PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Minggu, 02 Februari 2020

Sinopsis Crash Landing On You Episode 11 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Di sebuah rumah peramal, Nyonya Ma, Nyonya Na dan Nyonya Hyun duduk bersama. Peramal memastikan kalau  mereka tak mengajak orang lain,  Nyonya Na mengaku Tidak dan  Jangan khawatir. Karena Salah satu dari mereka berjaga di luar.
Nyonya Yang memberikan suara, Nyonya Na pun memberitahu kalau itu artinya semua aman.
“Dua peramal tertangkap pekan ini. Aku tak bisa tidur karena ketakutan.” Ucap si peramal
“Tapi kau peramal andal,Kenapa tak bisa lihat masa depan sendiri?” kata Nyonya Hyun polos.
“Ayolah... Dia melayani hantu Korea Selatan. Jadi, dia tak pandai memprediksi berbagai hal mengenai petugas kontrol dan penjara.” Jelas Nyonya Na membela. Si peramal pun menyetujuinya.
“Tapi mengenai uang, anak-anak, promosi suami, dan kesehatan, dia sangat andal.” Kata Nyonya Na
“Lalu...bisa beri tahu aku harus apa agar putraku belajar tekun. Aku ingin dia masuk sekolah kedokteran.” Kata Nyonya Ma
“Sekolah kedokteran? Biar kulihat.” Ucap Peramal lalu memaikan loncengnya.
“Aku tak dengar apa pun.” Ucap Nyonya Hyun. Peramal langsung menatap sinis.
“Selama arwah bisa dengar suara, yang kita dengar tak ada artinya.” Kata peramal. Semua pun menganguk mengerti.
“Jika suara belnya terdengar, petugas bisa datang. Kalian dalam masalah.” Ucap Peramal seperti mulai kerasukan. Nyonya Na tahu kalau Itu logat Selatan.


“Suamimu pergi ke tempat yang jauh.” Kata peramal. Nyonya Hyun kaget membenarkan kalau ke Pyongyang sebulan untuk menjalankan misi.
“Dia bukan di Pyongyang. Tapi Dia pergi lebih jauh. Kurasa dia tak akan kembali.” kata Si peramal. Semua melonggo kaget mendengarnya.
“Kenapa dia tak akan kembali?” tanya Nyonya Ma heran. Peramal tiba-tiba menunjuk ke arah Nyonya Ma.
“Kau sendiri punya masalah... Akan ada pertumpahan darah di desa ini.” Ucap Peramal. Semua panik dan merasa ketakutan.
Si peramal lalu minta sesuatu yang manis, Nyonya Na langsung memberikan kue yang ada diatas meja. 

Di ruangan, Suami Nyonya Na tiba-tiba ditangkap lalu petugas yang lainya dan juga bagian militer yang sebelumnya dekat dengan Tuan Jo. Semua meronta meminta agar dilepaskan seperti tak terima tiba-tiba ditangkap.
Seung Jung sedang berbaring dikamarnya. CEO Chun masuk membangukan Seung Jung menyuruh agar mengemas barangnya. Seung Jung baru bangun bingung membuka setengah matanya. CEO Chun menyuruh Seung Jung agar cepat. Seung Jung pun bertanya ada apa.
“Jo Cheol Gang menyokong kita, tapi dia tertangkap.” Ucap CEO Chun. Seung Jung panik mendengar Tertangkap.
“Segalanya... Termasuk bisnis penjagaan ini.” Jelas CEO Chun. Seung Jung ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya.
“Ada kecelakaan saat dia dibawa ke penjara, aku tak tahu apakah dia masih hidup. Aku hanya tahu kita akan mati jika tertangkap di sini.” Kata CEO Chun
“Mati? Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Seung Jung mulai panik.  CEO Jung langsung memberitahu Ini karena Ri Jung Hyuk
“Jika kau tak membantu Ri Jung Hyuk,  maka Jo Cheol Gang tak akan tertangkap.” Kata CEO Chun.
“Kau menyalahkanku lagi? Ini salahku? Ini salahku. Kau tak akan meninggalkanku, 'kan? Hei, Kak. Jangan tinggalkan aku.” Ucap Jung Hyuk panik.
“Cepat kemas barangmu!” kata CEO Chun. Jung Hyuk bergegas memakai jaketnya kalau semua sudah dikemas.
Saat dilorong tiba-tiba petugas datang memanggil Tuan Chun dan langsung menangkapnya. Tuan Chun langsung melempar paspor Jung Hyuk dan menyuruhnya pergi dan jangan keluar. Jung Hyuk pun bergegas masuk ke dalam kamarnya. 


Di rumah Tuan Ri membaca surat dari anaknya “Ayah... Maafkan aku terpaksa memberi tahu Ayah seperti ini. Jo Cheol Gang, pria yang menghilang saat kecelakaan itu, dialah yang membunuh kakakku.”
“Dia juga mengincar wanita yang kucintai. Setelah kami punya bukti bahwa dia kabur ke Selatan, maka aku tak bisa tinggal diam. Aku tak bisa membiarkannya melukai orang lain yang paling kucintai.” Tulis Jung Hyuk
“Jika terjadi lagi, aku tak bisa memaafkan diriku seumur hidup. Tersisa satu bulan lagi sampai pergantian kompi. Aku janji akan kembali sebelum itu. Jangan khawatir.”
Tuan Ri membaca surat dari Jung Hyuk dan langsung membakarnya. 


Ibu Jung Hyuk pun menemui suaminya ingin tahu apa yang terjadi dan apakah sudah dengar kabar darinya. Tuan Ri tahu kalau tidak mudah menemukannya atau menghubunginya.
“Jika terjadi sesuatu dengan Jung Hyuk, maka aku tak sanggup. Aku tak sanggup hidup.” Kata ibu Jung Hyuk
“Dasar berandal. Begitu mereka tahu dia pergi ke sana, aku dan keluargaku akan habis.” Kata Tuan Ri
“Kau hanya peduli soal itu? Setelah semua air mata itu, reputasimu lebih penting dari anakmu? Jangan biarkan jabatanmu membuatku kehilangan putra lagi. Jika tidak, aku akan langsung bunuh diri. Pertahankanlah jabatan tinggi itu sendiri sampai mati.” Ucap Ibu Jung Hyuk marah dan langsung menangisi anaknya. 


Tukang service datang memasang ulang kunci pintu dan tahu kalau Se Ri ingin mendaftarkan sidik jarinya. Se Ri pun memberikan sidik jari dipintu agar tak sembarang orang masuk ke rumahnya.  Setelah selesai si pria pun meminta Se Ri mencobanya.
“Daftarkan sidik jarinya.” Kata Se Ri menujuk ke Jung Hyuk. Jung Hyuk kaget karena akan pergi.
“Lakukan saja.” Pinta Se Ri. Jung Hyuk pun tak bisa menolaknya. Mereka pun berjalan keluar dari apartement. 

“Aku tahu kau akan pergi, tapi saat di sini, kau harus tetap bersamaku. Jadi Kenapa tak ganti gaya berpakaianmu?” ucap Se Ri melihat pakaian Jung Hyyuk
“Menurutku tak perlu.” Kata Jung Hyuk. Se Ri pikirTidak banyak dan sedikit saja lalu akan masuk mobil. Jung Hyuk tiba-tiba mengetuk bagian depan mobil.
“Kau sedang apa?” tanya Se Ri. Jung Hyuk memberitahu Di musim dingin, ketuk mobilnya sebelum masuk.
“Hewan liar masuk ke mesin untuk bernaung dari cuaca dingin.” Kata Jung Hyuk waspada.
“Tapi ini tempat parkir basemen,cuacanya tidak dingin, dan tak ada hewan liar.” Kata Se Ri dan tiba-tiba seekor kucing keluar dari bawah mobil. Jung Hyuk sampai kaget.
“Lihatlah dirimu. Kenapa terkejut, padahal kau yang mengetuk?” kata Se Ri tertawa mengejek.
“Aku tak menduga akan ada. Ini tempat parkir basemen, dan tak dingin.”  Kata Jung Hyuk.
“Syukurlah kau melakukannya. Mulai sekarang, aku akan mengetuk mobil di musim dingin...” kata Se Ri lalu terdiam. Jung Hyuk bertanya ada apa.
“Aku harus bagaimana? Kau akan pergi, tapi aku akan ditinggal sendirian, dan mengetuk di musim dingin. Saat mengetuknya, aku akan mengingatmu karena kau mengajariku. Saat kau tinggal di sini, sebaiknya jangan lakukan apa pun. Jangan buat aku teringat kepadamu.” Kata Se Ri
“Aku akan berusaha tak melakukan apa pun.” Ucap Jung Hyuk. Se Ri pun mengajak pergi karena saatnya menjadi warga Selatan.


Se Ri mengajak Jung Hyuk pergi ke toko setelah jas, lalu memilih pakaian warna merah bata dan menyuruh agar Jung Hyuk mencobanya.  Jung Hyuk pikir untuk apa karena pakaiannya masih bagus. Se Ri mengaku tak suka dan menyuruh Jung Hyuk agar menganti pakaian.
“Ini Cocok sekali denganmu. Tak perlu memotong bagian mana pun. Seolah-olah ini dibuat sesuai pesanan. Jarang yang cocok pakai warna ini. Terlihat sempurna di tubuhmu.” Puji si pegawai wanita melihat Jung Hyuk keluar dari kamar ganti.
“Aku belum yakin... Apa Ada yang lain?” ucap Se Ri tak suka Pegawai yang memuji Jung Hyuk lalu menyuruh mencoba pakaian yang lain.
“Wahh.. Sulit dipercaya... Ini seperti milikmu. Maksudku, ini terlihat cocok. Jika berfoto memakai ini, kau pasti lebih tampan daripada model.” Ucap Pegawai melihat Jung Hyuk dan Se Ri pun sempat melonggo.
“Apa Kau Bisa berputar? Ini Tak begitu bagus dari belakang. Apa Ada yang lain?” kata Se Ri tak suka Jung Hyuk dipuji dan langsung memilih setelan yang lainya. 


Se Ri menunggu Jung Hyuk, Si pegawai wanita mendekat berkomentar kalau Se ri oasti sulit, karena Suaminya cocok memakai apa pun. Se Ri kaget kalau dianggap suami lalu mengaku dia bukan suaminya dengan malu-malu bertanya apakah mereka seperti pasangan suami istri.
“Jadi, dia masih jadi pacarmu... Aku cemburu sekali. Dia tadi menatapmu dengan tatapan manis. Dia tampak sangat manis.” Puji Si pegawai.
“ Itu... Dia bukan pria yang semanis itu.” Kata Se Ri menahan senyuman bahagianya lalu menunjuk rak bagian depan.
“Aku beli busana yang dia coba sebelumnya, busana yang dia bawa, lalu yang ini, dan ini... Aku juga mau beli semua kemeja beragam warna. Semuanya.” Ucap Se Ri bahagia. 

Jung Hyuk keluar dari ruang ganti dengan banyak pakaian dikasir. Pegawai memberikan kalkulator dengan jumlah hampir 25 juta won. Se Ri akan membawa dengan Black Card. Jung Hyuk kaget langsung menarik Se Ri agar menjauh mengeluh dengan sikapnya.
“Sudah kubilang, aku burung layang-layang... Bukan sekadar burung. Aku burung yang mewah. Kau petani beruntung yang menolong nyawanya. Mari mulai membuka hadiahmu dengan kartu hitam ini. Aku mau bayar semuanya.”jelas Se Ri.
Jung Hyuk akhirnya tak bisa menolak dan mengucapkan Terima kasih. 

Akhirnya mereka keluar masuk toko dengan banyak belanjaan untuk Jung Hyuk. Setelah itu mereka pun keluar dan Jung Hyuk tiba-tiba menahan pintu agar beberapa orang dibelakanya bisa keluar tanpa mendorong. Beberapa orang melihat Jung Hyuk langsung berkomentar kalau ada pria tampan.
“Jung Hyuk, karena sudah di sini, mau potong rambut juga?” ucap Se Ri lalu tersadar Jung Hyuk sudah tak ada disampingnya dan sedang menahan pintu depan mall.
“Kau sedang apa? Ayo Pergi” kata Se Ri. Jung Hyuk minta agar menunggu sampai bayi itu keluar.
Seorang ibu keluar dengan bayinya pun mengucapkan Terima kasih.

Jung Hyuk akhirnya masuk ke gedung dengan penampilan seperti warga Korea selatan yang gagah. Sek Hong menyapa Se Ri berjalan dengan pria , Se Ri mengaku Jung Hyuk bernama Lee Hyeok, sebagai pengawalnya. Sek Hong dan Pegawai keuangan kaget.
“Tapi kau benci pengawal.” Kata Sek Hong. Se Ri mengaku ini untuk sementara.
“Sementara, baiklah... Kau mempekerjakan pengawal pribadi, berarti dimulai lagi?” goda Sek Hong. Se Ri mengeluh apa maksudnya.
“Kencan. Memberi tahu kami lebih awal akan membantu persiapan kami. Dia atlet atau selebritas? Berikan kami gambarannya.” Kata Pegawai keuangan.
“Aku tak paham apa maksud kalian. Sampai bertemu lagi di rapat.” Kata Se Ri panik dan mengajak Jung Hyuk pergi. Sek Hong pikir mereka akan sibuk. 

Di dalam lift, Se Ri mencoba menjelaskan tak ada banyak skandal. Jung Hyuk menegaskan tak bertanya. Se Ri mengaku Hidupnya membosankan. Jadi tak pernah makan bersama keluarga dan tak punya teman untuk bercengkerama.
“Itu sebabnya aku terus...” ucap Se Ri yang langsung disela oleh Jung Hyuk kalau Se Ri mulai berkencan.
“Itu tak benar. Makan malam dengan seseorang akan jadi artikel berita, dan berjalan di tepi Sungai Han dengan orang lain akan digosipkan.” Jelas Se Ri. Jung Hyuk mengerti.
“Tapi... Aku tak akan bisa melakukan itu lagi. Aku sudah jadi pemilih. Karena dirimu.” Akui Se Ri. Jung Hyuk pun seperti bisa tersenyum, 


Didepan gedung, Empat sekawan dan Tuan Jung melonggo melihat gedung yang tinggi didepanya. Tentara Pyo tak percaya kalau  Gedung pencakar langit ini sungguh milik wanita itu, dan Se Ri membanggakan betapa kayanya di Korea seltan dan ternyata bukan main-main.
“Seharusnya aku meminta 100 juta won, bukan jagung.” Ucap Eun Dong menyesal.
“Mari kita masuk dahulu. Orang yang paling mirip orang Selatan harus masuk dahulu.” Kata Tuan Jung ingin memilih.
Tentara Pyo akan maju, tapi Tuan Jung memilih tentara Pyo untuk masuk lebih dulu. 

Akhirnya mereka masuk dengan percaya diri, tapi bingung didepan pintu tak bisa masuk dan kebingungan melihat banyak yang menekan dibagian depan. Seorang petugas datang bertanya apa ada yang bisa dibantu. Tentara Park bingung, semua ketakutan.
“Kami ingin bertemu kamerad... Maksudku, kami ingin bertemu Pimpinan.” Ucap Ju Meok 
“Sudah buat temu janji dengannya? Tak bisa menemuinya, jika tak mengatur temu janji. Tapi Maaf.Kami akan periksa identitas kalian, dan kami akan membantu mengisi formulir wawancara.” Ucap Petugas.
“Dengarlah. Kita bisa datang lain kali, 'kan? Ayo Adikku.” Kata Tentara Pyo dan mengajak pergi dengan style korea selatan.
Mereka pun berjalan pergi keluar dari gedung dengan wajah ketakutan dan panik. Semua yakin kalau petugas pasti tak sadar kalau mereka orang korea utara. Tuan Jung pun tak percaya tentara Pyo itu belajar logat Selatan bahkan terdengar alami?
“Ini Sempurna... Kukira kau orang Selatan.” Kata Tuan Jung. Semua saling memuji tak percaya kalau mereka bisa berbahasa korea. 


Di sebuah restoran, tiga orang wanita duduk dengan style seperti sengaja memakai pakaian yang mencolok. Wanita yang duduk sendiri melihat temanya memakai kalung dan ingin tahu Dari mana dapat kalung itu. Si wanita mengau kalau suaminya yang membelikan.
“Lalu Kau dapat tas ini dari mana? Tas ini bahkan belum dijual di toko” tanya si wanita itu kembali. teman yang membawa anjing terlihat bangga.
“Produk indah seperti ini harus dibeli secepat mungkin. Aku minta suamiku membelikannya untukku.” Kata si wanita lalu dengan sengaja wanita didepan memperlihatkan sepatu yang dipakainya.
“Omong-omong, sepatumu tampak asing.” Kata si wanita yang membawa anjing.
“Suamiku begitu manis. Dia terus membelikan yang seperti ini. Aku jadi agak muak.” Ungkap si wanita berlebihan.
“Omong-omong, kenapa Dan lama sekali? Gosip pernikahannya ditunda lagi tersebar ke seluruh Pyongyang.” Komentar Si wanita yang memiliki kalung baru.
“Sudah kubilang. Bukankah aku pernah bilang melihat Ri Jung Hyuk bersama wanita tampak mencurigakan di Hotel Pyongyang?” kata Si wanita yang membawa anjing.
“ Berarti Seo Dan yang terkenal itu telah dicampakkan?” kata si wanita kalung.
“Terkenal apanya... Bukankah begitu, Terrius?” kata Si wanita anjing dan melihat wajah temanya melonggo. 


Mereka semua melonggo melihat Dan datang dengan style pakain yang berbeda. Saat itu si anjing mengonggong dan melihat Dan menatap sinis langsung tertunduk ketakutan. Si wanita langsung berdiri mengaku Anjing bodohnya tiba-tiba pipis dipangkuanya.
“Kau bisa Seka dengan ini.” Kata Dan memberikan tissue, Si wanita pun langsung duduk.
“Apa kabar kalian?” sapa Dan dengan gaya angkuh dan eleganya.
Sementara Jung Hyuk masuk mobil panik memikirkan akan pergi kemana sekarang. Dan masuk duduk dengan teman-temanya, si wanita dengan sepatu barunya bertanya alasan Dan datang terlambat, sambil menyindir padahal tak harus minta izin suami, atau dihentikan putranya.
“Aku khawatir kau terlalu lelah kemari. Tapi kau akhirnya datang, berbusana rapi. Aku lega.” Puji si wanita kalung baru. Dan tak mengerti maksudnya.

“Dan... Tak perlu jaga harga dirimu di hadapan kami. Ceritakan saja. Pertunangan itu bisa dibilang dibatalkan, 'kan? Ri Jung Hyuk dari keluarga berkuasa, tapi apa artinya?” kata Si wanita anjing. Semua membenarkan.
“Saat semua teman sekelas kita sudah menikah, kau habiskan waktumu menunggu pria itu, dan melewati usia layak dinikahi.” Kata si wanita sepatu
“Tentu saja, pernikahan bukan masalah. Di rumah, ada suamiku yang mencintai dan peduli terhadapku hingga aku muak akan itu.”ungkap si wanita anjing. Semua setuju.
“Tapi belakangan makin banyak orang yang mati berstatus lajang di dunia, sungguh mengerikan. Aku khawatir kau akan berakhir begitu.” Komentr si wanita anjing 
“Jin Sook... Apa Seong Deok baik-baik saja?” tanya Dan sinis. Jin Sook si wanita anjing mengaku Dia baik-baik saja.
“Bagus... Dia pernah bilang tak bisa hidup tanpaku, dan mati jika aku tak menikahinya. Aku khawatir dia akan sungguh mati. Untungnya, kau menerimanya, dan dia baik-baik saja. Aku sungguh lega.” Sindir Dan  Jin Sook langsung tersedak dengan minumanya, 

Di mobil, Seung Jung menelp seseorang memberitahu Tuan Chun juga tertangkap jadi tak bisa ke bandara bahkan Namanya ada di daftar hitam. Ia pun meminta  Kamerad Operator agar bisa mengizinkan tinggal sementara di tempatnya.
Tapi ponselnya langsung ditutup, Seung Jung kebingungan dan saat itu telpnya berdering. 

Tiba-tiba di luar hujan turun dengan deras, Mereka berkomentar kalau tampaknya akan hujan cukup lama. Si wanita sepatu baru berkomentar alau suaminya bilang akan datang menjemput. Wanita lain pun merasa suaminya datang sebentar lagi.
“Asataga... Siapa pria itu?” ucap Jin Sook melihat sosok pria dibalik payung. Seung Jung terlihat sangat menarik membawa payung.  Dan melihatnya pun langsung pamit pergi.
“Apa Sudah mau pergi? Apa Kau punya payung?” tanya temanya. Dan langsung berjalan pergi.
“Dia terlalu angkuh sampai akhir. Kita akan dijemput suami kita, tapi dia harus pergi sendirian, terlihat menyedihkan. Pasti karena itu dia pergi” ucap Jin Sook sinis.
“Hei, mungkin tidak begitu... Coba Lihat.” Kata Teman Dan melihat Dan naik mobil dengan Seung Jung yang memayunginya.
Semua melonggo tak percaya. Seung Jung pun sempat memberikan senyuman dengan gaya mengoda. Semua tak percaya melihat pria yang manis sekali.


Di dalam mobil, Dan terlihat cemberut. Seung Jung pikir kalau ia baru saja menolong Dan dengan wajah bangga. Dan mengeluh agar Seung Jung  Jangan membual lalu bertanya apakah punya manisan di mobil.  Seung Jung tak percaya Dan bisa tahu kalimat itu.
“Kau tahu dari mana?” tanya Seung Jung. Dan pikir tahu dari mana tidaklah penting.
“Kurasa kau benar. Kita butuh manisan di hari kelam. Seperti cokelat dan permen.” Ucap Seung Jung
“Apa Kau punya?” tanya Dan. Seung Jung mengaku tak punya. Dan langsung menatap sinis. Seung Jung pikir Ada toko kelontong di sini

Jung Hyuk baru keluar gedung, Sek Hong memangilnya. Saat akan masuk lift Tuan Jo berjalan sebagai petugas keamanan. Sek Hong mengajak Jung Hyuk makan bersama karenaakan rapat sampai tengah malam. Jung Hyuk pikir akan makan bersama Pimpinan Yoon...
“Dia belum tahu. Dia tak pernah makan dengan orang lain. Tampaknya dia belum tahu peraturannya.” Kata Sek Hong, Pegawai keuangan pikir seperti itu dan itu gawat.
“Bu Yoon selalu makan sendiri. Dia tak suka ditemani, atau siapa pun mengajak bicara. Dia juga tak suka warna itu. Dia membencinya.” Kata Sek Hong. Jung Hyuk pikir Se Ri menyukainya.
“Tidak, dia tak suka... Kau tak tahu apa pun soal dia.” Kata Sek Hong mengejek.
“Kurasa aku tahu sesuatu mengenainya.” Ungkap Jung Hyuk. Sek Hong mengeluh dengan sikap Jung Hyuk
“Dia sangat sensitif seperti kucing. Dia hanya makan telur yang direbus 8 menit 27 detik. Saat dia makan telur yang direbus 8 menit 30 detik, itu terlalu kering. Dia bisa langsung merasakannya.” Kata Sek Hong. Jung Hyuk bingung mengingat saat Se Ri makan dengan lahap telur dalam kereta.
“Kau harus mempelajari seleranya agar bisa bertahan lebih lama. Ini saran dari seniormu, ingat baik-baik.” Kata Sek Hong 




Di dalam mobil, Jung Hyuk cemberut merasa tak tahu banyak soal selera Se Ri. SeRi tak mengerti maksud ucapanya. Jung Hyuk pikir pegawai Se Ri  tampaknya tahu banyak bahkan tahu telur rebus kesukaannya. Se Ri pikir itu tidak penting.
“Tak ada yang lebih tahu seleraku selain dirimu.” Kata Se Ri. Jung Hyuk ingin tahu selera yang disukai Se Ri.
“Seperti dirimu... Sudah kubilang saat awal kita bertemu. Wajahmu tipe kesukaanku. Kenapa kau pura-pura tak tahu?” ucap Se Ri. Jung Hyuk langsung tersenyum mendengarnya. 

Dan mengajak Seung Jung masuk ke apartementnya, Seung Jung tak percaya kalau ini apartement setelah Dan menikah nanti.  Dan mengaku  tak tahu pria pertama yang akan memasukinya adalah Seung Jung. Seung Jung juga mengaku tak menduganya.
“Kau tak punya tempat tujuan, jadi, kau boleh menginap sementara. Jangan terlalu lama.” Kata Dan
“Tidak akan. Sudah kubilang. Seharusnya aku ikut penerbangan hari ini, tapi karena ada sesuatu, aku harus tinggal beberapa hari. Aku tak bisa tinggal lebih lama.” Ucap Seung Jung
“Jangan tinggalkan jejak di sini. Kau hanya boleh bernapas di sini.” Tegas Dan. Seung Jung mengerti.
“Aku akan pergi dan Aku bawa mobilnya. Matikan lampunya sepuluh menit lagi. Mungkin akan ada pemeriksaan acak.” Ucap Dan sinis.
“Kau pergi begitu saja? Kau tak lapar? Aku lapar. Apa Mau makan mi instan?” kata Seung Jung membuka koper berisi banyak ramyun. 


Akhirnya keduanya makan ramyun dengan lilin, Seung Jung mengaku  Ini kali pertamaku makan mi instan berdua dengan seorang wanita.Dan memperingatkan Jangan terlalu berharap banyak. Seung Jung mengaku tidak seperti itu.
“Mi instan mempunyai implikasi sosial.” Jelas Seung Jung. Dan bertanya  Implikasi apa maksudnya.
"Kau mau makan mi instan?" Kami tak mengatakan ini ke semua orang di Selatan. Maksudku, aku tak keberatan, tapi jika kau dengar pria lain mengatakan itu kepadamu,  maka kau harus menjawab, "tidak", dengan wajah datar.” Jelas Seung Jung
“Kenapa aku harus menolak? Aku suka.” Kata Dan. Seung Jung bingung  dan kaget.
“Apa yang kau suka? Mi instan? Atau prianya? Ataukah... aku?” ucap Seung Jung bingung. Dan hanya bisa tertunduk memberikan senyuman. 

Di kamar mandi, Seung Jung mengosok gigi dengan tatap bingung karena Seung Jung tersenyum, dan berpikir kalau dirinya itu lucu. Ia berpikir kalau tak selucu itu. Akhirnya Ia pun mencoba berbaring.
“Kenapa senyumannya membuatku penasaran?” ucap Seung Jung akhrinya bangun dari tidurna.
“Baiklah... Aku akan menanyakannya... Aku akan meneleponnya secara jantan. Aku akan bertanya kenapa dia tersenyum. Itu Mudah saja.” Kata Seung Jung.
Ia mencoba menelp Dan tapi ponselnya tak aktif dan berpikir sudah tidur. Seung Jung tak percaya Dan bisa tidur secepat itu tapi mungkin belum pulang jadi tak menjawab. Ia lalu berpikir Dan yang mengabaikan teleponnya dan bersikap jual mahal.
Bersambung ke part 3

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar