PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Senin, 17 Februari 2020

Sinopsis Crash Landing On You Episode 16 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Seung Jung datang dengan pistol larang panjang dan menghabisi semua gangster. Tapi salah satu gangster menyerang dari belakang, dada Seung Jung terkena peluru tapi berhasil membuat gangster juga jatuh tersungkur. Dan berteriak histeris sambil menangis melihat Seung Jung.
“Seung Jung, bertahanlah.” Ucap Dan. Seung Jung meminta Dan  Jangan khawatir karena ia tak apa-apa. Dan panik melihat Seung Jung tak sadarkan diri.
Akhirnya Seung Jung dibawa ambulance. Dan disamping Seung Jung sedih dengan alat bantu nafas. 

Sementara ketegangan terjadi di ruangan ICU, tempat Se Ri dirawat. Dokter meminta agar  Pasangkan infus tambahan, dan periksa organ vitalnya lagi lalu memanggil Se Ri.  Tapi Se Ri tak memberikan respo, akhirnya Dokter meminta agar memberikan epinefrin melalui infus. Nyonya Han pun kebingungan melihat Se Ri.
Jung Hyuk berlari dengan cepat masuk ke ruangan tempat Se Ri dirawat. Ketua BIN mengikutinya dari belakang seperti tak percaya melihat sikap Jung Hyuk sangat khawatir. Se Ri kehilangan denyujantungnya, Dokter pun meminta menyiapakan defibrilator lalu mulai memberikan kejut jantung.
Dan akhirnya melihat Seung Jung membuka mata, dan bertanya keadaanya lalu meminta agar bisa bertahanlah. Seung Jung membuka alat bantu nafas lalu Dan meminta agar bisa menatapnya dengan tangan saling bergenggam tangan.
“Kau bilang kalau kau sudah mapan...” ucap Dan mengulang yang dikatakan Seung Jung.
“Nanti, anggaplah aku  akan mengunjungimu saat aku lebih mapan. Anggap saja kau masih melajang. Maka tolong beri aku kesempatan.” Kata Seung Jung saat melamar Dan.
“Aku akan memberimu kesempatan. Aku akan menantikan kunjunganmu. Aku akan menunggumu.” Kata Dan lalu meningat yang dikatakan Seung Jung saat memeluknya.
“Aku menyukaimu, Dan. Karena aku menyukaimu, aku akan terus memikirkan  tempat tujuanku. Aku akan hidup seperti itu. Akan kulakukan mulai sekarang.” Ucap Seung Jung
“Aku bahagia. Mendengarkan itu membuatku bahagia.” Ucap Dan sambil terus menangis.
“Dan... Pada saat itu, apa yang kau maksud? Mi instan? Pria itu? Atau... aku?” tanya Seung Jung. 

Flash Back
Dan heran Kenapa harus menolak, karena menyukainya.sambil memakan ramyun yang membuat Seung Jung kaget lalu bertanya “Apa yang kau suka? Mi instan Atau prianya?”
“ Ataukah aku?” tanya Seung Jung. Dan menjawab kalau yang dimaksud itu Seung Jung.
“Kau yang kusuka... Kaulah pria itu, Goo Seung Jung.” Akui Dan. Seung Jung tersenyum karena sudah menduganya.
Tangan Seung Jung ingin meraih wajah Dan tapi akhirnya jatuh lemas. Dan panik melihat Seung Jung dan terus memanggilnya. Perawat memeriksa denyut nadi Seung Jung dan langsung melepaskan alat bantu nafas. Dan makin panik melihatnya.

“Tolong... Kurasa dia pingsan. Tolong lakukan sesuatu... Tolong lakukan sesuatu. Apa pun itu... Aku merasa.. bersalah kepadanya. Tolong lakukan sesuatu. Tolong! Ayo Bangunlah.” Jerit Dan histeris tapi Seung Jung masih saja tetap diam. 




Sementara di ruangan ICU, garis lurus dilayar akhirnya berubah menjadi grafik naik turun. Dokter pun memastikan kalau Se Ri suudah kembali dan meminta agar memberikan oksigen. Nyonya Han dan suaminya pun bernafas lega, lalu keluar dari ruangan.
“Kondisinya sudah stabil. Kita tunggu sampai dia pulih.”ucap Dokter. Nyonya Han mengerti.
“Kami dengar dia dalam kondisi kritis dan kami harus kemari.” Ucap Ketua BIN. Nyonya Han pun mengucapkan terima kasih.
“Syukurlah. Tampaknya dia melewati masa kritis.” Kata Ketua BIN. Nyonya Han menatap Jung Hyuk yang masih diruang tunggu menatap Se Ri.
“Kalau begitu, Apa dia harus pergi lagi? Tapi, kondisinya bisa memburuk. Dan Se-ri mungkin mencarinya saat bangun nanti. Kumohon lakukan sebisamu.” Ucap Nyonya Han memohon. Ketua BIN pun hanya bisa diam saja. 

Sementara di kantin BIN, Ju Meok mengaku Senangnya bisa makan bersama lagi karena sudah lama sekali dengan tawa bahagia.  Tuan Pyo memperingatkan agar jangan tertawa. Ju Meok bingung,
“Mereka mungkin mengira kita prajurit anehyang dirayu kapitalisme dan menganggap kita gampangan. Masih belum aman untuk menganggap taktik keji mereka berakhir.” Kata Tentara Pyo curiga.
“Taktik apa?” tanya Ju Meok heran. Tentara Pyo pikir mereka bisa memikirkanya.
“Aku agen elite Korea Utara. Mereka tak mau kehilangan aku, saat aku ke Selatan atas keinginan sendiri. Karena itulah, mereka memberi kita makan enak. Sejujurnya, aku sudah dapat tawaran.” Kata Tentara Pyo.  Semua bingung apa yang dimaksud dengan "Tawaran"
“Dalam istilah Imperialis Amerika, bisa dibilang aku sudah dibina?” kata Tentara Pyo bangga. 

Flash Back
“Kami bisa memulangkanmu jika kau mau kembali, tapi keinginanmu lebih penting bagi kami Jika mau tetap tinggal, kami bisa membantumu. .”ucap Ketua BIN. Tentara Pyo terlihat kaget.
“Mereka ingin aku tetap tinggal. Seperti itulah cara kerja kapitalisme. Seperti ungkapan ini, "Ambil yang berguna, buang yang tak berguna." Keahlianku dianggap berguna, jadi, mereka mau aku tetap di sini.” Ucap Tentara Pyo bangga.
“Kau selalu bilang membenci kapitalisme, tapi kau sudah terbiasa dengan istilah negara ini.” Ejek Ju Meok. Tentara Pyo ingin membela diri tapi Ju Meok kembali menyela.
“Dan masalahnya, dia menanyakan hal yang sama kepada kami.” Akui Ju Meok.
Tentara Pyo tak percaya, tapi semuanya mengaku kalau mereka ditawarkan yang sama. Tentara Pyo berdalih Mungkin mereka lakukan itu karena takut Ia berpikir akan kesepian dan menolak jika memintanya tinggal di sini. Semua hanya bisa menghela nafas.
“Apa Ada yang lihat Kapten Ri?” tanya Tuan Jung. Ju Meok mengaku Tidak sekali pun.
“Aku sudah tanya penyelidik, tapi dia tak mau beri tahu.” Ucap Ju Meok sedih. Semua pun memikirkan keadaan kapten mereka. 


SEPEKAN KEMUDIAN
Direktur Militer bertemu dengan Tuan Ri dirumah karena mendengar kalau menyarankan pertukaran bagi mereka yang menunggu repatriasi. Tuan Ri tahu ada beberapa orang di Selatan yang dipenjara atas tuduhan spionase, jadi mereka dan Selatan sama-sama untung.
“Tidak, itu berbeda... Enam prajurit yang ditangkap di Selatan masih dalam penyelidikan, sementara sembilan orang Selatan di sini sudah menjalani hukuman. Ini Sangat berbeda.” Kata Direktur Militer.
“Kita hanya berdua, mari kita jujur. Badan Militer sudah menghukum mereka tanpa menyelidiki atau disidang. Sebagian pasti berpikir itu tak adil.” Ucap Tuan Ri.
“Kau tak bisa sembunyikan jarum di kantongmu. Kau mau menutupi fakta bahwa putramu berkhianat demi seorang wanita. Sebab itulah kau berusaha prioritaskan kesepakatan yang tak adil bagi kita.”ucap Direktur Militer tak terima.

Di kantor BIN
Salah satu petinggi mengatakan merasa yakin pihak Korea Utara tahu kalau mereka tak diuntungkan dan tak percaya kalau Korea Utara ingin kembalikan Tuan Ri dkk menurutnya. Mereka ingin menyelesaikan ini.
“Ya, Utara ingin kita menyerahkan prajuritnya dengan segera. Dan mereka ingin merahasiakannya. Rahasia ini harus dijaga dalam lima tahun.” Kata Ketua BIN
“Mereka sensitif soal ini karena salah satunya putra pejabat tinggi. Apa Kita yakin mereka tak pernah spionase atau kegiatan lain yang menguntungkan Utara sementara di sini?” ucap Petinggi lainnya.
“Ya. Seperti di rekapitulasi laporan penyelidikan, dan pengakuan yang ditandatangani mereka, mereka tak melakukan apa pun kecuali baku tembak dengan Jo Cheol Gang.” Jelas Ketua BIN
“Apa pendapat mereka soal kembali ke Utara?” tanya Petinggi lainya. Ketua menjawab Mereka ingin kembali.
“Lalu, kenapa tak kembalikan merekadiam-diam sesuai permintaan Utara? Mempublikasi ini tak akan membantu kita di mata publik.” Saran satu petinggi lainya.
“Aku setuju. Kondisi yang mereka minta menguntungkan kita. Kementerian Unifikasi juga setuju, tapi kita tak bisa ikuti permintaan mereka tanpa kesepakatan.” Jelas si pria.
“Bagaimana kalau kita adakan reuni bagi keluarga yang terpisah? Kurasa kita tak akan rugi.” Saran pria berkacamata. 


“Mereka akan memanfaatkan dan berusaha mendapatkan kesepakatan. Apa Kau mau bertanggung jawab atas semuanya?.” Kata Direktur.
“Aku punya rencana Apa rencanamu?” tanya Tuan Ri. Direktur terlihat bingung.
“Pihak Selatan mengirim dokumen berisi bukti. Jo Cheol Gang, yang membelot ke Selatan usai melakukan banyak kejahatan hingga membunuh saat dipindahkan, ternyata mengontakmu secara berkala. Kau yang memberinya perintah?” ucap Tuan Ri memberikan berkas.
“Tentu tidak, Pak.” Kata Direktur mencoba mengelak. Tuan Ri mencoba mempercayainya.
“Kau pasti tahu, putraku tak mungkin melakukan hal semacam itu. Dia tak akan mengkhianati negaranya karena seorang wanita.” Ucap Tuan Ri
“Apa Maksudmu, kita harus saling menutupi?” ucap Direktur. Tuan Ri bertanya balik Apakah terdengar begitu baginya.
“Baiklah... Dengan satu syarat, Badan Militer memegang wewenang penuh dalam proses repatriasi termasuk tempat kami menerimanya. Kau tak akan menolak, 'kan?” ucap Direktur Militer. 


Sek Hong, Tuan Park dan Pegawai keuangan datang menjenguk. Se Ri sudah bisa berdiri. Sek Hong menanyakan keadaanya. Se Ri menyapa mereka bertiga. Tuan Park khawatir melihat Se Ri yang tampak pucat. Se Ri mengaku sudah tak apa-apa dan menyuruh mereka untuk duduk.
“Kapan kau bangun?” tanya Nyonya Han masuk ruangan melihat anaknya sudah berdiri.
“Beberapa menit lalu.” Ucap Se Ri kata Nyonya Han. Nyonya Han melihat Sek Hong dkk akhirnya meminta agar meninggalkan mereka berdua saja. Karena harus bahas sesuatu dengan Se-ri.Ketiganya akhirnya keluar dari ruangan. 

Nyonya Han memberitahu kalau baru saja mendapatkan telp kalau Jung Hyuk akan dikembalikan ke Utara. Se Ri bertanya kapan akan perg. Nyonya Han menjawab sekarang. Se Ri kaget kalau hari ini.  Nyonya Han menegaskan kalau Jung Hyuk harus pergi sekarang.
Se Ri terdiam lalu teringat yang dikatakan Jung Hyuk “ Daripada membuang hidupku, melihatmu sekarang membuatku kesal.” Ia pun dengan nada dingin mengucap syuku dan bagus.
“Kurasa dia tak terus berbohong. Penyelidikannya pasti lancar. Sebab itu dia bisa kembali, 'kan? Aku sungguh lega.” Ucap Se Ri seolah tak peduli
“Apa Kau mau bertemu dengannya? Mau ibu antar?” tanya Nyonya Han
“Aku sudah ucapkan perpisahan berulang kali. Bahkan terlalu banyak. Aku tak ingin bilang apa-apa kepadanya. Aku juga tak mau dia melihatku seperti ini karena hanya akan membuatnya makin berat untuk pergi. Aku bahkan tak ingin dia tahu soal penyakitku.” Ucap Se Ri sinis.
“Apa Kau kira dia tak tahu? Dia... tetap di sisimu sepanjang waktu.” Kata Nyonya Han.


Flash Back
Saat didepan ruang operasi, semua orang berkumpul. Se Ri keluar dari ruang operasi, Jung Hyuk melihat dari kejauhan, Nyonya Han bisa melihat wajah Jung Hyuk yang paling khawatir.
“Bahkan saat operasimu yang lama...”
Nyonya Han dan Tuan Yoon pun melihat anaknya, Jung Hyuk masih menunggu Se Ri didepan ruang kaca. Seung Joon datang dengan istrinya, lalu Sek Hong dkk pun datang dan Jung Hyuk masih tetap berdiri. Nyonya Do menarik Suaminya ke ruang tunggu.
“Kenapa kita harus membuatnya menderita? Kejam sekali. Ayo. Kita pergi.” kata Se Joon.
“Sayang, kurasa kita harus menunggu sebentar lagi. Dia bisa sadar kapan pun Aku harus berada di sisinya sebab aku kakak iparnya.” Kata Nyonya Do.
“Aku bisa marah kepadamu... Ayo. Kita pergi.” ucap Se Joon lalu berjalan menarik tanganya.
“Bahkan saat menunggumu sadarkan diri, dia tetap di sisimu tanpa makan atau tidur berhari-hari.”
Jung Hyuk masih berdiri menunggu, saat itu Se Ri sudah mulai membuka matanya, Semua langsung bergegas pergi ke jendela melihat Se Ri yang sudah sadar. Jung Hyuk tersenyum lalu sengaja menghindar dari tatapan Se Ri.
Nyonya Han sedih melihat Jung Hyuk seperti menghindar. Jung Hyuk akhirnya keluar ruangan. Ketua BIN dan anak buahnya pun langsung membawa Jung Hyuk pergi.
“Dia meninggalkan rumah sakit setelah melihatmu sadar.” 
“Walau sudah ucapkan perpisahan berulang kali, kau akan tetap merindukannya. Apa Kau sungguh tak mau?” ucap Nyonya Han.
“Aku mau menemuinya. Bawa aku ke sana Bawa aku kepadanya. Aku sungguh ingin menemuinya.” Ucap Se Ri sambil menangis. 



Sebuah minibus berjalan dengan pengawalan ketat, Tuan Pyo mulai berbicara, anggota BIN sampa melihatnya. Tuan Pyo mengaku sangat bersyukur karena wanita itu sudah sadarkan diri. Ju  Meok pun juga merasakan hal yang sama.
“Kami tak tahu kalau Se-ri pingsan karena penyakitnya.” Ucap JU Meok . Jung Hyuk bertanya Bagaimana mereka bisa tahu?
“Setelah kami pergi, kami tak tahu keadaannya, jadi, syukurlah dia sudah sadarkan diri.” Ucap Eun Dong
“Dia akan baik-baik saja.” Ucap Jung Hyuk yakin dengan senyuman bahagia.
“Pak Kim... Apa Kau membawa semua mobil ini karena kami mau pergi? Pasti sangat merepotkan.” Kata Tuan Pyo. Ketua BIN tersenyum membenarkan kalau sangat merepotkan.
“Apa Kita tak akan kembali ke sini?” ucap Eun Dong. Tentara Pyo pikir Sebaiknya jangan.
“Hujannya deras. Kita tak akan perlu kembali kemari, tapi aku akan terus mengenang tempat ini.” Kata Tuan Jung menatap keluar jendela. 


Sementara di rumah sakit. Nyonya Han sudah dibelakang kemudi meminta Se Ri berpegangan karena akan pergi. Se Ri berpegangan tangan dan mobil mulai melaju dengan cepat dengan terus menyalip di jalan.
Tuan Kim menerima telp dan terlihat kaget lalu menatap Jung Hyuk yang duduk sendiri. Ia lalu mengaku punya waktu dan bertanya keberadaanya sekarang.
Akhirnya mereka sampai ke KANTOR TRANSIT ANTAR-KOREA, KAESONG. Ju Meok tak percaya melihat Garis Demarkasi Militer dengan jaraknya 5KM. Eun Dong tak percaya kalau mereka akan berada di Utara setelah melewati garis itu.
Tuan Kim pun menyuruh mereka agar segera keluar. Semua pun keluar da berbaris. Saat itu pihak Korea utara pun datang dengan mobil tentara. Keduanya pun saling berhadapan di garis perbatasn. Tuan Kim pikir mereka  masih punya lima menit.
“Kenapa tidak biarkan mereka menyeberanginya tepat di garis?” ucap Tuan Kim
“Kami harus ke suatu tempat, jadi, tak bisa lama. Jadi Lakukan sekarang.” Kata Pihak Utara. Akhirnya Tuan Kim pun menyetujuinya. 



Eun Dong dkk akhirnya saling bertukar tempat pada tahanan yang ada utara.  Se Ri akhirnya datang melihat Jung Hyuk dkk langsun diborgol. Lalu bertanya-tanya mereka sedang apa lalu berteriak memanggil Jung Hyuk. Jung Hyuk kaget melihat Se Ri .
“Jangan lari.”kata Jung Hyuk panik. Se Ri tak peduli tetap ingin berlari ke arah Jung Hyuk.
“Jangan pergi begitu saja. Tak akan kubiarkan mereka mengambilnya.”kata Se Ri
“Jangan lari!” teriak Jung Hyuk lalu mendorong petugas berlari ke arah Se Ri saat itu keduanya pihak utara dan selatan langsung mengangkat pistol.  Se Ri dan Jung langsung berpelukan.
“Aku harus apa jika kau pergi begitu saja? Bagaimana aku bisa hidup setelah kau pergi? Aku harus apa?” ucap Se Ri menangis.
“Kau belum pulih. Bagaimana kalau kau pingsan lagi? Tak bisakah kau jaga dirimu?” kata Jung Hyuk panik
“Kenapa mereka memborgolmu? Apa Kau ditangkap? Tidak. Aku tak bisa. Tak bisa kubiarkan. Jangan pergi. Tak bisakah kau tetap di sini?” ucap SeR Ri khawatir.
“Jangan khawatir...Apa Kau tak kenal aku? Tak akan ada yang terjadi.” Ucap Jung Hyuk menyakinkan.
“Tapi, kenapa mereka membawamu ke sana? Bagaimana kalau terjadi sesuatu? Ini semua karena aku. Ini semua salahku.” Kata Se Ri 
“Tak akan terjadi apa-apa. Walaupun sesuatu terjadi, itu bukan salahmu. Aku tak punya penyesalan. Kau memasuki hidupku seperti anugerah.Aku juga bersyukur akan itu.” Ucap Jung Hyuk
“Aku juga... Terima kasih, Jung Hyuk.” Kata Se Ri. Jung Hyuk menganguk mengerti
“Aku melukai hatimu dengan perkataanku waktu itu. Itu juga melukai hatiku. Maafkan aku.” Ucap Jung Hyuk merasa bersalah.
“Jangan dipikirkan. Tak apa-apa. Aku tak keberatan. Jangan khawatir. Jadi...Tak bisakah kita bertemu lagi? Apa Aku tak akan bisa menemuimu lagi? Selamanya? Aku harus bagaimana? Apa yang harus kulakukan jika aku sangat merindukanmu?” tanya Se Ri sambil menangis.
“Tunggu saja dan teruslah berdoa. Kau bertanya, bisakah kau bertemu orang yang kau rindukan... Kau bisa. Aku mencintaimu.” Kata Jung Hyuk.Se Ri juga megaku mencintainya.
Keduanya akan berpelukan tapi petugas BIN langsung menariknya. Se Ri pun menangis harus berpisah dengan Jung Hyuk. Eun Dong memanggil Jung Hyuk memberikan tanda cinta dan meminta agar menjaga dirinya baik-baik.
“Se-ri... Jaga kesehatanmu... Jaga diri... Sampai jumpa.” Ucap Tuan Pyo menahan tangisnya. Se Ri pun meminta agar menjaga diri mereka.
“Jangan sampai terluka.” Pesan Se Ri dan akhirnya menangis di perbatasan.
Bersambung ke Part 2

 Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar