Rabu, 11 Mei 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 3 Part 2

Park Hoon cemberut tak mau melihat ke layar saat film diputar, Do Kyung berteriak agar adiknya bisa mengamati film yang sedang diputar. Park Hoon mengatakan tidak akan tahu walaupun  sudah mengamatinya ke-12 kali pun Jadi lebih baik katakan saja padanya.
Kau bahkan tidak mau belajar! Pikirkan ini! Kau mendengar pintu terbuka. Lalu dimana suara pintunya menutup?” ucap Do Kyung dengan nada tinggi
Tapi kau tidak lihat adanya pintu tertutup!” teriak Park Hoon kesal
Apa kau menambahkan nada dering  hanya ketika ada ponsel di layar filmnya? Kau harus berpikir tentang waktunya.” Teriak Do Kyung sambil memutar kembali video dan menunjuk menit  dengan menempatkan suara pada detik tersebut.
Kenapa tidak bisa kau ajarkan padaku dengan cara yang menyenangkan? Kenapa kau jadi marah?” keluh Park Hoon

Do Kyung mengatakan Park Hoon itu bisa belajar melakukan hal seprti dalam tiga bulan tapi karena tidak berkonsentrasi, jadi lebih lama. Park Hoon hanya bisa menghela nafas menahan amarahnya, Do Kyung kembali memutarnya lalu menghentikanya, tiba-tiba wajahnya tertunduk sambil menutup matanya. Park Hoon bertanya apa lagi yang membuat kakaknya terlihat tak suka. Do Kyung mengatakan Ada sinar matahari.
Park Hoon binggung, memang kenapa. Do Kyung berteriak kalau adiknya membiarkan adegan filmnya berlalu tanpa suara apa pun. Park Hoon menjerit frustasi sebenanrya apa lagi yang harus dimasukan pada film itu. Do Kyung mengatakan agar adiknya masukkan suara sinar matahari  yang masuk lalu keluar ruangan. Park Hoon binggung bagaimana suara sinar matahari lalu mengumpat kakaknya itu memang orang gila. 


Semua teman SMA Hae Young mulai minum bir dan makan cemilan, saat Hae Young datang semua pria bersorak menyambutnya. Hae Young yang mengunakan dress dan juga sepatu high heels dengan bangga berjalan seperti layaknya model sampai ke meja, lalu duduk disamping Sung Jin.
Wow, itu kau, Hae Young...Jika kami tak sengaja bertemu denganmu  di jalan, kami akan mengajakmu kencan. Kau sudah banyak berusaha dengan  pakaian yang kau kenakan hari ini. Ada acara apa kau jadi begini?” kata Sung Jin
Ini pakaian untuk pernikahanku.” Kata Hae Young terdengar sedikit bangga dan memperlihatkan tas, kalung, anting, jam tangan dan semua yang dipakainya itu adalah hadiah pernikahan.
Jika kau ingin barang mewah bermerek dari Ibu kalian... tetapkan tanggal pernikahan. Beli semuanya dan membatalkannya seperti yang kulakukan.” Kata Hae Young, semua bersorak merasa itu Ide yang bagus.
“Jadi Kau tidak mengembalikan semua barang itu?” ucap Teman wanita SMAnya.
“Wah... Kapan aku pernah punya kesempatan lagi  untuk memiliki barang mewah ini? Kenapa aku harus mengembalikannya?” ucap Hae Young, Teman wanita lain bertanya mau kemana Hae Young berpenampilan seperti itu

Hae Young pikir mereka pasti sudah tahu, akan pergi kencan buta. Semua kembali bersorak mendengarnya. Teman lain bertanya apakah semuanya berjalan lancar. Hae Young hanya menjawab “Ya begitulah.” Sung Jin menyimpulkan kalau semua berjalan lancar. Hae Young menegaskan kembali jawabanya sambil mengeluh harus terus bertemu orang-orang seperti itu.
Setelah kau pergi kencan buta, jika kau bilang itu mengagumkan maka kau dan dia tidak berjodoh. Kenapa itu mengagumkan? Itu mengagumkan karena dia memang tidak dimaksudkan untuk menjadi milikmu. Dia hanya seseorang yang kau kagumi. Lalu Kenapa mengaguminya? Karena kau tidak bisa memiliki dia.” Jelas Sung Jin yang membuat semua bersorak.
Jika dia tampak seperti jodohmu ketika kau bertemu dengannya maka mereka semua akan mengatakan ini sesudahnya, “Hmm... ya begitulah.” Mereka lebih cenderung untuk menikah.” Ucap Sung Jin, semua kembali menjerit, Hae Young hanya mengelengkan kepala mendengarnya.
Hae Young, kurasa kita berjodoh. Inilah yang kurasakan ketika aku melihatmu.” Goda Sung Jin sambil menaruh kepalanya di pundak Hae Young.
Hae Young merasa Sung Jin itu ingin ditampar, Sung Jin tertawa mendengarnya mengingatkan dulu memilih Hae Young  untuk jadi ketua kelas. Hae Young menutup wajahnya meminta Sung Jin menghentikan membahas hal itu. 


Flash Back
Di papan tulis melakukan Pemilihan ketua kelas, seorang pria berdiri mencalonkan Oh Hae Young. Semua bersorak-sorak mengelukan nama Oh Hae Young dan Hae Young terlihat santai karena sudah pasti Hae Young dimaksud itu Hae Young si cantik bukan dirinya.
Sung Jin berteriak mengangkat tanganya, kalau ia akan mencalonkan Oh Hae Young. Guru binggung kalau Hae Young sudah dicalonkan, Sung Jin menunjuk kalau yan dimaksud itu  Hae Young yang biasa, semua langsung tertawa mendengarnya. Hae Young melonggo kaget, di papan tulis tertulis nama Si cantik Oh Hae Young dan Si Oh Hae Young yang Biasa.  Sang guru tak setuju langsung menghapusnya dengan menganti memakai nomor.
Ketika pemilihan banyak yang memilih Oh Hae Young nomor 1 dan membuat Hae Young seperti merasa kecil dan terkena palu yang cukup besar. Pada kertas suara yang terakhir tertulis pilihan pada Oh Hae Young nomor dua. Semua orang langsung tertawa mendengarnya. 

Sung Jin dengan rasa bangga kalau ia satu-satunya yang memilih Hae Young, dimana orang-orang memilih Oh Hae Young cantik tapi dirinya tetap memilih Hae Young si biasa. Hae Young tertunduk malu mendengarnya, semua langsung mengajak mereka bersulang bersama-sama.
Terima kasih, teman. Apa yang akan  kulakukan tanpa satu suara darimu? Kaulah satu-satunya bagiku.” Ucap Hae Young
“Kau Setuju 'kan? Kalau aku satu-satunya, ya 'kan? Haruskah kita pergi clubbing untuk merayakannya?” ajak Sung Jin
Hae Young terlihat masih malu-malu, Sung Jin lalu mengajak Hae Young ke tengah akhirnya Hae Young mulai mengila mengikuti irama lagu yang diputarkan DJ, menari melepaskan semua kegundahan dirinya. 

Tuan Oh sedang menonton TV dikamar, Ibu Hae Young terbangun dari selimutnya terlihat matanya sembab karena menangis sambil tertidur lalu mengajak suaminya agar membawa anaknya kembali ke rumah lagi.
Kita bawa pulang Hae Young. Aku tidak bisa menjalani hidup tanpa dirinya. Ayo kita bawa pulang dia, sayang.” Ucap Ibu Hae Young menangis tak bisa lagi menahan rasa rindu pada anak semata wayangnya 

Hae Young pulang ke rumah merasakan udara dingin yang menusuk , lalu mencari-cari kuncinya dalam tas tapi tak menemukanya. Matanya melihat ada tempelan di pintu, Tukang Kunci 24 jam, akhirnya berusaha untuk menelpnya agar bisa membuka pintu rumahnya, tapi telpnya tak diangkat. Hae Young pun duduk didepan pintu sambil menahan dingin.
Do Kyung sedang mengedit suara dalam studio, tepat pukul setengah 12 malam, adegan wanita yang mengunakan high heel menyusuri jalan yang hujan, pikiranya kembali pada bayangan Hae Young sambil berkata “Kenapa kau pulang selarut ini? Aku pikir aku akan mati menunggumu.” Do Kyung memilih untuk tak memikirkan dan kembali sibuk berkerja.
Hae Young berusaha untuk menahan rasa dinginya tapi akhirnya tak kuat lagi memilih untuk keluar rumah. Do Kyung kembali melihat bayangan Hae Youn berjalan sendirian lalu seorang pria mengikutinya dari belakang seperti ingin bertindak jahat. Akhirnya Do Kyung keluar dari studio dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. 

Hae Young berjalan sendirian, sosok pria dengan mengunakan jaket dan memakai tapi mengikutinya dari belakang. Mobil Do Kyung sampai dijalan rumah langsung melihat Hae Young yang di ikuti oleh seorang pria, Do Kyung langsung memanggil Hae Young, sang pria langsung kabur. Hae Young menolehkan kepalanya, Do Kyung mendekat sambil bertanya mau kemana Hae Young
Kenapa kau pulang malam sekali? Aku pikir aku akan mati menunggumu.” Ucap Hae Young, Do Kyung terdiam karena apa yang dilihat sekarang sama dengan dalam bayanganya.
Akhirnya Hae Young masuk dari kamar Do Kyung dan melihat sebuah rak, ia berpikir peran gender mereka telah berganti. Do Kyung pun menarik rak agar Hae Young bisa masuk rumahnya, Hae Young mengucapkan terimakasih lalu membuka pintu agar bisa masuk ke dalam rumahnya. Do Kyung tanpa bicara langsung menutup kembali dengan mendorong raknya. 

Hae Young memakai selimut dan ingin menyalakan kompor agar bisa membuat teh tapi terlihat kompornya tak bisa menyala. Do Kyung sedang berganti baju bisa medengar Hae Young yang berusaha menyalakan kompor serta mengigil kedinginan.
Do Kyung sudah membuat dua gelas teh dan Hae Young sudah duduk dikamarnya dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya. Suasana hening terjadi ketika keduanya mulai minum teh, lalu tiba-tiba Hae Young tertawa sendirian
Ketika aku masih SMA, ada pemilihan ketua kelas. Temanku si orang bodoh itu mencalonkan diriku. Kelakuanku tidak cukup baik  sampai harus dicalonkan,Dia hanya bermain-main denganku. Pada waktu itu... Aku punya satu suara. Aku adalah orang yang memilih untuk diriku sendiri. Aku yang memilih diriku sendiri. Aku khawatir bahwa aku tidak akan dapat suara satu pun.” Cerita Hae Young, Do Kyung menatapnya
“Astaga... semakin aku memikirkannya, semakin marah aku jadinya. Bagaimana dia memilih orang lain setelah dia mencalonkan diriku? Dia pasti memilih si cantik Oh Hae Young. Di sekolah...ada dua Oh Hae Young. Oh Hae Young yang lain punya segalanya.” Cerita Hae Young, Do Kyung seperti sedikit tegang mendengar ceritanya. 


Di tempat lain, Hae Young yang cantik masuk ke dalam sebuah hotel dengan koper yang dibawanya, lalu berdiri didepan jendela melihat keindahan kota Seoul dari atas.
Kurasa dunia dulu memihakku.Ketika aku berada dengan dia...maka aku hanya menjadi  pengiring pengantinnya. Tapi kalau aku benar-benar kehilangan  diriku dan menjadi dirinya..
Jika kesempatan seperti itu datang...apa aku akan memilih  pilihan untuk menjadi dirinya? Ternyata aku tidak akan memilih menjadi dirinya. Aku hanya ingin memperbaiki diriku sedikit. Aku tidak ingin menjadi dirinya. Aku... masih mencintai  apa adanya diriku.” Ucap Hae Young dengan menahan tangisnya.

Hae Young mengaku hanya ingin kalau hidupnya lancar dan bahagia sambil menghapus air mata yang mengalir. Do Kyung melihat Hae Young yang berusaha menghapus air matanya. Hae Young ingin tahu apa yang dilakukan si cantik itu sekarang, apakah ia sudah menikah. Do Kyung meminum tehnya seperti tak sanggup untuk berbicara.
Aku saja yang akan pindah. Kudengar banyak yang sudah kau lalui untuk bisa kembali ke rumah masa kecilmu ini, jadi Aku yang akan pindah. Tapi ini sungguh menyedihkan,Rasanya seperti aku tidak diterima dimana-mana.” Ungkap Hae Young mencoba menghapus air matanya.
Tinggal saja disini karena Aku yang akan pindah.” Kata Do Kyung
Jika kau pindah, aku mungkin merasa kalau aku ini terbuang. Jadi Aku yang akan pindah. Kau harus tahu, Aku... tidak biasanya berbicara sekasar ini. Aku memang gila saat ini. Itulah sebabnya, Ini membuatku gila karena cuacanya begitu indah. Aku akan berusaha keras untuk pindah entah bagaimana dan agak lelah sekarang.” Akui Hae Young
Hae Young berharap seseorang bisa memberitahunya kalau itu semua  bukan masalah besar, tapi pada kenyataanya kalau ia dicampakkan sehari sebelum pernikahannya dan itu memang bukan masalah besar. Do Kyung menatap Hae Young yang menatapnya sambil menangis, pikiranya kembali saat Hae Young tak datang dihari penikahan dan ia duduk di ruangan yang sudah rapih dengan bunga dimana-mana. Hae Young sadar kalau Do Kyung itu memang tak mau bicara denganya, karena seorang pria yang dingin.

Bagaimana bisa itu bukan masalah besar? Rasanya seperti seluruh dunia menghukummu sampai mati. Rasanya seperti diusir dari alam semesta, Dimana kau tidak akan diterima lagi tapi rasanya kau masih harus memohon untuk hidup.” Ucap Do Kyung
Bagaimana itu bukan masalah besar? Aku... juga dicampakkan di  hari H pernikahanku.” Akui Do Kyung lalu mengumpat kalau dirinya sudah gila dan berdiri dari tempat duduknya.
Hae Young sempat kaget mendengarnya, Do Kyun memutar kembali kasetnya, memberitahu Hae Young yan baru saja dihempaskan oleh satu pukulan jadi ia bisa istirahat dan bangkit kembali. Hae Young memuji kalau itu bagus sekali, keduanya saling menatap dengan bunga yang bertaburan, lalu Hae Young tersadar meminta maaf setelah itu mengucapkan terimakasih sambil menangis.

Hae  Young mengendarai sepeda mininya, dengan sinar matahari yan menyinari wajahnya, dikeranjang terlihat album foto prewed dengan Tae Jin. Sesampai di pinggir sungai, ia membuka kembali terlihat kemesraan dan serasinya dengan mengunakan baju pengantin foto prewed.
Itu bukan masalah besar...daripada bilang kalau aku akan baik-baik saja...tapi lebih kepada kenyamanan ternyata ada orang yang merasakan rasa sakit yang sama.
Tanpa rasa ragu, Hae Young langsung membuang foto prewednya ke sungai lalu kembali mengayuh sepedanya terlihat senyuman bahagia yang terlihat seperti semua bebannya sudah hilang. 
Aku dulu merasa terpukul.... Ayo kita bangkit, Hae Young Ketika aku berpikir tentang hal itu... aku tidak pernah serius untuk mencintai diriku 100 persen.< Aku selalu berhati-hati dan penuh rasa gelisah.  Aku khawatir jika aku  sangat menyukai seseorang.

Hae Young sudah sampai di pinggir jalan dengan bunga sakura berguguran, senyumanya terus saja terlihat
“Mari kita jangan melakukan hal itu lagi. Jika aku bertemu seseorang  yang kusukai... maka aku akan mencintai orang itu  sampai aku dicampakkan. Aku tidak pernah akan berbalik menangis lagi kalau aku disuruh menghilang. Aku akan menggenggam orang itu dan tidak membiarkannya pergi bahkan jika aku dipukuli. Aku akan memberikan segalanya.Bukankah kau harus jatuh cinta  seperti itu sekali dalam seumur hidupmu?
***
Hae Young baru pulang melihat Do Kyung mau berangkat kerja sekarang, lalu memberitahu sengaja mengambil cuti agar bisa  mencari tempat pindahnya, dan akan bilang pada pemilik rumah kalau selama ini baik-baik saja tinggal dirumahnya, lalu meminta Do Kyung meminjmkan uang jaminan padanya dan akan memberikannya kembali kalau sudah mendapatkannya dari pemilik rumah.
Do Kyung tak banyak bicara dan Ha Young masuk kerumah dengan menuntun sepedanya, matanya melotot binggung karena tralis jendelanya kembali terpasang. Do Kyun tak banyak komentar memilih untuk masuk ke mobil dan memasang sabuk pengamannya. 

Do  Kyung menyambut sutradara di kantornya, untuk melihat sendiri hasil dari film yang sudah diberi suara efek. Hee Ran tergopoh-gopoh datang bertanya apakah sutradara sudah datang. Park Hoon memberitahu sudah datang lalu meminta agar Hee Ran melihat skenarionya kalau ada waktu luang. Hee Ran pikir sudah pasti lalu ikut masuk rombongan sutradara.
Di dalam studio, semua menonton hasil Do Kyung memberikan suara efek yang bagus untuk film. Tim Do Kyung dibelakang terlihat tegang takut hasilnya tak bagus, akhirnya film berjudul “adventure” selesai dengan credit title yang berjalan. Semua berdiri dan bertepuk tangan ketika lampu dinyalakan, terlihat sangat gembira dengan hasilnya. Semua memuji film yang sangat bagus dan juga lucu dan memberikan selamat pada Do Kyung juga. 

Didepan gedung, semua pun mengantar sutradara dan produser sampai masuk ke dalam mobil. Hee Ran juga pamit lebih dulu dan akan bertemu lagi nanti, Si pria tambun masih tak percaya bis pulang ke rumah di waktu sore hari. Do Kyung pun memberikan kartu creditnya agar timnya bisa pergi minum-minum.
Pria berkumis menerimanya dengan mengucapkan terimakasih, Do Kyung memperingatkan agar tak melebihi dari satu juta won. Ketiganya pun mengangguk mengerti dengan mengucapkan terimakasih bersama dan membiarkan Do Kyung pergi meninggalkan gedung. 

Park Hoon berlari dengan tasnya keluar gedung bahkan saking cepatnya sempat menabrak dinding penunjuk jalan. Di taman, Ahn Na berlari memanggil Park Hoon dengan wajah bahagia, Park Hoon membentangkan tanganya seperti siap mendapatkan pelukan.
Ahn Na melempar tasnya dan Park Hoon juga melepaskan tas ranselnya, tiba-tiba ia menjerit panik. Ahn Na langsung loncat ke pelukan Park Hoon seperti orang mengendong dan memberikan ciuman di pipi bertubi-tubi. Park Hoon tertawa bahagia, lalu merasakan punggungnya kesakitan akhirnya jatuh dengan posisi Ahn Na ada diatas tubuhnya.
Aku merindukanmu.” Ucap Ahn Na dengan nafas terenga-engah sehabis berlari. Park Hoon juga mengaku sangat merindukanya. Ah Na pun memeluk Park Hoon yang sedang berbaring, lalu keduanya berciuman di hamparan rumput. 

Keduanya berjalan mengendap-ngendap ke dalam kantor yang sudah gelap. Park Hoon menyalakan lampu, Ahn Na terlihat gembira melihat ruangan dengan arsitektur yang bagus. Park Hoon pergi ke studio dengan membuat suara kuda berlari mengunakan batok kelapa, lalu membuat suara sepatu kuda dan juga nafas kuda saat sedang berlari dengan mulutnya.
Sekarang jika kau menggabungkan video dan audio...” ucap Park Hoon ke ruang control dengan menaikan alat didepanya agar bisa masuk ke dalam film.
Apakah mereka tidak menangkap suara itu selama syuting?” tanya Ahn Na binggung
Di lokasi syuting, sulit untuk mendapatkan semua suara ini” kata Park Ho, Ahn Na mengaku tak tahu lalu mengusap keringat pacarnya sambil memuji semuanya itu menakjubkan.
Aku bahkan dapat memasukkan suara matahari bersinar. Coba lihat Ini adegan awalnya” ucap Park Ho memutar video kembali.

Do Kyung saat itu menyuruh adiknya untuk memasukan suara anak-anak sedang bermain, Ahn Na yang mendengar suara yang sudah dimasukan menjerit bahagia karena rasanya berbeda karena Kedengarannya lebih bagus. Park Hoon ikut tersenyum, lalu teringat kembali kata-kata kakaknya agar memasukan suara klakson mobil.
Ahn Na kembali menjerit karena terdengar sangat luar biasa. Park Hoon melonggo karena ternyata ucapan kakaknya itu benar, Ahn Na merasa pacarnya itu menakjubkan sekali dan sangat seksi. Park Hoon meminta Ahn Na tak melakukan distudio, tapi Ahn Na langsung memberikan ciumannya. 


Soo Kyung dengan rambut berantakan mengajak seseorang agar pergi, dua petugas kemanan memalingkan wajahnya, lalu seorang wanita muda turun dari bus. Keduanya langsung berlari dengan mengandeng tangan akan mengantar wanita itu pulang sampai ke rumah. Soo Kyung tersenyum sambil melompat-lompat akan pulang dengan selamat sendirian

Jin Sang baru turun mobil melihat Park Hoon dan Ahn Na baru pulang, keduanya pun menyapa Jin Sang didepan rumah. Jin Sang mendengar mereka baru saja menyelesaikan sebuah film, lalu mengajak semuanya untuk minum-minum merayakannya.
Park Hoon dan Ahn Na menjerit bahagia dengan melihat kaki babi dan juga minuman yang dibawa Jin Sang. Tiba-tiba Jin Sang panik mengajak mereka segera masuk karena ada alien yang datang. Soo Kyung berjalan pulang sendirian dengan kepala tertunduk dan rambut keriting tanpa terlihat wajahnya, semua pun buru-buru masuk.
Ahn Na melihat Soo Kyung kembali mabuk, Park Hoon memberitahu kakaknya itu minum tiga hari seminggu bahkan menyembunyikan kalau minum empat hari seminggu. Jin Sang menambahkan Soo Kyung bisa minum 30 liter bir. Soo Kyung sampai didepan rumahnya sambil terus berbicara sendirian.

Do Kyung tahu kalau Jin Sang baru sampai, lalu terdengar dari kamarnya Hae Young memesan jajangmyun dan juga babi asam manis. Si pengirim makanan masuk sampai ke depan pintu kamar dan meminta bayaran 18rb won. Hae Young pun memberikan uanganya, si kurir bertanya apakah Hae Young tinggal sendirian. Hae Young nampak binggung, si kurir yang bertanya seperti itu tapi langsung menjawab membenarkan.
Si kurir merasa seharusnya Hae Young memesan porsi yang lebih sedikit karena menurutnya terlalu banyak untuk satu wanita. Hae Young pikir Rasanya tidak enak kalau hanya makan sedikit. Pria itu setuju, lalu karena lupa membawa uang kembalian jadi akan pergi ke motornya lebih dulu dan kembali lagi. Do Kyung keluar dari kamar melihat si kurir sedang minum lalu melepaskan helmnya, terlihat wajah liciknya dan menelp bosnya kalau akan langsung pulang ke rumah. 

Do Kyung kembali ke kamar dengan wajah gelisah berdiri didepan rak buku yang menutup pintu, terdengar Hae Young yang membuka pintu karena si kurir kembali datang untuk mengembalikan uangnya. Saat itu juga Do Kyung langsung masuk ke dalam kamar yang membuat keduanya menjerit kaget.
Apa kau pesan mie kacang hitam? Kenapa kau tidak bilang padaku?” ucap Do Kyung membuka plastik dan sumpit untuk memakanya.
Kupikir kau tinggal sendirian.” Kata si pria binggung, Do Kyung menyahutinya yang membuat si pria itu nampak takut.
Si kurir pun langsung mengembalikan uang Hae Young dan pergi, Hae Young melonggo binggung dan langsung mengunci pintunya lebih dulu. Do Kyung memakan jajamyun sampai mulutnya penuh. Hae Young menyindir Do Kyung pasti punya penghargaan untuk acting, Do Kyung memilih untk pergi ke kamarnya kembali
Kenapa kau tidak menyelesaikan aktingmu itu? Aku tidak makan makanan sisa orang lain.” Ejek Hae Young, Do Kyung tak membalas dan langsung kembal ke kamarnya.
Hae Young duduk didepan mejanya, Do Kyung masuk dengan membawa sepatunya dan menaruh didepan pintu sambil menyindir Hae Young yang beriklan kalau tinggal sendirian dan memberitahu kalau orang tadi itu penipu. Hae Young terdiam ternyata Do Kyung yang menyelamatkanya.
Tinggal saja disini, karena Aku akan tinggal disini juga.” Ucap Do Kyung sebelum kembali ke kamarnya.
Hae Young terdiam saat Do Kyung kembali menutup pintu dengan rak dan bertanya-tanya kenapa Do Kyung memberi kesantanpa izin padanya dan bagaimana nanti Do Kyung akan menangani akibatnya, lalu melihat sepatu milik Do Kyung yang sengaja di taruh didepan pintu. 

Soo Kyung berbicara seperti bahasa prancis, Jin Sang duduk disofa sambil minum bir seperti sudah tahu tingkah kakak dari temanya. Park Hoon melihat ponselnya memberitahu kalau kakaknya itu tak bicara bahasa Prancis karena ponselnya tidak bisa menjawabnya arti dari ucapan Soo Kyung. Jin Sang pikir itu hanya omong kosong dan berbicara semaunya.

Do Kyung duduk di bangku meja makan teringat kata-kata dari dokter saat dengan melakuka hipnoterapi Jangan mencoba mengelak, lebih baik Lalui saja. Pikirkan saja kenapa penglihatan itu terus bermunculan di kepalamu... Kenapa hanya wanita itu  yang muncul dalam fokus kepalamu. Jika kau melaluinya, kau akan menemukan alasannya. Sampai saat itu, ikuti arusnya.


Akhirnya Do Kyung bisa tersenyum melihat kakaknya yang bicara ngelantur, Jin Sang pun membalasnya dengan bahasa aneh. Keduanya saling adu mulut, bahkan sampai berpelukan dan Jin Sang menyuruh Soo Kyung segera sadar. Do Kyung tak bisa menahan tawa melihat tingkah keduanya.
Soo Kyung berbicara pada Do Kyung lalu berlari ke kamarnya dengan melepaskan jaketnya, Park Hoon binggung apa yang dikatakan kakaknya itu. Jin Sang memberitahu kalau  Soo Kyung itu harus pergi jadi nomor dua. Do Kyung hanya bisa tertawa, lalu tiba-tiba pengelihatanya kembali datang dengan Hae Young yang berkata “Dia kembali... Si cantik Oh Hae Young.
Pikiaran Do Kyung kembali teringat saat Hae Young mengeja namanya dan juga foto prewed lalu foto di SNS Hae Young sedang dengan pria padahal itu hari mereka menikah. Kata-kata Hae Young “Detak jantungmu adalah suara kesukaanku di seluruh dunia.” Dengan keduanya yang duduk bersama di sebuah cafe lalu berciuman. 

Lomba marathon di seoul, Hee Ra mengendari mobilnya perlahan melihat cuacanya bagus hari ini ya. Hae Young tiba-tiba menjerit karena melihat ada peserta marathon memiliki nama yang sama, dengan wajah bahagia merasa pasti ada Hae Young di kerumunan orang,kemana pun ia pergi, setidaknya ada satu orang yang Hae Young.
Oh Hae Young, fighting!” jerit Hae Young bahagia saat melalui pelari dengan nama dibelakang punggungnya.
Wajah Hae Young berubah saat melihat wajah pelari Hae Young yang sedang berhenti, Dia adalaha si cantik Hae Young saat lomba lari denganya dan harus terpaksa kalah karena semua pria menyorakan namanya. Sementara ia sudah berlari dengan cepat. 
bersambung ke episode 4

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



1 komentar: