PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 11 September 2018

Sinopsis 100 Days My Prince Episode 1 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Lee Yeol berada di perpustakaan membaca buku, merasakan ayahnya datang, lalu berkata  kalau mendengar bahwa buku goblin ini cukup luar biasa dan  untuk goblin, setiap hari adalah hari yang baik. Tuan Lee tahu kalau semua pasti tidak nyaman untuknya.
“Apa kau membodohi keluarga kerajaan supaya kamu bisa membaca omong kosong ini?” ucap Raja.
“kau selalu ingin aku membaca.” Komentar Lee Yeol merasa tak ada yang salah.
“Yeol... keadaan sekarang, belum ada hujan dalam beberapa bulan. Aku yakin kau menyadari penderitaan orang-orang diluar sana karena mereka harus bertani. Tapi kau tetap menolak untuk tidur dengan putri mahkota,ini mengganggu keseimbangan yin dan yang. Jadi bagaimana mungkin akan ada hujan?” ucap Raja
“Apakah kau mengatakan bahwa aku harus disalahkan untuk kekeringan?” balas Lee Yeol
“Tentu saja tidak... Raja yang bodoh mungkin harus disalahkan.” Ucap Raja mengaku kesalahanya. Lee Yeol ingin bicara tapi Raja lebih dulu menyela
“Kau juga... ingin mengatakan bahwa aku aib, kau ingin berbicara buruk tentang aku sama seperti orang lain.” Kata Raja
“Aku tidak pernah berharap kau menjadi raja dan tidak pernah ingin menjadi putra mahkota juga. Jadi jangan pernah memaksaku masuk untuk melakukan tugas” tegas Lee Yeol
“Apakah orang-orang yang benar-benar mengganggumu? Ataukah Wakil Perdana Menteri?” ucap Yeol
 Apakah kau sangat membencinya?” tanya Raja.
“Bukan hanya dia ... yang aku benci.” Tegas Lee Yeol lalu keluar dari ruang pepustakaan. 



Lee Yeol keluar dari kamar merasakan dadanya sangat sakit, Kasim Yang panik melihat Lee Yeol kembali merasakan sakit. Lee Yeol akhirnya meminta Kasim yang untuk mengirim pesan ke para pejabat. Kasim Yang menganguk mengerti.
Semua sudah berkumpul di tempat Lee Yeol, melihat ada semangkuk minuman dengan bunga mawar diatasnya. Mereka merasakan aroma yang bagus mengaku tidak pernah berharap melihat mawar berharga seperti itu di ponsaku bukan forsythia atau azalea di musim semi.

“Aku telah menanam mawar di rumah kaca itu sendiri. Ini adalah tanda terima kasih aku atas kerja keras kalian, jadi Nikmatilah.” Kata Lee Yeol.
“Terima kasih, Yang Mulia... Bahkan aromanya lezat... Mulutku beruntung hari ini.” Kata Pejabat mulai minum
“Ngomong-ngomong, kenapa kamu tidak makan, Yang Mulia?” tanya Tuan Park Sun Do
“Aku punya banyak ketidaknyamanan. Karena penampilan ganteng dan kulitku yang cerah, itu tidak menunjukkan bahkan jika aku sakit. Tapi Rasa sakit di dadaku memburuk sejak 15 hari yang lalu, jadi Kerajaan dalam melarang ku memakan makanan tertentu.” Cerita Lee Yeol
“Dan mereka ingin aku minum  siang dan malam jamu pahit ini. Aku tidak sehat apa adanya, jadi aku ingin tahu apakah kau menikungku untuk mati dengan memaksa ku untuk menghabiskan malam bersama istri ku.” Ucap Lee Yeol setelah meminum jamu dalam mangkuk
Semua langsung meminta maaf dengan wajah panik dan menaruh mangkuk yang ada yang sudah menghabiskannya. Tuan Jung Sa Yeob menyela mengatakan Jika Lee Yeol terus mengganggu keharmonisan yin dan yang, maka tidak peduli berapa banyak ritual yang mereka lakukan,  hasilnya tidak akan ada turun hujan.
“Kau bilang Harmoni yin dan yang? Apakah semuanya akan diselesaikan hanya karena aku menyelaraskan milik ku? Ada begitu banyak wanita dan pria yang belum menikah di usia 20-an di negara ini. Jika kita membantu ribuan dari mereka menikah, maka itu akan meningkatkan kemungkinan hujan bahkan lebih. Apakah kau tidak berpikir begitu?” kata Lee Yeol. Tuan Jung ingin menyela tapi Lee Yeol kembali bicara.
“Bahkan raja-raja hebat  menikahi orang yang belum menikah di negara pada saat kekeringan, maka aku akan melakukan hal yang sama. Kalian harus Menikahkan  semua orang yang belum menikah di negara ini pada akhir bulan depan dan tidak boleh meninggalkan satu pun dari mereka.” Ucap Lee Yeon. Semua hanya melonggo diam.
“Kalian tampaknya sangat khawatir tentang kekeringan, jadi aku telah menghemat air juga. Kelopak mawar itu dibuat dengan air yang digunakan untuk mandi aku kemarin. Mereka menaruh ginseng, akar angelica, dan bahkan air, jadi Kulit ku terasa lebih lembut sekarang.” Kata Lee Yeol memegang tanganya.
Semua kaget dan ingin muntah mendengarnya, Lee Yeol menuruni tangga tiba-tiba dadanya sesak dan langsung tak sadarkan diri. Kasim Yang dan lainya pun panik melihat Lee Yeol tak sadarkan diri. 



Yoon Yi Seo sudah berganti nama menjadi Hong Sim sedang mengali di hutan, Ia mengeluh kalau mereka  akan mati dengan cara ini karena tak bisa hidup .hanya makan sayuran. Temanya, Kkeut Nyeo berkomentar kalau suami mereka setidaknya yang akan memberi makan jika menikah.
“Ada banyak orang yang tidak bisa menghasilkan cukup uang. Jika kau menikahi suami seperti itu, kau akan berada dalam masalah yang lebih buruk.” Kata Hong Sim
“Kau terlalu berpikir negatif dalam setiap keadaan.” Balas Nyeo
“Aku agak terlalu realistis dalam setiap keadaan..”ucap Hong Sim lalu berteriak karena melihat sesuatu yang langka.
“Mereka akan membayar cukup banyak uang jika kita mengeringkan dan menjual ini... Mari kita makan gukbap daging yang Besar.” Kata Hong Sim dengan penuh semangat akan mengali tanah. 

Dua orang pria datang berkomentar kalau itu tidak mungkin, lalu mengumpat karena dua wanita berani yang belum menikah berkeliaran di hutan.
“Kau telah membawa sial di sini, jadi kita tidak dapat menemukan satu jejak pun dari ginseng. Berpura-pura tersesat saja saat kita bersikap baik. Jangan datang ke sini lagi.” Ucap si pria
“ Kami akan turun setelah selesai memilih ini.” Kata Hong Sim akan mengali tananh
“Aku berkata, sekarang, Dasar kau tidak beruntung, wanita yang tidak menikah...kau lebih baik mengembalikannya pada tempatnya.” Ucap si pria mengancam. Hong Sim bisa melawan dengan wajah penuh amarah.
“Mereka mengatakan seorang wanita dengan dendam dapat membawa salju di musim panas. Jadi Menurut kau apa yang akan terjadi jika wanita yang tidak menikah menyimpan dendam? Haruskah aku maju dan menyimpan dendam?” ucap Hong Sim dengan sabit ditanganya.
“kau bisa jatuh dari tebing dan mematahkan kaki mu Atau kau bisa digigit ular dan kakimu lumpuh.” Kata Hong Sim menantang, Si pria ingin memegang wajah Hong Sim tapi tangan Hong Sim lebih dulu menahanya.
“Saat tangan mu menyentuh wajah ku, maka kau akan mengalami akhir dendam ku. “ tegas Hong Sim. Si pria terlihat ketakutan sementara Kkeut Nyeo yang tadinya bersembunyi tak percaya melihat Hong Sim berani melawan dua pria. 


Keduanya berjalan pulang, Kkeut Nyeo mengeluh kalau dua pria itu menyalahkan merkea atas apa pun yang terjadi, padahal keadanya sudah menyedihkan bahwa  tidak bisa menikah.
“Bukannya aku tidak bisa menikah. aku telah memilih untuk tidak melakukannya.” Tegas Hong Sim
“Bagaimana jika pria tampan seperti Tuan Park  mengusulkan kepada mu?” tanya Kkeut Nyeo. Hong Sim hanya terdiam.
“Kau melihat wajah tampannya juga, kan?” ejek Kkeut Nyeo.
“Sebaliknya, aku melihat wajah murahan di sana.” Kata Hong Sim melihat pria tua berlari dengan wajah panik dan kelelahan. 

Tuan Park Bo Eun menghampiri keduanya karena sudah mencarinya,  Hong Sim bertanya apakah terjadi sesuatu. Tuan Park menyuruh  Berkumpul di kantor pemerintah sekarang. Hong Sim kaget dan binggung kenapa mereka harus kesana. Akhirnya beberapa pria dan wanita berkumpul.
“Seo Gu Dol...” ucap Tuan Park. Seorang pria mengangkat tangan mengaku berumur 26 tahun.
“Tapi wajahmu seperti 40 tahun, ini Aneh sekali.” komentar Tuan Park dan melihat catatanya kembali
“Park Kkeut Nyeo...” kata Tuan Park memanggil Kkeut Nyeo mengatakan berumur 23 tahun.
“Wah, kau seharusnya memiliki dua anak pada usia itu.” Komentar Tuan Park 

“Yeon Hong Shim...” ucap Tuan Park. Hong Shim dengan santai menyebut umur 28 tahun. Tuan Park terlihat sangat kaget.
“Wahh... Itu mengejutkan, Aku tidak dapat mempercayai ini. Apakah kau bukan wanita tertua yang belum menikah di sini?” ejek Tuan Park
Hong Shim dengan bangga kalau wajahnya itu terlihat seperti umur 20an.  Tuan Park pikir Hong Shim sednag minum di siang bolong, karena temanya yang lain sudah menikah ketika berusia 16 tahun dan akan tetap tak ingin menikah pada usianya sekarang.
“Kau bilang Menikah ??? Bahkan aku hampir kelaparan sampai mati karena kelaparan Atap rumah ku hampir rusak karena gempa bumi. Aku tidak akan dapat mengirim anak ku ke sekolah bahkan jika aku memilikinya.” Ucap Hong Shim
“Kenapa kau mengeluh padaku? .. Lupakan. Temukan pasangan kau dan kalian harus menikah.” Ucap Tuan Park. Hong Shin menolalk karena semua hanya omong kosong dan sesuatu yang konyol.
“Putra Mahkota telah memberi kita perintah kerajaan...Jadi, orang muda yang belum menikah, berusia 20-an harus menikah sebelum akhir bulan depan.” Tegas Tuan Park.
Hong Shim mengeluh kalau pangeran itu pasti gila, Tuan Park tak percaya dengan ucapan Hong Shim karena seperti ingin mulutnya dicabik-cabik. Hong Sim menegaskan itu tidak masuk akal dan ingin tahu alasan Pangeran yang tiba-tiba mengeluarkan perintah seperti itu.
“Apakah aku yang memberi perintah itu? Apakah itu? Apa yang kau pikirkan? Katakan padaku.” Kata Tuan Park tak bisa menahana amarah 

Dari dalam rumah, Tuan Park Sun Do mengeluh melihat Hong Sim sebagai wanita yang banyak bicara. Jo Boo Young juga mengeluh kalau ini sangat mengganggu, karena hampir tidak menyelesaikan kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi.
“Apa Sekarang, aku harus bertanggung jawab atas pernikahan para petani itu?” keluh Tuan Jo
“Orang-orang tampaknya meningkatkan suara mereka terhadap Raja karena kekeringan, jadi pemerintah berusaha menenangkan mereka. Kau sebaiknya melakukan yang terbaik, dan kau akan ditegur dengan pasti jika mereka tidak menikah.” Tegas Tuan Park
“Apa yang harus aku lakukan? aku melakukan penelitian, dan jumlahnya bahkan belum sesuai. Ucap Tuan Jo panik. Tuan Park pikir kalau keadaan jadi makin buruk. 


Tuan Park menegaskan kalau sudah memberitahunya bahwa semua harus dilakukan karena kekeringan. Hong Shim mengartikan kalau mereka yang harus disalahkan. Tuan Park mengatakan kalau ini belum semuanya, yaitu Ada gempa bumi bulan lalu, pohon zelkova disambar petir, dan benda gelap terbang itu terlihat di dekatnya.
“Semua insiden itu karena kau.” Tegas Tuan Park menyalahkan Hong Shim.
“Apakah ini berarti semuanya akan terselesaikan jika kita menikah?” tanya Hong Shim. Tuan Park membenarkan.
“Jadi aku adalah dewa... Mungkin, goblin... Karena aku tidak tahu ternyata memiliki kemampuan seperti itu.” Sindir Lee Yeol
“Sudah Diam, kau akan berada dalam masalah besar jika tidak mematuhi perintah kerajaan. Jadi mulailah berpasangan.  Para atasan itu menyalahkan orang-orang  setiap kali terjadi sesuatu.” Tegas Tuan Park
“Sebagai Putra Mahkota, dia harus membantu kita memberi makan diri kita sendiri. Tapi Sebaliknya, dia menyalahkan orang lain atas tanggung jawabnya sendiri. Itu tidak benar. Apakah kau tidak berpikir? Apa pendapatmu tentang aku?” kata Hong Shim saat itu Tuan Park memilih pergi dan ternyata semua sudah pergi dengan pasangan masing-masing. 


Di dalam rumah meja sudah lengkap dengan sajian upacara penikahan, Goo Dol terlihat bahagia menerima ucapanya selamat.  Goo Dol pikir untuk jangan beri selamat karena hanya mengikuti perintah. Temanya yang lain melihat Goo Dol terlihat sangat senang.
“Bagaimana dia bisa mengharapkan kau menikahi sembarang orang?” ucap Hong Shim yang sedari tadi mondar mandir didepan rumah menemani temanya yang sedang menangis, melihat didalam makin sibuk akan menyajikan ayam.
“Jika kau tidak suka Gu Dol, maka katakan kau tidak akan menikah dengannya.” Tegas Hong Shim
“Jika aku menolak, mereka akan mencambuk aku 100 kali.” Ucap Kkeut Nyeo ketakutan
“Siapa yang melakukannya ? Siapa?” tanya Hong Shim. Kkeut Nyeo hanya bisa menangis. Hong Shim sudah bisa menebak dan ingin memberikan pelajaran. Kkeut Nyeo menahanya.
“Tidak ada gunanya, hidupku sudah berakhir.. Hidup ini berakhir.” Kata Kkeu Nyeo seperti sangat pasrah. 

Hong Shim berjalan sendirian, Tuan Park ikut berjalan disampingnya menunjuk ke arah langit kalau itu adalah hidup Hong Shim yang  di sana yaitu Matahari terbenam dan Sepertinya Hong Shim akan menjadi yang berikutnya., yaitu yang terakhir.
“Aku tidak perlu menikah... Kau bisa lihat Kkeut Nyeo menikah, dan tidak turun hujan.” Kata Hong Shim
“Itu karena kau masih belum menikah! Ini kesempatan bagus, kau tidak akan kesepian lagi, dan mereka meminjamkan kostum juga.” Ucap Tuan Park meyakinkan.
“Jika itu hebat,maka nikahi putrimu dulu.... Jika dia berusia 15 tahun, maka dia seharusnya sudah menikah.” Kata Hong Shim mengejek.
“Yang aku maksud adalah ... Putriku ... Tapi Aku mengkhawatirkanmu. Jika kau dicambuk. Apa yang bisa kau lakukan ketika gubernur sedang mencoba untuk menikahi semua orang  karena takut bahwa dia akan dihukum dan bayarannya dikurangi? Tidak ada bujangan yang tersisa.” Jelas Tuan Park. Hong Shim hanya terlihat cemberut.
“Jika kau terus melawan, maka kau mungkin akan menjadi selir. Jadi kau harus berpikir.” Tegas Tuan Park memperingati.
“Aku berjanji untuk menikahi seseorang. Setelah Memenangkan Deuk dari desa di seberang sungai dan ke hulu, maka aku bertemu dia melalui ayah ku dulu dan berjanji untuk menikah dengannya” kata Hong Shim yakin
“Itu Bagus untukmu, maka kau bisa menikah dengannya.” Ucap Tuan Park
“Tapi Masalahnya adalah, dia melayani di militer. Apa lagi yang bisa aku lakukan ketika dia melayani negara kita?” kata Hong Shim
“Astaga, kau dan kebohonganmu.” Ejek Tuan Park. Hong Shim menantanga agar periksa saja sendiri.
“Jadi Kapan dia kembali?”tanya Tuan Park, Hong Shim mengaku tidak tahu.
“Dia pergi begitu lama karena harus melayani  waktu tambahan untuk putra bangsawan juga. Katakan kepada gubernur itu untukku, Aku tidak bisa menikah karena alasan itu, dan bahkan Putra Mahkota tidak bisa menghukumku.” Tegas Hong Shim lalu berjalan pergi.
“Hei... kau membuat seseorang jadi merasa bersalah.  Putra Mahkota jahat ...maksudku Dia memiliki temperamen buruk....” tegas Tuan Park. Hong Shim membalas kalau putra Mahkota hanya bodoh.

Putri Kim So Hye datang melihat Lee Yeol masih terbaring dikamarnya, lalu bertanya Apa yang sedang dilakukan oleh staf medis, karena tidak ada perubahan dalam beberapa hari. Tabib meminta maaf, So Hye ingin tahu obat apa saja yang sudah diberikan.
“Dia telah muntah lebih belakangan ini, dan dering pingsan, jadi dia tidak bisa meminum obat apapun...Itu sebabnya dia belum pulih.” Ucap Kasim Yang
“Apakah kau memperlakukannya sebaik mungkin?” tanya So Hye ragu, Kasim Yang mengaku sudah melakukan semuanya.
“Dia harus minum obatnya, karena Hanya dengan begitu dia akan menjadi lebih baik.” Tegas So Hye. Semua menganguk mengerti.
“Yang Mulia, kau harus bangun... kau harus pulih.. Hidupku ada di tanganmu... Jadi tolong.” Ucap So Hye menatap Lee Yeol yang terbaring tak berdaya. 



Di ruang kerajaan, Wakil mentri kedua menyayangkan keadaan Putra Mahkota yang sakit-sakitan dan tidak memiliki seorang putra. Mentri yang lain berkomentar kalau Mentri itu menyarankan agar segera dipindahkan dari jabatanya.
“Kondisi Putra Mahkota memburuk setiap hari... Dia hanya berkomentar karena khawatir.” Ucap Jung Sa Yeob membela
“Kau bilang Perhatian? Apakah kau yakin dia tidak memiliki motif tersembunyi? Dia menggunakan kondisi Putra Mahkota untuk mengatakan Pangeran Seowon ...” komentar mentri yang lain.
“Kau sudah keluar dari masalah” komentar Tuan Jung, Raja pikir kalau Inspektur Jenderal benar.
“Yang Mulia... Putra Mahkota jatuh sakit, setiap tahun di waktu yang sama Bagi seorang menteri untuk terus membicarakan hal ini, maka seseorang bisa menduga dia memiliki motif lain.” Balas Mentri mendukung Lee Yeol.
“Kali ini berbeda... Dia telah sakit selama 10 hari...Jika dia ... “ tegas Mentri dengan nada tinggi.
“Turunkan suaramu... Berani sekali kalian semua ... menaikan suara kau di hadapan Raja?” tegur Tuan Kim, semua pun akhirnya tertunduk diam.
“Yang Mulia... Putra Mahkota masih muda. Jadi Ia akan mengatasi penyakit pada waktunya. Apa yang perlu dikhawatirkan?” ucap Tuan Kim
“Wakil Perdana Menteri benar.... kalian tidak perlu lagi mengeluh tentang kesehatan Putra Mahkota” kata Raja. Semua orang menuruti perintah Raja, tapi beberapa orang menatap sinis. 


Tuan Jung datang bertemu Ratu Park kalau Wakil Perdana Menteri, yaitu ayah mertua Putra Mahkota, berdiri dengan teguh jadi Tidak akan mudah untuk menyingkirkannya. Ratu Park berkomentar kalau mereka  harus mendayung ketika air pasang sedang tinggi
“Dorong lebih kuat saat kita punya alasan.” Ucap Ratu Park memberikan perumpaman.
 "Byunggang jeuk bulseong, mokgang jeuk gong." Pasukan yang hanya kuat tidak bisa menang ...” kata Tuan Jung yang langsung disela Ratu Park
“Jangan mencoba menguliahiku, Aku adalah seorang ratu dan Putraku adalah pewaris sah Raja. Apa Menurutmu masuk akal kalau anak lelaki yang sudah mati, adalah Putra Mahkota?” tanya Ratu Park
“Waktu akan menyelesaikan masalah itu... Putra Mahkota melemah setiap hari. Mungkin semuanya berjalan sesuai keinginan kau.” Kata Tuan Jung
“Yah... Seolah-olah itu... Tapi aku menciptakan nasib aku sendiri.” Tegas Ratu Park licik.
“Yang mulia. Apakah kau berpikir ...” kata Tuan Jung kaget, Ratu Park membenarkan.
“Aku mengambil tindakan... Upaya aku akhirnya menunjukkan hasil” ucap Ratu Park, Saat itu Tuan Jung mulai panik. 


Lee Yeol akhirnya terbangun mengaku sangat tidak nyaman. Do Joon datang mengatakan kalau itu memang pasti merasakan seperti itu karena Lee Yeol telah berbaring di posisi itu selama berhari-hari. Lee Yeol yakin kalau Beberapa orang past bersukacita.

Flash Back
Mereka pergi ke gudang obat, Seorang tabib ingin tahu alasan Lee Yeok mencurigai obat yang diminumnya. Lee Yeol mengaku merasakan mual saat meminumnya lalu  menyadari nyeri dada berkurang saat tak meminumnya jadi Karena penasaran, sengaja membuang obatnya secara rahasia.
“Sekarang aku cukup sehat untuk pergi secara diam-diam dari kamarku.” Kata Lee Yeol
“Tidak ada yang salah dengan obatnya.” Tegas Tabib. Lee Yeol pikir itu artinya kalau dugaanya salah.
“Namun, itu jelas ada upaya untuk meracunimu. Dan  Tidak ada masalah dengan obat itu sendiri, tetapi ketika kau makan dengan makanan tertentu yang kau nikmati, maka itu bisa bertindak sebagai racun karena kondisi mu. “jelas tabib
“Aku mengirim catatan daftar makanan dan bahan-bahan yang seharusnya tidak kau ambil, tetapi tampaknya seseorang salah meletakkannya dengan sengaja. Aku tidak dapat mengetahui apakah itu seorang pelayan dapur, seseorang di staf medis, atau orang lain sepenuhnya.” Jelas Tabib
“Apa yang harus aku lakukan?” tanya Do Joon seperti siap membalas dendam
“Siapa yang berdiri di depanmu?” tanya Lee Yeol, Tabib mengaku tidak bertemu siapa pun hari ini. Lee Yeol akan pergi tapi tabib memberitahu informasi.
“Yang mulia... aku tidak yakin apakah itu terkait, tetapi beberapa saat yang lalu, seorang pembantu staf medis menghilang” jelas Tabib. 


“Dong Joo... Kita harus memainkan "Detektif" sekali lagi.” Ucap Lee Yeol
“Apakah kau akan menyelidiki secara langsung? Mereka mencoba meracuni mu, kau harus mengingatkan Raja dan menempatkan Pengadilan Negeri pada kasus ini.” Ucap Do Joon khawatir
“Menurutmu siapa di balik ini?” tanya Lee Yeol
“Jika aku berani mengatakan demikian, Itu pasti Ratu.” Kata Do Joon
“Kita tidak bisa melakukan apa pun hanya berdasarkan keyakinan. Di dalam istana ini, aku tidak bisa mempercayai siapa pun. Bahkan tidak... pada ayah aku sendiri. Bahkan jika Pangeran Seowon menggantikanku, apa ada  yang akan berubah? Itulah mengapa... aku butuh bukti.” Tegas Lee Yeol
“Aku akan mempersiapkan penyamaranmu.” Ucap Do Joon
“Kita akan mencari tahu siapa yang memberi aku obat yang berharga ini  dan memberi mereka hadiah.” Kata Lee Yeol menatap mangkuk obat di disampingnya. 

Semua orang masih berkumpul, Jung Je Yoon masuk mendekati Kim Soo Ji, bertanya Apa yang sedang terjadi. Soo Ji mengaku telah berada di tempat itu selama berhari-hari, karena Putra Mahkota melarang pergi  sampai mereka menyelesaikan pertanyaannya.
“Untuk ada dan menginginkan...Aku bisa membuat kalimat jika mencoba...”kata Soo Ji melihat lembaran kertas soal yang belum terjawab.
“Yang Mulia tidak akan memberikan kuis yang mudah.” Ucap Je Yoon. Soo Ji pun menyetujuinya.
“Jika kami mengirimkan jawaban yang salah, maka dia mungkin mengaku kesal dan memecat kita dari kantor. Itu sebabnya tidak ada yang bisa dengan mudah maju. Bagaimana jika akhirnya aku mati di sini dan menjadi hantu yang belum menikah?” ucap Soo Ji
“kau sudah menikah, jadi itu tidak berlaku... Jadi apa yang terjadi jika kau menjawabnya dengan benar?” kata Je Yoon.
“Dia akan mempromosikan kita .terlepas dari status kami saat ini. Bisakah seseorang menjawab pertanyaan sialan itu? Aku ingin pulang ke rumah.” Keluh Soo Ji. Je Yoon menatap soal wajahnya tersenyum seperti bisa menjawab pertanyaan. 



Hong Shim memasukan beberapa sepatu dalam tasnya, ayah angkatnya ingin tahu kemana Hong Shim akan pergi karena Seorang wanita tidak bisa melakukan perjalanan panjang sendirian. Hong Shim pikir telah melakukan perjalanan berkali-kali dan ayahnya selalu mengatakan itu.
“Karena itu sangat berbahaya! Bagaimana jika seseorang dari Hanyang mengenali kau?” ucap Ayah angkat Hong Shim khawatir.
“Ini Sudah 10 tahun berlalu... Aku terlalu cantik sekarang untuk mengenali siapa pun, jadi semua Akan sia-sia sekalipun dan Tidak ada yang muncul dalam 10 tahun terakhir.” Kata Hong Shim yakin, Ayahnya terlihat masih tak tega.
“Jangan lewati makanan dan jangan lakukan apapun untuk Gu Dol bahkan jika dia mengaku sakit... Dia selalu berbohong..Jadi Pokoknya, aku libur.” Ucap Hong Shim lalu berjalan pergi.
“Jika kau bertemu saudaramu, apakah kau tidak akan kembali?” tanya Ayahnya.
“Aku akan membawanya kembali bersama ayahku” kata Hong Shin yakin lalu beranjak pergi. 


Di malam hari
Do Joon dan Lee Yeol sudah mengunakan pakaian orang biasa, melihat banyak penjaga di depan pintu. Saat itu Do Joon sengaja bersiul, dua pengawal ingin melihat asal suara siulan, tapi saat itu Kwon Hyuk melihat anak buahnya langsung mengomel.
“Hei... Di mana perhatianmu?” teriak Kwon Hyuk. Keduanya mengaku  baru saja mendengar suara peluit.
“kau mungkin mendengarnya sambil tertidur dan Yang kamu butuhkan adalah disiplin.” Kata Kwon Hyuk memberikan hukuman.
Akhirnya dua penjaga pergi, Lee Yeol dan Kwon Hyuk pun bisa keluar dari istana. 


Mereka pergi ke sebuah rumah, tapi semua yang ada di dalam rumah sudah berantakan seperti baru saja di obrak-obrik oleh banyak orang.  Do Joon pikir mereka bisa bertanya kepada tetangga. Lee Yeol melarang karena yakin sepertinya mereka sedang diikuti.
“Aku akan mencoba mencari mereka”kata Do Joon. Lee Yeol menganguk mengerti dan saat itu seseorang bersembunyi melihat keduanya meninggalkan rumah.
Mereka sengaja berpencar dan Lee Yeol bisa merasakan seseorang mengikutinya dari belakang, dan terlihat bayangan saat bersembunyi lalu terlihat seorang wanita dengan pedang dilehernya. Do Joon sudah bisa menangkapnya meminta agar mengungkapkan dirinya.
“Aku Song Sun, seorang dokter wanita... Yang mulia!” ucap Dokter Song
“Apa yang membuatmu takut untuk bersembunyi?” tanya Lee Yeol
“Bukan itu masalahnya. aku dibawa oleh preman dan nyaris tidak berhasil melarikan diri... Aku seperti sudah mati, jadi aku memilh untuk tetap bersembunyi.” Jelas Dokter Sung
“Apakah ada yang salah dengan daftar bahan-bahan yang seharusnya tidak aku ambil?” tanya Lee Yeol
“Yang Mulia, tolong maafkan aku!” ucap Dokter Sung. Lee Yeol tak percaya kalau Dokter memohon pada orang yang ingin dibunuh untuk  memberikan pengampunan.
“Aku tidak tahu apa-apa.. Yang aku lakukan adalah mengikuti perintah.” Akui Dokter Sung
“Lalu Perintah siapa? Jadi.. Mendekatlah... Seseorang ingin membungkammu dan juga membunuhku. Siapa orangnya?” tanya Lee Yeol.
Dokter Sung berdiri berjalan mendekati Lee Yeol, ingin memberitahu seseorang yang cukup kejam melakukanya. Tiba-tiba hanya jarak 1 cm sebuah panah langsung menusuk leher Dokter Sung. Lee Yeol langsung memerintahkan Do Joon agar mengejar mereka karena bukan ia sebagia targetnya. 

Moo Yeon berdiri dibalik kain penutup diwajahnya berhasil melepaskan panah, lalu berusaha kabur dengan membawa pedangnya. Do Joon tak bisa mengejar tapi akhirnya Lee Yeol berhasih menghentikan Moo Yeon, ingin tahu siapa yang memberikan perintah.
Tapi Moo Yeon malah mengeluarkan pedangnya, Lee Yeol melawan dengan batang kayu yang ada dikakinya. Mereka berkelahi ditengah hutan, dan akhirnya Lee Yeol terdesak dibatang pohon dengan pedang ditanganya. Saat itu Do Joon datang melempar pisau mengenai bahu Moo Yeon.
Akhirnya Moo Yeon kabur, Do Joon melihat pelaku pergi menuju pasar.  Lee Yeol meminta Do Joon agar tetap berjaga. Moo Yeon terus berlari menghindar kejaran. Lee Yeol mencari di sekeliling pasar tanpa sengaja bertabrakan dengan Moo Yeon yang sudah berganti baju.
Lee Yeol menatap curiga dari belakang, Moo Yeon sengaja berjalan santai untuk mengelabuhi Lee Yeol padahal di dadanya terlihat ada noda darah. Do Joon datang meminta maaf karena kehilangan targetnya. 


Hong Shim datang ke rumahnya yang sudah tak berpenghuni dan terbengkalai begitu saja, Ia mengingat kenangan masa lalunya saat berlati dengan kakaknya lalu terkena pukulan. Ayahnya keluar memperingati sang kakak.
“Seok Ha.. kau seharusnya tidak memukul adikmu seperti itu.” Ucap Tuan Yoon
“kau belum belajar cara mengambil pedang dengan benar. Aku akan bersikap lunak padanya, tapi bocah ini memberikan ikat rambutnya yang merupakan hadiahku untuk seorang anak laki-laki bernama ...” ucap Seok Ha mengejek. Hong Shim terlihat kesal
“Apa? Apakah kau malu? Apakah kau memiliki perasaan untuk anak itu?” ejek Seok Ha. Hong Shim terlihat malu.
Saat sedang mengenang masa lalunya, dua pengawal datang memberitahu kalau  tidak bisa masuk ke sini tanpa izin. Hong Shim meminta maa mengaku kalau pemilik rumha yang sedang mencari penjual rumah itu
“Pengkhianat dulu tinggal di rumah ini... Semua anggota keluarga terbunuh. Itu telah dibiarkan kosong untuk waktu yang lama. Bisa Dikatakan semua jenis preman berkumpul di sini pada malam hari, jadi cepat keluar dari sini.” Ucap Pengawal. Hong Shim pun bergegas pergi. 


Hong Shim pergi ke pasar, seorang pria menjual buku saat melihat Hong Shin datang memberitahu kalau telah menyimpan "Dasar Pembelajaran" di dalam. Hong Shim pun berjalan masuk dengan menaruh tasnya, terlihat isinya gaun cantik yang biasa digunakan untuk bangsawan.
“Ayo beli beberapa buku... Kami menjual buku... Kami punya novel erotis... Novel erotis untuk orang dewasa, "Dasar Pembelajaran" untuk anak-anak... Kami memiliki edisi baru... Ini adalah kisah tentang pria dan wanita terakhir yang dipaksa menikah dengan enggan  karena perintah Putra Mahkota dan Tidak disangka erotis.” Ucap penjual buku saat melihat Lee Yeol lewat didepan tokonya. 

Hong Shim selesai berganti pakaian lalu keluar dari rumah, Lee Yeol melihatnya tapi tak menyadarinya. Saat itu bunga sakura sedang berguguran. Hong Shim sempat melihatnya, Lee Yeol pun berhenti didepan pohon sakura lainya, teringat kembali kenangan dengan Yi Seo.
“Mereka cantik. Apakah kau tidak berpikir begitu juga? Mana yang lebih kamu sukai, hujan salju atau bunga?” tanya Yi Seo yang masih menjadi anak bangsawan.
“Aku... menyukai mu... Aku akan menikahimu.” Kata Lee Yeol yakin.
Hong Shim menurunkan penutup kepalanya, saat itu Lee Yeol bisa melihat wajahnya dan matanya melotot kaget karena orang yang dicarinya sudah ada di depan mata. Hong Shim melihat tatapan Lee Yeol bergegas untuk kabur. Lee Yeol pun langsung mengejarnya.
Bersambung ke episode 2

Cek My Wattpad... Kang Daniel 

Cek My You Tube Channel "Review Drama Korea"



PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


1 komentar: