Rabu, 25 Mei 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 8 Part 2

Ibu Hae Young menerima telp dari seorang wanita yang bertanya memastikan lebih dulu apakah benar ini rumah Oh Hae Young. Ibu Hae Young membenarkan, lalu wajahnya nampak gugup dan menanyakan kabar dari wanita itu
Tuan Oh sedang menganti pot dibuat bingung dengan istrinya yang tiba-tiba keluar dan memberikan sekeranjang pakaian agar suaminya menjemurnya. Tuah Oh binggung bertanya mau kemana istrinya, Ibu Hae Young hanya keluar dari rumah begitu saja. Ternyata Ibu Hae Young bertemu dengan ibu Han Tae Jin di sebuah cafe.
Aku cukup lama tidak bisa menghubungi Tae Jin Katanya dia berkelana ke India dan Nepal.  Sepertinya dia punya banyak pikiran.  Aku juga berpikir,  alasanya mendadak pergi seperti ini. Kenapa pernikahannya bisa dibatalkan sehari sebelum hari H ?” ucap Ibu Tae Jin, ibu Hae Young meremas tanganya merasa tak enak hati.
Tae Jin, memohon padaku agar Ia bisa pergi tanpa ditanyai macam-macam olehku. Dia juga memintaku pergi ke keluarga kami di Amerika.” Cerita Ibu Tae Jin, Ibu Hae Young hanya bisa meminta maaf karena tak bisa mengatakan apapun.
Menurutku, Hae Young bukan orang yang buruk.  Calon besan juga tahu, kalau kita bisa menilai orang disaat kita semakin tua.  Hae Young, adalah gadis baik.” Puji ibu Tae Jin, Ibu Hae Young mengucapkan terimakasih
Dia takut karena masih muda.  Kita juga begitu.  Kita cemas apakah tak apa mengijinkan mereka menikah dan merasa khawatir.  Apakah, ada kemungkinan Hae Young  mengubah pikirannya ? Apa Hae Young menyesali perbuatannya ?” kata Ibu Tae Jin seperti masih berharap anaknya bisa menikah dengan Hae Young. Ibu Hae Young terlihat binggung mendengarnya. 


Dua orang tua Hae Young duduk berdampingan di meja makan, Ibu Hae Young pikir karena Hae Young  yang merusak pernikahannya, sebaiknya jangan menikahi lelaki itu, karena pasti akan disalahkan seumur hidupnya jadi lebih baik tidak usah saja. Ayah Hae Young pikir lebih baik mereka tanyakan dulu pada Hae Young. Ibunya pikir tak perlu. 

Hae Young sedang berbaring ditempat tidur dengan mata tertutup menerima telp dari ibunya. Ibunya menyuruh anaknya untuk pulang ke rumah, Hae Young bertanya kenapa harus datang. Ibunya menyuuh anaknya Datang saja. Hae Young kembali bertanya ada apa meminta agar mengatakan di telp saja. Ibunya berteriak menyuruh anaknya datang saja ke rumah segera. Hae Young mengeluh karena sangat sedang lelah.
Akhirnya Hae Young sudah ada di dalam rumah, Ibunya meminta agar anaknya menemui Tae Jin dulu, menurutnya kalau Hae Young menemuinya  mungkin akan berbeda, karena yang lebih dulu berinisiatif untuk meminta menemuinya jadi tak mungkin mereka bisa menolaknya.
Kalau menurut ibu, ini ... adalah kemungkinan.  Jadi, temui saja dia sekali.” Ucap Ibu Hae Young berharap, Hae Young memanggil ibunya dan langsung menangis, Ibu Hae Young binggung anaknya tiba-tiba menangis karena ia hanya meminta untuk menemui saja.
Sebenarnya aku ...  Dicampakkan.  Orang itu, berkata tidak ingin menikahi aku Makanya berakhir seperti itu.  Aku malu sekali karena itu aku minta agar aku yang mengatakan kalau membatalkan pernikahan.” Akui Hae Young sambil menangis. Ibu Hae Young nampak shock, Tuan Oh menahan rasa sedihnya dengan mengepalkan tanganya. 

Ibu Hae Young menangis dikamarnya,Tuan Oh nampak menahan rasa sedihnya walaupun matanya terlihat memerah. Ibu Hae Young teringat saat satu hari sebelum pernikahan, Hae Young meminta maaf pada neneknya kalau ia tidak jadi menikah. Ibu Hae Young langsung memukul kepala anaknya mengumpat sudah gila.

Lalu memukul anaknya yang sedang berusaha tertawa di kamarnya, dan mengumpat kalau Hae Young bukan manusia karena bisa senyum setelah membatalkan pernikahan. Hae Young mengaku kalau Lebih baik daripada bercerai setelah menikah menurutnya tak mungkin mereka akan terus bersama. Ibu Hae Young membabi buta memukul dengan bantal memarahi anaknya yang harus membawa Tae Jin dibawa kerumah untuk memperkenalkan pada keluarganya. 

Ibu Hae Young menangis histeris nampak merasa bersalah memukul anaknya. Waktu dimalam hari saat Hae Young makan dengan lahap di meja makan, saat itu ia mengucapkan terimakasih kalau masih bisa makan. Saat itu saking kesalnya langsung memukul kepala anaknya dengan keras lalu kembali ke rumahnya.
Mengingat semua kenangan dengan Hae Young, ibu Hae Young berguling-guling merasa sangat-sangat menyesal. Ayah Hae Young masih tetap diam sambil duduk bersilah berusaha menahan rasa sedihnya dengan mengepal tanganya keras-keras.

Ibu Hae Young terus berguling-guling sambil memukul lantai, ayah Hae Young akhirnya tak bisa menutupi sedihnya dan akhirnya menangis juga. Di kamarnya Hae Young duduk diam sambil menghapus air matanya yang terus mengalir, mengingatkan kembali kejadian yang dulu sudah bisa dilupakanya walaupun hanya sementara.
Do Kyung berdiri didepan rumah Hae Young hanya menatap dari depan pintu lalu kembali ke mobilnya, didalam mobil ingin menelp Hae Young tapi nampak ragu dan akhirnya memilih untuk tak menelpnya. Beberapa saat kemudian mobil sedan lewat dan berhenti tepat didepan rumah Hae Young. Tae Jin turun dari mobil dan berdiri di depan rumah tapi terlihat ragu dan kembali naik ke mobilnya. 


Do Kyung yang sedari tadi melihat Tae Jin memilih untuk mengikuti mobilnya dari belakang, ketika mengendarai mobilnya ia mengingat pengakuan Hae Young di taman. Aku, dicampakkan sehari sebelum menikah.  Katanya dia tidak tahan dengan cara makanku.  Wah, teganya dia berkata begitu ?”  Lalu cerita Hae Young saat minum soju bersama Dia putus dariku karena tidak suka dengan cara makanku.Sekarang dia mengajakku makan.
Tae Jin pun berhenti karena lampu merah didepanya, Do Kyung seperti sengaja menginjak gas dan menabrakan mobilnya, tubuhnya sempat terbentuk ke stir begitu juga Tae Jin. Do Kyung turun dari mobil sambil melemaskan lehernya, lalu mengetuk jendela mobil Tae Jin menanyakan keadaanya dan meminta maaf dengan alasan mengantuk. 

Tae Jin meihat wajah Do Kyung, teringat sebelumnya melihat Do Kyung yang tersenyum licik padanya sebelum pintu lift tertutup. Dengan menahan amarah akhirnya Tae Jin pun turun dari mobilnya melihat bagian belakang mobilnya yang tertabrak, bahkan sampai mengeluarkan asap.
“Jadi Begini caramu merayakan kebebasanku dari penjara ? Setidaknya beritahu aku alasan kenapa aku diperlakukan begini? Apa kesalahanku padamu ? Sekeras apapun aku berpikir tidak tahu alasannya.  Kita belum pernah saling bertemu.  Kenapa kau merusak bisnisku ?!” ucap Tae Jin binggung.
Saat aku merusak bisnismu, adalah kesalahan.  Yang sekarang, aku sungguh-sungguh. Kalau mau menuntutku, tuntut saja.” Ucap Do Kyung lalu beranjak pergi, Tae Jin menariknya dan langsung memukulnya,
“Kau bilang Kesalahan ? Kenapa ? Katakan brengsek ! Apa alasanya ?!” teriak Tae Jin, Do Kyung berusaha berdiri sedikit sempoyongan melihat luka dibagian matanya.
Terima kasih, sudah memukul lebih dulu.  Kau boleh memukul 10x,  tapi ijinkan aku memukulmu sekali saja. Ah.. Tidak.... Aku ijinkan 100 pukulan.  Tapi ingin satu saja !! Kasih aku satu pukulan untukmu.” Kata Do Kyung
Tae Jin menghela nafas mengejek lalu memukul Do Kyung bertubi-tubi, bahkan sempat menendangnya dan mencengkram bajunya untuk berdiri lalu memukulnya kembali. Do Kyung mulai kesakitan dan tak bisa berdiri dengan tegak tangan Tae Jin pun merasakan sakit pula karena memukul.
Do Kyung berusaha untuk berdiri, beberapa orang yang lewat melihat perkelahian antara pria. Do Kyung menyuruh Tae Jin untuk memukulnya tiga kali lipat, Tae Jin merasa Do Kyung itu sudah gila memilih untuk kembali ke mobilnya. Do Kyung menariknya dan langsung memukulnya, keduanya saling bergulingan diaspal.
Peluit polisi terdengar, dua polisi menarik Do Kyung meminta untuk berhenti. Tae Jin ingin memukulnya tapi polisi meminta agar tenang. Do Kyung berteriak marah Meskipun kau bangkrut!!   Kenapa harus berkata begitu ? Kenapa berkata begitu ?! dan berusaha untuk melepaskan tangan dari polisi. 


Suasana di rumah Hae Young sangat hening sampai bunyi tetesan air terdengar. Ibu Hae Young membuka pintu kamar anaknya menyuruh untuk bangun dan keluar dari kamar. Hae Young hanya diam. Ibunya berteriak menyuruh untuk cepat keluar. Hae Young membaringkan badanya nampak terlihat tak ada gairah setelah menangis.
Keluarga Oh pergi ke tempat karaoke dengan menyanyi sepuasnya makai tamborin, setelah satu lagu ketiganya duduk di meja. Ibu Hae Young tiba-tiba meminta maaf, Hae Young dan Tuan Oh menatap ke arah ibu Hae Young. Ibunya bertanya kenapa anaknya tak menceritakan yang sejujurnya,

Kenapa kau menyimpannya sendirian seperti orang bodoh ?” kata ibu Hae Young merasa kasihan pada anaknya lalu menangis.
Ketiganya kembali menyanyikan satu lagu dan terlihat sangat gembira, setelah itu Hae Young menangis histeris, ibunya pun memeluk anaknya dengan erat agar menangis dipelukanya. Terakhir, Ayah Hae Young yang menyanyi, istri dan anaknya menari balet dibelakanganya. Ketiganya kembal menangis bersama-sama setelah menyanyi. Semua mulai menyanyi seperti orang gila tapi setelah itu menangis, setiap satu lagu mereka kembali menangis dan terus menangis


Do Kyung berjalan di trotoar terlihat wajahnya yang babak belur setelah di pukuli oleh Tae Jin.
Flash Back
Ketika bertemu dengan dokter menceritakan kata-kata Hae Young kalau suatu hari nanti yang dikatakan Hae Young akan jadi kenyataan. Dokter bertanya apa yang dikatakan wanita itu.
Suatu hari kau akan menangis karena aku.” Ucap Do Kyung mengingat bayangan Hae Young yang datang, Do Kyung hanya diam didepan zebra cross. 

Keluarga Oh berjalan beriringan di taman, dan Hae Young yang paling belakang. Lalu ketiganya duduk di pinggir sungai Han dengan perahu bebek yang terparkir rapih didepan mereka. Ibu Hae Young bertanya berapa semuanya, Ayah Hae Young binggung. Ibu Hae Young menjelaskan berapa semua tagihanya. Tuan Oh mengatakan semuanya 70ribu won tapi mendapatkan diskon 30,000 won.
Ibu Hae Young menawarkan bir, Hae Young setuju lalu Ibunya menyuruh anaknya untuk menunggu karena akan membelikanya dan berjalan bersama suaminya. Hae Young pun duduk sendirian, ponselnya berdering terlihat di layarnya “Tetangga sebelah.” Hae Young langsung bertanya kenapa menelpnya.
Kenapa belum pulang kerumah ?” ucap Do Kyung berbaring di tempat tidurnya.
Agar kau memikirkan aku.” Kata Hae Young
Aku memikirkanmu ...  Maka dari itu lekas pulang.” Ucap Do Kyung
Katakan kau merindukanku... Maka aku akan pulang.” Pinta Hae Young,
Do Kyung meminta Hae Young pulang saja, Hae Young menolaknya dan langsung menutup ponselnya. Do Kyung pun hanya bisa terdiam dengan membaringkan badanya dan terlihat memar diwajahnya.

Aku harap semua orang yang tidak mencintaiku, ... mati saja. Gumam Hae Young 
Do Kyung memejamkan matanya tiba-tiba merasakan seperti suara tabrakan yang membuatnya menutup wajahnya, lalu merasakan nafasnya terasa sesak, matanya melotot ketakutan. Saat itu Hae Young menengokan kepalanya, seperti ada yang dibelakangnya.
Akhirnya Do Kyung keluar rumah memeriksa sekitar rumah takut terjadi sesuatu yang tak diharapkan. Do Kyung kembali ke kamar sudah menganti baju lalu menelp Hae Young kembali untuk mengetahui keberadaanya. Hae Young merasa seperti merasakan Do Kyung itu sangat menyukainya karena ingin tahu keberadaanya, menurutnya dirinya yang menjadi masalah untuknya. Do Kyung berusaha konsentrasi mendengar suara suasana dibelakang Hae Young, ada bunyi klakson perahu yang terdengar.
Hae Young langsung menutup ponselnya, Do Kyung bisa mendengarkanya lalu memberhentikan taksi untuk pergi ke dermaga Sungai Han lalu mencoba menelp Hae Young tapi telpnya dialihkan karena Hae Young tak mengangkatnya. Akhirnya ia mengirimkan pesan Tetaplah disana, Aku akan datang kesana.
Keluarga Oh mulai berjalan pulang, Hae Young mengingat pesan yang dikirimkan Do Kyung Tetaplah disana, Aku akan datang kesana.Tapi ia terus berjalan mengikuti orang tuanya tak pecaya Do Kyung akan datang. Hae Young akhirnya berhenti meminta ibunya pergi lebih dulu saja, Ibunya bertanya kenapa. Hae Young mengaku ingin bertemu seseorang lebih dulu. Ibunya meminta anaknya untuk pulang ke rumah, Hae Young mengerti, keduanya pun berjalan pulang lebih dulu. 
Do Kyung pun sampai di dermaga dengan taksi, lalu berlari ke sepanjang pinggir sungai Han mencari keberadan Hae Young, sampai langkahnya terhenti melihat Hae Young berjalan sendirian. Hae Young pun merasakan kedatangan Do Kyung pun berhenti melangkah, Do  Kyung menatap Hae Young yang ada dibawah lalu berlari menuruni bukit.
Ketika akan mendekat, iringan sepeda balap lewat didepanya membuatnya kembali mundur. Keduanya hanya saling menatap melihat iriangan sepeda yang cukup banyak lewat didepan mereka. Iringan sepeda sudah pergi, Do Kyung tak mendekati Hae Young hanya menyuruhnya untuk segera pergi. Hae Young sempat diam tapi akhirnya mengikuti langkah Do Kyung untuk meninggalkan sungai Han. Keduanya berjalan bersama tetapi dipisahkan oleh jalan. 


Keduanya pulang ke rumah dengan mengunakan kereta api, didepan pintu keduanya berdiri berhadapan. Do Kyung hanya diam saja sambil menatap keluar jendela, Hae Young melihat wajah Do Kyung yang memar lalu bertanya dengan siapa berkelahi. Do Kyung hanya menatap tanpa menjawab, Hae Young memuji Do Kyung yang terlihat keren. Do Kyung menatap bayangan wajahnya yang babak belur di kaca jendela. Hae Young terus menatap wajah Do Kyung yang babak belur. 

Do Kyung mengantar Hae Young sampai ke depan rumah, Hae Young memberitahu kalau ia sudah menceritakan pada keluarganya, tentang dirinya yang dicampakan satu hari sebelum pernikahanya.
Makanya situasi dirumahku sedang tidak baik, apalagi Kalau mereka tahu aku masih menyimpan rasa padamu, maka Ayah dan ibuku ...” ucap Hae Young dan Do Kyung hanya diam saja.
Aku memang bodoh.  Saat kau tanya aku dimana, aku berdebar.  Saat kau berkata "ayo pergi",  aku juga berdebar. Tapi karena aku merasa bodoh sekali, aku tidak bisa teruskan lagi. Jadi akan aku akhiri saja.” Kata Hae Young
Do Kyung hanya diam saja, Hae Young bertanya apakah Do Kyung tak mau mengatakan sesuatu. Do Kyung hanya mengatakan agar Hae Young berhati-hati pada mobil lalu pergi meninggalkanya. Hae Young seperti orang gila hanya tersenyum lalu masuk ke kamar.
Ketika tertidur dikamarnya, Do Kyung kembali merasakan benturan mobil yang tabrakan dan merasakan dibagian tubuhnya, wajahnya berkeringat sangat banyak sampai akhirnya tersadar kalau tak terjadi apapun dari tubuhnya. 

Hae Young sarapan di rumah orang tuanya, ibunya menatap anaknya melihat Meskipun putriku tidak punya malu dan menceritakan segalanya padanya tapi Hatinya lebih hancur karena ada hal yang tidak bisa diceritakan anaknya.
Tapi, setidaknya sekarang aku lega.  Dalam hubungan laki-laki dan perempuan kau tidak boleh jadi orang yang mudah bosan dan tidak setia.  Menurutku begitulah putriku.  Aku cemas karena kau tidak bisa jadi pasangan ideal bagi siapapun. Aku lega, tapi bukan itu masalahnya.” Kata Ibu Hae Young
Aku marah sekali, karena dia bersikap begitu padamu.  Tapi aku lega. ... Yah memang Benar ...Aku mengenal putriku.” Ucap ibu Hae Young, Suaminya mengangguk setuju, Hae Young tak bisa lagi menahan tangisnya.  
Hae Young meminta ibunya tak membahasnya lagi karena harus ke kantor.  Ayahnya meminta agar anaknya kembali ke rumah saja. Ibunya meminta agar anaknya pulang ke rumah setelah dari kantor dan mereka berdua akan mengambil sebagian barang dirumah. Hae Young pikir tak perlu, lebih baik biarkan saja.
Kenapa ? Apa Kau ... jangan-jangan masih menyimpan rasa ke tetanggamu  Kalau itu benar, maka ....” ucap ibu Hae Young
Bukan begitu....Aku akan melakukannya perlahan-lahan.” Kata Hae Young 

Do Kyung berdiri didepan sebuah gedung sambil mengunakan topinya dan bersandar di dinding. Sebuah mobil sedan datang, Dokternya melihat Do Kyung hanya bisa menghela nafas karena belum membuka kliniknya tapi pasiennya sudah datang.
Suaranya jelas sekali… Aku bahkan bisa merasa sakit juga.... Rasanya tubuhku hancur berkeping-keping.” Cerita Do Kyung
Tapi, apa kau tidak melihat wanita itu?” tanya dokter, Do Kyung menjawab tak melihatnya.
Selama ini, kau selalu melihat wanita itu.” Ucap Dokter binggung
Kali ini bukan soal wanita itu Tapi hanya aku.” Kata Do Kyung.
Dokter itu tahu sebelumnya Do Kyung tabrakan dengan mobil,  lalu bertanya Apa itu kejadian yang sama. Do Kyung mengeleng mengatakan suara tabrakanya berbeda. 

Do Kyung keluar dari klinik berjalan ke arah mobilnya, ketika memegang pintu mobilnya merasakan suara tabrakan kembali datang. Lalu masuk ke dalam mobil dan ingin menyalakan mobilnya, tapi terhenti kembali melihat bayangan  Hae Young sambil memejamkan matanya.
Hae Young datang langsung menariknya, Do Kyung pun berusaha menahanya, Hae Young berteriak untuk melepaskan cengkramanya dan memukulnya dengan tasnya, Do Kyung memeluk pinggangnya agar Hae Young bisa tenang. Do Kyung membuka matanya bisa melihat mata dirinya yang mencium paksa Hae Young dengan bersandar di dinding.
bersambung ke episode 9
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



7 komentar:

  1. Aaah...semakin seru...tidak sabar menunggu kelanjutannya.
    Semangat mba....

    BalasHapus
  2. wah mksh mb, ditunggu unt ep selanjutnya :), makin seru

    BalasHapus
  3. Daku ikutan nangis di episode ini hiks...kasian oh hae young

    BalasHapus
  4. Smangat, ditunggu kelanjutannya..

    BalasHapus
  5. Smangat, ditunggu kelanjutannya..

    BalasHapus
  6. Makasih ya.. Jgn bosan menulis.aq pasti baca

    BalasHapus