Senin, 09 Mei 2016

Sinopsis Ms Temper and Nam Jung Gi Episode 16 Part 1

Jung Gi berdiri didepan pintu lovely sambil bergumam “ Aku sudah tidak bisa mengelak lagi. Kenapa aku bisa sampai pada titik ini? Kapankah aku sanggup menjalani hidup dengan melindungi kebanggaan dan posisiku?
Flash Back
Ji Sang bertanya apakah Jung Gi menyukai Ok Da Jung. Jung Gi mengakui menyukai Da Jung oleh karena itu ingin melindunginya. Da Jung dilantai atas mendengar pengakuan Jung Gi dengan tatapan dingin.
Sebelum bertemu dengan Ketua, aku hanyalah seorang pengecut yang menyedihkan. Aku selalu saja digoyahkan oleh uang dan hanya memikirkan tentang caranya bertahan saja. Kalau saja aku belum bertemu dengannya, saya akan dengan senang hati menerima semua tawaranmu.” Ucap Jung Gi

Dia adalah orang yang membawakan sedikit martabat ke dalam hidupku yang menyedihkan. Dia adalah orang yang membuatku menyadari bahwa jantung saya masih bisa berdetak. Dialah orang yang meyakinkanku untuk memiliki sedikit kebanggaan. Dialah orang yang membuatku bersemangat untuk pergi bekerja setiap paginya. Bagaimana mungkin aku tidak menyukainya? Dan itulah alasan kenapa saya ingin melindunginya.” Tegas Jung Gi
Da Jung mendengar dengan jelas pengakuan Jung Gi, Ji Sang terdiam mendengarnya lalu melirik ke arah atas dan melihat Da Jung sudah ada disana. Jung Gi kaget melihat Da Jung sudah ada dilantai atas lalu buru-buru memalingkan wajahnya tak berani menatap Da Jung.


Di depan pintu kantor, Jung Gi merasa menyesal mengatakan hal semacam itu sebelumnya, sambil mengumpat kesal karena sangat memalukan. Sesampai dirumah Jung Gi melihat pintu rumah Da Jung, sementara Da Jung ada didalam rumah menatap ponselnya, mengingat ucapan  Jung Gi “ Aku memang menyukainya. Itu sebabnya aku ingin melindunginya.
Ketika akan  masuk ke rumah, ponsel Jung Gi berdering, Da Jung yang menelpnya, Jung Gi melihat kembali arah rumah Da Jung dengan tatapan binggung, Da Jung mendengar bunyi suara deringan telp. Jung Gi masih menatap layar ponselnya, terdengar suara bunyi telp akan terbuka.  Ia buru-buru masuk ke dalam rumah, Da Jung membuka pintunya dan tak melihat Jung Gi ada didepan rumah. 

Jung Gi pergi ke balkon sempat melirik ke samping lalu memikirkan yang akan dilakukan besok saat bertemu dengan Da Jung di kantor. Ponselnya kembali berdering, Da Jung kembali menelp. Jung Gi langsung mereject telp dari Da Jung, terdengar suara Da Jung yan memanggil namanya, Ia kebinggungan berpikir ada yang salah dengan ponselnya. Da Jung berkata bukan di ponselnya tapi dibelakangnya, Jung Gi menoleh sudah ada Da Jung di balkon.
Bisakah kita berbincang sebentar?” kata Da Jung, Jun Gi gugup bertanya berbincang mengenai hal apa.
Apa maksud dari perkataanmu sebelumnya?” ucap Da Jung, Jung Gi pura-pura lupa yan dikatakan sebelumnya.
Kau bilang kau menyukaiku.” Kata Da Jung to the point.
Ya! Itu benar! Aku memang menyukaimu, Ketua! Bukankah semua orang juga tahu? Pria dan wanita bisa saling mencintai sebagai sesama manusia juga! Kenapa manusia selalu berasumsi ke hal semacam itu? Bukankah begitu, Ketua?” jelas Jung Gi mencoba mengali
Kau bilang aku adalah orang yang membawakan sedikit martabat ke dalam hidupmu.” Ucap Da Jung menyindir
Ya! Itu benar! Anda mengajari saya pentingnya sebuah harga diri! dan kebanggaan!” balas Jung Gi tanpa mau menatap Da Jung
Lalu apa yang kau maksud dengan, "Dia adalah orang yang membuatku menyadari bahwa jantung saya masih bisa berdetak?"” ucap Da Jung

Jung Gi terlihat binggung, lalu berusaha menjelaskan saat pertama kali bertemu, Rasanya jantungny mau copot jadi mengatakan pada diri sendiri kalau jantungnya itu masih berfungsi. Da Jung mengulang kata Jung Gi kalau ia adalah orang yang membuatnya bersemangat untuk pergi bekerja. Jung Gi berkata karena mreka semua jadi bersemangat pergi bekerja setelah kedatangan  Da Jung jadi sangat pantas kalau ikut bersemangat karena Da Jung Dan dengan memikirkan pergi bekerja besok saja  sudah membuat deg-degan.
Da Jung menatap sinis, Jung Gi ingin memastikan atasannya itu tidak salah paham dengan perkataannya. Da Jung merasa Jung Gi yang sengaja membuatnya jadi salah paham, Jung Gi ingin menjelaskan tapi Da Jung kembali berbicara. Da Jung bertanya apakah Jung Gi memang menyukainya sebagai seorang wanita. Jung Gi melotot kaget berpikir kalau harus menjawab tidak. Da Jung bertanya kembali apakah Jung Gi sama sekali tak menyukainya.
Jung Gi pikir memang seperti itu dengan wajah tertunduk, Da Jung bisa mengerti  lalu masuk ke dalam rumah. Jung Gi membungkuk lalu memarahi dirinya yang sangat memalukan karena sampai berkeringat hanya berbicara dengan Da Jung. 


Pagi hari
Jung Gi terlihat tak nyaman masuk kantor dan buru-buru berjalan melewati ruangan Da Jung, perlahan ingin melirik melihat ke dalam ruangan ternyata Da Jung sedang menatap tajam kearahnya. Jung Gi langsung duduk berusaha untuk menyibukan diri dengan berkas-berkasnya.
Young Mi mendekati Jung Gi dengan sebuah amplop, memastikan kalau temanya itu sudah siap. Jung Gi ikut berdiri memperlihatkan amplopnya, yang sudah disiapkan, Mi Ri dan Hyun Woo juga mengeluarkan amplop dari tas kerjanya, yaitu Surat Pengunduran Diri, semua terlihat tersenyum. 

Jung Gi datang ke ruangan Da Jung memberikan surat pengunduran diri, Da Jung binggung apa yang diberikanya. Jung Gi menjelaskan kalau ini adalah apa yang mereka semua rasakan jadi meminta agar menyimpan surat itu apabila Da Jung ataupun Direktur ditendang keluar.
Mau tunggu apa lagi? Apa kita mau melempar ini semua ke muka Lee Ji Sang dan pergi mencari udara segar?” kata Young Mi
Ya, kalau begitu kita harus mengajak Direktur juga!” ucap Jung Gi berusaha untuk menelp Direktur Jo tapi tak diangkat telpnya dan mencobanya beberapa kali.
Young Mi merasa ada sesuatu yang tak beres, Jung Gi menyakinkan Direktur Jo  tidak mungkin memiliki pemikiran buruk, Da Jung bertanya apa maksudnya. Jung Gi menceritakan tentang kejadian semalam saat sedang minum bersama. 

Flash Back
Direktur Jo mengatakan Apapun yang terjadi, akulah Direktur Lovely dan ingin mengakhiri semuanya dengan cara yang keren, sebagai seorang Direktur, jadi Jung Gi tak perlu cemas. Jung Gi bertanya apa yang akan dilakukanya.
Kalau aku pergi semuanya akan baik-baik saja. Kau tahu...mengikuti jalannya pria sejati, dan pergi tanpa sepatah kata pun, Semacam itulah. Bukankah itu keren? Kau paham maksudku, kan?” kata Direktur Jo 

Jung Gi masuk kamar Direktur Jo terlihat dasi seperti sudah siap untuk mengantungkan diri, lalu berteriak panik memanggil atasanya. Direktur Jo keluar dari kamar mandi hanya mengunakan dalaman dan selesai mencuci berteriak kaget melihat Jung Gi yang datang begitu juga Jung Gi. Da Jung akhirnya masuk ruangan melihat Direktur Jo masih hidup.
Kenapa kau juga ikut datang kemari, Ketua Ok?” ucap Direktur Jo binggung
Kenapa kau tidak mengangkat telepon?” kata Da Jung. Direktur Jo mengatakan sedang mencuci pakaian dikamar mandi.
dan kenapa ada gantungan dasi disini?” keluh Jung Gi yang membuatnya berpikiran aneh. Direktur Jo mengatakan kalau itu untuk menjemur.
Jung Gi dan Direktur Jo sadar kalau ada Da Jung dan Direktur Jo hanya mengunakan pakaian dalam saja. Da Jung pun mengatakan agar mereka men carikan tempat yang layak dulu untuk Direktur Jo lalu buru-buru keluar ruangan. Jung Gi pun meminta Direktur Jo membereskan semua barang-barangan dan segera keluar tak ingin mendengar lagi bunyi suara desahan dari kamar sebelah. Direktur Jo bisa tersenyum karena anak buahnya terlihat mengkhawatirkanya. 

Jung Gi sudah membawakan koper masuk ke dalam apartement, Direktur Jo panik merasa tidak berpikiran untuk hidup di tempat sebagus itu dan mengucapkan terimakasih. Da Jung mengatakan Ada orang lain yang mencarikannya untuk Direktur Jo, Direktur Jo nampak binggung siapa orangnya. Manager Jung keluar dari kamar menyapa kakak iparnya.
Kenapa kau bisa ada disini?” ucap Direktur Jo kaget
Aish, kau terlihat buruk, Menderitalah sedikit lebih lama lagi. Kau hampir melewati separuh umurmu, Lagipula kau tidak bisa bercerai di umur segini.”kata Manager Jun
Wow, kau mencemaskan kehidupan pernikahanku? Sungguh mengherankan! Kelihatannya sekarang kau sudah mulai menjadi pria sejati” balas Direktur Jo
Tolong bantu aku kembali ke Tim General Umum. Aku janji tak akan bertingkah lagi” kata Manager Jung, Da Jung mengatakan tidak memiliki hak untuk memutuskan hal itu. Manager Jung bingung, Direktur Jo mengaku sudah  meninggalkan perusahaan
Apa?!! Bagaimana bisa kau melakukannya tanpa membicarakannya pada kami terlebih dahulu? kau ini selalu saja gegabah!!!” teriak Manager Jung kesal lalu menelp ibunya.
Manager Jung menceritakan  sudah menemukan Kakak Ipar dan terlihat sangat menyebalkan lalu memberikan ponselnya agar Direktur Jo berbicara sendiri. Direktur Jo nampak binggung karena harus berbicara langsung dengan Ibu Mertua. Manager Jung menyuruh Direktur Jo bicara karena ibunya mau memberikan uang 1 milyar.
Direktur Jo kaget lalu berbicara pada ibu mertuanya sambil mengucapkan terimakasih banyak, Jung Gi langsung bertanya setelah menutup telp. Direktur Jo memberitahu ibu mertuny bilang akan memberi 1,5 milyar won, Da Jung jug memutuskn akan memberikan 500 juta won. Direktur Jo menolak merasa Da Jung tak perlu memberikan sebanyak itu.
Da Jung menegaskan kalau ia tidak memberikannya secara cuma-Cuma tapi meminta Direktur Jo untuk memberikan saham seharga 500 juta won sebagai gantinya. Jung Gi menyimpulkan mereka hanya memerlukan 3 milyar won lagi menurutnya kalau benar-benar berusaha keras maka akan berhasil. Manager Jung setuju karena Lovely itu  milikny dan kakak iparnya jadi mereka berdua harus mendapatkannya lagi.
Jung Gi dan Da Jung menatap Manager Jung yang asal bicara, Direktur Jo memukul adik iparnya kalau Lovely bukan hanya milik mereka berdua. Jung Gi pikir akan lebih baik bagi mereka mendapatkan Lovely kembali daripada semua pegawai meninggalkannya. Da Jung setuju lalu bertanya pada Direktur Jo apa yang akan dilakukanya sekarang. Direktur Jo menarik nafas menurutny mereka harus coba mengatasi masalah ini apapun yang terjadi dan mengucapkan terimakasih karena sudah mempercayakan padanya. 


Direktur Jo datang ke ruangan Ji Sang lalu memberikan cek 1,5 milyar Won, Ji Sang menanyakan sisanya. Direktur Jo balik bertanya Berapa waktu yang akan diberikan. Ji Sang mengatakan akan memberi waktu seminggu. Direktur Jo nampak terkejut tapi memutuskan setuju akan mengembalikan sisa uangnya dalam seminggu lalu keluar ruangan. Ji Sang menatap cek pembayaran Direktur Jo dalam-dalam. 

Jung Gi pergi menemui Direktur Sung untuk meminta bantuan pinjaman uang, tapi Direktur Sung langsung menolaknya karena tak punya. Jung Gi terus memohon untuk Sekali ini saja dan akan mengembalikannya secepat mungkin. Direktur Sung kesal karena tak mungkin uang bisa jatuh dari langit secepat itu.
Lalu pindah ke tempat Direktur Cha meminta pinjaman juga, Direktur Cha mengaku tak memiliki uang, Jung Gi berusaha mengingatkan Direktur Cha sudah berteman lama dengan Direktur Jo jadi memohon untuk membantunya.
Direktur Jo pergi ke tempat temanya untuk meminjam bantuan, walaupun belum tahu hasilnya. Jung Gi pergi ke tempat Direktur Kim dengan mengejarnya sebelum masuk mobil untuk mendapatkan bantuan, bahkan sampai berlutut tapi Direktur Kim tak bisa memberikan dan meminta agar Jung Gi tak membuatnya merasa tertekan. 

Da Jung gelisah diruanganya akhirnya bertanya pada Young Mi apakah belum ada kabar dari Jung Gi. Young Mi memberitahu Jung Gi sama sekali belum menghubunginya. Jung Gi pulang dengan wajah lemas, Da Jung langsung menanyakan hasilnya.
Karena jumlahnya sangat banyak, tidak ada yang mau meminjami kita uang sebanyak itu. Aku pikir, kita harus menunggu sedikit lebih lama.” Kata Jung Gi, Da Jung bisa mengerti lalu menyuruh Jung Gi untuk pulang saja.
“Ya.. Baiklah.. Mmmm..Tidak, kau pulanglah terlebih dahulu, aku masih ada pekerjaan yang harus diurus.” Kata Jung Gi gugup karena harus menghindari Da Jung untuk pulang bersama. Da Jung pun pulang lebih dulu.
Pekerjaan macam apa yang harus kau urus? Pulanglah! Kami semua juga sudah mau pulang.” Ucap Young Mi
Aku memang ada pekerjaan, Situasi semua orang bisa saja berbeda-beda, kau tahu itu!” kata Jung Gi lalu duduk dimeja dengan wajah gugup, Di lantai atas Da Jung melihat Jung Gi dari atas seperti sudah tahu tetangganya itu sengaja menghindarinya untuk pulang bersama.

Mi Ri akan pulang melihat Bong Gi sudah menunggu didepan kantor, Bong Gi sempat menyapa tapi Mi Ri langsung berlalu begitu saja, Bong Gi pun menghalangi jalanya agar bisa berbicara dengan Mi Ri, tapi Mi Ri bisa mengecoh Bong Gi dan akhirnya berjalan lebih dulu. Bong Gi tak mau menyerah berjalan dibelakang Mi Ri meminta waktu sebentar.
Bisakah kau berhenti berpura-pura mengenalku?” kata Mi Ri
Aku berencana ingin mengatakannya saat aku menerima gaji keduaku tapi aku tak bisa menahannya lagi... Mi Ri.... Tolong jangan marah lagi dan kali ini mari kita mulai semuanya dari awal lagi.” Kata Bong Gi
Apa kau bilang?!!! Rasanya baru beberapa waktu lalu kau mampir ke kantor dan menghiraukanku!”ucap Mi Ri kesal
Kau tahu kan, aku datang kemari pastinya untuk menemuimu! Dan itu juga alasanku bekerja di tempatku sekarang ini!! Karena aku merasa mungkin bisa bertemu denganmu.” Jelas Bong Gi, Mi Ri berhenti berjalan dan langsung membalikan badanya
Lalu? Lalu apa kalau kita memulainya dari awal? Apa kau pikir kau akan bisa menikahiku?” tanya Mi Ri menantang
Menikahimu? Kalau kau mau, aku akan menikahimu sekarang juga.” Kata Bong Gi tak takut.
Mi Ri bertanya uang siapa yang digunakan karena Beberapa saat lalu saja Bong Gi masih menganggur. Bong Gi merasa mereka  bisa hidup bahagia meskipun tanpa uang karna ia ahli dalam hal itu. Mi Ri pikir Bong Gi tak tahu berapa banyak biaya yang harus mereka tanggung kalau memiliki anak, bahkan ia  tak memiliki anggota seorang keluarga lain yang akan bisa menjaga anaknya nanti. Bong Gi pikir mereka memiliki ayahnya.
Kau selalu saja seperti itu! Apa menurutmu hidup ini lelucon? Aku ini masih pegawai sementara Dan perusahaan kami bisa jatuh kapan saja. Tapi kau.... Entah berapa banyak gaji yang kau hasilkan, tapi apakah orang di situasi seperti kita ini bisa berkencan dan menikah?” keluh Mi Ri
Sebenarnya apa yang akan kita lakukan kalau aku memiliki pemikiran yang sama seperti dirimu? Kalau ada yang emang kau inginkan, kau harus berusaha untuk menghadapinya! Kalau kau terus saja menyerah terhadap hal yang kau inginkan, apakah kau akan baik-baik saja kalau akhirnya kau pun akan menyerah terhadap hidupmu?” jelas Bong Gi, Mi Ri pun tertunduk diam.
Mi Ri.... Aku menyukaimu. Aku ingin berkencan dan juga menikah denganmu. Tapi kau bahkan tak ingin memberikan kesempatan buat kita  hanya karena kita berdua tidak memiliki uang? Kau bahkan tak ingin bermimpi ‘kan?” ucap Bong Gi menyadarkan Mi Ri
Mi Ri merasa Mengatakan memang lebih mudah dari menjalani, jadi menurutnya lebih baik menerima kenyataan yang ada lalu berjalan pergi. Bong Gi kembali mengejarnya berpikir Mi Ri itu sedang berusaha melarikan diri, Mi Ri terus berjalan. Akhirnya Bong Gi menarik tanganya meminta jawabnanya.
Kau mau berkencan denganku atau tidak? Tak perlu memikirkan mengenai hal lain. Apa kau menyukaiku atau tidak? Cukup beritau padaku mengenai hal itu.”kata Bong Gi, keduanya saling menatap. Mata Mi Ri memerah menatap Bong Gi
Aku...masih belum tahu jawabanya” jawab Mi Ri lalu berjalan pergi, Bong Gi pun tak lagi mengejar Mi Ri dan membiarkan pergi. 

Jung Gi makan nasi tanpa gairah, pikiran melayang ketika Da Jung bertanya Apakah  ia  menyukai Da Jung sebagai seorang wanita, Jung Gi rasa harus mengatakan tidak. Da Jung kembali bertanya apakah Jung Gi  sama sekali tak menyukainya.
Sementara Tuan Nam sedang asik ditelp dengan Nenek Ji Ho menceritakan anaknya sangat suka makanan buatanya,  bahkan langsung menghabiskannya dan mengucapkan terimakasih banyak. Bong Gi melirik kesal karena ayahnya sedang bahagia sementara ia sedang galau. Tuan Nam pun menutup telp melihat semua anaknya terlihat murung. Woo Joo menghela nafas pertama kali, Tuan Nam bertanya apa yang dipikikan cucunya. Woo Joo bertanya apa maksud dari "flash sale"

Flash Back
Woo Joo baru pulang sekolah melihat dua orang keluar dari rumah Da Jung, si pria menanyakan pendapat pada si wanita setelah melihat tempat yang bagus dan bersih, Si wanita menduga  pemiliknya adalah seorang wanita yang tinggal sendirian, dengan melihat Interiornya juga bagus jadi meminta diskon, Tapi si pria pikir karena flash sale, jadi tidak bisa.
Tuan Nam pikir Ketua Ok tetangga mereka mau pindah. Woo Joo pun sudah menduga artinya seperti itu. Bong Gi heran padahal Da Jung baru saja pindah kenapa harus pindah lagi, dan berpikir terjadi sesuatu. Jung Gi hanya diam saja, mengingat Da Jung memberikan 500juta Won untuk membayar uang pada Ji Sang.
Tiba-tiba Woo Joo dan Jung Gi menjatuhkan sumpitnya lalu berjalan ke dalam kamar dengan tertunduk lemas. Bong Gi dan Tuan Nam binggung ada apa dengan ayah dan anak. Jung Gi dan Woo Joo duduk diatas tempat tidur dan saling menghela nafas. 

Da Jung, Jung Gi dan Woo Joo menunggu lift bersama-sama. Woo Joo berbicara pada Da Jung agar tak pindah rumah. Da Jung mengatakan butuh uang jadi harus menjual apartementnya. Woo Joo bertanya dimana Da Jung akan tinggal sekarang, Da Jung juga belum tahu.
Lalu... tidak bisakah kau tinggal dengan kami saja?” kata Woo Joo, Jung Gi dan Da Jung melotot kaget mendengarnya.
Jung Gi langsung memalingkan wajah anaknya agar tak asal bicara, Woo Joo kembali bertanya apakah Da Jung tak bisa tinggal dengan mereka. Da Jun menjawab Kalau nilai ujian Woo Joo dapat nilai 100, maka akan melakukannya lalu masuk ke dalam lift. Woo Joo dengan wajah sedih mengartikan kalau itu artinya tak bisa. 

Jung Gi berbicara berbisik di telp menanyakan tempat itu sudah terjual. Pihak apartemet mengatakan akan segera manandatangani berkas-berkasnya dan berpikir Jung Gi sedang tertarik untuk membeli property, Jung Gi mengatakan tidak lalu menutup telpnya, lalu di kagetkan dengan Young Mi sudah ada didepanya.
Hey, aku akan pergi keluar sebentar!” kata Jung Gi terburu-buru
“Apa Hari ini kau mau memohon-mohon untuk uang juga?” tanya Young Mi
Aku harus melakukan apapun yang aku bisa.” Jawab Jung Gi buru-buru memakai jaketnya.  Young Mi mengatakan mereka semua akan mengurusi semua pekerjaan kantor. Jadilah memintanya agar tetap kuat, Mi Ri dan Hyun Woo memberikan semangat agar bisa berhati-hati dijalan.
Kalau aku bisa menyelesaikan masalah uang itu, dia tidak perlu pindah rumah.” Ucap Jung Gi menuruni tangga kantor berbicar sendiri.
Jung Gi lalu berpikir sejenak kalau ia melakukan semua ini karena Kepala Ok bisa saja pindah dari depan rumahnya, tapi mencoba meluruskan pikiran kalau melakukan ini untuk menyelamatkan perusahaan  Tapi akan lebih baik kalau Da Jung tidak jadi pindah juga. Lalu ia menyakinan kalau semua ini untuk Woo Joo karena anaknya pasti merasa sedih atas kepindahan Da Jung.
Apakah ini benar-benar karena Woo Joo? Ah.. Kenapa aku merasa bingung? Kenapa aku harus mengkhawatirkan hal ini saat perusahaan sedang dalam masalah?” keluh Jung Gi berbicara sendiri. 

Jung Gi mendatangi seorang pria meminta pinjaman, pria mengatakan mendiskusikannya terlebih dahulu dan menghubungi Jung Gi segera. Jung Gi mengingatakan tentang perkataan seseorang kalau usaha kecil perlu berkembang agar negara juga ikut berkembang.
Masa depan perusahaan kami, dan masa depan negara ini sekarang ada di tangan Anda !” tegas Jung Gi, pria itu menegaskan masih belum bisa mengambil keputusan.
Saya bukannya bicara berlebihan! Kamilah perusahaan yang mampu membentuk masa depan Korea! Tolong bantu kami sekali ini saja!” kata Jung Gi memohon, Si pria pun melepaskan tanganya dan bisa mengerti lalu pamit pergi.
Di depan ruang rapat, Shi Hwan melihat Jung Gi yang memohon pinjaman. Pria yang berdiri disamping Shi Hwan bertanya apakah mengenalnya. Shi Hwan yakin Jung Gi itu yang berkerja di Lovely jadi meminta agar mencari tahu informasinya. 

Da Jung menandatangani berkas Kesepakatan Pemindahan Saham, Direktur Jo mengucapkan terimakasih dan mengajak agar bersama-sama menyeelamatkan Lovely, karena Da Jung seorang pemegang saham sekaran jadia akan memperlakuakannya dengan penuh penghormatan.
Saya hanya melakukan ini agar bisa bekerja lebih keras lagi. Jadi tolong tak perlu mengatakan hal semacam itu terhadapku” tegas Da Jung,
Bagaimanapun kau adalah penyelamat hidupku.” Ucap Direktur Jo. Da Jung juga merasakan hal yang sama. Direktur Jo nampak binggung, Da Jung tak membahasnya memilih untuk pamit pergi.

Tiba-tiba tiga direktur datang ke Lovely, Direktur Jo bingung ketiganya datang ke tempatnya. Direktur Cha tahu Direktur Jo membutuhkan uang. Direktur Jo tak percaya mereka membawakan uang untuknya. Direktur Sung mengatakan sudah mengumpulkan 1 milyar won bersama-sama. Direktur Jo mengucapkan terimakasih dengan mata berkaca-kaca, lalu menanyakan alasan mereka bertiga tiba-tiba berubah pikiran.
Kau benar-benar memiliki seorang bawahan yang hebat. Dia memohon-mohon kepada kami siang malam agar kami menyelamatkanmu! Dia sangat menakjubkan. Jadi kami tergerak untuk mengumpulkan uang bersama-sama.” Cerita Direktur Kim, Direktur Jo binggun siapa yang dimaksud.
Kepala Nam, siapa lagi memangnya yang kami maksud?” kata Direktur Sung
Kami tak memberikan uang ini untukmu tapi Kami memberikan ini kepada Kepala Nam! Jadi pastikanlah perusahaanmu tidak akan diambil orang dan cepat bayarlah hutangmu ini! Mengerti?” tegas Direktur Kim, Direktur Jo sudah pasti akan langsung membayarnya. 


Da Jung keluar ruangan dengan wajah tersenyum, Ji Sang baru masuk kantor bertanya apakah mereka sudah mengumpulkan uang berjalan dengan baik. Da Jung dengan melipat tangan didada, menyarankan agar Ji Sang berkemas-kemas sekarang ini.
Kenapa kau terus sama bersama denga orang-orang semacam itu di tempat semacam ini Dan membuat dirimu dalam kesulitan?” sindir Ji Sang
Jangan berani mengatakan hal seperti itu tentang mereka. Yang kaubicarakan itu adalah perusahaan dan pegawai yang sangat aku sayangi” tegas Da Jung
Apakah kau masih saja menyesal tentang apa yang terjadi terakhir kali? Itukah alasanmu membiarkan dirimu jatuh ke posisimu yang sekarang? Apa kau pikir dengan melakukan semua ini akan mengurangi penyesalanmu?” kata Ji Sang
Aku tak pernah sakalipun berpikiran kalau posisiku menurun.”balas Da Jung
Ji Sang merasa Da Jung merasa posisinya sudah tinggi, Da Jung mengatakan tidak karena sekarang dirinya itu adalah Ok Da Jung yang sebenarnya, lalu bertanya balik apakah Ji Sang berpikiran bahwa posisinya sudah sangat tinggi. Ji Sang mengatakan Yang memiliki paling banyak uang adalah yang paling banyak memiliki kekuasaan menurutanya itu sudah sanat jelas
Jangan membodohi dirimu sendiri Kau tidak memiliki banyak kekuatan seperti yang kau pikirkan. Kau hanyalah manusia malang yang tidak sadar bahwa kau telah menjadi budaknya uang.”kata Da Jung lalu menuruni tangga, Ji Sang menatapnya.  
Aku kira, itu mungkin saja benar.” Ucap Ji Sang dengan tatapan liciknya. 

Manager Kang memberitahu mereka mendapatkan lagi 1.5 milyar won sebagai deposito langsung, lalu bertanya apakah Ji Sang  benar-benar akan melepaskan mereka setelah mendapatkan semua uangnya kembali.
Apakah masih ada alasan bagiku untuk tetap disini?” kata Ji Sang sambil meminum kopinya.
Tapi Anda masih belum mendapatkan uang sebanyak yang Anda inginkan. Apa kita harus membuat rencana lain?” ucap Manager Kang
Semua yang kau pikirkan juga hanyalah cara mendapatkan uang yah?” komentar Ji Sang, Manager Kang merasa semua dipelajari dari bosnya, wajah Ji Sang tiba-tiba berubah.
Teringat kembali ucapan Da Jung sebelumnya, “Semua yang bisa kau andalkan hanyalah uang, Kau hanyalah manusia malang yang tidak sadar bahwa kau telah menjadi budaknya uang. Manager Kang menyadarkan Ji Sang yang melamun bertanya apakah ada yang menganggunya. Ji Sang hanya diam saja. 

Jung Gi kembali ke kantor dengan wajah lemas bertanya apa terjadi sesuatu terjadi. Semua langsung berlari ke tempat Jung Gi berdiri. Mi Ri memberitahu mereka mendapatkan 1.5 milyar won lagi. Jung Gi kaget bertanya dari siapa uang itu.
Aku dengar kau memohon-mohon pada teman-temannya Direktur Jo!” ucap Young Mi, Jung Gi tak percaya mereka semua datang ke lovely.
Ya! Ketiga-tiganya!!! Dan mereka mengumpulkan uang mereka bersama-sama dan memberi kita 1 milyar won!” jelas Hyun Woo dengan senyum,a
Lalu yang 500 juta won dapat dari mana?” tanya Jung Gi, Young Mi memberitahu Da Jung yang memberikan pada Direktur.
Apa? Jadi dia menjual apartemennya... Maksudku...  dia memberi beliau 500 juta?” jerit Jung Gi dengan senyuman terpaksa.
Hyun Woo menyimpulkan mereka hanya membutuhkan 2 milyar won lagi, Mi Ri merasa sangat gugup karena waktunya tinggal sebentar lagi takut tidak terkumpul. Sementara Jung Gi memiringkan kepalanya melihat ke ruangan Da Jung dengan wajah sedih.
Jadi dia menjual apartemennya? Dan dia akan pindah? Kalau begitu apa yang harus aku lakukan? jerit Jung Gi dalam hati 

Da Jung mengembalikan berkas yang sudah disetujuinya, Jung Gi ingin keluar tapi kembali berbalik untuk memastikan dengan menanyakan apakah rumah Da Jung sudah laku. Da Jung mengangguk. Jung Gi bertanya kapan Da Jung akan pindah. Da Jung merasa Jung Gi ingin dirinya segera pindah rumah. Jung Gi merasa tak seperti itu.
Aku yakin pasti kurang menyenangkan melihat atasanmu yang jahat setiap paginya.” Kata Da Jun
Apa maksudmu ? Tidak, tidak sama sekali!” kata Jung Gi dengan suara lantang
Kalau begitu, apa kau kecewa karena aku akan pindah?” ucap Da Jung, Jung Gi menjawab tentu saja tidak dengan wajah tertunduk.
Da Jung menebak kalau Jung Gi merasa lega, Jung Gi pikir bukan seperti itu maksudnya, Da Jung bertanya-tanya sebenarnya mana yang benar, Jung Gi merasa kecewa atau lega. Jung Gi kebinggungan menjawabnya, seperti orang gila memutar-mutar kepalanya.
Sejujurnya, aku sendiri tak begitu yakin. Kecewakah aku ataukah legakah aku? Apa yang sedang aku rasakan ini?jerit Jung Gi dalam hati yang membuat wajahnya memerah. 

Akhirnya Jung Gi keluar ruangan dan langsung duduk dimejanya, semua langsung melihat Jung Gi nampak aneh. Young Mi bertanya Kenapa wajah Jung Gi sangat merah. Jung Gi binggung mengangkat wajahnya, Mi Ri melihat dengan jelas kalau wajah Jung Gi sangat merah.
Tidak!!! Apa yang sedang kalian bicarakan?”teriak Jung Gi lalu berlari ke pantry, Young Mi dkk bertanya-tanya ada apa sebenarnya dengan Jung Gi.
Jung Gi akhirnya bisa menghilangkan wajah yang memerah dengan minum air putih. Lalu menyadarkan dirinya agar bisa Jernihkan pikirannya karena Sekarang bukan saatnya bertingkah semacam itu, lalu menelp Direktur Jo untuk bertanya apa yang harus dilakukan untuk 2 milyar won yang tersisa.
Direktur Jo pikir mau dimana lagi mereka harus meminjam di bank, lalu bertanya apakah Jung Gi mendapatkan kabar dari perusahaan lainnya, Jung Gi mengatakan belum ada, Direktur Jo pikir sekarang merkaka hanya harus terus berusaha dan tak perlu merasa cemas. 

Jung Gi akan keluar dari pantry dan dikagetkan dengan Young Mi tiba-tiba masuk ke dalam pantry. Young Mi melihat Jung Gi yang menatap jendela lalu menebak temanya itu menyukai Da Jung, pipi Jung Gi langsung bersemu merah.
Jangan mengatakan hal bodoh semacam, "Aku hanya menyukainya sebagai atasan saja" Dan jujur saja denganku. Kau suka dia, kan?” ucap Young Mi semakin mendekas, pipi Jung Gi semakin memerah.
Kau tak mau mengatakan apapun? Tapi kau benar-benar menyukainya sih. Katakan saja! Ayolah!” ucap Young Mi, wajah Jung Gi makin merah sampai mengeluarkan asap dari telinganya. 

Direktur Jo menatap kantor Lovely dengan tatapan sedih lalu masuk ke dalam kantor melihat Jung Gi yang masih berkerja sampai larut malam. Matanya sempat berkaca-kaca lalu berjalan mendekati Jung Gi, lalu bertanya apa yang sedang dilakukanya.
“Aku sedang memikirkan produk baru yang akan kita luncurkan. Aku merasa gugup mengenai apakah kita akan mendapatkan uang atau tidak jadi aku harus terus menyibukkan diriku. Selain itu aku bertanya-tanya apakah pihak bank akan menghubungi kita atau tidak.” Kata Jung Gi,
Aku rasa itu akan sulit, Faktanya  bahwa tidak ada siapapun yang menghubungi kita mungkin berarti kalau kita sudah tamat. Maaf, Jung Gi, tak ada yang bisa dilalukan lagi, Aku rasa inilah akhirnya bagi kita.” Ucap Direktur Jo merasa bersalah.
Jung Gi pikir tak masalah karena sudah merasa bahagia, karena mereka sudah sama-sama berupaya hingga akhir. Direktur Jo sempat mengumpat melihat sikap bawahnya, Jung Gi bertanya apakah Direktur Jo sudah makan,  Direktur Jo menjawab belum. Jung Gi mengingatkan mereka melakukan semua ini untuk makan dan menghasilkan sedikit uang, jadi setidaknya Direktur Jo harus makan lalu mengajak Direktur Jo untuk pergi makan.  Ponsel Direktur Jo bergetar, wajah keduanya terlihat tegang karena yang menelp adalah Ji Sang.
bersambung ke part 2 
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Apakah Anda mencari pinjaman bisnis? pinjaman pribadi, pinjaman rumah, kredit mobil, pinjaman mahasiswa, pinjaman konsolidasi utang, pinjaman tanpa jaminan, modal ventura, dll .. Atau anda telah menolak pinjaman oleh bank atau lembaga keuangan untuk alasan apapun. Kami adalah pemberi pinjaman swasta, pinjaman untuk bisnis dan individu dalam tingkat bunga rendah dan terjangkau suku bunga 2%. jika Tertarik? Hubungi kami hari ini di (danieljohnhome@gmail.com) dan mendapatkan pinjaman Anda hari ini

    Salam,
    Tim investasi Daniel john

    BalasHapus