Kamis, 27 Juli 2017

Sinopsis School 2017 Episode 4 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Guru Shim menuliskan di papan “Jumlah laporan Total 62” dan mengatakan kalau akan mulai lari. Semua pun terlihat panik kalau benar-benar akan lari, mereka pun mengeluh kalaus udah bilang jangan buat  laporan lagi. Guru Shim mulai berlari di lapangan bola sebanyak 62 kali.
Semua terlihat gelisah kalau Guru Shim yang berlari, Byung Joo merasa tak percaya guru Shim mau melakukanya. Kyung Woo menghitung guru Shim baru berlari 36 setengah. Sa Rang merasa khawatir kalau nanti Guru Shim yang pingsan.
Didalam kelas, Hee Chan pikir Kalau begini aturannya bisa-bisa dihapuskan, lalu melihat Nam Joo yang tidak keluar, padahal pacarnya keluar. Nam Joo yang masih kesal mengaku hanya tak ingin saja keluar seperti tak memperdulikanya. 

Mereka melihat guru Shim seperti ingin pingsan, makin khawatir karena langkahnya makin lambat. Sa Rang khawatir kalau Guru Shim dehidrasi.Akhirnya mereka melihat Guru Shim sudah selesai berlari dan langsung berbaring di lapangan.
Semua terlihat khawatir melihat guru mereka, tapi Guru Shim tersenyum bahagia menatap langit. Di ruang guru, Guru Shim membuka kaos kaki dan melihat bagian telapaknya yang melepuh. Guru Goo baru datang langsung mengejek rekan kerjanya yang bodoh dengan sengaja memukulnya.
“Oh, ayolah... Kenapa kau melakukan itu pada dirimu sendiri? Di luar sangat panas.” Keluh Guru Jang
“Tapi apa kau tahu, aku sama sekali tidak lelah.” Kata Guru Shim bangga. Guru Jang tak mengerti rekan kerjanya bisa seperti itu. 

Eun Ho berjalan pulang dikagetkan dengan Tuan Hyun menemui anaknya di pakiran dan langsung memukulnya. Ia pun buru-buru bersembunyi. Tuan Hyun marah karena Tae Woon yang ingin Menyerahkan diri, menurutnya Apa anak bodoh itu sebegitu pentingnya bagi anaknya.
“Kau bilang "Anak bodoh"? Karena Ayah terus begini, makanya aku bahkan tidak sempat memikirkan tentang Joong Gi. Aku merasa memikirkan dia adalah perbuatan kriminal, dan merasa buruk.” Ucap Tae Woon.
“Aku juga sudah melakukan segalanya. Aku melindungi anak dan menjaga kehormatan diriku. Aku juga sudah memberikan banyak uang pada mereka. Kalau kau masih ingin hidup denganku, maka hiduplah dengan cara ini, seperti apa yang kuminta.” Kata Tuan Hyun
“Kau bilang Cara Ayah?Dengan membeli semua orang? Begitukah?” ucap Tae Woon sinis. Tuan Hyun ingin memukulnya, Eun Ho tiba-tiba datang dan langsung berteriak memanggilnya. Tuan Hyun pun menurunkan tanganya. 

“Hei. Kau bilang kau menemukan restoran yang enak. Ayo pergi. Aku lapar.” Ucap Eun Ho dan langsung menyapa Ayah Tae Woon. Tuan Hyun pun memilih untuk pergi saja.
“Apa kau baik-baik saja?” tanya Eun Ho khawatir. Tae Woon pikir Eun Ho tak punya pikiran karena baru saja dipukul oleh ayahnya, jadi sudah pasti sakit.
“Adukan saja dia pada ibumu. Para ibu biasanya lebih hebat..” kata Eun Ho. Tae Woon makin kesal mendengarnya, berpikir sedang mengejeknya karena tidak punya ibu. Eun Ho baru tahu kalau Tae Woon yang tidak punya ibu.
“Aku benar-benar minta maaf.” Kata Eun Ho merasa bersalah dengan wajah tertunduk.
“Hei. Kalau kau melihatku dengan penuh rasa kasihan, maka aku akan merasa jadi orang menyedihkan.” Keluh Tae Woon.
Eun Ho mengelak kalau itu  tak Menyedihkan, menurutnya Tae Woon itu kaya dan super kurang ajar. Tae Woo langsung memberikan helm agar naik motornya, Eun Ho binggung mau kemana, Tae Woon mengulang kalau Eun Ho yang mau makan ke tempat yang enak itu.


Tae Woon melihat Eun Ho yang makan seperti orang kelaperan mengejak kalau yang dilakukan hanyalahcbertengkar saja. Eun Ho mengaku kalau sandwichnya Ini benar-benar enak jadi meminta izin aga bisa memesan lagi. Tae Woon memperbolehkanya, tapi Eun Ho yang bayar. Eun Ho langsung cemberut mendengarnya, padahal Tae Woon mengatakan akan mentraktir.
“Kapan aku bilang? Aku hanya bilang aku tahu tempat makan yang enak. Tapi Kalau kau merasa kesal, baiklah aku yang traktir. Atau.. kau sajalah yang bayar.” Ucap Tae Woon seperti mengoda.
“Tidak ada gunanya aku menyelamatkanmu. Dasar preman.” Ejek Eun Ho.
“Kau bilang  Preman? Padahal tadinya aku mau membelikanmu es krim.” Kata Tae Woon. Eun Ho kembali bersikap manis ingin makan es krim.
“Ternyata Kau sebegitu ingin makan es krim denganku?” ejek Tae Woon lalu berdiri dengan sinis menolak mentraktirnya kalau nanti Eun Ho yang akan gemuk. 


Eun Ho naik motor langsung menyuruh Tae Woon berhenti, Tae Woon binggung, Eun Ho menunjuk ke sebuah toko bertanya Apa sudah memperbaikinya. Tae Woon binggung apa maksudnya. Eun Ho mengatakan kalau itu Jam tangan yang Kacanya pecah, lalu bergegas masuk.
“Kenapa tidak beli yang baru saja? Mengganti kacanya malah jadi lebih mahal.” Kata pemilik toko jam
“Mohon ganti saja kacanya. Dia ini orang kaya.” Kata Eun Ho yang melihat Tae Woon seperti kecewa.
“Aku tidak yakin apakah ada kaca yang pas.” Ungkap si pemilik toko. Eun Ho melihat jam milik Tae Woon seperti mengingat pada seseorang.
“Sepertinya aku pernah lihat ini sebelumnya.” Ucap Eun Ho. Tae Woon pikir pernah yaitu Di kelas. Eun Ho mengatakan kalau ini ada Di bus.

Eun Ho dengan penuh luka terbaring di lantai bus, seseorang dengan jam tangan yang sama berteriak memanggil Geumdo agar bisa sadar.  Keduanya akhirnya duduk bersama di atap gedung denga memegang jam milik Tae Woon.
“Jadi Joong Gi... menyelamatkanmu.” Kata Tae Woon.
“Kalau begitu dia.. menyelamatkanku, kemudian..” kata Eun Ho merasa tak percaya

Flash Back
Eun Ho pulang naik bus, Joong Ki dan Tae Woon mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi. Joong Ki melihat ponselnya berdering dari Dae Hwi, saat itu matanya tak melihat ada mobil didepanya dan berusaha menghindar yang membuatnya jatuh. Tae Woon kaget melihat Dae Hwi pun ikut jatuh.
Bus yang ada dibelakang melihat motor tergeletak di jalan, membanting stir menabrak tumpukan pasir. Joong Ki yang bisa berdiri mendekati Tae Woon memastikan keadaanya. Tae Woon dengan kaki terjepit merasa tak masalah tapi menunjuk ke arah bus.
Joong Ki akhirnya masuk ke dalam bus mencoba untuk membantu semua yang ada di dalam bus sampai akhirnya membawa Eun Ho keluar dari bus, Eun Ho setengah tersadar duduk di depan bus. Tae Woon melihat Joong Ki masuk kembali ke dalam bus, lalu melihat ada percikan api, lalu berteriak menyurh Joong Ki keluar.
Tiba-tiba bus meledak dan Joong Ki didalam bus membantu salah satu penumpang, Tae Woon berteriak histeris karena tak bisa melakukan apapun dengan kaki yan terjepit motornya. 

Eun Ho menatap jam tangan merasa kalau Tae Woon Pasti rasanya sakit sekali. Tae Woon pikir Eun Ho juga pasti kesakitan. Keduanya pun hanya diam ternyata mereka mengalami kejadian yang menyedihkan dalam hidup mereka.
Guru Shim menuliskan Jumlah total laporan: 48 dan kembali berlari mengelingi lapangan, mereka semua khawatir dengan Guru Shim yang akan lari untuk 48 putaran, bahkan Masih banyak putaran yang tersisa. Akhirnya mereka pun memberikan semangat pada Guru Shim.  Guru Goo diam-diam melihatnya.
“Tidak peduli bagaimanapun aku merasa kasihan dan merasa bersalah pada Pak Shim, Tapi Aku harus tetap melaporkannya 'kan? Aku juga harus bertahan.” gumam Eun Ho melihat gurunya yang masih berlari 

Eun Ho dan Sa Rang makan es krim bersama. Sa Rang kesal menyuruh Eun Ho agar bisa sadar,  karena tidak seharusnya mencemaskanTae Woon atau Dae Hwi dan Waktunya hanya tinggal 2 hari lagi.
“Siapapun X di antara mereka, aku yakin mereka berdua.. sepertinya punya alasan sendiri.” Ucap Eun Ho seperti ragu.
“Apa kau ingat perlakuan macam apa yang sudah kau terima? Ibumu bahkan harus berlutut  karena kunyuk macam mereka... Makanya...” ucap Sa Rang menyadarkan temanya. 



Eun Ho melihat formulir Universitas Hanguk, lalu mengingat semua pelakuaka pada dirinya. Guru Goo mengatakan “Dan lagi, kalau namamu ada dalam kolom ke-6 di sekolah, kau tidak layak diperlakukan seperti manusia.”
Lalu ibunya yang berlutut berkata “Dia tidak bisa dikeluarkan begitu saja. Mohon biarkan dia lulus!” setelah itu Young Gun yang memarahinya “Kenapa kau mengendap-endap masuk ruang guru dan membuat semuanya jadi kacau begini?” Eun Ho mencoba menegaskan kalau bukan ia pelakunya.
Lalu dilabrak oleh seniornya yang berkata “Sistem pelaporan dan pengurangan poin..Kami semua merasa tertekan.. karena adanya sistem pelaporan dan pengurangan poin.” Dan Bit Na menyudutkanya dengan berkata “Aku tahu semua ini terjadi karena kau. Demi menangkap si X.”  Bahkan bukunya harus sampai basah. 


Kepsek Yang berjalan dengan guru lainya merasa kalau Umpannya sudah terpasang dengan baik dan Tidak ada yang akan bisa menggagalkan rencana mereka. Guru Park yakin si pelaku pasti akan tertangkap kalau Si X itu.. pasti akan muncul di hari seperti ini.
“Apa kita ini sedang berusaha menangkap Robin Hood?”ejek Guru Jung mengejek. Kepsek Yang seperti tak mendengar denga jelas.
“Dia tidak mengatakan apa-apa. Ayo kita masuk.” Ucap Guru Shim mengajak mereka pergi saja.
“Tunggu saja sampai kutangkap dia.” Ungkap Kepsek Yang yakin.

“10 anak dengan pengurangan poin paling banyak harus duduk di depan saat namanya kupanggil. Dengan jumlah total 62 pengurangan poin. Ra Eun Ho, lalu 51. Hwang Yong Gun.” Ucap Guru Park.
Eun Ho hanya diam saja tak mau bergerak, Guru Park kembali memanggil nama Eun Ho dan juga Young Gun. Akhirnya kedua maju mendapatkan label nama sebagai “Kandidat DO” Guru Park memanggil nama Park Jong Hye, Park Mi Sun, Choi Hyun Jung, Yeo Seung Won, Jun Ho Suk., Jun Sang Gil, Han Na Rae Do Shin Woo.
10 orang duduk di kursi dan saat itu tiba-tiba lampu diruangan mati, Kepsek Yang senang karena si pelaku sudah menggigit umpannya lalu memanggil petugas keamanan, layar putih pun turun untuk menyalakan proyektor.  Sebuah foto di putar.
Video tentang Kepsek Yang, berjudul  “Inilah pelanggar dengan nilai pengurangan poin terbanyak.” Yang pertama adalah saat Kepsek Yang Meninggalkan nampan makan dikurangi 10 poin. Semua murid langsung tertawa melihatnya. Kepsek Yang memarahi murid dengan kemeja dikeluarkan.
“Melanggar aturan berseragam, dikurangi 10 poin” semua murid makin tertawa bahagia melihatnya. Terakhir adalah “Bolos sekolah, dikurangi 15 poin” dan total pengurangan 85 poin: Kepala Sekolah. Mereka pun terhayut dengan video yang diputar.
Lalu terlihat foto-foto yang diambli diam-diam oleh semua murid dan kirimkan pada Guru Shim. Tulisan pun terlihat “Lucu sekali, bukan? Apa yang membuatmu merasa berbeda? Ini adalah teman-teman yang kau khianati demi poin tambahan. Apa kau senang dapat nilai tambahan?”




Petugas kemanan berteriak kalau sudah menemukan pelakunya dengan berlari di lantai atas, Guru Shim dan Petugas Han juga berusaha mengejarnya. Eun Ho tak mau ketinggalan ingin tahu larinya si pelaku dengan arah yang berbeda, tapi saat itu juga berpapasan dengan si pelaku.
Si pelaku terlihat ketakutan, Eun Ho akhirnya membuka terpal menyuruhnya bersembunyi. Petugas Han yang lainya pun datang merasa yakin si pelaku berlari ke arah yang sama dan menanyakan pada Eun Ho, apakah melihatnya.
“Aku bimbang. Kalau aku mengangkat terpal ini, maka aku bisa benar-benar membersihkan Namaku dan mengungkap siapa X sebenarnya. Ini Benar-benar waktu yang tepat.” Gumam Eun Ho akhirnya memutuskan berlari ke arah depan meninggalkan si pelaku yang bersembunyi. 
Eun Ho akhirnya duduk di ruangan kelas, melihat Tae Woon dan Dae Hwi sambil bergumam.
“Kalau kau bertanya.. kenapa aku tidak menangkap X yang selama ini kukejar. Aku akan menjawab.. karena selagi mencari X, aku malah menemukan teman baru. Dia bukan sekadar pahlawan yang membuat kacau sekolah. tapi juga seorang teman sebaya yang menyimpan luka dan rasa sakitnya sendiri.”
“Umur 18 tahun... Usia di mana kau bisa berteman dengan siapa saja. Apa kita bisa.. mendapatkan teman sejati di sekolah ini?”

Guru Shim naik tangga sampai ke bagian dinding, semua anak yang berkumpul binggung melihat yang dilakukan guru mereka. Guru Shim langsung melepaskan spanduk yang menuliskan pengurangan nilai.
“Apa ini artinya..sistem pelaporan dan pengurangan poin dihapuskan?” ucap Byung Joo. Mereka pikir seperti itu dan langsung bersorak gembira. Petugas Han melihatnya memberikan pujian dengan jari jempolnya. Guru Goo juga melihat dari belakang tersenyum dengan sikap juniornya. 


Kepsek Yang langsung memarahi Guru Shim yang melakukan itu, padahal sebagai gurunya dan mau mengikuti permainan anak-anak itu dan menyuruh agar menempelkan kembali pengumumannya. Guru Shim ingin bicara tapi Kepsek Yang terlihat sangat marah.
“Tempelkan kembali! Berhentilah melakukan hal bodoh.” Ucap Kepsek Yang, Guru Shim akan pergi membalikan badanya.
“Aku tidak bisa... Aku tidak bisa mengurangi poin anak-anak lagi.” Ucap Guru Shim yang berani melawan. Kepsek Yang pikir Guru Shim sudah gila.
“Ya, walaupun Bapak berpikir aku gila, tak masalah. Tapi aku tidak bisa membuat anak-anak melaporkan teman mereka demi mendapatkan poin tambahan. Aku adalah guru mereka.” Ucap Guru Shim.
Guru Jung yang mendengarnya langsung memberikan kode kalau itu lemparan tepat,  Guru Shim mengatakan kalau akan menulis surat permintaan maaf kalau memang itu yang diinginkan Kepsek Yang.
Kepsek Yang bener-benar tak percaya menurutnya Sudah tidak ada lagi kedisiplinan di sekolah ini, bahwa Guru dan murid sama saja lalu memilih untuk pergi dan menyuruh agar menuliskan surat  permintaan maaf.
Guru Shim langsung duduk lemas di bangkunya seperti tak percaya bisa melawannya. Guru Koo juga tak percaya Guru Shim bisa berbicara seperti itu kembali mengumpatnya bodoh.

Eun Ho melihat formulir “Kompetisi Webtoon Universitas Hanguk”. Sa Rang pikir Eun Ho sudah kehilangan kesempatan besar. Eun Ho yakin kalau pasti akan menang kali ini dan akan dapat peringkat pertama, karena punya firasat bagus kali ini.
“Kau benar-benar terlahir sebagai orang yang positif. Tapi Aku penasaran siapa si X itu.” Ucap Sa Rang
“Dia adalah Dae Hwi.” Kata Eun Ho yakin, Sa Rang seperti tak yakin mendengarnya.
“Kenapa menurutmu dia orangnya?” tanya Sa Rang. Eun Ho mengatakan kalau Dae Hwi sudah mengabulkan permintaannya. 

Flash Back
“Saat pengumuman pengurangan poin,Aku berharap X akan muncul dan menghukum kepala sekolah. Foto dia..saat sedang melakukan hal-hal jelek dan beri dia pengurangan poin juga. Apa menurutmu itu tidak lucu?” ucap Eun Ho
“Kedengarannya menyenangkan.” Ungkap  Dae Hwi. Eun Ho yakin kalau Dae Hwi yang melakukanya. 

Saat itu beberapa orang mengejar seseorang yang mengunakan penutup kepala sebagai X. Eun Ho pun ikut mengejar merasa yakin kalau Dae Hwi adalah X dan tahu walaupun tidak pakai jaket. Dae Hwi berlari menaiki tangga seperti menacri seseorang.
Eun Ho tiba-tiba ditarik dari belakang dengan ditutup mulutnya, seseorang dengan putup kepala sebagai X menyelamatkanya sebelum di lihat oleh Dae Hwi. Akhirnya Dae Hwi pun berlari kearah lain, Eun Ho bisa merasakan nafas terengah-engah dari pria yang dicurigai sebagai X.
Setelah itu Eun Ho melepaskan tangan yang menutupi mulutnya dan ingin tahu siapa yang ada dibalik penutup kepala. Mulutnya langsung melonggo saat melihat Tae Woon yang berada dibalik jubah untuk menolongnya sebagai X.
Bersambung ke episode 5


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar