Minggu, 09 Juli 2017

Sinopsis Suspicious Partner Episode 35

PS : All images credit and content copyright : SBS
Ji Wook berlari ke rumah sakit menaiki eskalator dan melihat Hyun Soo menaiki tangga menurun dan sempat menatapnya. Hyun Soo menatap dingin, Ji Wook pun seperti tak percaya Jung Hyun Soo bisa kabur dari ruang rawat, dan langsung berlari keluar dari rumah sakit, tapi saat itu juga Hyun Soo berhasil kabur dengan menaiki ambulance.
Ji Wook yang kehilangan arah, lalu menelp Yoo Jung memberitahu kalau  Jung Hyun Soo baru saja kabur, tapi malah berbicara dengan penyidik kepolisian, lalu dikagetkan dengan dengan keadaan Yoo Jung. Sambil mengumpat marah menelp Eun Hyuk sedang bersama dengan Bong Hee dalam mobil.
Eun Hyuk terlihat bahagia mengangkat telp dari Ji Wook, tapi di buat kaget mengetahui kedaaan Yoo Jung. Bong Hee yang duduk disebelahnya pun ikut gelisah mendengarnya lalu bertanya apa yang terjadi kepada Jaksa Cha. 

Ji Wook yang gelisah mencoba menelp Jaksa Lee, agar menelpnya kalau  menemukan keberadaan Jung Hyun Soo. Yoo Jung masih terbaring di ruangan IGD dengan jarum infus yang menempel. Bong Hee dan Eun Hyuk akhirnya dengan dengan terburu-buru.
Eun Hyuk panik memanggil Yoo Jung memohon agar cepat sadar, Bong Hee pun menanyaka keadaan Yoo Jung pada Ji Wook. Eun Hyuk dengan nada tinggi menanyakan apa yang terjadi pada Yoo Jung dengan wajah panik dan tidak sadar. Yoo Jung seperti mulau sadar dan berpura-pura untuk tak membuka matanya.
“Yah, dia terkena gegar otak ringan.” Kata Ji Wook. Eun Hyuk makin panik mendengarnya.
“Hei, gegar otak itu bisa jadi serius. Kalau begitu, dia harus diperiksa. Kenapa dia cuma berbaring di sini? Dokter hanyanya melaksanakan CT scan. Apakah ada yang sudah spesialis bukannya intern? Bukankah seharusnya kita memindahkannya ke RS yang lebih spesialis?” kata Eun Hyuk panik

Yoo Jung yang mendengarnya merasa seperti malu memilih untuk makin memejamkan matanya.  Eun Hyuk meminta Ji Wook apabila ada kenalanya sebagai dokter untuk membantu Yoo Jung.  Bong Hee dan Ji Wook hanya bisa diam saja melihat sikap Eun Hyuk seperti berlebihan.
Eun Hyuk terus memanggil Yoo Jung agar bisa sadar. Bong Hee dan Ji Wook melihat Yoo Jung seperti mulai sadar memilih untuk pergi meninggalkanya. Yoo Jung yang malu menyuruh Eun Hyuk untuk diam saja. Eun Hyuk kembali memanggil Yoo Jung. Yoo Jung memberitahu tahu kalau ia hanya tertidur.
“Aku bersyukur.” Kata Eun Hyuk bisa bernafas lega melihat Yoo Jung kembali sadar. Yoo Jung tersenyum melihat sikap Eun Hyuk seperti sangat mengkhawatirkanya. Eun Hyuk mengaku kalau hanya berakting lalu pamit pergi. Yoo Jung tersenyum puas melihat sikap Eun Hyuk. 


Bong Hee bertanya pada Ji Wook apakah Mereka masih belum menangkap Jung Hyun Soo. Ji Wook mengaku Belum dan merasa menyesal karena seharusnya tahu kalau dia berencana untuk kabur. Bong Hee pikir Tidak mungkin bisa Ji Wook memprediksi itu.
“Apa menurutmu ingatannya pulih?” tanya Bong Hee. Ji Wook pikir seperti itu.
“Aku tidak tahu seberapa banyak ingatannya yang pulih. Dan, yang ingin kukatakan... Aku ingin kau menginap di rumahku untuk sementara waktu. Tak ada yang tahu apa yang dia akan lakukan.” Ucap Ji Wook khawatir.
Bong Hee menolak,  Ji Wook memohon agar Bong Hee dan harus mendengarkan kali ini. Bong Hee meminta Ji Wook agar Jangan khawatir karena akan berhati-hati. Ji Wook terlihat saja makin khawatir. 

Eun Hyuk memapah Yoo Jung pulang dengan mastikan keadaanya dan tidak merasa pusing sama sekali. Yoo Jung mengaku kalau baik-baik saja. Eun Hyuk bertanya apakah ia harus membelikan sesuatu yang dibutuhkan, bahkan mau mengendongnya.
Ji Hae baru pulang melihat keduanya terlihat sangat dekat, hatinya seperti merasa tertusuk melihatnya. Eun Hyuk pun sampai ke depan pintu rumah dan memberikan tas, tapi Yoo Jung memilih untuk segera masuk saja. Eun Hyuk dengan terpaksa masuk dan mengikuti Yoo Jung sampai ke ruang tengah.  Yoo Jung langsung membaringkan di sofa mengaku sangat lelah.
“Hei, beristirahatlah... Telepon aku jika terjadi sesuatu.” Kata Eun Hyuk
“Kuharap aku tidak akan terbangun dari tidur. Aku 'kan jaksa yang kehilangan tersangka. Bagaimana aku bisa mengatasi situasi ini?” ungkap Yoo Jung. Eun Hyuk hanya bisa diam saja, lalu akhirnya menemani Yoo Jung sampai tertidur pulas dan meninggalkan rumah. 

Ji Wook mondar mandir memikirkan yang terjadi pada Hyun Soo, dan bertanya-tanya “Seberapa jauh yang Jung Hyun Soo ketahui? Orang yang dia temui setelah sadar adalah aku, Jaksa Cha dan Bong Hee.”
Ia lalu mengingat dengan melihat foto dari buku tahunan yang hilang dan ingin tahu Siapa wanita itu. Ia ingin tahu Seberapa jauh ingatan yang didapatkan kembali oleh Jung Hyun Soo. 

Hyun Soo berdiri sendirian menatap gambar “Park So Young” yang sudah di robeknya,  Ia pun bertanya-tanya pada dirinya “Kenapa aku membunuh mereka? Apa yang tak bisa kuselesaikan?” lalu mengingat kembali saat Bong Hee yang kaget melihat dirinya. 

Ji Wook menutup matanya  berusaha  mengetahui jawaban “Apa ingatannya mengenai pembunuhan dan tujuannya sudah kembali?”
[Episode 35 - Kembali]

Berita di TV disiarkan “Sudah dua hari sejak tersangka, Jung Hyun Soo kabur dari RS dimana dia diinvestigasi. Keberadaannya masih tidak diketahui. Jaksa telah mengadakan pemburuan buronan secara nasional. Mereka mengumumkan bahwa mereka menggunakan personel berjumlah besar untuk kasus ini. Mereka dikritik karena menyia-nyiakan tenaga kerja karena kurangnya pengawasan terhadap tersangka.”
Ketua Jaksa yang menonton langsung mematikan TV dan terlihat marah pada keduanya. Yoo Jung hanya bisa meminta maaf,  Ketua pikir kalau Yoo Jung meminta maaf padanya maka lebih baik enyahlah dari pandangannya.
“Ada banyak jalan, Kau bisa ambil absen atau semacamnya. Hei, aku akan dipindahkan ke daerah pedesaan dan Aku ini tipe orang yang suka di kota.” Teriak ketua jaksa kesal
“Haruskah aku memecat atau menangguhkanmu? Haruskah? Itu benar. Kau harus pergi sekarang. Pergi dan ambillah absenmu dan kau harus pergi dengannya. Kau bisa mengikutinya, pergilah cepat.” Ucap ketua pada Yoo Jung dan Ji Hae sangat murka karena di pindah tugaskan. 

Semua dalam ruang rapat hanya diam saja. Tuan Byun kembali mengeluh melihat semua anggota seperti semua serius sekali dan berpikir mereka semua takut dengan tersangka yang hilang ingatan itu. Tuan Bang yakin kalau Hyun Soo tidak bisa pergi jauh dan bertaruh akan hal itu dan polisi akan segera menangkapnya.
“Jika ada kesempatan kecil, jika dia muncul di hadapanku maka aku akan menangkapnya. Aku bisa mendatanginya sekali lagi.” Kata Tuan Byun. Eun Hyuk setuju dengan kata-kata Tuan byun kalau mereka harus menangkapnya.
“ Situasi kita terkini bukanlah lelucon.” Ucap Bong Hee. 


Ji Wook hanya diam saja mengingat perkataan Hyun Soo sebelumnya diatas jembatan penyeberangan. “Aku masih berpikir kalau kau tidak paham perasaanku. Aku benar-benar ingin kau merasakan apa yang kurasakan. Apa yang harus kulakukan? Aku tidak punya pilihan lain. Aku harus membunuh mereka semua.”
“Semuanya, berhentilah bermain. Ini tidak lucu.Aku akan memberitahu kalian lagi. Kalian harus tetap aman. Mengerti?” ucap Ji Wook tak ingin semua orang membuatnya khawatir. 

Hyun Soo pergi ke sekolah melihat foto “Park So Young” lalu seperti ingatanya kembali datang saat So Young dengan seragam sekolahnya berlari ke arah ilalang dengan wajah ketakutan. Ia menatap kembali foto So Young seperti membuatnya mengingat sesuatu. 

Ji Wook dan Bong Hee baru saja keluar dari sekolah, Bong Hee bertanya apakah menurut Ji Wook kalau Jung Hyun Soo sungguh akan datang. Ji Wook pikir Itu sangat mungkin, menurutnya Jika ingatannya belum sepenuhnya pulih maka Hyun Soo akan berkeliaran dengan tujuan agar ingatannya kembali dan tempat yang mereka datangi adalah tempat yang pasti diingat.
“Sekolah dari buku tahunan itu, kan?” ucap Bong Hee.
“Benar. Setelah itu.., dia akan pergi dimana dia membunuh para korban.” Kata Ji Wook
“Aku sudah menghubungi perusahaan yang membangun ulang apartemennya. Aku juga sudah mengirim mereka selebaran mengenai dicarinya Jung Hyun Soo.” Kata Bong Hee. Ji Wook pun memuji kerja Bong Hee.
“Benar-benar. Aku pasti sudah mengirim unit ke sini untuk mengintai jika aku dari kepolisian.” Kata Ji Wook lalu mengajak Bong Hee pergi.
Saat itu Hyun Soo berdiri dari kejauhan melihat Ji Wook dan Bong Hee datang ke sekolah yang ditujunya, tatapanya kembali terlihat mulai dingin seperti dulu dan bertanya-tanya siapa sebenarnya Ji Wook dan juga Bong Hee. Ia mengingat kembali saat itu Bong Hee yang terkejut dan saat dirinya yang sedang membunuh diatap gedung. 


Tuan Bang akan pulang kantor lalu bertanya pada Bong Hee apakah tidak pulang hari ini. Bong Heee mengaku hanya ingin menyelesaikan tugasnya lebih dulu. Tuan Bang pun pamit pergi lebih dulu dan berpesan agar Pulanglah dengan selamat. Bong Hee akan mengambil berkas tapi tiba-tiba dikagetkan dengan suara dibelakangnya.
“Siapa kau?” ucap Hyun Soo sudah duduk dibangku. Bong Hee benar-benar kaget melihat Hyun Soo sudah ada dalam ruangan.
“Apa... Kau sedang menanyaiku sekarang?” tanya Bong Hee. Hyun Soo kembali bertanya siapa Bong Hee. 
“Aku yang harusnya menanyaimu...kenapa kau ada di sini sekarang.” Kata Bong Hee
“Kepalaku sangat sakit... Kau... adalah orang yang pertama kali kulihat saat tersadar. Tapi Diotakku ini terus bilang kalau aku harus menyingkirkanmu. Apa Kau tahu alasannya?” ucap Hyun Soo.
“Aku harus memastikan agar dia tidak bisa bicara.” Gumam Bong Hee. Hyun Soo menegaskan kalau sedang bertanya jadi harus menjawab.
“Kenapa kau melakukan ini kepadaku? Katakan kepadaku. Siapa kau? aku ini apa Siapa aku? Katakan kepadaku. Kenapa aku jadi seperti ini?” ucap Hyun Soo benar-benar penasaran.
“Apa Kau mau tahu alasannya? Itu karena aku menyaksikan kau membunuh.” Ucap Bong Hee
Saat itu Hyun Soo seperti merasakan ingataan datang kembali, kalau diatap melihat Bong Hee yang menutup jendela rumahnya ketika melakukan pembunuhan. Hyun Soo akhirnya berusaha untuk berkelahi dengan Bong Hee, sampai akhirnya Ji Wook datang membantu.
Ji Wook memastikan lebih dulu keadaan Bong Hee dan melawan Hyun Soo yang membawa pisau pada dalam kemeja. Dengan kekuataan Ji Wook melawan Hyun Soo sampai akhirnya bisa membuat Hyun Soo tak bisa bergerak dengan badan tertelungkup. Bong Hee panik saat melihat perut Ji Wook mengeluarkan darah. 

Ji Wook sudah terbaring dalam ambulance, tatapan samar-samarnya seperti mengingatkan kembali ke masa lalunya. Bong Hee terlihat panik menatap Ji Wook seperti setengah sadar dengan mata yang tak bisa dibuka dengan lebar.
Flash Back
Ji Wook mengatakan akan jadi seperti Ayahnya saat sudah dewasa. Tuan Noh pun merasa sangat tersanjung dan mengendong anaknya yang mengunakan pakaian jaksa.
Saat kebakaran terjadi, Ji Wook terjebak dalam rumahnya. Tuan Eun masuk ke dalam rumah panik melihat Jaksa Noh yang tergeletak dilantai. Tuan Noh memberitahu Tuan Eun kalau ada Ji Wook yang harus diselamatkan, Tuan Eun pun membawa Ji Wook keluar rumah dan menenangkanya,  lalu berkata akan masuk dan mengeluarkan ayah dan ibunya juga.

[RS Gookil]
Ji Wook membuka setengah matanya, Eun Hyuk yang lebih dulu melihatnya langsung menanyakan keadaan rekan kerjanya memastikan kalau mengenalinya. Tuan Byun tak mau kalah memberitahu kalau ayahnya sudah datang, Ji Wook seperti bisa melihat dengan jelas semua yang menemaninya.
“Hei, kenapa kau tidak mengatakan apapun? Apa Kau tidak bisa mengenaliku? Ini aku. Katakan sesuatu. Apa Kau tidak bisa bicara?” ucap Tuan Byun ingin tahu
“Siapa kau?” ucap Ji Wook lemah. Tuan Byun panik memberitahu kalau ia ayahnya. Ji Wook hanya tersenyum karena hanya mengerjainya. Tuan Byun sempat kesaal sambil mengumpat karena membuatnya terkejut.
“Kau sudah sepenuhnya sadar... Dasar tukang ngeprank. kau bisa mengagetkanku.” Keluh ketua Byun. Eun Hyuk dan Tuan Bang langsung mengejak Tuan Byun keluar agar membiarkan Ji Wook dan Bong Hee berdua saja. 

Tuan Byun kesal malah diajak keluar, Eun Hyuk beralasan agar mengajak mencari udara segara diluar. Tuan Byun heran karena hanya mau melihatnya dan kenapa mereka malah bersikap seperti itu.
“Kenapa kalian berdua jadi begini? Kalian aneh sekali.”keluh Tuan Byun keluar dari ruangan.
“Kita harus keluar agar mereka bisa bersama. Kenapa kau tidak peka?” keluh Tuan Bang dan juga Eun Hyuk
“Oh, apa mereka... Kalian harusnya bilang kepadaku.” Kata Tuan Byun. Tuan Bang pikir Kebanyakan orang akan tahu. Tuan Byun tak ingin mendengar ocehan rekanya memilih untuk pamit pergi ke toilet.
“Dia hanya tidak peka.” Kata Tuan Byun pada Eun Hyuk melihat sikap Tuan Bang. 

Ji Wook menatap Bong Hee yang duduk disampingnya lalu meminta maaf. Bong Hee mengeluh pada Ji Wook yang harus terlibat dan sampai terluka seperti ini, lalu menegaskan Jika  melakukan itu lagi maka akan benar-benar marah kepadanya.
“Kau harus benar-benar minta maaf kepadaku. Kau kehilangan pekerjaan karenaku, dan kau terus tersakiti karenaku.” Ucap Bong Hee sambil menangis. Ji Wook pun tak bisa menahan rasa sedihnya sambil menutup matanya. 


Hyun Soo sudah memakai baju tahanan, Yoo Jung pun siap menginterogasi bertanya apakah Ingatannya sudah kembali dan akan mengulanginya, dengan memastikan kalau tahu namanya Jung Hyun Soo, Hyun Soo mengangguk.
“Apa Kau tahu kenapa kau ada di sini sekarang? Apa Kau sungguh tak ingat apapun?” ucap Yoo Jung lalu memperlihatkan berkas dengan foto Senjata pembunuhan Lee Jae Ho
“Pisau yang ada darah dari Lee Jae Ho dan Bang Eun Ho. Ini ditemukan di tempat tinggalmu, dan ada sidik jarimu di pisaunya. Apa Kau tidak ingat?” ucap Yoo Jung. Hyun soo hanya diam.
“Lihat saja sampai kau kehabisan hakmu untuk diam.” tegas Yoo Jung mencoba menahan amarahnya. 


Ji Wook terbangun dari tidurnya, lalu melihat Bong Hee membaringkan kepala dipinggir tempat tidur dan membaringkanya. Bong Hee tiba-tiba terbangun dan terkejut melihat Ji Wook sudah menatapnya, dengan berpura-pura tak terjadi apa-apa bertanya apakah Tidurnya nyenyak. Ji Wook mengaku kalau itu berkat Bong Hee maka tidurny. 
“Bagaimana perasaanmu? Bagaimana luka dan tusukan di perutmu? Boleh aku lihat?” ucap Bong Hee ingin melihat.
“Tidak boleh. Lukanya sangat kelihatan jelek... Pokoknya kau tidak boleh lihat.” Kata Ji Wook melarang.
“Jangan katakan itu... Aku yakin lukanya kelihatan cantik dan seksi.” Ungkap Bong Hee akhirnya kelepasan memuji Ji Wook.
Ji Wook pun hanya bisa terdiam, Bong Hee akhirnya tertunduk dan meminta maaf karena tidak bisa memisahkan perasaan dan pekerjaan. Ji Wook pikir Bong Hee Tidak usah khawatir karena menyukainya suka. Bong Hee dengan wajah berantakan meminta izin akan cuci muka sebentar.
“Bong Hee... Ada sesuatu yang ingin kukatakan kepadamu... Ini soal sesuatu yang sangat penting.” Ucap Ji Wook sebelum Bong Hee keluar. Bong Hee bertanya apa yang ingin dikatakanya. 


Saat itu Jae Hong datang dengan Tuan Bang dan Tuan Byun dan berlari memeluk Ji Wook.  Ji Wook melihat Jae Hong datang dipagi hari berpikir kaalu bolos sekolah dan memarahi Tuan Bang yang membawanya kerumah sakit.
“Sekarang 'kan hari Sabtu.” Ucap Tuan Bang. Tuan Byun heran apakah Jaman sekarang anak-anak tidak sekolah pada hari Sabtu. Tuan Bang mengelengkan kepala.
“Mereka sungguh hidup di dunia yang bagus.” Komentar Tuan Byun iri. Jae Hong pun menanyakan luka yang dimiliki oleh Ji Wook dan ingin melihatnya. Ji Wook langsung melarangnya.
“Perlihatkan saja. Yang pasti tidak akan bertambah buruk rasa sakitnya jika ditunjukkan kepada kami. Biarkan kami melihatnya.” Kata Tuan Bang. Ji Wook mengaku kalau belum sembuh dan tiba-tiba merasakan kesakitan.
“Kalian tidak seharusnya melakukan itu kepadanya.” Bela Bong Hee kesal
“Bong Hee... Kau sudah jadi yang terburuk karena mau melihat lukanya” kata Ji Wook yang membuat Bong Hee terdiam.
“Hei.. Jae Hong. Kau lihat Ahjussi berkacamata itu, kan? Minta dia perlihatkan lukanya... Lukanya lebih besar dariku.” Kata Ji Wook 

Jae Hong dengan gaya anak-anaknya mengaku tidak tertarik dengan Ahjussi itu. Tuan Bang membalas kalau juga tidak tertarik dengan Jae Hong. Jae Hong lalu bertanya pada Bong Hee sebagai gurunya apakah ikut terluka juga, Bong Hee mengaku kalau baik-baik saja.
Jae Hong berkomentar kalau Wajah dan rambut Bong Hee yang terlihat aneh. Bong Hee yang kesal langsung menyuruh Jae Hong harus pulang. Sementara Tuan Bang merasa kalau Jae Hong itu punya mata yang bagus.
“Omong-omong, aku sungguh tidak bisa menunggu untuk keluar dari RS dan Masuk RS lebih melelahkan.” Ungkap Ji Wook. Tuan Bang bisa mengerti.

Eun Hyuk gugup di depan pintu ruangan Yoo Jung mondar mandir dan saat akan mengetuk pintu, Yoo Jung membuka pintu dari dalam dan membuat keduanya sama-sama kaget. Eun Hyuk mengaku tidak menyangka bertemu dengan Yoo Jung, Tapi Yoo Jung merasa Eun Hyuk yang berdiri di depan kantornya. Eun Hyuk pura-pura lupa kalau itu ruangan Yoo Jung.
“Bagaimana kondisi kepalamu? Apa Ada gejala lain?” tanya Eun Hyuk khawatir 
“Gejala seperti sakit kepala, pusing atau hilang ingatan. Aku depresi...Bukan karena gegar otaknya... tapi Hidupku membuatku depresi.” Ucap Yoo Jung merasa lelah.
“Semuanya akan segera membaik. Jung Hyun Soo, yang membuatmu, Ji Wook, dan Kepala Bang seperti itu.., sudah ditangkap, kau tahu itu” kata Eun Hyuk menyakinkan.
“Kau benar. Dia takkan bisa kabur lagi.” Kata Yoo Jung lalu Eun Hyuk memberikan sebuah tas berisi makanan.
“Kau 'kan selalu melewatkan makan... Kau harus makan dengan baik agar kuat begadang.” Ucap Eun Hyuk. Yoo Jung pun mengucapkan terimakasih lalu Eun Hyuk pun pamit pergi.


Bong Hee berkerja seperti biasa, saat itu Ji Wook masuk rumah dengan dipapah oleh Tuan Bang naik ke lantai atas seperti merasakan kesakitan. Bong Hee yang melihatnya seperti merasa sangat bersalah melihat Ji Woo yang kesakitan.
Bersambung ke episode 36

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted
                                                                                                                                                                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar