PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 06 Mei 2016

Sinopsis Entertainers Episode 6 Part 2

Ha Nul dkk mulai berlatih tapi semuanya hanya terdiam melihat cara bermain Jae Hoon semaunya mengebuk drum. Kayle menghentikan memberitahu Jae Hoon Salah satu kekuatan terbesar band mereka adalah suara vokalis jadi Jae Hoon tidak boleh memaksakan suara drumnya.
Lalu, bagaimana jika Ha Nul beristirahat dan kita mencoba untuk... bermain sendiri?” saran Yun Soo
“Wah..  Kalian bekerja sama dengan baik. Berapa lama kalian sudah bermain bersama?” tanya Jae Hoon terpana, Kayle mengatakan kalau Ini adalah latihan pertama kami.
“Ahh... Benarkah? Ini seperti kalian semua mengalami titik terendah dalam hidup kalian dan membuat hubungan secara alami dengan satu sama lain.” Kata Jae Hoon menyimpulkan
“Wah.... Apa yang dia katakan? Apa kau pikir belajar di Juilliard adalah titik terendah dalam hidupku?” keluh Kayle
Apa kau sudah memeriksa ijazahnya? Sudah umum bagi orang-orang untuk memalsukan latar belakang pendidikan mereka.” Kata Jae Hoon, Kayle hanya bisa melonggo. 

Di studio rekaman 
Man Shik mengajak Min Joo untuk mengerjakan dengan cepat,  lalu mencatat setiap waktunya secara terpisah. Min Joo mengangguk setuju. Ha Nul memulai dengan suara yang merdu, dan semua alat musik benar mengiringinya dengan benar.
Teringat kembali saat Ha Nul menerima lemparan susu karena dianggap pemerkosa, lalu Suk Ho mengikutinya sampai ke atap gedung dan menyelamatkan kalau ia yang akan menjadikan penyanyi lalu setuju.

Kayle juga ditemukan saat pertama kali Suk Ho mendengarnya di gedung pertunjukan dan tak dibayar karena tak lolos, akhirnya Suk Ho membantunya dengan berjanji akan membayar 300 dollar.
Yun Soo diselamatakan oleh Suk Ho saat kembali berkerja di bar dengan pelangganya yang semena-mena. Jae Hoon datang ke studio karena band yang biasa dimainkan sudah dibeli oleh Suk Ho, akhirnya memutuskan untuk mau bergabung dengan band sebagai drum. Semua pun menjadi backing vocal untuk lagu perdana mereka. 

Joon Suk sudah mendengar Suk Ho merekam sebuah album dan akan segera mulai mempromosikan. Joo Han tersenyum mengejek menurutnya Suk Ho tidak akan bisa melakukannya dan tidak akan mungkin bisa masuk di TV, Radio, variety show, acara musik, dan bahkan panggung kecil di Hongdae, karena sudah mengurus semuanya.
Kenapa kau tidak menghentikannya membuat album?” pikir Joon Suk
Kupikir akan lebih menyenangkan untuk melihat dia jatuh, saat dia sudah melakukannya dengan baik. Kau hanya harus duduk dan menonton, tuan.” Kata Joo Han
Sepertinya akhirnya kau melakukan pekerjaanmu.” Puji Joon Suk, Joo Han tersenyum lalu mengucapkan terimakasih. 

Min Joo merasa mereka kita tidak bisa menaruh lagunya di sebuah toko musik online dan Uang adalah satu hal alasanya, karena tidak bisa melewati Lee Joon Suk. Man Shik pikir apa gunanya mempromosikan music, apabila orang-orang mencari secara online, Hasilnya tidak akan muncul jadi tak mungik ada orang yang bisa mendengarkannya.
Selama KTOP masih ada, maka kita akan disaring. Kita perlu menghindari penyaringan.” Kata Suk Ho lalu berjalan keluar dari kantor dengan senyuman, Man Shik dan Min Joo menatap kebinggungan. 


Suk Ho memperlihatkan rekaman Video Entertainer band pada Tuan Byun distudio, menurutnya musiknya itu sangat mengesankan, Tuan Byun tak banyak berkomentar. Suk Ho pu meminta agar Tuan Byun untuk mengunggahnya di situs. Tuan Byun pikir tak mungkin karena KTOP terus mengawasi.
Kau bisa melakukannya.... Unggah sebagai musik gereja baru bulan ini, maka Lee Joon Suk tidak akan memperhatikan.” Kata Suk Ho
Ini bukan musik gereja, kan?” ucap Tuan Byun mendengar lagu Entertainer.
Jika musiknya adalah tentang cinta, itu adalah "We Are The World" Dan pada dasarnya itu adalah, "I Love Saver of Souls". Kita hanya perlu membuat lagunya bisa dicari.” Jelas Suk Ho mengebu-gebu,

Tuan Byun memuji kalau  otaknya pintar sekali, lalu meraasa mereka harus berbagi keuntungannya. Suk Ho rasa Tuan Byun tidak perlu menyebutkannya karena sudah pasti akan membaginya. Tuan Byun melihat Vokalisnya bernyanyi sangat bagus dan juga tampan, jadi menurutnya pasti akan berhasil.
Benar sekali.... Apa kau ingat Jo Sung Hyun? Dia Teman dekatku, Jo Sung Hyun. Aku memperkenalkannya kepada Lee Joon Suk sebelumnya.” Cerita Suk  Ho, Tuan Byun terlihat binggung dan bertanya siapa nama yang disebutkan.
Jo Sung Hyun tidak berhasil merilis album. Aku terjebak di Moskow,  jadi kau melanjutkan proyek itu.” Cerita Suk Ho mengingatkan kembali, Tuan Byun nampak gelisah dengan mata melihat kesana kemari membenarkan lalu bertanya ada ada dengan Sung Hyun.
Vokalisnya... adalah adik dari Sung Hyun.” Kata Suk Ho, tangan Tuan Byun bergetar matanya terlihat kaget. 


Flash Back 
Malam hari didalam mobil, Tuan Byun memberitahu kalau Jo Soo Hyun  meninggal dengan tatapan berkaca-kaca berkata “Dia sudah mati, karena kau Joon Suk.” Joon Suk terlihat shock lalu berpura-pura  tidak mendengar apa-apa darinya.
Tuan Byun nampak benar-benar gelisah semua tubuhnya gemetaran mendengar nama Soo Hyun, Suk Ho melihat Tuan Byun nampak gemetaran lalu bertanya apakah ia baik-baik saja. Tuan Byun mengaku kalau ia merasa kepanasan sambil mengambil minumanya, tapi tanganya gemetaran. Suk Ho terlihat curiga tapi berpikir itu karena Tuan Byun semakin tua, jadi sedang melalui andropause.

Semua anggota band sudah berkumpul distudio foto, pakaian mereka pun sudah rapih dan terlihat fashionable. Fotographer mulai mengambil foto, Min Joo membuka kacamata hitamnya karena melihat gaya anak bandnya sangat standar dan kaku dengan dua jari yang diacungkan ke depan kamera.
Fotographer meminta mereka senyum, semua terlihat tersenyum kaku dan terlihat dipaksa. Suk Ho meminta mereka untuk memperlihatkan wajah yang lebih ramah lalu menyarahkan  agar mereka memperlihatkan gaya seperti anak band yang sedang berteriak.
Anggota Band mulai dengan posisi foto sendiri, semua masih terlihat sangat kaku, tapi lama kelamaan mereka bisa tersenyum dan bergaya lebih natural. 

Disebuah cafe
Suk Ho bertemu seorang wanita merasa heran karena  tidak menjadi presiden klub penggemar saat ini, wanita itu pikir  sudah melakukannya selama lima tahun dan menurutnya itu waktu yang cukup lama. Suk Ho sudah melihat foto wanita di postingan blognya dan memuji Foto-foto Jackson yang diambil luar biasa.
“Benarkan... Itu karena aku punya kamera baru, tapi Ngomong-ngomong, Direktur.” Ucap Si wanita terlihat tak bisa melanjutkan omonganya.
Itu benar. Aku dipecat.” Kata Suk Ho, Si Blogger bertanya alasan Suk Ho ingin menemuinya.
“Di Musim gugur yang lalu, apa kau pergi ke pertunjukan Jackson di Busan?” tanya Suk Ho, Si blogger mengangguk. Suk Ho meminta izin agar bisa melihat foto-fotonya tapi  Bukan yang diposting di blognya, Blogger itu nampak binggung menanyakan alasanya.
Kau tahu... aku sangat peduli tentang Jinu, kan?” kata Suk Ho, Blogger itu tahu karena itu banyak penggemarnya membenci Suk Ho, lalu Suk Ho bertanya balik dengan si blogger.
Aku sangat menyukai Jinu, jadi aku bersyukur.” Kata Si blogger.
Aku tidak mengurusi Jackson lagi Tapi ada sesuatu yang perlu aku tahu. Tolong tunjukkan foto-fotonya tanpa bertanya-tanya. Ini benar-benar penting untuk Jinu.” Jelas Suk Ho menyakinkan.
Si Blogger mengatakan Suk Ho harus melihat di tempat karena  tidak bisa mengirimnya kepadanya, Suk Ho setuju lalu bertanya apakah ia mengambil foto di tempat parkir atau di depan klub. Si blogger melihat tab yang menyimpan foto dan memperlihatkan pada Suk Ho kalau ia mengambilsaat a sedang menunggunya di tempat parkir.
Suk Ho melihat Jinu yang dipapah masuk kedalam taksi oleh Jin Young lalu bertanya apaka wanitaitu  memiliki gambar dengan plat nomor taksi. Si blogger mengaku ingin mengambil lebih banyak lagi karena ingin tahu lebih banyak tentang gadis yang mmebawa Jinu, tapi anggota Jackson yang lain keluar jadi sibuk mengambil foto. 


Beberapa album Entertainment band sudah ada diatas meja, sementara Suk Ho melihat deretan jadwal untuk memilih acara The Show dan menemukan nama Park Won Suk sebagai PD acara, wajahnya nampak terkejut mengingat sebelumnya Won Suk adalah asisten PD.
Ketika mengurus anggota girl bandnya, Won Suk terlihat memanggil untuk segera berlatih. Suk Ho dengan remeh mengejek mendengar Suara mendengung lalu berteriak memanggil PD dan sekarang Won Suk sudah menjadi PD bukan asisten lagi.
Kenapa harus dia?” Jerit Suk Ho histeris lalu berbaring diatas mejanya. 

Di depan gedung SBC
Suk Ho memegang album Entertaiment Band, wajahnya terlihat gelisah tapi akhirnya masuk ke dalam gedung, tapi belum sampai pintu sudah bersembunyi dibalik tiang karena merasa tak nyaman. Lalu melihat PD Park yang sedan berjalan dengan teman yang lainnya, Suk Ho pun datang menghampirinya.
Aku melihat kau masih datang ke sini.” Sindir PD Park
Aku ada dalam bisnis hiburan jadi Tentu saja, aku masih di sini. Sekarang karena kau adalah PD dan terlihat lebih tampan.” Puji Suk Ho
Astaga, suara mendengung apa itu? Apa ada nyamuk?” ejek PD Park saa seperti yang dilakuka Suk Ho padanya lalu pergi meninggalkanya, Suk Ho menjawab tidak ada nyamuk lalu memasukan kembali albumnya ke dalam jaket. 

Suk Ho peri ke toilet menatap ke cermin untuk menyakinkan dirinya  tidak bisa mundur sekarang lalu berlatih untuk bicara pada PD Park nanti. Dengan membusungkan dadanya, melemaskan ototnya.
“PD Park. Tolong... Tolong bantu aku sekali ini saja.” Ucap Suk Ho tapi menurutnya terlalu kasar padahal se harus menyentuh perasaannya.
Aku tidak tahu bagaimana akan bertahan hidup di dunia ini. Aku sedang jatuh dan...” kata Suk Ho sambil menangis tapi menurutnya terlalu menyedihkan dan mengumpat kesal sendirian.
Tiba-tiba terdenga suara dari dalam toilet, memanggil siapa yang ada diluar untuk mengambilkan beberapa kertas toilet karena tidak sadar kalau kehabisan dan sudah terlambat. Suk Ho mengambilkan beberapa tissue toilet, menanyakan dimana tempatnya, Pria itu mengatakan tidak bisa bangun, jadi meminta dari bawah, Suk Ho pun menahan hidungnya dengan memberikan tissue dari bawah. Si Pria akhirnya keluar dari toilet mengucapkan Terima kasih banyak pada Suk Ho.
Apa kau sudah melatih dialogmu?” tanya si pria, Suk Ho berusaha tersenyum berharap sudah bisa melakukan lalu pamit pergi, si pria memanggilnya
Jika kau putus asa, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan menjadi rendah hati. Kau melihat aku tadi, Aku putus asa, jadi aku memohon bantuan. Itulah hidup.” Kata si pria, Suk Ho mengerti dan pria itu kembali mengucapkan terimakasih. 

Suk Ho kembali ke dalam mobil melihat Geu Rin tidur diatas stir menyuruhnya untuk tidur dengan sandaran ke bawah, karena Geu Rin  harus beristirahat dengan baik saat ada waktu agar tetap sehat. Geu Rin pikir hanya ketiduran saja, Geu Rin melihat Suk Ho itu cukup lama pergi dan menanyakan hasilnya.
Kita pergi saja dulu untuk saat ini.” kata Suk Ho, Geu Rin sudah siap menyalakan mesin mobilnya, tiba-tiba Suk Ho berteriak.
Berhenti... Tidurlah sedikit lebih lama, Aku akan segera kembali.” Ucap Suk Ho, Geu Rin bertanya kemana Suk Ho akan pergi.
Tidak ada yang harus disesali.” Kata Suk Ho lalu turun ke dari mobil dan kembali berlari masuk ke gedung SBC

Suk Ho masuk ke bagian pegawai dengan mengatur nafasnya, lalu mencari sosok orang yang dicarinya. Beberapa orang menatapnya dengan heran, Suk Ho melihat sosok PD Park yang berjalan didekatnya. PD Park menghela nafas melihatnya lalu bersiap-siap dengan menghalangi kursinya, tapi Suk Ho langsung berlari dan berlutut, PD Park makin panik melihat Suk Ho yang berlutut didepannya.
Ibuku selalu berkata... yang di depan akan terjatuh di belakang dan yang di belakang akan maju ke depan, serta untuk selalu rendah hati. Tapi aku tidak mengerti... dan kejam kepadamu saat kau sebagai asisten PD Aku tidak tahu hari ini akan datang. Kupikir aku akan selalu tetap di atas dan terus mengintimidasi orang lain di sekitarku.” Jelas Suk Ho

Sekarang aku sudah mencapai titik terendah, aku terlalu malu untuk mengangkat kepalaku. PD Park. Tolong... bantu aku, sekali ini saja. Tolong biarkan... Entertainer Band... pergi ke atas panggung hanya sekali saja. Mereka bukan anak-anak yang buruk. Akulah si brengsek yang besar tapi Anak-anakku berbakat.” Ucap Suk Ho dengan mata berkaca-kaca
Mereka datang sejauh ini dengan mengikutiku. Tolong, demi mereka, Tolong beri mereka kesempatan. Aku akan datang dan berlutut di depanmu setiap hari... untuk menebus semua rasa sakit yang kusebabkan.Aku akan berlutut 100, ahh..tidak, 1000 kali... sampai kau mengatakan kepadaku untuk berhenti datang. Jadi... tolong bantu aku, PD Park” kata Suk Ho dengan air mata mengalir di pipinya.
PD Park melihat Suk Ho berlutut sambil menangis dan dilihat oleh beberapa pegawai SBC, pria yang ditolong Suk Ho melihat orang berkumpul dan hanya melihat bagian belakang Suk Ho, lalu beranjak pergi. 


Geu Rin masuk gedung SBS sangat terpana, beberapa orang yang lewat membahas Suk Ho yang memiliki kulit yang tebal dengan pergi ke SBC, menurutnya kalau ia jadi Suk Ho maka terlalu malu untuk menunjukkan wajahnya. Geu Rin pun memilih untuk kembali lagi ke mobil.
Suk Ho baru keluar gedung, seorang pria berbicara di telp mendengar berita Shin Suk Ho berlutut di depan seorang PD, dan merasa sangat kecewa karena melewatkan begitu saja, padahal seharusnya merekam kejadian itu. Suk Ho yang mendengarnya ingin memakai kacamata hitamnya menurutnya yang dilakukan tak benar setelah itu memilih untuk membukanya dan berjalan ke tengah-tengah lobby.
Aku CEO dari Agensi Mango Entertainment... dan manager... dari Entertainer Band, Shin Suk Ho! Terima kasih. Terima kasih!” jerit Suk Ho lalu berjalan keluar dari gedung. 

Geu Rin sudah menunggu didepan mobil, Suk Ho melihat Geu Rin dengan tatapan sedih dan ingin mendekatinya tapi Suk Ho memilih untuk memakai kacamatanya meminta agar Geu Rin tak mendekat lalu berjalan ke sisi parkiran lain.
Dibawah tiang besar, Suk Ho berbicara sendiri untuk menegakan kepalanya karena sudah melakukan sesuatu dengan benar. Tapi akhirnya ia berjongkok menyakinkan diri kalau tak ada yang peduli dengan harga diri, dengan menahan air matanya merasa semua sangat Memalukan sekali.
Jo Ha Nul, Kyle, Seo Jae Hoon, Na Yun Soo, Na Chan Hee.” Ucap Suk Ho berkali-kali dengan air mata mengali dipipinya dan menyakinkan kalau pasti bisa melakukannya dan kembali berdiri. 

Geu Rin sudah membeli dua gelas minuman, karena tahu Suk Ho  biasanya menyukai es Americano dengan bangga kalau Esnya tidak mencair karena  waktu yang tepat. Suk Ho bertanya apa minuman yang dipilih Geu Rin, Geu Rin mengaku memiliki selera anak-anak, jadi memilih macchiato karamel.
Apa kau tidak akan bertanya bagaimana dia pergi?” tanya Suk Ho
Aku yakin kau melakukannya dengan baik, Lagipula itu kau” ucap Geu Rin, Suk Ho merasa ucapan Geu Rin  tidak terdengar tulus.
“Direktur.. Kau adalah yang pertama untukku. Bos pertamaku di pekerjaan yang aku nikmati, panutan pertamaku dan orang pertamaku.” Kata Geu Rin bangga, Suk Ho membuka kacamatanya menurutnya sudah pasti karenaIni pekerjaan pertama untuk Geu Rin
“Hei... Aku pernah melakukan pekerjaan paruh waktu. Yang aku maksud adalah, kau adalah yang terbaik di mataku dan yang aku percaya... bahwa apa pun yang kau lakukan, kau melakukannya dengan hebat.” Ungkap Geu Rin dengan senyuman, Suk Ho juga tersenyum mendengarnya lalu meminum kopinya.
Itu milikku!!!! Kau ada di sini. Kenapa kau meminum milikku?” jerit Geu Rin melihat gelas kopinya diminum.
“Aku juga suka macchiato, mulai sekarang. Kau seharusnya meminta terlebih dahulu Dan kau harus konsisten, padahal Kau baru saja mengatakan kalau aku adalah cinta pertamamu.” Keluh Suk Ho
Aku tidak pernah mengatakan kau cinta pertamaku. Aku berkata, "orang pertama".” Jerit Geu Rin, Suk Ho mengerti dan mengaku hanya salah bicara saja lalu mengambek tak mau minum lagi. Geu Rin mengejek kalau seperti itu Suk Ho seperti anak kecil saja lalu menyuruh untuk memakai sabuk pengamannya. 


Joon Suk mengebrak meja terlihat sangat marah, Joo Han memberitahu  Direktur eksekutif sendiri yang mengatakan untuk menyerahkan panggungnya dan tidak ada cara untuk menghentikannya bahkan sudah pergi ke studio, memohon dan mengancam managernya.
Tapi direktur eksekutif yang baru itu datang langsung dari AS, jadi aku tidak tahu siapa yang dekat dengannya.” Jelas Joo Han panik
Kita memiliki seseorang yang tidak takut dengan ktop, begitukah? Kalau begitu kita harus mengajarinya. Beritahu mereka segera, setelah mereka membiarkan Entertainer Band ada di panggung, maka penyanyi KTOP tidak akan pernah tampil di acara musik SBC.” Tegas Joon Suk 

Suk Ho baru saja akan masuk kantor, ponselnya berdering. PD Park menelp memberikan kabar, wajahnya langsung bahagia mendengarnya. Di dalam kantor terdengar jeritan bahagia oleh semua tim Mango Entertaiment.
Kami akan menunjukkan pada semua orang siapa gitaris terbaik di negara ini.” kata Kayle bersemangat.
Ngomong-ngomong, apa itu untuk televisi nasional? Kalau begitu boleh aku memakai masker? Ibuku akan kaget jika dia melihatku.” Ucap Jae Hoon ingin menutupi jati dirinya, Min Jo pikir mereka akan membahas secara pribadi saja nanti.
Tuan Shin, kau luar biasa. Kami akan melakukan pertunjukan secara langsung di televisi nasional!” jerit Yun Soo tak percaya
Direktur eksekutif sendiri yang merekomendasikan kita.” Kata Suk Ho bahagia, Tuan Byun juga ikut berkumpul dengan Tim Manggo. 

Man Shik tiba-tiba datang berlari masuk ke dalam ruangan, memberitahu mereka sedang mengalami kesulitan. Suk Ho bertanya ada masalah apa lagi. Man Shik memberitahu KTOP memaksa direktur, Suk Ho bertanya apa yang KTOP lakukan.
Mereka mengatakan jika Entertainer Band tampil di acara itu, mereka tidak akan membiarkan salah satu penyanyi mereka tampil di program apapun. Apa yang harus kita lakukan?” kata Man Shik, Geu Rin melihat wajah Ha Nul sangat sedih.
Apa yang salah dengan itu? Kenapa mereka melakukan itu? Kenapa mereka begitu memaksa untuk menurunkan pemula seperti kami?” teriak Kayle tak terima
“Sebenarnya Ada apa diantara kami dan KTOP?” tanya Jae Hoon polos. Tuan Byun menatap Ha Nul, Min Joo menatap Suk Ho terlihat berpikir keras. 

Min Joo menarik Suk Ho ke sebuah tempat, Suk Ho melihat tempat yang didatanginya lalu berteriak tidak ingin melakukannya dan bertanya kenapa harus datang, apakah menurut Min Joo itu sudah gila.
Jangan mengatakannya dengan keras.  Orang-orang akan memukulimu. Pekerja kantoran dan siswa sekolah pergi untuk konseling sepanjang waktu.” Tegas Min Joo
Aku tidak punya alasan untuk berada di sini. Mari kita pergi untuk makan siang.” Ucap Suk Ho menolak berjalan pergi.
Tapi kau masih mengalami kesulitan tidur.” Ucap Min Joo khawatir menariknya, Suk Ho mengaku tidur dengan nyenyak
Min Joo memberitahu kalau Man Shik khawatir tentang Suk Ho dan mengatakan temanya itu mengalami kesulitan tidur. Suk Ho mengumpat kesal karena Man Shik memberitahunya. Min Joo menasehati kalau Suk Ho akan pergi menemui dokter jika mengalami demam, jadi apabila sedang menderita didalam hatinya dan pikiranya mak seharusnya pergi ke dokter juga, Suk Ho mengigit bibirnya terlihat gelisah. 

Suk Ho akhirnya menemui psikiater,  Dokter pun melihat hasil Gambar Suk Ho sangat aneh, menurutnya Suk Ho itu sangat tertekan dan mengalami Stress berat. Suk Ho pikir segala sesuatu dalam hidup adalah stres.
Di atas semua itu, kau terlalu lemah untuk mengurus dirimu sendiri.” Komentar Dokter melihat gambar Suk Ho
“Coba lihatlah aku baik-baik. Aku sudah melalui semua jenis kesulitan dan masih bertahan. Bagaimana denganku, apa kau menemukan kelemahan?” ucap Suk Ho menatap Dokternya.
Dokter meminta Suk Ho untuk melihat gambarnya, karena biasanya jika meminta orang-orang untuk menggambar dirinya sendiri saat hujan, maka akan menggambar jas hujan atau meletakkan payung di atas kepala, Setidaknya akan mengenakan sepatu hujan. Tapi melihat gambar Suk Ho membiarkan basah kuyup dalam hujan yang artinya sedang stress dan menanggung semua bebannya sendiri.
Suk Ho melihat judul dibagian atas berjudul (Aku pada saat hujan) tapi tak mengunakan pelindung agar tak kehujanan. Dokter bertanya apakah Suk Ho bisa tidur dengan nyenyak. Suk Ho malah mengeluh dengan sikap Min Joo, Dokter pun akan memberikan resep jadi bisa Minum sebelum tidur. Suk Ho menegaskan dirinya itu tertidur segera setelah menutup matanya.
Dokter memberitahu keadaanya Suk Ho sekarang memiliki gangguan kecemasan dan insomnia jadi meminta agar supaya minum obat saat akan tidur dan menaseati kalau menanggung beban sendirian bukan solusi terbaik, Suk Ho memilih untuk segera keluar saja. 

Min Joo melihat Suk Ho sudah keluar bertanya apakah sudah selesai padahal biasanya dokter itu cukup lama bersama pasien-pasiennya. Suk Ho berteriak kesal karena Min Joo membuatnya menemui seorang dukun lalu pergi meninggalkanya. Min Joo tersenyum karena merasa Suk Ho sudah sampai ditempat yang tepat dan akhirnya meminta resep pada perawat. 

Suk Ho melihat gambar saat di tengah hujan teringat kembali kata-kata dokter kalau ia menanggung beban sendirian itu bukan solusi terbaik, tapi Suk Ho memilih untuk membuangkan semuanya ke tempat sampah lalu meningalkan kantor.
Pagi hari, Geu Rin membereskan kantor dan melihat ditempat sampah ada bungkus pil lalu melihat gambar dengan title "Aku pada saat hujan" dan label dibawa dari Psikiater. Dengan wajah penasaran Geu Rin mencari keyword “Seni menggambar hujan dalam terapi” dan hasilnya "Hujan mewakili... Situasi sulit atau stres."

Suk Ho masuk ke sebuah cafe menemui blogger karena ternyata memiliki lebih banyak gambar. Blogger menceritakanwakil presiden klub penggemar kami Yang gemuk. Suk Ho tak mengingat namanya tapi mengenali wajahnya.
“Aku bertanya pada rapat umum terakhir hanya untuk berjaga-jaga, dan dia bilang punya beberapa gambar. Tapi gambar-gambar itu semacam ofensif.” Jelas Blogger, Suk Ho bingung maksud  Gambar-gambar yang ofensif

Tuan Byun menemui Joon Suk diruananya, Joon Suk melihat Tuan Byun yang masih hidup lalu menyindirnya Seharusnya tetap melakukan kontak dan menanyakan kabarnya. Tuan Byun mengatakan kalau ia ingin memenuhi janjinya.
Sudah kukatakan aku akan mencari pekerjaan untukmu, tetapi kau tidak menghubungiku. Apa kau tahu, Aku sangat kecewa” kata Joon Suk
Tentang Jo Ha Nul.” Kata Tuan Byun, Joon Suk heran Tuan Byun menyebut nama itu.
Tinggalkan dia sendiri.” Tegas Tuan Byun dengan melepaskan kacamatanya,
Kenapa kau akan muncul entah dari mana dan mengatakan itu kepadaku?” tanya Joon Suk
Jo Ha Nul... Dia adik dari Sung Hyun. Berhenti bermain-main dengan Entertainer Band.” Kata Tuan Byun
Joon Suk bertanya kenapa harus dirinya dan hubungannya Sung Hyun dengannya. Tuan Byun mengatakan dengan sangat jelas kalau Joon Suk yang membunuhnya. Joon Suk terdiam dan tak berani melihat ke arah Tuan Byun. 

Suk Ho melihat foto yang diberikan Blogger, melihat dengan jelas ada Ha Nul dibelakang Jinu yang dipapah oleh Jin Young, tapi membiarkan begitu saja tanpa membantunya.
bersambung ke episode 7
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



4 komentar:

  1. makin kece ajahh ceritanya,, gomawo mbak dee😘😘😘
    SEMANGAT trs buat ngelanjutin nulis dramanyaπŸ‘Š✊✊πŸ‘πŸ‘
    tingkahnya abang ji sung,, bkin cengar cengir gajeπŸ˜πŸ˜„πŸ˜€πŸ˜„

    BalasHapus
  2. Makasih sinopnya..makin seru!!dilanjutkan yaa..

    BalasHapus
  3. semangat ya mbak.. ditunggu kelanjutannya :D

    BalasHapus
  4. terimakasih
    ceritanya bagus banget.
    terimakasih untuk usahanya.

    BalasHapus