Selasa, 30 Agustus 2016

Sinopsis Scarlet Heart Ryeo Episode 1 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS

Di sebuah tebing dengan danau yang terlihat ramai dengan penunjung sedang bermain perahu, semua terlihat sedang asyik berlibur musim panas. Seorang wanita melihat ke cermin terlihat ada bekas luka di bagian ujung bibirnya, wajah si wanita terlihat sangat lusuh lalu meminum soju langsung dari botol duduk ditepi danau.
Tiba-tiba matanya melirik ke arah seorang paman seperti gembel, menatapnya seperti menginginkan Soju yang diminumnya. Akhirnya Si wanita memberikan sojunya karena merasa kasihan pada si paman. Dengan senyuman bahagia si paman meminumnya dan duduk disamping si wanita.

Ahjussi.... Pernahkah kau ingin tidur selama seratus atau seribu tahun lebih? Semuanya selalu tak ada yang beres dan semuanya itu takkan kunjung berjalan sesuai apa yang diharapkan. Kau meyakinkan dirimu sendiri, "Aku yakin semuanya berjalan dengan baik." Lalu muncul lagi masalah. “ cerita si wanita sambil menghela nafas panjang.
Aku lebih suka jika... aku tertidur dan tidak  pernah bangun lagi. Aku ingin melupakan segalanya. Tapi itu tidak ada hasilnya juga. Si Brengsek itu meninggalkanku dengan tumpukan utang dan Si jalang itu yang menipuku dan lari dengan dia. Astaga... Aku seharusnya jangan mudah percaya dengan orang.” Cerita si wanita berkaca-kaca, si paman terlihat mengantuk setelah meminum soju.
Ahjussi, apa kau tahu... Kupikir kalau aku tak berubah..., maka orang yang kupercayai dan orang yang kusukai juga takkan berubah. Tapi, aku salah. Kenapa hidupku seperti ini?” keluh si wanita sambil menangis.


Paman itu berkomentar kalau hidupnya tak berubah sesuai keinginannya, tapi Mungkin bisa berubah kalau mereka meninggal lalu hidup lagi, lalu berbaring diatas tas yang berisi barang rongsokan. Si wanita binggung dengan ucapan si paman, akhirnya menenangkan diri dengan menarik nafas panjang.
Mata si wanita melihat seorang anak di pinggir danau ingin naik perahu, terdengar suara seseorang yang masuk ke dalam air saat mata si wanita tertutup. Si wanita membuka matanya dan melihat si anak sudah ada di tengah danau seperti hampir tenggelam.
Si wanita panik memanggil si paman agar meminta tolong, tapi si paman sudah tertidur lelap setelah meminum soju. Akhirnya si wanita berusaha untuk tak peduli karena pasti ada orang lain yang akan melihat, matanya melirik semua orang dewasa tak ada yang melihat ke arah danau.  Lalu menyakinkan kalau ia sudah masuk ke air juga, pasti sudah ada orang lain yang menyelamatkannya.

Ha Jin, tidak perlu menolongnya... Tidak perlu... Meski kau tidak menolongnya, orang lain yang akan...” ucap Ha Jin pad dirinya, sampai akhirnya menjerit kesal karena harus dirinya lagi dan melompat ke danau untuk menyelematkan si anak.
Orang tua si anak pun akhirnya sadar anak mereka sudah ada di tepi danau, Ayah Eun Yoo langsung menaiki perahu agar bisa menyelamatkan anaknya. Si paman seperti tersadar melihat sepasang sepatu didepanya dengan sinar matahari yang berbeda dan Ha Jin sudah berenang menyelamatkan si anak.
Tiba-tiba matahari menutupi sisi tebing, si anak bisa selamatkan naik ke dalam perahu. Ha Jin ingin naik ke perahu, entah kenapa tiba-tiba matanya melotot terkejut dan akhirnya tenggelam. Bayangan kenangan buruknya terulang kembali saat pacarnya berselingkuh dengan temanya sendiri, lalu dikejar oleh ibu-ibu seperti maling. Matahari seperti tertutup dan terjadi gerhana matahari. 



Sinar matahari terlihat sedikit demi sedikit, seperti bulan mulai bergeser. Seorang pria menungangi kudanya melewati puncak gunung.
[Goryeo, Songak (Kaesong)]
Terlihat seorang pria dengan bagian sisi wajah kirinya mengunakan topeng melalui jalan yang masih ada sisa salju dengan beberapa orang dibelakangnya. Di pasar sedang banyak orang yang berlalu lalang sampai jeritan ketakutan terdengar.
Itu si anjing serigala! Serigala! Anjing serigala datang!!!” teriak seseorang ketakutan
Semua langsung menyingkir dan berlari ketakutan, Si pria setengah bertopeng melalui jalan perlahan dengan semua orang yang bersembunyi didalam toko karena ketakutan, Seorang anak kecil yang penasaran mengintip ingin melihat wajah si Anjing Serigala.
Pria setengah bertopeng dengan tatapan sinis adalah Pangeran ke-4, bernama Pangeran Wang So melihat sebuah penghias rambut yang ada dipasar. 

Di sebuah kolam air hangat
Pangeran ke-10 Wang Eun, dengan ikat kepala melompat lebih dulu, terlihat sangat bahagia masuk ke dalam kolam. Pangeran ke-14 Wang Jung, membuka bajunya lebih dulu, memperlihatkan badanya yang sixpack dan berotot ikut melompat. Sementara di depanya, Pangeran ke-3, Pangeran Wang Yo memilih duduk sambil minum-minum.
Datanglah Pangeran ke-13, Pangeran Baek Ah, melihat kakak dan adiknya berada di kolam, Pangeran ke-8, Pangeran Wang Wook, berjalan dengan memperlihatkan badanya yang setengah terbuka. Di depan Pangeran Wang Yo, Pangeran ke-9 Wang Won sedang sibuk melatih otot-otot di tubuhnya dalam kolam, lalu meminta kakaknya agar memegang bagian otot lenganya yang sudah sangat keras.
Wang Eun berlari meninggalkan kakaknya untuk pindah ke kolam dengan Wang Yo sedang duduk sambil minum. Wang Jung ikut berlari meminta kakaknya agar menunggunya juga. Keduanya masuk ke dalam kolam yang penuh berisi taburan bunga. Seorang pelayan menuangkan minuman tak sengaja mengenai tangan Wang Yo.
Wang Yo sudah ingin mengangkat tangan akan memukulnya, tapi Wang Wook memanggilnya bertanya apakah saudara mereka yang  keempat belum datang, menurunta kakaknya itu harusnya mandi dikolam ini jika mau menghadiri ritual keagamaan. Wang Yo bertanya apakah adik ke empat itu pernah melakukan kegiatan seperti yang mereka lakukan, menurutnya tak perlu dipikirkan karena bisa membuat sakit kepala saja.
Bukankah kau tahu sendiri Wang Wook itu seperti apa? Dia selalu khawatir dengan orang lain.” Kata Wang Won pada sang kakak.
Wang So lahir di tahun yang sama denganku. Aku setidaknya  harus peduli dengannya.” Kata Wang Wook
Ini pertama kalinya  Wang So Hyungnim akan menghadiri ritual keagamaan, 'kan? Aku ingin tahu apa Yang Mulia punya alasan tertentu menyuruh dia datang.” Kata Baek Ah lalu meminta pelayan agar mencuci pakaian dengan uap dan jangan sampai keriput lalu masuk ke dalam kolam penuh bunga.

Baek Ah... Apa kau sudah tahu kalau saudara keempat kita membantai keluarganya di Shinju? Kabarnya itu sangat brutal, dia seperti serigala pembunuh manusia.” Cerita Wang Eun dengan mengeluarkan lolongan suara serigala.
Kau tidak boleh percaya rumor seperti itu. Semua penjahat di negara ini bahkan tidak membahas hal-hal seperti itu.” Komentar Baek Ah
Semua tamu kita dari Shinju bilang begitu. Rumor itu pasti benar.” Kata Wang Eun yakin
Itu cuma rumor.... Mana bisa dia mengalahkan pemerintah sendirian? Bagaimana dengan tentara setempat? Bahkan keterampilan seni bela diri belum tentu berhasil. Dan Juga, Wang So Hyungnim tidak pernah punya guru yang mengajari dia bela diri.” Kata Wang Jung
“Wang Jung... kau dan Wang So Hyungnim punya ibu yang sama. Kau takkan pernah tahu kapan kau akan berubah menjadi serigala juga.” Ejek Baek Ah sambil mengeluarkan kembali suara longlongan serigala.

Wang Jung membalas dengan cakaran tanganya, Wang Yo membanting gelas menyuruh keduanya diam,  memberitahu kalau ia juga lahir dari rahim yang sama dengan saudara keempat jadi itu artinya dirinya juga bukan manusia. Semua pun hanya bisa diam, Wang Wook merasa Leluconnya memang terlalu kelewatan, jadi akan bicara dengan mereka nanti dan meminta kakaknya agar tak diambil hati.
Pangeran ke-4 Wang So akan kembali ke Shinju setelah ritual keagamaan berakhir. Jika raja mendengar omong kosong ini, maka aku takkan diam saja. Apa Kalian mengerti?” tegas Wang Yo memperingatkan pada adik-adiknya.
Hyungnim, apa kita harus taruhan siapa  yang bisa mengapung terlama di air? Ayo kita kolam yang di luar.” Ajak Wang Eun lalu berlari ke kolam air panas
Wang Wook berteriak memanggil adiknya agar berhenti, tapi Wang Eun tetap melompat ke kolam depan. Wang Jung memohon pada kakaknya, apabila memberiku satu kesempatan, maka bisa menyuruhnya jangan cari masalah. Wang Wook pikir tak perlu, Wang Eun memanggil kakaknya  dan juga Wang Jung, untuk ikut berenang.
Tiba-tiba saat itu juga Ha Jin keluar dari kolam air panas dengan mengunakan pakaian zaman dinasti Goryeo. Dalam hatinya bergumam melihat sekelilingnya beruap, bertanya-tanya dimana tempat itu, lalu mengucap syukur karena masih hidup.
Wang Eun berenang mundur dan merasakan ada yang menghalanginya, ketika membalikan badan keduanya sama-sama menjerit kaget. Wang Bersaudara melihat ke kolam panas, Wang Eun dengan mata melotot bertanya apa yang dilakukan wanita itu dalam rumah mereka dan kenapa ada wanita yang masuk. Ha Jin kebinggungan, melihat sekeliling tempat yang tak dikenalinya.
Seorang wanita dari balik batu memanggil Ha Jin dengan panggilan “Aggashi” untuk berjalan ke arahnya. Ha Jin makin binggung karena di panggil “Aggashi” Wang bersaudara ingin mendekat ke kolam air panas karena melihat ada wanita yang masuk. Wang Yo berteriak marah karena tak ada penjaga, Wang Eun melihat Ha Jin akan kabur  berusaha untuk mengejarnya karena dianggap sedang memata-matai pangeran. Wang Wook melihat perempuan itu bernama Hae Soo. 

Ha Jin ditarik oleh wanita yang tak dikenalnya melalui sebuah gua untuk segera pergi. Chae Ryung melihat Ha Jin berhenti memegang kepalanya berkata kalau tak ada waktu untuk melakukan itu. Ha Jin benar-benar dibuat binggung sampai keluar dari gua.
Kau sudah lama tidak keluar dan Sudah kuduga pasti ada masalah. Para pangeran sudah mulai mandi makanya aku tidak bisa mencarimu.” Kata Chae Ryung terus menarik Ha Jin melewati batu-batu, lalu menanyakan keadaan Ha Jin sekarang.
“Dia memanggil Agasshi? Pangeran? Ini aneh. Kenapa aku bisa ada disini? gumam Ha Jin kebinggungan. Chae Ryung kembali mengajak pergi tapi Ha Jin menahanya sebentar.
Aku... Apa Kau kenal aku?” tanya Ha Jin, Chae Ryung bingung mendengar pertanyaannya. Ha Jin melihat kalau yang didatanginya itu bukan danau lalu bertanya apa yang sedang dilakukan ditempat seperti ini.
Agasshi! Apa maksudmu kau tidak tahu di mana ini? Ini area permandian terbesar di Songak.” Kata Chae Ryung, Ha Jin melihat sekelilingnya orang-orang sedang mandi.
Apaan ini? Aku memang sudah mati.  Jadi, tempat ini... adalah alam baka?gumam Ha Jin berpikir sudah sampai di surga akhirnya jatuh pingsan. 

[Istana Goryeo]
Wang So masuk ke pintu istana lalu memberhentikan semua orang yang ada dibelakangnya. Penjaga membuka pintu dan Wang So membuka penutup kepalanya, pria yang disampingnya memberitahu Wang So  akan menyerahkan seorang budak padanya, jadi  Setelah ritual selesai, jangan lama-lama dan kembalilah ke Shinju.
Kau itu diadopsi di keluarga Kang,  jadi jangan lupa itu. Tolong tegakkan nama keluarga kita di hadapan raja.” Kata Keluarga Kang
“Kau bilang Adopsi? Dan di sini kupikir aku dijadikan sandera olehmu selama ini.” ucap Wang Soo sinis lalu memacu kudanya masuk ke dalam istana. 

Pintu istana pun ditutup, Wang So turun dari kudanya lalu menarik pedang dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Keluarga Kang terdengar jeritan dari luar seperti suara kuda merintih. Ada bekas darah di ujung pedang dan wajah Wang So, semua pegawal melotot kaget melihat yang dilakukan Wang So.
Seorang pria berdiri diatas pintu istana, bernama Choi Ji Mong seekor kuda sudah terbaring di depan pintu. Pengawal dengan gugup memberitahu Wang Soo tak boleh mengunakab pedang didalam istana. Wang So tak banyak berkata-kata hanya diam memberikan pedang pada penjaga.  Pengawal bertanya haruskan mempersiapakan kuda agar bisa kembali lagi nanti, Wang So mengatakan takkan pulang ke Shinju.
Wang So berjalan masuk dengan menghapus dari yang menempel di wajahnya. Lalu berdiri tepat didepan istana sambil bergumam “Aku takkan kembali kesana. Aku takkan kembali ke Shinju sebagai sandera.

Ha Jin terbangun dari tidurnya melihat sekeliling ruangan, terlihat kuno. Terdengar suara wanita terbatuk-batuk didekatnya, ketika akan berdiri merasakan kepalanya sangat sakit.  Wanita itu bernama Nyonya Hae langsung menghampirinya dengan memanggil Hae Soo.
Chae Ryung terlihat senang karena sudah bangun, Ha Jin menatap pakaian jaman dinasti yang digunakan Nyonya Hae lalu merasakan kepalanya masih sakit. Madam Hae bertanya apakah Hae Soo masih merasa kesakitan. Ha Jin bertanya apakah ia terluka parah, Chae Ryung memberitahu sudah pasti terluka parah karena terjatuh terbentur batu dan berpikir kepalanya akan pecah.
“Apa Kau tahu betapa khawatirnyaNyonya Hae?” kata Chae Ryung, Nyonya Hae kembali memanggil Ha Jin itu dengan panggilan Hae Soo.
Maaf... Kenapa kalian selalu memanggilku Hae Soo? Namaku Go Ha Jin. Kenapa kalian memanggilku "Hae Soo" atau "Agasshi"? Aku tidak mengerti kenapa aku dipanggil seperti itu.” Kata Ha Jin binggung, lalu mengingat sebelumnya tenggelam didanau jadi sekarang berpikir dirinya sudah mati.
Kau tidak mati Tapi kau hampir mati tadi.” Ucap Chae Ryung, Ha Jin kaget karena mengetahui dirinya tidak mati lalu mencubit tangan dan merasa sakit. 

Ha Jin berlari keluar dari kamar melihat ada pintu dengan ukuran besar, lalu saat ke depan banyak orang yang sedang membersihkan halaman. Bahkan pelayan yang lewat membungkuk padanya.
Ini bukan mimpi... Kalau aku tidak mati... lalu di mana aku? gumam Ha Jin benar-benar binggung.
Nyonya Hae memanggilnya dibantu oleh Chae Ryung yang menuntun keluar dari kamar, Ha Jin seperti merasakan nafasnya sesak karena shock dan kebingungan. Nyonya Hae meminta Chae Ryung memanggil tabib istana. Ha Jin bertanya keberadaanya sekarang dimana, dengan nada panik ikut bertanya siapa dirinya itu. Nyonya Hae bertanya apakah Hae Soo tak mengingatnya sama sekali.
Namamu Hae Soo.... Aku sepupu keenammu, Myung Hee.” Kata Nyonya Hae Myung Hee. Ha Jin binggung kalau namanya itu Hae Soo.
Apa jangan-jangan... aku di dalam  tubuh orang lain? gumam Hae Soo menutup mulutnya. 

Nyonya Hae memegang tangan Hae Soo meminta agar bisa mengingat dan menatapnya dengan jelas, lalu memberitahu kalau sedang berada di Songak sekarang dan di rumah Pangeran ke-8 Wang Wook. Ha Jin kaget mengetahui ada di Songak, lalu bertanya apakah ini  zaman Goryeo
Goguryeo, Baekje, Silla, dan Goryeo... jadi ini zaman Goryeo?” ucap Ha Jin mengingat uratannya.
“Apa Kau sudah ingat sekarang? Ya, ini Goryeo.” Kata Nyonya Hae
Kalau begitu, sekarang... ...siapa rajanya?” tanya  Ha Jin dengan wajah ketakutan melepaskan tangan Nyonya Hae. 
Tentu saja Yang Mulia yang mendirikan negeri ini.” ucap Nyonya Hae ikut binggung melihat sikap Hae Soo yang tak dikenalnya.
Raja yang mendirikan Goryeo ini... apa mungkin...” gumam Ha Jin lalu berteriak menyebut nama “Raja Wang Gun” 


Raja Wang Gun melemparkan sangkar burung dan terlihat seekor burung yang sudah mati, lalu memberitahu kalau burung itu yang memakan sarapannya Putra Mahkota hari ini bahkan burung itu mati sebelum bisa menelan gigitan pertamanya. Semua berkumpul dalam istana raja dengan wajah tertunduk termasuk Wang bersaudara.
Untungnya Putra Mahkota... tidak memakan sarapan itu karena dia tidak lapar, Kenapa kalian tidak bereaksi akan hal ini? Tangkap orang yang berusaha membunuh Putra Mahkota.” Kata Raja Wang Gun marah
Kita harus cari tahu kenapa hal ini bisa terjadi. Apa yang akan berubah kalau kita cuma menangkap pelakunya saja?” ucap Wang Shik Ryum. Raja bertanya apa maksud ucapan Mentri Wang Shik Ryum,
Bukankah Putra Mahkota harusnya berperilaku sebagai Putra Mahkota?” kata Shik Ryum
Saat itu datang Putra Mahkota - Pangeran ke-1 Wang Moo, mendengar dari depan pintu pembiacaran dengan raja dan mentri.
Pada pertemuan majelis... dia hanya menerima salam dari utusan asing lalu pergi. Dia ada di medan perang atau mengunjungi pemandian air panas. Apa Anda tahu bahwa ada rumor... kalau Putra Mahkota mengidap penyakit tak tersembuhkan?” kata Shik Ryum menatap raja, Wang bersaudara saling melirik.
Oleh karena itu saya, Wang Shik Ryum, memohon pada Anda. Tolong berhentikan Pangeran ke-1, Pangeran Moo sebagai Putra Mahkota. Saya memohon dengan sangat  untuk mencari kandidat Putra Mahkota baru.” Tegas Shik Ryum.
Wang Moo terdiam dengan menahan amarah mendengarnya, Raja bertanya pada anaknya apakah mereka menyetujuinya. Semua hanya diam saja, Raja meminta mereka bicara siapa di antara mereka yang pantas mengisi posisi itu jika bukan Putra Mahkota saat ini. Wang bersaudara tertunduk diam.
Tolong tarik kembali perkataan itu, Yang Mulia. Tidak ada satu pun di antara kami yang ingin menjadi Putra Mahkota.” Kata Wang Wook sambil berlutut didepan Raja Wang Gun
Benar, Yang Mulia.... Tolong tarik perkataan Anda.” Ucap Baek Ah ikut berlutut, Wang Yo juga meminta agar Raja menarik perkataanya.

Shik Ryum binggung mendengarnya, tiga saudara Wang yang lain ikut berlutut memohon yang sama meminta menarik perkataanya dan bersujud didepan raja. Raja Wang memanggil Ahli Perbintangan Choi Ji Mong yang sedari tadi berdiri disampingnya. Ji Mong memperkenalkanya akan menyampaikan kehendak langit pada mereka semua yang hadir diruang sidang.
Bintang Putra Mahkota Wang Moo adalah bintang kerajaan di langit. Itu bintang pertama dari lima bintang utara dan bintang itu bersinar terang setiap hari. Bersinar terang bersama dengan istana raja Goryeo. Ini artinya Pangeran Moo pantas menjadi Putra Mahkota. “ kata Ji Mong
Sudah 24 tahun sejak negeri ini telah didirikan. Pangeran ke-1, Pangeran Wang Moo telah berjuang bersamaku melawan banyak peperangan. Dia mendirikan pondasi bagi bangsa ini.” ucap Raja mengebu-gebu sambil berdiri. 
Choi Ji Mong... Selama ritual keagamaan ini... Wang Moo akan mengusir roh-roh jahat. Jadi Persiapkanlah itu dengan baik.” Perintah Raja, Ji Mong mengerti.

Ratu Yoo didalam kamar menerima berita dari Shik Ryum tentang keputusan Raja, sambil menuangkan Teh menurutnya  Putra Mahkota sangat beruntung karena memiliki kehidupan yang sangat panjang, jadi mereka hanya membuatnya menjadi lebih sadar dan waspada sekarang.
Pelayan masuk ruangan dan membisikan sesuatu pada Ratu Yoo, Ratu Yoo meminta pelayan kalau menyampaikan pesannya tidak ingin  melihat siapa pun. Pelayan memberitahu kalau Sudah dua tahun Pangeran ke-4 tak datang kemari, menurutnya jika  bertemu dengannya sekarang maka.... Ratu Yoo berteriak marah kalau dirinya sedang tak enak badan sekarang.
Siapa dia yang berani  mengganggu ratu?” teriak Ratu Yoo marah
Pangeran ke-4 Wang Soo berdiri didepan kamar ibunya, pelayan datang menghampirinya. Wang Soo menanyakan keberdaan ibunya, Pelayan dengan wajah tertunduk berbohong memberitahu Ratu Yoo sudah tidur, karena sedang sakit jadi meminta agar lain kali datang lagi. Wang Soo memilih untuk pergi meninggalkan kamar ibunya. 

Ha Jin duduk diam dalam kamarnya, seperti orang linglung mengingat terakhir kali dirinya tenggelam didanau setelah menyelamatkan seorang anak kecil. Ia bergumam kalau sangat yakin sekali sudah mati waktu itu.
Si Hae Soo ini juga pasti tenggelam dan meninggal di dalam air. Lalu, apa aku ini  Ha Jin atau Hae Soo? Aku tidak tahu kenapa aku bisa berada di Goryeo dan berada dalam tubuh ini. gumam Ha Jin benar-benar kebingungan, menatap wajahnya ke cermin.
Jangan memikirkan yang tidak-tidak... Kau diberi kesempatan disini... Kesempatan menghindari kematian, dan  tetap hidup.... Kau sangat beruntung di sini.  Baiklah, jadi jangan sampai kau ketahuan dan hadapi saja ini. Jika kau bisa menghadapinya... Jika kau bisa menghadapinya... gumam Ha Jin yang awalnya yakin seperti sedikit ragu.
Ha Jin sadar dirinya itu bukan Hae So jadi pasti akan ketahuan, lalu bertanya pada dirinya sendiri apa yang harus dilakukanya, terdengar suara teriakan Chae Ryung dan Nyonya Hae didepan pintu memanggilnya sambil mengedor-gedor pintu. Ha Jin terlihat ketakutan hanya melihat bayangan didepan pintu.
Dunia macam apa di luar sana? .... Aku takut... Aku takut setengah mati. Aku pun tidak tahu apa-apa tentang Goryeo. Raja Wang Gun adalah pendiri Goryeo. Setelah itu.....” gumam Ha Jin panik dan ketakutan 


Nyonya Hae terbatuk-batuk didepan kamar, Wang Wook lewat melihat Nyonya Hae langsung berlari mendekatinya dengan wajah panik dan bertanya apa yang terjadi pada Chae Ryung. Chae Ryung ingin menceritakan  Hae Soo, tapi Nyonya Hae menyela memberitahu Hae Soo  tercebur ke dalam air dan tidak keluar selama dua jam dan Menurut tabib Hae Soo sudah berhenti bernapas.
Lalu, kenapa kau bilang Hae Soo meninggal?” kata Wang Wook
Dia meninggal dan hidup lagi. Mungkin itu sebabnya dia kehilangan  ingatannya dan tidak tahu namanya. .” jelas Chae Ryung benar-benar khawatir.
Aku khawatir dia akan melakukan hal yang berbahaya, pada saat seperti ini” ungkap Nyonya Hae terlihat lemah. Wang Wook menatap pintu kamar Hae Soo yang terkunci.

Ha Jin sedang duduk menelungkupkan kepalanya kaget melihat pintu kamarnya yang sudah terbuka dengan cara di tendang, Wang Wook masuk kamar menatapnya. Ha Jin dengan mata habis menangis terlihat benar-benar ketakutan, lalu tertunduk seperti orang yang benar-benar hilang ingatan. Wang Wook ingin mendekat tapi Ha Jin makin ketakutan karena tak mengenalnya.
“Hae Soo, jangan takut... Aku yang membawamu ke tempat ini. Jadi... aku akan membantumu  sampai akhir.” Kata Wang Wook
“Jadi Kau yang membawaku ke tempat ini? gumam Ha Jin menatap Wang Wook
Menghindari masalah ini  takkan mengubah apa pun. Kau harus kuat. Tak bisakah kau percaya padaku  dan ikut aku keluar?” kata Wang Wook sambil mengulurkan tanganya.
Aku tidak bisa kembali lagi Dan aku tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Aku ingin hidup! Aku ingin melakukan apapun sebisaku untuk tetap hidup. Gumam Ha Jin melihat tangan Wang Wook, lalu akhirnya berani memegang tangan Wang Wook yang mengulurkan tangan.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

7 komentar:

  1. tetap semangat ya. buat sinopsisnya..
    suka banget.trima kasih buat sinopsisnya yg bagus,jadi kepingin baca kelanjutannya.hehee.. ^^

    BalasHapus
  2. tetap semangat ya. buat sinopsisnya..
    suka banget.trima kasih buat sinopsisnya yg bagus,jadi kepingin baca kelanjutannya.hehee.. ^^

    BalasHapus
  3. Akhirnya muncul juga sinop na.. Sukaaaaaa banget sama cerita na. Makasih ya para admin.. Ditunggu terus.. :D

    BalasHapus
  4. terima kasih mb dee,, udah buat sinopsis drakor ini,,
    SEMANGAT yaa mbak dee😘😘😘

    BalasHapus
  5. Makasih sinopsisnya... Ttep smangat smpe akhir ya..

    BalasHapus
  6. bagus penulisannya, pic nya jg ciamik

    BalasHapus