Sabtu, 14 Mei 2016

Sinopsis Entertainer Episode 8 Part 2

Ji Nu duduk diruang latihan sendirian sambil merenung lalu menelp Joo Han mengaku merasa tidak yakin, karena menurutnya  Videonya kelihatan dibuat-buat. Diruanganya, Joo Han mengaku  merasa kecewa dengan memperlihatkan videonya yang tak mungkin dibuat-buat dan berharap ia bisa mengirimkan video itu ke forensik, tapi tidak ingin menyakitinya.
Dengarkan , jika aku mabuk sekalipun...,kenapa juga aku mau melakukan hal itu pada seorang gadis setelah aku terlibat dalam skandal? Aku tidak bisa meyakinkan diriku sendiri.” kata Ji Nu
Baiklah... Coba Amati lebih baik lagi. Periksa video ini jika memang kelihatan dibuat-buat.” Ucap Joo Han memberikan ponselnya dan mengaku sangat kecewa.
Ji Nu melihat kembali videonya lalu melihat ponsel itu diturunkan, terekam sepatu pria yang merekam videonya. Joo Han terus menatapnya berharap agar Ji Nu mempercayainya. Ji Nu menatap Joo Han terlihat gugup lalu kembali memutar video untuk memastikan melihat sepatu yang digunakan oleh orang yang merekamnya. 

Flash Back
Di parkiran
Ji Nu memberikan sebuah kotak sepatu pada Joo Han, mengetahui asisten managernya itu selalu mengeluh karena selalu kehabisan edisi terbatas. Joo Han tak percaya kalau sepatu itu untuknya. Ji Nu mengaku sangat Susah mencari ukuran kaki Joo Han. Joo Han membuka kotak sepatu dan tak percaya bisa mendapatkan sepatu edisi terbatas dan bertanya ada apa Ji Nu memberikan sepatu padanya.
Kau selalu menemaniku ke dokter...,jadi aku ingin mengucapkan terima kasih.” Kata Ji Nu
Itu tidak masalah, tapi  Terima kasih. Aku selalu mendambakan sepatu ini.” ucap Joo Han bahagia melihat sepatu pemberian Ji Nu

Ji Nu sangat ingat itu sepatu pemberiaan pada Joo Han lalu mengembalikan ponselnya. Joo Han bertanya ada apa dengan Ji Nu, apakah video yang diperlihatkan seperti dibuat-buat. Ji Nu hanya diam saja.
Apa pikirmu aku sengaja seperti ini  supaya kau tetap bersamaku?” ucap Joo Han, Ji Nu mengatakan mengelengkan kepalanya.
Kurasa aku bereaksi berlebihan.” Ucap Ji Nu lalu mengangkah pergi, Joo Han dengan senyuman liciknya menyuruh Ji Nu untuk beristirahat. Ji Nu ikut melirik dengan curiga karena ternyata Joo Han yang menjebaknya. 


Suk Ho masuk studio latihan dengan Geu Rin, semua tersenyum melihat Geu Rin kembali. Suk Ho memberitahu Geu Rin jadi manajer mereka lagi dan meminta Geu Rin menyampaikan sesuatu. Geu Rin mengatakan tak ada , Jae Hoo dan Yun Soo memohon agar Geu Rin mengucapkan sepatah kata. Suk Ho tahu Geu Rin itu pemalu, jadi  lebih baik biarkan saja.
Bagaimana latihannya?” tanya Suk Ho
Tn. Shin, Kayle tidak...” kata Yun Soo lalu semua tertuju pada Kayle hanya duduk saja terlihat gelisah.
Suk Ho bertanya ada apa dengan anak buahnya yang satu itu, Kayle menatap serius Suk Ho. 

Beberapa saat kemudian, Kayle  sudah mengandeng Suk Ho masuk ke lobby hotel. Suk Ho mengeluh Pria seharusnya tidak berangkulan di sebuah hotel. Kayle memberitahu kalau Sang Won menginap dihotel itu. Suk Ho bertanya apakah Bisakah Kayle melupakan masa lalunya dan sudah mengisinya.
Bagaimana aku bisa terus hidup seperti ini? Kau tahu aku memiliki masalah rendah diri.” Ucap Kayle
Apakah aku bisa mempercayaimu? Bahwa kau akan melupakan segalanya. Aku akan marah, jika kau pulang tanpa rasa menang.” Kata Suk Ho
Nah, untuk saat ini.., dukunglah aku.” Pinta Kayle
“Apa kau tahu? Kau... ...sungguh menjengkelkan. Lari dan temui dia.” Perintah Suk Ho, Kayle kesal karena Suk Ho itu tidak membantu sama sekali lalu memukul lengan Suk Ho dan pergi. Suk Ho mengeluh kesakitan tapi tersenyum melihatnya. 

Kayle duduk di sudut lobby hotel sambil meminum air minum mengurangi rasa gelisahnya, Sang Won datan melihat Kayle yang sudah menunggunya, keduanya sama-sama terpaku dan saling menatap. Sang Won tersenyum mendekati Kayle, tapi Kayle terlihat gugup denga semua tubuhnya yang gemetaran.
Akhirnya Kayle berdiri lalu keduanya saling berpelukan layaknya seorang teman yang sudah lama berpisah dan dipertemukan kembali. Suk Ho melihat dari jauh berkomentar keduanya terlihat sangat canggung sekali. Kayle tak menatap Sang Won saat melepaska pelukanya. 

Keduanya duduk bersama, Kayle bertanya tentang  persiapan konser temanya, Sang Won hanya diam menatap Kayle. Kayle pikir Pasti berjalan lancar karena temanya itu adalah Lee Sang Won. Sang Won bertanya apa yang dilakukan Kayle sekarang. Kayle mengaku ada yang sedang dikerjakanya.
“Hei... Di dunia ini...,ada 227 negara tidak termasuk AS dan Korea. Kau bisa mengadakan konser di negara-negara kaya dan negara-negara berkembang untuk kegiatan amal. Kenapa kau harus mengadakan konser di Korea? Kanap harus Kau lagi, kau lagi.” Keluh Kayle
Aku datang jauh-jauh ke Korea,  tapi ada kau lagi. Aku sedang sibuk band. Aku tidak berhenti main gitar klasik  karena aku selalu kalah. Semakin aku belajar..., aku sadar bahwa aku menikmati  jenis musik ini daripada musik klasik. Itu sebabnya aku kembali ke Korea. Tapi... Tapi... ...melihatmu disini membuatku gila lagi.” Ucap Kayle dengan mata merah menahan tangisnya, Sang Won menatap Kayle dan sedikit tertunduk
“Dalam pikiran selalu bertanya "Apakah aku melarikan diri  karena aku merasa rendah diri?" Aku tidak bisa tidur karena  aku terus memikirkan hal itu. Aku marah karenamu” ucap Kayle
Aku rindu padamu. Aku tidak pergi ke tempat  James' Burger lagi. Kau dan aku selalu kesana  setiap akhir pekan. Tapi aku tidak pergi kesana  lagi karena kau sudah pergi. Aku pernah pergi kesana sekali, karena aku merindukanmu, tapi itu malah membuatku lebih merindukanmu. Jadi aku tidak pergi kesana lagi.” Cerita Sang Won, Air mata Kayle langsung mengalir mendengarnya.

Kayle, aku... Aku sangat rindu padamu.” Akui Sang Won, Kayle mengumpat tak percaya
Aku dijadwalkan untuk tampil di Inggris. Tapi aku bilang pada mereka  ingin tampil di Korea. Semua orang menentangku,  tapi aku bersikeras. Kupikir aku mungkin bisa melihatmu.” Cerita Sang Won, Kayle meminta Sang Berhenti dengan semua omong kosongnya.
Sang Won tersenyum karena bisa melihat sekarang kalau Kayle akhirnya datang menemuinya dan dugaanya itu memang benar. Kayle menghapus air matanya, lalu berharap agar konsernya sukses. Sang Won memastikan agar Kayle juga datang, Keduanya sama-sama tersenyum. Suk Ho tiba-tiba datang berkomentar “Wonderful friendship.” Kayle buru-buru menyeka air matanya yang masih basah.
Jenis persahabatan yang harus diketahui secara luas. Akulah CEO agensinya band-nya Kyle. Bolehkah aku sebentar berbicara denganmu  mengenai cameo di konsermu?” ucap  Suk Ho langsung to the point duduk disamping Kayle. Sang Won nampak terlihat santai, Kayle mendorong badan Suk Ho dengan kesal. 


Geu Rin masuk kantor dengan wajah murka melihat Suk Ho sedang makan dengan Man Shik langsung mengeluarkan amarahnya kalau Suk Ho memecatnya karena berusaha memanfaatkan Kayle untuk Ha Nul tapi ternyata Suk Ho juga malah memanfaatkan Kyle untuk Band jadi bintang tamu di konsernya. Man Shik mengaku kalau itu memang konyol.
Kapan aku memanfaatkan Kayle? Aku hanya pergi bersama dengan dia. Ketika aku menyapa Sang Won, dia berbicara kepadaku  melalui matanya. Konsernya bisa jadi membosankan, maka Entertainer Band harus dating sebagai tamu dan menghidupkan acara.” Jelas Suk Ho membela diri
Shin Suk Ho akan melakukan itu.... Lagi dan lagi.” Komentar Man Shik sudah mengenal sifat temanya.
Ini semua salah paham. Aku harusnya membawa Kayle kesini.” Ucap Suk Ho tetap tak mengaku
Apa yang akan mereka kenakan? Apa Jas lagi?” tanya Geu Rin dengan nada kesal
Jika mereka memakai jas lagi,  mereka akan dikenal sebagai pria berjas. Ayolah, mulai berpikir.” Ucap Suk Ho
Geu Rin berteriak apa yang harus mereka kenakan, Suk Ho mengadu pada Man Shik, Pernahkah melihat manajer meneriaki CEO. Man Shik mengatakan pernah yaitu pada CEO Shin Suk Ho. Suk Ho melotot menyuruh Man Shik makan saja, Geu Rin dengan wajah cemberut memilih untuk keluar kantor tapi Suk Ho terlihat tersenyum. 

Suk Ho berjalan di lobby hotel lalu wajahnya tersenyum, menyapa Sang Won baru datang dengan dua pria bule. Sang Won menceritaka pada dua bule tentang temannya yang ada di band dan Suk Ho adalah perwakilan dari agensi band. Keduanya pun saling berjabat tangan dan Suk  Ho memperkenalkan namanya.
Ketiganya sudah makan di restoran dan Suk Ho melayani makanan khas korea, Semua memuji makanannya sangat enak, Sang Won juga menikmati makanan korea dengan lahap, menurutnya restoran itu jauh lebih baik daripada Gamjatang di Korea Town.
Aku tadi sudah lelah,  tapi sekarang aku semangat lagi.” Ungkap Sang Won, semua pun berteriak “wow” sambil makannya.

Ketika sampai dikasir, Suk Ho menolak Sang Won untuk membayarnya, Sang Won pikir karena sangat menikmati makannya jadi  tidak bisa membiarkan Suk Ho yang membayar. Suk Ho merasa tak perlu karen Sang Won itu temannya Kayle. Jadi ia mengundang untuk makan malam jadi tidak perlu membayarnya.
Di dapur, Tuan Shin cemberut karena tiga orang itu makan 10 porsi jad tidak boleh gratis, dan akan memukulinya apabila tidak bayar. Ibu Suk Ho membela kalau anaknya mereka itu sedang berbisnis. Tuan Shin mengeluh kalau seperti ini bukan berbisnis namanya. Ibu Suk Ho bertanya-tanya apakah pria yang diajak makan oleh anaknya itu seseorang yang terkenal.

Nah, jika kau sungguh ingin membayar...,bagaimana gantinya kalau... melakukan wawancara dengan Kayle saja?” ucap Suk Ho, Sang Won nampak bingung
Permintaanku terlalu berlebihan yah? Maaf.” Kata Suk Ho, Sang Won pikir tidak sama sekali dan bertanya kalau mereka ingin interview.
Entertainer Band baru  memulai karirnya. Kami membutuhkan beberapa publikasi. Terlalu banyak pemula di industri ini. Untuk membuat kami lain daripada yang lain..., jadi kami perlu membuat diri kami supaya dikenal. Aku tahu ini terlalu berlebihan, tapi aku masih memohon padamu.” Jelas Suk Ho
Sang Won pikir Sayang sekali, Suk Ho merasa tak masalah dan Sang Won tak perlu merasa tak enak hati. Sang Won pikir jika ia bertemu Kayle sebelumnya, mungkin ia  bisa  melakukan acara komedi dengannya, jadi akan lebih baik kalau dibicarakan langsung oleh orangnya. Suk Won tersenyum bahagia dan merencakana acara itu lagi, Sang Won pikir itu tak mungkin. Suk Ho akan membayarnya, Sang Won juga setuju akan melakukan wawancara.

Diatas rooftop
Sang Won dan Kayle duduk berdampingan, reporter bertanya Apa mereka seangkatan di Juilliard. Sang Won menjawab  Kayle lebih setahun dariku lalu menceritakan Kayle itu seorang mahasiswa berbakat yang masuk kuliah saat d berumur 17 dan sekarang sedang berada di band bernama Entertainer Band.
Apa kau puas dengan Entertainer Band? Kau sudah dikenal dengan gitaris berbakat. Aku penasaran apa kau akur dengan anggota bandmu.” Tanya reporter
Semuanya punya energi yang besar. Terutama vokalis yang  memiliki suara yang indah. Itu sebabnya aku bergabung di band ini.” cerita Kayle bangga
Kudengar kau mengundang Entertainer Band sebagai bintang tamu.” Ucap reporter
Ya, kurasa itu akan menjadi  konser yang menarik. Aku sebenarnya agak khawatir, Dia seorang gitaris yang hebat sekali jadi Aku sedikit khawatir kalau dia akan mencuri perhatian.” Ucap Sang Won dengan kedipan matanya, Kayle pun tersenyum. Suk Ho melihat wawancara dari jauh ikut tersenyum melihat keduanya terlihat akur. 

Konser dimulai, Sang Won duduk dengan memegang gitarnya dan lampu spotlight tertuju padanya, petika gitarya terdengar merdu. Lampu spotlight menyala tertuju pada Kayle yang berdiri disampingan dan ikut memainkan gitar klasik sambil berdiri.
Tirai dibuka, Kayle mundur memainkan gitar listriknya, Jae Hoon mulai memainkan drumnya, Ha Nul pun muncul dengan micnya mulai menyanyikan lagi single bandnya, dan Yun Soo pun memperlihatka memetik bassnya. Kayle dan Sang Won saling berpandangan dan saling tersenyum, lalu keduanya saling high five.  

Suk Ho mengetik key word [Lee Sang Won] pada layar komputer, terlihat beberapa berita muncul tentang band mereka, Geu Rin yang melihatnya merasa Konsernya Lee Sang Won pasti populer sekali karena Ada begitu banyak artikel.
Geu Rin….. Suk Ho… Kalian cocok sekali.” Komentar Min Joo melihat keduanya,
Kenapa kau memasukkan Geu Rin?” keluh Suk Ho, Min Jo mengatakan kalau itu Itu ide Geu Rin juga.
Geu Rin pun mengejek dengan menjulurkan lidanya, Suk Ho mengomel memperingatkan agar tak menjulurkan lidahnya. Geu Rin mengerti lalu menutup mulutnya, Min Joo hanya bisa mengelengkan kepala melihat tingkah keduanya. 

Kayle duduk di meja makan sambil terus menatap ponselnya,  Ha Nul mengejek Nanti lama-lama Kayle bisa menghafalnya, karena sudah beberpa kali membacanya. Kayle dengan bangga kalau artikel itu sangat keren dan membaca komentar yang masuk.
Aku ingin menemukan orang ini. "Kyle memang yang terbaik."” Ucap Kayle
Berhenti membaca, dan makanlah. Jangan marah kalau makanan ini sudah habis.” Kata  Geu Rin
Kayle tiba-tiba kaget melihat berita  Jinu dari Jackson dibawa ke rumah sakit. Yun Soo pikir Susah menjadi bintang. Seberapa kerasnya Ji Nu bekerja sampai harus dirawat di rumah sakit. Jae Hoon pikir  Penggemarnya pasti menggila.
Seorang wanita datang memanggil Jae Hoon, Ja Hoon sedang makan roti nampak kaget melihat ibunya yang datang ke studio latihanya. Ibunya bertanya apa yang sedang dilakukan anaknya ditempat itu. Semuanya nampak kaget karena wanita itu memanggil Jae Hoon itu anaknya dan langsung berdiri dengan sopan menyapanya.
Jae Hoon, bukannya kau harus berdiri?” ucap Ibunya, Jae Hoon langsung berdiri membawa tasnya lalu berjala mendekati ibunya, Jae Hoon tak bisa pamit karena ibunya langsung menyuruh meninggalkan tempat itu. Semua pun tak bisa berkata apa-apa lagi. 

Di depan studio
Ibu Jae Hoon membuka pintu mobil untuk anaknya, Jae Hoon mengaku pada ibunya tadinya ingin memberitahunya  tapi kelihatan  ibunya sangat sibuk. Ibu Jae Hoon menceritakan  Temannya pergi ke konsernya Lee Sang Won dan bilang melihat anaknya disana.
Ibu percaya padamu, jadi aku bilang padanya itu tidak mungkin anakku. Tapi ternyata benar anakku berada di tempat yang konyol ini.” kata Ibu Jae Hoon
Ibu, aku sungguh ingin bermain drum. Ibu sendiri yang bilang  kalau aku harus belajar. Piano, biola, cello dan flute. Itu semua membosankan,  tetapi drum itu menyenangkan” kata Jae Hoon

"Menurutmu apa yang membuat aku menyuruhmu belajar semua instrumen itu? Itu untuk mempersiapkanmu  belajar di luar negeri. Kau tidak punya waktu untuk ini. Akankah hidup berakhir, setelah kau kuliah?” tegas Ibu Jae Hoon
Ibu. Aku janji tidak akan membiarkan ini mempengaruhi studiku. Nilaiku tidak turun sama sekali semester ini.” kata Jae Hoon menyakinkan
Seo Jae Hoon. Apa kau pikir  aku pindah ke Seoul sejak kau berusia tiga tahun, hanya untuk membuatmu menjadi entertainer?” teriak Nyonya Seo marah dan  menyuruh anaknya masuk, Jae Hoon tak bisa melawan langsung masuk ke dalam mobil.
Mobil Jae Hoon melaju cukup cepat, tuan Byun tak percaya ibu Jae Hoon itu meneriaki anaknya  karena bergabung di Entertainer Banuntuk menjadi seorang entertainer.

Di kantor, Suk Ho nampak gelisah membaca artikel  [Jinu dari Jackson Dirawat di RS] lalu mengeluarkan ponselnya. Sementara dirumah sakit, Joo Han masuk ke dalam ruangan mengeluh Ji Nu yang membuat masalah ini sampai mempengaruhinya.
Apakah kau tidak percaya padaku atau ktop Atau kau sedang memberontak? Kenapa kau melakukan ini? Bagaimana kau bisa pingsan  selama pertunjukan acara langsung?” ucap Joo Han frustasi
Ji Nu tak banyak bicara memilih untuk memiringkan badanya, saat itu ponselnya bergetar dan melihat pesan masuk dari Suk Ho, matanya sempat melirik pada Joo Han yang tak melihatnya. 

Diam-diam membaca pesan Suk Ho “Jaga dirimu.” Lalu kembali memiringkan badannya sambil menangis karena ternyata yang membuat jebakan itu Joo Han, managernya sendiri. 
Suk Ho terlihat termenung karena memikirkan Ji Nu yang masuk ruma sakit sambil menatap ponselnya. Lalu ada telp masuk untuknya, wajahnya nampak sedikit kaget. Polisi meminta Suk Ho untuk Datang diinterogasi mengenai rating buatan Jackson. Suk Ho pun mengerti akan segera datang.

Teringat kembali peringatan Tuan Kim saat ia baru keluar dari penjara Jika kau ditanyai oleh jaksa maka kau harus mengatakan kita tidak saling mengenal. Kau harus pegang janjimu. Jika kau menyeretku ke  dalam masalah ini nanti, habislah kita semua.

Suk Ho mulai mengumpat kesal, Min Joo melihat temanya marah-marah bertanya apa yang terjadi.  Suk Ho memberitahu tentang Masalah rating buatan dan mengingatkan tentang lagunya Jackson  "Don't Touch" tahun lalu. Min Joo bertanya apakah kasus itu terbongkar. Suk Ho membenarkan.
Jaksa memanggilku untuk diinterogasi. Aishh.... Aku bisa gila ini.” ucap Suk Ho mulai terlihat panik
Aku memang dengar ada beberapa broker diselidiki karena hal itu..,tapi mereka semua dibebaskan karena kurangnya bukti. Tapi kenapa mereka tiba-tiba menghubungimu?” kata Min Joo heran
Ini pasti ulah si Lee Joon Suk.” Ucap Suk Ho yakin.
“ Ini memang benar-benar Gila. Itu juga akan mempengaruhi KTOP.” Pikir Min Joo
Mereka akan terluka,  tapi aku yang akan mati. Jangan biarkan Man Shik dan anak-anak tahu. Mereka dalam suasana hati yang baik sekarang. Jangan menurunkan semangat mereka.” Pinta Suk Ho, Min Joo pun  akan mencari beberapa pengacara
Ah... Aku tidak tahu kalau akan bertanggungjawab akan hal ini tapi dilihat-lihat lagi, mereka semua adalah rintangan yang terus membuatku tersandung.” Keluh Suk Ho kesal sendiri dengan dirinya, Min Joo meminta Suk Ho tak perlu berbicara seperti itu.
Jangan khawatir. Mereka pasti  sudah memblokir situs-situs musik itu. Ada begitu banyak yang korup di luar sana.” Ucap Min Jo menyakinkan dengan menepuk pundak Suk Ho untuk menyakinkan. 

Geu Rin mondar mandir dengan wajah gelisah berpikir kalau Suk Ho  pasti akan stres jika tahu Jae Hoon diseret pulang, lalu bertanya-tanya  Kenapa masalah terus mengalir  kepada mereka. Suk Ho pun berjalan dengan wajah tertunduk lesu, Geu Rin mencoba menyakinkan diri lalu mendekati Suk Ho.
Apa kau sudah makan?” tanya Geu Rin berbasa basi, Suk Ho menjawab belum
Kulitmu akan menua jika kau tidak makan tepat waktu. Apa kau mau ceker ayam?” kata Geu Rin, Suk Ho menolak karenatidak makanan seperti itu.
Bagaimana kulit babi?” ucap Geu Rin berusaha, Suk Ho menyuruh Geu Rin segera minggir. 
Pernahkah aku menunjukkanmu kalau aku bisa meniru Sung Yu Ri?” kata Geu Rin,Suk Ho tidak ingin melihatnya.

Geu Rin berusaha menirukan dengan suara nge-bass.  "Halo, aku Sung Yu Ri." Menurutnya Suaranya mirip dengan suara Yu Ri. Keduanya sama-sama tersenyum dan saling berpandangan. Ha Nul baru keluar dari studio melihat keduanya saling menatap dengan senyuman bahagia, sempat terlihat wajah cemburu tapi setelah itu senyumanya terlihat lalu kembali masuk ke dalam studio.
Suk Ho bisa tersenyum mengaku karena bisa tertawa karena Geu Rin lalu mengajak untuk segera masuk. Geu Rin pikir karena Suk Ho tertawa, jadi ada yang harus diberitahu. Suk Ho berpikir Geu Rin membuat masalah lagi. Geu Rin mengatakan kalau bukan dirinya dengan wajah sedih. 


Suk Ho kembali ke kantor dengan wajah panik berlari mencari-cari alamat di kantornya, Min Joo masih ada dikantor bertanya apa yang dilakukan temannya. Suk Ho mengatakan sedang mencari alamatnya Jae Hoon sambil membalikan berkas dan melihat surat yang ditandatangani Jae Hoon ada alamat dibagian bawahnya.
Tuan Byun akhirnya datang ke kantor menceritakan  Ibunya Jae Hoon terlihat menakutkan, terlihat tenang dan elegan, padahal Ibu Jae Hoon hanya diam saja membuatnya takut, dengan memberitahu Sejak Jae Hoon berusia tiga tahun, Ibunya terus menemaninya kemanapun anaknya pergi.
Kurasa dia itu helicopter mums. Dia salah satu dari ibu-ibu yang akan bergegas jika  sesuatu terjadi anaknya.” Jelas Min Joo
“Jadi Apa mereka punya helikopter?” pikir Tuan Byun
Itu hanya perumpamaan Maksudmu mereka lebih ekstrim  daripada ibu-ibu yang suka ikut campur. Jadi itu yang namanya helicopter mums.” Jelas Min Joo
Apakah kau tidak membicarakan hal ini dengan orang tuanya?” tanya Min Joo khawatir
Dia bilang dia akan memberitahu Ibunya kalau Ibunya sudah baikan, jadi aku tidak bisa menindaklanjutinya.” Kata Suk Ho dengan menopang kepalanya.
“Ah... Jadi Itu sebabnya dia begitu bersikeras  ingin pakai kacamata hitam. Lalu Bagaimana dia bisa tahu kalau begitu?” ucap Min Joo
Suk Ho menceritakan Teman Ibu Jae Hoon  waktu itu ikut konsernya Lee Sang Won. Min Joo berkomentar Lee Sang Won itu ada untungnya dan ada tidak untungnya juga. Tapi Suk Ho sudah bisa menduga kalau ini akan terjadi menurutnya ini semua kesalahanya.
Tuan Byun pikir mereka perlu drummer baru, Suk Ho memutuskan akan menemui dan memohon padanya, karena menurutnya Sekali menjadi entertainer selamanya  Jae Hoo akan menjadi seorang entertainer. Tuan Byun pikir Suk Ho itu tidak mungkin bisa melawannya. Suk Ho sudah pernah melihat orang seperti itu yang terlihat berkelas,  tapi tak mungkin membiarkan begitu saja, walaupu tidak tahu bagaimana  menghadapi wanita seperti itu.Tuan Byun mengatakan bisa berhubungan secara emosional  dengan wanita seusia itu jadi menawarkan memberikan bantuan. Suk Ho menegaskan kalau yang dikatakanya itu serius 

Ha Nul keluar dari kamarnya, Geu Rin bertanya mau kemana adiknya itu. Ha Nul menyuruh Geu Rin menyelesaikan sikat giginya dulu baru bicara, Geu Rin kembali bertanya mau kemana Ha Nul selarut ini. Ha Nul mengatakan akan kabur. Geu Rin binggung kenapa Ha Nul mau kabur.
Kau terus saja tersenyum pada pria lain. Aku jadi kesal.” Goda Ha Nul dengan mimik wajah kesal
Kapan aku tersenyum dengan orang lain?” ucap Geu Rin tak sadar

Ha Nul berjalan mendekati Geu Rin, keduanya saling menatap. Tangan Ha Nul membersihkan busa yang ujung bibir Geu Rin, lalu mengelap dibaju kakaknya. Geu Rin menjerit karena bajunya baru saja diganti, Ha Nul tersenyum menyuruh Geu Rin menyelesaikan sikat giginya lebih dulu lalu berjalan pergi.
Jadi kau mau kemana?” tanya Geu Rin penasaran
Busan... Aku akan memberikan album tandatanganku  pada ketua di pusat penahanan remaja.” Ucap Ha Nul, Geu Rin mengatakan mau ikut.
Kau akan dapat masalah karena  kau jadi manajerku. Aku akan pulang pagi dan akan kembali sebelum latihan siang hari.” Kata Ha Nul
Tentu, padahal jauh lebih menyenangkan jika kita pergi bersama. Pastikan kau tidur di kereta, Makanlah dengan baik.” Pesan Geu Rin, Ha Nul mengangguk mengerti lalu keluar rumah dengan menutup pintu. 


Suk Ho sudah ada didepan rumah dengan tembok depan yang sangat tinggi dan kokoh tak percaya kalau rumah anak bandnya itu Besar sekali. Menurutnya Keluarga Jae Hoon pasti kaya sekali.
Aku juga tidak akan membiarkan Jae Hoon bergabung dengan band kalau aku jadi Ibunya. Tapi kau harus melakukannya, Suk Ho.” Ucap Suk Ho menyakinkan diri, lalu mencoba menelp Jae Hoon tapi ponselnya tak aktif.
Dulu di Busan, aku berusaha membujuk anak SMA dan sekarang, aku seperti berusaha menyelamatkan putri yang terjebak di sebuah kastil. Bagaimana aku akan menyelamatkanmu dari tempat ini?” kata Suk Ho melihat sekeliling rumah tak ada celah untuk masuk. 

Ji Nu mengendarai mobilnya di malam hari sendirian, dalam pikiranya teringat kembali seperti seorang pria yang merekam videonya saat berada diatas tubuh Ji Young, lalu ia memberikan sepatu itu sebagai tanda terima kasih karena Joo Han sudah mengantarkanya pergi ke dokter.
Ia seperti masih belum yakin kalau orang itu adalah Joo Han yan sengaja merekam untuk menekanya lalu berusaha untuk mengendarai mobilnya dengan kencang.
Beberapa saat kemudian Ji Nu sudah ada disebuah rumah dengan senter dari ponselnya berjalan masuk. Perlahan ia masuk rumah yang kosong dan masuk ke sebuah ruangan dan teringat kembali saat masuk ke dalam kamar itu dipapah oleh Ji Young lalu dibaringkan ke atas sofa.

Ji Nu menerangi kebagian sofa ingin mencari sesesuatu, lalu pikiran seperti bisa mengingat saat itu bersandar di atas sofa dan Jin Young masih duduk disampingnya. Ji Nu melihat ke arah belakang seperti menyadari Ji Young sengaja membuka pintu lemar dibelakanganya, ada seseorang didalam lemari yang merekam dengan kamera.
Dengan wajah gugup, Ji Nu memberanikan diri untuk membuka pintu lemari karena mungkin menemukan sesuatu. Tiba-tiba terdengar suara seseorang “Kita bertemu lagi” Ji Nu menutup pintu lemarinya, Ha Nul sudah berdiri didepan pintu dengan tatapan sinis. 
bersambung ke episode 9


 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar