Minggu, 01 Mei 2016

Sinopsis Ms Temper and Nam Jung Gi Episode 13 Part 1

Direktur Jo memperkenalkan CEO Lee Ji Sang yang akan menjadi Kepala Direktur mulai hari ini. Jung Gi binggung jabatanya Kepala Direktur, Ji Sang mulai menyapa Da Jung seperti baru pertama kali bertemu. Da Jung menatap sinis, Direktur Jo menegur Da Jung yang hanya diam saja dan menyuruh untuk menyapanya.
Da Jung dengan sinis menyapa dengan menyebutkan namanya. Direktur Jo pun memperkenalkan Jung Gi sebagai Kepala Manager. Jung Gi sedikit membungkuk memberikan hormat. Direktur Jo memberitahu Mulai sekarang, Lovely akan dipimpin oleh mereka berdua jadi meminta agar semua pegawai melaporkan hal-hal yang penting kepada Ji Sang juga. Da Jung menghela nafas dengan lirikan sinis mendengarnya.
Ji Sang mengatakan semua pegawai tidak perlu memberikan laporan resmi kepadanya dan menyerahkan semuanya cara untuk membantu perusahaan agar mampu memaksimalkan keuntungan, berharap agar mereka bisa berkerja sama. Hyun Woo dan Mi Ri hanya saling berpandangan dengan wajah binggung. Jung Gi melihat tatapan sinis Da Jung pada Ji Sang 

Di depan pantry
Hyun Woo binggung tiba-tiba kedatangan seorang Kepala Direktur, Jung Gi juga tak tahu tapi menurutnya Ji Sang hanya mendapatkan titel itu karena investor yang penting. Mi Ri merasa tak seperti itu.
Dia mengatakan pada kita mengenai memaksimalkan keuntungan dan lain-lainnya tadi. Melihat ucapanya itu, kelihatannya dia ingin memecat beberapa orang lagi.” Pikir Hyun Woo
Apa maksudmu itu, kali ini juga seseorang dari kita akan dipecat dengan mudah?” kata Mi Ri
Jung Gi merasa itu tak mungkin lalu melihat ke arah ruangan Da Jung, atasanya sedang duduk diam dengan tatapan dingin dan terlihat menahan emosinya. 

Beberapa berkas dilembar diatas meja, Direktur Jo langsung melihatnya dengan wajah panik. Ji Sang berbicara dengan Manager Jung yang sudah ada diruangan juga, Manager Dang berdiri disebelah Ji Sang, layaknya seorang tangan kanan.
“Manager Jung Kenapa banyak sekali cela di dalam laporan keuangan kita?” kata Ji Sang
Sejujurnya saja, ada banyak masalah juga dalam laporan keuangan yang waktu itu. Istilah industri untuk ini adalah "Penggelapan"” kata Manager Dang,
Direktur Jo yang melihatnya langsung memarahi adik iparnya sudah kehilangan akal melakukan pengelepan. Manager Jung berbisik hanya mau menunjukkannya sebentar pada kakak iparnya karena Ji Sang  ingin melihatnya, lalu bertanya-tanya kapan kakaknya itu memberikan laporan pada Manager Dang.
Bagaimana bisa aku tidak menunjukkannya pada investor kita?” teriak Direktur Jo, Ji Sang bertanya pada Manager Dang berapa tepat jumlahnya.
Dengan mengabaikan jumlah kecil seperti puluhan ribu won yang dia ambil, Saya yakin dia mengambil setidaknya 100 juta won dari perusahaan.” Kata Manager Dang, Direktur Jo shock mendengarnya, Manager Jung juga menyangkal dengan berteriak, Sek Wang yang mendengar teriakan terlihat ketakutan.

Aku tidak menggelapkan uang itu! Pasti ada kesalahan! Aku merasa dituduh sekarang! Siapa yang kalian panggil pencuri?” teriak Manager Jung menyangkal
Sudah jelas kau menggelapkan uang itu! Beraninya kau!” teriak Direktur Jo sangat marah
Kalian harusnya memberi waktu bagiku untuk bersiap-siap.  Kenapa kalian melakukan ini dengan mendadak?” ucap Manager Jung berusaha tenang tapi akhirnya nada suaranya semakin tingi
“Walaupun mendadak atau tidak, semuanya akan baik-baik saja kalau kau tidak membuat masalah! Aku mempercayakanmu mengenai laporan ini. Bagaimana bisa kau melakukannya? Ini Sungguh memalukan! Bagaimana bisa kau mencuri dari kami seperti kucing gang sialan?” teriak Direktur Jo. Ji Sang yan mendengar adu mulut hanya menatap ke arah jendela seperti sengaja membiarkan pertengkaran adik dan kakak ipar.
Aish...Aku merasa dituduh Kakak Ipar!” teriak Manager Jung tak terima. 


Di lantai bawah
Semua kaget mendapatkan berita dari Sek Wang tentang Manager Jung yang menggelapkan dana perusahaan. Sek Wang menceritakan dari yang didengar kalau Manager Jung setidaknya mengambil 100 juta dan tertangkap basah oleh si investor baru itu. Mi Ri merasa karma sedang terjadi pada manager Jung
Tempat ini benar-benar sedang penuh ketegangan belakangan ini. Aku merasa sepertinya akan ada yang terjadi.” Kata Sek Wang
Manager Jung tidak mungkin di pecat...benarkan?” ucap Hyun Woo menduga-duga
“Hei.... Mana mungkin dia dipecat semudah itu,  Dia kan adik ipar Direktur!” kata Mi Ri yakin
Fakta bahwa Direktur memprovokasi seorang General Manager saat baru datang kemari, berarti bahwa dia ingin merestrukturasi perusahaan ini dari atas ke bawah.” ucap Hyun Woo karena saat Ji Sang datang sudah memecat Young Mi
Dan lalu, kami menemukan diri kami di sebuah situasi yang tidak disangka-sangka. Kami semua mulai goyah, seperti api lilin yang diterpa angin.Gumam Jung Gi melihat semua kejadian pada perusaahan.
Da Jung tiba-tiba langsung naik ke lantai atas setelah mendengar pembicaraan anak buahnya, ke empatnya menatap kebingungan karena Da Jung berani naik ke lantai atas padahal sedang ada ketegangan. 

Di ruangan Direktur Jo
Ji Sang mengatakan Karena tidak ingin menuntutnya dengan tindak pidana, jadi menyarankan lebih baik Manager Jung mengundurkan diri sesuai keinginanya saja. Direktur Jo binggung karena apabila memecatnya maka jabatan General Manager akan kosong.
Manager Dang disini adalah seorang spesialis dalam bidang akuntansi. Jadi Dia yang akan mengurusi dokumen-dokumenmu dengan baik.” Ucap Ji Sang menunjuk pria yang ada disampingnya.
“Tidak Boleh, Direktur. Bagaimana bisa Anda memberikan hak memecat kepada Kepala Direktur baru? Bagaimana bisa Anda mempercayainya?” ucap Da Jung masuk ke dalam ruangan, Manager Jung langsung mendekat pada Da Jung agar bisa mendapatkan pembelaan.   
“Coba lihatlah bagaimana jadinya saat staf Lovely yang bertugas? Kau bahkan tidak menyadari bahwa tim bagian Urusan Umum telah membusuk.” Ucap Ji Sang berdiri dari tempat duduknya.
Lalu, Orang yang Anda rekomendasikan itu, apa dia tahu mengenai kosmetik? Apa menurut Anda Manager bagian Keungan itu hanya harus berurusan dengan nomer-nomer saja? Kau tidak akan bisa mengatur keungan dengan benar kalau kau tidak memahami mengenai bisnis kita!” tegas Da Jung dengan melipat tangan didada, di ikuti Manager Jung yang melipat tangan didada. Direktur Jo juga rasa ucapan Da Jung memang benar.
Jangan mencemaskan hal itu. Aku punya seseorang lagi yang sangat paham mengenai industri ini” kata Ji Sang dengan sangat yakin, Direktur Jo kaget bertanya-tanya siapa orang itu. 

Manager Yang masuk ke Lovely dengan kacamata hitamnya dan tertawa bahagia menyapa semua tim Lovely yang sudah lama tak bertemu. Jung Gi binggung melihat Manager Yang ada dikantornya. Manager Yang mengatakan kalau ia direkrut. Jung Gi bertanya direkrut diperusahaan mana. Manager Yang mengatakan kalau sudah pasti ke perusahan Lovely Cosmetics dengan memperlihatkan ID Card barunya. Semua Semua melotot  dan menjerit kaget, Manager Yang tertawa bangga dengan mengangkat ID Cardnya. 


 Di balkon
Da Jung dengan melipat tangan didada merasa tak percaya Direktur Jo bisa memberikan kekuasaan HRD semudah itu. Direktur Jo mengatakan bukan yang memberikannya tapi hanya menyetujui apa yang disarankan CEO Lee saja dengan gagap mengatakan memang benar akhirnya keputusan yang dibuat olehnya.
“Kau menyebut hal ini sebagai keputusan matang? Manager Yang lah yang mencuri rancangan kita waktu itu!” kata Da Jung tak bisa terima
Aku juga tidak tahu kalau Manager Yang yang akan datang.” Ucap Direktur Jo membela diri
Kalau kau yang membuat keputusan, kenapa kau tidak tau siapa yang akan datang?” ucap Da Jung, Direktur Jo terlihat gugup menjawabnya tidak lau mengubahnya menjadi tahu.

Maksudmu, Kau membuat keputusan ini dan sangat sadar tentang apa yang akan terjadi, kan?” kata Da Jung menyimpulkan
Aku yakin CEO Lee memiliki alasan bagus untuk melakukan hal ini. Lagipula sekarang kita adalah satu keluarga di perahu yang sama.” Jelas Direktur Jo polos
Da Jung menyindir ucapan Direktur Jo yang berpikir Ji Sang itu berpikiran yang sama kalau mereka adalah keluarga. Direktur Jo yakin karena salah alasannya berinvestasi pada mereka karena tak mungkin ada orang yang memberikan uang sebanyak itu untuk Lovely. Da Jung menjelaskan sekarang masalahnya bukan itu karena orang yang harus dilindungi bukan Investor itu.
Direktur Jo mengatakan kalau semua yang dilakukan demi perusahaan jadi menyuruh Da Jung tak perlu cemas berlebihan dan cukup mempercayakan saja semua padanya. 

Sebuah papan nama bertuliskan [Wakil Kepala Yang Joo Ho] ditaruh diatas meja, Mi Ri ingin menegur Manager Yang karena duduk di tempat Young Mi, Hyun Woo menahannya agar tak mendekat dan membuat masalah.
Wakil Kepala???!!! Jadi sekarang dia atasanku?” Jerit Jung Gi dalam hati melihat Manager Yang sebagai atasanya.
Manager Dang turun dari tangga menyapa Manager Yang dengan mengangkat ponselnya. Manager Yang memanggil Manager Dang sebagai General Manager. Jung Gi kembali menjerit dalam hati, Manager Yang dengan bangga mengangkat papan namanya kalau sangat menyukainya dan berharap bisa berkerja sama.
Ada apa ini? Kenapa aku merasa semuanya jungkir-balik hanya dalam waktu semalam saja?  Kalau orang itu jadi General Manager artinya Manager Jung......” gumam Jung Gi binggung
Manager Jung membawa kardus barang-barangnya menatap sinis ke arah Manager Yang dan Dang, Jung Gi mendekat menanyakan apa sebenarnya yang terjadidan bertanya mau kemana sekarang. Manager Jung memilih untuk pergi dengan wajah dongkol. Hyun Woo dan Mi Ri saling menatap binggung, Jung Gi pun mengejar Manager Jung yang akan keluar kantor. 

Di depan ruang Direktur Jo
Jung Gi memastikan kalau Manager Jung tak dipecat dari kantor, Manager Jung berteriak mengatakan kalau itu sudah jelas terlihat sambil mengumpat, padahal menurutnya keluarga mereka   yang memiliki saham yang banyak di Lovely tapi Ji Sang berani menendangnya  hanya karena berinvestasi beberapa won saja, dengan penuh amarah akan membalasnya atas penghinaan pada dirinya.
Da Jung masuk ruangan sempat melihat keduanya, Jung Gi tak bisa banyak berkata-kata, Manager Jung sangat marah memilih untuk keluar dari kantor segera. 

Jung Gi memberanikan diri menanyakan apa Sebenarnya yang sedang terjadi pada Lovely, karena mereka tiba-tiba memiliki seorang Kepala Direktur dan juga General Manager digantikan, yang terlebih mengherankan adalah mereka mendapatkan penganti dari jabatan Young Mi sebagai wakil ketua.
“Aku tidak bisa mencerna apa yang ada di kepalaku sekarang!” ucap Jung Gi benar-benar binggung
Jernihkan kepalamu. Kita sedang menghadapi perang habis-habisan.” Tegas Da Jung, Jung Gi binggung maksud dari “Perang habis-habisan” dan melihat Da Jung pergi meninggalkanya. 

Manager Yang melihat berkas di tanganya lalu bertanya Siapa yang menulis dokumen itu. Hyun Woo mengangkat tanganya, Manager Yang mengejek pekerjaan yang dilakukan Hyun Woo sangat buruk. Da Jung baru saja menuruni tangga, Manager Yang langsung berlari untuk menyapa seniornya.
Saya Yang Joo Ho, Wakil Kepala baru dari tim Marketing. Saya harap kau bisa memperlakukanku sebagai sesama mantan pegawai Gold.” Ucap Manager Yang sambil membungkuk, Da Jung memalingkan wajah sambil melipat tanganya didada
Mulai sekarang, saya akan menjadi kaki dan tanganmu !!  Kau sangat tahu betapa bisa dipercayanya saya, kan? Tinggalkan saja semua pekerjaan yang membosankan dan sulit di tanganku! Saya akan berikan semua kesetiaan yang ku miliki pada Anda!” kata Manager Yang menjilat sambil membungkuk
Kepala Manager Nam, taburkan bubuk cabe merah di sekitar kantor. Dia sangat memuakkan, sampai-sampai aku tidak tahan melihatnya.” Kata Da Jung lalu masuk ke dalam ruangan, Hyun Woo dan Mi Ri yang mendengarnya mencoba menahan tawa.
Itulah maksud dari perkataan Ketua Ok kepadamu, Wakil Kepala Yang.” Ejek Jung Gi 

Manager Yang terlihat sinis menyuruh Hyun Woo dan Mi Ri berhenti tertawa seperti orang bodohdan memulai menilai situasinya. Jung Gi tak mengerti maksud dari menilai situasi. Manager Yang bertanya apa sebenarnya keuntungan terbesar Lovely saat ini.
“Itu adalah Uang, uang! Dan sekarang siapa yang berkuasa? CEO Lee Ji Sang! Dan sekarang siapa yang menyokongku? CEO Lee juga! Apa Kalian mengerti? Silahkan memahami siapa yang sekarang berkuasa? Apa Kau mengerti Kepala Nam ?” tegas Manager Yang yang mengumpat karena mereka mulai bermain-main denganya.
Da Jung terlihat mencoba mengontrol emosi dengan menghela nafas beberapa kali. 

Direktur Jo kembali ke Gold dengan mengejar Direktur Kim untuk menanyakan apa sebenarnya sedang direncanakan CEO Lee. Direktur Kim heran menanyakan hal itu padanya seharusnya Direktu Jo yang lebih mengetahuinya.
Tapi dia dekat denganmu Dan kau juga mengenalnya dengan baik.” Kata Direktur Jo, Direktur Kim duduk di sofa menanyakan apa ada sesuatu yang terjadi
Dia menjungkir-balikkan seluruh perusahaan kami! Dahkan membawa manager Yang ke perusahaanku! Apa kau tak tahu tentang hal itu?” ucap Direktur Jo, Direktur Kim berpura-pura kaget mendengarna.
“Jadi Manager Yang menyerahkan surat pengunduran dirinya dan pergi kesana? Ternyata Kau memang punya keahlian mencuri bawahan orang lain.” Kata Direktur Kim sengaja menuduh.

Apa maksudmu mencuri? Bukankah kau yang mengirimkannya? Bukankah kau  membicarakan hal ini dengan CEO Lee atau semacamnya?” ucap Direktur Jo yakin, Direktur Kim balik marah karena dituduh merencanakan sesuatu
“Asssiihh... Jangan begitu. Katakan saja padaku yang sebenarnya.. Kakak Hwan Gyu! Kau Ingat, kan, Gyu Line?” ucap Direktur Jo merayu
Direktur Jo mengumpat “Gyu Line” karena menuduh Direktur Jo yang mencuri satu lagi pegawainya, lalu mengaku belum pernah bertemu CEO Lee sama sekali, sejak berinvestasi pada Lovely, lalu menyuruh pergi saja kalau memang terus membicarakan omong kosong. Direktur Jo terus merayu Direktur Kim dengan mengatakan mereka adalah “Gyu Line” 


Di sebuah cafe
Yoon Ho benar-benar kaget Manager Yang pindah ke Lovely, Da Jung bertanya apakah Yoon Ho mengetahui sesuatu mengenai hal itu. Yoon Ho yakin kalau Direktur Kim adalah dalang dari semuanya dengan begitu semua yang terjadi itu melibatkan Direktur Kim.
Siapa investor yang memberi jabatan pada Manager Yang di Lovely?” tanya Yoon Ho
“Adalah seseorang, Seorang bajingan jahat.” Ucap Da Jung merasa muak menyebutkan namanya.
Apa mungkin si ahli merger dan akuisisi itu?” kata Yoon Ho, Da Jung menyebut orang itu “Si pemburu perusahaan.” Yoon Ho terlihat tak percaya mendengarnya.
Ya, dugaanmu benar. Kalau begini terus, Lovely akan terpecah belah atau mungin akan bergabung dengan perusahaan yang lebih besar. Ini cuma masalah waktu.” Kata Da Jung
Yoon Ho bertanya apa yang akan dilakukan Da Jung sekarang, Da Jung mengatakan harus mencegahnya. bagaimanapun caranya jadi karena itu meminta tolong pada mantan suami pertamanya. Wajah Yoon Ho terlihat tegang mendengarnya. 

Jung Gi membawakan berkas dan menaruh diatas meja Da Jung, lalu tak sengaja melihat lembaran kertas, dengan membaca dibagian judulnya "Pemilik sebenarnya dari Tava Tech, Tn. L, dipanggil oleh pihak kejaksaan?" dengan wajah binggung
Di Gold, Yoon Ho menatap jendela sambil menerawang jauh.
Flash Back
Da Jung tahu permintaanya berlebihan dan bisa mengerti apabila Yoon Ho akan menolaknya, lalu mengingat kembali ucapan  Direktur Jo Kau bisa saja sukses, tapi kau malah menghancurkan hidupmu sendiri karena Ok Da Jung.

Direktur Kim masuk ruangan berpikir Yoon Ho sudah lama menunggunya, Yoon Ho pikir tak masalah.  Direktur Kim sadar selama ini Yoon Ho tidak pernah mencarinya lebih dulu. Yoon Ho memberitahu Da Jung datang menemuinya. Direktur Kim bertanya “lalu kenapa?” seperti tak peduli.
Kenapa kau memberitahukan itu padaku?” ucap Direktur Jo menyindir
Dia ingin aku mencari tahu, apakah orang yang berinvestasi pada Lovely bekerja sama dengan Gold.” Jelas Yoon Ho, Direktur Kim bertanya  Sebenarnya apa yang coba dilakukan Yoon Ho sekarang
“Aku ingin merebut kembali hidupku yang telah dihancurkan Ok Da Jung.” Tegas Yoon Ho. Direktur Kim menyimpulkan Yoon Ho ingin menjadi mata-mata
“Aku mau memintamu untuk mempergunakanku,  Sebagai gantinya, biarkan aku bergabung di perahu itu.” Kata Yoon Ho dengan menatap Direktur Kim agar bisa mempercayainya. 

[Wawancara Pegawai Anguk Electrics]
Manager HRD sampai harus berdiri melihat lembaran CV yang terulur panjang menanyakan apakah semua itu. Bong Gi memberitahu kalau itu semua kualifikasi dan perkerjaan yang pernah dilakukanya selama ini.
Saya pernah bekerja di departemen store dan supermarket, menjadi model iklan dan bahkan main film! Tidak hanya itu! Saya juga pernah bekerja sebagai kurir di Restoran Jepang, Restoran China, taman bermain, bioskop, tempat konser, tukang bersih-bersih di resort, warnet, hotel, lapangan golf, tempat bilyar, karaoke asrama siswa, tempat belajar, kedai kopi” ucap Bong Gi menjelaskan sambil berdiri
“di restoran cepat saji, kurir ayam, arkade, Manager toko baju, pengasuh bayi, bar, pengurus gedung, salon rambut, membungkus donat, asisten parkir, pengedar makanan laut, perawat, ahli kulit, model fitting, menyebarkan poster, pembantu, penjual HP, toko DVD, toko elektronik, bertani staf event, tukang pijat, dan banyak lagi! Dan saya juga punya lisensi memasak! Termasuk pekerjaan yang tidak bisa aku ingat, sekitar 40 macam pekerjaan yang unik. Bagaimana ‘kah daftar riwayat hidupku? Bukankah sangat hebat?” kata Bong Gi bangga

Manager HRD melihat Bong Gi yang tidak pernah bekerja selama lebih dari sebulan. Bong Gi berdalih memiliki Motto hidup adalah memiliki pengalaman yang unik sebanyak-banyaknya sebelum berumur 30 jadi Karena itulah bekerja di banyak tempat untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda-beda dan  tidak membatasi diri dengan satu pekerjaan saja.
Tapi sekarang kau ingin membatasi dirimu untuk bekerja di perusahaan kami saja?” kata Manager HRD, Bong Gi membenarkan. Manager HRD menanyakan alasannya. Bong Gi menjawab itu karena... cinta, semua terlihat tak bisa berkata apa-apa.
Saya sebenarnya... ingin menjadi pria yang lebih baik untuk seorang wanita. Jadi tolong terima saya!” ucap Bong Gi dengan sangat yakin sambil memukul meja.


Di tempat lain
Bong Gi terus memohon agar bisa diterima berkerja, tiga orang HRD yang melihatnya terlihat tak peduli dan memberikan cap Bong Gi ditolak. Di termpat ketiga, Bong Gi juga berharap bisa diterima tapi ketiga HRD memilih untuk meninggalkan ruangan. Ditempat ke empat Bong Gi berteriak meminta agar tak meninggalkan ruangan. Di bagian kiri, Bong Gi seperti merasakan tertimpa sebuah cap besar yang menandakan kalau ia kembali ditolak berkerja.
Di Lobby
Bong Gi menuruni tangga dengan selembar kertas dan pulpen merah ditanganya. Terlihat coretan silang besar dibagian atas, lalu ia mencoret lagi perusahan yang sudah menolaknya berkerja. Dengan helaan nafas heran karena banyak perusahaan yang tak bisa melihat betapa berharga dirinya itu. 


Di taman bermain
Woo Joo menatap sinis pada Ji Hoo yang ada didepanya, suasana taman bermain hening sejenak melihat keduanya yang saling menatap. Tangan Ji Hoon mengepal begitu juga Woo Joo karena masih menyimpan amarah.
Flash Back
Di ruang makan, Da Jung memperingatkan Woo Joo untuk tak mengunakan tinjunya lagi. Woo Joo binggung karena Da Jung sebelumnya mengatakan  tidak boleh menahan diri lagi.
Aku bilang jangan menahan diri, tapi juga tidak menyuruhmu menggunakan tinjumu.” Tegas Da Jung
Lalu apa yang harus Aku lakukan? Si brengsek itu terus saja mengejeku tidak punya ibu!” kata Woo Joo bingung
Kalau begitu, katakan seperti ini padanya! "Aku memang tidak punya Ibu, tapi setidaknya aku tidak sebajingan dirimu." Coba Ikuti kata-kataku.” Ucap Da Jung yang membuat Woo Joo kaget.
Woo Joo perlahan mengikuti kata-kata Da Jung dan tampak tak berani. Da Jung menyuruh Woo Joo untuk Lebih keras, Woo Joo kembali mengulangi tapi tatapnya masih tak enak hati. Da Jung meminta Woo Joo berbicara lebih lantang dan juga Mentap setajam mungkin pada lawannya. 

Keduanya berjalan mendekat, Woo Joo terus menatap Ji Hoo tanpa berkedip, tanganya mengepal tapi akhirnya jari telunjukanya keluar yang membuat Ji Hoon kaget.
Aku memang tidak punya Ibu, tapi setidaknya aku tidak sebajingan dirimu!” teriak Woo Joo sambil menunjuk ke arah Ji Hoo, teriakan Da Jung seperti terdengar menyuruh Woo Joo berteriak lagi. Woo Joo pun kembali mengulangi kata-katanya dengan suara lantang.
Ji Hoo menangis, tapi Woo Joo tersenyum karena berhasil mengatakanya. Nenek Ji Hoo yang baru datang menghampiri cucunya yang menangis, J Hoo mengadu kalau Woo Joo mengejeknya bajingan. Woo Joo terlihat kesal mendengar Ji Hoo bisa membalikan keadaan. 

Di depan pos kemanan.
Tuan Nam memohon maaf pada Nenek Ji Ho dengan sikap cucunya, Nenek Ji Ho pikir Cucunya juga bersalah dengan menasehati Ji Ho tidak boleh menggoda temannya. Tuan Nam juga juga menasehati Woo Joo  tidak boleh berkata jahat pada temannya dan  harus lebih ramah. Nenek Ji Ho juga meminta agar Ji Ho bisa bersikap lebih ramah.
Ji Ho  berteriak kesal pada neneknya memilih untuk pergi saja karena harus pergi kursus, Woo Joo berkomentar dengan sikap Ji Ho sudah bisa dipastikan seorang bajingan. Tuan Nam panik langsung menutup mulut cucunya, menyuruh cucunya masuk rumah untuk mengerjakan PR. Woo Joo pun pamit dengan membungkuk dan sangat sopan, Nenek Ji Ho memuji Woo Joo adalah bocah yang sangat sopan.

Tuan Nam pikir walaupun mereka tidak bisa mengajari hal yang lainnya tapi setidaknya mereka harus membesarkannya sebagai anak yang sopan. Nenek Ji Ho mengangguk-angukan kepala, Tuan Nam menjelaskan kaalu ia tak bermaksud untuk menyindir Ji Ho, cucunya itu  bajingan tengik. Nenek Ji Ho tak ingin membahasnya lagi memilih untuk pamit pergi, Tuan Nam teringat sesuatu meminta nenek Ji Ho menunggu sebentar.
Anak-anakmu mengatakan kalau mereka sangat menyukai masakan yang kau buat dan menitipkan ini padaku” kata Tuan Nam mengembalikan kotak makanan
“Ah... Benarkah?? Wow, kelihatannya mereka mulai bersikap dewasa Mereka bahkan mencucikan wadahnya untukku” ucap Nenek Ji Ho tak percaya melihat kotak makanan yang bersih.
Tuan Nam berpura-pura membernarkanya, Nenek Ji Ho pun meminta kembali agar memberikan kotak makan untuk diberikan pada anaknya dan mepercayakan semuanya pada Tuan Nam, Tuan Nam hanya bisa menerimanya, setelah Nenek Ji Ho pergi bertanya-tanya mau diapakan makanan itu. 

Jung Gi mencari keyword [Tava Tech] di komputernya, terlihat beberapa artikel salah satunya berjudul CEO Astagaung Sup dari Tava Tech Bunuh Diri lalu bertanya-tanya alasan Da Jung mencari-cari artikel yang berkaitan dengan perusahaan itu lalu melihat inisial “Tuan L..." dan menduga itu Lee Ji Sang tapi menurutnya itu tidak mungkin.
Da Jung kembali ke kantor, Jung Gi terlihat kaget langsung mematikan monitornya dan menyapa atasanya. Da Jung bertanya kenapa Jung Gi masih ada dikantor.  Jung Gi mengaku masih ada beberapa pekerjaan dan akan pergi sekarang lalu bertanya balik pada Da Jung yang kembali ke kantor.
Da Jung mengatakan masih ada pekerjaan, dan menyuruh Jung Gi pergi lebih dulu saja lalu masuk ruangan. Jung Gi mengerti dengan mengambil jaket dan tasnya melirik ke arah ruangan Da Jung, ketika Da Jung menatapanya Jung Gi buru-buru pamit pergi.  Da Jung melihat lembaran kertas diatas meja sudah berpindah posisi mengartikan pasti Jung Gi mengetahui sesuatu.
Akhirnya ia menelp seseorang memberitahu kalau ia ingin mengubah rencananya sedikit karena Situasinya semakin memburuk, seperti yang sudah diduganya. 

Tuan Nam meminta Woo Joo membaca dengan lantang tulisan yang ditempel pada ruang keluarga,  "Pikirkanlah akibatnya, sebelum melakukan sesuatu dalam keadaan marah." Tuan Nam meminta Woo Joo harus selalu ingat motto keluarga mereka, jadi  Apapun yang terjadi Woo Joo tidak boleh marah dan harus menahan diri.
Bong Gi keluar dari kamar melihat keponakanya dan tak bisa menahan tawa, Jung Gi baru pulang kerja,  bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Tuan Nam mengatakan sedang mendidik Woo Joo karena cucunyaitu jadi agak sedikit kasar. Jung Gi berpikir ada sesuatu yang terjadi lagi.
Ayah, menurutku motto rumah ini tidak cocok denganku. Aku tidak bisa tinggal di rumah ini lagi!” tegas Woo Joo, Tuan Nam dan Jung Gi binggung
Kalau begitu, kau mau hidup dimana?” tanya Bong Gi

Aku ingin tinggal bersama Ahjumma sebelah!” kata Woo Joo, semua menjerit kaget.
“Hei... Woo Joo, Kau ini ngomong apa? Kau ini kan anak Ayah! jadi kenapa kau mau tinggal bersama Ahjumma tetangga dan tidak dengan Ayah? Itu tidak masuk akal!” ucap Jung Gi heran
Itulah sebabnya aku membutuhkan restu Ayah.” Kata Woo Joo, Jung Gi makin tak mengerti restu apa yang dinginkan anaknya.
Sejujurnya...Ayah.... Aku ingin menikahi Ahjumma itu.” Ucap Woo Joo, Tuan Nam seperti terkena serangan jantung mendadak, Jung Gi langsung jatuh lemas, Bong Gi panik melihat keduanya lalu memukul keponakanya dan menariknya ke kamar. 


Woo Joo merengek diatas tempat tidur kalau ia ingin menikah dengan ahjumaa tetangga sebelahnya. Bong Gi memegang kepala sejenak, ingin memberitahu tentang  pernikahan adalah sesuatu yang rumit bahkan sangat amat rumit, tapi akhirnya ia kebinggungan untuk  menjelaskanya.
Aku ini ‘kan laki-laki, Jadi aku bisa menikahinya, kan? Aku ingin menikahinya!!! Aku ingin menikahinya!!!” rengek Woo Joo sambil menangis diatas tempat tidur
Tuan Nam masih terlihat shock merasa anak-anak jaman sekarang dewasa lebih cepat dan tumbuh terlalu cepat. Jung Gi tertunduk binggung mendengar anaknya yang ingin menikah dengan Da Jung. 

Da Jung berdiri dibalkon menanyakan alasan sampai diminta untuk keluar. Woo Joo terlihat ragu, berbisik menanyakan pada pamanya apakah ia bisa mengatakannya pada Da Jung. Bong Gi mengatakan sudah pasti bisa karena Woo Joo seorang pria jadi menyuruhnya untuk cepat mengatakanya. D Da Jung menyuruh Woo Joo cepat mengatakanya.
Paman, aku tidak bisa mengatakannya!” kata Woo Joo
Woo Joo bilang dia ingin menikah.” Ucap  Bong Gi, Da Jung bertanya dengan siapa. Bong Gi menjawab dengan Da Jung. Da Jung sempat kaget menanyakan kebenarnya, Woo Joo sedikit bersembunyi dibalik badan pamanya mengangguk membenarkan.
“Apa kau benar tulus mengatakan?” tanya Da Jung, Woo Joo kembali menjawab kalau ia tulus mengatakanya.
Baiklah, ayo menikah.” Kata Da Jung, Bong Gi berpikir Da Jun itu sedang bercanda.  Da Jung mengatakan kalau ia serius. Woo Joo tersenyum bahagia mendengarkanya.

Tapi kalau kita menikah, kau harus tumbuh dewasa dulu. Berapa tahun yah kira-kira kau akan menjadi dewasa? Termasuk ikut wamil dan cari kerja, masih kurang 20 tahun. Pada saat itu Ahjumma akan berumur 60 tahun” Ucap Da Jung,
“20 tahun? Dan sudah berumur 60? Jadi Ahjumma akan seumuran dengan kakekku.” Ucap Woo Joo terlihat sedih, Bong Gi menutup wajahnya mencoba menahan tawanya.
Apa kira-kira yang akan Ahjumma lakukan saat tua dan berkeriput? Ini bagus untukku! Kau harus menepati janjimu dan Kau harus menikahiku saat itu, mengerti? Tapi di umur segitu, Ahjumma tidak bisa punya bayi. Jadi tolong mengerti, Lalu Nanti rambut Ahjumma akan jadi putih dan Ahjumma tidak bisa mewarnainya dan juga akan jadi keriput.” Ucap Da Jung
Woo Joo langsung menangis, Bong Gi yang menahan tawa berpura-pura menanyakan keadaan keponakanya. Woo Joo mengatakan Da Jung itu Ahjumma sangat menakutkan. Da Jung mengingatkan mereka itu harus tetap menikah. Woo Joo memilih untuk masuk rumah sambil menangis.  Bong Gi tak percaya Da Jung memang punya keahlian membuat orang putus asa, Da Jung pikir Lebih baik merusak impian yang tidak realistis sejak awal lalu kembali masuk ke rumah. Bong Gi tersenyum karena masalah bisa terselesaikan. 


Sebuah taksi berhenti didepan lovely dan kaki seorang wanita dengan high heels turun. Jung Gi membahas tentang Iklannya sudah selesai dan meminta agar Mi Ri menyerahkan berkas agar disetujui oleh Ketua Ok  sebelum makan malam staf. Mi Ri mengerti dan akan kembali ke mejanya, Manager Yang memanggilnya dan langsung mengambil berkas yang ada ditangan Mi Ri.
“Ini Berkas tentang Kemasan khusus untuk pembukaan toko bebas pajak. Kenapa kau tidak membawanya padaku untuk aku setujui?” ucap Manager Yang
Oh, kami semua membawa semuanya kepada Ketua Ok untuk disetujui.” Kata Mi Ri
Tidak ada peraturan yang mengatakan hal itu!” ucap Manager Yang, terlihat seorang wanita dengan rambut panjang masuk ke dalam Lovely.
Manager Yang terlihat marah karena semua pegawai Lovely yang terus mengabaikannya, Jung Gi akhirnya berdiri dari tempat duduknya menjelaskan kalau Memang begitulah biasanya mereka melakukan semuanya dan sangat yakin ada banyak hal yang berbeda mengenai Lovely dan Gold. Manager Yang tak terima Mi Ri yang mendiskusikannya dengan Jung Gi bukan dirinya. Mi Ri mengatakan kalau Jung Gi yang membantu untuk mengerjakannya.
Nona Jang Mi Ri. Mulai sekarang, semua yang harus disetujui Ketua Ok datang melalui aku dan Mulai sekarang apapun yang disetujui tapi tanpa perantaraku adalah haram! Kau Mengerti?” ucap Manager Yang sinis
Astaga, berisiknya. Siapa pagi-pagi begini sudah mengoceh tidak jelas?” teriak seseorang wanita yang menuruni tangga.
Semua terkejut melihat Young Mi datang dengan gaya berbeda terlihat lebih feminim dengan rambut terurai masuk ke kantor Lovely, Hyun Woo binggung melihat Young Mi kembali datang. Young Mi berjalan mendekat dengan berbicara pada Jung Gi kalau sudah memberitahunya hanya akan cuti seminggu sebelum mulai bekerja.
Jung Gi bertanya dimana Young Mi akan mulai berkerja, Young Mi heran dengan pertanyaa nitu sudah pasti kalau itu di Lovely, Manager Yang yang mendengarnya dengan nada menyindir bertanya siapa “ahjumma” yang ada dihadapanya. Young Mi balik bertanya siapa pria yang ada didepanya. Manager Yang terlihat kesal karena Young Mi berani bicara banmal padanya.
Bukankah kau seharusnya menyebutkan namamu, sebelum aku menyebutkan namaku? Beraninya anak anjing hijau sepertimu bersikap kurang ajar padaku? Dimana kau mempelajari kemampuan bersosialmu? Kau dari perusahaan mana?” sindir Young Mi habis-habisan, Manager Yang tak bisa membalasnya. 


Da Jung menyapa Young Mi yang akhirnya datang ke kantor, Young Mi mendekati Da Jung membalas sapaanya dan memang ingin bermain sedikit lebih lama, tapi karena Da Jung membutuhkan bantuannya makanya ia datang kemari secepatnya. Jung Gi bertanya apa sebenarnya yang terjadi sekarang.
Ucapkan salam. Ini Nona Han Young Mi, pekerja freelance untuk Tim Marketing.” Ucap Da Jung, Young Mi menyapa semua perkerja dengan senyumanya, Hyun Woo dkk tersenyum bahagia selain Manager Yang atas kembalinya Young Mi ke kantor. 

Direktur Jo membaca surat Kontrak Pekerja Freelance dengan Gaji Bulanan: 3.5 juta won dan berteriak kaget. Da Jung menegaskan  ia menggunakan kekuasaan untuk merekrut Han Young Mi sebagai pekerja Freelance. Direktur Jo mengeluh seharusnya Da Jung mengatakan lebih dulu padanya.
“Aku sudah memberitahukannya padamu  bahwa tim kami membutuhkan seorang seorang pekerja lepas karena kami kekurangan anggota.” Tegas Da Jung
Aku kira kau hanya akan mempekerjakan pegawai sementara biasa!” ucap Direktur Jo
“Aku memilihnya karena membutuhkan seseorang yang memiliki banyak pengalaman kerja.” Ucap Da Jung

Lalu, bukankah tidak masuk akal mempekerjakannya hanya 7 jam per hari? Bagaimana bisa dia mendapatkan jam kerja yang lebih sedikit dari pekerja tetap? Lalu, siapa yang menyuruhmu memberinya bonus karena penandatanganan kontrak? Uang yang kau berikan padanya adalah uangku, bukan uangmu!” kata Direktur Jo melihat surat kontrak
“Kau tidak seharusnya mencampuri pekerjaanku, seperti aku tidak boleh mencampuri pekerjaanmu. "Urusan yang berhubungan dengan Bagian Marketing semuanya diserahkan pada Ok Da Jung." Itulah yang tertulis di kontrak, saat aku pertama datang kesini! Kau pasti ingat, kan?” ucap Da Jung
Direktur Jo mengumpat dan bertanya apa yang harus dikatakanya pada Ji Sang tentang hal ini, Da Jung pikir kalau memang Direktur Jo tak bisa mengatakan maka ia sendiri yang akan mengatakanya. Direktur Jo pikir tak perlu, akhirnya Da Jung pun pamit pergi. Direktur Jo mulai merasakan sangat jengkel

Diruangan Ji Sang
Direktur Jo terlihat gugup melaporkan kalau kemungkinan Da Jung  telah membuat masalah yaitu mempekerjakan lagi pegawai yang telah dipecat sebagai seorang Freelance. Ji Sang terlihat datar mendengarnya, Direktur Jo mengatakan kalau sudah pasti tidak menyetujuinya dan aka memecatnya kalau memang Ji Sang mengingikannya. Ji Sang mengatakan tak perlu dan membiarkan saja.
Kalau Ketua Ok yang membawanya kembali,  maka kita harus menerimanya.” Ucap Ji Sang
Tapi kau ingin aku memecat pegawai untuk memotong pengeluaran” kata Direktur Jo binggung
Kalau Kepala Ok sampai membawanya kembali, pasti dia memiliki alasan yang bagus mengenai hal itu.” Jelas Ji Sang, Direktur Jo pun tak bisa berbuat apa-apa dan menyetujuinya. 

Young Mi duduk di tengah-tengah dengan kursi tapi semua orang menatap heran, lalu ia menyuruh semua berkerja saja. Manager Yang terlihat kesal menegur Young Mi hanya duduk-duduk saja. Young Mi menyindir Manager Yang yang sudah mengambil mejanya dan berpikir dirinya  harus duduk diruang rapat.
Kau mengganggu pekerjaan kami. Duduklah di tempat lain!” tegas Manager Yang
Oh, Bukankah sudah aku bilang, Aku ini adalah pekerja Freelance dan aku tidak mendengarkan perintah siapapun kecuali Ketua Ok, Itulah yang tertulis di kontrakku.” Tegas Young Mi
Jadi berdasarkan apa yang kudengar, kau kembali setelah dipecat Kalau kau tidak mau dipecat lagi, ketahuilah situasi yang ada! Kau itu hanya pekerja Freelance, sedangkan aku Wakil Kepala.” Ucap Manager Yang memperingati
Berdasarkan apa yang aku dengar, kau dapat jabatan itu dari Direktur baru jadi harusnya kaulah yang harus tau situasinya. Kalau kau terus mengacau hanya karena punya hubungan dengan Direktur maka kau akan benar-benar mendapat teguran.” Balas Young Mi 


Manager Yang tak bisa menahan amarahnya lagi karena Young Mi berani bicara tidak sopan padaku. Jung Gi menahan Manager Yang agar tak menyerang, Manager Yang mengejek Lovely itu Perusahaan bobrok. Young Mi berteriak marah dengan menyindir siapa yang menjadikannya bobrok sejak pertama kali dan menyalahkan Manager Yang. Jung Gi berpindah pada Young Mi agar bisa tenang dan menahan emosi. Da Jun datang berkata tak perlu menahanya.
Aku membutuhkan pegawai yang jujur dan mengatakan apa yang ada di pikirannya dengan percaya diri, dan bukannya orang yang hanya ingin mencium pantat atasannya. Itulah alasanku memanggil kembali Wakil Han Young Mi.” Tegas Da Jung dengan melipa tangan didada
Perusahaan ini tidak memiliki kepekaan terhadap struktur maupun sopan santun. Ini Benar-benar berantakan!” ejek Manager Yang
Kalau kau sekarang menjadi bawahan seperti kami, bertingkahlah seperti bawahan.” Ucap Da Jung, Manager Yang bertanya apa maksud ucapanya.

Kau itu sudah bukan lagi Manager Pembiayaan di Gold. Sekarang kau hanyalah seorang Wakil Kepala di Lovely. Ini bukan tempat dimana kau bisa mencium pantat agar bisa maju. Untuk bertahan disini, kau harus menunjukkan kemampuanmu sebenar-benarnya! Itulah dunia bawahan yang sedang kita tinggali. Jadi Kalau kau berada di perusahan bawahan, bertingkahlah seperti bawahan?” ucap Da Jung yang mengulang kata-kata Manager Yang sebelumnya.
Sebuah spanduk seperti turun memberikan selamat pada Manager Yang yang menjadi bawahan, Jung Gi terlihat gembira menyambutnya begitu juga Young Mi, Da Jung mengajak semuanya untu memulai rapat. Jung Gi dengan sengaja menunjuk ruang pertemuan mereka itu ada didepannya. Manager Yang terlihat menahan amarahnya dengan helaan nafas. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar