Kamis, 05 Mei 2016

Sinopsis Entertainers Episode 5 Part 1

Suk Ho berteriak menanyakan alasan Jinu datang ke restoran sambil memukul mantan anak asuhnya. Jinu hanya diam tertunduk sedih lalu melirik pada Joo Han, dengan mata liciknya Joo Han mengajak Jinu untuk duduk lebih dulu. Jinu menatap sinis pada direkturnya.
Suk Ho Hyungnim terus menggangguku karena dia mau menemuimu.” Ucap Joo Han,
Jinu memilih untuk pergi meninggalkan ruangan, Suk Ho berteriak memanggil Jinu dengan mata berkaca-kaca. Jinu tetap pergi, Suk Ho pun berteriak histeris memanggilnya dan akhirnya jatuh lemas mengetahui kenyataan ternyata Jinu yang membuat Ha Nul mendapatkan tuduhan palsu.
Sudah kubilang 'kan sebelumnya, kau takkan bisa menanganinya.” Ucap Joo Han mengejek
Apa yang telah kau lakukan pada Jinu? Jinu tidak akan pernah melakukan hal seperti itu.” Kata Suk Ho yakin
“Apa Kau yakin? Yah memang Kau benar. Dia bukan tipe anak seperti itu. Tapi apakah kau tahu bahwa Jinu minum pil supaya dia tidak demam panggung?” ucap Joo Han, Suk Ho yakin itu hanya omong kosong belaka.
Sudah sekitar setahun dia minum pil. Bagaimana pun juga, Jinu anak yang baik. Dia tidak ingin mengkhawatirmu, jadi dia menyuruhku untuk tidak memberitahumu Karena saat itu kau sedang sibuk.” Kata Joo Han sedikit mencondongkan tubuhnya, Suk Ho hanya bisa diam
Akulah orang yang... membawa Jinu ke dokter.Ketika kau sibuk berusaha membuka agensi baru..., akulah orang yang membawanya ke dokter!” teriak Joo Han sambil berdiri dari tempat duduknya.
Jadi... Kenapa dia mau melakukan sesuatu...Kenapa dia pergi ke Busan dan melakukan... Kenapa di Busan?” tanya Suk Ho tak percaya
Karena Lee Ji Young! Banyak masalah yang terjadi dengan Jinu. Kau juga 'kan sudah tahu bahwa Gadis itu bukan gadis biasa. Dia tahu cara bernegosiasi dengan orang.” Cerita Joo Han 

Flash Back
Ketika kejadian Jinu yang terlihat tak sadakan diri dibawa oleh Jin Young pergi kesuatu tempat dan saat itu JiNu langsung berbaring diatas tubuh Jin Young
Jinu mabuk dan saat dia juga meminum obat depresi jadi dia tidak ingat apa pun setelah keluar dari klab.” Jelas Joo Han
“Jadi dia mengikuti Lee Ji Young. ke tempat remang-remang lalu dia tergerak oleh suasana sehingga dia melakukannya? Jinu melakukannya? Jinu-ku yang polos...” kata Suk Ho bisa melanjutkan cerita sambil menangis.
Itulah yang dikatakan Ji Young. Namun sialnya, Ha Nul...muncul pada saat itu.” Cerita Joo Han. Suk Ho bertanya siapa orang yan memukul Ha Nul dari belakang menduga itu Joo Han.
Joo Han duduk dimeja tertawa menyangkal bukan dirinya,  sebelumnya sudah memberitahu ketika sampai diloksi, Ha Nul sudah pingsan setelah dipukul, dengan nada sedikit tinggi merasa Suk Ho tak pernah tahu apa yang dialaminya setelah hari itu. Suk Ho seperti membayangkan ketika kejadian terjadi Suk Ho yang datang setelah Ha Nul dipukul dan Jinu tak sadarkan diri karena mabuk.

Kau seharusnya tidak marah padaku tapi kau harusnya berterima kasih padaku. Jinu ternyata bertindak seperti ini..., tetapi bukankah kau masih menyayanginya? Aku diancam oleh gadis itu untuk melindungi Jinu dan aku banyak dihina karena menempatkan gadis itu di Twinkle.” Cerita Joo Han yang mengaku menderita. Suk Ho hanya diam saja dengan mata makin memerah
“Ya... kurasa Ha Nul yang harus jadi tumbalnya.” Akui Joo Han lalu berjongkok di depan Suk Ho.
Hyungnim.... Pikirkanlah. Jika kau mau menyelamatkan Jinu, maka Ha Nul akan menghalangimu... tapi jika kau berusaha membersihkan nama Ha Nul, maka Jinu-lah yang akan hancur. Jujur saja... Apa kau pikir aku ingin menghancurkan kesempatanmu karena kau mulai dari awal lagi? Ketika aku dengar bahwa kau memulai sebuah band dengan Ha Nul..., Aku langsung keringat dingin. Ini alasannya kenapa aku tidak ingin mengatakan yang sebenarnya. Tapi kau sudah tahu duluan.” Cerita Joo Han, wajah Suk Ho seperti basah dengan air mata


Suk Ho berjalan masuk ke dalam ruangan Direktur Ktop, seketaris Joon Suk panik melihat Suk Ho langsung masuk saja.. Joon Suk menatap Suk Ho berdiri didepanya lalu menyuruh sekertarisnya keluar saja dan mengajak Suk Ho untuk duduk bersama.
Kau tidak terlihat sehat. Aku banyak mendengar kabar tentangmu. Kau banyak berjuang akhir-akhir ini.” komentar Joon Suk
Jangan khawatir aku, Kau tahu tentang Jinu, kan?” kata Suk Ho, Joon Suk menanyakan alasan Suk Ho datang ke ruanganya
Jika kau tahu, kenapa kau menanganinya dengan cara yang salah?” teriak Suk Ho marah, Joon Suk meminta agar Suk Ho memelankan suaranya.
Aku tidak perlu memberikan jawaban dan Aku tidak tahu kenapa kau datang kemari.”kata Joon Suk, Suk Ho memberitahu kalau ia datang Karena Jinu
Tepat sekali. Dia kepunyaan agensiku. Kau sudah mengundurkan diri, jadi ini bukan urusanmu.” Tegas Joon Suk
Aku datang kesini bukan sebagai direktur yang sudah mengundurkan diri. Aku sangat menyayangi Jinu.” Balas Suk Ho

Joon Suk meminta Suk Ho tak bersikap seperti itu karena dirinya yang akan khawatir tentang orang-orangnya sambil menyindir Suk Ho yang  seharusnya sibuk mengurus orang-orangnya dan bukan kapastitasnya melakukan hal itu.
Anak yang terkena tuduhan palsu itulah kepunyaan agensimu, bukankah begitu? Astaga, kenapa juga kau mau mencari anak seperti itu?” ejek Joon Suk, Suk Ho berteriak marah dengan atasanya
Kau pasti punya ikatan yang kuat dengan Jinu. Tapi Kau malah mengambil anak yang terkena tuduhan palsu bukannya Jinu.” Kata Joon Suk
Jinu.... Tolong bantu dia untuk mengakui kesalahannya. Itu akan menghancurkan semua orang. Terutama Jinu sendiri dan Ha Nul” pinta Suk Ho 
“Dan Kau juga.... Kau juga takkan bisa tidur karena masalah ini. Jika kau ingin memihak Jinu, maka Ha Nul akan hidup sebagai mantan narapidana. Tapi jika kau memihak Ha Nul, Jinu-lah yang akan hancur. Itu bahkan bukan masalah terbesar. Dia mungkin melakukan sesuatu yang lebih buruk lagi karena depresinya. Memikirkannya saja membuatku takut.” Ungkap Joon Suk
Ini sudah terjadi. Kita harus memperbaiki masalah ini sebelum semakin parah. Jinu..... Tolong yakinkan dia. Kehidupan orang yang tidak bersalah yang dipertaruhkan di sini.” Tegas Suk Ho

Joon Suk heran kenapa Suk Ho  mau terlibat dengan orang yang bukan siapa-siapa untuknya padahal seharusnya  meninggalkan anak itu dan tidak usah mempedulikannya. Suk Ho tak terima Joon Suk mengangap Ha Nul itu "bukan siapa-siapa" berarti selama ini atasanya itu bisa melakukan apa pun sesuka hatinya dalam hidupnya.
Baiklah, kalau begitu. Kau bisa membantu mantan napi itu untuk menjadi seseorang yang berguna. Berusahalah semaumu, tapi Ha Nul tidak akan berguna selama dia tetap berada di sisimu.” Ucap Joon Suk, Suk Ho marah bertanya apa sebenarnya yang ingin dikatakan Joon Suk
Kau sudah tidak bisa apa-apa lagi, bahkan Kau akan sengsara apa pun yang kau lakukan. Kau akan gagal dengan Jo Ha Nul dan Kalian berdua akan sengsara. Sekarang Tidak usah khawatirkan Jinu. Aku akan... mengurus Jinu di KTOP. Kau mengerti?” tegas Joon Suk, Suk Ho pun berjalan mundur dan keluar dari ruangan. 

Ha Nul melihat kotak permen caramel dengan wajah tersenyum.
Flash Back
Ha Nul memberikan sesuatu pada Suk Ho, lalu Suk Ho bertanya apa yang ada ditanganya. Ha Nul memberitahu kalau itu permen yang biasa dimakan dengan kakaknya dan sekaran ingin memberikannya padanya. Suk Ho menolak karena tak menyukainya, Ha Nul mengatkan kalau Makanan yang manis akan membuat suasana hatinya membaik.
Aku tidak sedih. Kenapa juga aku mau memakannya?” ucap Suk Ho kesal
Ayolah... Wajahmu berubah jadi jelek karena kau sedang marah.” Ejek Ha Nul, Suk Ho tersenyum mendengarnya.
Ha Nul tersenyum mengingat kenangannya dengan Suk Ho lalu melihat ponselnya belum ada telp, berpikir direktunya itu sedang sok jual mahal padanya karena belum menghubunginya. 

Suk Ho berjalan terhuyung-huyung lalu bersandar di halte bus, terlihat gambar Jinu yan menjadi model iklan. Jinu masuk ruangan Joo Han dengan wajah marah, Joo Han menyuruh Jinu untuk duduk dan tak perlu terlihat terlalu tegang.
Kenapa kau memberitahu Suk Ho Hyung? Kenapa?” jerit Jinu histeris
“Aigoo... Aku ini bermaksud baik. Tapi kenapa aku yang dimarahi oleh kalian berdua?” keluh Joo Han lalu berdiri
Suk Ho menggangguku terus karena dia ingin membuktikan Ha Nul tidak bersalah. Apa kau punya solusi yang lebih baik? Dia juga akan... menemukan bahwa kau lah pelaku yang sebenarnya. Jinu.... Masalah ini semua akan reda sendiri. Shin Suk Ho...takkan pernah bias membawa kasus ini lebih lanjut.” Kata Joo Han yakin
Ponsel Jinu bergetar, Joo Han seperti sudah tahu siapa yang menelpnya dan meminta agar Jinu tak mengangkatnya. Tapi Jinu tak peduli memilih untuk mengangkat telpnya. 


Disebuah lorong jalan yang sepi, Jinu dan Suk Ho bertemu didalam mobil. Suk Ho menyuruh Jinu untuk menyerahkan diri ke polisi, kalau tidak maka KTOP akan mengendalikannya selamanya dan mengakui semua kesalahanya. Jinu menolak karena merasa tak bisa
Ini bukan untuk Ha Nul saja, Kau akan lebih menderita nantinya. Pada akhirnya, kau akan terluka. Jadi serahkan dirimu dan mengakulah.” Kata Suk Ho

Apa kau menyuruhku supaya aku mati? Semua orang tahu dengan wajahku. Aku akan bersembunyi kemana? Hah? Kemana aku akan bersembunyi?” jerit Jinu marah dengan menatap wajah Suk Ho lebih dekat
Bahkan jika kau mencoba bersembunyi...,maka kau tetap akan terluka. Kau harus mengakui kesalahanmu.” tegas Suk Ho dengan wajah serius
Mungkin suatu hari nanti...,tapi tidak sekarang. Aku tidak akan melakukannya. Aku takut....Aku sangat membenci diriku sendiri!” jerit Jinu frustasi memukul stir mobilnya.
Aku tidak menyadari apa yang telah kaulewati. Aku tidak tahu apa pun kenapa kau sakit padahal aku ini dulu manajermu.” Kata Suk Ho sedih melihat anak asuhnya.
Jangan kasihani aku dan Jangan pura-pura baik. Kau bukan seperti yang dulu” Teriak Jinu. Suk Ho menatap Jinu berpesan agar tidak merasa bersalah pada dirinya tapi menurutnya Jinu sudah melakukan hal yang salah dan malah menuduh orang lain, lalu turun dari mobil. Jinu mengumpat kesal dengan keadaanya sambil menangis. 


Suk Ho ingin masuk ke kantornya tapi langkahnya terhenti ketika mendengar pembicaran anak-anaknya didalam ruangan. Ha Nul berpikir Kayle itu meminta datang untuk mentraktir jajangmyung saja dan mengeluh karena tidak ada babi asam manis?
Hei, anggap saja ini hadiah dari kita. Kami merayakan pesta untukmu karena kau keluar dari asrama itu.” Kata Kayle
Bukan asrama, tapi Pusat Penahanan Remaja.” Ucap Ha Nul
Chan Hee yang polos bertanya apa itu asmara yang dimaksud, Yun Soo bisa menjawab kalau Asrama itu seperti sebuah sekolah. Ha Nul ingin memukul Kayle karena bicara seenaknya didepan anak kecil. Kayle pun hanya bisa diam saja dan kembali makan. Suk Ho hanya diam mendengar pembicaraanya anak buahanya. Yun Soo berkomentar Kayle itu  baik sekali karena mengadakan pesta penyambutan. Kayle menyuruh Ha Nul bisa mendengarkanya kalau ia itu orang baik. Suk Ho bersandar didepan pintu seperti berat untuk masuk ke kantornya sendiri. 

Di sebuah taman bermain, Chan Hee asik bermain sementara Yun Soo dan Suk Ho duduk didekat tangga. Suk Ho meminta agar Yun Soo untuk tidak  di bar lagi dengan Chan Hee, Yun Soo pikir tak mungkin berkerja lagi disana karena harus berlatih untuk band dan dengan penuh semangat menceritakan sudah banyak berlatih bass.
Entertainer Band......sedang diambang kegagalan.” Akui Suk Ho, Yun Soo mulai panik berpikir kalau ada hal buruk yang telah dilakukanya.
Jangan terlalu dipikirkan kalau aku akan membubarkan band ini.Aku ingin memberitahu kalian semua saat kalian semua sedang berkumpul bersama. Tapi aku takut Kayle kumat lagi dan membuat Chan Hee takut. Jadi aku menghubungimu duluan.” Cerita Suk Ho lalu memberikan amplop berisi uang.

Uang ini akan bertahan selama beberapa bulan. Aku peringatkan lagi, jangan bekerja di bar dengan Chan Hee. Ada temanku punya akademi music dan Aku sudah bilang padanya untuk mempekerjakanmu sebagai instruktur bass. Kau bisa membawa Chan Hee di pusat penitipan anak lalu Kau harus bekerja di siang hari. Tidak baik bekerja shift malam.” Jelas Suk Ho masih penuh perhatian, Yun Soo menolak uang dari Suk Ho merasa tidak bisa menerimanya dan mengucapkan terimakasih atas perhatian Suk Ho padanya.
Ambillah.. Ini adalah kompensasi karena sudah memberikanmu harapan palsu. Dengan begitu aku bisa tidur nyenyak. Kau boleh mengembalikan uangnya nanti-nanti saja.” Kata Suk Ho, Chan Hee datang menghampiri ayahnya. Suk Ho pun menyapa Chan Hee dengan mengelus rambutnya.
Aku sendiri yang akan memberitahu yang lain, jadi jangan bilang-bilang pada mereka.” Pesan Suk Ho,
Yun Soo bertanya apa sebenarnya yang terjadi karena wajah Suk Ho terlihat pucat. Suk Ho mengaku Tidak ada yang terjadi, hanya saja sedan berpikir ternyata tidak mampu melakukannya karena dirinya itu semakin tua, lalu dengan senyuman berpesan pada Chan Hee agar  jadi anak yang baik setelah itu pamit pergi. 


Yun Soo memanggil Suk Ho mengambalikan amplop uang dengan air mata mengalir mengaku  sangat mudah menangis walaupun tidak sedih. Suk Ho menatapnya Yun Soo yang menangis.
Kau tidak memberiku harapan palsu. Berkatmu, aku bisa berhenti dari pekerjaan di bar. Selama ini aku selalu berkata "Aku akan berhenti besok. Aku akan berhenti setelah aku menyimpan uang untuk membayar tiga bulan sewa rumah. Aku akan berhenti setelah Chan Hee sekolah TK." Itulah yang kuyakinkan pada diriku sendiri saat bekerja di bar.” Cerita Yun Soo sambil menangis
Aku pikir itu satu-satunya cara untuk mempertahankan musik. Ini Sulit sekali, bahkan Sangat sulit hidup seperti itu. Lalu kau meraih tanganku dan menarikku keluar darisana. Aku tidak bisa melakukannya sendiri. Aku pasti akan bekerja di bar yang lain... sambil menggendong Chan Hee, Jadi....kau itu tidak memberiku harapan palsu. Aku bersyukur.” Ungkap Yun Soo dengan air mata terus mengalir,
Suk Ho menghapus air matanya yang mengalir di pipinya, Chan Hee ikut menangis bertanya kenapa ayahnya menangis. Suk Ho memegan kepala Yun Soo berpura-pura tak mengerti lalu dengan senyuman memberikan uangnya agar Yun Soo bisa menerimanya dan pamit pergi. Yun Soo menatap Suk Ho mengucapkan terimakasih. 

Kayle berteriak tak terima ingin tahu alasan Suk Ho bisa melakukan ini padanya, Suk Ho meminta agar Kayle mengendalikan emosinya, karena apabila sikapnya seperti itu di dunia hiburan maka akan ditendang keluar. Kayle menegaskan tak akan pergi, menurutnya tak ada alasan untuk meninggalkan band dan menjadi gitaris band lain.
Bekerjalah dengan mereka selama dua tahun karena gitaris mereka sedang wamil. Semua orang ingin sekali bergabung dengan band itu. Aku saja hampir tidak bisa mendapatkanmu karena kau sekolah di Juilliard. Itu band yang cukup terkenal, jadi tidak masalah.” Kata Suk Ho
Sudah kubilang..., aku tidak bisa bermain jika aku tidak punya chemistri dengan vokalis!” teriak Kayle
Kau cocok dengan mereka. Mereka bernyanyi dengan sangat bagus.” Ucap Suk Ho menyakinkan
“Sudah Lupakan saja. Jelaskan kenapa aku harus memahami situasi ini. Aku perlu tahu kenapa kau meninggalkan Ha Nul! Kau bilang padaku untuk meninggalkan band karena kau tidak akan meninggalkan dia!” jerit Kayle penasaran

Aku tidak punya uang untuk membuat album...Kau sudah tahu 'kan. Aku membuatmu naik bus karena tidak mampu membeli tiket kereta. Kau pikir itu Biar hemat? Jangan membuatku tertawa! Aku muak dengan kehidupan trainee ini,dengan memakan mie instan.” Ucap Suk Ho dengan nada tinggi
Aku menggunakan uang mereka untuk membuat albumnya Jackson dan ingin merilis album lama lalu menipu kalian, paham? Uang itu sudah habis sebelum aku mengumpulkan kalian semua. Aku tidak punya tabungan lagi dam tidak mau merawat kalian seperti di panti asuhan! Aku tidak bisa melakukan apa pun lagi untuk kalian! Album tidak mudah dihasilkan!” teriak Suk Ho marah, Kayle sempat tertunduk mendengarnya dengan mengepalkan tanganya penuh amarah.
Entah kau mau bergabung dengan band itu sebagai gitaris sementara, atau kerja paruh waktu. Lakukan apa maumu. Inilah yang bisa kulakukan untukmu. Aku juga perlu bertahan hidup!” ucap Suk Ho tak peduli lagi.
Kayle bertanya apakah selama ini meminta makan pada Suk Ho, yang diinginkanya itu membuat music tapi ternyata Suk Ho memperlakukannya seperti anak yatim piatu. Akhirnya Kayle keluar dari ruangan sambil menendang kursinya dengan kesal. Suk Ho hanya bisa menahan tangis sendirian dalam kantornya.


Kayle menghapus air matanya lalu menelp seseorang bertanya Apa pendapatnya tentang omong kosong ini. Ha Nul terdiam mendengar cerita Kayle kalau band akan dibubarkan lalu mencoba menelp Suk Ho yang menyimpanya dengan nama  [Caramel] tapi tak bisa dihubungi. Geu Rin datang membawa cemilan bertanya apakah itu kayle yang menelp.
Waktu itu...,saat aku menelepon Tn. Shin dan bilang aku akan bernyanyi lagi..., dia berkatanya akan bertemu dengan seseorang, 'kan? Kita sedang menunggu telepon dari Suk Ho Hyung, kau ingat 'kan? Dia bilang dia bertemu seseorang.” ucap Ha Nul
“Ah... Itu ketika dia...” kata Geu Rin langsung terdiam karena tak ingin membongkarnaya, Ha Nul mengatakan kalau hal ini penting jadi kalau Geu Rin mengetahuinya lebih baik katakan padanya.
Dia bilang dia bertemu Kim Joo Han dari KTOP. Memangnya kenapa?” ucap Geu Rin, Ha Nul menanyakan alasan apa yang dilakukan Joo Han.
Dialah orang yang menyembunyikan kalau Lee Ji Young ada di KTOP.” Akui Geu Rin, Ha Nul terlihat memikirkanya. 

Ha Nul duduk didepan meja belajarnya sambil menatap kotak pemberian dari Suk Ho dalam hatinya terus bergumam kalau mereka akan langsung menyerah begitu saja dan mencoba memikirkanya.
Apa yang membuat Suk Ho Hyung membubarkan band ini? gumam Ha Nul
Lalu mengingat saat hari kejadian denga melihat tanggal  11 September lalu mencari keyword Jackson pada tanggal 11 september. Sebuah artikel menuliskan judul [Jackson Berlibur ke Busan]. Ha Nul kembali memikirkan Ji Young lalu Jackson ada di Busan pada hari itu.
Sejak hari itu...,Ji Young bergabung dengan KTOP.” Ucap Ha Nul lalu akhirnya keluar kamar dengan cepat, Geu Rin bertanya kemana Ha Nul akan pergi dengan wajah khawatir. 

Pagi hari
Ha Nul sudah sampai di depan kantor Manggo tapi pintunya terkunci dan tak ada seorangpun didalam. Anak-anak sekolah baru saja pulang, dari arah berlawanan Suk Ho melihat Ha Nul yang duduk didepan kantornya, lalu sengaja berdiri diatasnya.
“Apa Kau tidak sekolah? Dasar malas....” ejek Suk Ho, Ha Nul berdiri menatap Suk Ho dengan tatapan dingin. 

Didalam ruangan, Suk Ho menawarkan minum dan bertanya apakah Ha Nul sudah sarapan dan berpikir Ha Nul itu sudah mengetahuinya. Ha Nul menyebut nama Jackson dengan sangat yakin dugaanya itu benar. Suk Ho mengalikan berpikir maksudnya itu Puncak tangga lagu atau Lagu baru Jackson.
Dia pelakunya... 11 September....Hari aku dijebak atas penyerangan seksual..., Jackson berada di Busan untuk sebuah acara.” Ucap Ha Nul, Suk Ho berpura-pura tak mengerti dengan membalikan badanya merasa heran kalau Ha Nul membahas hal itu.
“Dalam pikiranku selalu bertanya "Bagaimana Ji Young bisa ada di KTOP? Bagaimana orang yang selalu gagal di setiap audisi...bisa menjadi anggota Twinkle?" Ini Membuatku gila saja.. Kau bertemu dengan direktur KTOP... lalu tiba-tiba membubarkan Entertainer Band. Mungkin Shin Suk Ho yang dulu bisa melakukan itu..., tapi bukan Suk Ho yang sekarang ini. Kau tidak bisa melakukannya!” kata Ha Nul tak terima begitu saja,
Suk Ho berjalan mendekati Ha Nul lalu menarik bangkunya meminta Ha Nul untuk menghentikanya. Ha Nul bisa mengerti semua yang telah dilakukan  Suk Ho tak bisa menerima kalau sampai membubarkan band karena ia memiliki alasan

Aku harus jadi terkenal, Sangat terkenal supaya aku bisa mengekspos... siapa pelaku sesungguhnya dan membersihkan namaku. Itulah satu-satunya cara. Tapi..... apa kau mau melarikan diri?” ucap Ha Nul tak percaya Suk Ho bisa melakukanya.
Karena kau tidak bisa menjadi terkenal.” Kata Suk Ho dengan saling menatap sangat dalam.
“Kau bilang  Pelaku sesungguhnya? Inilah tembok yang tak bias Kau panjat. Jackson...  Apa Kau pikir akan menjadi setenar Jackson? Apa Kau akan menjadi sama kuat dengannya? Tidak...kau tidak bisa terkenal. Dan tidak bisa terkenal bersamaku.” Jelas Suk Ho
KTOP berinvestasi pada Jackson sampai mereka memungut Lee Ji Young. Tapi kalau aku bilang aku akan membuatmu jadi bintang..., apa yang akan KTOP lakukan? Mereka akan menghalangi jalanmu. Mereka akan menginjakmu supaya kau tidak akan pernah bangkit kembali. Semua karena apa? Karena kau anak-anaknya Shin Suk Ho.” Ucap Suk Ho pasrah, Ha Nul terus menatapnya.

Aku juga berharap kau akan menjadi seorang musisi yang lebih kuat dari Jackson. Aku berharap kau bisa melakukannya, membersihkan namamu dan melambung di atas awan. Tapi... kau tidak bisa terbang jika kau bersamaku. Aku tidak bisa memberikanmu sayap Bahkan jika kau berhasil..., maka akulah yang akan menjadi orang yang mematahkan sayapmu. Aku adalah  Shin Suk Ho.” Tegas Suk Ho mata berkaca-kaca, keduanya masih terus saling menatap.
Aku tidak mau tahu apa pun, dan tidak mengharapkan apa pun. Tapi impianku... Jangan kau abaikan impianku... Impianku adalah untuk menyimpan kakakku dalam hatiku dan menghasilkan musik yang belum sempat dia buat bersama Shin Suk Ho. Impianku adalah untuk bermusik denganmu. Jangan ambil impian itu dariku. Aku akan... berusaha untuk bertahan..., jadi kau juga harus begitu.” Kata Ha Nul dengan mata berkaca-kaca.
Suk Ho pun menatap dalam-dalam, Ha Nul memutuskan untuk datang kembali akhir pekan untuk latihan lau meninggalkan ruangan. Suk Ho merapikan bangku ruangan dan sempat menatap kearah jendela. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar