Rabu, 03 Agustus 2016

Sinopsis Doctors Episode 14 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Tuan Nam datang ke rumah sakit saat malan hari, sengaja menutupi wajahnya ketika melihat ada perawat yang lewat. Ia mencium bajunya yang sudah bau keringat karena seharian berkerja, lalu pergi ke toilet untuk mencuci muka dan menganti bajunya.
Ketika mengeringkan wajahnya ponselnya berdering, terlihat nama BANK PEMINJAMAN lalu diangkatnya. Pegawai Bank mengatakan sudah  menelpon dan mengirim pesan dan bertanya kenapa tak dibalasnya. Tuan Nam meminta maafdan berjanj akan bayar secepatnya.  Pegawai Bank meminta agar jangan janji saja dan segera membayarnya.
Kenapa kau meminjam uang tapi tidak dikembalikan.  Rating pinjamanmu akan turun kalau tidak bayar besok.” Ucap si pegawai bank terlihat kesal.
Tuan Nam hanya bisa diam karena kembali didesak bank untuk membayar pinjamanya, lalu dengan mata berkaca-kaca mensugesti dirinya untuk tetap kuat dan semangat menjalani semuanya. 

Tuan Nam masuk ruang rawat sudah berganti pakaian, melihat dua anaknya yang tidur diranjang yang sama. Nam Dal melihat ayahnya yang sudah datang, Tuan Nam memperlihatkan senyuman bahagia dan mencium dahi anaknya.
Ia lalu mengelus wajah anak sulungnya yang sudah tertidur memberitahu ayahnya itu sudah datang. Nam Hae duduk diatas tempat tidurnya, melihat ayahnya pasti lelah karena seharian mencari uang. Tuan Nam mengaku tak lelah karena ayahnya tidak kelihatan dan akan melindungi Hae dan Dal. Setelah itu menyuruh Nam Hae untuk kembali tidur.
Nam Hae kembali berbaring, Tuan Nam mencium dahi Nam Dal lalu sang adik memberikan ciuman juga untuk sang kakak dipipinya. Nam Hae terlihat sangat sayang mengelus adiknya agar bisa tidur pulas. Tuan Nam tersenyum bahagia menaikan selimut agar tak kedinginan. 

Di TV rumah sakit menayankan tentang Hye Jung yang sedang berjalan di lorong rumah sakit sambil berbicara beberapa orang pasien dan juga wali menontonya.
Nenekku adalah pengaruh terbesar dalam keputusanku menjadi dokter. Dia  bilang begini saat aku masih nakal ..."Kalau kau lahir sebagai manusia, maka kau harus punya mimpi yang besar"” cerita Hye Jung,
Dokter Jin yang sedang menaiki eskalator tersenyum bahagia karena melihat Hye Jung yang bisa menjadikan citra rumah sakit kembali seperti semula.
Dokter Yoo punya rasa keadilan, dan ia pandai sekali berkelahi. Sungguh wanita yang layak diidolakan.  Bukan hanya dokter Yoo Hyejung Rumah sakit Gukil juga tempat dokter-dokter hebat bekerja. Terbaik !.” Komentar Dokter Kang yang juga ada di TV.
Setelah itu di perlihatkan gambar Hye Jung yang sedang melayani pasien dengan ramah lalu memberikan sebuah pesan yang disampaikan dari acara “Focus People”
Semua orang punya masa lalu.  Meskipun punya masa lalu kelam,  bukan berarti tidak bisa berkembang. Spesialis bedah syaraf, Dokter Yoo Hyejung. Itu sebabnya ia sangat menawan.

Perawat Hyun melihat Hye Jung datang tersenyum mengatakan Rumah sakit pasti senang dengan bagian PR. Hye Jung hanya menganggap semua itu sebagai hal positif. Perawat Hyun berkomentar Hye Jung  terlihat cantik di TV Pasti karena wajahnya itu mungil sekali.
“benarkan ? Aku kelihatan bagus di kamera.” Ucap Dokter Kang tiba-tiba datang dengan wajah bangg. Perawat Hyun mengatakan kalau yang di puji itu bukan Dokter Kang tapi Hye Jung. Keduanya lalu tertawa.

Nam Hae tiba-tiba berteriak memanggil dokter sambil menangis, Hye Jung yang ada didekatnya langsung berlari dengan wajah panik bertanya ada apa.Nam Hae menceritkan adiknya terlihat aneh karena Katanya kepalanya sakit dan muntah. Menurutnya adiknya itu pasti menirunya karena kemarin juga ia merasakan seperti itu. Hye Jung mengajak Nam Hae untuk pergi bersamanya. 
Nam Dal memegang kepalanya yang sakit sambil menangis, Hye Jung langsung melihat bagian mata lalu menekan bagian tangan dan kakinya, setelah itu bertanya apakah sangat sakit bagian kepalanya. Nam Dal hanya menangis tak bisa menahan rasa sakitnya.
Hye Jung menelp Dokter Choi memberitahu pasien berada dalam kondisi Dal hidrosefalus jadi menyuruh untuk melakukan CT Scan. (hidrosefalus: kondisi di mana cairan terakumulasi di otak) Nam Hae ikut menangis melihat adiknya yang kesakitan. Hye Jung memenangkan kalau adiknya itu akan baik-baik saja lalu bertanya apakah punya nomor telp ayahnya. Nam Hae memberikan ponselnya pada Hye Jung. 


Hye Jung melihat hasil CT Scan, Ji Hong pun datang melihat hasilnya dan Hye Jung mengatakan Sepertinya hidrosefalus. Ji Hong membenarkan dugaannya itu tepat lalu menyuruh untuk mendapatkan persetujuan wali dan siapkan ruang operasi dan melihat kalau kali ini bedah sederhana jadi menyuruh Hye Jung yang melakukanya. Hye Jung mengerti dan Ji Hong pun keluar dari ruangan. 

Tuan Nam yang sedang berkerja melihat ponselnya kalau anaknya yang menelp lalu mengangkatnya. Hye Jung memberitahu kalau ia yang menelp dengan ponsel milik Nam Hae lalu mengatakan Sepertinya Tuan Nam perlu ke rumah sakit karena butuh persetujuan untuk operasi. Tuan Nam kaget karena harus kembali melakukan operasi anaknya. 

Tuan Nam berlari dengan wajah panik masuk rumah sakit, Bagian admin melihat Tuan Nam datang ke rumah sakit berteriak memanggilnya. Tuan Nam yang panik berusaha dengan cepat berlari menemui Hye Jung.
Di ruangan Hye Jung memberikan surat pernyataan yang harus ditandatangani dan meminta agar membacanya terlebih dahulu. Tuan Nam melihat itu adalah operasi yang perlu memasukan selang ke dalam kepala. Hye Jung menjelaska mereka  harus menyedot air di dalam otak hingga kering.
Tuan Nam mengambil pulpenya tapi terlihat kebinggungan, Hye Jung meminta Tuan Nam tak perlu khawatir  karena semua ini hal umum yang terjadi setelah operasi. Tuan Nam mengerti lalu memberikan tanda tanganya. 

Ji Hong menemui Dokter Kang kalau Nam Dal sedang operasi, Dokter Kang pikir Hye Jung  Sepertinya sedang meminta persetujuan wali. Ji Hong heran kenapa harus lama sekali.
Pegawai admin datang bertanya pada Dokter Kang keberadaan wali dari Nam Dal. Dokter Kang memberitahu sedang ada dikantor, Pegawai admin mengerti lalu pamit pergi dengan berlari. Ji Hong yang melihatnya bertanya ada apa sebenarnya. Dokter Kang menceritakan Kondisi keuangan si ayah Hae dan Dal sedang buruk jadi Sepertinya ini soal biaya operasi yang belum dibayar. 

Di depan ruangan
Tuan Nam meminta tolong pada Hye Jung untuk menjaga Nam Dal. Hye Jung pikir tak perlu khawatir lalu pamit pergi. Saat itu pegawai admin datang yang akhirnya bisa bertemu juga dengan Tuan Nam. Dengan wajah sedih, Tuan Nam meminta maaf. Hye Jung pun berada didekatnya.
Kenapa mengabaikan telponku dan menghindari aku ?” kata pegawai admin, Tuan Nam meminta maaf, Ji Hong pun datang berdiri tak jauh melihat ketiganya.
Aku akan siapkan segera.” Kata Tuan Nam
“Kau selalu bilang  Segera, segera ... Sebenarnya kapan itu ? Atasanku terus bertanya soal biaya operasi dan rawat inap.  Jadi Aku harus bagaimana ?” kata Pegawai admin marah
Pertama, kita diskusikan ini setelah operasi.” Ucap Hye Jung, Pegawai admin mengatakan kalau diberikan perawatan lagi maka ia  aku yang akan kena masalah.

Aku sudah memberikan keterangan ke departemen Kesejahteraan Sosial.  Apakah dia tidak masuk kriteria ?” ucap Hye Jung
Aku tidak punya pendapatan tetap dan Pekerjaanku tidak jelas ... Katanya kriterianya tidak cukup mendapat dukungan kesejahteraan sosial.” Jelas Tuan Nam
Hye Jung menegaskan mereka harus melakukan operasi lebih dulu dan bertanya apa tidak ada cara lain. Pegawai Admin meminta Hye Jung harus jadi penjamin. Hye Jung tanpa ragu langsung setuju. Tuan Nam tak enak hati merasa Hye Jung tak perlu melakukan itu.  Hye Jung menegaskan kalau ia harus rawat putranya lebih dulu dan pamit pergi.
Saat itu tersadar Ji Hong berada tak jauh darinya dan bertanya sejak kapan ada disana. Ji Hong mengatakan kalau sudah dari tadi lalu menyuruh Hye Jung segera pergi karena harus segera melakukan operasi. Pegawai admin pun meminta Tuan Nam  pergi ke kantor kesejahteraan social karena pasti ada yang bisa mereka lakukan untuknya. Tuan Nam mengerti dan mengucapkan terimakasih. 


Sekertaris masuk ruangan memberitahu kalau Ji Hong datang, Dokter Jin terlihat senang bertemu dengan Ji Hong  berbasa basi bertanya kenapa sampai datang keruangannya lalu menyuruhnya untuk duduk dan mengetahui kalau ada yang ingin dibicarakan sebelumnya.
Sepertinya sudah waktunya kita meninjau ulang sistem kesejahteraan sosial kita.” Kata Ji Hong. Dokter Jin terlihat memikirkan tentang Kesejahteraan sosial
Pertama, aku ingin rumah sakit berhenti meminta pasien membayar seminggu sekali.” Jelas Ji Hong
Permintaanmu percaya diri sekali, kau mungkin tidak tahu ini.  Rumah sakit akan lebih mudah bagi pasien  jika mereka membayar lebih cepat. Nantinya, saat biaya rumah sakit naik, maka hal itu akan lebih membebani.” Jelas Dokter Jin  
Kalau tidak mungkin mengganti sistem jadwal pembayaran , bagaimana kalau kita mendukung pasien yang paling membutuhkan ?” ucap Ji Hong

Kau belum menghasilkan buat rumah sakit ini.  Kenapa permintaanmu banyak sekali ?” sindir Dokter Jin
Aku akan menghasilkannya karena  Aku punya proyek 60 miliar won dengan MH Meditech dan akan segera dimulai.” Kata Ji Hong
Dokter Jin mengeluh Kenapa hal sepenting ini baru dikatakan padanya. Ji Hong pikir Sekarang waktu yang tepat menurutnya Bagaimanapun juga, Dokter Jin harus meninjauan mengenai kesejahteraan social kalau memang mengabaikanya maka ia akan membahas dalam rapat direksi nanti. Dokter Jin dengan senang hati menyuruh Ji Hong membahasnya saja dan mereka lihat siapa yang akan setuju.
Ji Hong pikir Dokter Jin itu  mengabaikan satu hal karena Setengah dari direksi adalah koneksi ayahnya jadi posisinya pasti akan lebih kuat. Dokter Jin tersenyum bertanya kenapa Ji Hong bersikap seperti ini karean sebelumnya sudah sepakat untuk saling akur. Ji Hong menegaskan kalau melakukan ini agar mereka itu akur dan berharap untuk menyetujui idenya lalu pamit pergi. 


Dokter Kim menerima telp dari Dokter Jin dalam ruanganya. Dokter Kim bertanya apakah Prof Hong datang menemuinya lagi mengenai kasus 13 tahun lalu. Dokter Kim mengatakan tidak Tapi wali pasien itu, baru tahu kalau ternyata profesinya sebagai dokter.
“Kau bilang Walinya, seorang dokter ? Di rumah sakit mana ?” tanya Tuan Jin panik 

Tuan Nam pergi ke bagian kesejahteraan, pegawai yang ada disana meminta maaf karena tidak memenuhi kriteria dalam program kesejahteraan sosial. Ia tahu pasti sangat berat menjalani semuanya tapi sekali lagi meminta maaf, Tuan Nam pikir tak perlu karena pegawai itu sudah berusaha.
Ketika berdiri melihat sebuah brosur bertulisan [PERLINDUNGAN PENUH BAGI ANAK-ANAK PENDERITA KANKER] dan bertanya apakah program itu menanggung semua biaya perawatan. Pegawai memberitahu  Program itu disebut "We Are Parents"  yang Diperuntukan bagi yatim piatu dengan melihatnya dari penyakit, semua beban biaya akan ditanggung. Tapi, hanya diperuntukan bagi yatim piatu. 

Tuan Nam pergi ke depan kamar rawat, duduk melihat brosur yang dibawanya akan mendapatkan biaya apabila yatim piatu. Matanya berkaca-kaca melihat semuanya, merasa kalau lebih baik jika tidak punya ayah  saja, menurutnya itu sangat kejam dan air matanya pun menetes.
Nam Hae keluar ruangan dengan tawanya mendekati sang ayah dan langsung memeluknya dari belakang. Tuan Nam menyembunyikan wajah sedihnya lalu memeluk erat sang anak, berusaha untu menahan tangisnya. 

Hye Jung masuk ruangan operasi memanggil Ahli anestesi untuk segera memulainya. Nam Dal sudah di bius total selama operasi. Hye Jung pun membuat sebuah lubang kecil dan memasukan selang, setelah itu bertanya pada Dokter Kang apaka keadaaan vitalnya baik-baik saja. Dokter Kang sebagai asisten mengangguk.
Beberapa saat kemudian dari selang terlihat cairan yang berhasil disedot oleh Hye Jung. Dokter Kang bisa bernafas lega melihatnya,  lalu mengatakan ketika Nam Dal itu sembuh makan  biaya rumah sakit akan jadi masalah.
“Nasibnya itu Kasihan sekali, kan ? Hyungnya sakit, bahkan dia juga sakit.” Kata Dokter Kang menatap sedih
Kita sedang operasi, Jangan bersikap emosional.” Tegas Hye Jung, Dokter Kang mengerti lalu kembali berkonsetrasi. 

Tuan Nam melamun diruang tunggu operasi, Nam Hae menceritakan adiknya itu anak yang pintar, Meskipun ayah tidak ada,  tetap patuh sekali padanya. Tuan Nam bertanya apakah Nam Hae bisa menjaga adiknya apabila ayahnya tak ada.  
Nam Hae menganguk karena ia adalah kakak dari Nam Dal, Tuan Nam membenarkan dengan memegang tangan anaknya kalau Nam Hae itu sebagai kakaknya jadi harus melindungi adiknya dan tak boleh melupakan hal itu. Nam Hae mengangguk.
Hye Jung keluar dari ruangan operasi memberitahu  Operasi Dal berhasil dan akan pindahkan jika sudah sadar.  Tuan Nam mengucapkan terimakasih karena sudah membantunya. Nam Hae juga mengucapkan terimakasih, Hye Jung pun pamit pergi lebih dulu. Tuan Nam menahan sebentar karena ada sesuatu yang ingin dibicarakan.
Di ruangan
Tuan Nam mengatakan minta maaf karena sudah membebani dokter. Hye Jung pikir  Sulit membesarkan anak sendirian, Tuan Na mengaku kalau tak seperti itu tapi merasa Anak-anaknya menderita karena punya ayah seperti dirinya lalu ponselnya bergetar dan itu dari managernya dan pamit karena harus kembali kerja dan berjanji akan membalas budinya.
“Apa Anda tidak pernah berpikir untuk menyerah ?” tanya Hye Jung, Tuan Nam bertanya pada apa yang dimaksud.
“Pada Anak-anak.... Menurutku Tanpa anak-anakmu,  maka hidupmu akan lebih mudah.” Ucap Hye Jung
Aku kira dokter orang baik tapi Ternyata tidak.”kata Tuan Nam lalu pergi meninggalkanya. Hye Jung terdiam merasa perkataannya itu salahh. 


In Joo sedang asik berbaring disofa sambil melihat tabnya dan melihat Yoon Do pulang dan langsung menyapanya. Yoon Do mengejek In Joo itu terlihat santai sekali karena mungkin Orang yang melihat bisa pikir ini rumah In Joo sendiri. In Joo melihat Yoon Do membawa bungkusan dan bertanya apa yang dibawanya.  
“Memang Apalagi ? ”  ucap Yoo Do sudah pergi ke dapur.
“Wah... Ini ramyeon cupApa Kau ingin jadi lelaki baik di depanku ?.” Goda In Joo. Yoon Do tersenyum menurutnya Imajinasi In Joo itu liar sekali lalu menegaskan kalau membelinya itu karena ingin memakanya.
Kau tidak makan ramyeon mangkuk.” Kata Pa Ran datang ke dapur, Yoon Do melotot ternyata pamanya juga ada di rumahnya.

“Kenapa? Apa Kau hanya memikirkan In Joo hanya sendirian dirumah ?” ejek Pa Ran
“Apa Kau jadi bersemangat saat memikirkanku ?” goda In Joo
Yoon Do tak habis pikir dengan dua orang yang membuatnya pusing, Pa Ran sebagai paman akan dukung keponakanya itu berkencan dengan In Joo. Yoon Do kesal dengan pamannya yang melakukan hal ini, In Joo kembali  untuk menikah saja dengan Yoon Do. Pa Ran mengatakan  mendukung juga.
Yoon Do melotot kaget, In Jo sedang dengan temanya. Pa Ran pikir mereka harus saling mendukung Karena mereka pasangan bercerai. Yoon Do bertanya apakah lebih penting darah keturuan dibanding yang lainnya dan mengatakan sangat sakit hati sekali pada paman dan sudah tidak bisa tinggal dirumah lagi. In Joo bertanya apakah mereka keterlaluan, Pa Ran mengeleng karena Yoon Do pasti akan kembali Satu jam lagi. 


Ji Hong membuka pintu bertanya kenapa Yoon Do datang kerumahnya, Yoon Do langsung masuk saja melihat Ji Hong ternyata punya mesin boneka dirumahnya, lalu bertanya apakah ia boleh mencobanya. Ji Hong menyuruh Yoon Do segera pergi karena memiliki tamu. Yoon Do dengan wajah serius bertanya siapa, lalu tak ingin kalau yang dimaksud itu Hye Jung.
Hye Jung membenarkan kalau itu dirinya sambil merapihkan isi dalam tasnya, Ji Hong memberitahu kalau mereka berdua itu sudah berkencan dan saling menatap dengan senyuman bahagia. Yoon Do merasa punya 2 pilihan yaitu bisa naik keatas ketemu 2 merpati atau jadi pecundang disini. Hye Jung mengatakan akan pergi karena memang ingin pulang.
Ji Hong inginmengantarnya, Hye Jung pikir tak perlu tapi Ji Hong tetap ingin mengantarnya sebelum pulang memperingatkan Yoon Do untuk tetap dirumahnya karena terlihat menyedihkan. Yoon Do ingin main boneka lalu tersadar kalau pergi tanpa membawa uang. 

Tuan Nam tertidur sampai pagi di ruangan anaknya sambil memegang tanganya erat-erat. Dokter Choi berjalan dilorong bertanya apakah Hye Jung itu sudah sarapan. Hye Jung mengatakan belum makanya terasa sangat lapar.
Yoon Do baru keluar bersama dengan Dokter Kang dan berpapasan, Hye Jung bertanya apakah Yoon Do ingn menemui Hae. Yoon Do bertanya balik apakah Hye Jung ingin melihat Nam Dal. Hye Jung membenarkan lalu bertanya keadaan Nam Hae sekarang. Yoon Do mengajak mereka untuk segera masuk dan memeriksanya.

Tuan Nam keluar ruangan melihat semua dokter sedang berkumpul lalu menyapanya. Dua anaknya pun melihat dari depan pintu karena ayahnya akan pergi berkerja. Tuan Nam rasa Pasti sudah lama merea tidak memesan makanan karrena sudah lama tak melihat mereka. Dokter Kang mengatakan kalau si Dokter Han yang gemuk sudah pergi. Dokter Choi menekan dada senornya menyuruh untuk diam saja.
Hari ini akhirnya aku ketemu si ayah.” Kata Yoon Do dengan wajah senang.
Ya, dokter, terima kasih sudah merawat anak-anakku.” Ucap Tuan Nam lalu pamit pergi. 
Pegawai admin tiba-tiba datang berteriak memanggilnya. Semua dokter sampai berhenti dan menengok melihatnya Pegawai admin memarahi Tuan Nam yang bersikap seperti itu padanya padahal sebelumnya sudah saling membicaraka masalah ini. Tuan Nam kembali meminta maaf
“Lebih baik Jangan begini lagi.  Tolong segera bayar.  Kalau begini terus, anda bisa masuk daftar hitam rumah sakit dan anda perlu pindah rumah sakit!!!” teriak Pegawai admin
Tiba-tiba Nam Dal datang sambil menangis berteriak kenapa Pegawai admin itu berteriak pada ayahnya, Nam Hae juga ikut menangis memberitahu kalau ayah mereka sudah kesulitan dan kenapa malah memarahinya. Tuan Nam menenangkan anaknya kalau Pegawai admin itu tak memarahinya dan mereka hanya bicara. Pegawai admin terdiam seperti merasa sedih melihat dua anak yang dioperasi tapi tak bisa membayarnya.
Jangan begitu lagi pada ayah kami !” teriak Nam Hae menangis

Jangan ganggu ayah kami !” teriak Nam Dal, Tuan Nam memarahi anaknya karena bicara dengan suara nyaring pada orang yang lebih tua. Hye Jung dan Dokter Choi berlari menenangkan dua anak yang menangis sedang membela ayahnya. Tuan Nam terlihat berusaha untuk menahan tangisnya didepan anak-anak.


Hye Jung melihat kartu nama  [KIM DO JIN] dari SBC, Tuan Kim sudah tahu kalau Hye Jung yang menelpnya lalu bertanya apakah sudah melihat hasil dari yang mereka lakukan kemarin. Hye Jung mengatakan menelp bukan membahas hal itu tapi  ingin memberikan cerita padanya karena menurutnya itu kisah yang bagus. Tuan Kim bertanya apa itu ceritanya.  Hye Jung berusaha menelp seseorang tapi ponselnya tak aktif akhrinya meninggalkan pesan.
Ayah Nam Hae dan Nam Dal. Aku menemukan cara pembayaran rumah sakit. Tolong segera hubungi aku.” Ucap Hye Jung meninggalkan pesan untuk Tuan Nam 

Tuan Nam kembali ke kamar anaknya dimalam hari, dua anaknya sudah tertidur satu ranjang. Ia melihat ponselnya pesan berjejer terlihat pemberitahuan bahwa pembayaran gagal, tagihan kartu kredit yang sudah jatuh tempo, dan juga bank yang meminta agar mengembalikan pinjaman.
Ia menaruh ponselnya diatas rak lalu memegang tangan anaknya dan mencium dua anaknya. Matanya berkaca-kaca mengucapkan kalau sangat mencintai kedua anaknya.  
Ayah akan lindungi kalian selamanya.  Meskipun kita tidak bersama ... tapi kita tetap bersama.” Ucap Tuan Nam lalu menangis sambil mencium tangan anaknya. 
Tuan Nam keluar ruangan berjalan ke depan lift , Hye Jung yang baru keluar memanggilnya tapi Tuan Nam sudah masuk. Ketika mendekat pintu lift tertutup lalu melihat lift berjalan ke atas. Ia bertanya-tanya kenapa Tuan Nam naik ke lantai atas. Akhirnya ia masuk ke dalam ruang rawat melihat brosur pembayaran pada anak yatim piatu lalu menduga sesuatu yang akan terjadi pada Tuan Nam.


Tuan Nam sudah berdiri di atas gedung, mengatakan sebagai ayah tidak akan menyerah tapi semua yang dilakukanya ini karena sangat mencintai dua anak laki-lakinya bahkan sangat sayang sekali lalu siap melangkah ke tepi gedung untuk melompat.
Hye Jung berlari naik keatap dan meminta agar Tuan Nam tak melakukanya, Tuan Nam yang sudah ingin meloncat mengancam agar tak mendekat, karena ia sudah punya alasan melakukan ini. Hye Jung bertanya apakah karena brosur yang dibawanya dan langsung meremas lalu membuangnya.
Kalau ayahnya tidak ada, apa gunanya anak-anak dirawat dan sembuh ?” teriak Hye Jung
Apa kau tahu bagaimana rasanya berobat dan ketakutan dengan biayanya ? Anak-anak itu tahu dan khawatir.  Setiap mereka minum obat ... atau disuntik, Aku tidak tahu akan berapa banyak lagi biaya yang keluar.  Aku sungguh tidak mampu.  Lalu Ada program yang bisa merawat mereka kalau mereka jadi yatim piatu. Kalau aku mati ... maka orang akan kasihan pada anak-anakku.  Bukankah orang-orang akan membantu ?” kata Tuan Nam dengan mata menahan air matanya.
Jika ini mengenai uang, aku punya jalan keluar. Apa Kau tahu acara TV "Focus People" ? Mereka akan menyiarkan episode tentang Hae dan Dal.  Kalau ada siaran ini maka ...” ucap Hye Jung menenangkan
Aku sungguh muak dengan semua ini dan tidak ingin hidup lagi.  Aku ingin akhiri semuanya.”teriak Tuan Nam sambil menangis, Hye Jung terdiam

Apakah memang hidup seperti ini ? Telpon yang aku terima setiap pagi adalah orang mengejar hutang.  Anak-anakku manis sekali.  Aku sayang sekali pada mereka maka aku rela lakukan apapun Tapi aku tidak mampu.  Ini berat sekali buatku.” Jelas Tuan Nam
Hye Jung hanya terdiam, Tuan Nam mengaku kalau sebelumnya rela mati demi anaknya itu hanya sebuah alasan, ternyata selama ini mencari alas an dan ternyata  bisa menemukanya jadi  tidak ingin kehilangan kesempatan ini. Hye Jung berteriak agar Tuan Nam tak melakukan bunuh diri.
Kalau mereka tahu ayahnya mati demi membayar biaya rumah sakit mereka ... menurutmu bagaimana hidup anakmu nanti ?” ucap Hye Jung menangis,  Tuan Nam terdiam membeku mendengarnya seperti baru menyadarinya.
Luka kita dapat sembuh oleh perkataan orang asing.  Jalan hidup kita juga dapat berubah. Luka, tidak hanya disembuhkan oleh orang yang kita kasihi. Tapi dari orang-orang yang kita temui di suatu tempat.


 bersambung ke episode 15

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

5 komentar:

  1. D episode ni lumyn sedih,debaak ekting nya nam gong min keren jd semngt bc nya tetp d lanjut mbak,,,

    BalasHapus
  2. Sedihh..nam gong min cameony agak lama lagi dehh gk pp..masih kangen juga dri BGH.nya

    BalasHapus
  3. Hikssss hiksss.. ga ketahan banjir air mata

    BalasHapus
  4. huaaaa... berlinangan air mata... gumawo mba Dhe.. okeh banget deh terjemahinnya sampe sedih bacanya..

    BalasHapus