PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Senin, 24 Februari 2020

Sinopsis Hi Bye Mama Episode 2 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Di ruangan, Kang Hwa mencoba mengambil cincinya tapi dari kolong meja padahal dari depan meja bisa mengambilnya. Geun Sang masuk heran melihat apa yang dilakukan temanya lalu mengambil cincin dari arah depan.
“Apa Kau benar-benar sakit? Tapi Apa ini?” ucap Geun Sang mengambil cincin
“Berikan kepadaku.” kata Kang Hwa lalu menaruhnya kembali ke dalam kotak cincin. Geun Sang ingin tahu apa itu maksudnya.
“Apa ini? Kenapa berjuang mengambilnya?” tanya Geun Sang. Kang Hwa menjawab Tidak penting. Geun Sang pun ingin tahu apa yang terjadi dengan temanya.
“Kemarin, aku melihat orang yang mirip Yu-ri.” Akui Kang Hwa. Geun Sang mengerti Jadi, itu sebabnya Kang Hwa membahas doppelgรคnger.
“Lupakan saja... Semua orang boleh membahasnya. Memangnya terlarang? Ini bukan Cincin Sauron.” Kata Kang Hwa
“ Kau yang enggan membahasnya. Kau bersikap seolah-olah lupa. Kenapa tiba-tiba?” ucap Geun Sang
“Mirip sekali. Mereka sangat mirip. Seolah-olah Yu-ri hidup kembali. Aku sudah membahasnya. Puas? Jadi Cepat pergi... Cepat pergi dari sini, posting saja OODT itu. Urus saja pengikutmu... Posting saja foto, pesan, atau apa pun.” Ucap Kang Hwa mendorong Geun Sang keluar.
Geun Sang hanya bisa mengeluh melihat sikap temanya didepan ruangan.


Yu Ri datang ke rumah sakit didepan receptionist memberikan ID Card Dokter Jo Gang-hwa ahli bedah toraks. Pegawai ingin tahu siapa nama yang memberikanya.  Yu Ri bingung akan menyebutkan namanya lalu mengaku  menemukannya tergeletak di jalan dan tidak mengenalnya.
“Kang-hwa membuatku gelisah. Kenapa dia harus bilang seperti hidup kembali?” ucap Geun Sang menuruni tangga lalu matanya melihat Yu Ri berdiri didepan meja receptionist.
Geun Sang mencoba mengedipkan matanya lalu seperti baru tersadar kalau hanya banyanganya saja. Ia pun berteriak kaget dan semu orang sampai menatapnya, lalu meminta maaf karena merasa terkejut lalu berjalan pergi dan merasa harus minum obat.

Yu Ri ternyata bersembunyi agar tak terlihat Geun Sang , lalu bergegas pergi karena bisa Gawat kalau sampai ketahuan pengadu itu. Saat akan keluar melihat Tuan Jang, Nyonya Seo dan juga Young Sim.  Ia mengingat yang dikatakan Mi Dong “Jangan sampai ketahuan arwah lain.”
Akhirnya Yu Ri mencoba menghindar berpura-pura tak melihat. Mereka pun merobos mengejar Yu Ri. Nyonya Seo heran melihat Yu Ri seperti yang dilihatnya tapi bukan arwah.
Yu Ri berpura-pura tak melihat dan merasa sangat panas. Young Sim pun ingin tahu siapa sebenarnya Yu Ri itu. Yu Ri terus mencoba tak terjadi sesuatu, Tuan Jang mengeluh kalau Yu Ri itu mengenalnya. Yu Ri pun memilih untuk kabur. Nyonya Seo bingung Yu Ri mau kemana.
“Ibu, dia bisa melihat kita!” teriak Young Sim. Ketiganya pun akhirnya mengejar Yu Ri. Yu Ri mencoba menghindari ketiganya. 


Di tempat abu,  Kang Bin melihat foto kelurga Jang lalu berkomentar kalau mereka mati sekeluarga jadi ingin tahu Kenapa tidak naik. Hye Jin melihat kalau yang dimaksud Keluarga Pil-seung, lalu menunjuk foto laki-laki di tempat abu.
“Itu karena anak laki-lakinya.” Ucap Hye Jin menunjuk foto pria yang memakai seragam.
***
Flash Back
Keluarg Jang mengikuti seorang pria yang masuk ke lift untuk naik ke kamar hotel. Young Sim pun mengajak orang tuanya agar ikut denganya juga. Sang pria terlihat sangat mesra dengan pasangaynya.
“Ya, mereka mati meninggalkan anak laki-laki yang saat itu berusia sembilan tahun. Mereka janji akan naik saat dia sudah dewasa Tapi, mereka masih menganggapnya anak kecil.” 

Didepan kamar, Tuan Jang menahan Hye Jin yang akan masuk ke kamar. Nyonya Seo pikir anak laki-lakinya itu masih anak-anak. Tuan Jang yakin kalau anaknya ada Rapat dan Pasti urusan kerja. Youn Sim tak percaya kalau di dalam kamar hotel.
“Mungkin saja jika rapat penting... Bisa saja dilakukan di sini.. Ayah akan coba masuk.” Ucap Tuan Jang masuk ke kamar lalu keluar terlihat kaget dan tak percaya.
“Ternyata anak laki-lakinya bukan anak kecil lagi.”
Nyonya Seo memastikan kalau anaknya sedang Rapat. Tuan Jang membenarkan dengan wajah malu-malu 

“Kau harus berhati-hati dengan keluarga itu. Sekali digigit, tidak akan dilepas.”
Sementara Yu Ri mencoba kabur dari kejaran keluarga Jang, Semua oran bingung melihat Yu Ri yang lari padahal tak ada yang mengejar. Akhirnya Tuan Jang dan keluarga terus mengejar Yu Ri. Yu Ri hanya bisa mengeluh kalau bertemu dengan Keluarga Jung.
“Bagaimana bisa dia berubah menjadi manusia? Kenapa dia cepat sekali? Dia tidak mungkin lebih cepat dari arwah.” Ucap Tuan Jung
“Dia terlalu cepat. Bukan main.” Kata Nyonya Seo kelelahan. Mereka pun berpecar mengejar Tuan Jung dkk.
“Apa kau lihat dia?” tanya Tuan Jung bertemu dipertigaan. Semua bertemu bertemu mengaku tak melihatnya. Mereka pun terus mencari Yu Ri yang sudah menjadi manusia. Sementara Yu Ri yang sudah menjauh merasa kalau ini ungguh melelahkan.

Di ruang rapat, Junior Kang Kwa memberikan kartu kalau Ada yang menemukan aksesnya dan berkomentar kalau ternyata masih ada orang baik. Kang Hwa pun bisa mengucap syukur lalu heran karena tempat kartunya terbalik.
Ia pun membaliknya dan heran ada gambar dengan spidol pada wajahnay, lalu hanya bisa terdiam melihat gambarnya dengan bertuliskan [BODOH]

Flash Back
Yu Ri yang menemukan ID Card Kang Hwa langsung mengambarnya, wajahnya bahagia. Ia mencoba menghapusnya, tapi ternyata  Tak bisa dihapus lalu melihat ternyata spidol permanen. Ia pun panik akhirnya membalikan kartu agar tak terlihat gambarnya.
***
Kang Hwa hanya bisa terdia melihat gambar diatas ID cardnya. Junirnya lalu membahas Pasien kamar 201, kalau datang untuk Kang Hwa operasi bakan sengaja datang karena Kang Hwa. Kang Hwa tak mendengarnya lalu tersadar bertanya siapa yang dimaksud.
“Tapi Siapa yang membawa ini?” ucap Kang Hwa. Juniornya mengaku tak tahu. Saat itu seseorang membuka pintu.
“Dokter Jo, kau harus bergegas.”ucap  Seorang perawat membuka puntu dengan wajah panik.


Didepan ruangan, seorang perawat memberitahu kalau Dokter Jo harus bergegas. Perawat memberitahu kalau Kang Hwa tidak akan melakukanny dan Hanya terima rawat jalan. Perawat memberitahu Jika dibiarkan bisa meninggal.
“Ada apa?” tanya Kang Hwa akhirnya datang. Si perawat memberitahu kalau ada Pasien IGD gagal jantung.
“Dokter lain sedang ada operasi.” Kata perawat. Kang Hwa menyuruh agar menanyakan dokter mana yang cepat selesai.
“Sudah. Paling cepat selesai lima jam lagi.” Ucap Perawat. Kang Hwa menyuruh agar Rujuk ke tempat lain.
“Itu Terlalu berisiko. Hanya kau yang bisa menolongnya.” Ucap Perawat. Kang Hwa menegaskan kalau Tidak bisa.
“Dokter Cho, dia bisa meninggal.” Kata perawat. Kang Hwa terdiam seperti mengingat sesuatu. 

Flash Back
Kang Hwa berteriak marah pada Dokter Jang kalau Dia bisa meninggal jika dibiarkan. Dokter Jang menegaskan kalau tak bisa melakukanya dan menyuruh agar merujuk ke tempat lain. Kang Hwa mengaku bisa melakukannya.
“Kenapa tidak boleh? Aku bisa menolongnya, Dokter.” Ucap Kang Hwa. Perawat menyadarkan Kang Hwa yang hanya terdiam. 

Di dalam ruangan, Geun Sang mendengar percakapan Dua perawat yang membahas Kang Hwa itu  belum pernah melakukan operasi, bahkan Tidak sekali pun. Salah satu perawat memikirkan kalau terjadi masalah. Perawat yang lain yakin kalau tak akan terjadi.
“Apa? Ada apa ini? Siapa? Apa yang terjadi? Kalian membahas apa?” tanya Geun Sang
“Aku dengar Dokter Jo akan masuk ruang operasi.” Ucap Perawat. Geun Sang pikir Jangan berbohong.
“Sungguh. Ini operasi pertamanya dalam empat tahun. Semuanya penasaran.” ucap Perawat. Geun Sang tak percaya mendengarnya. 

Di ruang operasi, Kang Hwa sudah memakai baju yang lengkap dengan kacamatanya. Perawat memberitahu kalau Dada sudah dibelah jadi bisa langsung mulai. Kang Hwa hanya diam saja seperti masih ragu, perawat memanggil Kang Hwa yang hanya diam saja. Kang Hwa pun masuk.
“Pendarahannya banyak, Tekanan darah terkendali.” Ucap Perawat. Kang Hwa mengerti.
Ia menatap pasien lalu mengingat kembali saat Yu Ri terbaring dan memanggilnya lalu meminta agar cepat bangun. Ia berteriak histeris memanggil Cha Yu-ri. Kang Hwa terdiam melihat seluruh perawat terlihat gugup.
Kang Hwa masih histeris melihat Yu Ri yang terbujur kaku. Geun Sang kaget melihat Kang Hwa lalu menariknya agar mereka bisa pulang.  Tapi Kang Hwa tak mau melepaskan Yu Ri. Geun Sang pun meminta Kang Hwa agar mengendalikan dirinya.
Kang Hwa terdiam melihat pasien yang ada didepanya lalu menatap kebelakang, teringat kembali di sudut ruangan menangisi Yu Ri tak tahu yang akan dilakukan. 


Di cafe, Para ibu-ibu berkumpul. Seorang ibu tambun mengaku mereka hanya khawatir jadi meminta Min Jung Jangan tersinggung. Ia mengaku Setelah mendengar beberapa cerita merkea merasa ada yang aneh dan masalah terjebak di kulkas juga.
“Kata anakku dia sering melihat Seo-woo berbicara sendiri. Saat bermain rumah-rumahan pun, Chi-in ingin menjadi ayah, Seo-woo bilang, "Dia ayahnya" sambil menunjuk ke udara.” Cerita si wanita tambun. Temanya pun merasakan hal yang sama.
“Kami hanya khawatir karena kami juga seorang ibu. Kami tak bisa tutup mata dan membiarkannya. Jika dibandingkan dengan anak-anak lain, Seo-woo yang paling tertinggal. Ini Sangat mengkhawatirkan.”ungkap si ibu tambun.
“Keponakanku juga sedang ikut terapi... Bisa kau coba, biar kukenalkan.” Kata si ibu sampingnya. Keduanya pun menyetujuinya. Min Jung santai meminum tehnya.
“Apakah anak-anak kalian didaftarkan ke TK berbahasa inggris?” tanya Min Jung, mereka membenarkan.
“Kenapa? Apa Kau ada kenalan?” tanya Si ibu, temannya  pikir karena mereka sudah  membahasnya, maka harus saling bertukar informasi.
“Apa kalian tak punya kesibukan? Kenapa sempat memikirkan keluarga lain? Aku akan merawat Seo-woo dengan caraku. Bisakah kalian berhenti ikut campur?” ucap Min Jung sinis lalu berjalan pergi. 


“Apa yang dia katakan? Dia akan merawat dengan caranya? Apakah dia tak mencemaskan kondisi anaknya sama sekali?” ucap Si ibu tambun sinis.
“Aku yakin dia sudah tahu semuanya” kata ibu yang ada disebelahnya. Ibu tambun merasa kalau dugaan mereka sama.
“Kurasa wanita itu hanya mengincar uang ayahnya Seo-woo. Dokter sukses di rumah sakit bergengsi. Bukankah masuk akal?” ucap si wanita. Ibu tambun pikir juga seperti itu.
“Tapi, dia keren.” Komentar ibu lainya. Keduanya mengeluh kalau Min Jun dianggap keren.
"Bisakah kalian berhenti ikut campur?" kata si ibu. Keduanya terlihat makin kesal. Tapi ternyata si ibu hanya mengikuti cara bicara Min Jung.
“Apa Tidak mirip?” kata ibu, Keduanya mengeluh kalau tidak mirip dengan wajah kesal.

Min Jung mengangakat telp dari seseorang lalu meminta maaf karenaada urusan tadi dan segera ke sana. Ia lalu menelp ke “PENGASUH PENJEMPUT” lalu memberitahu kalau ibunya Seo-woo yang menelp dan meminta agar menjemput anaknya hari ini. 

Yu Ri datan ke tempat Seo Woo biasa bermain, lau melihat anaknya bermain sendiri. Wajahnya tersenyum melihat Seo Woo yang sangat cantik sekali dan merasa terlihat sudah membai karena sudah bisa berlari.
Ia lalu tersadar kalau melihat Seo Woo ternyata bermain dengan hantu anak kecil dan itu adalah hantu yang membuat Seo Woo terkurung dalam kulkas.
Seo Woo yang menganggap hantu temanya terus mengejarnya, sampai akhirnya keluar dari ruangan bermain. Seo Woo panik mencari Seo Woo di disetiap ruangan. Seo Woo bermain dengan hantu di ruangan lainnya.
Yu Ri memanggil Seo Woo saat keluar dan bisa memeluknya, lalu terdiam karena bisa memeluk anaknya. Ia mengingat saat masih menjadi hantu, menyapa Seo Woo tapi tak bisa memeluknya dan hanya memegang tangan Mi Jung.
Yu Ri pun hanya bisa menangis bisa memeluk anaknya, Seo Woo akan melepaskanya tapi Yu Ri terus memeluknya dengan erat, sampai akhirnya guru pun datang melihat Seo Woo ternyata ada diruangan lain. Yu Ri kaget dan langsung menghapus air matanya.
“Kau siapa? Apakah kau pengasuhnya?” ucap guru. Yu Ri bingung tapi Seo Woo sudah mengandeng tangannya dengan erat.
“Seo-woo, Bibi sudah datang. Ibumu bilang, hari ini, kau pulang dengan Bibi... Kau bisa membawanya pulang.” Ucap guru. Yu Ri makin binggung lal menatap Seo Woo, seperti mempercayainya. 


Di depan ruang prakter, Dokter Jang sangat marah pada Kang Hwa yang masih menganggap dirinay dokter tapi membiarkan pasien kritis seperti itu, lalu menyuruh agar membuang lisensi kedokterannya sambil mengumpat marah.  Kang Hwa hanya bisa tertunduk diam.
“Apa Kau mulai meremehkanku? Apa Kau sengaja mempermalukanku? Jika aku tak lebih cepat, pasien itu sudah mati. Kau hampir membunuhnya!” teriak Dokter Jang.
“Dokter Jang, mohon tenang. Kita perlu bicara.” Ucap Geun Sang datang. Dokter Jang mengeluh kalau tak mungkin bisa tenang
“Maafkan aku. Ikut denganku sebentar.” Kata Geun Sang mengajak Dokter Jang pergi. sementara Kang Hwa masih menatap ID Card dengan gambar BODOH

Di ruangan, Dokter Jang kaget kalau  Kang Hwa itu Fobia ruang sempit Geun Sang memberitahu kalau  ini bukan ketakutan biasa tapi Ini muncul di beberapa tempat spesifik. Dokter Jang memastikan kalau maksudnya Tempat itu ruang operasi. Geun Sang membenarkan.
“Apa Seorang dokter bedah toraks punya fobia ruang operasi?” kata Dokter Jang masih tak percaya. Geun Sang membenarkan.
“Aku tak percaya. Kenapa baru sekarang? Selama empat tahun, kau selalu mengarang alasan! Jika tahu dari awal, kita bisa mengatasinya!” teriak Dokter Jang marah
“Dokter Jang, dia tidak mau menjalani pengobatan.” Ungkap Geun San. Dokter Jang makin kaget mendengarnya. 

Kang Hwa berjalan di lorong rumah sakit, lalu melihat pasien keluar dari ruang operasi. Ia langsung memalingkan wajahnya seperti ketakutan , lalu menatap pintu ruang operasi dari kejauhan.
“Aku sudah melakukan banyak hal, tapi dia tidak mau melakukan pengobatan.” Ucap Geun Sang
“Kenapa bisa begitu?” tanya Dokter Jang. Geun Sang mengaku juga tidak tahu.
“Aku pikir dia sudah melupakannya. Tapi Sepertinya tidak.” Ungkap Geun Sang.
Di dalam mobil, Kang Hwa mencoba mendengarkan  lagu "I AM HAPPY" OLEH YOON HANG-GI seperti mencoba menghibur dirinya kalau sangat bahagia dengan memendam rasa sedihnya. 
Kang Hwa pergi ke RUMAH DUKA lalu berdiri didepan tempat  CHA YU-RI. Ia melihat gambar foto bersama Yu Ri yang digambar dengan bentuk yang sama dengan bertuliskan “BODOH”
Flash Back
Yu Ri mengambar dan menuliskan BODOH Kang Hwa heran apa yang dilakukan Yu Ri pada fotonya. Ia pun mengeuh kalau Yu Ri Kekanak-kanakan padahal akan menjadi ibu.
“Aku akan cerita ke Yeol-mu setelah lahir.” Kata Yu Ri marah. Kang Hwa pikir sudah bilang dari kemarin lalu meminta maaf.
“Aku janji besok membelikanmu stroberi. Aku akan membeli semua stroberi yang ada di toserba untukmu.” Kata Kang Hwa
“Lupakan saja!” ucap Yu Ri tak peduli. Kang Hwa berjanji akan membeli semua stroberi yang ada di dunia ini.
“Ini kiamat bagi stroberi! Ayolah. Maafkan aku.” Ucap Kang Hwa mencium dan mengelus perut Yu Ri
“Yeol-mu benar-benar ingin stroberi.” Keluh Yu Ri . Kang Hwa pun berjanji Yeol-mu agar menunggu sampai besok.
Saat itu Min Jung menelp, Kang Hwa tak mengangkatnya tetap melihat ID Card dengan gambar yang sama  dan bertuliskan BODOH. 



Yu Ri mengajak Seo Woo berjalan bersama lalu berjongkok menatap anaknya merasa kalau sangat Manis sekali dan sangat cantik. Ia lalu bertanya apakah Seo Woo mengenalnya. Seo Woo mengaku mengetahuinya.  Yu Ri tak percaya mendengarnya.
“Siapa aku?” tanya Yu Ri. Seo Woo dengan polos menjawab Tidak tahu. Yu Ri piki tak masalah untuk anaknya.
“Ayo, pulang ke rumah.” Ucap Yu Ri. Seo Woo menahanya. Yu R bertanya ada apa dan mengajaknya untuk pulang. 
“Kau ingin main di sana?” tanya Yu Ri melihat Seo Woo yang menatap ke arah taman bermain. 


Kang Hwa berjalan keluar rumah duka, mengangkat telp Min Jung kalau Lima menit lagi akan pulang. Min Jung panik memanggil suaminya dengan wajah panik. Kang Hwa bertanya Kenapa  dan Apa yang terjadi. Min Jung sudah ada di tempat penitipan anak.
“Seo-woo... Seo-woo menghilang.” Kata Min Jung. Kang Hwa kaget mendengarnya lalu berteriak memanggil dan mencari Seo-woo. 

Sementara di restoran, Hyun Jung heran Geun Sang yang membahas Yu-ri. Geun Sang menceritakan kalau Kang Hwa itu melihat orang yang mirip Yu-ri jadi pikir dia sudah melupakannya.
“Walau sudah melupakan, pasti akan teringat saat melihat yang serupa. Jika aku melihat orang yang mirip Yu-ri di jalan, pasti akan teringat.” Kata Hyun Jung
“Yu-ri seperti hidup kembali katanya. Apa yang harus kita lakukan?” kata Geun Sang
“Seperti hidup kembali? Aku berharap itu terjadi.” Kata Hyun Jung. Geun Sang mengeluh agar Jangan bilang begitu.
“Bagaimana kalau benar-benar terjadi?” ucap Geun Sang. Hyun Jung pikir Walau tak masuk akal menurutnya kenapa menanggapinya seolah-olah itu buruk
“Tentu saja. Coba kau pikir. Dalam kondisi sekarang? Itu bencana bagi Min-Jung.” Kata Geun Sang
“Bukan bencana, tapi keajaiban! Orang mati bisa hidup kembali.” ucap Hyun Jung 




Sementara di taman bermain, Seo Woo naik ke ayunan. Yu Ri bertany apakah menyenangkan. Seo Woo hanya tersnyum, Yu Ri memuji anaknya sangat pintar bermain ayunan lalu melihat ayunan yang melayang Tinggi sekali.
“Mau kudorong lebih kuat?” tanya Yu Ri lalu mendorong dari belakang. Seo Woo sudah siap. Yu Ri menyuruh Seo Woo agar berpegangan.
Seo Woo terlihat senang saat Yu Ri mendorongnya, tapi Yu Ri seperti terlalu tinggi. Seo Woo terjatuh dan langsung menangis. Yu Ri panik menghampiri Seo Woo dan langsung melihat tanganya yang terluka lalu menangis sambil meminta maaf.
“Seo-woo, maafkan Ibu.” Ucap Yu Ri menangis sambil mengingat saat tertabrak memegang perutnya agar bisa menyelamatkan bayinya.
“Jangan menangis... Maafkan Ibu.” Kata Yu Ri menenangkan anaknya saat itu Kang Hwa berlari mencari Seo Woo lalu terdiam.
Ia melihat sosok Yu Ri yang sedang memeluk anaknya, Yu Ri yang masih menangis tersadar kalau Kang Hwa yang menatapnya dengan wajah kaget.
“Kang-hwa sudah melewati masa yang sangat sulit. Kasihan jika dia harus menderita kembali.” ucap Geun Sang
“Justru yang paling kasihan adalah Yu-ri. Setelah sepuluh bulan mengandung, dia meninggal sebelum melihat anaknya. Jika bisa, apa pun caranya dia harus hidup kembali” kata Hyun Jung. 


EPILOG
Kang Hwa berjalan di tengah salju yang turun setelah mengantar anaknya, lalu berjongkok seperti mencoba untuk tetap tegar menjalani hidup, tap akhirnya menangis saat tak ada anaknya. Saat itu Yu Ri datang memeluk Kang Hwa.
“Maaf... Maafkan aku...” ucap Yu Ri, saat itu Kang Hwa seperti mencoba untuk tetap tegar menjalani hidup tanpa Yu Ri.
Kang Hwa berhenti ditempat yang sama setelah mengantar Seo Woo, Yu Ri mengelus rambut Kang Hwa walaupun tak bisa menyentuhnya. Tapi beberapa hari kemudian, Kang Hwa seperti tak sedih lagi ada Min Jung yang merawat Seo Woo.
Di tempat yang sama Yu Ri menunggu untuk mengelus Kang Hwa, tapi Kang Hwa terlihat bahagia dengan Seo Woo dan juga Min Jung menembus badanya begitu saja. Yu Ri pun hanya bisa menatap sedih seperti dilupakan.
Bersambung ke episode 3

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar