Sabtu, 15 Juli 2017

Sinopsis Suspicious Partner Episode 38

PS : All images credit and content copyright : SBS

Bong Hee masuk ke ruangan Ji Wook yang sedang berkerja menatapnya cukup lama, sampai akhirnya Ji Wook melihat Bong Hee sudah ada diruanganya. Bong Hee mengatakan baru mengunjungi Jaksa Wilayah Jang.
“Aku mau makan malam. Apa Kau mau ikut?” kata Ji Wook. Bong Hee bertanya apa yang ingin dimakan. Ji Wook menyebut kalau  akan makan Jjajangmyeon.
“Yahh. Boleh juga... Beli yang ada seafood-nya.”kata Bong Hee dan keduanya sama menyebut “Porsi ganda.” 

Keduanya pun selesai makan dan Bong Hee membereskan alas koran sambil berkomentar kalau saat makan Jjajangmyeon di ruangan kejaskaan terasa sangat enak dan Tidak pernah seenak ini di tempat lain.
Ji Wook pikir Bong Hee harus datang kalau mau makan jjajangmyeon, lalu ingin membersihkan sesuatu di mulut Bong Hee. Bong Hee seperti merasa canggung, Ji Wook pun mengurungkan niatnya dengan hanya memberikan tissue.
“Tapi, kenapa kau mengunjungi Jaksa Wilayah Jang?” tanya Bong Hee
“Aku tahu bahwa dia jaksa yang menangani kasus yang melibatkan Jung Hyun Soo. Dugaan kita dalam kasus ini benar. Itu adalah kasus perkosaan khusus.” Ucap Bong Hee. 

Flash Back
So Young yang masih sekolah berlari ketakutan dan dibelakangnya ada banyak orang seperti siap memperkosanya dengan tatapan mengerikan.  Ia berjalan mundur lalu didorong sampai terjatuh. 
“Beberapa penyerang... berasal dari keluarga kaya dan punya koneksi bagus, dan orang tua mereka jelas ingin kasus itu dihentikan.” Jelas Bong Hee. Ji Wook pun yakin dengan hal itu.
“Mereka malah menyalahkan korban, Park So Young, karena mencoba merusak  masa depan anak-anak mereka. Tak lama setelah itu, dia bunuh diri. Jaksa yang menghentikan kasus adalah...” kata Bong Hee langsung disela oleh Ji Wook.
“ Jaksa Jang Moo Young...” kata Ji Wook. Bong Hee pun mengangguk membenarkan.
“Jung Hyun Soo membalas kematiannya dengan membunuh orang-orang yang tidak dihukum saat itu.” Ucap Ji Wook dengan tatapan bisa mengerti. 


Flash Back
Hyun Soo menatap Ji Wook dengan bertanya Sampai kapan mereka akan duduk saja. Ji Wook pikir sudah bilang kalau  mereka punya banyak waktu jadi mengajak Hyun Soo lebih santai saja.  Hyun Soo mengaku tak membunuh Yang Jin Woo dan Lee Jae Ho, tapi mengenal mereka.
“Mereka adalah orang-orang yang sangat mengerikan. Tapi salah satu bajingan itu jadi chef terkenal yang sering muncul di TV, dan yang lain jadi dokter serta polisi. Mereka hidup dengan baik, dan bahkan sudah menikah. Orang-orang seperti mereka harusnya  tak diizinkan hhidup dengan baik, kan?” kata Hyun Soo.
“Aku tak tahu siapa yang membunuh mereka. Tapi siapa pun itu, kurasa si pembunuh melakukan hal yang benar. Kita harus bersyukur, kan?” ucap Hyun Soo.
Bong Hee pun bertanya Apa yang akan dilakukan soal sidang sekarang. Ji Wook hanya menatapnya. 

Ruang Rapat
Ji Wook memberitahu kalau  akan tuntut Jung Hyun Soo dengan pemerkosaan. Tuan Byun binggung Ji Wook akan menuntut dengan apa.

Flash Back
Hyun Soo pun bertanya Ji Wook akan menuntut dengan apa. Ji Wook mengatakan alau akan menuntut Hyun Soo atas pemerkosaan.  Dengan mengingatkan kalau supir tabrak lari dengan Nama Min Young Hoon, kalau membuat pernyataan bahkan Hyun Soo juga terlibat.
“Kau membelinya, kan? Apa Kau beri mereka uang?” kata Hyun Soo.
“Astaga, bisakah jaksa membeli saksi?” balas Ji Wook. Hyun Soo juga tak tahu.
“Sampai jumpa di sidang, Jung Hyun Soo.” Kata Ji Wook


Ruang Sidang.
Ji Wook bertugas sebagai Jaksa mengatkan Terdakwa, Min Young Hoon dan Jung Hyun Soo, dengan mendiang Yang Jin Woo, Lee Jae Ho, Kim Min Gu, Sung Jae Hyun,dan Go Chan Ho yang hilang, memancing korban, Park So Young  ke sebuah gudang di Hyunjin-dong, Goyang sekitar pukul 5 sore, 11 Juli 2003.
“Setelah mereka memancing korban, lalu mereka secara fisik menekan perlawanannya dan menyerang korban secara seksual. Jadi, saya meminta Jung Hyun Soo  dan Min Young Hoon akan dihukum karena tuduhan penyerangan seksual. Saya menuntut terdakwa karena melanggar hukum.” Kata Ji Wook
“Penasihat hukum Min Young Hoon, apa dia mengaku bersalah atas tuduhan?” tanya hakim, Pengacara Tuan Min mengaku kalau klienya Terdakwa mengaku bersalah.
“Penasihat hukum Jung Hyun Soo,  apakah dia mengaku bersalah?” ucap Hakim. Pengacara yang membela Hyun Soo mengaku kalau klienya  mengaku tidak bersalah.
“Terdakwa, Anda mengakui bahwa Anda secara seksual menyerang korban di gudang pribadi berlokasi di Hyunjin-dong pada Juli 2003 dengan kaki tangan sebagai kelompok.” Ucap Ji Wook,  Tuan Min membenarkan.
“Selain itu, Terdakwa, selama diinterogasi, Anda menunjuk tujuh individu sebagai pelaku. Apakah benar? “ kata Ji Wook. Tuan Min juga membenarkan. 
“Anda pertama menunjuk diri Anda, chef terkenal, Yang Jin Woo, Lee Jae Ho yang baru-baru ini dibunuh, Kim Min Gu dan Sung Jae Hyun yang ditemukan di tangki air. Anda juga menunjuk Go Chan Ho saat dia hilang. dan individu terakhir adalah... Untuk memperjelas, Anda mengatakan kaki tangan terakhir... yang terlibat dalam aktivitas itu ada di sini.” Kata Ji Wook, Tuan Min membenarkan kalau orang itu ada dalam ruang sidang.
Ji Wook pun ingin tahu siapa orangnya dan meminta agar menunjuk siapa pelakunya. Tuan Min tanpa ragu langsung menunjuk Hyun Soo yang melakukanya. Hyun Soo menatap dingin karena ditunjuk oleh Tuan Min. 


 Hyun Soo akhirnya duduk sebagai saksi, dan Ji Wook sebagai Jaksa  mulai bertanya pendapat tentang pernyaaan Terdakwa Min Young Hoon bahwa dirinya adalah kaki tangan. Hyun Soo merasa kalau itu konyol dan yakin seorang jaksa memalsukan bukti serta memanipulasi saksi, selain itu menurutnya Jaksa melanggar hukum.
“Jika demikian, bagaimana Anda menjelaskan hal ini?” kata Ji Wook lalu memberitahu berkas yang dibawanya pada Hakim.
“Yang Mulia, ini laporan kejadian dari korban yang saya peroleh dari detektif yang menangani kasus pada saat itu. Seperti yang bisa dilihat di sini, daftar tujuh penyerang, nama Jung Hyun Soo tertulis jelas di sini.” Kata Ji Wook.
“Apa Itu laporan yang So Young isi 13 tahun lalu? Bahkan jika laporan itu disimpan sampai sekarang, bukankah seseorang bisa dengan  mudah membuat daftar itu? Bukan begitu, Jaksa” kata Hyun Soo.
“Atau apa itu yang ingin Anda percaya? Baik. Sekarang, mari kita meninjau  kembali hari terjadinya kejahatan. Terdakwa Jung Hyun Soo, saat itu, Anda cukup dekat dengan enam penyerang lainnya. Diketahui bahwa kalian pergi ke sekolah yang berbeda. Anda sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama. 11 Juli, yang merupakan hari kejahatan...” kata Ji Wook 


Hyun Soo mengaku kalau mereka tidak dekat dan Apakah Ji Wook tahu betapa ia membenci mereka dan mengangap kalau mereka adalah berteman dan menyuruh agar memBuat strategi yang lebih baik. Ji Wook meminta Hyun Soo agar bicara jika meminta untuk menjawab. Hyun Soo kembali ingin bicara akhirnya ditegur oleh Hakim.
“Terdakwa, bicaralah saat jaksa mengajukan pertanyaan.” Tegas Hakim. Ji Wook pun mengajak mereka untuk memulai lagi.
“Menurut laporan, 11 Juli 2003, sekitar pukul 5 - 6 sore, Yang Jin Woo yang mana salah satu penyerang memancing Park So Young dan membawanya ke gudang pribadi di Hyunjin-dong. Apakah benar?” kata Ji Wook
“Bukan Yang Jin Woo tapi Lee Jae Ho.” Kata Hyun Soo.  Ji Wook mengangguk mengerti nama itu yang disebut.
“Setelah Lee Jae Ho membawa Park So Young ke gudang, korban awalnya tidak dalam bahaya, tapi Go Chan Ho yang mengonsumsi  alkohol membangun atmosfer. Diceritakan bahwa Park So Young mencoba kabur. Apakah benar?” kata Ji Wook. Hyun Soo mengaku kalau Ji Wook salah. 

“Bukan Go Chan Ho. Tapi bajingan itu. Min Young Hoon dan Yang Jin Woo... mengejar So Young saat mencoba kabur dan menyeretnya kembali.” Kata Hyun Soo. Ji Wook mengatak Setelah itu, Kim Min Gu...
“Astaga, Anda terus saja salah. Bukan Kim Min Gu.  Awalnya, Lee Jae Ho...” kata Hyun Soo dengan nada mengejek
“Terdakwa, Anda sepertinya tahu persis apa yang terjadi di TKP seolah-olah Anda ada di sana.” Kata Ji Wook.
Hyun Soo terlihat gugup menjawabnya kalau itu Karena mendengar semuanya dari orang lain di kemudian hari. Ji Wook bisa mengerti dan bertanya Berapa banyak penyerang yang ada di TKP. Hyun Soo menjawab Ada tujuh.


Flash Back
Chan Ho melompat ke sungai dan Hyun Soo berdiri di atas jembatan mengartikan empat orang hilang. Dan Sekarang tiga orang lagi harus hilang.
Ji Wook meminta agar memberitahu nama dari tujuh pelanggar. Hyun Soo mengeluh kalau membuat dirinya frustasi saja dan berpikir haruskan memberitahu namanya, Ji Wook pun meminta tolong agar memeritahu namanya.
“Lee Jae Ho, Yang Jin Woo, Min Young Hoon, Kim Min Gu, Sung Jae Hyun, Go Chan Ho...” ucap Hyun Soo. Ji Wook ingin tahu selanjutnya.
“Biar saya ulang lagi. Lee Jae Ho, Yang Jin Woo, Min Young Hoon, Kim Min Gu, Sung Jae Hyun, Go Chan Ho...” kata Hyun Soo yang terlihat binggung.
“Dan lalu... apa Anda tidak ingat? Terdakwa. Bisakah... memberitahu Siapa penyerang terakhir?” kata Ji Wook seperti memancing. Hyun Soo hanya diam saja. Ji Wook meminta agar Hyun Soo menjawab pertanyaanya dan memberitahu siapa penyerang terakhir.
“Hey, Jung Hyun Soo.... Itu kau... itu kau.” Kata Ji Wook dengan sengaja mendekat. Hyun Soo terlihat gelisah dengan mata memerah menahan tangis.
Hyun Soo seperti mengingat dirinya yang ada dibelakang saat So Young dikepung oleh 7 orang.


Flash Back
Bong Hee pun yakin bahwa Jung Hyun Soo bisa jadi penyerang juga lalu memberikan berkas pada Ji Wook.
“Ini daftar penyerang yang detektif simpan. Ada nama Jung Hyun Soo juga.  Saat aku mengunjungi ibukorban untuk memverifikasi, hasilnya pun sama.  Begitu melihat foto lama Jung Hyun Soo lalu dia ingat, dia adalah salah satu penyerang.” Kata Bong Hee.
“Apa yang... terjadi?” tanya Ji Wook melihat berkas yang dibawa oleh Bong Hee.
“Aku berpikir dan berpikir. Ketika orang-orang dalam kesengsaraan, terkadang, mereka membuang  kenangan atau mengubahnya.” Ucap Bong Hee.

“Betul. Sama seperti ingatanku akan kebakaran itu.” Ucap Ji Wook
“Mungkinkah dia mendistorsi ingatannya sendiri? Dia tak tahan dengan kenyataan bahwa dia salah satu penyerang. Makanya dia mendistorsi ingatannya.” Kata Bong Hee yakin. 
Hyun Soo mulai mengumpat bertanya apa yang dikatakan sekarang, kalau itu bukan dirinya. Ji Wook tetap mengatakan kalau itu Hyun Soo  dan Hyun Soo tetap mengelak lalu bertanya apakah di pikir Ji Wook dirinya  adalah pemerkosa seperti mereka.
“Pada akhirnya, kau sama seperti mereka. Kau salah satu bajingan itu, kan?” ucap Ji Wook sambil berbisik.
“Jaksa, bertanyalah dengan suara lebih keras sehingga yang lain bisa mendengarnya.” Tegur Hakim. Ji Wook meminta maaf dan akan segera melanjutkan.
“Terdakwa Jung Hyun Soo, adalah salah satu penyerang...” ucap Ji Wook dan Hyun Soo langsung berteriak kalau tidak melakukannya.
“Dengan enam rekan penyerang, dia memancing korban, Park So Young, ke sebuah gudang dan secara fisik menyiksanya karena dia menolak...” kata Hyun Soo.
“Beraninya kau!” teriak Hyun Soo. Hakim ikut berteriak memperingatkanya. Dua petugas pun menahan Hyun Soo agar tak melakukan sesuatu.
“Kau tahu aku. Aku tidak seperti bajingan itu.  Biar kuperjelas. Aku...telah menghakimi dan menghukum mereka. Aku membunuh para bajingan itu. Kau tahu itu.” Kata Hyun Soo 
“Benarkah? Apa ada bukti? Apa Anda memiliki bukti, Terdakwa?” ucap Ji Wook sengaja melakukanya.
Hyun Soo tertawa mengejek kalau itu pasti rencana Ji Wook yang melakukan itu padanya. Ia bisa tahu pertanyaan Ji Wook nanti  "Apa kau ingin jadi seperti mereka? Atau apa kau akan mengakui kau membunuh mereka?" dan itu sebagai strateginya.
“Yang dikatakan terdakwa tidak relevan dengan persidangan. Saya akan melanjutkan.  Karena Jung Hyun Soo melanggar  UU Pelanggaran Seksual dan UU Perlindungan Korban, dia telah didakwa dengan pemerkosaan Hyunjin-dong.” Kata Ji Wook dan Hyun Soo langsung menyela
“Underpass di Hyunjin-dong.. Jika kau... Jika kau melewati underpass di Hyunjin-dong, kau akan menemukan bukti tersebut, jadi berhentilah.” Kata Hyun Soo.
Ji Wook memberikan kode pada Yoo Jung agar memeriksanya, Tuan Bang pun memutuskan untuk ikut keluar dari ruang sidang bersama Yoo Jung. 

Flash Back
Ji Wook mengatakan kalau akan tuntut Hyun Soo dengan pemerkosaan  jadi bisa memprovokasinya, menurutnya Dilihat dari pola peril yang Hyun Soo tunjukan,  dengan dituduh melakukan pemerkosaan  mungkin akan sangat menghina dirinya.
“Ketika itu terjadi, aku akan terus memprovokasi dia. Jika beruntung, dia mungkin  mengakui perbuatannya dan memberi kita bukti tambahan juga.” Kata Ji Wook.
 Ji Wook pun menyelesaikan bicara pada Hakim.  Dan Hakim pun menyuruh Hyun Soo agar kembali ke kursinya. Hyun Soo tetap diam sampai akhirnya dua petugas pun menarik Hyun Soo untuk kembali duduk. Ji Wook menghela nafas, lalu menatap Bong Hee. Bong Hee pun memberikan senyuman pada Ji Wook.
Yoo Jung dan Tuan Bang pergi ke TKP dengan sudah banyak tim forensik dan ambulance. Sebuah kantung mayat sudah ada di pinggir, Yoo Jung melihat mayat yang ditemukan, lalu menemukan ID Card milik Chan Soo. Tuan Bang seperti tak tega melihatnya karena orang yang selama ini menghilang ternyata berada dibawa jembatan. 

Ji Wook menerima laporan dari Tuan Bang dan mengucapkan Terima kasih atas kerjasama begitu juga pada Yoo Jung.  Bong Hee sedang bersama Ji Wook pun bertanya apakah Mereka menemukannya. Ji Wook membenarkan kalau Mayat Go Chan Ho dan senjata pembunuh sudah ditemukan. Bong Hee pun mengucap syukur.
“Berarti kita bisa menuntutnya dengan pembunuhan, kan?” ucap Bong Hee. Ji Wook membenarkan. 

Mereka semua makan pizza bersama, Eun Hyuk pun bertanya Apa kebenaran soal Jung Hyun Soo? Apa dia benar-benar salah satu penyerang. Bong Hee mengaku kalau seorang penonton. Semua dibuat binggung apa maksudnya Hyun Soo sebagai Penonton. Ji Wook mengingat saat bertemu dengan Tuan Min. 

Flash Back
“Orang tak berdaya yang tak bisa menghentikan  teman-temannya atau bergabung dengan mereka. Aku tahu Hyun Soo sudah membunuh yang lainnya, tapi saat itu, dia benar-benar pecundang. Dia bahkan tak bisa membantahku. Kami baru tahu bahwa ia menyukai So Young.” Kata Tuan Kim 

“Singkatnya, pasti ini yang terjadi. Dia tak bisa melindungi gadis yang disukainya. Entah karena dia pengecut atau takut, dia mengambil bagian dalam kejahatan dan menontonnya Karena dia tak bisa menyesuaikan diri dengan itu, dia mendistorsi ingatannya dan  membalas dendam. Benarkan?.” Kata Tuan Bang
“Itu disebut disonansi kognitif.” Kata Tuan Bang
“Itu benar, tapi bukan berarti dia patut dikasihani. Yang dia lakukan itu salah, dan tak ada yang bisa mengubahnya.” Komentar Eun Hyuk.
“Kau benar sekali. Membalas adalah satu hal, tapi dia membunuh orang tak bersalah karena menyaksikan perbuatannya atau yang menghalangi apa yang akan dia lakukan.” Kata Bong Hee.
Tuan bang pun ingin tahu bagaimana dengan persidangan. Ji Wook pikir akan digabungkan dengan persidangan untuk kasus aslinya dan Pengakuan yang Hyun Soo buat selama persidangan soal pembunuhan tercatat dalam laporan persidangan Dan sekarang kita dapat cukup bukti tambahan, jadi membuatnya dihukum karena pembunuhan tidak akan sulit.
“Jika itu terjadi, apa dia... juga akan dihukum karena pembunuhan putra Jaksa Jang, Jang Hee Jun?” kata Tuan Bang. Ji Wook mengangguk.
“Itu artinya... Nn. Kurang Bukti. Apa itu berarti aku harus mulai memanggilmu Nn. Penuh Bukti sekarang?” ucap Tuan Bang. Bong Hee langsung melotot sinis.
“Kenapa kau memelototiku? Aku cuma bilang kau sekarang punya banyak bukti untuk membuktikan kau tak bersalah.” Kata Tuan Bang

“Kau akhirnya bisa membuktikan bahwa kau tidak bersalah.” kata Tuan Bang dan Eun Hyuk memberikan selamat pada Bong Hee.
“Kau berjuang dengan baik, Nn. Kurang.. Maksudku, Pengacara Eun.” Kata Tuan Byun.
Bong Hee malu-malu mendengarnya dan membuatnya tersipu. Tuan Bang melihat Bong Hee seperti gatal karena malu. Bong Hee membenarkanya. Tuan Bang merasa Bong Hee yang terlalu fokus pada pekerjaan. Bong Hee mengelak meminta agar Tuan Bang Jangan salah paham. Ji Wook dan Bong Hee pun saling melempar senyum walaupun terasa gugup.


Hyun Soo masih mendekam dalam penjara. Sementara Eun Hyuk mendapat giliran mencuci piring dan Bong Hee datang membbawa lebih banyak piring untuk dicuci. Eun Hyuk mengeluh kalau kalau belum kalah-kalah di permainan tangga dan yakin Dengan perginya Ji Wook, kemungkinan kalah jadi naik dan bisa merasakan perubahannya.
“Apa sebaiknya kita menyewa pengacara lain? Seseorang yang tampan dan muda.” Pikir Bong Hee.
“Bukankah aku sudah cukup?” kata Eun Hyuk bangga. Bong Hee merasa belum cukup.
“Apa Kau tidak puas juga bahkan dengan Ji Wook?” ucap Eun Hyuk mengoda. Bong Hee hanya bisa menghela nafas.
“Bagaimana keadaan akhir-akhir ini? Apa masih canggung dengan Ji Wook?” ucap Eun Hyuk dengan nada sedikit mengejek. Bong Hee mengaku sedikit 

Ji Wook saat itu masuk dapur melihat keduanya yang terlihat akrab. Eun Hyuk sengaja membisikan pada Bong Hee agar mengikuti sarannya untuk mengikuti kata hatinya. Ji Wook seperti tak ingin mengubrisnya, berjalan mengambil minuman di kulkas.
Bong Hee mendekat ingin menepuk pundaknya tapi nyalinya tak berani, memilih untuk pergi begitu saja. Ji Wook hanya melonggo diam melihat Bong Hee yang pergi dan ingin tahu Apa yang terjadi.
“Hey, aku tahu aku kurang tanggap, tapi kau benar-benar...” ucap Eun Hyuk kesal. Ji Wook merasa tak ada yang salah dengan yang dilakukanya.
Eun Hyuk ingin memukul dengan sarung tangan, Ji Wook dengan dandan rapi meminta agar tak melakukanya. Eun Hyuk lalu memberitahu kalau Susu yang diambil Ji Wook sudah basi. Ji Wook hanya bisa mengumpat kesal. 

Bong Hee masuk ke ruang pengadilan dan melihat sekeliling sambil bergumam “Beberapa ingatan baru saja muncul dalam benakku.”
Flash Back
Bong Hee duduk sebagai terdakwa dan Ji Wook sebagai jaksa. Ji Wook dengan nada angkuh berkata “Saat kekasih Terdakwa Eun Bong Hee, Jang Hee Jun, putus dengannya, dia menyimpan dendam dan merencanakan pembunuhan. Pada 11 Mei 2015, dia memancing korban ke apartemennya. Dia membunuhnya secara brutal dengan senjata tajam. Jadi, saya menuntut Terdakwa  Eun Bong Hee atas pembunuhan... menurut Pasal 250 UU Pidana.”
“Kau dan aku saling berhadapan di pengadilan sebagai jaksa yang bertugas dan tersangka dari kasus.” Gumam Bong Hee.
Flash Back
Ji Wook mengatakan “Dia merencanakan pembunuhan itu. Dia berbohong selama persidangan  dan tidak menunjukkan penyesalan. Menimbang permintaan keluarga almarhum untuk menghukumnya dengan berat menurut Pasal 250 Hukum Pidana, untuk pembunuhan tingkat pertama. Saya menuntut Terdakwa 15 tahun penjara.” Saat itu Bong Hee benar-benar terkejut.
“Kau menuntut aku menghabiskan 15 tahun di penjara. Dan...” gumam Bong Hee. 
Ji Wook akhirnya memberitahu Hakim kalau Jika ada dua senjata pembunuhan, maka ini menyiratkan salah satu darinya pasti bukti palsu dan Yang berarti bukti ini tidak dapat diterima. Oleh karena itu, menurut Pasal 255 Hukum Acara Pidana, sebagai jaksa akan mencabut dakwaan.

“Kau menyelamatkan aku dan aku jatuh cinta padamu yang mencoba menyelamatkanku. Gumam Bong Hee.
Ji Wook sudah ada dibelakang Bong Hee dan berjalan mendekat, Bong Hee menatap Ji Wook yang berada didepanya.
“Sekarang setelah kupikirkan, setelah hari itu, hidupku adalah serangkaian hari  bagiku untuk jatuh cinta lagi dan lagi. Bahkan pada saat ini juga, aku jatuh cinta padamu lagi.”
Bong Hee langsung berlari memeluk Ji Wook tak ingin lagi menahan perasaanya, Keduanya saling menatap dan Bong Hee lebih dulu mendekat dan menciumn Ji Wook. Keduanya kembali saling menatap seperti sudah lama tak berdekatan, akhirnya Ji Wook mencium Bong Hee yang selama ini masih dicintainya juga.
Bersambung ke episode 39

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar