Sabtu, 15 Juli 2017

Sinopsis Suspicious Partner Episode 37

PS : All images credit and content copyright : SBS
Ji Wook melihat jubah jaksa yang masih di simpan dalam lemari, sebelumnya seseoragmenelepon dari bagian HR di Kementerian Kehakiman yang  memberitahu bahwa Ji Wook  telah lulus ujian rekrutmen untuk jaksa berpengalaman.
Yoo Jung menelp Ji Wook, berkata kalau hanya ingin beritahu bahwa Jung Hyun Soo sudah mengaku. Ji Wook kaget mendengar kalau Hyun Soo sudah mengakui semua yang dilakukanya dan memastikan kembali. Yoo Jung mengatakan kalau Hyun Soo tak mengakui semua kasus pembunuhan.
“Dia hanya mengakui kasus pembunuhan Jang Hee Joon. dan pembunuhan di tangki air.” Ucap Yoo Jung
“Apa Kau masih di sana? Omong-omong, apa Jaksa Jang Moo Young hadir saat dia membuat pengakuan?” tanya Yoo Jung
“Ya, dia melihat dari luar saat Hyun Soo ditanyai.” Kata Yoo Jung. Ji Wook langsung panik menanyakan keberadaan Jaksa Jang sekarang dan juga keadaan Jung Hyun Soo. 

Ji Wook bergegas pergi dan saat didepan pintu, Bong Hee melihatnya dan bertanya Apa ada yang terjadi, Ji Wook mengaku hanya perlu memeriksa sesuatu di kantor kejaksaan. Bong Hee mengaku kalau Ada sesuatu yang juga mengganggunya. Ia mengingat saat Jaksa Jang yang angkuh meminta maaf padanya.
“Apa Jaksa Wilayah minta maaf padamu?” kata Ji Wook bisa menebaknya.
“Itu aneh, kan?” ucap Bong Hee. Ji Wook yakin itu dan  Yang ingin diperiksa juga melibatkan Jaksa Jang.
“Kalau begitu, aku ikut denganmu.” Kata Bong Hee. Ji Wook pun setuju dan mereka pun pergi dengan wajah tegang.
Bong Hee terlihat canggung berada satu mobil dengan Ji Wook setelah mereka lama memutuskan untuk putus. Sementara Jaksa Jang duduk disamping Hyun Soo hanya diam saja, Hyun Soo makin terlihat tertawa mengejek melihat Jaksa Jang, seperti disengaja. 


Yoo Jung pergi ke ruang CCTV meminta petugas agar periksa CCTV tempat parkir Jaksa Jang dan pintu masuk kantor kejaksaan, lalu mencari saat Jaksa Jang membawa Hyun Soo keluar dari Kantor kejaksaan.  Seseorangmenelp dan  Yoo Jung menanyakan Apa bertemu penjaga yang membawa Jung Hyun Soo.
“Seseorang membawanya sejam lalu atas perintah Jaksa Cha” kata pria diseberang telp. Yoo Jung pun meminta peutugas tunjukkan CCTV dari sejam yang lalu.
Yoo Jung melihat mobil Jaska Jang dengan mobilnya dan meminta menghentikan sejenak rekaman CCTV untuk melihat lebih jelas. Sementara Jaksa Jang sudah sampai di Apartement tempat Bong Hee sebelumnya tinggal, dengan tatapan dingin menyuruh Hyun Soo segera turun dari mobilnya. 

Ji Wook pun menerima berita dari Yoo Jung melalui telp,  Bong Hee pun ingin tahu yang dikatakan Yoo Jung. Ji Wook memberitahu kalau  Jaksa Jang Moo Young dan Jung Hyun Soo menghilang. Bong Hee seperti sudah menduganya lebih dulu.
“Jaksa Wilayah menghilang setelah membawa Jung Hyun Soo. Menurutmu, apa dia mau balas dendam pada Jung Hyun Soo secara pribadi?” kata Bong Hee. Ji Wook pikir seperti itu.
“Ke mana Jaksa Wilayah membawa Jung Hyun Soo? Apa Kita sama sekali tak tahu soal keberadaan mereka?” kata Bong Hee.
“Ya, saat ini, ponsel Jaksa Wilayah dimatikan. Kami sedang lacak lokasi dengan nomor ponsel supirnya. Semoga ini bisa membawa kita ke suatu tempat.” Kata Ji Wook
“Jika aku adalah dia, ke mana aku akan pergi?” ucap Bong Hee lalu membenturkan kepala pada jendela. Ji Wook panik melihat yang dilakukan Bong Hee yang cukup ekstrem.
“Oh, ini membantuku saat mencoba untuk berpikir.” Kata Bong Hee. Ji Wook seperti tak yakin melihatnya karean menurutnta Seperti malah lebih buruk.
“Oh, mungkin... Ini hanya sebuah pemikiran Bisa jadi ke tempat Hee Joon terbunuh. Dengan kata lain, mereka mungkin ada di tempat lamaku dan tempatnya kosong saat ini karena pembangunan kembali. Mereka mungkin di sana.” Ucap Bong Hee.
Ji Wook menerima telp Yoo Jung kembali dan ingin tahu apakah mereka sudah menemukan lokasi Hyun Soo dan Jaksa Jang, lalu menatap Bong Hee. 

Jaksa Jang membawa Hyun Soo ke tempat Bong Hee dan langsung diberikan kepalan tanganya. Hyun Soo pun terjatuh, Jaksa Jang yang marah menyuruh Hyun Soo agar berdiri dengan umpatan marah.
“Di sini tempat... anakku, Hee Joon, tewas. Di sini tempat... kau secara brutal membunuh anakku yang tak berdosa!” ucap Jaksa Jang marah
“Bagaimana bisa kau ucapkan kata, "tak bersalah"?Anakmu mungkin tak bersalah, tapi kau tidak.” Kata Hyun Soo. Jaksa Jang tak mengerti maksudnya.
“Gara-gara kau, So Young... So Young meninggal gara-gara kau, maka aku jadi berubah seperti ini gara-gara kau. Karena kau membebaskan orang-orang brengsek yang menginjak-injak tubuhnya. Apa Kau tahu itu?” ucap Hyun Soo.


Flash Back
Hyun Soo menusuk Hee Joon saat bisa masuk ke rumah Bong Hee dan melihat wajah Hee Joon yang terjatuh.
“Menusuk anakmu... benar-benar tidak disengaja Tapi...” gumam Hyun Soo.
Berita Esoknya, Hyun Soo menonton dari Ponselnya “Semua orang terkejut dengan pembunuhan  seorang peserta pelatihan dari Lembaga Penelitian dan Pelatihan Yudisial, yang ketat sesuai hukum dan keadilan. Fakta bahwa korban adalah putra jaksa wilayah saat ini telah menyebabkan kegemparan.”
“Jaksa Wilayah, Jang Moo Young, telah menyembunyikan fakta bahwa anaknya berlatih di institut tersebut. Dia menyatakan bahwa itu karena dia ingin mencegah perlakuan khusus dan memastikan keadilan. Tersangka utama, Nn. Eun, yang telah ditangkap tak bisa menerima kenyataan  bahwa korban putus dari dia.

Hyun Soo mengingat Jang Moo Young kalau Ayah Hee Joon adalah orang yang membuat  So Young meninggal 13 tahun lalu. Ia pun memikirkan itu dan menyadari bahwa membunuh anaknya adalah balas dendam yang adil dan bukan kebetulan. Jaksa Jang mengumpat kalau ini adalah omong kosong dan ingin menusuk Hyun Soo dengan pisau. Hyun Soo bisa menahanya.
“Jangan pura-pura tidak ingat.,, Kau membuatku jijik. Apa Mau kubantu ingatkan? 13 tahun lalu, ada seorang gadis. Gadis itu... terluka parah karena orang-orang yang seperti binatang buas, dan kau jaksa yang bertanggung jawab atas kasus itu. Kau membebaskan para bajingan itu seolah-olah itu bukan masalah besar dan menutup kasus itu. Apa Bisa kau ingat itu?” ucap Hyun Soo dengan nada penuh amarah.
“Kau...tak berpihak pada gadis yang terluka yang sedang sakit. Para bajingan itu... Kau malah berpihak pada mereka dan orang tua mereka. Apa Kau masih tidak ingat?” kata Hyun Soo. Jaksa Jang hanya diam saja. Hyun Soo kembali Hyun Soo meminta jawaban apakah Jakas Jang masih tidak ingat. Tuan Jang tak bisa menahan emosinya ingin menusuk Hyun Soo,keduanya pun saling mendorong. 


Ji Wook dan Bong Hee sampai di rumah dan langsung masuk, Hyun Soo melihat Ji Wook masuk sudah ada diluar rumah dan berusaha kabur. Ji Wook melihat Jaksa Jang duduk dan terlihat pisau sudah tergeletak, lalu menyuruh Bong Hee agar bisa menemani Jaksa Jang.
Hyun Soo berlari menuruni tangga, Ji Wook pun mengejarnya memanggil Hyun Soo agar bisa saling bicara. Akhirnya Hyun Soo berhenti didepan apartment, ia bertanya dengan sikap Ji Wook apakah itu karena menusuknya.
“Kau kan tidak mati... Orang itu, Tn. Bang, juga tidak mati. Kenapa kau begini? Dasar... Apa masalahnya?” kata Hyun Soo marah.

“Aku masalahnya. Semua salahku.  Aku membebaskanmu, brengsek. Makanya, aku harus memperbaiki  kesalahanku. Benar kan? Cobalah kabur ribuan kali jika kau mau. Aku pasti akan menangkapmu setiap saat.”tegas Ji Wook
“Astaga, kau bajingan yang gigih. Tapi, Apa kau akan baik-baik saja, Pengacara?  Lubang yang dibuat pisauku di perutmu belum sembuh.” Ejek Hyun Soo

Ji Wook balik mengejek apakah Hyun Soo akan baik-baik saja dengan tangan yan di brogol. Hyun Soo akhirnya menyerang Ji Wook lebih dulu, dan bisa memukul dibagian bekas luka. Ji Wook bisa membuat Hyun Soo tertelukup di atas mobil.
Tapi Hyun Soo bisa mendorongnya, saat itu Bong Hee dengan keahliahnya bela diri menendang Hyun Soo sampai akhirnya jatuh tersungkur tak berdaya. Ji Wook sampai melonggo tak percaya melihatnya, Bong Hee pun memastikan kalau Ji Wook baik-baik saja. 



Hyun Soo akhirnya dibawa ke dalam mobil polisi dan Tuan Jang dibawa masuk ke dalam mobil dengan wajah tertunduk. Yoo Jung dengan hormat mengatakan pada Jaksa Jang untuk ditangkap karena penangkapan yang tidak sah dan percobaan pembunuhan. Ji Wook dan Bong Hee terdiam melihatnya,Hyun Soo melirik sinis melihat keduanya dengan sinis.
“Jangan bekerja terlalu keras.” Kata Ji Wook menatap Bong Hee.
“Di sinilah kasus Jung Hyun Soo dimulai, dan akhirnya berakhir juga di sini.” Ucap Bong Hee.
“Kau benar.” Ucap Ji Wook dan Bong Hee dengan wajah serius mengajak Ji Wook bicara. 

Keduanya duduk ditaman, wajah keduanya terlihat gugup. Bong Hee mengulang kalau sudah memikirkan yan dikatakan tentang ayahnya, lalu sadar kalau dulu dirinya sangat jahat bahkan terlalu kasar pada Ji Wook. Menurutnya Ji Wook itu tidak bersalah.
“Jaksa Wilayah Jang yang mencuci otakmu dan menjadikan Ji Wook seperti itu. Kau juga korban. Mengetahui itu, maka aku melampiaskannya padamu. Maafkan aku.” Ungkap Bong Hee.
“Tak apa dan Jangan menyesal. Ayahmu sudah menyelamatkan nyawaku. Setelah menyelamatkan aku,bahkan dia berusaha menyelamatkan orang tuaku, tapi tidak berjalan lancar.” Cerita Ji Wook.
“Itu bukan salah siapa-siapa. Kau tahu, aku sangat berhutang budi padamu. Kau harus meninggalkan kejaksaan karena aku, dan kau bertemu Jung Hyun Soo karena aku. Kau juga ditikam karenaku. Lalu Kau memberiku pekerjaan, memberiku makanan dan juga tempat tinggal. Daftar ini tak ada habisnya. Jadi...kita hanya harus... sebut itu saja. Mari kita... kembali ke sebelum semua ini terjadi. Mari kita kembali ke saat pertama kali kita bertemu.” Kata Bong Hee. Ji Wook tersenyum menurutnya itu sangat bagus. 


Ji Wook melihat papan namanya, lalu masuk dengan senyuman.  Dua ngapetingginya sudah ada didalam ruangan, Yoo Jung  menyapa dengan mengucapakan Selamat atas hari pertama Ji Wook bekerja. Ji Wook mengaku sangat berterimakasih dua atasanya ada dalam ruangan.
“Tapi tak ada satu orang pun yang ingin kutemui.” Ucap Ji Wook berjalan ke mejanya.
“Pak, sudah kubilang, tak ada gunanya ke sini.” Bisik salah satu petinggi. Petinggi yang lain mengaku lupa kalau Ji Wook ramah. Yoo Jung juga berpikiran yang sama
“Aku menyerahkan kasus Jung Hyun Soo demi dia.” Kata Yoo Jung. Si pria berkacamata pun ingin tahu Siapa orang yang mau ditemui, Ji Wook. Ji Wook seperti memikirkanya. 


Tuan Jang dan Hyun Soo berada dalam sel tahanan, salah satunya akan ditemui oleh Ji Wook. Akhirnya Ji Wook memutuskan untuk bertemu dengan Hyun Soo di ruang interogasi.
“Aku dulu pengacaramu, dan sekarang, aku jaksa di kasusmu. Kita memiliki sejarah yang panjang, kan?” kata Ji Wook
“Tampaknya kau senang.  Kurasa kau suka, tapi aku tidak.” Komenta Hyun Soo
“Terbiasalah. Kau akan bertemu banyak hal yang tidak kau sukai. Karena aku harus mengikuti protokol,  maka biar aku ulas dasarnya dulu. Namamu Jung Hyun Soo. Kau sedang diselidiki karena pernah menjadi buron, percobaan pembunuhan terhadap Bang Eun Ho, dan pembunuhan Yang Jin Woo dan Jang Hee Joon. Paham?” kata Ji Wook
“Tidak, aku tak paham.” Ucap Hyun Soo sinis.
“Jung Hyun Soo, Anda berhak menolak untuk menjawab hal... yang bisa memberatkan diri sendiri.” Tegas Ji Wook
“Saya memiliki hak untuk menyewa pengacara.” Kata Hyun Soo. Ji Wook merasa Hyun Soo memang tahu dengan baik dan sudah ahli.
Ji Wook sudah diberitahu bahwa Hyun Soo yag mengaku... pada Jaksa Cha yang mengawasi kasus ini sebelum menyerahkannya padanya. Hyun Soo pura-pura tak mengerti seperti sebuah berita baru untuknya. 



Flash Back
Hyun Soo mengaku kalau Pertama, membunuh mereka semua dan berpikir harus mulai dengan siapa dulu, sambil bertanya-tanya apakah mereka  pertama bertemu saat kasus Yang Jin Woo, jadi apakah akan mulai dengan Jin Woo dulu.
“Ahh.. Tidak..Apartemen Supa...Kau sudah berhasil mengonfirmasi identitas 1 mayat yang ditemukan di tangki air di sana, kan? Apah Mau aku beritahu siapa orang satu lagi?” ucap Hyun Soo.
“Aku takkan berkata tidak. “ kata Yoo Jung.
“Namanya Sung Jae Hyun... Dia dan Jin Woo satu SMA dan Silahkan periksa.” Kata Hyun Soo. 

Ji Wook dengan nada mengejek kalau Hyun Soo belum ingat sepenuhnya, Hyun Soo mengaku kalau Baru-baru ini mengalami kecelakaan mobil jadi Ingatannya belum sepenuhnya pulih dan Secara hukum, mereka bilang dirinya berpikiran lemah dan tidak sehat akal jadi tak yakin apa diketahui Ji Wook.
“Tak ada yang tahu identitas mayat di dalam tangki air. Hanya kau yang mengidentifikasi.  Bagaimana kau menjelaskannya?” ucap Ji Wook
“Yah... jadi Begitu... Kurasa aku mendengarnya saat aku lewat. Apa aku mendengarnya di toilet?  Kurasa aku dengar di sana.” Kata Hyun Soo. Ji Wook mengebrak meja tak bisa menahan amarah. Hyun Soo merasa Ji Wook terlihat menakutkan.
“Kau sangat keren. .. Kau membuat rambutmu sempurna.  Apa kau punya banyak waktu? Yah... Kita punya banyak waktu., Mari kita selesaikan ini.  Aku akan membuatmu ingat. Paham?” kata Ji Wook sengaja duduk dimeja menatap Hyun Soo lebih dekat lagi. 

Eun Hyuk dan Bong Hee duduk bersama, sambil minum teh bersama. Eun Hyuk bertanya keadaan Bong Hee sekarang. Bong Hee mengaku baik-baik saja dan bertanya balik. Eun Hyuk mengaku kalau pasti sudah tahu dirinya tidak baik-baik saja.
“Jadi ada apa denganmu?” tanya Eun Hyuk, Bong Hee mengaku Semuanya jadi blur. Eun Hyuk bertanya Apa ini soal Ji Wook?
“Apakah Perasaanmu? Apakah Perasaanmu juga kabur?” ucap Eun Hyuk. Bong Hee terdiam
“Jangan terlalu dipikirkan. Lakukan apa kata hatimu.” Kata Eun Hyuk. Bong Hee pun bertanya apakah Eun Hyuk melakukan apa yang hatinya itu ucapkan. Eun Hyuk dengan sangat yakin menjawab “Ya”
Eun Hyuk seperti membayangkan saat pertemuanya dengan Yoo Jung, saat menemaninya dirumah sakit dan beberapa kali yang dianggap kebetulsan tapi memang sengaa ingin menemui Yoo Jung.
“Aku terus-menerus jatuh cinta dengan orang ini, saat aku mengikuti hatiku.” Kata Eun Hyuk
“Aku sama denganmu, Pengacara Ji... Aku terus-menerus jatuh cinta padanya.” Ungkap Bong Hee yang menatap Ji Wook berjalan di lorong kejaksaan. 


Ji Wook tersadar dengan Bong Hee yang sudah berdiri didepanya, lalu bertanya tujuanya datang ke kantor kejaksaan. Bong Hee pikir Ji Wook pasti sudah tahu kalau pasti untuk berkerja dan Klienny akan ditanyai sebagai tersangka.
“Oh ya? Kasus yang mana? Siapa jaksanya?”kata Ji Wook
“Aku akan urus itu sendiri.  Lagi pula, aku tak bisa memberitahumu. Ini masalah privasi klien.” Ucap Bong Hee.
“Kau benar. Astaga, sekarang kau bicara seperti pengacara.” Ejek Ji Wook. Bong Hee membenarkan kalau dirinya  adalah pengacara.
“Okay. Semoga meeting lancar.” Ucap Ji Wook. Bong Hee pun ingin mengatakan hal yang sama dan sempat binggung dengan menganti panggilan Jaksa lalu berjalan pergi.
“Eun Bong Hee... Mari kita...tangkap Jung Hyun Soo bersama-sama. Terlepas dari posisi kita, maka kita harus tangkap dia. Aku butuh... Ahh..Tidak, aku butuh bantuan semua orang.” Kata Ji Wook sebelum pergi. Bong Hee mengangguk setuju dengan senyuman. 

Tuan Byun membahas Tuan Bang yang akan kembali bekerja di kejaksaan, Tuan Bang membenarkan kaalu kejaksaan merekrut penyidik berpengalaman kapan pun ada kekosongan dan karena Ji Wook kembali maka ia juga harus kembali kejaksaan.
“20 persen... Aku akan naikkan gaji tahunan sebesar 20 persen.” Ucap Tuan Byun
“Kau tak bisa beli aku dengan uang.... 50 persen.” Kata Tuan Bang. Tuan Byun mengumpat Tuan Bang yang pencuri.
“Kalau begitu 40?” kata Tuan Bang, Tuan Byun menahan mengatakan 30.Tuan Byun merasa itu Tidak mungkin.
“Hei.. Jangan berpikir mengajarkan dia atau mengganggu dalam meeting. Konsentrasi. Aku mohon Fokus, tolong  CEO Byun” ucap Ji Wook.
“Betul... Kita di sini karena Jung Hyun Soo. Berkat CEO Byun, meeting kita tidak terlaksana.” Ejek Yoo Jung 

Tuan Byun tak terima Yoo Jung sekarang juga memarahinya, Bong Hee ikut tertawa dan langsung terdiam ketika melihat Tuan Byun yang memelotot. Ji Wook mulai membahas kalau Sekarang, Jung Hyun Soo mengubah pengakuannya. Tuan Byun pikir mereka itu punya bukti.
“Dia benar. Senjata pembunuhan yang kutemukan di rumahnya.” Kata Yoo Jung. Ji Wook mengingat saat Tuan Byun yang menaruh pisau dirumah Hyun Soo.
“Kita akan abaikan senjata pembunuhan itu. Itu Karena palsu. Dengan kata lain, bukti yang diperoleh secara ilegal.  Setiap bukti dari sana adalah buah dari pohon beracun.” Jelas Ji Wook   (Buah dari Pohon Beracun... adalah bukti yang diperoleh secara  ilegal yang tidak dapat diterima.)
“Apa Tak ada bukti lain?” tanya Tuan Bang.
“Bahkan jika dia tak mengubah pengakuan, menurut penerimaan pengakuan, kecuali ada bukti tambahan, dia takkan terbukti bersalah.” Jelas Eun Hyuk.  (Tanpa bukti tambahan, rasa bersalah itu takkan terbukti.)
“Hey, dia bisa dituntut dengan percobaan pembunuhan. Kalian berdua hampir kehilangan  nyawa di tangan Jung Hyun Soo.” Kata Tuan Byun 

Bong Hee pikir Tuduhan untuk percobaan pembunuhan terlalu ringan. Tuan Bang merasa Hyun Soo mungkin dapat masa percobaan. Ji Wook juga yakin Selain itu, Hyun Soo akan mengklaim lemah pikiran dan tidak sehat akal. Eun Hyuk mulai tak bisa menahan amarah sambil mengumpat kesal.
“Makanya kita harus cari tahu lebih banyak soal Jung Hyun Soo. Kita harus cari tahu soal masa lalunya. Kita harus tangkap supir yang menabrak Jung Hyun Soo dan kabur.” Jelas Ji Wook
“Aku lagi urus itu. Dia salah satu orang yang ada  dalam daftar dari Pengacara Ji. Namanya Min Young Hoon. Dia sedang buron sekarang, tapi aku menemukan wanitanya.  Ada petugas yang mengintai untuk menangkapnya. Mereka akan segera menangkapnya.” Ucap Yoo Jung. Ji Wook pun mengajak semuanya agar bisa terus bekeja keras.


Yoo Jung mengambil kopi di dapur, Eun Hyuk melihat Yoo Jung yang berdiri sendirian, keduanya pun saling menatap. Yoo Jung dengan gugup menyaa Eun Hyuk yang sudah lama tidak melihatnya,  Eun Hyuk piki Itu tidak benar karena Baru beberapa hari saja.
“Yah.. Mungkin hanya perasaanku saja.” Kata Yoo Jung gugup. Eun Hyuk akan mengambil kopi. Yoo Jung langsung mengatakan akan meuangkanya, tangan mereka tak sengaja saling bersentuhan.
Keduanya saling menatap, Eun Hyuk seperti tak percaya karena Yoo Jung menyentuh tanganya yang ingin menuangkan kopi. Yoo Jung pun hanya diam saja seperti masih shock. Eun Hyuk pun menolak karena bisa melakukan sendiri. Yoo Jung pun mempersilahkannya dan pamit pergi. Eun Hyuk menatap tanganya yang disentuh oleh Yoo Jung, begitu juga sebaliknya. 


Bong Hee duduk di kursinya, lalu tersenyum bahagia saat melihat Ji Wook yang duduk didepanya sambil membaca berkas. Tuan Bang mengangkat telp di meja kerjanya.
Bong Hee kembali menatap ke meja Ji Wook, tapi didepanya hanya Tuan Byun yang tertidur dan terbangun dengan mengelap iler diujung mulut. Wajah Bong Hee langsung berubah cemberut. Tuan Bang memberitahu kalau menemukan Polisi yang menangani kasus ini. Bong Hee memberikan pujian dengan jempolnya kalau Tuan Bang itu Hebat.
“Itu tak begitu sulit.. Kupikir aku hanya harus menelepon sekitar 20 orang.” Ucap Tuan Bang. Bong Hee bisa tersenyum tapi kembali sedih saat melihat ke arah depanya, Tuan Byun kembali tertidur. 

Bong Hee dan Tuan Bang menemui polisi dengan memperlihatkan foto si remaja dan bertanya Apakah meng ingat gadis ini dan tahu kalau ia yang mengawasi kasusnya, Polisi mengak ingat kasusnya, tapi  tak mau melakukannya. Tuan Bang binggung kenapa tak mau melakukanya.
“Aku menangkap dan mengirim mereka ke jaksa, namun kasus itu tertutup bagi warga sipil.” Jelas Si polisi. Keduanya kaget siapa Warga sipil yang dimaksud
“Apa kami bisa cari tahu siapa jaksa yang bertanggung jawab?” ucap Tuan Bang dengan wajah serius. 

Bong Hee bertemu dengan Tuan Jang, lalu menanyakan dengan keadaanya apakah merasa lumayan enak. Tuan Jang tak ingin lama-lama ingin Bong Hee langsung ke intinya saja. Bong Hee mengangguk mengerti dan mengatakan kalau berHarap Tuan Jang mohon maaf lagi.
“Aku tak ingin permintaan maaf tak tulus seperti terakhir kali. Aku ingin permintaan maaf yang benar dan formal. Melihatmu duduk di sana dalam seragam itu tidak membuatku kasihan padamu. Saat aku memikirkan perbuatanmu padaku, ayahku, dan No Ji Wook saat dia masih kecil. Kupikir hukuman ini terlalu ringan untukmu.” Kata Bong Hee
“Apakah permintaan maaf sudah cukup?” tanya Tuan Jang. Bong Hee membenarkan.
“Tapi aku takkan mempermudah.  Aku tahu bahwa kau menangani kasus lama yang melibatkan Jung Hyun Soo. Kau membebaskan orang-orang  yang memperkosa seorang gadis, membebaskan mereka. Beritahu aku soal kasus itu.” Kata Bong Hee. Tuan Jang menatap Bong Hee.
Bersambung ke episode 38

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted


Tidak ada komentar:

Posting Komentar