat keduanya itu menunjukkan kombinasi sempurna antara rekan kerja dan percintaan. Dokter Ahn teringat dengan bayi Jin Jin, perawat Hyun mengingatnya lalu bergegas pergi.
Dokter Ahn tak mau pergi begitu saja memakan kentang dan memasukan semua ke dalam mulut, Kang Soo menepuk pundaknya agar berhenti makan. Soon Hee berlari keluar berteriak kalau mereka tak boleh pergi begitu saja dan memanggil nama Ahn Joong Dae berkali-kali. Joong Dae kembali datang memberikan kiss bye lalu bergegas pergi. Soon Hee tersipu malu mendengarnya. 

Hye Jung bergegas masuk ke dalam ruangan operasi menelp, suami Hae Young memberitahu Air ketuban istrinya pecah jadi mereka akan mulai operasi caesarnya. Tuan Kim sedang berkerja segera meninggalkan kantor.
Dokter kang, Dokter Ahn, Kang Soo dan Perawat Hyun melihat dari lantai atas. Operasi caesar pun sudah dimulai, Ji Hong berdiri disebelah  Hye Jung ikut melihat jalanya operasi dari depan pintu. Terdengar bunyi tangisan bayi, Hye Jung langsung menangi haru ketika melihat bayi berhasil dikeluarkan dan tampak sehat.
Perawat Hyun dari atas tersenyum melihat Jin Jin akhirnya bisa lahir, Kang Soo pun memanggil bayi Jin Jin yang terlihat lucu, Dokter Kang dan Ahn langsung memanggil si gemuk tiga karena melihat tubuhnya sangat gempal. Kang Soo bertanya apakah perawat Hyun tak ingin memiliki bayi juga, Perawat Hyun merasa Kang Soo sudah gila menanyakan pertanyaan itu padanya.
Hye Jung benar-benar tak bisa menahan haru melihat bayi Jin Jin, sesekali tanganya mengusap air matanya. Ji Hong juga ikut senang setelah menunggu akhirnya bayi itu bisa dilahirkan. Bayi akhirnya dikeluarkan dari ruang operasi, Ji Hong pikir mereka akan kembali membawa pasien ke ruangan ICU. 

Bayi Jin Jin pun ditaruh dalam incubator, Tuan Kim bisa melihat bayinya yang terlihat sudah sempurna dan terlihat gemuk. Hye Jun ikut menemaninya tak bisa menahan haru melihat bayi yang sangat lucu. Tuan Kim tak bisa berkata apa-apa melihat buah cintanya yang bisa lahir kedunia.
Dokter Kang menelp Hye Jung dengan nada panik memberitahu Tanda-tanda vital Pasien Lee Hae Young memburuk. Hye Jung mengerti lalu memberitahu Tuan Kim  kalau mereka tidak punya banyak waktu. Keduanya langsung berlari keluar ruangan.
Ji Hong masuk ruangan Hae Young bertanya apakah Dokter Kang sudah menelpnya, Dokter Kang mengangguk. Ji Hong melihat tekanan darah Hae Young makin menurun, Hye Jung dan Tuan Kim berusaha berlari sekuat tenaga untuk sampai ruang ICU. Ji Hong panik karena keduanya belum datang, Dokter Kang khawatir kalau suaminya itu tidak bisa melihat saat-saat terakhir istrinya.
Tuan Kim masuk ruangan ICU langsung memegang tangan istrinya, tekanan darahnya semakin menurun, sambil menangis ia mengucapkan perasaan cintanya pada sang istri yang selama ini belum bisa diutarakan. Tanda garis lurus terlihat di layar monitor, Tuan Kim berjongkok sambil menangis.
Hye Jung menangis sedih, lalu melepaskan alat bantu oksigen dengan nafas yang sesak memberitahu  Waktu kematian, pukul 2:15 am, yaitu Pasien Lee Hae Young telah meninggal dunia. Tuan Kim menangis histeris, Ji Hong dan Dokter Kang ikut sedih melihat kelahiran dan kematian dalam selang waktu beberapa menit saja.  
Aku rasa Hee Young melihat suaminya selama detik-detik terakhir. Mungkin saja hanya imajinasiku, tapi aku melihatnya tersenyum.


Karangan bunga berjejer didepan ruangan bertuliskan (SELAMAT, PRESDIR KIM TAE HO) Dokter Kim memberikan pidato pertamanya setelah dilantik  menjadi presdir yang baru.
Aku pikir RS Gukil sekarang dalam proses berkembang. Kita sudah berlari dengan terseok-seok untuk sampai di sini. Sekarang, kita harus beristirahat sebentar untuk dapat menemukan jalan yang tepat.
Apa tujuan dari pembangunan Rumah Sakit? Demi siapa dan karena apa? Bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah di tangan kita? Aku akan menjadi seorang presdir yang memikirkan hal-hal semacam itu... dan bekerja keras untuk kalian semua di sini.. Terima kasih.
Setelah memberikan pidatonya, Yoon Do ikut dalam jajaran direksi memberikan tepuk tangan. Ji Hong juga tak kalah penuh semangat karena akhirnya posisi ayahnya bisa digantikan oleh Dokter Kim. Semua yang ada diruangan memberikan tepuk tangan pada upacara pengangkatan Presdir Kim Tae Ho. 

Ji Hong dan Hye Jung masuk ke ruangan Dokter Jin, Nyonya Yang terlihat khawatir melihat suaminya yang belum juga sadar. Seo Woo memberitahu Sensor motoriknya belum bereaksi. Ji Hong memeriksa bagian mata Dokter Jin, tiba-tiba dikejutan dengan Dokter Jin seperti terbatuk.
Nyonya Yang memanggil suaminya, Seo Woo memanggil ayahnya, begitu juga Tuan Jin memanggil sang anak. Dokter Jin perlahan membuka matanya lalu mengerakan pelahan jari telunjuknya. Ji Hong bisa melihatnya lalu memberitahu keluarga Jin kalau Dokter Jin  sedang dalam masa pemulihan sekarang. Tuan Jin menjabat tangan Ji Hong dengan senyuman bahagia mengucapakan terimakasih,
Seo Woo menatap Hye Jung dengan wajah haru, Hye Jung mengangguk kalau bisa mengerti dengan perasaan temanya. Nyonya Yang mengucapkan syukur pada Tuhan masih membiarkan suaminya hidup, terlihat masih canggung berselebahan dengan Ji Hong. 

Ji Hong keluar ruangan merasa  Minggu ini berjalan sangat panjang dan sangat lelah sekali. Hye Jung bertanya apakah Ji Hong rutin meminum suplemennya. Ji Hong mengeluh kalau Hye Jung Tidak seharusnya berkata begitu.
Jangan menganggapnya sebagai omelan. Karena Kesehatanmu adalah yang terpenting.” Ucap Hye Jung khawatir
Apa yang akan kau lakukan akhir pekan ini?” tanya Ji Hong, Hye Jung pikir seperti biasa yag dilakukanya.
Apakah kita pergi memancing saja?” kata Ji Hong penuh semangat
Ayahmu pasti menyukainya, Saat Ayah mertua memintamu ikut bersamanya, kau menolak Tapi saat Ayah mertua tidak bisa lagi pergi bersamamu, kau jadi suka sekali memancing..” Komentar Hye Jung
Ji Hong tersenyum karena Hye Jun memanggilnya Ayah mertua, Hye Jung memanggil Tuan Hong sekarang sebagai Ayah mertua, sambil mengatakan  akan menangkap semua ikan untuknya. Ji Hong setuju lalu bergegas pergi. 

Ji Hong terlihat  bahagia menuruni tangga rumahnya sambil membawa alat pancing, lalu masuk ke dalam mobilnya. Hye Jung sedang berdandan melihat ponselnya bergetar dan itu telp dari Dokter Jin. Ji Hong sedang menyetir mobil menerima telp Hye Jung kalau sudah di perjalanan.
Hye Jung meminta Ji Hong Pergi saja duluan karena harus menemui seseorang dulu. Ji Hong bertanya siapa. Hye Jung menyebut nama Dokter Jin Myung Hoon. Ji Hong mengerti dan akan menunggunya. 

Hye Jung masuk ruangan terlihat Dokter Jin sudah duduk diatas tempat tidurnya. Dokter Jin menawarkan Hye Jung untuk duduk, tapi Hye Jung pikir tak perlu. Dokter Jin mencoba mengangkat cangkir tehnya, walaupun masih bergetar tapi bisa meminumnya dan menaruhnya kembali.
Anda sedang menjalani latihan pemulihan fisik, kan?” kata Hye Jung, Dokter Jin membenarkan.
Terima kasih....” ucap Dokter Jin karena merasa salah sangka pada Hye Jung.
Terima kasih juga.... Terima kasih sudah bertahan selama operasi dan menunjukkan progres pemulihan.” Ucap Hye Jung.
Dokter Jin dengan rendah hati menundukan kepala sebagai tanda terimakasihnya. Hye Jung membalasnya, mata Dokter Jin berkaca-kaca karena bisa diselamatkan atas operasi yang sangat sulit, wajahnya pun tersenyum. Hye Jung terlihat bisa ikut tersenyum. 

Hye Jung berjalan ke tempat pemancingan, dibuat binggung melihat disepanjang jalan menurun melihat taburan mawar putih tapi wajahnya langsung tersenyum. Ji Hong terlihat sengaja menaburkan bunga mawar putih diatas jembatan dan sudah dihias cantik. Hye Jung tertawa melihatnya, lalu bertanya apa yang sedang dilakukan Ji Hong.
Maukah kau menikah denganku?” kata Ji Hong memperlihatkan jarinya yang sudah memakai dua cincin. Hye Jung langsung mengambil cincin di jari kelingking dan memasangnya dijari manisnya.
Aku harus jadi satu-satunya yang memakaikan cincin di jarimu.” Keluh Ji Hong
Ini milikku, jadi aku harus memakainya sendiri.” Kata Hye Jung bahagia melihat cincin di jari manisnya.
“Ini Jadinya tidak romantis. Kau ingin yang romantis, dengan sengaja aku menyiapkan semua ini.” kata Ji Hong

Aku mencintaimu.” Ucap Hye Jung yang selama ini tak pernah diucapkanya. Ji Hong tak percaya mendengarnya.
Aku akan menciptakan atmosfir yang manis dan kenangan indah.” Kata Ji Hong seperti ingin mendengarnya lagi.
Hye Jung meminta Ji Hong untuk menelpnya, Ji Hong mengeluarkan ponselnya untuk menelp Hye Jung, Hye Jung memperlihatkan layar ponselnya bertulisakan  (HONG HONG HONG). Ji Hong binggung kenapa namanya Hong,Hong, Hong. Hye Jung mengakuk Setiap kali melihat Ji Hong maka tidak bisa berhenti mengatakan, "hong hong hong".
Ji Hong bingung apa sebenarnya maksudnya, Hye Jung menjawab seperti gaya Ji Hong, tak ada alasan hanya "hong hong hong". Ji Hong tertawa merasa itu aneh. Hye Jung yakin Ji Hong  pasti tersenyum saat mengatakannya, Ji Hong mengangguk lalu mendekat dan mulai mencium Hye Jung penuh rasa cinta. Hye Jung seperti bisa merasa bahagia dengan Ji Hong. Keduanya tertawa bahagia setelah berciuman, Ji Hong mengaku merasa sangat malu melakukannya, lalu mengendong Hye Jung dan memutarnya.
Aku tidak tahu sejak kapan aku mencintainya. Aku tidak tahu kapan mulai memiliki perasaan terhadapnya, tapi aku akan terus mencintainya. Ketika kau berjumpa dengan orang yang tepat, kau akan melupakan kapan kau jatuh cinta padanya.

THE END 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

5 komentar:

  1. Akhir yang cantik!! Makasih, Mbak Dyah, atas rekapan apiknya. Puas baca ceritanya meski tidak nonton langsung. ^.^

    BalasHapus
  2. aaa cuma disini puas bacanyaa karena detail bangeeet

    lanjutin lagii mbaak utk drakor lainnyaaa
    ditunggu jugaa episode W yang baruu kalo udah keluar ����

    semangaat selaluu

    BalasHapus
  3. Makasih tuk recap nya......seneng banget blm nonton tp dah tau ceritanya :-P

    BalasHapus
  4. terimaksiih...alhamdulillah bisa baca sampe selesai...keren banget ceritanya..sangat detail..terimakasih buat mba nya yg udah buat sinopsis nyaaa.....semangat trus...

    BalasHapus