Selasa, 11 Juli 2017

Sinopsis Fight My Way Episode 15 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Dong Man berteriak histeris seperti kebinggungan. Ae Ra ikut panik bertanya apa yang terjadi pada Dong Man. Dong Man binggung kenapa Ae Ra berbicara tapi tak didengar olehnya.
“Kenapa semuanya begitu sunyi? Kenapa sunyi sekali? Kenapa?” teriak Dong Man histeris.
“Badai sudah berlalu dan dunia pun menggelap.” Gumam Dong Man 

Joo Man memepersilahkan Sul Hee masuk rumahnya mengaku kalau tak menyangka akan datang. Sul Hee menyuruh Joo Man agar segera Berbaring. Joo Man kaget Sul Hee yang menyuruhnya Berbaring.
“Bukankah seharusnya kita berbicara lebih dahulu?” pikir Joo Man
“Kau tidak bisa mengobati punggungmu sendiri.” Kata Sul Hee. Akhirnya Joo Man pun berbaring dengan Sul Hee mengobati luka kabara dibagian punggungnya.
“Kenapa kau melakukannya? Kenapa... Kenapa kau... Sikapmu saat ini sungguh konyol.” Ucap Sul Hee sambil menahan rasa sedih.
“Aku tidak keberatan jika kau berpacaran dengan Chan Ho. Aku akan menunggu... Kuharap kau tidak berpacaran dengannya, tapi meskipun kau berpacaran, maka aku akan menunggumu. Kau boleh menyakitiku. Kau boleh menyakitiku sesukamu, tapi aku akan tetap menunggumu.” Ucap Joo Man pasrah.
“Apa aku harus berpacaran dengan Chan Ho hanya untuk menyakitimu?” kata Sul Hee
“Aku akan menunggumu sampai aku berumur 50 tahun.” Kata Joo Man
“Lakukan saja sesukamu. Aku tidak seperti dahulu lagi. Aku tidak akan tertipu tipu dayamu yang payah.” Ucap Sul Hee ketus. Joo Man tak percaya kalau Sul Hee bisa bicara ketus seperti Ae Ra.
“Pada zaman Joseon, orang yang berselingkuh diberi cap. Kakimu tersandung saat memindahkan paket Ye Jin. Punggungmu melepuh terkena arang tadi. Kau sedang dihukum. Jadi, aku tidak kasihan sedikit pun. Aku hanya mengoleskan krim kepadamu dan Hanya itu.” Tegas Sul Hee lalu menyuruh Joo Man agar kembali berbaring. 

Ae Ra hanya bisa menangis melihat Dong Man yang melakukan CT Scan. Bibi Ganako datang dengan wajah panik bertanya pada pelatih Hwang memastikan kalau keadaan Dong Man baik-baik saja. Ae Ra akhirnya bertemu dengan Dokter.
“Dia mengalami gegar otak, jadi, dia tidak bisa mendengar untuk sementara. Berdasarkan hasil pemindaiannya, kerusakannya tidak parah, jadi, dia akan segera pulih.” Ucap Dokter. Ae Ra bisa mengucap syukur.
“Masalahnya, ada keretakan halus di daerah temporalisnya.” Kata Dokter. Ae Ra pun mulai sedikit panik. 

Bibi Ganako duduk di ruang tunggu, mengaku Sejujurnya sedikit menangis saat melihat ponsel lipat itu. Pelatih Hwang apakah memang hanya Sedikit. Bibi Ganako mengaku kalau menangis tersedu-sedu.
“Hanya ponsel lipat itu cara untuk menunjukkan seperti apa kehidupan Hwang Bok Hee yang asli bukan Hwang Bok Hee yang konyol. Simpanlah ponsel itu baik-baik untuk saat ini.” Ucap Bibi Ganako.
“Kupikir kau adalah pejuang yang tidak terusik oleh apa pun, tapi...” kata pelatih Hwang
“Tapi apa ternyata aku cengeng?” kata bibi Ganako. Pelatih Hwang mengaku kalau Bibi Ganako itu justru terlihat lebih keren.
“Saat aku masih muda, aku menjadi asisten di Studio Foto Rose. Aku sangat suka berada di depan kamera. Saat bertemu suamiku, aku memutuskan untuk berhenti, tapi hasrat di dalam diriku tidak padam. Aku ingin berada di depan kamera dan menjadi aktris.” Cerita Bibi Ganako.
Pelatih Hwang mengerti karena itulah Bibi Ganako mengikuti audisi film itu. Bibi Ganak mendengar peluangnya 1.000 banding 1, maka ia menyembunyikannya untuk mengalahkan peluang 1.000 banding 1 itu. Dan ia tahu kalau Dahulu, tidak ada yang menginginkan aktris baru yang punya anak maka Saat itulah hidupnya mulai kacau.
‘Hei... Ayolah. Itu tidak benar-benar kacau... Kau peri dalam poster di kamarku.”kata Pelatih Hwang ingin menyemangati.
“Jalan yang kupilih sungguh sulit.”ungkap Bibi Ganako. 


Ae Ra membuat bubur dan menaruh dalam mangkuk, lalu memanggil Dong Man untuk makan. Dong Man terlihat hanya terbaring dengan mata tertutup dan luka.  Ae Ra mengajak Dong Man bangun, tapi Dong Man tetap tak bergeming. Malam harinya, Ae Ra hanya menatap Dong Man tetap hanya berbaring.
“Dong Man tidur berhari-hari.” Gumam Ae Ra setelah berbelanja.
Ae Ra menaruh bubur kotak makan lalu menaruhkan note pada panci untuk Dong Man “Makanlah... Ibu Negaramu, Choi.” Dong Man akhirnya duduk sambil menonton TV tapi seperti tak mendengar apapun hanya memindahkan channel saja. Ae Ra hanya bisa menatap dan melihat Dong Man kembali berbaring.
Dong Man, Sul Hee dan Pelatih Hwang bergantian melihat Dong Man yang masih terus berbaring, dengan sesekali membereskan ruangan dan memberikan makan. Ae Ra berbaring disamping Dong Man, sambil menepuk-nepuknya dan menyanyikanya seperti bayi. 


[Episode 15 - Air mata yang tidak terlihat siapa pun]
Ae Ra datang menemui seniornya memastikan kalau  benar-benar akan tampil di televisi. Si pria memberitahu kalau Itu acara MMA, jadi, tidak banyak yang menonton, tapi itu acara terkenal di antara para penggemar. Ae Ra ingin tahu kenapa harus dirinya.
“Kami selalu memakai pembawa acara pria dan semuanya terlihat menjemukan setelah sekian lama. Yang terpenting, kurasa kau akan menunjukkan inovasi dan keberanian. Jadi, aku merekomendasikanmu. Sutradara produksi melihat videomu dan langsung menerimamu.” Kata si pria.
Ae Ra dibawa masuk ke dalam sebuah studio seperti menyangka bisa masuk dengan mic dan juga kursi yang akan ditempatnya selama acara berlangsung. 


Chan Ho melepasakan cangkang lobster, bersama dengan Direktur Choi. Joo Man memberitahu Memang agak mahal untuk menjualnya di acara belanja televisi, jadi mereka bisa memasukkan saus untuk menjadikannya paket.
“Pak Kim, apa kau mau capit dan isi perutnya dipisah?” tanya Chan Ho
“Ya... Kita harus memberi lebih banyak pilihan kepada konsumen untuk membuat pendekatan yang strategis.” Kata Joo Man
Direktur Choi tak mengerti strategi apa, dan melihat Joo Man yang tiba-tiba menangis. Keduanya binggung melihat Joo Man mengusap air mata yang tiba-tiba mengalir. 

Flash Back
Joo Man dan Sul Hee pergi ke sebuah restoran, Ia berkata kalau Ini gaji pertamanya dan ingin mentraktir Sul Hee makanan enak,jadi mencari-cari di seluruh Cheongdam-dong. Sul Hee melihat menu cafe seperti takju. Joo Man memikirkan apa yang akan mereka pesan.
“Joo Man Kudengar dari suatu tempat kecoak kukus rasanya sama seperti lobster.” Ucap Sul Hee. Joo Man terlihat binggung.
“Apa Kau tahu? Aku sedikit jijik, jadi tidak bisa memakan ini. Ayo kita pergi ke restoran lain.” Kata Sul Hee
“Kau khawatir harganya mahal, kan?” ungkap Joo Man bisa menebak. Sul Hee mengaku bukan itu.
“Tapi bukankah 57 dolar terlalu mahal? Itu hanya serangga dari laut.” Kata Sul Hee
“Sul Hee, tidak bisakah kita menikmati waktu kita?” kata Joo Man memohon. Akhirnya Sul Hee pun tak menolak dan menyuruh Joo Man mulai memesan. 

Sul Hee membuka lobster dan memberikan dagingnya pada Joo Man, Joo Man mengeluh Sul Hee yang memberikan semuanya padanya dan apakah Sul Hee hanya akan memakan kentangnya. Sul Hee terlihat binggung.
“Setiap kau melakukan ini, maka aku menjadi agak sedih.” Kata Joo Man kesal
“Ada apa, Joo Man? Kenapa hidungmu membesar lagi?” ejek Sul Hee melihat Joo Man kesal
“Kenapa kau membuatku terlihat seperti orang jahat? Jangan begitu. Kau akan membuatku sedih.” Ungkap Joo Man. Sul Hee mengangguk mengerti,  kalau akan memakan ekornya.

Joo Man menaruh sekotak makanan dan juga boneka, tapi saat itu Sul hee sudah datang melihat Joo Man. Keduanya pun saling menatap, Sul Hee meminta Joo Man berhenti dan cukup melakukanya. Joo Man menceritakan kalau tadi menangis di kantor dan sudah mempermalukan diri sendiri.
“Aku tahu. Itu menjadi buah bibir di kantor. Chan Ho tahu kita pernah berpacaran.” Kata Sul Hee
“Itu bagus... Kita sudah berpacaran enam tahun dan menjalani dua bulan yang buruk. Sisanya sangatlah menyenangkan. Bisakah kamu melupakan semuanya?” kata Joo Man
“Aku merindukan kebersamaan kita selama enam tahun,tapi karena dua bulan terakhir, maka aku tidak mau kembali ke sana. Aku melihatmu berubah. Aku tidak bisa melakukannya lagi.” Ungkap Sul Hee.
“Kau juga berubah. Kenapa kau bersikap seakan kau tidak berubah?” kata Joo Man. Sul Hee pun bertanya apa yang berubah darinya.
“Dahulu kau tidak pernah mencemaskan apa pun dan kau naif. Sebelumnya kau seperti anak anjing putih yang lugu. Kenapa kau mengaitkannya dengan anak anjing? Setelah bertemu denganku, kau menjadi dewasa dan mulai sadar akan dirimu. Setiap kau melakukan itu, aku menyalahkan diri sendiri. Itu menyakitkan bagiku.” Ungkap Joo Man
“Baiklah. Aku berubah dan kau juga berubah. Jadi... “ ucap Sul Hee dan langsung disela oleh Joo Man.
“Tidak...Aku tidak mau. Aku tidak bisa berpisah denganmu. Kau mengaku tidak menyesal karena sudah berusaha. Aku juga akan berusaha sekuat tenaga. Aku tidak akan melupakanmu agar tidak menyesal. Jadi, terimalah ini.” Kata Joo Man memberikan barang bawanya.
“Aku sangat mencintaimu dan tidak akan menikahi orang lain. Aku juga butuh salep hari ini. Jadi, datanglah. Jika aku terinfeksi, aku bisa mati.” Teriak Joo Man dari atas tangga lalu masuk ke dalam rumah. Sul Hee hanya bisa menatapnya. 

Ae Ra masuk ke ruang siaran bertemu dengan seorang atlet, memberitahu kalau Sebelum memulai siaran, akan melakukan wawancara singkat. Dan memberikan pertanyaan pertama. Si pria pun mengangguk mengerti.
“Kudengar cedera punggungmu cukup parah. Tidakkah kau takut kembali ke ring?” kata Ae Ra
“Aku beruntung cederaku tidak terlalu parah.” Ucap Si pria. Ae Ra kaget karena si pria mengaku beruntung?
“Bayangkan Sam Vasquez atau Gary Goodridge. Itu bisa lebih menakutkan.” Ungkap Si pria. Ae Ra makin penasaran yang terjadi pada keduanya. 

Ae Ra masuk rumah sambil berteriak membuka lemari es kalau  menyimpan bubur di kulkas jadi meminta Dong Man agar makan kalau bangun dan Jangan hanya tidur dan tidak makan apa pun. Dong Man tiba-tiba memeluk Ae Ra dari belakang sambil mengeluh karena berteriak
“Apa Kau bisa mendengarku? Apa Kau bisa mendengar semuanya sekarang?” kata Ae Ra menatapnya. Dong Man mengaku sudah bisa.
“Aku mendengarmu sejak kau datang.” Ungkap Dong Man. Ae Ra mengeluh Dong Man yang memang keterlaluan.
“Aku sangat takut dan Benar-benar takut.” Kata Ae Ra.  Dong Man pun memeluknya dengan erat. 

Bibi Ganako menyelonong masuk ke dalam lorong sebuah gedung, Seorang wanita mengejarnya bertanya alasan Bibi Ganako datang dan melarang untuk masuk. Saat masuk ruangan seorang pria seperti direktur sempat kaget dan akhirnya membiarkan Bibi Ganako. Keduanya pun duduk disofa.
“Kau terlihat sehat...” ucap Bibi Ganako pada si pria
“Aku berusaha mencarimu ke mana-mana.” Kata si pria lalu berlutut didepan bibi ganako. 

Dong Man makan es krim sambil menceritakan kalau betapa menakutkannya tidak bisa mendengar selama lima menit, menurutnya Seolah seluruh dunia sudah dipadamkan dan Rasanya seperti berada di dasar lautan. bahkan tidak bisa bernapas.
“Kau sudah bisa mendengarku, kan? Tidak berdenging, kan?” kata Ae Ra memastikan. Dong Man mengaku baik-baik saja dan menyuruh agar Ae Ra mencoba es krimnya.
“Ini enak. Kenapa kau tidak makan?” kata Dong Man. Ae Ra binggung melihat Dong Man yang tenang sekali.
“Dong Man... Kau benar-benar bisa mendengarku dengan baik,kan? Kalau begitu, kau tidak membutuhkan istirahat total, kan?” kata Ae Ra. Dong Man terlihat binggung.
“Kalau begitu, dengarkan aku baik-baik. Ada keretakan di tengkorakmu.” Ucap Dong Man. 

Flash Back
Dokter memberitahu keadaan Dong Man, yaitu ada keretakan kecil di daerah temporalisnya. Ae Ra sempat kaget. Dong Man menjelaskan Keretakan di daerah temporalis bisa sembuh tanpa pengobatan jadi Itu bukan masalah besar.
“Tapi keretakannya ada di dekat koklea. Jika dia terkena benturan lagi di daerah yang sama...” kata Dong Man 

Ae ra memberitahu kalau Dong Man mengalami benturan lagi, maka bisa tuli selamanya. Ia menegaskan Dong Man bisa terjebak di samudra itu selamanya. Dong Man tak percaya kalau itu hanya omong kosong saja karena sudah bisa mendengar jelas.
“Jadi, kesimpulannya, kau tidak bisa bertarung lagi. Aku tidak mengizinkan.” Tegas Ae Ra. Dong Man mengerti
“Aku akan menemui dokternya lebih dahulu dan mendengarnya darinya.” Kata  Dong Man
“Petarung bernama Sam Vasquez dinyatakan mati otak dan meninggal dalam enam pekan. Gary Goodridge terserang ensefalopati traumatis kronis di usia 40-an. Itu contoh kasus yang ekstrem.” Kata Ae Ra
“Saat bertarung, cedera sering terjadi.” Ucap Dong Man. Ae Ra tak percaya kalau Dong Man seperti enteng mengatakan Sering terjadi.
“Kenapa aku harus melihatmu sering cedera?” keluh Ae Ra
“Ae Ra.. Jika aku hendak berhenti secepat itu, aku tidak akan memulai lagi setelah 10 tahun.” Kata Dong Man meminta pengertian.
Ae Ra akhirnya membiarkan Dong Man melakukan sesukanya,  dengan memberikan ancaman Jika memutuskan untuk bertarung lagi, maka hubungan mereka akan berakhir. Dong Man terdiam mendengar ancaman pacarnya. 


Bibi Ganako mengaku kalau ini sudah lebih dari 20 tahun dan masih tidak bisa memaafkannya. Si pria masih berlutut didepan bibi Ganako. Bibi Ganako menegaskan meskipun si pria berlutut tidak akan mengembalikan tahun-tahun yang dihabiskan dengan berdiam diri.
“Namun, tetaplah seperti itu lebih lama lagi. Aku ingin melihatnya lebih lama lagi.” Ungkap Bibi Ganako.
Flash Back
Bibi Ganako mengejar si pria yang berjalan ke lorong. Si pria dengan ketus menyuruh bibi Ganako melepaskanya dan memberitahu kalau Pratinjaunya sudah ditayangkan jadi tidak bisa membatalkan suatu acara. Bibi Ganako memohon
“Jangan membuatku kesulitan.” Ucap si pria. Bibi Ganako memohon sambil berlutut dan meminta agar bisa membantunya.
“Acara ini tidak boleh ditayangkan di TV.” Kata Bibi Ganako.

Kyung Koo duduk di ruangan melihat siaran yang akan ditampilkan lalu meminta agar berhenti dan meminta agar mencari Dong Man di VCR 3 dan melihatanya.
“Apa kau yakin kita boleh menyiarkan ini?”kata PD lain. Kyung Koo mengaku yakin. Saat itu bibi Ganako dan PD masuk ruangan. 


Dong Man bertanya pada Ae Ra bertanya apakah serius dengan perkatannya. Ae Ra pikir Dong Man bisa mengetahuinya dengan kembali ke ring. Dong Man pikir Ae ra tidak bisa memerasnya dengan ini hanya karena dirinya sangat mencintainya dan tidak bisa memilih.
“Aku akan melindungimu meski itu berarti bermain curang.” Bertarunglah lagi, maka hubungan kita berakhir. Kita bahkan tidak bisa berteman dan tidak akan pernah bertemu lagi selamanya.” Ucap Ae Ra langsung masuk rumah.
Dong Man hanya diam saja lalu menerima telp dari ayahnya,  dan berteriak kaget mengetahui kalau masuk Di TV dan dalam pratinjau.

Ketua meminta agar menuunjukkan rekamannya dahulu. Kyung Koo mengatakan Acara itu disiarkan satu jam lagi jadi Tidak ada waktu untuk pemeriksaan lagi, lalu bertanya siapa bibi Ganako yang ada didepanya.
“Pak Jang. Apa orang yang kau rekam setuju dengan siaran ini? Dari apa yang kudengar, kau dan Ko Dong Man pernah bertemu sebagai tersangka dan korban. Apa kau diizinkan menggunakan program ini untuk membalas dendam?” kata Bibi Ganako
“Itu terjadi di masa lalu. Siapa kau sebenarnya?” kata Kyung Koo.
“Kau tanya Aku? Aku mewakili Dong Man.” Tegas bib Ganako. 

Ae Ra pergi ke pasar dan melihat beberapa sayuran setelah itu melihat kalau harga ikan makarel yang cukup murah, lalu kembali ke rumah dengan barang belanjanya dan tak melihat Dong Man dalam rumah sambil bertanya-tanya kemana perginya.
“Apa dia di pusat kebugaran?” ucap Ae Ra lalu mendengar suara sesuatu yang digeser.
“Dia pasti ada di lantai atas. Tapi Apa yang dia seret? Apa... Apa dia gantung diri? Dia tidak boleh bunuh diri di kamar atas.”pikir Ae Ra lalu berlari ke luar kamar dan mengendor pintu rumah Hye Ran.

Hye Ran membuka pintu dan ingin menutup melihat Ae Ra yang datang. Ae Ra bisa membuka pintu rumah dan menyelonong masuk, Hye Ran mengomel karena Ae Ra tidak bisa menerobos seperti ini. Ae Ra pikir sebelumnya Hye Ran yang menerobos ke kamarnya atau Dong Man, lalu melihat kursi didalam kamar mandi.
“Untuk apa kursi itu? Kenapa kursi itu ada di sana? Matilah 60 tahun lagi secara diam-diam di tempat lain. Kenapa di kamar atas...” ucap Ae Ra mengomel.
“Kenapa aku mau mati? Aku sedang mengganti lampu kamar mandi.” Ucap Hye Ran.
Ae Ra merasa bersalah berpikiran buruk lalu melihat tagihan yang belum dibayar. Hye Ran langsung menyembunyikanya, lalu merasa kalau Ae Ra berpikir dirinya  menang. Ae Ra mendengar dari rumor kalau Hye Ran  mendapatkan tunjangan berjumlah besar.
“Untuk apa aku menerima uang mereka? Seperti kata orang, aku anak manja. Apa mereka pikir aku akan pergi dengan banyak uang? Sudah kubilang dengan jelas bahwa aku tidak ingin satu sen pun, lalu aku pergi.” Tegas Hye Ran

“Jadi Itukah sebabnya kau menyewakan tempat 300 dolar sebulan?” kata Ae Ra merasa tak percaya
“Kutanya apa kau sudah merasa sudah menang. Kau yang paling tahu arti diriku bagi Dong Man, Dia akan membawaku kembali. Aku tidak akan menyerahkannya kepadamu. Lama mengenal seseorang hanya bagus untuk pertemanan dan kesetiaan.” Kata Hye Ran. Ae Ra bergumam kalau Bagi Hye Ran, ini adalah...
“Jangan merasa kau sudah menang.” Ucap Hye ran
“Satu-satunya cara untuk mempertahankan harga dirinya.” Gumam Ae Ra lalu pergi ke dalam kamar mandi dan naik kursi.
Hye Ran binggung apa yang dilakukanya,  Ae Ra tahu kalau Hye Ran telah kesulitan dengan ini selama sepekan karena mengingat sebelumnya mendengar bunyi dari lantai atas saat ada dikamar Dong Man.  Hye Ran hanya diam saja. Ae Ra menyuruh Hye ran agar memegang kursi saat mengantikan lampu. 



Dong Man bertemu dengan Kyung Koo meminta agar Jangan menyiarkan acara itu dan menolak untuk wawancara. Kyung Koo mengatakan kalau Acaranya akan segera disiarkan. Dong Man menyuruh agar membatalkanya. Kyung Koo tetap menolak,
“Ae Ra benar, kalau Orang tidak pernah berubah.” Ucap Dong Man
“Aku memberi tahu sesuatu kepada Ae Ra. Bahwa aku bukan Jang Kyung Koo yang dahulu, Bahwa aku tidak payah atau ceroboh.” Ungkap Kyung Koo.

Flash Back
Ae Ra kaget melihat Kyung Koo berdiri dengan basah kuyup bertanya apa yang dilakukan didekat rumahnya dan apa yang dibawa. Kyung Koo tahu dalam profilnya kalau Ae Ra yang ingin stroberi.
“Apa Kau pikir aku memintamu untuk membelikanku stroberi? Kau menyatakan perasaan kepadaku sehari setelah meninggalkan pacarmu dan membuatku menarik diri dari acara itu. Kau terus mengirim pesan teks. Bahkan Kau memberi tahu orang-orang bahwa kita berpacaran. “ kata Ae Ra dengan nada tinggi.
“Itulah yang kuinginkan.” Ucap Kyung Koo. Ae Ra tak percaya kalau itu tak masuk akal.
“Kenapa aku harus dikucilkan gara-gara kau?” ucap Ae Ra marah
“Jika tidak ada yang menyukaimu, mungkin kau akan menjadi pacarku.” Kata Kyung Koo yang posesif. Ae ra mengeluh Logika bodoh macam apa ini.
Saat itu Dong Man datang dan langsung memukul Kyung Koo dan memperingatkan agar Jangan datang lagi. Kyung Koo kaget kalau Dong Man bisa datang sedang militer. Dong Man menegaskan kalau sedang cuti 100 hari dan Masa wajib militernya tinggal 546 hari lagi.
“Jika kamu mengganggunya lagi, aku akan keluar dari militer. Aku akan membawa senapan K2. Kuperingatkan kau. Jangan ganggu Ae Ra lagi. Mengerti?” tegas Dong Man
Bersambung ke part 2
                                                                   
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted
                                                                                                                                            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar