PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Minggu, 16 Februari 2020

Sinopsis Crash Landing On You Episode 15 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Seung Jung berteriak kesal keluar dari gedung ke atap, lalu merasa tak percaya kalau akhir hidupnya akan seperti ini.
“Tapi, kenapa aku memikirkan wanita itu saat ini?” ucap Seung Jung kesal lalu mencoba menenangkan diri.
Saat itu beberapa orang keluar dari pintu dan bisa menemukan Seung Jung, Seung Jung hanya bisa melonggo melihat ternyata CEO Chun juga datang dengan senapan laras panjang. 

Di depan laptop, Tuan Jo membaca pesa yang dikirimkan oleh rekan kerjanya
 “Direktur Ri menangani ini lebih baik dari dugaan. Kami memberikannya foto,< tapi dia beralasan bahwa misi ini untuk membawa Yoon Se-ri. Direktur Ri menjamin kalau Ri Jung Hyuk kembali dalam beberapa hari. Singkirkan Ri Jung Huk. Jika kau gagal menyingkirkannya, tak ada gunanya kau kembali.”
Tuan Jo akan pergi tapi saat itu juga Jung Hyuk datang dengan pistolnya. Anggota BIN pun mengejar dari luar menyuruh mereka agar meurunkan senjata mereka. Jung Hyuk tetap dengan pistolnya sementara Tuan JO hanya diam saja.
“Jika jatuhkan senjata dan ikuti kami, hukuman kalian akan dikurangi.“Biar kuulangi. Turunkan senjata kalian! ”ucap Tuan BIN. Jung Hyuk hanya menatapnya.
“Alam semesta mendukungmu sejak lahir, tapi tampaknya semesta mendukungku. Turunkan senjatamu. Orang sepertimu tak akan bisa menembakku.” Kata Tuan Jo.
Jung Hyuk tetap mengangkatnya dengan banyak titik yang siap terkena tembakan jauh. Angota BIN kembali memberikan peringatan “Biar kuulangi. Turunkan senjata kalian! Jika menembak, kami akan menembak.”   Jung Hyuk tetap mengangkat pistolnya.
“Kenapa? Tak bisa memutuskan? Jika kau menembakku, maka kau akan mati juga... Benar... Pria yang lahir di kalangan atas sepertimutak boleh mati di tempat kumuh begini.” Ejek Tuan Jo setelah membalikan badan.
Saat itu Tuan Jo langsung mengeluarkan pistol dan siap menembak Jung Hyuk. Tapi Jung Hyuk bisa menghindar dengan berguling di lantai. Anggota BIN yang mendengar suara tembakan langsung melepaskan tembakan jarak jauh, Tuan Jo pun terkena tembakan pada titik merah di tubuhnya. 


Jung Hyuk melihat Tuan Jo yang sudah jatuh di lantai tapi masih bisa berbicara. Tuan Jo menegaskan kalau Jung Hyuk tak bisa kembali karena ia sudah kirim semuanya yaitu Bukti. Ia merasa kalau Itu  semua yang yang membuktikan Jung Hyuk bersama Se Ri di Korea Selatan.
“Jika kau kembali, orang tuamu akan dieksekusi. Menurutmu kenapa ayahmu memilih tak menyelidiki pembunuhan kakakmu?Itu karena dia tahu bahwa dialah penyebab kematian putranya.Sebab itulah dia menguburnya.” Kata Tuan Jo. Jung Hyuk hanya bisa terdiam dengan mata berkaca-kaca.
“Karena itulah, aku yakin ayahmu ingin kau mati di sini. Situasi kita sama. Kau tak bisa kembali. Walau kau kembali ke Utara, atau ditangkap di sini, orang tuamu akan tetap mati. Jadi, marilah kita pergi bersama.” Ucap Tuan Jo.
Jung Hyuk terlihat sangat shock dengan ucapan Tuan Jo dan siap menembak kepalanya, tapi Anggota BIN datang menyuruh Jung Hyuka agar meletakkan pistolnya. Jung Hyuk seperti masih tak bisa melepaskan pistolnya.
“Letakkan pistolmu!” perintah anggota BIN. Akhirnya Jung Hyuk pun sadar dan langsung melepaskan pistol ditanganya.  


Hujan turun makin deras, Tuan Jung melihat ke arah jendela dengan tatapan sedih. Tentara Park meihat Tuan Jung yang termenung. Tuan Jung mengaku hanya penasaran apakah hujan juga di desa mereka. Se Ri tahu kalau Tuan Jung pasti memikirkan keluarganya.
“Hujannya makin deras... Ke mana perginya Jung Hyuk? Kenapa dia belum kembali?” ucap Se Ri khawatir dan mencoba menelp Jung Hyuk tapi ponselnya tak aktif.
“Ponselnya juga mati.” kata Se Ri bingung dan Jung Hyuk sudah dibawa anggota BIN keluar dari tempat persembunyian Tuan Jo. 

Sementara di korea utara, Nyonya Na sudah mengerai rambutnya, wajahnya terlihat tegang lalu menyuruh agar Nyonya Yang mencukurnya.  Nyonya Yang memastikan kalau Nyonya Na sungguh mau dibotaki. Nyonya Na membenarkan.
“Aku tak peduli kau mau dicukur atau tidak. Lakukan saja di rumahmu.”ucap Nyonya Na yakin
“Kenapa melakukan ini di rumahku semalam ini?” keluh Nyonya Ma kesal. Nyonya Na pikir mau melakukan penebusan ini di tempat kekacauan terjadi untuk introspeksi diri.
“Baiklah... Kulakukan sekarang.” Kata Nyonya Yang siap dengan cukur rambut, tapi terdengar teriakan dari luar memanggil “Ibu”
“Ada masalah. Keluarlah!” teriak Anak dari Nyonya Ma. Ketiganya pun kaget. 

Nyonya Hyun ditarik paksa oleh dua orang suruhan Tuan Jo, tapi meminta agar menitipkan sang anak pada teman-temanya setelah itu akan ikut mereka. Mereka tak peduli dan terus membawa Nyonya Hyun pergi dengan U Pil
“Bawa saja aku. Biarkan putraku tinggal.” Kata Nyonya Hyun. Mereka menyuruh keduanya segera naik mobil.
“Ibuku dan aku tak akan pergi bersama kalian!” teriak U Pil berusaha melindungi ibunya. Mereka akan memukul U Pil tapi terdengar terikan.
“Hentikan! Turunkan tanganmu.” Teriak Nyonya Ma dkk akhirnya datang. Keduanya binggung dengan mereka lihat didepanya.
“Aku sedang mencuci baju. Aku istri Letkol Batalion Polisi Militer.” Ucap Nyonya Ma membawa pemukul kayu
“Aku sedang bercocok tanam. Namaku Na Wol Suk, kepala desa ini. Aku tak bisa mengabaikan saat orang luar bertamu tanpa melapor kepadaku dan berusaha membawa tetangga kami secara paksa, bukankah begitu?” kata Nyonya Na yakin dengan membawa cangkul kecil ditanganya.
“Namaku Ryu Jeong Min. Aku dari Badan Keamanan.” Kata si pria. Nyonya Ma mengerti
“Kalau begitu, sampaikan salamku kepada Ma Yeong Seop, direktur Badan Keamanan. Kami sangat akrab.” Ucap Nyonya Ma. Keduanya langsung menganguk mengerti dan akan menyampaikanya lalu mengajak Nyonya Hyun dan anaknya pergi.
“Omong-omong, Ma Yeong Seop itu adikku... Dia bukan direktur... Apa Mereka membohongi kita? Kalian siapa?” kata Nyonya Ma.Keduanya langsung mengumpat kesal.
“Bisakah seseorang bekerja di Badan Keamanan tanpa tahu nama bosnya?” sindir Nyonya Ma. Semua ibu-ibu yang ada diluar rumah pun membenarkan kalau itu tak mungkin.
“Myeong Sun, kenapa cuma berdiri? Kemarilah bersama U Pil.” Kata Nyonya Na menarik Nyonya Hyun agar mendekat. 
Nyonya Hyun pun bergegas mendekati para tetangganya dengan wajah ketakutan. Keduanya pun memilih untuk pergi. Nyonya Ma mengejek kalau mereka bisa pergi selagi sempat.
“Jika tidak, akan kupanggil Letkol, dan kubuat kalian menyesal menyamar sebagai agen Badan Keamanan. Enyahlah!” ucap Nyonya Ma heran tak tahu siapa dua pria yang tiba-tiba datang.
“Ada apa ini? Kau belum dengar kabar dari suamimu di Pyongyang. Siapa mereka?” ucap Nyonya Na heran. Nyonya Hyun pun juga tak tahu.
“Myeong Sun, kau dan putramu menginaplah bersama kami. Tak ada yang lebih aman selain rumahku di desa ini. Ya?” kata Nyonya Ma. Nyonya Hyun pun mengucapkan Terima kasih.
“Ayo. Biar kubuatkan makanan untukmu.” Kata Nyonya Ma dan Mereka pun membantu Nyonya Hyun untuk berdiri dan meminta agar U Pil, jangan menangis.

Se Hyung terlihat frustasi duduk di tangga darurat. Nyonya Go mendekat mengeluh Sedang apa disana padahal sudah mencarinya ke mana-mana. Se Hyung mengeluh kalau Semua berakhir karena diri istrinya. Nyonya Go menegaskan Belum berakhir, karena mereka masih punya satu peluang.
“Peluang apa?” tanya Se Hyung bingung. Nyonya Go berkomentar kalau  Tampaknya adiknya itu sangat berani.
“Dia membawa orang-orang yang tinggal bersamanya dari Utara. Orang-orang yang bersama pengawalnya. Aku baru saja bicara dengan Cho Cheol Gang.” Kata Nyonya Do. Se Hyung kaget mendengarnya. 

Didepan mesin penjual minuman, Eun Dong bingung apa yang ada didepanya. Ju Meok memberitahu kalau ini mesin penjual minuman dan Jika mau minuman, akan membelikan. Eun Dong yang polos mengartinya, susu hangat akan keluar dari kotak itu.
“Adakah tempat ketel untuk merebus susunya di dalam?” tanya Eun Dong bingung.
“Apa Kau sungguh berpikir ada ketel di dalam mesin ini? Saat kau masukkan koin, dan memesannya, seseorang di dalam mesin ini akan menghangatkan minuman dan menyajikannya.” Kata Tuan Pyo membohonginya.
Eun Dong pun percaya, Ju Meok mencoba menahan tawanya karena Eun Dong mudah dibodohi. Tuan Pyo pikir Eun Dong bisa paham kalau betapa menakutkannya kapitalisme itu, karena harus tinggal di tempat sempit itu seharian dan menyajikan minuman.
“Itu pasti melelahkan.” Ucap Eun Dong. Ju Meok pun memberikan koin agar Eun Dong membeli susu hangatnya
“Tidak. Tak akan kuminum... Pasti sulit bekerja di tempat sesempit itu. Aku tak mau menambah bebannya.” Ucap Eun Dong lalu berbicara di depan lubang memberikan semangat “Semoga sukses.”
Saat  akan pergi, beberapa anggota BIN datang. Tuan Pyo dkk akhirnya mengajak mereka untuk segera kabur saja. Mereka pun heran melihat ketiganya yang lari. 
Di ruangan rawat, anggota BIN masuk. Se Ri bingung siapa mereka yang tiba-tiba menyelonong masuk. Anggota BIN pun memastikan keadaan Se Ri lebih dulu. Se Ri pun bertanya ada apa tiba-tiba masuk kamar rawatnya. Tuan Jung dan Tentara Park akhirnya ditangkap.
“Tunggu. Aku bisa jelaskan.” Ucap Se Ri mencoba menahannya. Anggota Bin menegasan harus menginterogasi mereka.
“Kami akan baik-baik saja. Tetaplah di sini.” Kata Tuan Jung. Tentara Park pun memastikan Se Ri Jangan menyusul mereka. Se Ri pun kebingungan mencoba turun dari tempat tidurnya. 


Sementara di ruangan gelap, Tentara Pyo dkk bersembunyi. Tentara Pyo yakin Mereka akan menemukan ketiganya. Ju Meok pun ingin tahu apa yang akan mereka lakukan.  Tentara Pyo pikir mereka sudah dengar Badan Keamanan di Korea Selatan.
“Begitu masuk, kau tak bisa keluar hidup-hidup. Aku pernah dengar soal itu saat masih di Utara. Bahkan dari yang kudengar, kuku kita dicabut sebelum dimulai. Mereka juga tak memberimu sebutir nasi atau setetes air.” Ucap Tentara Pyo. Keduanya terlihat ketakutan.
“Aku tak masalah jika mati di sini karena orang tuaku telah tiada. Tapi, kau tak seperti aku. Kau tulang punggung, Eun Dong.  Bukankah kau harus kembali, bertemu ibu dan adikmu?” kata Tentara Pyo
“Kim Ju Meok. Ayahmu mengirimkan kita banyak kentang dan jagung, jadi, kami bersikap baik kepadamu. Bukankah kau harus membantu ayahmu? Aku akan keluar dan memancing mereka. Kalian harus lari.” Ucap Tentara Pyo.
Keduanya merasa tak bisa melakukan, tapi tentara Pyo tetap akan melakukanya lalu bergegas keluar. Anggota BIN Melihat Tentara Pyo berusaha memancing untuk mengejarnya. Keduanya hanya bisa menatap tentara Pyo yang menaiki tangga.
“Bukankah itu jalan buntu?” kata salah seorang anggota Bin. Anggota yang lain pun membenarkan.
“Kau berjaga saja di sini. Saat dia kembali, tangkap. Kalian ikut aku. Mari kita masuk.” Ucap Petugas Bin akhirnya masuk ke ruangan persembunyian Eun Dong dan Ju Meok. 


Se Ri mencoba menghentikan anggota BIN di lobby. Anak buah Jung Hyuk panik melihat Se Ri bahkan memarahinya karena belum boleh keluar dan Masih terlalu cepat untuk bergerak. Bahkan Tentara Pyo khawatir kalau kondisi Se Ri memburuk.
“Bawa aku bersama kalian. Aku bisa jelaskan semua. Ini semua terjadi karena aku, Interogasi aku dahulu.” Kata Se Ri menahan semua yang diabwa pergi.
“Tentu. Kami akan jadwalkan pertemuan denganmu juga. Doktermu bilang, kau belum boleh keluar.” Kata Anggota BIN
“Tidak, aku tak apa-apa... Aku ikut mereka.” Ucap Se Ri dan dari lantai atas. Se Hyung dan Nyonya Do tersenyum puas.
“Hei! Doktermu sudah melarang! Kenapa kau membantah perintah dokter? Tetaplah di tempat tidurmu, Jangan lupa minum obat!” ucap Tentara Pyo dkk saat dibawa anggota Bin. Se Ri hanya bisa menangis. Ibunya datang langsung memeluk sang anak.
“Tenanglah... Mereka tidak salah.” Kata Nyonya Han. Tapi Se Ri merasa kalau Ini semua karena dirinya.
“Tidak. Ini bukan karena dirimu... Tak apa-apa... Kau akan baik-baik saja.” Kata Nyonya Han menenangkan anaknya. Se Ri kebingungan dengan yang harus dilakukanya. 


Se Ri akhirnya dibawa kembali ke ruang rawat dengan keadaan yang tak stabil. Jung Hyuk pun sudah ada di BIN dengan wajah tegang. Sementara Tentara Pyo dkk dibawa pergi dengan minibus.
Tentara Pyo pikir Dalam menghadapi situasi ini, mereka pasti memberikan racun yang bisa membunuh langsung begitu dimasukkan ke mulut. Ju Meok seperti tak percaya karena mereka bahkan tak memberikan senjata.
“Jadi, kau tak punya rencana? Kau ingat apa yang dikatakan oleh pria dari Divisi 11 itu?” ucap Ju Meok yakin. 
Mereka mengingat si pria training Hijau mengatakan “Tempat ini juga bisa ditinggali. Jadi, jangan takut. Paham?” Tentara Pyo pun mengingatan kondisi saat itu.  Ketika si pria memanggil Dong-gu. Dong Gu memberitahu kalau mereka berlima yang akan mengurusnya lalu berlari begitu saja.
“Bayangkan apa yang telah dia alami sampai dia jadi begitu. Membuatku berpikir dia pasti disiksa dengan sesuatu seperti disetrum. Itu menurutku.” Ucap Tentara Pyo.
Semua hanya bisa melonggo dan ketakutan dengan ucapan Tentara Pyo. Sementara tentara BIN menatap Tentara Pyo terlihat sangat sinis. Mereka pun akhirnya duduk dalam diam. 


Akhirnya mereka sampai di  BADAN INTELIJEN NASIONAL, semua berbaris didepan lobby. Petugas BIN memberitahu  Mulai sekarang, emerka harus kenakan sepatu yang disediakan organisasi. Mereka pun menganti sepatu yang sudah disediakan.
“Ambil kotak yang ada di depan kalian dan ikuti aku.” Kata Petugas lalu melihat barang-barang yang mereka pakai dan bawa sebagai “BARANG-BARANG SITAAN”
Semua pun memberikan tanda tangan setelah berganti pakaian seperti seragam tanahan. Setelah itu foto untuk profile mereka dan pengecekan darah. Tentara Pyo pun ketakutan saat akan disuntik jarum. 

Tentara Pyo pun dimasukan ke dalam ruangan lalu dipasang alat tekanan darah dan tubuhnya diikat serta tanganya menyentuh sesuatu. Ia tahu kalau saat ini akan tiba jadi mereka bisa melakukan apa pun semaunya.
“Aku, Pyo Chi Su, tak akan mengatakan apa pun.” Tegas Tentara Pyo. Saat itu di ruang kontrol petugas memanggilnya.
“Mohon tenang, dan jawab pertanyaannya. Pertama, kami akan menguji...” ucap Petugas dan langsung disela.
“Aku tak akan bilang apa pun. Kalian hanya akan menyia-nyiakan listrik. Jika mau bunuh aku, bunuh sekarang. Aku tak mau memohon-mohon agar tetap hidup.” Kata Tentara Pyo
“Pak Pyo, tampaknya kau sangat gugup.” Kata Petugas melihat grafik dilayar
"Gugup"? Siksaan payah ini tak membuatku takut! Tidak mungkin!” kata Tentara Pyo
“Tunggu... Kurasa kau berbohong. Mesin ini mendeteksi kebohongan.” Kata Petugas. Tentara Pyo kaget mendengarnya.
“Apa Ada mesin yang bisa begitu?” ucap Tentara Pyo heran. Petugas pikir kalau Tentara Pyo  banyak berteriak sejak tadi jadi pasti lapar
“Bagaimana kalau makan dahulu, dan ulangi saat sudah tak tegang.” Kata Petugas. Tentara Pyo merasa kalau ia baik-baik saja dan tak lapar.

Tentara Pyo menatap makanan diatas meja seperti sangat waspada dan ketakutan. Saat itu Eun Dong datang menyapa Tentara Pyo dengan wajah bahagia. Tentara Pyo langsung memastikan juniornya baik-baik saja dngan melihat tangan dan tubuhnya.
“Ya. Mereka bilang kita bisa makan sebanyak yang kita mau.” Kata Eun Dong tersenyum bahagia.
“Kau kemari demi makanannya?” keluh Tentara Pyo. Eun Dong akhirnya tertunduk meminta maaf.
“Cara mendapatkan hati priaadalah melalui makanan. Mereka mengira kita akan mengumbar rahasia jika kita kenyang.”kata Tentara Pyo yakin
“Mereka sudah tahu semuanya.” Ucap Eun Dong. Tentara Pyo bertanya tentang apa itu.
“Mereka bahkan tahu kampung halamanku.” Kata Eun Dong bangga. 


Flash Back
Di ruangan interogasi, petugas memperlihatkan foto satelit dan itu  kampung halaman Eun Dong. Eun Dong membenarkan wajahnya terlihat bahagia bisa melihat kampung halamannya, lalu memberitahu kalau ada sekolahnya.
“Di sebelahnya ada Bukit Azalea. Di musim semi, bukit itu akan dipenuhi bunga azalea. Aku tinggal di sebelahnya.” Ucap Eun Dong. Petugas lebih memperbesar lagi gambarnya.
“Ya! Itu rumahku... Bisa lihat ibuku juga? Aku mau lihat ibuku.” Ucap eun Dong penuh rasa bahagia. 

“Entah bagaimana mereka bisa temukan. Mereka sungguh hebat.” Ucap Eun Dong heran.
“Kenapa mereka menunjukkan kampung halamanmu?” kata Tentara Pyo. Eun Dong juga tak tahu.
“tapi tak ada siksaan dengan setruman... Mereka baik.” Ucap Eun Dong yakin.
“Mereka sedang memanipulasimu...Tetap tegar.” Ucap Tentara Pyo.  Eun Dong pun ingin tahu apakah Kapten Ri ada di sini juga. 

Jung Hyuk sudah duduk diruangan interogasi dan hanya diam saja. Petugas pikir kalau Jung Hyuk tak akan bicara. Ketua BIN mengetahui kalau Jung Hyuk belum makan apa pun jadi meminta agar membiarkan tidur saja dahulu.
“Omong-omong, benarkah dia putra Direktur Biro Politik Umum? Jika benar, ini masalah besar. Jika Korea Utara sampai tahu, bisa terjadi kekacauan di sana.” Ucap Petugas
“Kita harus menyelidikinya lagi.” Kata Ketua BIN dan melihat Jung Hyuk tampak terlalu tenang
“Apa Mungkin dia bertekad melakukan sesuatu?” kata Ketua Bin terus menatap Jung Hyuk seperti patung hidup.
“Alasan klasik. Demi orang tuanya di Utara, serta menghindari apa pun yang menjatuhkan Se-ri dan orang yang membantunya, dia tampak mau menanggung semuanya. Itu Bisa terlihat dari matanya.” Ucap Petugas.
“Apa Kau cenayang?” kata Tuan Bin mengejek. Si petugas pikir kalau bisa mengangapnya berpengalaman. Kepala BIN hanya bisa mengeluh mendengarnya. 


Tuan Ri kaget mengertahui anak buah dan anaknya dibawa BIN. Juniornya memberitahu kalau merka masih belum memahami situasinya, tapi Kapten Ri tertangkap dan mereka tak bisa menghentikannya. Tuan Ri kebingungan memikirkan nasib anaknya.
“Apa Setidaknya dia selamat?” kata Tuan Ri memastikan anaknya baik-baik saja.
“Ya, Pak. Cho Cheol Gang ditemukan tewas di tempat,tapi Kapten Ri selamat.” Kata anak buahnya. Tuan Ri menganguk mengerti.
“Akan kucari informasinya lagi lewat jalur rahasia di Selatan. Tapi, untuk berjaga-jaga, aku ingin kau bersiap, Pak.”ucap anak buahnya. Tuan Ri hanya bisa terdiam saja. 

Sementara Seung Jung sudah dibawa oleh pria berjas dan juga Tuan Chun. Ia tak percaya kalau banyak sekali dengan nada mengejek tahu dari mana kalau ia pandai bertarung. Ia pun menyapa Tuan Chun yang duduk disampingnya.
“Pak Cheon. Aku tahu kita sudah lama tak bertemu, tapi kenapa kau bisa cepat melupakan?”ucap Seung Jung. Tuan Chun menyuruh Seung Jung agar diam.
“Kau tahu aku cemas saat Badan Keamanan menangkapmu? Kau dibayar berapa untuk ini? Berapa hargaku? Katakan berapa hargaku?” kata Seung Jung. Tuan Chun meminta agar Seung Jung tetap Diam dengan memberikan plester pada mulutnya.
“Kita bepergian beberapa hari untuk sampai perbatasan Tiongkok. Kini sudah malam, mari menginap di dekat pasar.” Kata Tuan Chun. Semua pun menganguk setuju. 

Seo Joon dan istrinya terlihat bahagia mulai bersulang, lalu Nyonya Do dengan wajah sumringah kalau Sebentar lagi. Se Joon pun tahu. Saat si berandal Se Hyung menjadi presdir, maka ia membuka tiga botol wine.
“Tiga botol wine dan dua botol wiski. Kita campur semuanya, hingga pengar parah.” Ucap Nyonya Do ikut bahagia.
“Ya. Seharusnya jangan campur alkohol. Rasanya baru kemarin. Aku tak tahu Yoon Se-ri hidup kembali dan menyingkirkan Se-hyeong begitu saja.”ucap Se Joon. Nyonya Do ikut sengan mengajak Bersulang.
Se Joon minum dan tiba-tiba terdiam. Nyonya Do heran ada apa dengan suaminya. Se Joon merasa kalau ada firasat buruk dan Entah kenapa punya firasat ini belum berakhir.
“Kau benar... Ayahmu seharusnya memanggilmu dan bilang, "Se-jun, kau yang terbaik. Kenapa sulit sekali kembali kepadamu? Kini ayah sadar ayah tak bisa mengabaikanmu sampai ayah mati, Se-jun." Dia pasti bilang begitu.”ucap Nyonya Do yakin.
Se Joon hanya diam saja. Nyonya Do pikir kalau ponsel suaminya disenyapkan jadi Periksa lagi. Se Joon buru-buru memastikan dan baik-baik saja lalu mengeluh kalau sang istri itu membuatnya takut.
Bersambung ke part 2

 Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar