Senin, 30 Mei 2016

Sinopsis Beautiful Gong Shim Episode 5 Part 2


Gong Shim naik ke atap untuk menyiram tanganya, Dan Tae terlihat melamun bertanya Apa yang dilakukan Gong Shim pada malam hari. Gong Shim dengan sinis mengatakan tidak ada hubungannya dengannya jadi  Jangan memperdulikannya.
Apa kau tidak punya sesuatu untuk dikatakan kepadaku?” kata Dan Tae
Tidak ada... Kau menggores mobil ketua. Apakah kau sudah mengatasinya?” tanya Gong Shim khawatir, Dan Tae mengatakan itu tak mungkin
“Huff.. Kau juga menjalani hidupmu dengan penuh masalah.” Keluh Gong Shim
Kalau begitu kenapa kau tidak membelikan aku makanan?” kata Dan Tae

Gong Shim heran kenapa ia harus membelikan makanan untuk Dan Tae, tiba-tiba Dan Tae tertawa  mengungkakan kalau memang benar. Gong Shim menegur Dan Tae kalau harus melihatnya apabila sedang berbicara dengannya. Dan Tae menengok terlihat ada hands free di telinganya dan berbicara akan bertemu dan mendiskusikan rinciannya, lalu mematikan ponslenya.
Apa yang kau lakukan? Kenapa kau berbicara denganku saat aku sedang menerima telepon?” kata Dan tae. Gong Shim tak percaya ternyata tadi ia sebenarnya hanya bicara sendiri.
“Apa Kau tidak tahu bahwa aku sedang berbicara di telepon? Apakah kau berbicara kepadaku?” kata Dan Tae, Gong Shim terlihat cemberut, Dan Tae pun bisa mengerti lalu tertawa mengejek kalau itu lucu sekali.
Ya ampun… Kukira sudah memberimu sesuatu untuk ditertawakan lagi. Apakah itu lucu?” keluh Gong Shim kesal
Jangan percaya semua yang kau lihat, Jangan percaya semua yang kau dengar.” Ucap Dan Tae
Gong Shim heran dengan yang dibicarakanya,  Dan Tae mengatakn sedang berbicara di telepon, tetapi Gong Shim salah paham dengan kata-katanya dan berpikir sedang berbicara denganya. Gong Shim benar-benar tak mengerti maksud dari ucapanya itu apa.
“Walaupun jika seseorang menyakiti perasaanmu dengan kata-kata, itu tidak selalu berarti bahwa mereka mengatakan kebenaran.”jelas Dan Tae
Kau terus berbicara seperti pemimpin sekte.” Ejek Gong Shim
Oh, aku punya pekerjaan baru, Sekarang aku seorang pengacara, penipu dan pemimpin sekte.” Kata Dan Tae bangga
Menurut pendapatku, pemimpin sekte lebih cocok untukmu. Tapi, kurasa kau mengerti penderitaanku.” Ungkap Gong Shim lalu pamit pergi
Aku bisa mengerti karena aku tahu apa yang terjadi.” Kata Dan Tae tersenyum diam. 

Di ruang tengah
Ibu Dae Hwang memuji Nyonya Yum yang cantik, bertanya-tanya kenapa tak memikirkan sama sekali., karena membiarkan Joon Soo mengurus sendiri pernikahannya. Nyonya Yum menceritakan Sudah ada banyak pasangan nikah yang sesuai menunggunya, tapi anaknya tidak akan mendengarkan jadi itu membuatnya kesal.
Hei, wanita tua ini benar-benar keras kepala,  kau tahu itu ‘kan. Apakah kau pikir dia akan mewariskan sifatnya kepadamu? Saat dia meninggal, aku yakin bahwa dia akan menyumbangkan semua kekayaannya untuk negara ini.” kata Ibu Dae Hwang
Apa yang bisa kukatakan? Kita tidak bisa memaksanya untuk merubah pikirannya. Ibu mertua, jika orang lain mengetahui tentang situasi ini, mereka akan mengarahkan jari-jari mereka dan menertawakan kita, bukankah begitu?” kata Nyonya Yum sudah mengerti posisinya.

Itulah yang aku katakan, maka dari itu sebabnya kita perlu menemukan cara untuk mendapatkan hatinya. Kita harus menemukan calon pengantin muda yang manis dan baik untuk Joon Soo. Meminta dia memenangkan hati wanita tua itu. Dan kemudian, saat dia melahirkan seorang putra yang lucu, kita bisa menaruh bayi itu dalam pelukannya. Aku yakin hatinya akan meleleh seperti es dalam api.” ucap Ibu Dae Hwang yakin, Nyonya Yum nampak tak begitu yakin
Tentu saja. Jadilah lebih percaya diri. Pergi ke perusahaan sekarang juga, dan minta dia untuk menikah. Bisnis bukanlah hal yang terpenting tapi Joon Soo menikah adalah hal yang terpenting.” Kata ibu Dae Hwang, Nyonya Yum mengerti dan akan mencobanya.


Di ruang studio
Seorang PD Kim  sedang mengecek kamera, Gong Mi menyapa terlihat PD Kim itu nampak kaget. Gong Mi  bertanya Kenapa ia tidak diberikan  naskah untuk hari ini dan juga  Apa topiknya hari ini. PD Kim itu terlihat kebinggungan menjelaskanya, lalu bertanya apakah terjadi suatu masalah. Gong Mi binggung.
aku tiba-tiba diperintahkan oleh bosku... untuk mengubah panelisnya. Maafkan aku.” Kata PD Kim
“Ahh..  Jadi begitu? Aku tidak perlu datang ke sini jika kau sudah memberitahuku sebelumnya.” Kata Gong Mi terlihat mencoba untuk tak kecewa.
Maafkan aku. Pemberitahuannya sangat mendadak untuk kami.” Ucap PD Kim lalu pamit pergi karena dipanggil 

Gong Mi bertemu dengan seniornya, si senior ingin mengatakan yang sejujurnya kala Gong Mi harus menyerah mencoba pindah ke firma hukum kami karena Gong Mi sudah masuk daftar hitam. Gong Mi pikir itu sebabnya meminta bantuk pada seseorang yang otoritasnya tinggi seperti seniornya
“Tolong bantu aku, Aku tidak akan pernah melupakan bantuanmu.” Kata Gong Mi berharap
Aku akan mendapatkan masalah jika terlibat denganmu. Aku tidak berdaya. Maafkah aku” kata seniornya.
Tolong. Ini tidak adil, karena Aku difitnah.” Kata Gong Mi,
Aku harus menghadiri persidangan. Kuharap kau bisa melewati ini.” ucap seniornya lalu buru-buru masuk pengadilan. Gong Mi pun tak bisa berkata apa-apa 

Dan Tae keluar dari ruang sidang berbicara dengan seorang bapak tua yang berterimakasih karena sudah menyelamatkannya. Gong Mi melihat dari jauh ternyata Dan Tae adalah seorang pengacara.
Mereka tahu aku tidak bersalah berkat kau.” Ucap Si bapak tua
Aku menyesal kau harus melalui masa yang sulit ini, Cuacanya sangat panas hari ini. Kenapa kita tidak pergi dan makan beberapa naengmyeon dingin?” ajak Dan Tae, Si bapak pun setuju.
Dan Tae melihat sosok Gong Mi yang dikenalnya, Gong Mi berpura-pura tak mengenalnya dengan memalingkan wajah ke tempat yang lain. Dan Tae pun menuruni tangga meninggalkan Pengadilan hukum

Di sebuah restoran terlihat tulisan (Selamat Datang di Reuni Pemenang Kontes Kecantikan.) Ibu Gong Mi sudah mengunakan dress yang terlihat cantik mengatakan pada dirinya sendiri kalau tidak boleh gentar. Beberapa wanita terlihat cantik-cantik melambaikan tangan pada  Joo Jae Boon yang datang.
Dia memenangkan Penghargaan Utama.” Ucap salah satu wanita, Jae Boon pun melambaikan tangannya seperti seorang putri kecantikan.
Bagaimana bisa kau tidak muncul sampai sekarang?” kata wanita berambut pendek, wanita yag menyapanya mengatakan sudah dalam tak bertemu, lalu yang lainnya bertanya kenapa Jae Boon lama tak datang mengikuti reuni.
Aku tahu, Rasanya menyenangkan disambut oleh kalian semua. Aku akan lebih sering datang.” Kata Jae Boon dengan bangga lalu duduk. Semua memuji Jae Boon yang masih sangat cantik
Tiba-tiba semua tertuju pada wanita cantik yang datang, Yun Tae Hee, ibu Joon Soo. Semua langsung mengerubunyi Tae Hee yang terlihat elegan menjadi wanita yang kaya. Tae Hee menyapa semuanya yang datang lebih awal hari ini.
Apakah dia Yum Tae Hee yang memenangkan Penghargaan Popularitas?” tanya Jae Boon, temanya membenarkan, semua masih menyapa Tae Hee.
Apakah dia menghadiri pertemuan ini secara teratur? Dia cukup lama tidak menunjukkan dirinya karena dia akan menikah... dengan putra dari keluarga kaya yang lahir di luar perkawinan.” Cerita Jae Boon sinis
“Apa Kau tidak tahu? Suami Tae Hee telah diadopsi sebagai anak dari istri yang sebenarnya. Sekarang, dia adalah istri dari Presiden Grup Star.  Apa Kau tidak tahu itu?” cerita temanya, Jae Boon melotot kaget mengetahui Tae Hee adalah istri dari Presiden Grup Star.

Tae Hee melihat kearah Jae Boon yang ternyata datang ke acara Reunian, lalu berjalan mendekatinya dengan menyapa sudah lama tak bertemu dan mendengar akan datang hari ini. Jae Boon berdiri dari tempat duduknya menyapa Tae Hee, lalu Tae Hee memujinya masih cantik saja. Jae Boon melihat Tae Hee yang belum berubah sedikit pun bahkan terlihat semakin muda. Tae Hee pikir Jae Boon yang semakin muda.
Apa kau tidak ingat? Kau mengatakan seorang pemenang Penghargaan Utama harus terlahir cantik. Apakah kau pikir aku masih pantas mendapatkan Penghargaan Popularitas?” ucap Tae Hee dengan bangga memperlihatkan tantangan rambutnya yang berbeda
Apa yang kau bicarakan? Itu Tidak mungkin.” Kata Jae Boon menyangkal dan terlihat dibelakang bajunya masih ada tag harga yang tak dilepas.
Aku yang membayar untuk pertemuan hari ini, Silakan nikmati makanannya.” ucap Tae Hee melihatnya membantu untuk memasukan ke dalam baju Jae Boon untuk menyindirnya. Jae Boon pun mengucapkan terimakasih dan nampak malu. 

Di toko pakaian
Pegawai toko bepikir tidak perlu melakukan ini. Tuan Gong tahu  memang tidak seharusnya Tapi keadanya sangat mendesak. Jae Boon melihat suaminya di depan toko mengamatinya.
Pelanggan Joo Jae Boon yang membeli ini... ada dalam blacklist pelanggan kami.  Apa kau tidak tahu itu? Dia selalu meminta pengembalian dana setelah memakai semuanya satu kali. Tidak akan ada pengembalian kali ini.” kata pelayan toko
Nona Joo Jae Boon sakit dan sekarang ada di rumah sakit. Dia tidak bisa memakai gaun ini bahkan jika dia inginkan. Tolong jadikan pengembalian dana... agar aku bisa membayar untuk perawatannya. Aku mohon padamu.” Ucap Tuan Gong sambil menangis, Jae Boon didepan toko menyuruh suaminya agar Menangislah dengan keras.

Gong Mi pulang ke rumah dengan wajah kesal sambil melempar tasnya dikamar, Di TV memutar acara yang tentang Hukum sampai yang dikatakan oleh pembawa acara
Untuk membatalkan kontrak tertulis, Harus ada alasan yang baik. Jadi kontrak ini berlaku."” Kata Jae Boon, Tuan Gong sampai berdeham mengikuti MC dengan meminta maaf untuk meminta Gong Mi bicara.
"Aku memiliki pendapat yang berbeda. Penolakan suksesi hanya... dapat diajukan setelah... pewaris meninggal. Oleh karena itu, hanya dengan menandatangani memorandum...” ucap Tuan Gong dan istrinya yang sangat menghafal kata-kata yang diucapan Gong Mi.

Kenapa kau menontonnya lagi? Kau sudah menontonnya berkali-kali.” Kata Gong Mi kesal sambil mematikan Tvnya.
Gong Mi, lain kali kau ada di acara itu, hancurkan pengacara yang duduk di sebelahmu agar dia tidak bisa menghina setiap kata yang kau katakan.” Kata Jae Boon yang sibuk meracik makanan.
Hentikan saja omongannya setiap kali dia mencoba untuk mengganggu. Bagaimana syutingnya berjalan?” kata Tuan Gong, Gong Mi seperti belum bisa berkata jujur tentang keadaanya.
Aku mungkin terlihat kalah darimu sekarang, Tae Hee. Tapi hariku akan datang. Saat  Gong Mi menjadi seorang pengacara terkenal setelah tampil di TV, Aku tidak akan merasa rendah diri kepadamu lagi.” Kata Jae Boon menatap lurus kedepan.
Suaminya bertanya dengan siapa istrinya itu bicara. Jae Boon mengatakan Untuk orang yang mendapat Penghargaan Popularitas. Suaminya mengangguk mengerti lalu mengajak anaknya makan. Gong Mi mengatakan sedang tak lapar dan masuk ke kamar. Jae Boon memanggil anaknya meminta tanda tanganya karena beberapa temanya meminta, Gong Mi makin kesal dan pergi. Tuan Gong pikir ia saja yang memberikan tanda tangan karena pasti tak yang mengenalinya, Jae Boon mengerti. 


Gong Shim langsung berdiri dan memberikan hormat ketika melihat Joon Soo yang datang, lalu mengatakan Presdir sudah menunggunya. Joon Soo pikir Sebelum itu, perlu meminta maaf kepada Gong Shim karena sudah melakukan kesalahan.
Kesalahan... apa yang kau bicarakan?” tanya Gong Shim binggung
Kau pasti sudah mendengar... percakapan antara aku dan ibuku beberapa hari yang lalu. Kupikir kau tidak ada di sana. Aku hanya mencoba untuk menyenangkan hatinya dengan mengatakan apa yang ingin dia dengar. Itu semua bohong.” Kata Joon Soo, Gong Shim terlihat mendapatkan pengharapan.
Aku tahu seharusnya tidak mengatakan itu. Maafkan aku... ibuku menjadi marah jika aku menjawab perkataannya. Dibutuhkan banyak usaha... untuk membuatnya merasa lebih baik. Aku harus menyanyikan lagu-lagu dan bahkan menari. Jadi jika aku secara kebetulan menyinggungmu, itu benar-benar bukan yang aku inginkan.  Aku berharap kau akan memaafkanku.” Jelas Joon Soo
Aku tidak tersinggung... sama sekali, Direktur.” Kata Gong Shim Joon Soo mengaku bisa melegakanya, keduanya terlihat sama-sama tersenyum.

Joon Soo melihat Gong Mi dokumen untuk presdir. Gong Shim memberitahu sedang mengatur daftar pesan panggilan tidak terjawab dan jadwalnya untuk besok. Joon Soo bertanya apakah tak masalah jika membantunya sedikit saja, Gong Shim binggung. Joon Soo langsung ke belakang meja Gong Shim.
Beberapa tahun yang lalu, ayahku menderita rabun dekat. Dia pikir memalukan untuk memakai kacamata baca di depan banyak orang.” Kata Joon Soo sambil memaikan mousenya, Gong Shim terus menatapnya setelah keduanya saling menatap dengan jarak yang dekat. Gong Shim langsung memalingkan wajahnya.
Jadi, jika kau menggunakan ukuran huruf yang lebih besar... baginya agar bisa dibaca dengan lebih baik, itu akan menyenangkan hatinya.”kata Joon Soo membuat font tulisannya yang besar. Gong Mi pun mengucapakn terimakasih. 


Gong Shim mengambil sebotol minuman dalam kulkas lalu menatapnya, teringat kembali pesan Joon Soo padanya.
Kau tahu bahwa  dia memiliki pertemuan hari ini, kan Dia pasti akan mabuk berat. Jika kau mempersiapkan minuman untuk mabuk, dia akan senang.
Dia pasti... malaikat yang dikirim dari atas. Gumam Gong Shim mengingat saat Joon Soo membantunya membuatkan file lalu menyadarkan diri kalau harus lebih berhati-hati lagi. 

Gong Mi memberikan berkasnya memberitahu itu Pesan-pesan yang datang untuknya saat Dae Hwang sedang melakukan pertemuan. Dae Hwang ingin mengunakan kacamatanya tapi melihat tulisanya sudah jelas dimatanya, lalu mengungkapkan  suka ukuran huruf yang besar karen Sangat mudah untuk dibaca.
Kau memiliki banyak dokumen untuk dikerjakan. Aku sangat khawatir jika matamu sampai lelah. Aku menggunakan font yang lebih besar agar kau bisa membacanya dengan lebih baik.” Kata Gong Shim, Dae Hwang pun mengatakan akan membacanya dan menyuruh Gong Shim sudah boleh pergi.
“Aku ingin memberikan ini, Kau mungkin akan banyak minum... dalam pertemuanmu malam ini. Jadi kupikir akan sangat membantu jika kau meminum ini sebelumnya.” Kata Gong Shim memberikan sebotol penghilang mabuk, Dae Hwang terlihat tersentuh dan akan minum lagi nanti lalu menyuruhnya untuk pergi.
“Ah.. Tunggu sebentar. Aku memiliki tiket film. Tiket ini akan berakhir hari ini. Pergi menonton dengan pacarmu.” Kata Tuan Suk lalu meralatnya Gong Shim bisa pergi dengan temannya.
Gong Shim melonggo tak percaya, Dae Hwang pikir tak masalah kalau memang menolaknya. Gong Shim pun tanpa menolak langsung mengambil tiket bioskopnya dari tangan bosnya, lalu mengucapkan terimakasih dan keluar dari ruangan senyuman bahagia. 

Joon Soo membukakan minuman kalengnya untuk Gong Shim diatap perusahaan. Gong Shim mengucapkan terimakasih pada Joon Soo atas sarannya dengan begitu membuatnya dipuji oleh Presdir. Joon Soo mengaku ikut senang mendengarnya.
Dan dia juga memberiku tiket film... untuk malam ini.” kata Gong Shim memperlihatkan dua tiket ditanganya.
Aku benar-benar ingin melihat film ini. Aku iri padamu, Gong Shim.” Kata Joon Soo
“Ahh..  Benarkah? Kalau begitu apa kau ingin pergi bersamaku?” ucap Gong Shim merasa tak percaya, Kali ini gantian Joon Soo yang tak percaya kalau Gong Shim mengajaknya menonton. Gong Shim langsun mengucapkan terima kasih dengan senyuman bahagia. 

Gong Shim dengan sopan mengucapkan selamat tinggal pad Dae Hwang dan Dae Chul ketika meninggalkan kantor. Dae Hwang tersenyum berpsan untuk tidak membuat kesalahan dan terus melakukan apa yang dilakukan hari ini dengan menepuk pundak Gong Shim memujinya.
Ada sesuatu di langit hari ini. Kukira ada saat-saat kau melakukan hal yang benar. Syukurlah... Kau sudah melakukan banyak hal.” Kata Dae Chul sinis lalu meninggalkan ruangan, Gong Shim terus memberikan senyumannya. 

Gong Shim akan balik ke tempat duduknya tapi dikagetkan dengan Dan Tae tiba-tiba sudah ada didepanya.  Dan Tae pikir Gong Shim itu sudah dihargai atas pekerjaannya, Gong Shim mengeluh Dan Tae hampir membunuhnya dengan serangan jantung.
Presiden bahkan... menepuk bahumu. Kau pasti seorang karyawan yang baik.” Komentar Dan Tae
Aku mendapatkan beberapa pujian... berkat saran dari Direktur Seok.” Ucap Gong Shim, Dae Tae bertanya apakah mereka berdua sudah berbaikan
Kami selalu berhubungan baik. Presiden bahkan memberiku tiket film ini.” kata Gong Shim melihat dua tiket ditanganya.

“Ahh... Tiket film. Kau akan membutuhkan seseorang untuk menemanimu pergi ke bioskop, tapi Aku sibuk hari ini.” kata Dae Tae
Baguslah.... Setiap orang harus sibuk dan Direktur Suk memiliki waktu luang malam ini.” ucap Gong Shim
Dan Tae terlihat sedih Gong Shim yang akan pergi ke bioskop bersama Joon Soo dengan memegang baju Gong Shim.  Gong Shim menurunkan tangan Dan tae dan membenarkan, lalu berharap harinya itu menyenangkan, lalu pergi meninggalkanya. Gong Shim mengambil foto tiketnya dan tersenyum bahagia bisa menonton dengan Joon Soo. 

Dan Tae menemui Nyonya Nam diruanganya, memberitahu Kasus Seok Joon Pyo bukanlah kasus anak hilang biasa tapi penculikan yang berarti itu kasus pidana.
Aku pergi ke kantor polisi dan melihat laporan investigasi kriminal.. dari tanggal 22 April 1990, tanggal kejadian, dengan tanggal ketika kasus itu ditutup, yaitu Mei 1993.” Jelas Dan Tae
Apa itu berarti... kau bersedia mencari Joon Pyo?” kata Nyonya Nam, Dan Tae membenarkan dan akan melakukan yang terbaik. Nyonya Nam pun mengucapkan terimakasih.
Tapi aku tidak tahu darimana harus mulai. Tidak ada cara untuk mengkonfirmasi apakah dia masih hidup atau tidak. Aku tidak tahu dari mana harus mulai melacak keberadaannya.” Kata Dan Tae
Aku yakin bahwa... Joon Pyo masih hidup.” Ucap Nyonya Nam lalu pergi ke meja kerjanya. 

Ia memberikan kotak kalung dan menunjukan pada Dae Tae, Dan Te melihat itu kalung pencegahan anak hilang milik Joon Pyo. Nyonya Nam membenarkan dan sangat yakin itu adalah kalung yang dibelikan untuk cucunya.
Seorang pria... meninggalkan ini di rumahku dan menelpku. Dia mengatakan ada sesuatu yang ingin dikatakan kepadaku. Aku menunggunya saat pergi ke taman bersamamu.” Cerita Nyonya Yum, Dae Tae menebak pria itu tak datang
Tidak, dia tidak muncul... Tapi aku yakin bahwa Joon Pyo masih hidup. Aku tidak memberitahu siapa pun tentang kalung itu. Ini adalah rahasia antara aku dan kau. Bisakah kau menyimpan rahasia itu?” kata Nyonya Yum, Dan Tae berjanji tak akan memberitahu siapapun. 

Dan Tae menelp Bibi Ji Won menanyakan apakah berbicara  dengan ayah akhir-akhir ini dan Apakah ayahnya sampai di Filipina dengan aman. Ji Won sedang dirumah sakit berbohong kalau ayahnya itu sudah menelpnya  dan mengatakan sudah tiba di sana dengan selamat.
Dia mengatakan kepadaku untuk tidak khawatir.” Kata Ji Won, Ayah Dan Tae terlihat mengintip dari belakang dinding
Syukurlah, setidaknya dia harus menghubungi anaknya. Tapi Senang mengetahui bahwa dia baik-baik saja.” Kata Dan Tae terlihat sedikit kecewa lalu menutup telp dan akan menelpnya nanti.
Ji Won masuk ruang rawat tak melihat Ayah Dan Tae ada didalam, hanya ada selembar note Aku akan kembali ke Filipina. Jangan khawatir tentang aku.Ji Won langsung menjerit histeris dan panik memanggil Ayah Dan Tae. 

Joon Soo membawakan popcorn dan juga minuman kedalam bioskop, keduanya duduk bersebelahan menonton film, Gong Shim tak hentinya tersenyum bahagia melihat Joon Soo yang duduk disebelahnya menonton film bersama. Joon Soo juga tersenyum melihat Gong Shim makan popcorn dengan malu-malu.
Di atap, Dan Tae terlihat uring-uringan sendirian, bisa menduga seharusnya filmnya sudah mulai sekarang. Dalam pikirkanya, Joon Soo dan Gong Shim minum dengan dua sedotan dalam gelas yang sama dan meminumnya saling menatap, lalu saling meyuapi pop corn dengan penuh cinta.
Joon Soo tiba-tiba memegang tangan Gong Shim, Gong Shim dengan gaya genit terlihat malu-malu. Joon Soo langsung menariknya, Gong Shim pun pasrah bersandar didada Joon Soo menonton film. 

Dan Tae yang tak terima memegang tangkai bunga Gong Shim penuh amarah, lalu mencoba menyadari kalau Semuanya akan baik-baik saja. Gong Shim sedang asik menonton merasakan getaran ponselnya dan melihat itu telp dari Dan Tae, wajahnya terlihat panik memilih tak mengangkatnya.
Joon Soo sempat melirik, Gong Shim pun berpura-pura tak terjadi apa-apa dengan tersenyum. Dan Tae heran karena telpnya tak diangkat oleh Gong Shim akhirnya menelp terus menerus walaupun Gong Shim terus merejectnya. Sampai akhirnya Gong Shim pun meminta izin keluar sebentar karena  harus menerima telepon ini. Joon Soo pun meminta untuk Gong Shim cepat mengangkat telpnya. 

Ada apa lagi sekarang? Kenapa? Kenapa? Kenapa?” ucap Gong Shim kesa
Aku meneleponmu lima kali, tetapi kau tidak menjawab teleponku. Kenapa kau membuatku meneleponmu lagi dan lagi? Jika kau menjawab teleponku, aku tidak akan meneleponmu.” Kata Dan Tae marah
Aku sudah mengatakan bahwa ada di bioskop. Kau ingin menanyakan apa?” ucap Gong Shim
Bagaimana... Bagaimana cara mengaktifkan pemanasnya? Pemanasnya tidak bekerja.” Kata Dan Tae mencari alasan
Kenapa kau harus menanyakan hal itu sekarang? Dan udaranya panas di luar. Kenapa kau perlu mengaktifkan pemanas?” teriak Gong Shim kesal
Kenapa kau berteriak kepadaku?” kata Dan Tae heran, Gong Shim menyuruh Dan Tae mencarinya di internet lalu menutup telpnya. 

Dan Tae memikirkan cara lalu berpikir akan mengatakan kepadanya memakan tanaman beracun. Tapi merasa kalau mungkin saja Gong Shim malah senang mendengarnya, ia memikirkan pasti ada cara jalan lain.  Sementara Gong Shim berjalan kembali ke dalam bioskop, baru saja duduk ponselnya bergetar kali ini Dan Tae menelpnya dengan video call. Tanpa meminta izin langsung keluar ruangan yang membuat Joon Soo binggung.
“Kenapa sekarang video call?” ucap Gong Shim geram keluar dari bioskop, Dan Tae bertanya keberadaan Gong Shim sekarang.
Aku sudah mengatakan ada di bioskop.” Kata Gong Shim, Dan Tae merasa bukan bioskop dan tetap menanyakan keberadanya. Gong Shim memutar kamera agar Dan tae bisa melihat kalau memang sedang ada dibioskop.
Kenapa kau melakukan ini kepadaku? Ada apa denganmu?” kata Gong Shim semakin geram
“Aku hanya ingin menonton film secara gratis. Jika kau memegang teleponnya ke arah layar, Aku bisa menonton film secara gratis. Bagaimana menurutmu? Bukankah aku ini brilian?” ucap Dan Tae tertawa bahagia
Apakah kau ingin ditangkap?” kata Gong Shim sengaja mendekatkan wajahnya lalu menutup telpnya. Dan Tae terlihat sedih ditutup begitu saja.
Gong Shim pun kembali kedalam bioskop, dengan wajah kesal. Joon Soo bertanya apakah Gong Shim itu sibuk. Gong Shim tersenyum mengelengkan kepalanya lalu mengajaknya untuk kembali menonton. Joon Soo terlihat memikirka sesuatu, Gong Shim pun terlihat masih kesal dengan tingkah Dan Tae yang menganggunya. 

Perjalanan pulang, Gong Shim meminta maaf, karena dirinya pasti sulit berkonsentrasi menonton. Joon Soo pikir tak masalah karena Aku menyukai filmnya, menurutnya karena Gong Shim yang mengajaknya nonton film jadi giliranya untuk membelikan makan malam.
Tapi aku harus bertemu seseorang untuk restoran.” Kata Joon Soo, Gong Shim pikir tak perlu dan akan pamit pulang. Joon Soo menahanya sebentar.
Hei, Shim.... Apakah kau pernah ke tempat ini? Ini sangat terkenal.” Kata Joon Soo menunuk restoran didekatnya, Gong Shim mengatakan belum pernah. Joon Soo pun menariknya untuk mengikutinya. 

Joon Soo pun masuk ke dalam, mengetahui keluarga Gong Shim ada empat orang. Gong Shim membernakan kalau keluarga terdiri dari empat orang. Joon Soo tersenyum melihat Gong Shim yang kaku, dan akan membelikan untuk seluruk keluarganya jadi bisa makan dirumah bersama-sama karena Makanan direstoran itu luar biasa. Gong Shim pun mengucapkan terimakasih.
Tolong beri kami empat porsi pangsit, Campur daging dan kimchi.” Ucap Joon Soo, si pelayan pun mempersiapkan Empat porsi daging dan kimchi.
Aku ingin memesan satu kotak lagi. Bisakah kau membungkusnya secara terpisah?” ucap Gong Shim, pelayan pun mengerti
Apakah itu untuk Dan Tae?” kata Joon Soo seperti mengetahui keduanya dekat.
Jika aku tidak kenyang, aku bisa makan lagi atau menyimpan sisanya di lemari es.” Ucap Gong Shim beralasan
Joon Soo ingin membayar semuanya, Gong Shim mengatakan akan membayar sendiri satu kotak pesananya. Joon Soo pun setuju dengan membayar 24 dollar dan Gong Shim mengeluarkan 6 dollar untuk satu porsi pangsitnya. 

Sebuah kimbap setiga dibentuk menyerupai bentuk orang, Dan Tae terus merasa kebagian rambut yang bentuknya kotak. Goo Nam melihat kimbap itu mirip dengan Gong Shim karena potongan rambutnya sama. Dan Tae menyangkal kalau hanya membuatnya untuk bersenang-senang. Goo Nam yakin itu memang mirip seperti Gong Shim.
Dan Tae tetap menyangkalnya, tapi Goo Nam sangat yakin karena Gong Shim memiliki rambut bob. Dan Tae mengatakan Jika membuat wajah dengan onigiri, Maka akan berubah menjadi rambut bob, jadi tak ada bedanya. Goo Nam tersenyum menyuruhnya untuk Santai saja. Dan Tae tak suka melihat Goo Nam tersenyum lalu menyuruhnya pergi karena Wajahnya itu membuatnya marah. Goo Nam mengerti dan langsung pergi. 

Dan Tae terus menatap kimbap buatanya dengan senyuman, tiba-tiba Gong Shim masuk bertanya apa yang dilakukanya. Dan Tae langsung menutup kimbap buatanya, lalu bertanya bagaimana filmnya. Gong Shim mengatakan filmnya bagus dengan menyindir karena Dan Tae  bisa menikmatinya.
Kau makan kimbap setiap hari. Cobalah pangsit ini. Ini dari sebuah restoran yang sangat terkenal, Direktur Suk membelinya.” Ucap Gong Shim lalu ingin mengambil kimbap Dan Tae sebagai gantinya, Dan Tae panik dan langsung memakannya.
Apa yang kau lakukan?” teriak Gong Shim kesal, Dan Tae mengaku  lebih suka onigiri.
Orang macam apa kau? Setidaknya kau harus memiliki beberapa etika Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Kau menggangguku menonton film dengan meneleponku beberapa kali Dan kau bahkan tidak menyesal tentang hal itu. Jika itu bisa dimengerti, aku membelikan satu kotak untukmu... maka aku hanya  meminta milikku. Kau bukan hanya mengabaikan bantuanku, tapi juga memakannya di depanku.” Teriak Gong Shim marah Dan Tae mengaku hanya suka dengan kimbap segitiga dan ingin memakannya.
Aku tidak bisa mengerti dengan kau, dan aku sangat kecewa. Jangan pernah bicara denganku bahkan jika kita bertemu satu sama lain.” Tegas Gong Shim lalu melangkah pergi sambil mengambil pangsitnya kembali 


Dan Tae pun mengejarnya sambil berteriak kalau itu bukan tujuanya, Gong Shim melepaskan tangan Dan Tae yang menariknya ditangga. Saat itu Gong Shim kehilangan keseimbangan dan Dan Tae bisa menahanya, tapi akhirnya Dan Tae jatuh berguling dari tangga.
Gong Shim berteriak panik  kembali menuruni tangga untuk melihat keadaan Dan Tae dan menanyakan dimana yang terluka. Dan Tae memegang tanganya sambil berdiri. Gong Shim ingin melihat tangan Dan Tae, tapi Dan Tae menghalanginya mengatakan baik-baik saja.
Gong Shim tetap ingin melihatnya, Dan Tae mengaku baik – baik saja dan menyuruh untuk pulang saja. Gong Shim pun pulang kerumah, sementara Dan tae terlihat menahan rasa sakitnya. 

Pagi hari
Gong Shim menyiram bunga-bunga diatap, Dan Tae keluar dari rumah dengan tangan mengunakan gips. Gong Shim panik langsung mendatanginya, bertanya kalau itu kejadian semalam yang membuat tangannya terluka. Dan Tae tiba-tiba menatap Gong Shim dengan serius harus memberitahu sesuatu. Gong Shim mempersilahkan untu bicara merasa beralah karena tidak tahu kalau ternyata serius ini.
Dan Tae dengan tatapan mata serius berjalan mendekat sampai Gong Shim terdesak di dinding. Dua tangan Dan Tae pun menahan di dinding agar Gong Shim tak kabur. Gong Shim panik bertanya apa sebenarnya yang dilakukan Dan Tae padanya.
Aku tidak ingin kau dekat dengan orang lain lagi.” Kata Dan Tae, keduanya sempat saling menatap, Gong Shim terlihat kebinggungan memegang dinding dan Dan Tae terus mendekatkan wajahnya.
bersambung ke episode 6 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

6 komentar:

  1. Whaaaa..makin seru aja,,ditunggu kelanjutnnya yaa.

    BalasHapus
  2. Lucu banget mba... di part 2 ini aku g berhenti hentinya tertawa. Bahkan, ketika selesai baca pun aku msh terus tertawa sendiri. Gomawo... love you mba dyah... sehat selalu

    BalasHapus
  3. Aku suka karakter dan tae...hehe dantae d sni kan aslinya jun pyo ya,dan junpyo kan lbih tua ya dri joon soo..hehe tpi kok kurang pas ya wajah joon soo ama dantae lbih kliatan dantae itu adeknya joonsoo(komen gak pnting abaikan) semangat trus ya!!aku suka bacanya...

    BalasHapus
  4. Lucu...
    D tunggu eps 6nya ya..mba

    BalasHapus
  5. Suka banget ama dramanya thanks ya sinopsisnya.. ngirit kuota ni jadi nda harus nntn d youtube

    BalasHapus