Kamis, 13 Juli 2017

Sinopsis Fight My Way Episode 16 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Nam Il memberikan menu baru ayamm di restoran ingin tahu apakah bibi Ganako menyukainya. Bibi Ganako mencoba dan berkomentar Rasanya enak. Nam Il berkomentar kalau berpikir ponsel itu adalah kunci untuk kekayaan. Bibi Ganko mengaku Jika punya banyak uang,maka akan membelanjakannya. Dan tidak akan memberikannya kepada anaknya.
“Ibu membuatku terlihat buruk dan menempatkanku dalam situasi buruk.” Kata Nam Il.
“Nam Il.. Di Jepang, polisi mengatakan kepadaku bahwa mereka menangkap si pencopet. Saat itulah aku bertemu Kim Nam Il yang berusia 15 tahun. Kim Nam Il yang lahir di Korea pada tahun 1989. Seorang yatim piatu tanpa wali. Ibu terkejut. Apa Kau menjadi kesal karena ibumu mengecewakanmu? Kamu mengingatkan ibu pada putri yang tidak dapat ibu besarkan.” Cerita Bibi Ganako.
“Llalu Apa  Ibu membesarkan Nam Il alih-alih Nam Il?” kata Nam Il
“Kau bukan penggantinya, tapi Kau putraku. Sejak saat itu, ibu hidup untukmu. Aku tidak menyelamatkanmu tapi Kaulah yang menyelamatkan ibu. Apa aku akan meninggalkanmu karena menemukan Ae Ra, Bodoh?” kata Ibu Ae Ra
Nam Il menahan harunya merasa Ibunya itu sedang mencoba membuatnya menangis menurutany karena Hanya bibi Ganako yang dimilikinya jadi  pasti merasa cemburu. Bibi Ganako mengejek anaknya yang belum dewasa lalu bertanya Apa penerbangan mereka besok pukul 7 malam.
“Aku akan pergi ke Jepang sendiri. Ibu tinggallah sedikit lebih lama. Kita bersama selama 14 tahun, tapi Ibu menghabiskan waktu kurang dari setahun bersamanya. Anggaplah aku meminjamkan Ibu kepadanya. Habiskanlah lebih banyak waktu di sini.”kata Nam Il
“Kau tidak selalu perhatian seperti ini.” Ucap Bibi Ganako,  mereka pun minum bersama. 


Sul Hee membawakan minuman mengeluh Joo Man yang datang  dan memperdulikan hari ulang tahun ayah mantan kekasihnya.Joo Man mengeluh kalau sakit karena terkena pukulan dari kakak Sul Hee,  Sul Hee pikir itu karena Dong tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.
“Sul Hee, kamu tahu... Kakak ketigamu... “ ucap Joo Man sambil minum air. Sul Hee merasa kalau kakaknya manis.
“Dia harus menjadi seorang tentara.” Kata Joo Man. Sul Hee pikir Tusuk ibu jari Joo Man di rumah. Joo Man berpikir apakah itu maksudnya sendiri  menusuknya Dengan jarum.
“Punggungku masih sakit dan Seluruh punggungku bisa terinfeksi. Sialan.” Ucap Joo Man. Sul Hee yang mendengar Joo Man mengumpat langsung berteriak memanggil kakaknya. Joo Man panik mencoba menahan Sul Hee agar tak bicara. 

Tak Su menarik pelatih Choi keluar.Pelatih Choi bertanya apa yang dingikan sekarang. Tak Suk pikir Jika murid Pelatih Choi selama 15 tahun berakhir menjadi pecundang, maka hidupnya juga akan sia-sia. Pelatih Choi seperti tak peduli.
“Dong Man sedang syuting iklan, menggunakan media, dan mengancamku.Kami harus bertarung.” Ucap Tak Su.
“ Bagaimana tepatnya? Apa Kau akan menyuap orang dan mencoba berbuat curang?” kata Pelatih Choi sudah tahu kelicikan Tak Su.
“Aku akan benar-benar bertarung jadi Ikut saja denganku. Aku tidak akan kalah kali ini.” Tegas Tak Su yakin. 

Jhon keluar dengan membawa koper. Pelatih Hwang bertanya apakah Jhon membawa paspornya karena tidak bisa pergi tanpa itu. Jhon dengan bahasa inggrisnya mengucapkan Terima kasih untuk segalanya pada pelatih Hwang dengan memanggilnya Sundae.
“Apa Dia baru saja memanggilku "Sundae"?” ucap Pelatih Hwang yang tak mengerti.
“Dong Man... Maafkan aku karena melatihmu begitu keras, tapi kita hanya punya waktu dua bulan untuk mempersiapkanmu.” Ucap Jhon. Dong Man dengan gugup mengatakan “Sorry”
“Kenapa aku meminta maaf? Aku hanya bisa bilang terima kasih. Terima kasih, Kawan.” Ucap Dong Man dengan bahasa inggrisnya.
“Maafkan aku sudah membentakmu dan segalanya.” Ucap John
“Kita tidak akan bertemu lagi, tapi sampai jumpa lagi.” Kata Dong Man
“Kamu tidak pernah tahu. Kita mungkin akan segera bertemu di ring.”ungkap Jhon. Pelatih Hwang yang tak mengerti hanya menyetujui kalau Jhon bisa datang untuk makan sundae lalu memberikan makanan. 

"Sasana Kebugaran Dongchun"
Ae Ra naik ke atas ring menjadi pembawa acara untuk pertandingan besar malam ini yaitu Inilah predator terbaik RFC, Kim Tak Su melawan bintang yang naik daun yang mengguncang oktagon, Ko Dong Man dan  Pertandingan akan segera dimulai.
Tuan Choi dan Tuan Ko dan Dong Hee, serta Sul Hee dan Joo Man menonton. Bibi Ganako melihat Ae Ra dengan bangga kalau putrinya mendapatkan bakat itu dariku. Joo Man pun masuk ke dalam ruangan pertandingan.
Tuan Ko merasa bangga kalau Dong Man sangat keren. Dong man memberitahu pada pelatih Hwang kalau akan bertarung di ronde pertama lalu Dari ronde kedua... Pelatih Hwang menyela kalau Dong Man. Bisa Lakukan saja apa yang duinginkan serta Lupakan soal latihan.
“Hanya untuk hari ini, aku tidak akan berteriak menyuruhmu melakukan sesuatu.” Ucap Pelatih Hwang. Dong Man binggung dengan pelatihnya.
“Coba kau Lihat dan Pikirkan itu... Dong Man. Hanya berdiri di sini sudah menjadikanmu pemenang.” Kata Pelatih Hwang melihat sekeliling ruang pertandingan.
“Aku tidak suka akhir yang ambigu. Jika aku menang, aku ingin menang dengan benar dan mengakhirinya selamanya.” Tegas Dong Man. Pelatih Hwang pun setuju untuk mengalahkan mereka. 


Tak Su akhirnya di panggi masuk dan terlihat sangat percaya diri lalu masuk ke dalam ring.  Kali ini Tak Su kembali ingin menggunakan lantai sejak awal dan Dong Man tak melawanya. Wasit pun menyuruh agar Tak Su segera berdiri. Ae Ra memberanikan diri menonton dari luar ring.  Akhirnya Tak Su sengeja menekan Dong Man
“Tidak bisakah kau bertarung di lantai? Ini batasmu, kan?” ejek Tak Su
“Apa Hanya ini kemampuan terbaikmu? Terima kasih untuk pertunjukannya. Aku akan mulai bermain sekarang.” Kata Dong Man lalu mendorongnya.
Akhirnya Dong Man membanting Tak Su dan memberikan pukulan, Tak Su bisa melawan dengan mengunci leher Dong Man. Dong man bisa mengunci leher Tak Su, pelatih Choi menyuruh Tak Su agar loloskan diri. Wasit akhirnya menyuruh mereka berhenti. 

Tak Su duduk di sudut ring dengan pelatih Choi,  tak percaya Dong Man yang mulai bertarung di lantai. Pelataih Choi pikir tidak punya pilihan jadi lebih baik Hadapilah Dong Man. Tae Hee tak setuju menurutnya mereka lebih baik tunggu keputusan juri.
“Jika kamu bisa bertahan, aku akan mewujudkannya.” Ucap Tae Hee menghapus keringat Tak Su
“Apa Kau yakin tidak akan melatihku?” tanya Dong Man. Pelatih Hwang  mengeluh kenapa harus repot-repot melatih binatang. Pertandingan akan dimulai. Ae Ra berdiri di depan ring terlihat tegang.
“Aku sudah menyuruhmu untuk melakukannya dengan benar jika kau akan meniru.” Kata Dong Man lalu dengan kakinya lalu memberikan tendangan pada Tak Su.

Saat itu juga Tak Su seperti tak sadarkan diri, Dan wasit pun memberitahu kalau Tak Su sudah KO. Semua orang yang menonton langsung berteriak gembira. Dong Man jatuh lemas bisa mengalahakn Tak Su.
Ia mengingat kembali saat harus mengalah dengan Tak Su, lalu berterik pada ayahnya “Aku harus melindungi Dong Hee hingga akhir. Seharusnya aku tidak bertarung jika tahu tidak bisa menang.” Dan menemui Pelatih Hwang kalau “Aku sangat ingin melakukannya.” Lalu Dong Man berteriak histeri yang terakhir kalinya kalau masih sanggup bertarung dengan luka dibagian matanya.
Setelah Wasit memberitahu pemenang adalah Dong Man, Dong Man berteriak meluapkan semua tekanan. Ae Ra dan Pelatih Hwang menangis haru melihatnya. Sul Hee dan Joo Man memberikan tepuk tangan begitu juga Tuan Ko, Tuan Choi dan juga Dong Hee yang bangga melihat dong Man di rumah Ibu Dong Man dan ibu-ibu menonton pertandingan.
“Sebaiknya kupatahkan kakinya untuk menghentikannya bertarung.” Ucap Ibu Dong Man merasa kasihan. Tapi teman ibu2nya merasa bangga melihat Dong Man yang meraih mendali emas. Hye Ran membereskan barang-barangnya menonton dari TV, lalu berkomentar Dong Man itu begitu keren. 

Dong Man pun memberikan sabuk emasnya pada Pelatih Hwang, Pelatih Hwang dengan wajah haru mengangkatnya. Dong Man mengejek melihatnya. Ae Ra akhirnya naik sebagai MC dengan berkomentar kalau bahwa tidak ada petarung di Korea yang mampu mengalahkannya dan Sepertinya bisa dikatakan, ini adalah prestasi yang diraih setelah 10 tahun.
“Bisakah Anda menceritakan bagaimana perasaanmu?” tanya Ae Ran menahan harunya.
“Dahulu teknik lantaiku lemah. Aku senang karena bisa mengatasinya. Aku ingin berterima kasih kepada semua pendukungku.” Kata Dong Man
“Kami akan mengadakan wawancara mendetail di studio. Ko Dong Man. Dengan tulus kuucapkan selamat untukmu.” Ucap Ae Ra. Semua pun menuruni ring. 


 Dong Man menarik Ae Ra sebelum pergi mengeluh melihatnya yang menangis lagi dengan mengejek Siapa yang peduli jika mantan kekasihmu menang atau kalah. Ae Ra pikir Seharusnya mereka tidak pernah berkencan. Dong Man menatap Ae Ra dengan wajah serius.
“Aku tidak bisa hidup tanpamu, tapi aku tidak bisa memintamu menerimaku kembali seandainya kita putus lagi.” Kata Dong Man. Ae Ra pikir Seharusnya aku mendengarkan Sul Hee.
“Jadi, mari melupakan hubungan ini dan menghentikan bisnis. Mari kita hidup bersama... Hiduplah bersamaku.” Kata Dong Man. Ae Ra pikir Dong Man ingin pindah rumah.
“Hei.. Jika kita berciuman, artinya berpacaran... Jika kita hidup bersama, artinya pernikahan. Menikahlah denganku. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Begitulah perasaanku selama 20 tahun. Jika harus memilih antara tidak pernah melihatmu atau melihatmu setiap hari,aku akan memilih untuk melihatmu selamanya.” Ucap Dong Man
“Bagaimana dengan pertarungan MMA?” tanya Ae Ra
“Kau... Kau... Kaulah orangnya... Memang hanya kau. Menikahlah denganku.” Kata Dong Man. Ae Ra mengejek kenapa Dong Man harus bertanya. Dong Man pun memeluk Ae Ra dalam ring dengan erat.
Bibi Ganako yang melihatnya mengejek kalau tak ada yang bisa menghentikan dua anak muda itu. Tuan Choi mengumpat kesal pada Dong Man yang sampai membuat Ae Ra hingga menangis. Tuan Ko tak terima anaknya yang diumpat. 


Joo Man mencari kesempatan dengan memegang tangan Sul Hee. Sul Hee mengatakan kalau hanya mengizinkanny menggenggam tangannya  sebentar saja karena Orang juga sesekali bergandengan saat menonton sepak bola dan tidak memaafkannya serta tidak berpacaran lagi. Joo Man tiba-tiba mencium pipi Sul Hee.
“Kenapa kau menciumku? Kenapa kau menciumku?” ucap Sul Hee sambil memukul kepala Joo Man
“Aku tidak keberatan dipukul hingga mati karena menciummu.” Ucap Joo Man. Sul Hee kembali memukul kepala Joo Man dengan kesal. 

Diatas meja terlihat amplop bertuliskan "Undangan Pernikahan, Ko Dong Man dan Choi Ae Ra" dan Dong Man memasukan ke dalam amplop. Ae Ra sambil mengunakan masker mengeluh kalau Pernikahan itu sederhana bukan karena keinginannya tapi karena terpaksa.
“Mempelai prianya tidak tahu apa pun dan sangat tidak siap. Apa bagimu pernikahan adalah lelucon?” kata Dong Man kesal.
“Kita harus merencanakan apa yang akan kita lakukan... Percayalah kepadaku. Aku punya rencana.” Kata Dong Man
“Kau tidak boleh menyusun rencana dan tidak boleh memforsir kepalamu.” Kata Ae Ra. Dong Man mengangguk mengerti lalu mendengarkan suara dari lantai atas.
“Joo Man, apa kau sedang meremukkan bawang putih?” teriak Dong Man. Ae Ra pikir kenapa Joo Man harus melakukan itu.
“Sepertinya... Aku tahu suara ini.” Ucap Ae Ra. Joo Man mengeluh apa lagi sekarang. Ae Ra menyuruh Joo Man segera berdiri. 
Keduanya masuk rumah Joo Man dan melihat sedang duduk dilantai. Dong Man bertanya apakah temanya itu sedang mengupas plum hijau karena Seperti itulah suaranya. Joo Man mengeluh meminta Dong Man agar Berhentilah memanggilku "Diafragma".
“Kenapa kau mengupas plum hijau?” tanya Ae Ra curiga.
“Ini hanya pekerjaan sampingan. Aku membantu Sul Hee mengolah ekstrak plum. Untuk setiap mangkuk yang kukupas, aku mendapat sejumlah uang.” Jelas Joo Man
“Joo Man, Apa kau tahu bahwa Sul Hee sering kabur dari rumah saat dia masih kecil? Dia datang ke rumahku karena kakaknya merobek bonekanya. Dia datang ke rumahnya. Karena ibunya tidak membelikannya gaun untuk piknik. Coba tebak apa yang selalu dia lakukan?” kata Ae Ra lalu menemukan Sul Hee yang bersembunyi.
“Sul Hee... Kau bilang tidak akan pernah menerima Joo Man lagi dan akan pergi ke Seoul.” Kata Ae Ra mengejek.
“Siapa bilang aku menerimanya lagi? Kami hanya mengupas plum hijau.” Ucap Sul Hee
“Kau terlalu sibuk dengan undangan kalian. Siapa lagi yang akan membantunya?” kata Joo Man membela
“Sul Hee. Bersikaplah keren dan campakkan dia. Mulailah dari awal, dan...” ucap Sul Hee langsung disela oleh Joo Man
“Kenapa semua orang harus bersikap keren? Terkadang, aku ingin memukulinya, tapi... “ kata Sul Hee dan akhirnya Joo Man memeluk Sul HEe dengan erat.
“Biarkan kami saling mencintai.” Ucap Joo Man. Dong Man sedari tadi hanya melihatnya mengeluh kalau Seharusnya memberikan tendangan terbang.



Bibi Ganako menaruh minuman di atap gedung, Ae Ra mengeluh kalau tidak pernah memintanya untuk menyumbang minuman alkohol. Bibi Ganako dengan gugup duduk di samping Ae Ra.
“Kalau begitu, aku akan mulai memanggilmu "Ibu".” Kata Ae Ra. Bibi Ganako tak percaya apakah secepat itu.
“Bersikap penuh kasih sayang sejak awal pasti terasa aneh, tapi memanggil ibuku dengan namanya sangatlah kasar.” Ucap Ae Ra. Bibi Ganako pun setuju dan mengucapkan Terima kasih sudah bersikap sopan.
“Selain itu, "Dwarf Flower" agak mengagumkan. Aku bangga pada Ibu. Itu layak memenangi Penghargaan Film Cannes.” Ungkap AeRa
“Kenapa kamu menonton film seperti itu? Kau membuat ibu malu.” Kata Bibi Ganako.
“Apa terlalu canggung jika mengadakan makan malam formal bersama ayah Dong Man?” kata  Ae Ra
“Sama sekali tidak. Dahulu, setiap pria di Seosan menyukai ibu. Tapi dia tidak cukup keren, bahkan untuk bicara kepada ibu.” Kata Bibi Ganako. Ae Ra mengaku senang mendengarnya.
Ia lalu bertanya apakah itu artinya sekarang dirinya jadi kaya, Bibi Ganao menegaskan bahaa sudah hidup sendirian dan mengurus dirinya sendiri, lalu Ketiga bisnisnya gagal dan Utangnya hanya beberapa ratus ribu dolar lagi. Ae Ra kaget mendengarnya. Bibi Ganako mengaku kalau Vila dan toko, semuanya digadaikan.
“Ibu juga menjual sebagian vila untuk melunasi utang dan  hanya punya rumah yang kau tempati itu. Jadi Pastikan kau tidak terlambat membayar sewa, Bayarlah tepat waktu.” Ucap bibi Ganako
“Seharusnya aku tahu... Kenapa aku tidak pernah mendapat kelonggaran?” keluh Ae Ra
“Ibu membeli Sasana Hwang Jang Ho dan harus mendukung kalian. Utang ibu bertambah karenamu.” Tegas Bibi Ganako
“Omong-omong, kenapa namaku Nam Il? Aku seorang perempuan.” Kata Ae Ra. Bibi Ganako mengaku kalau itu Nama janin. Ae Ra ingin tahu artinya. Bib Ganako mengaku tidak tahu.


Bibi Ganako bertemu dengan pelatih Hwang sambil minum di truk sundae. Pelatih Hwang bertanya  Kenapa namanya "Nam Il". Bibi Ganako menceritakan kalau Jalan Tol Namil adalah tempat Ae Ra. Pelatih Hwang mengartikan kalau Jalan tol bibi Hwang itu melahirkan dia.
“Bagaimana kehidupanmu saat itu hingga kamu melahirkan di jalan tol?” tanya Pelatih Hwang
“Bukan. Saat kamu keluar dari Tol Namil, ada Penginapan Namil jadi  Di sanalah kami membuat dia.” Ucap Bibi Ganako malu-malu. Pelatih Hwang terlihat malu mendengarnya.
“Hei. Jang Ho... Haruskah kita memulai bisnis sundae? Mari mengikuti impian lainnya.” Ucap Bibi Ganako melihat truk "Sundae Atlet Nasional"

Hye Ran melihat amplop bertuliskan "Selamat atas pernikahan kalian" lalu note diatasnya “Berbahagialah. Jika ada jalan, aku akan kembali.” Dengan senyuman pergi meninggalkan rumah yang selama ini ditempatinya.
Poster bergambar Pelatih Hwang dan Dong Man yang dengan bertuliskan  "Peraih Medali Perak Olimpiade, Juara RFC" Ae Ra mengeluh dengan bertanya apakah Ini rencana yang dikatakan Dong Man. Dong Man mengaku kalau akan memulai bisnis.
“Kami akan bekerja sama untuk mengelola bisnis ini, dan dia hanya akan bertarung selama musim tanding.” Ucap Pelatih Hwang, Ae ra melirik sinis mendengarnya.
“Kubilang aku akan memberitahunya setelah mendaftarkan pernikahan.” Bisik Dong Man
“Haruskah kalian menghabiskan sisa hidup bersama?” sindir Ae Ra
“Kami setuju untuk menjalani hidup ini bersama-sama.” Kata Dong Man
“Ae Ra. Kau tahu, mungkin hidup kita berkaitan dalam banyak hal.” Ungkap Pelatih Hwang.
Dong Man merasa kalau perkataan itu membuatnya gugup,  Pelatih Hwang mengaku kalau punya firasat mereka akan saling bertemu seumur hidup. Ae Ra makin heran mendengarnya. Pelatih Hwang mengatakan akalu hanya ingin Ae Ra memandangnya sebagai pemuda yang menggemaskan.
“Bagaimana bisa kau menggemaskan?” keluh Ae Ra. Pelatih Hwang mengaku kalau ibu Ae Ra bilang dirinya menggemaskan.
“Hei.. Jangan terlalu akrab. Hal itu akan terasa aneh.” Kata Dong Man enggan Pelatih Hwang memeluknya.
“Apa hanya kalian yang boleh jatuh cinta? Aku juga bisa.” Kata Pelatih Hwang tak mau kalah. 



Semua berkumpul di atap, Don Man mengajak mereka minum bir. Ae Ra mengomel kalau Besok pernikahan merkea dan  Hari ini Dong Man tidak boleh minum. Don Man seperti merengek. Akhirnya Ae Ra memperbolehkan Satu gelas saja dan Joo Man akan memesan ceker ayam.
“Apa ibumu membelikanmu tempat tinggal?” tanya Sul Hee.
“Ibuku punya utang beberapa ratus ribu dolar. Jadi, pastikan kalian membayar sewa tepat waktu.” Kata Ae Ra
“Andai saja aku diuntungkan karena kenal anak dari bibi pemilik gedung. Apa Kau akan pindah ke rumah Dong Man?” tanya Sul Hee
“Entahlah. Dia tidak punya rencana apa pun. Dia berpikir hidup bersama berarti sudah menikah.” Kata Ae Ra sinis
“Apa kau harus punya rencana dalam menjalani hidup? Lebih menyenangkan jika tanpa rencana. Rencana belum tentu terwujud. Jika hidup memang tidak terduga, maka bisa saja menyenangkan.” Kata Dong Man
“Apa yang merasukiku hingga aku bersedia hidup bersamanya?” keluh Ae Ra sambil mengelengken kepalanya.
“Jika kita tidak nekat, kau tidak akan menjadi pembawa acara.  Aku tidak akan menjadi petarung. Sul Hee tidak akan menjadi presdir. Dan Joo Man tidak akan menemukan diafragmanya.” Kata Dong Man. Joo Man mengeluh seperti Dong Man yang  begitu terobsesi dengan diafragma.
“Tetaplah bermain walau tidak bisa menang. Hidup semau kita adalah kemenangan. Siapa yang peduli opini orang lain?” ucap Dong Man
“ Kau harus nekat untuk mendapatkan hadiah terbesar.” Kata Sul Hee sambil makan snack
“Jangan hiraukan apa yang dimakan orang lain.” Kata Joo man sambil membersihkan bibi Sul Hee
“Tempat aku berada adalah liga utama.” Ucap Ae Ra lalu mereka pun bersulang.
“Dong Man, saat kau menjadi pria yang sudah menikah...” kata Ae Ra. Dong Man tiba-tiba langsung menghela nafas. Ae Ra kesal melihatnya.
“Kenapa kamu menghela napas?” ucap Ae Ra kesal. Dong Man mengaku kalau itu Karena bahagia.


[Epilog]
Ae Ra bangun dengan wajah kebingunan dan Dong Man pun terbangun karena digigit nyamuk. Ae Ra binggung karena Hari ini pernikahannya tapi kenapa malah tidur di atap. Dong Man memanggil Chewbacca mengejeknya kalau sedang bermimpi?
“Apa? Kau panggil aku Chewbacca? Kenapa aku kembali menjadi Chewbacca?” ucap Ae Ra. Sul Hee dan Joo Man tidur di tenda ikut duduk disamping Ae Ra.
“Hari ini kau tampak lebih jelek.” Ejek Dong Man, Ae Ra pikir hari ini adalah hari pernikahaknya.
“Apa kau ingin menikah? Dengan siapa? Apa Kau punya pacar?” tanya Joo Man
“Aku pasti salah posisi tidur. Apa  Semua itu hanya mimpi? Ini Sulit kupercaya!” ungkap Ae Ra benar-benar binggung.
Dong Man memberikan kecupan di pipi Ae Ra merasa kalau Ae Ra menggemaskan sekali lalu merasa sangat menggemaskan karena dia masih mabuk. Sul Hee pikir itu hanya untuk Dong Man saja.
“Memikirkan bisa menggodanya seumur hidupku sungguh membuatku bersemangat. Hidup ini akan sangat menyenangkan dan Pasti akan menyenangkan.” Ucap Dong Man bahagia melihat Ae Ra yang kebingungan.
“Benar, bukan? Ini hari pernikahanku. Kenapa kita tidur di sini sebelum pernikahan kita?” teriak Ae Ra dan akhirnya semua hanya bisa tersenyum lalu mengucapkan terimakasih karena telah menyaksikan Fight For My Way.

The End

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted


6 komentar:

  1. Happy ending...thx ...ditunggu sinopsis lainnya

    BalasHapus
  2. Kereeen,ditunggu ya sinopsis cerita yg lain

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. seo joon oppa keren.. dari mulai she was pretty sampai fight my way ini ia tampilnya perfect banget.. lucu.. slalu romance comedy yg dimainin.. :D

    BalasHapus
  5. Yeahh happy anding,ditunggu sinopsis korea yg lainnya

    BalasHapus
  6. Kok aku baper sama kisahnya joo man dan sul hee ya? Perempuan kadang menyerah kebahagiaan Mereka untuk lelaki yg mereka cintai tanpa memikirkan kebahagian diri sendiri... Sedih bgt pas ibunya seul hee liat anaknya lg beres2 di rumah camer... Setiap ibu pasti merasa tiap anaknya berharga tapi melupakan bahwa anak org lain juga berharga bagi ortunya... Makasih ya sudah kasih sinopsisnya

    BalasHapus