Sabtu, 07 Mei 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 2 Part 2

Do Kyung memutar kasetnya dan bisa mendengar suara kodak dan jangkrik yang ada dimalam hari, pikiranya melayang.
Flash Back
Foto prewed Do Kyung dan Hae Young berada didepan gedung, sementara Do Kyung terlihat panik menelp tapi ponsel Hae Young tak bisa dihubungi, semua tamu mulai lalu lalang seperti menunggu mempelai wanita datang.
Sampai akhirnya Do Kyung terlihat basah kuyup masuk IGD rumah sakit tapi tak menemukan Hae Young menjadi korban kecelakaan atau sebagainya. Ia keluar dengan hujan yang deras pergi ke kantor polisi tapi tak menemukan berita apapun.
Do Kyung menyusuri trotoar dan jalan-jalan sambil menelp Hae Young, berharap ada kabar dan akhirnya ia berteduh di kolong jalan dan melihat SNS dari ponselnya, foto Hae Young dengan seorang pria di paris pada tanggal 3 Mei 2015.
Kaset suara Do Kyung sudah berhenti, Do Kyung kembali memutarnya tapi akhirnya memilih untuk mematikan dan hanya tertunduk diam merenungi keadaanya sekarang.  

Hae Young memasak dua bungkus nasi instant dengan microwave merasa sangat lapar setelah minum-minum dan membuat tubuhnya itu membengkak, sambil memasukan nasi ke dalam mangkuk berpikir yang menciptakan nasi instan harusnya diberi penghargaan menurutnyaitu sangat Cerdik sekali.
Sosok wanita seperti hantu tiba-tiba terlihat dibelakang Hae Young, ibunya melihat anaknya yang menuang air panas dalam mangkuk nasi, Hae Young pun makan dengan lahap bersama kimchi. Ibu Hae Young mengucapakan terimakasih, merasa senang anak masih bisa makan lalu berjalan perlahan masuk ke kamar sambil terus mengucapkan terimakasih. 

Pagi hari
Do Kyung sudah bersiap-siap melihat ponsel ada 10 miss call dari ibunya, Park Hoon datang menegur Do Kyung yang tidak dijawab, lalu bertanya apakah ia akan ketemu ibu hari ini. Do Kyung mengatakan baru saja akan pergi. Park Hoo meminta Do Kyung mengangkat telpnya jadi ibunya tak lagi menelpnya, Do Kyung sibuk memainkan kaset untuk merekam.
Berhenti merekam segalanya.... Dasar cabul.  Lagipula tidak akan di dengar, bahkan Tidak ada yang bilang kau bukan pengarah suara. “ ucap Park Hoon kesal, Do Kyung seperti tak peduli memilih untuk meninggal kamarnya.
Kalau siang aku ke kamarmu dan memaki-maki.  Apa Kau dengar tidak ?!!!” teriak Park Hoon, Do Kyung kembali menarik adiknya untuk keluar dari kamarnya. 

Do Kyung melihat ibunya sudah berdandan rapi duduk direstoran sambil mengeluh kalau memang ingin makan berdua saja dan kenapa harus menelpnya. Nyonya Park meminta anaknya untuk bicara lebih sopan, Do Kyung pikir ibunya itu bisa makan siang romantic jadi kenapa harus menelpnya.
Katanya Ketua Jang ingin bertemu denganmu.” Kata Nyonya Park, Do Kyung bertanya untuk apa. Nyonya Park pikir mana mungkin ia mengetahuinya,
Dia mungkin sedang mengetesku.  Seolah ingin memberiku uang, tapi belum dikasih. “ kata Nyonya Park
Jangan bicara soal uang kalau sedang bersamanya, ini menyedihkan.  Apa ibu mata duitan ?” keluh Do Kyung
Yaa, buat apa wanita seumuranku mengejar lelaki miskin ?Lagipula, dia berinvestasi disana sini, kenapa tidak investasi padaku ? Aku ini calon istrinya.” Ucap Nyonya Park yakin
Apakah calon istri atau tidak, kita lihat saja nanti.”balas Do Kyung, Nyonya Park meminta mereka tak perlu meneruskan karena bisa bertengkar nantinya. 

Tuan Jang datang menyapa Do Kyung yang sudah lama tak bertemu lalu bertanya apakah masih suka begadang, Do Kyung mengaku hanya Kadang-kadang saja. Nyonya Park bertanya siapa yang memilih pakaian Tuan Jang, Tuan Jang dengan bangga kalau ia yang memilih sendiri.
“Ini lebih baik daripada yang diatur oleh putrimu.  Mulai sekarang lakukan sendiri. “ kata Nyonya Park memuji, Do Kyung seperti menahan malu dengan sikap ibunya yang genit, Tuan Jung memesan makanan seperti yang biasa dipesanya yaitu sepoton steak.
Ah.. tapi, bagaimana kau bisa kenal Han Tae Jin ?” tanya Tuan Jung, Do Kyung terdiam sejenak. Nyonya Park bertanya siapa Han Tae Jin.
Dia pebisnis muda. Aku tadinya berinvestasi ke orang itu Tapi Do Kyung memintaku untuk menarik investasiku dari bisnisnya. Aku tidak bisa bilang tidak kalau anak ini yang minta. Aku sempat pusing waktu itu.  Dia selalu datang ke padaku dan tanya kenapa alasannya.  Aku tidak bisa bicara banyak.  Makanya, aku bilang Park Do Kyung memintaku melakukannya.  Tapi, orang itu sekarang dipenjara.  Maka dendammu terbalaskan.” Cerita Tuan Jung, Do Kyung kaget mengetahui Tae Jin masuk penjara karena ulahnya yang salah sasaran.
Tuan Jang pun memutuskan untuk membayar bill makan mereka, Nyonya Park menanyakan apa yang sudah dilakukan Tae Jin pada anaknya itu sampai berbuat sejauh ini. Do Kyung tak menjawab memilih untuk ngelap mulutnya dengan serbet. 

Do Kyung menyetir mobilnya, teringat kembali cerita Hee Ran tentang Hae Young. “Temanku bertemu dengan lelaki hebat.  Dia pernah masuk koran ekonomi.  Namanya Presdir Han Tae Jin.
Flash Back
Di Bar, Jin Sang menunjuk orang yang duduk dengan Ketua Jang yaitu bernama Han Tae Jin dan akan menikahi Oh Hae Young. Do Kyung melihat pria yang sedang bercengkrama dengan Ketua Jang. Ji Sang memberitahu kalau pria itu adalah laki-laki yang pergi ke Eropa dengan Oh Hae Young saat temanya itu mau menikah. Do Kyung tak tahu dan mengerti alasan temanya mengajak pergi ke bar.
Ketua Jang berinvestasi besar kepada orang itu. Do Kyung, ini kesempatanmu menghancurkannya.” Kata Ji Sang mengebu-gebu, Do Kyung heran untuk apa menghancurkannya ?
“Hei... Jadi, kau mau membiarkannya ? Orang yang sudah membuatmu malu ? Kau ini bukan malaikat. Kalau kau bicara ke Ketua Jang,  pasti dendammu akan terbalas.  Kenapa tidak mau melakukanya?” kata Ji Sang heran.
Aku tidak perduli lagi. “ tegas Do Kyung lalu meminum air putihnya.

Ji Sang pikir temannya itu harus minum dengan menuangkan wine, menurutnya Sifat asli manusia, akan terungkap saat minum, jika Do Kyung masih bicara sama saat mabuk, baru ia bisa menerimanya. Do Kyung akhirnya meminum dengan sekali teguk, Ji Sang kembali menuangkanya sampai beberapa kali.
Nah, sekarang bilang, apa kau tidak punya dendam pada Oh Hae Young ? Dia meninggalkanmu di altar dan akan menikahi lelaki lain.  Apa kau baik-baik saja, Aku tanya kau sungguh baik-baik saja ?! Kau pasti ingin melukainya, kan ? benarkan ?!” ucap Ji Sang mengebu-gebu, Do Kyung melihat Tae Jin dan Ketua Jang sedang minum bersama.
Ia berdiri melihat papan dan mengambil anak panah, Ji Sang binggung apa yang akan dilakukan temanya itu. Do Kyung merasa lebih baik nasib yang menentukanya, apabila terkena sasaran tepat dibagian tengah maka ia akan menghancurkan bajingan itu.  Ji Sang panik melihat temanya berjalan terlalu jauh menurutnya sama dengan Do Kyung itu menyerah.  
Do Kyung mengeluh temanya itu berisik dan ingin memulai melemparnya, semua melonggo dengan jarak yang jauh Do Kyung berhasil menancam dibagian tengah, Ji Sang menjerit bahagia, bahkan sampai berpelukan. Tae Jin dan Tuan Jang keluar bar.
Tepat didepan lift, Tae Jin membungkukan badanya. Do Kyung datang menahan pintu dan sengaja masuk ke dalam, tatapan penuh dendam terlihat. Tae Jin binggung ada apa dengan tatapan Do Kyung yang tak pernah dilihatnya. 



Do Kyung sampai ke kantor bertanya pada Ji Sang apakah sudah memeriksanya.  Ji Sang menceritakan Saat orang tahu kalau Ketua Jang menarik investasi maka semua orang ikut menarik investasinya dan menggugatnya, maka dari itu Tae Jin masuk penjara. Do Kyung menatap Ji Sang tak percaya karena temanya itu membuat musibah untuk semua orang.
Dari yang aku dengar, bisnisnya dari awal tidak transparan. Dia menarik kekayaan orang dan memberi mereka jabatan.  Jadi saat Ketua Jang menarik investasinya, mereka semua jadi melawan padanya.” Jelas Ji Sang
Cari tahu kapan dia dikeluarkan.” Perintah Do Kyung
“Aish.. mana bisa kita mengeluarkan dia ?! Kita tidak menggugatnya.” Kata Jin Sang,
Do Kyung kesal karena berpikir mereka hanya  angkat tangan  dan tidak mau memperbaikinya. Jin sang mengaku semua salahnya karena mendorong Do Kyung untuk balas dendam.

Tae Jin menekan buku-buku jarinya, temanya menjenguk di penjara memberitahu Tuduhan penipuan akan ditarik 90% jadi tak perlu khawatir lagi karena Tae Jin akan segera keluar tapi memang seharusnya Tae Jin itu tidak ditahan. Tae Jin dengan wajah khawatir bertanya kabar dari Hae Young sekarang.
Yah ... begitulah yang kau tahu, tapi Apa kau perlu melakukan hal ini pada Hae Young ?” kata Temanya,
lalu, aku harus memintanya menunggu padahal aku di dalam sini ? Apa keluarganya akan mengijinkan ?!” ucap Tae Jin sengaja memutuskan pernikahan karena masuk penjara. 

Flash Back
Hae Young bertanya apakah ia melakukan suatu kesalahan, Tae Jin mengatakan Hae Young tak melakukan kesalahan tapi mendadak tidak suka dengan cara makan Hae Young, dengan mengusap-ngusap jarinya karena menutupi kebohonganya.
Sebagai gantinya ...  boleh aku bilang ke orang aku yang membatalkan pernikahan ? Ijinkan aku bilang ke orang aku yang membatalkannya.  Itu sudah cukup.  Aku malu sekali.” Kata Hae Young 

Hae Young berbaring di tempat tidur mengingat kembali perpisahaanya dengan Tae Jin akhirnya duduk di atas tempat tidurnya lalu mengambil boneka tertawa tapi tak bisa membuatnya tersenyum. Akhirnya memutar CD tango dan mulai menarik dengan gaya semaunya, meliuk-liukan tubuhnya.
Ibu Hae Young sedang mencuci piring didapur, melepaskan sarung tanganya melihat anaknya yang menari-nari akhirnya ikut menari tanggo dengan gaya semaunya. Baru sebentar saja ibu Hae Young tak kuat memilih masuk kamar sementara Hae Young terus menari-nari seperti orang gila. 

Dikamar Ibu Hae Young merasa harusnya menemui dukun karen Sepertinya ada yang salah dengan anaknya menurutnya Hae Young tidak akan begitu kalau bukan kerasukan.
Meskipun dia bukan putri yang sangat kubanggakan ... dia bukan putri yang membuatku malu. Belakangan ini, kalau aku melihatnya di jalan ... Aku malu sekali. “ kata Ibu Hae Young dan melihat anaknya mondar mandir menari seperti orang gila. 



Do Kyung terlihat gelisah mondar-mandir, Ji Sang menemui Tae Jin menceritakan Presdir Park Do Kyung dekat dengan Ketua Jang, jadi hanya memintanya untuk hati-hati. Tapi tidak sangka kondisinya akan seperti ini, dan berkata padanya akan membantu Tae Jin untuk keluar secepat mungkin, kaki Ji Sang terlihat bergetar saat bicara.
Ah, aku adalah pengacara yang bagus, jadi ...  Aku kemari untuk mencari cara membantumu mewakili Presdir Park Do Kyung.” Kata Ji Sang
Katakan ke dia ... Aku bisa cari jalan keluar sendiri.  Bilang ke dia untuk jaga diri sampai aku keluar.  Tapi, kenapa Park Do Kyung menghancurkan aku ? Apa aku ada salah apa padanya ? Mau dipikir bagaimanapun aku tidak kenal orang ini. Coba tanya ke dia kenapa dia begitu padaku ? Ah..Itu memang tidak akan mengubah apapun ...” kata Tae Jin kesal sendiri, Ji Sang pun tak bisa berkata apa lagi. 

Do Kyung langsung menemui Ji Sang baru keluar dari penjara, Ji Sang menceritakan Tae Jin ingin bertemu dengan Do Kyung kalau sudah keluar dan sangat marah sekali. Menurutnya lebih baik mereka jujur menceritakan kalau Do Kyung pernah pacaran dengan perempuan yang jahat sekali lalu salah sangka Tae Jin akan menikahi wanita itu makanya akhirnya begini.
Maksudku, wajar kalau kita salah sangka.  Mana kita tahu kalau ada dua Oh Hae Young di kelas yang sama? Ini sama saja dengan ... Kecelakaan akibat kelalaian yang disengaja.” Kata Ji sang
Bukankah kau akan lebih marah kalau dengar alasan itu ?” ucap Do Kyung, Ji Sang pasrah mengatakan tak tahu lagi cara yang lainnya. Do Kyung menghela nafas panjang. 

Hae Young mengayuh sepeda mininya ke taman menikmati udara musim panas, matanya melihat iringan burung yang berterbangan bersamaan untuk kembali. Ia sempat terhenti lalu kembali mengayuh dengan cepat sepedanya.Tiba-tiba sebuah bola bergelinding didepanya, Hae Young kehilangan keseimbanganya tak bisa mengerem sepedanya,akhirnya sukses tersungkur di balik tanaman.
Terlihat kaki yang lecet, Hae Young berjalan dengan wajah berantakan dan memanggul sepedanya. Beberapa orang sedang bergossip langsung melonggo melihat Hae Young lalu memberikan jalan. Hae Young terus berjalan tanpa memperdulikanya, semua menertawainya. Dari belakang terlihat rok Hae Young yang tersangkut sampai celana dalamnya kelihatan. Ibu Hae Young melihat anaknya, betapa terkejutnya melihat Hae Young seperti orang gila dengan celana dalam yang terlihat lalu menaiki tangga. 

Ibu Hae Young dengan tatapan kosong menonton TV, mengusulkan pada suaminya untuk membuang Hae Young saja. Suaminya menatap sang istri terlihat ikut stres memikirkan anak mereka.
Dia gadis gila yang tidak bisa kita atasi.” Ucap Ibu Hae Young, Tuan Oh tak banyak komentar kembali menonton TV tentang kangguru yang membawa terus kemana anaknya pergi. 
Hae Young pulang kerumah, melihat semua barang-barang ada diluar, mulai dari kulkas, mesin cuci bahkan koper-koper berisi bajunya juga sudah berjejer diluar.
Selembar kertas tertempel di kulkas Sekarang ayah akan melepaskanmu.  Ibu sudah setuju. Semoga hidupmu bahagia dan sukses. Hae Young tak terima berusaha masuk kembali ke dalam rumah, tapi paswordnya sudah diganti dan beberapa kali mencoba tak bisa masuk, boneka tertawa Hae Young pun sudah berada diluar rumah menertawainya.
 Hae Young duduk di halte bus sambil menelp Hee Ran menanyakan keberadannya dan kapan akan selesai. Seperti Hee Ran tak bisa pulang, Hae Young menceritakan akhir-akhir ini selalu minum dan mungkin akan jadi pecandu aklohol, lalu menutup telpnya.


Teman Tae Jin melihat Hae Young duduk sendirian dan menghampirinya, Hae Young terlihat gugup menyapa sambil menanyakan keadaanya. Teman Tae Jin mengatakan baik-baik saja lalu balik bertanya, Hae Young mengatakan kalau ia seperti biasanya baik-baik saja.
Aku senang melihatmu, Sudah lama sekali.  Apa kau mau pergi ?” kata Hae Young, Teman Tae Jin mengatakan kalau ia sudah ada janji, Hae Young terlihat canggung dengan menanyakan teman Tae Jin, apakah ia sehat-sehat saja. Teman Hae Jin mengangguk.
“Apa Tae Jin juga sehat ?” tanya Hae Young, Teman Tae Jin mengangguk kalau Tae Jin sehat.
Hae Young pikir senang mendengarnya dengan mata berkaca-kaca, karena sudah lama tak bertemu jadi meminta agar menitip salam pada Tae Jin. Teman Hae Jin mengangguk lalu pamit pergi dan menunggu di jalur bus. Hae Young menatap dengan mata sedih, lalu berjalan dengan tatapan kosong di lalu lalang orang berjalan, tapi sepertinya suasana hatinya hampa. Akhirnya ia tak tahan dan menangis dengan orang lalu lalang disampingnya.
Mana mungkin dia baik-baik saja ? Mana bisa dia baik-baik saja ? Bagaimana bisa? jerit Hae Young dalam hati, lalu berusaha untuk berhenti menangis tapi tetap saja air matanya mengalir. 

Do Kyung kembali masuk studio melihat adegan film yang akan dimasukan suara, ponselnya bergetar terlihat nama “Nomor tak dikenal” wajahnya terlihat gelisah lalu menatap lama layar ponselnya. Sampai akhirnya memberanikan diri mengangkatnya
“Hallo...Kau , Oh Hae Young, kan ?” ucap Do Kyung
Aku senang ... kau mengenaliku.” Balas Hae Young terlihat lemah di ujung telp.
Ini sebabnya manusia tidak boleh terlalu baik pada orang lain.  Sampai akhir masih saja dianggap lelucon.  Orang yang menelponku dan tidak berkata apapun setelah perbuatan buruknya, hanya kau, apa kau tahu ?!!!!” teriak Do Kyun marah,
Hae Young mengungkapkan sangat merindukanya, Do Kyung mengumpat itu gila dan langsung melempar ponselnya ke arah layar lalu menjatuhkan semua barang-barang diatas meja dan menjerit histeris dengan mata memerah. 
Do Kyung pergi ke bar sendirian meminum dengan cepat winenya, lalu meminta agar memelankan suaranya, tapi suara musik tetap saja diputar dengan keras. Do Kyung berteriak menyuruh untuk memelankan suaranya, karena menurutnya itu bukan lagu, tapi suara ribut. Hae Young melihat sosok pria yang marah-marah di meja bar, Do Kyung membalikan badanya melihat Hae Young dengan mata terlihat stress dan sudah banyak minum. Teringat kembali bayangan Hae Young yang selama ini datang di matanya dan kata-katanya “Apa kita tidak perlu bertemu lagi ?
Do Kyung menatap Hae Young yang terlihat tak berdaya akhirnya duduk kembali.  Hae Young kembali minum sementara Do Kyung mengambil jaketnya dan keluar dari bar, beberapa detik kemudian kembali datang dan mendekati Do Kyung bertanya kenapa menangis, apakah ada yang memukulinya. 
Keduanya sudah pindah ke taman dengan bunga sakura berguguran, Hae Young mengatakan Do Kyung tidak boleh berpikir kalau ia yang paling menderita di dunia ini karena dirinya adalah yang paling menderita. Do Kyung hanya diam saja, Hae Young mengajak agar mereka bisa bercerita alasan mereka menderita.
Kita menceritakannya ...  dengan begitu kita bisa lupa.” Ucap Hae Young yang membuat Do Kyung melirik menatapnya
Aku ...  dicampakkan sehari sebelum aku menikah.  Ini pertama kalinya aku mengatakannya. Dia bilang, tidak yakin bisa cinta aku selamanya.  Lalu ...  Dia bilang tidak tahan melihat caraku makan. Teganya dia bicara begitu.  Tapi ... kau tahu waktu itu aku berkata apa ? Baiklah, kita tidak usah menikah.  Tapi ... ijinkan aku mengatakan kalau aku yang membatalkan pernikahan. ” cerita Hae Young sambil menangis dan tertawa terbahak-bahak, Do Kyung menatapnya terlihat kasihan.

Hae Young binggung bisa tertawa lalu menghabis air matanya, Do Kyung kembali menatap Hae Young seperti merasa bersalah. Hae Young mengaku   ingin sekali mengatakan cerita itu pada  seseorang yang tidak akan ditemui lagi dan orang menderita seperti dirinya.
“Nah ... sekarang giliranmu.... Alasan kenapa kau menderita maka Aku akan dengar.” Ucap Hae Young menatap Do Kyung, tapi Do Kyung hanya diam saja dan terlihat ragu. Hae Young menyuruh untuk Do Kyung bicara saja.
Kalau tidak mau, yah sudah tidak usah.  Semoga kita tidak bertemu lagi.” Kata Hae Young lalu berdiri dan ingin melangkah pergi
Maaf....” ucap Do Kyung merasa bersalah, Hae Young membalikan badanyanya terlihat binggung. Do Kyung tak menjawab alasannya, akhirnya Hae Young pergi meninggalkanya

Hae Young berjalan di tengah jalan dengan bunyi klakson dibelakanganya, tubuhnya terlihat lemah sampai akhirnya Do Kyung menariknya dan langsung membawanya naik ke taksi. Di dalam taksi Do Kyung sempat melihat Hae Young duduk dibelakang terlihat sangat merana. Sesampai didepan rumah pun Do Kyung menarik Hae Young untuk keluar dari taksi dan mendorongnya sampai ke depan pintu rumah.
Apapun yang terjadi, tetaplah hidup.  Meskipun sakit, tetaplah hidup.  Kalau kau bertahan, artinya kau menang.” Ucap Do Kyung lalu melangkah pergi, air mata Hae Young kembali mengalir. 

Hae Young berjongkok didepan semua barang-barangnya merasa semuanya itu merasa sial karena memilikinya, lalu mengajak semua pergi bersama-sama dari rumah orang tuanya sekarang.

Pagi harinya, semua barang-barang diangkut oleh mobil pick up serta sepeda kesayangan Hae Young. Ayahnya melihat dari jendela, sementar ibu Hae Young sibuk mencuci beras.  Hae Young pun naik di mobil pick up dengan semua barang untuk tinggal sendiri. Ayah Hae Young memberitahu istrinya kalau anak mereka sudah pergi. Ibu Hae Young menghentikan mencuci beras lalu masuk kamar sambil menangis. 


Hae Young memindahkan barang-barangnya dengan menyakinkan bagaimanapun caranya harus tetap bisa bertahan hidup. Dengan melihat sempau tumpukan barangnya mengajak mereka bisa hidup bersama-sama dan menyakinkan kalau semua baik-baik saja. 
Lalu perlahan mendorong meja agar bisa menempel di dinding, tapi doronganya terlalu kuat membuat dindingnya tembus, Hae Young kaget berpikir kalau rumahnya itu buruk, ketika mengetuknya ternyata hanya sebuah tiplek bukan dinding semen.
Akhirnya ia menarik kembali meja dan mencoba menarik bagian dinding, tapi yang terjadi malah melepaskan semua dinding kayunya. Bertapa terkejutnya melihat ada pintu kecil didepanya, Hae Young berusaha mengetuk pintu tapi tak ada sahutan akhirnya memberanikan diri membuka dan  melihat didapanya.

Mata Hae Young sempat kaget lalu berjalan perlahan masuk ke ruangan yang terlihat sangat etnik. Seorang pria keluar dari kamar mandi, Do Kyung hanya mengunakan handuk keluar dari kamar mandi. Hae Young terdiam menatapnya, Do Kyung baru sadar Hae Young ada didepanya.
Bayangan Hae Young kembali terulang, wajah Hae Young yang terpana saat masuk kamarnya, lalu sebelumnya membuat hidungnya berdarah dan berharap mereka tidak bertemu lagi, dan menceritakan kalau dicampakan saat akan menikah.
Do Kyung terdiam seperti dadanya terasa sesak karena bayanganya itu benar-benar datang, Hae Youn terpana melihat Do Kyung yang bertelanjang dada dan badan yang bagus. 
bersambung ke episode 3 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




1 komentar: