Kamis, 18 Agustus 2016

Sinopsis W Two Worlds Episode 8 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Kang Chul mengangkat ponsel dengan nomor yang tak dikenal, tatapan dingin Ketika mengangkat ponselnya terdengar suara misterius dengan tulisan di depanya.  [Di mana kau? Bagaimana kau bisa hidup lagi?] Kang Chul langsung mengangkat pistol dan siap menembaknya.
[Kau tidak bisa mati dengan caramu sendiri.]
[Kau tahu berapa lama aku menantikan kematianmu?]
Kang Chul bertanya siapa yang menelpnya, pria misterius balik bertanya siapa dirinya, apakah Kang Chul tak mengenalnya.
[Aku yang membunuh keluargamu...di rumahmu 10 tahun silam.]

Kang Chul mengingat saat bertemu dengan Tuan Oh yang mengatakan tak ada pembunuhnya, kalau semua cuma karangan untuk membuat  karakter utamanya kuat. Ia kembali bertanya siapa pria misterius itu sebenarnya.
[Aku bilang aku yang membunuh semua keluargamu. Dengan Empat tembakan. Aku menembak mereka tepat di dahi. Aku penembak handal sepertimu. Karena itulah kau harus menemukanku.]
[Kenapa kau bersedia mati sebelum menemukanku? Kau tidak bisa mati sekarang. Ini tidak akan berakhir... sampai kau dan aku  menyelesaikan urusan kita. Sepertinya kau sudah punya keluarga baru sekarang. Jadi giliran wanita itu kali ini. Aku akan menembak dahinya, Tunggu saja.]
Kang Chul sempat melirik Yeon Joo yang berbaring di tempat tidur, lalu telp pun terputus dan tulisan yang dilihatnya menghilang. 


Yeon Joo terbangun melihat Kang Chul sudah kembali bertanya kapan kembali. Kang Chul menatapnya dengan tatapan binggun, Yeon Joo akhirnya duduk diatas tempat tidurnya bertanya apa yang terjadi, Kang Chul penasaran Kenapa ceritanya berubah dari "Tamat" jadi "Bersambung". Yeon Joo binggung tiba-tiba Kang Chul menanyakan hal itu.
Kau bilang ceritanya tiba-tiba berubah.” Ucap Kang Chul, Yeon Joo mengingat saat melihat dalam ponsel tulisan berubah sendiri dari tamat menjadi bersambung
Kau bilang kau bisa menyelamatkanku... karena hurufnya itu berubah.” Kata Kang Chul penasaran
Aku tidak tahu. Ceritanya berubah begitu saja.” Ucap Yeon Joo terlihat tak mengerti, Kang Chul masih dibuat penasaran bisa berubah begitu saja.

Sepertinya pasti ada alasan kenapa  ceritanya belum berakhir. Tapi aku tidak tahu apa alasannya. Kenapa? Kenapa kau menanyakan itu?” kata Yeon Joo
Kang Chul hanya diam saja lalu pintu kamarnya diketuk, tanganya sudah siap dengan pistol yang ada disaku celananya. Pelayan datang memberitahu  sudah membawakan gaunnya Nn. Oh. Kang Chul bisa sedikit bernafas lega karena yang datang pelayan lalu mengangguk mengerti. Yeon Joo binggung, Kang Chul mempersiapkan gaun untuknya. Kang Chul hanya menatap Yeon Joo dengan memberikan senyumanya. 
Kang Chul menatap ponselnya dengan nomor yang tak dikenal, sambil memikirkan siapa sebenarnya yang menelpnya, tanganya pun tak lepas dari pistol. Sementara Yeon Joo masuk ruangan lain, beberapa pelayan sudah membawa beberapa dress.

Karena kami tidak tahu gaya pakaianmu, maka  kami sudah menyiapkan beberapa gaun dengan gaya yang berbeda.” Ucap pelayan, Yeon Joo berusaha untuk tak gugup melihat beberapa gaun didepanya.
Ini, ada gaun merah muda yang menawan. Kalau kau lebih suka sesuatu yang sederhana, gaun garis-garis ini juga bagus.” Jelas pelayan memperlihatkan dua gaun didepanya.
Kang Chul masuk ruangan, Yeon Joo dengan berbisik bertanya apa yang akan dilakukanya. Kang Chul mengetahui Yeon Joo yan ingin  berada di pesta yaitu Pilihan nomor satu, kisah Cinderella dan menghadiri pesta keren dan sebelumnya mengatakan ingin pilihan itu juga.
Aku sudah cari pesta yang bisa kita hadiri. Dan berntungnya, aku diundang  ke acara makan malam negara. Di Blue House, jadi pilih baju yang bagus.” Ucap Kang Chul, Yeon Joo kaget diundang ke acara kenegaraan dan datang ke Blue House. Kang Chul melihat ponselnya yang bergetar, kali ini  Do Yoon menelpnya. Yeon Joo masih tak percaya bisa pergi ke Blue Hous.
Asal kau tahu, aku suka  gaun yang terbuka” bisik Kang Chul mengodanya lalu keluar dari ruangan.
Sepertinya ini gaun yang paling terbuka.” Kata pelayaan memberikan sebuah gaun dengan bagian depan yang sangat rendah. Yeon Joo panik memberitahu tak perlu mendengarkan ucapan Kang Chul karena Cuma bercanda saja. 

Kang Chul mengangkat telp dari Do Yoon diruanganya, bertanya apaka suda mendapatkan informasi. Do Yoon memberitahu kalau tidak bisa melacak lokasinya bahkan tidak tahu lokasi dan nomornya seperti tak tercatat, menurutnya ini aneh, lalu bertanya siapa sebenarnya yang menghubunginya itu. Kang Chul mengingat kejadian sebelumnya.
[Aku membunuh orang tua dan  adik-adikmu. Aku membunuh mereka sekaligus hanya dengan empat peluru. Aku seorang penembak jitu  sama sepertimu. Jadi, kau harus menemukanku. Kenapa kau bersedia mati tanpa menemukanku? Kau tidak bisa mati sekarang.]
Kang Chul meminta agar Do Yoon kembali mencari tahu lagi. 

Kang Chul sibuk mengetik dalam ruang kerjanya, Project W, laporan kasus no. 353... Agustus 2016 Ditulis oleh Kang Chul. Diatas meja ada beberap file laporan Project W.
Aku membuang semua laporan  yang telah kutulis sejauh ini. Mulai sekarang, aku akan  menulis dugaan baru kasus ini. Pembunuhnya... memang benar-benar ada.
Dengan tangan yang mengepal menopang dagunya, bisa membayangkan si pelaku yang membuang pistol dalam tempat sampah, lalu pelakunya terlihat berubah jadi gambaran komik.
Pembunuh itu  pasti ada di suatu tempat. Namun..., dia tidak memiliki ciri fisik tertentu karena dia memang dibuat seperti itu, oleh yang membuatnya.  Dengan demikian, dia tidak berwajah atau  punya identitas.
Tuan Oh mengambar si pembunuh dengan penanya, lalu menembak satu keluar Kang dibagian dahi ketika sedang menonton bola bersama. 
Dia memang diciptakan hanya untuk  membunuh keluargaku.< Dia tidak punya rasa bersalah ketika membunuh keluargaku. Dia tidak merasa sedih atau senang Karena dia tidak memiliki kepribadian.
Kang Chul baru pulang ke rumah melihat semua keluarganya mati tertembak di bagian dahi. Setelah terbebas dari penjara, Kang Chul menjadi orang yang paling dekat dengan polisi karena membasmi semua buronan yang dicari-cari oleh polisi.
Perannya hanyalah untuk membuatku trauma... dan membuatku terlibat dalam memecahkan kejahatan dan kekerasan.
Kang Chul menerima telp di dalam lift dari si pembunuh dengan tulisan [Di mana kau?< Mana mungkin kau bisa hidup lagi?] setelah Si pembunuh menelp Kang Chul, setelah itu berjalan dan tiba-tiba menghilang.

Dia hanya muncul ketika dia dibutuhkan untuk cerita itu dan menghilang ketika  dia tidak dibutuhkan.
Pembunuh misterius pun datang ketika diatas gedung, dengan mencekik lehernya. Truk yang dengan sengaja seperti ingin menabrak mobilnya di jalan dan Tuan Oh berusaha dengan keras mengambar si pembunuh misterius agar bisa membunuh Kang Chul.
Di manapun dan kapanpun. Jika sang pencipta ingin membutuhkannya, dia bisa muncul setiap saat tanpa alasan dan melakukan pembunuhan.
Setelah menuliskan semua yang ada dalam isi kepalanya, Kang Chul kembali terdiam dengan dua tangan didepan mulutnya. 

Yeon Joo keluar dari kamar dengan pakaian dress sedikit terbuka dibagian bahu, lalu bertanya-tanya sendiri Apa saja rangkaian acara makan malam kenegaraan itu?
Bukankah orang-orang seperti  pangeran Inggris pergi ke acara itu?” ucap Yeon Joo mulai berpikir.
Ia merasa kalau mereka akan berdansa seperti pada pesta-pesta yang dilihatnya dalam serial komik, lalu wajah paniknya terlihat karena tak bisa berdansa sama sekali. Akhirnya ia mencoba sendiri berlatih berputar-putar seperti berdansa di ruangan tengah lalu tertawa cekikkan sendiri karena tak bisa menahan rasa bahagianya, dua pengawal yang melihatnya mencoba menahan tawa karena melihat Yeon Joo menari-nari sendirian seperti orang gila. 

Kang Chul menatap layar komputernya, Yeon Joo mengetuk pintu sambil melonggokan kepalanya bertanya apakah boleh masuk, lalu perlahan berjalan masuk bertanya penampilan pada Kang Chul dengan dress pilihanya.
Mereka bilang gaung yang satu ini paling cocok untukku.”  Ucap Yeon Joo sambil berputar-putar, Kang Chul menatap Yeon Joo teringat kembal ucapan pembunuh kalau kali ini gilan Yeon Joo yang akan dibunuhnya dengan menembak dibagian dahinya.
Kurasa aku terlihat jelek.... Pasti sangat jelek. Sudalah... Jangan katakan apa-apa. Aku sudah mengerti.” Kata Yeon Joo melihat raut wajah Kang Chul seperti tak suka dengan dressnya.
Kembalilah.....” kata Kang Chul, Yeon Joo dengan nada kesal tahu akan kembali ke kamar, lalu bertanya apakah memang tampilanya seburuk itu sampai disuruh kembali.
“Aku bilang Pulanglah ke rumah. Berbahaya di sini.” ucap Kang Chul dengan wajah khawatir, Yeon Joo binggung
Apakah ada cara kau kembali ke dunia mu?”kata kang Chul berdiri dengan wajah panik.
Aku tidak bisa tiba-tiba kembali. Tidak sesuka hatiku. Tapi Apa masalahnya?” tanya Yeon Joo
Kang Chul mendengar suara sesuatu dan melihat ada peluru yang menembus jendela lalu tertembak ke arah dahi Yeon Joo, saat itu juga dahi Yeon Joo terkena peluru lalu jatuh didepanya. Kang Chul melihat ke bagian depan meja, melihat tak ada siapapun disana, terlihat bisa bernafas lega.
Yeon Joo bertanya ada apa sebenarnya, Kang Chul melihat Yeon Joo masih berdiri dekatnya langsung memeluk dan mengecup dahinya dan kembali memeluknya. Yeon Joo pun hanya diam dengan memegang erat badan Kang Chul yang memeluknya. 


Mobil Limosin berjalan di tengah jalan kota yang sepi, di dalam mobil Yeon Joo meminum wine dengan wajah sangat gugup. Kang Chul sudah mengunakan jas berwarna putih dengan style rambut berbeda, lalu memberitahu agar Yeon Joo tersenyum saat turun nanti karena wartawan pasti akan mengambil gambarnya.
Aku rasa tidak bisa melakukan ini. Aku kurang pintar dalam hal semacam ini.” ucap Yeon Joo panik
“Kau genggam saja tanganku dan ikuti aku. Mengerti ?” kata Kang Chul memegang erat tanganya. Yeon Joo terlihat bisa sedikit tenang. 

Didepan seperti gambaran istana cinderella, mobil Kang Chul pun berhenti. Keduanya turun dari mobil dengan berjalan di karpet mereka sambil melambaikan tangan pada wartawan yang sudah menunggu dan mengambil gambar mereka. Yeon Joo berusaha untuk tetap tenang berjalan disamping Kang Chul dengan memegang lenganya.
Dalam ruangan, Kang Chul mengajak ke bagian tengah, mencium tangan Yeon Joo lalu memegang bagian pinggang dan tangan untuk berdansa. Keduanya berdansa seperti diacara pesta yang dilakukan pangeran dalam cerita Cinderella. Yeon Joo bisa berdansa dengan berputar-putar seperti putri dalam negeri dongeng. Lalu Kang Chul membuat pose seperti yang biasa dilakukan saat dansa, dengan menurunkan badan Yeon Joo, tiba-tiba sepatu yang dipakai Yeon Joo tersandung. 

Yeon Joo akhirnya berguling dari tempat tidurnya, Pengawal yang mendengar suara kesakitan langsung bergegas masu ke dalam kamar. Kang Chul juga bisa mendengar seperti sesuatu yang jatuh dan teriakan kesakitan dari Yeon Joo.
Pengawal menanyakan keadaan Yeon Joo yang sudah tergeletak dilantai, Yeon Joo melihat pengawal sudah ada didekatnya mengatakan kalau ia baik-baik saja dan berusaha bangun sendiri sambil memegang bagian belakanganya yang terasa sakit.
Kang Chul pun keluar dari ruang kerja sambil membawa pistolnya, bertanya pada pengawal apa yang terjadi. Pengawal memberitahu Yeon Joo yang terjatuh dari tempat tidur. Kang Chul pun menanyakan keadaan Yeon Joo, sambil membereskan selimutnya Yeon Joo mengatakan kalau baik-baik saja. Kang Chul pun menyuruh pengawalnya keluar dengan memberikan pistol yang ada ditanganya. 

Yeon Joo akhirnya duduk diatas tempat tidurnya, Kang Chul duduk disampingnya bertanya kenapa Yeon Joo bisa jatuh dari tempat tidur. Yeon Joo mengaku karena mimpi. Kang Chul tersenyum bertanya mimpi seperti apa. Yeon Joo menceritakan mimpi yang sangat indah. Kang Chul ingin tahu mimpi yang seperti apa. Yeon Joo hanya tersenyum.
“Apa Kau belum tidur? Sepertinya hampir jam 3 dini hari.” Kata Yeon Joo melihat Kang Chul masih terjaga.
Semua orang menjagamu, jadi jangan cemas dan tidurlah lagi.” Ucap Kang Chul berusaha menenangkanya sambil mengelus rambutnya , Yeon Joo lalu bertanya apakah perlu pengawal itu menjaganya didepan pintu kamar
“Bahkan Pintunya terbuka, rasanya seperti semua orang menatap ke arahku, jadi aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.” Kata Yeon Joo merasa risih.

Kita tidak tahu kapan dia akan muncul, jadi kita tidak punya pilihan.” Jelas Kang Chul sengaja memprotect Yeon Joo agar tak terjadi seperti keluarganya.
Aku tidak akan mati di dunia ini dan Tidak akan pernah bisa. Karena aku abadi di sini. Apa yang perlu dikhawatirkan tentang ocehan si pembunuh itu?” kata Yeon Joo tak percaya dengan ucapan si pembunuh. Kang Chul kembali duduk disamping Yeon Joo.
Variabelnya..... Selalu ada variabel di dunia ini. Siapa yang tahu si pembunuh akan mendadak muncul? Tak ada apa pun yang dapat kita lakukan sampai kita dapat menemukan keberadaannya. Sekarang tidurlah..” jelas Kang Chul dengan mengelus rambut Yeon Joo.
Apakah aku harus melanjutkan hidup seperti ini? Aku tidak bisa pergi ke pesta, kan?” keluh Yeon Joo sedih, Kang Chul memberitahu sudah membatalkannya.
Aku baru saja keluar dari penjara, kemudian terperangkap di sini. Aku bahkan tidak bisa keluar rumah. Kau menyuruhku menandai hal-hal manis yang kuinginkan dan Kau bilang kita akan pergi belanja kebutuhan dapur Bahkan Kau bilang kita akan melakukan 10 hal dalam sehari, tapi kita justru tidak melakukan apa-apa.” Ucap Yeon Joo dengan wajah cemberut.
Kita memang tidak  bisa keluar rumah, tapi kenapa kita tidak bisa melakukan apa pun di sini? Apa Kau lapar? Aku lapar.” Kata Kang Chul. 

Kang Chul mengandeng tangan Yeon Joo masuk ke dapur, pengawal dibelakangnya bertanya apakah mereka harus memanggil juru masak. Kang Chul mengatakan tak perlu karena akan melakukanya sendiri lalu meminta pengawal berjaga diluar.
Setelah pengawal keluar, Kang Chul membalikan badan sambil mengigit jarinya seperti memikirkan yang akan dimasaknya. Lalu Ia memberitahu sejujurnya, hanya bisa membuat satu jenis masakan. Yeon Joo bertanya masakan apa. Kang Chul menjawab Ramyun. Yeon Joo hanya tertawa karena itu bukan termasuk masakan.
Kang Chul memberitahu kalau itu makanan kesukaanya, Yeon Joo pun mengalah akan makan ramyun dari orang yang menyukainya. Kang Chul tersenyum lalu mencari-cari tempat biasa menaruh ramyun. Yeon Joo memberitahu kalau yang dibuka Kang Chul itu oven, kenapa malah mencari ramyun disana. Kang Chul pura-pura lupa.
Yeon Joo pikir biasanya ramyun ada disebuah lemari, lalu membuka lemari dekat tempat cuci piring dan menemukan sebungkus ramyun. Lalu menyuruh Kang Chul minggir saja akan membuatkan ramyun untuknya. Kang Chul mengeluh karena seharusnya bisa menyelesaikan salah satu daftarnya dengan memasak untuk orang yang cintainya.  
Aku rasa kita tidak bisa memakannya terlalu sering. Buatkan aku makanan lain setelah kau mempelajarinya.” Ucap Yeon Joo sambil memasukan air ke dalam panci. Kang Chul mengerti.
Apakah ada telur dan daun bawang?” tanya Yeon Joo lalu mencari didalam kulkas dan bisa menemukanya.

Ada sesuatu yang tidak ku mengerti. Kenapa ayahmu melakukannya? Bagaimana bisa dia memerintahkan si pembunuh untuk menghabisi putrinya sendiri? Tokoh pembunuh itu selalu mematuhi perintah Ayahmu.” Kata Kang Chul, Yeon Joo sempat terdiam di depan kulkas mendengarnya.
Aku tidak tahu, tapi mungkinkah ayahku melakukannya?” kata Yeon Joo tak percaya, Kang Chul berpikir adakah orang lain yang melakukannya.
Aku tidak yakin, tapi mustahil ayahku melakukannya. Kenapa dia harus sejauh itu? Dan lagi, Ayah mengatakan dia tak akan menggambar lagi.” Cerita Yeon Joo sambil mengiris daun bawang.
Tiba-tiba jarinya terisi pisau dan langsun menjerit, Kang Chul panik menanyakan keadaanya. Pengawal langsung datang, Kang Chul meminta agar segera menghubungi perawat. Yeon Joo menolak karena bisa mengobatinya sendiri. Kang Chul mengambil tissue ingin melihat luka Yeon Joo.
Yeon Joo mengeluh kenapa harus sampai memanggil perawat. Kang Chul tiba-tiba terdiam wajahnya nampak tegang. Yeon Joo bertanya ada apa, Kang Chul melihat luka ditangan Yeon Joo mengeluarkan darah, dan bertanya kenapa sekarang Yeon Joo bisa mengeluarkan darah. Yeon Joo binggung.
Seharusnya kau tidak bisa berdarah di dunia ini, lalu kenapa ini bisa terjadi?” ucap Kang Chul melihat darah yang keluar dari tangan Yeon Joo,
Ini artinya... kau juga akan mati jika sampai tertembak.” Kata Kang Chul. Yeon Joo terkejut lalu melihat tulisan Bersambung. Kang Chul melihat Yeon Joo yang perlahan-lahan menghilang didepanya. 


Wajah Kang Chul benar-benar kebingungan dengan yang terjadi pada dunianya sekarang. Yeon Joo kembali ke kamar melihat tanganya yang berdarah. Kang Chul berusaha memikirkan apa yang sedang terjadi, pengawal datang membawakan kotak obat. Kang Chul berusaha untuk santai mengatakan kalau baik-baik saja karena darahnya sudah tak mengalir lagi. Meminta agar segera datang kalau memang memanggilnya, Pengawal mengerti lalu keluar dari ruangan.
Yeon Joo membuka kotak obat dan mengeluarkan salep serta pelester untuk jarinya yang terisi pisau. Ia bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi, sampai dirinya bisa berdarah dalam dunia webtoon.
Variabel.... Selalu ada variabel di dunia ini.” ucap Kang Chul, Yeon Joo mengingat kata-kata Kang Chul saat ada dikamarnya. 

Akhirnya ia melihat ke layar komputer dan melihat dibagian awal Kang Chul yang menerima pesan dari pria misterius yang menelpnya dengan bentuk tulisan
[AKU LIHAT KAU MEMILIKI ANGGOTA KELUARGA BARU SEKARAN. KALI INI GILIRANNYA. AKU AKAN MENEMBAKKAN PELURU DI KEPALANYA]
Apakah si pembunuh... tahu tentang diriku?” ucap Yeon Joo binggung, tapi menurutnya bagaimana bisa si pembunuh mengetahui tentang dirinya.
Lalu ia melihat gambar dirinya seperti ditembak dibagian dahinya dengan peluru, Yeon Joo memegang dahinya lalu mengingatkan dengan jarinya yang bisa berdarah saat ada di dunia Webtoon. 

Kang Chul mondar mandir dalam ruanganya, mengingat kembali saat menusuk ke bagian perut Tuan Oh tak terjadi apapun bahkan bekas luka pun tak ada sama sekali. Lalu saat menembak Yeon Joo, pelurunya menembus dan tertancap di cermin.
Ada apa ini ? Apa yang berubah? Kenapa ada variabel di sana sekarang? Apa alasannya? gumam Kang Chul terlihat benar-benar binggung.
Yeon Joo juga ikut kebinggungan karena melihat gambar dirinya yang tertembak dan keadaan sekarang tak akan abadi dalam dunia Webtoon. Akhirnya ia mencoba menelp tapi tak aktif, padahal ingin tahu apakah ayahnya itu sudah sampai ke tempat tujuan atau belum. Ia kembali melihat gambar dirinya yang terkena peluru dan memegang dahinya.
Kang Chul terlihat tak bisa tidur sampai matahari masuk ke dalam ruanganya, ia hanya duduk bersandar didapur. Lalu melihat ponselnya sudah pukul 6 lewat 10. 

Akhirnya Kang Chul kembali ke kamar melihat buku hal romantis yang dilakukan pasangan yang sudah diberi tanda oleh Yeon Joo, tapi orang itu sekarang sudah menghilang. Ponselnya berdering, So Hee menelpnya bertanya apakah Kang Chul masih tidur. Kang Chul mengatakan tidak dan bertanya kenapa menelpnya.
Apakah aku tidak boleh meneleponmu sepagi ini? Oh... aku mengerti. Apakah karena istrimu berada di sampingmu?” ucap So Hee duduk dengan botol wine disampingnya.
“Apa Kau sedang mabuk?” kata Kang Chul mendengar suara So Hee seperti orang ngelantur, sambil memegang kepalanya yang terasa pusing

Apakah Yeon Joo... tidur di sampingmu sekarang Aku benar-benar tidak bisa membayangkannya. Apa kau... sungguh sudah menikah? Aku tahu.... Kau tidak melakukan kesalahan apa pun.... Kau tidak menjanjikan apa pun padaku. Tapi aku memang yang terlalu lamban. Kupikir segalanya akan berubah jika aku menunggu. Aku terlalu bodoh. Tapi aku bukan satu-satunya yang berpikir begitu. Semua orang... berpikir sepertiku.” Ucap So Hee menangis
Kang Chul mencoba membuat temanya itu tenang, So Hee bertanya dianggap apa dirinya dimata Kang Chul, lalu meminum habis wine dalam gelasnya. Setelah meminumnya, So Hee melihat tiba-tiba tanganya seperti mengilang, ponselnya pun jatuh. Kang Chul bertanya apakah tanganya menghilang.

So Hee terlihat shock melihat tanganya yang menghilang, Kang Chul mengingat dengan cerita Do Yoon “Dia Seperti hantu, yang tembus pandang. Itu tidak masuk akal, tapi aku sungguh melihatnya.
Akhirnya So Hee berusaha berdiri dan melihat di cermin tubuhnya seperti hanya bayangan yang tembus pandang. Ia menjerit histeris dengan menjatuhkan gelas winenya, Kang Chul melotot kaget dan langsung keluar kamar setelah berganti baju, So Hee mendekati cermin dengan menginjam pecahan kaca dan terlihat keluar darah tapi tubuhnya seperti tak nyata,  Kang Chul menaiki mobilnya dan bergegas pergi. 
Kang Chul memikirkan tentang kejadian dalam dunianya, tentang para tokohnya. Lalu mengingat kata-kata si pria misterius dikamarnya [Maka kau harus menemukanku. Kenapa kau harus mati sebelum menemukanku? Kau tidak bisa mati sekarang.]
Tujuan dari para tokoh.  gumam Kang Chul mengingat saat membuka komik jilid pertama yaitu Kang Chul sebagai tokoh utama lalu So Hee sebagai teman sekaligus sekertarisnya dan juga Do Yoon, Hyun Suk, Jaksa Han.
Tujuan utama dari para tokoh adalah untuk menegaskan alur.Gumam Kang Chul, melihat dibagian gambar pembunuh [PEMBUNUH SESUNGGUHNYA, SESEORANG YANG TIDAK DIKENAL]
Ia mengingat kembali saat mengatakan Project W berakhir, saat itu Hyun Suk berjalan tanpa sadar tanganya menghilang.
Saat tujuan itu menghilang, karakternya pun demikian. Mereka menghilang selamanya. Gumam Kang Chul, Di rumah So Hee menjerit histeris melihat dirinya seperti hanya bayangan saja dengan menyeret tubuhnya dilantai.
Di lain pihak, saat tujuan suatu karakter menjadi lebih jelas gumam Kang Chul.
Yeon Joo yang baru keluar dari penjara diminta untuk mengenakan cincin, Yeon Joo tak percaya kalau itu cincin kawin.  Dan ketika memotong daun bawang, tanganya teriris lalu mengeluarkan darah.
Maka karakter itu menjadi karakter utama... secara tidak sengaja.Gumam Kang Chul. 

Yeon Joo diruangan ayahnya tiba-tiba memikirkan sesuatu dengan wajah terkejut, merasa tak percaya kalau dirinya itu menjadi tokoh kartun sungguhan Karena menikahi tokoh protagonist.
Apakah itu sebabnya aku bisa berdarah dan mungkin mati di sana?” ucap Yeon Joo tak percaya
Lalu bagaimana dengan si pembunuh? Kenapa dia tetap ada saat tujuan utamanya sudah tidak lagi ada?gumam Kang Chul sambil menyetir memikirkanya.
Kang Chul mengingat saat di lift menerima telp dari si pembunuh [Dimana kau bagaimana bisa kau kembali hidup?]
Apakah dia menyelamatkan dirinya sendiri? Apakah dia tersadar? Seperti aku juga?gumam Kang Chul memikirkan dugaanya.
Si pembunuh berjalan di kantor polisi, saat semua didalam dunia komik berhenti, lalu melihat sebuah kotak besar dan langsung masuk ke dalam dunia nyata.
Apakah si pembunuh berada di dunia nyata?gumam Kang Chul dengan memegang erat kemudi mobilnya. Si pembunuh berhasil keluar dari dunia komik dan berdiri diatas gedung tempat layar komputer Tuan Oh yang sudah buang. 
bersambung ke part 2 

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. suka banget drama ini kakak...please lanjut sampe selese ya....semangat...

    BalasHapus
  2. keren bgt,,, makasih udah buat sinopsisnya :)

    BalasHapus