Senin, 16 Mei 2016

Sinopsis Beautiful Gong Shim Episode 1 Part 2

Hannamdong
Dan Tae mengantar Joon Soo sampai ke depan rumah dan mobilnya langsung dibawa oleh pelayan. Ia menannyakan keadaan Joon Soo kembali sebelum masuk rumah, Joon Soo mengatakan sudah baik-baik saja lalu menanyakan tarif yang harus dibayar. Dan Tae menyebut 20 dolar. Joon Soo pun memberikan uanganya dan langsung masuk ke dalam tanpa banyak berkata-kata.
“Wah.... Tempat yang sangat bagus.” Ucap Dan Tae melihat depan rumah yang nampak besar.

Pengacara Song menyambut Anggota Kongres dengan ramah di sebuah hotel. Anggota Kongres nampak bahagia karena makan malam bahkan bisa ditemani wanita cantik yang menemaninya jauh lebih menyenangkan. Gong Mi yang ada disampingnya pun menyambut ramah anggota kongres. Pengacara Song pun merasa senang kalau Anggota Kongres bisa menikmatinya.
Kurasa aku perlu sedikit minuman lagi. Pengacara Gong, bagaimana jika minum di bar? Hanya kita berdua.” Ucap Anggota kongres mengodanya dengan memegang lengan Gong Mi.
Aku tidak bisa, Kami harus menghadiri upacara peringatan untuk nenek moyang kami hari ini dan akan mulai pukul 12. Maaf, tuan.” Kata Gong Mi menolak sambil melepaskan tangan Anggota kongres
Apakah orang-orang masih menjalankan upacara peringatan pada pukul 12?” sindir anggota Kongres, Pengacara Song mengatakan kalau ia juga tak tahu.

Akhirnya Pengacara Song mengantarkan Anggota Kongres sampai didepan mobil, Anggota kongres mengatakan mereka bisa melanjutkan pembicaraan lain waktu. Pengacara Song mengerti dan berpesan agar bisa menjaga dirinya baik-baik.
Aku punya perasaan akan sibuk untuk sementara waktu.” Ucap Anggota kongres sinis lalu masuk ke dalam mobilnya. Keduanya membungkuk saat
Pengacara Gong, bagaimana kau bisa berharap untuk berhasil dengan sikap seperti itu? Kau pikir Kenapa aku membawamu ke sini hari ini? Jika kau mendapat pekerjaan karena penampilanmu, maka kau harus bekerja lebih keras. “ sindir Pengacara Song
Ada banyak pengacara yang ingin masuk ke firma hukum kami.” Kata Pengacara Song lalu masuk ke dalam mobilnya. Gong Mi hanya bisa tertunduk diam tanpa banyak bicara. 
Ibu Gong Mi mengambil foto bekas luka dikaki anaknya yang memar, lalu tak bisa terima wanita yang mencoba untuk menggertaknya, tak akan membiarkan wanita itu pergi begitu saja. Setelah itu meminta Gong Shim mengangkat tanganya, terlihat ada memar dilenganya.
Aku akan memasukan dia ke penjara atas tuduhan penyerangan.” Kata Ibu Gong Mi, Ayahnya datang menyuruh istrinya untuk nanti saja yang mengambil foto dan lebih baik mengobatinya lebih dulu.
Kenapa kau harus melakukan itu?!!! Kita perlu harus mendapatkan catatan dokter terlebih dulu besok pagi. Dia akan diperiksa setelahnya. Apa yang akan kau lakukan jika lukanya sudah sembuh saat itu?” teriak Ibu Gong Mi, suaminya pun bisa mengerti maksud istrinya.
Kebodohanmu yang menyebabkan kita masih hidup seperti ini.” keluh istrinya. Suaminya juga mengeluh istrinya harus berbicara tentang itu sekarang

Gong Mi masuk ke dalam rumah, dua orang tuanya langsung menyambutnya, Ibunya langsung menarik agar anaknya untuk  mengajukan tuntutan dengan membuat berkas untuk kasus perdata dan pidana serta memperkuat semuanya, dengan melihat luka adiknya. Gong Mi tanpa ada rasa penasaran hanya bertanya apa yang terjadi pada adiknya dengan luka dibagian kakinya.
Dia bekerja paruh waktu di sebuah stasiun pengisian bahan bakar. Seorang wanita yang datang untuk mengisi bensin menamparnya dan mendorongnya sampai jatuh, Shim diserang. Kita tidak bisa membiarkan ini.” ucap Ibu Gong Mi tak terima
Aku tidak bisa hanya mendengar dari satu sisi dan harus mendengar keduanya, Sekarang  Aku lelah dan  akan ke kamarku, jadi jangan bicara denganku.” Kata Gong Mi dingin lalu masuk kamar. Ibunya pun tak bisa mencegahnya membiarkan anak sulungnya masuk kamar.
Kakak macam apa yang mengatakan itu, Dia lebih buruk dari orang asing. Bukankah seharusnya dia merasa kasihan kepadaku? Apakah aku yang bersalah di sini? Bagaimana bisa seseorang bersikap seperti itu? Kalian berdua berpikir Gong Mi benar lagi, kan?” ucap Gong Shim kesal melihat kedua orang tuanya hanya tertunduk diam.
Aku benar-benar tidak bisa mengatakan apapun.” Kata Gong Shim kesal 

Di dalam kamar
Gong Mi duduk diam mengingat kembali ucapan pengacara Song “Ada banyak pengacara yang ingin masuk ke firma hukum kami. Seperti sebuah peringatan untuk dirinya.
Sementara di ruang tengah, Tuan Gong heran dengan Gong Mi bisa berbicara saja dan tak perlu mengirimkan pesan. Gong Shim membaca pesan yang dikirimkan kakaknya  "Ambil foto dari lukanya dan minta catatan dokter. Dapatkan salinan dari rekaman CCTV di stasiun pengisian bahan bakar. Amankan saksi... jika ada."
Gong Shim hanya diam saja, Ibu membela kalau kakaknya itu sangat peduli pada adiknya dan meminta agar tak perlu marah pada kakaknya tanpa masalah.
Orang dalam hukum... harus dingin dan adil ketika berhadapan dengan kasus apapun.” Ucap Tuan Gong duduk dengan gaya bosnya.
Karena kau sudah belajar 13 tahun untuk ujian pengacara, kau pasti tahu banyak tentang hal itu meskipun kau gagal.” Sindir Ibu Gong Mi
Tuan Gong mengalihkan pembicaran dengan bertanya pada Gong Shim tentang pernyewa yang akan datang besok lalu bertanya apakah anaknya sudah mengosongkan ruangan itu. Gong Shim mengatakan belum membereskan dan akan melakukan sekarang, Ibunya menyuruh Gong Shim berhati-hati saat memindahkan furniturnya karena kakaknya akan marah jika terlalu banyak suara. Gong Shim hanya bisa diam saja karena tak ada yang membantunya. 

[Rumah Kost]
Dan Tae tertidur diruangan yang sempit terdengar suara tangisan anak kecil. Dalam mimpinya, seorang anak sedang menangis memanggil ibunya di depan Studio Foto Hyundae.
Terlihat warna hanya hitam putih, sementara Dan Tae terlihat berwarna mendekati si anak ketika akan mengelus kepalanya, bayangan anak itu seperti hilang.
Dan Tae akhirnya terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah-engah  dan menyadari kalau itu mimpi. Selama ini Sudah cukup lama tidak bermimpi, tapi kali ini  mulai lagi dan bertanya-tanya siapa anak yang menangis dalam mimpinya. 

Dan Tae kembali tersenyum saat membuka microwave, melihat sandwichnya. Dengan segelas kopi, duduk di minimarket sambil memakan sandwichnya yang sangat nikmat. Setelah itu menatap ponselnya, teringat kalau ponselnya itu tertukar saat berkelahi kemarin.
Ponselnya bergetar, tertulis di layar “rumah”  Dan Tae pun mengangkatnya. Joon Soo pun memberitahu kalau ia yang kemarin menyewa sopir penganti, Dan Tae mengatakan kalau ia sopirnya. Joon Soo yakin Dan Tae sadar kalau ponsel mereka sudah tertukar.  Dan Tae juga tak menyangka karena memiliki model yang sama.
Joon Soo pikir ponsel mereka tertukar saat sedang ada keributan dan sekarang sudah membawa ponsel milik Dan Tae. Dan Tae pun  mengatakan akan menemuinya di sana.

Ibu Gong Mi mengantar anaknya dengan mobil, melihat wajah anaknya hanya termenung bertanya apakah  terjadi sesuatu di tempat kerja kemarin. Gong Mi merasa bosnya itu tidak menyukainya. Ibu Gong Mi bertanya apa yang terjadi sebenarnya.  Gong Mi pikir ibunya itu tidak akan mengerti. Ibunya terlihat tak bisa mengumpat pada anak kesayanganya.
Hei, apa kau pikir kita akan mendapatkan banyak kompensasi untuk kasus Shim?” ucap Ibunya penuh semangat,
Dia sudah menceritakan semuanya kepadaku, Kurasa kita akan bisa menang dengan mudah.” Kata Gong Mi
“Wahh.. benarkah???  Pastikan untuk bersikap keras kepada penyihir itu. Jika aku sampai melihatnya, maka akan menarik semua rambutnya.” Kata ibu Gong Mi penuh semangat. 

[Rumah Sakit Big Tree]
Gong Shim dan Joon Soo sama-sama akan masuk pintu masuk, keduanya nampak canggung dan diam saja. Akhirnya Joon Soo menarik pintu dan mempersilahkan Gong Shim masuk lebih dulu
Kenapa dia melakukan itu? gumam Gong Shim curiga lalu masuk lebih dulu.
Keduanya sama-sama naik lift, Joon Soo bertanya Gong Shim mau ke lantai berapa. Gong Shim malah bertanya balik kenapa Joon Soo bertanya padanya dengan nada penuh curiga. Akhirnya Joon Soo tanpa banyak berkata-kata menekah lantai F.
Dia terlalu baik kepadaku, Aku harus berhati-hati.Guma Gong Shim semakin curiga. 

Didepan Counter pendaftaran
Keduanya sama-sama berada didepanya, Joon Soo kembali membiarkan Gong Shim duluan. Gong Shim memberitahu suster untuk mendapatkan catatan dokter. Suster bertanya apakah Gong Shim pertama kali datang. Gong Shim mengatakan tidak karena  pernah ke sini sebelumnya.
Suster bertanya siapa namanya, Gong Shim menyebutkan namanya.  Joon Soo yang mendengarnya terlihat menahan tawa. Perawat bertanya dibagian mana yang terluka. Gong Shim sudah duduk diruang tunggu, Joon Soo datang dan langsung duduk disampingnya.
Kenapa dia duduk di sampingku? Aku harus berhati-hati.” Gumam Gong Shim sambil menarik tali tas yang diduduk Joon Soo, lalu suster memanggil Gong Shim untuk masuk ke dalam. 

Firma Hukum
Gong Mi terdiam saat melihat CCTV di pom bensin, salah seorang wanita tak percaya ternyata Istri presiden membuat kesalahan besar saat ini dan Media akan gila jika  video ini tersebar.
Aku baru saja menelepon gadis di dalam video, Tapi dia tidak memiliki rencana untuk menyelesaikan ini. Dia berencana mengajukan gugatan hukum hari ini.” jelas si pria
Ini cukup buruk untuk menghalangi, Presdir Song masuk ke dalam politik. Mereka memiliki pertemuan darurat tentang hal ini. Tidak ada yang bisa mereka lakukan, Buktinya ada di sini, Dia sudah tamat sekarang” kata si wanita, pasrah Lalu bertanya pendapat Gong Mi yang melamun, Gong Mi tersadar dari lamunannya, tak bisa berkata apa-apa.

Presdir Song nampak benar-benar marah melihat video CCTV kelakuan istrinya, lalu menutup laptopnya.
Tidak peduli berapa banyak yang mereka minta, berikan saja kepada mereka. Pastikan saja mereka tidak menuntutnya. Jika dia Sampai mendapatkan gugatan, itu akan tersebar.” Kata Presdir Song
Gong Mi nampak gugup masuk ke dalam ruangan, Presdir Song nampak sinis menyuruhnya untuk menunggu diluar. Gong Mi mengatakan akan memastikan bahwa gadis itu tidak akan menuntut. Presdir Song merasa  Tidak ada yang bisa menghentikannya jadi tak mungkin Gong Mi bisa melakukanya. Gong Mi mengatakan akan mempertaruhkan hidupnya jadi lebih baik menyerahkan semuanya padanya.
Gong Shim menyandarkan kepalanya di bus, menerima telp dari kakaknya, memberitahu baru saja mendapatkan catatan dokter dan sedang naik bus ke firma hukumnya. Tiba-tiba terkejut mengetahui kakaknya menyuruh pulang ke rumah,  tapi akhirnya setuju akan menemuinya di rumah.

Dan Tae membawa barang-barangnya masuk ke dalam rumah burunya, tumpukan buku dan barang-barangnya masih ditumpuk. Lalu melihat sekeliling sudah tak ada lagi barang Gong Shim. Ketika keluar rumah, tertempel note “Passwordnya adalah 7354.” Senyumannya terlihat mengingat angka password.
Di taman
Dan Tae meminta maaf pada Joon Soo yang membuatnya datang ke dekat rumahnya. Joon Soo pikir tak masalah lalu memberikan ponsel milik Dan Tae, begitu juga sebaliknya. Dan Tae memberitahu baru saja memindahkan barang-barangnya, lalu menanyakan keadaan Joon Soo sekarang. Joon Soo mengatakan  baru saja pergi ke dokter dan ternyata mengalami retak di tulang rusukku.
“Aigoo... Jika kau beristirahat dengan baik, aku yakin itu akan membaik dalam waktu singkat.” Kata Dan Tae
Iya. Itu juga yang dikatakan dokter.” Ucap Joon Soo

Tiba-tiba suasana terasa canggung, Dan Tae pun berharap agar Joon So cepat sembuh dan pamit pergi. Joon Soo memanggilnya, mengaku belum berterima kasih dengan benar semalam jadi memberikan amplop berisi uang dan berharap agar Dan Tae bisa menerimanya. Dan Tae melihat isi amplop yang cukup banyak merasa tidak melakukan apapun, jadi memilih untuk tak menerimanya karena Joon Soo sudah membayar layanannya.
Aku bisa jadi jauh lebih buruk sekarang kalau kau tak menolongku. Aku hanya tidak mendapatkan kesempatan kemarin memberikanya. Tolong, terima lah.” Kata Joon Soo memohon,
Aku benar-benar baik-baik saja, jadi tak perlu memberikanya” ucap Dan Tae menolaknya.
Joon Soo berusaha agar Dan Tae menerimanya, Dan Tae mengangkat tanganya tak ingin menerimanya. Gong Shim baru pulang melihat Joon Soo yang bertemu di rumah sakit, dan melihat Dan Tae mengangkat tangan ingin memukul, berpikir memukuli orang untuk mendapatkan uang lagi.
Mobil partoli lewat, Gong Shim langsung menghentikanya meminta petolongan  dengan melaporkan ada Pria itu mencuri uang dari orang lain jadi bisa menangkap basah dan menunjukan jalanya, Dua polisi pun mengikuti langkah Gong Shim ke taman
Sesampai di taman, Gong Shim seperti baru menangkap basah menyuruh keduanya untuk tak bergerak. Dua pria itu nampak binggung. Polisi mengatakan kalau mendapat laporan bahwa Dan Tae memeras uang lalu bertanya apakah uang di dalam amplop.  Joon Soo membenarkan kalau isinya memang uang.
Bisakah kau menunjukkan kepada kartu identitasmu kepada kami?” kata Polisi, Dan Tae nampak binggung.
Siapa yang membawa kartu identitasnya saat mereka  sedang berada di lingkungannya sendiri?” ucap Dan Tae
“Dan kau.... kapan aku pernah mencuri uang dari siapa pun? Dasar Kau gila” teriak Dan Tae kesal pada Gong Shim
Kau memukulinya untuk mendapatkan uang, Aku melihat semuanya. Kau juga mengganggu tiga orang bersepeda motor kemarin dan meminta uang mereka. Jangan berbohong kepadaku.” teriak Gong Shim yakin
Kapan aku berbohong? Apakah kau memiliki bukti? Perlihatkan kepadaku, Sepertinya kau dendam kepadaku untuk suatu alasan, dasarKau seorang wanita yang aneh.” Teriak Dan Tae kesal

Polisi mengajak keduanya untuk bicara dikantor saja dan siap memborgol tangan Dan Tae. Joon Soo mengalanginya merasa ada kesalahpahaman, sambil memeluk Dan Tae mengaku mereka adalah teman dekat dengan menceritakan dirinya itu  berhutang uang kepada Dan Tae dan ingin membayar kembali,tapi menolak untuk menerimanya.
Setelah itu memberikan kartu namanya Grup Star, Direktur Seok Joon SooPolisi yang melihat nama Joon Soo langsung mengakui kalau itu kesalahpahaman, lalu bertanya apakah Gong Shim berpikir buruk tentang pria itu. Gong Shim membenarkan. Dua polisi langsung memberikan hormat dan meminta maaf karena mengangguk. Gong Shim ingin menahanya tapi dua polisi tetap pergi, akhirnya Dan Tae yang menariknya dengan nada sinis bertanya mau kemana Gong Shim sekarang.
Apakah kalian berdua benar-benar berteman?” ucap Gong Shim, Joon Soo membenarkan dengan menyakinkan memeluk Dan Tae.
Kami teman dekat. Kau bilang aku ini Perampokan? Omong kosong. Aku bukan perampok, Cepat dan minta maaf.” Kata Dan Tae kesal
Maafkan aku!!!” teriak Gong Shim yang membuat dua pria melonggo diam, lalu pergi meninggalkan taman.
Seperti inilah lingkungan tempat tinggalku. Orang-orang seperti dia berkeliaran di sini.” Ucap Dan Tae lalu keduanya langsung melepaskan pelukanya.

Gong Shim pulang kerumah melihat semua sudah berkumpul di ruang tengah, lalu memberitahu sudah memikirkannya, dan menyadari bahwa sudah bisa menulis permohonan di rumah, dengan memberikan sebuah amplop berisi catatan medis.
Gong Shim.... Bisakah kau menahan diri dan menutup kasus ini?” kata Gong Mi, Gong Shim binggung apa maksudnya menutup.
Jangan meminta ganti rugi atas apa yang terjadi di stasiun pengisian bahan bakar. Aku akan membuat dia membayarmu dengan kompensasi yang cukup.” Jelas Gong Mi.
“Kau bilang Uang? Aku tidak melakukan ini untuk uang.” Tegas Gong Shim
Gong Shim. Tidak ada untungnya membuang waktu melakukan semua prosedur. Anggap saja itu sebagai nasib buruk, dan kita hentikan saja di situ. Bisakan?” kata ibunya
Gong Shim tak habis pikir dengan ucapan ibunya,  padahal baru tadi pagi mengatakan mereka harus memasukan wanita ke penjara. Ibunya menginjak kaki suaminya aga bisa membantu, Tuan Gong menjelaskan apabila mereka menyewa pengacara yang sangat mahal semuanya mungkin tidak berjalan seperti yang diharapkan bahkan Kadang-kadang, penyerang juga bisa menuntut korban.
Apa yang terjadi? Kenapa semua orang bertingkah aneh? Ini Tidak mungkin. Aku tidak akan mengampuni wanita itu. Aku akan menuntut dia.” Tegas Gong Shim
Gong Shim.... Tolong dengarkan aku. Wanita yang memukulmu adalah istri presdir dari firma hukum di mana kakakmu bekerja.” Kata Ibunya, Gon Shim menatap kakak, ibu dan ayahnya.
Jadi itu alasannya? Apakah itu sebabnya kalian semua berubah pikiran? Karena aku bisa menghalangi kesuksesannya, Aku, adik yang tidak pantas, harus tetap tenang dan menyingkir... bahkan jika aku diperlakukan tidak adil. Apa itu yang kau katakan? Apakah karena kau bisa mendapat masalah di tempat kerja?” ucap Gong Shim berdiri dari tempat duduknya

Lalu apa yang harus aku lakukan? Apakah kau pikir aku bisa terus bekerja di tempat itu jika mereka tahu bahwa adikku menggugat istri presiden? Jika aku dipecat, aku tidak akan bisa bekerja di firma hukum lain. Lalu apa Kau akan bertanggung jawab untuk itu? Ini semua demi keluarga kita. Dengarkan saran kami jika kau tidak tahu apa yang terjadi.” kata Gong Mi dengan nada sedikit tinggi
Berhenti mengatakan itu demi keluarga dan Berhenti berpura-pura peduli kepadaku. Kau hanya peduli tentang dirimu sendiri. Begitulah caramu hidup sampai sekarang. Kau hanya satu – satunya dirumah ini. Begitulah cara kalian semua hidup.” teriak Gong Shim dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.
Apakah kalian peduli tentang aku? Kalian hanya peduli tentang Eonni, terlepas dari apa yang terjadi padaku. Ibu dan ayah. Aku tahu kalian tidak bicara tentang aku kepada teman kalian, Kalian hanya berbicara tentang Eonni. Apakah kalian malu karena aku memiliku?” teriak  Gong Shim dengan air mata mengalir, ayah dan ibunya hanya bisa tertunduk diam.

Apa kalian tahu kenapa...aku pindah ke rumah atap di musim dingin? Aku ingin keluar dari rumah ini dan tidak ingin terus melihat keluargaku. Aku ingin menjauh darimu. Itu sebabnya aku pindah ke rumah atap menggunakan semua uangku.” Jelas Gong Shim sambil menangis
Lalu berbicara pada kakaknya, tentang saat ia ingin belajar bahasa Italia tapi kakaknya malah menertawakan bahkan mengejeknya. Lalu memberitahu alasan belajar bahasa itu karena ingin pergi ke Italia dan mulai melukis dan itu smeua impianya. Jadi entah kapan ia bisa pergi,  tapi ia akan belajar bahasa Italia agar bisa mewujudkan impiannya.
Aku punya impianku sendiri dan ingin melakukan banyak hal. Apakah kalian pikir aku tidak punya impian? Di pom bensin, Aku didorong ke tanah dan dipukul berkali-kali, Apa Kalian mendengarku? Ibu.... Ayah... Aku ditampar di wajahku” teriak Gong Shim, keduanya hanya bisa diam, begitu juga Gong Mi
Apakah kalian tidak merasa sakit hati dengan apa yang terjadi pada anakmu? Apakah Unnie tidak merasa buruk tentang apa yang terjadi pada adikmu? Aku... akan pastikan menuntutnya.” Tegas Gong Shim sambil menangis lalu keluar dari rumah, Ibunya memanggil anaknya agar tak menuntut, Tuan Gong tertunduk sedih seperti merasa bersalah dengan anaknya.
Gong Shim naik ke atap dan langsung menangis sekuat-kuatnya, sambil berteriak “Kenapa semua orang melakukan ini kepadaku?"

Dan Tae melongo melihat restoran yang cukup mewah diajak oleh Joon Soo, menurutnya tempat itu sangat mahal hanya untuk makan. Joon Soo sambil menuangkan arak menyuruh Dan Tae makan saja tak perlu memikirkanya.
Gong Shim ditempat lain, minum bersama temanya sambil makan belut panggang lalu bertanya apakah temanya punya kenalan seorang pengacara. Temanya mengaku kenal satu orang, Gong Shim langsung sumringah meminta agar memperkenalkan orang itu kepadanya, Temanya mengatakan kalau itu kakak Gong Shim.
Berhenti mengejekku. Bagaimanapun, aku diperlakukan tidak adil, jadi perlu bantuan secara hukum. Apakah kau tahu pengacara yang tidak terlalu mahal?” kata Gong Mi
Aku akan mencari informasi. Apakah kau bertengkar dengan kakakmu?” ucap Temanya
Aku akan minum banyak hari ini. jadi Lebih baik kau mencoba mengimbangiku.” Kata Gong Mi lalu mulai bersulang. 

Dae Tae dan Joon Soo kembali bersulang dan memilih untuk makan lobak yang ada dipiring dan menyisakan sushi dengan telur diatasnya. Joon Soo bertanya kenapa Dan Tae tak memakan sushi telurnya. Dan Tae mengaku alergi jadi tak perna makan telur. Joon Soo nampak tak percaya karena ia juga alergi dengan telur.
Ayahku adalah sangat alergi terhadap telur, Aku seperti dia.”kata Joon So
Itu lucu. Sepertinya kita memiliki banyak kesamaan.” Komentar Dan Tae
Aku juga aneh merasakan hal yang sama.” Balas Joon Soo lalu mengajak mereka kembali minum.
Gong Shim dan temanya sudah pindah ke bar dan langsung meminum habis satu gelas penuh bir. Ia menceritakan hal yang paling mengejutkan untuk dirinya sepanjang hidupnya.
Saat itu aku masih seorang siswa sekolah menengah Aku menerima hasil tes DNA ayah.” Cerita Gong Shim 

Flash Back
Gong Shim melihat berkas ditanganya hasil Tes DNA, orang tua dan kakaknya terlihat menunggu.
Saat tahun keduaku sebagai seorang siswa sekolah menengah, Aku berteriak dan menjerit saat mendapatkan hasil tes DNA ayah. Aku tidak percaya bahwa aku adalah putri dari orang tuaku. Aku benar-benar berharap hasilnya negatif. Tapi... Aku benar-benar anak dari orang tuaku dan adik dari Gong Mi.” 
Gong Shim langsung menangis melihat hasil kalau ia anak kandung dan memiliki kakak kandung,
Gong Shim yakin temanya itu tahu tentang kakanya, Temanya sudah tahu kalau Gong Mi yang dianggap penuh dengan semua gen yang hebat. Gong Shim menjerit tak percaya mereka itu bersaudara kandung padahal begitu berbeda.
Dan bagaimana bisa mereka... malu kepadaku karena aku putri dan adik mereka? Tapi apakah kau tahu yang lebih konyol? Jujur saja, Aku juga malu pada diriku sendiri.” Jerit Gong Shim sambil menangis
Gong Shim, kau mabuk. Ayo pulang, Ini sudah lewat tengah malam.”ajak temanya
Jika kau ingin pergi, kau boleh pergi, tuan Cinderella. Bisa aku meminta segelas bir, tolong?!!

Gong Shim yang mabuk berjalan sendirian pulang sambil menyalakan bel sepedanya, menyuruh semua orang yang ada didepanya minggir.
Aku punya botak di kepalaku. Botaknya lebih besar dari sebuah koin. Jadi  Jangan main-main denganku.” Terika Gong Shim mabuk berjalan pulang sambil terus menyalakan bel sepedanya. 

Pagi hari
Dan Tae tidur di kamar barunya dengan bertelanjang dada, lalu ia merasakan kegelian sendiri. Gong Shim tiba-tiba keluar dari selimut dan berbaring disamping Dan Tae, mulutnya menyentuh pipi Dan Tae tanpa sadar. Dan Tae seperti merasakan kegelian dan meminta agar menghentikanya.
Gong Shim semakin membabi buta membuat bibirnya seperti mencium wajah Dan Tae dan Dan Tae merasa kegelian kembali meminta menghentikanya. Tiba-tiba Gong Shim mendorong kepala Dan Tae membuatnya terbangun. Akhirnya Dan Tae terbangun, betapa terkejutnya melihat Gong Shim yang berbaring di tempat tidurnya. Gong Shim juga menjerit melihat Dan Tae dan langsung menendangnya, menyuruh keluar dan langsung mengumpat si mesum.
Dan Tae meminta maaf sambil menangis kalau dirinya itu terlibat mesum, tapi setelah itu berteriak marah kalau ini adalah kamarnya. Gong Shim menutupi semua tubuhnya dengan selimut lalu berdiri dan tersadar kalau memang sudah salah. Dan Tae bertanya siapa wanita yang bisa masuk ke kamarnya.
Apakah kau tidak mengubah passwordnya?” tanya Gong Shim
Aku tidak mengubah passwordnya.” Kata Dan Tae dengan mata melotot
Kenapa kau tidak mengubahnya? Kenapa?” jerit Gong Shim lalu menyuruh untuk berbalik.
Kau marah kepadaku karena kesalahanmu sendiri.” Keluh Dan Tae sambil berbalik

Gong Shim mengambil tasnya, beberapa barangnya jatuh dan belnya pun gelinding dikolong lemari. Ia langsung buru-buru mengambil buku dan kunci dan keluar dari kamar. Don Tae melirik heran melihat Gong Shim yang marah-marah keluar dari kamarnya. Gong Shim menjatuhkan sepatunya di depan kamar.
Dan Tae keluar kamar dengan memakai wig milik Gong Shim, memberitahu kalau lupa dengan wignya. Gong Shim mengumpat lalu menarik wignya dari kepala Dan Tae setelah itu berlari menuruni tangga. Dan Tae tersenyum lalu menyuruh Gong Shim mengembalikan selimut miliknya. 


Gong Shim sudah ada disauna dengan makan kimbap dan telur rebus, duduk sendirian dengan minuman menghilangkan dahaganya. Ponselnya bergetar, temannya menelp memberitahu sudah mencari pengacara dan menemukan Ada seseorang yang suka membantu orang yang dalam kesulitan, orangnya yang cukup baik.
“Jadi dia tidak akan mengenakan biaya yang terlalu besar, kan?” kata Gong Shim memastikan
Kalau begitu aku harus meminta pembelaan kepadanya. Tolong kirimi aku alamat kantornya.” Ucap Gong Shim
Lalu memberitahu temanya kalau ia kabur dan tak pulang ke rumah. Seteah itu ia pindah ke kursi pijat, menurutnya orang tuanya itu tak akan mencari sama sekali. Temannya berpikir suara Gong Shim bergetar tanda kalau marah. Gong Shim menegakan badanya agar memastikan suaranya tidak gemetar, setelah itu kembali menyandarkan badanya dengan merasakan kenikmatan kursi pijat.
Di dalam bus, Gong Shim duduk sendirian. Kakaknya mengirimkan pesan peringatan pada ponselnya Gong Shim, jangan pernah berpikir untuk menggugatnya. Jika kau melakukannya, Kau akan membunuh keluarga kita dengan tanganmu sendiri. Hubungi aku.

Gong Shim menuruni tangga melihat papan nama “Firma Hukum Guleum” senyumnya terlihat karena sudah menemukan tempat yang dicarinya. Tiga orang pria keluar dari kantor, membahas tentang pengacara yang  mengajukan pengaduan, lalu bos mereka menjadi takut dan segera mentransfer uangnya.
Apakah mereka... di sini juga untuk menuntut seseorang?” gumam Gong Shim melihat tiga orang didepanya.
Pada awalnya, kupikir pengacara kami adalah pengacau, tapi dia benar-benar baik..” Cerita si pria dengan jaket macan.
Ketika dia memintaku untuk membayar 70 dolar sebagai biaya pengiriman, aku sangat khawatir akan membuang 70 dolar secara sia-sia” ungkap si pria tambun, pria satunya juga merasakan hal yang sama.
Tapi bagaimana bisa dia bisa hidup dengan uang sekecil itu?” kata si pria satunya binggung
Dan Tae keluar dari kantornya memberitahu kalau ia mau makan jajangmyeon dan meminta traktir. Gong Shim melotot kaget melihat Dan Tae yang berbicara pada tiga pria didepanya. Dan Tae mengarahkan pandangan ke arah tangga, melihat Gong Shim berdiri tak jauh darinya. Gong Shm masih tak percaya kalau Dan Tae itu adalah pengacara. Dan Tae akhirnya menyuruh ketiganya pergi duluan dan akan menyusul nanti. 

Gong Shim pun berjalan mendekat. Dan Tae berpikir Gong Shim itu penguntit, karena semalam masuk ke dalam kamarnya lalu hari ini muncul didepan kantornya.
Apakah kau merasa bahagia dengan mengintip?” ejek Dan Tae  
Dasar cabul. Dia jelas tidak normal. Jerit Gong Shim dalam hati
Apa yang membawamu kemari?” tanya Dan Tae
apakah kau... pengacara cabul?” ucap Gong Shim dengan mata melotot karena terkejut. Dan Tae memberikan tatapan seperti pembunuh berdarah dingin.
bersambung ke episode 2


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



8 komentar:

  1. Salam kenal, Mbak Dyah! Wah, ada Nam Goong Min!

    BalasHapus
  2. Aaaaaaaaa senengnya liat Nam Goong Min gak jadi jahat di drama ini. Salam kenal mbak Dyah!

    BalasHapus
  3. Korean Dramas are full pack of Romance and i love


    Dramas Online

    BalasHapus
  4. di tunggu kelanjutannya ya kak,,

    BalasHapus
  5. thanks buat sinopsisnya! solusi pengen tau jalan cerita drama tapi nggak mau boros kuota. hehe.
    thank you sekali lagi kak!

    BalasHapus
  6. Dengan sibuk gak bisa lihat dramanya.. akhirnya nemu sinop nyaaaa.. tangkiesss siissttaaaahhh..

    BalasHapus