Sabtu, 21 Mei 2016

Sinopsis Entertainers Episode 10 Part 2

Ji Young mondar mandir diruang latihan  sambil menelp adiknya memperingatakan Jika seseorang datang untuk menemuinya maka harus beritahu bahwa sudah lama kehilangan gantungan kuncinya. Dengan wajah kesal bisa memarahi  adiknya yang meninggalkan sesuatu seperti itu.
Jika kau kehilangan benda itu, kau harus mengatakannya kepadaku!” teriak Ji Young kesal
Noona.... Ini terlalu berlebihan untukku. Bagaimana jika kita dihukum?” kata Kyung Soo ketakutan
Hentikan omong kosong itu. Kau pindah ke Seoul dan tinggal di sebuah rumah yang bagus karena aku, jadi Jaga mulutmu.” Tegas Ji Young memperingati adiknya. 

Suk Ho pergi keluar dari ruangan menelp ayah dari Kyung Soo dengan memastikan bahwa itu ponselnya, lalu  mengatakan ingin berbicara denganmu tentang Kyung Soo dan meminta izin untuk mengunjungi rumah di Busan. Tapi ternyata rumah Ayah Kyung Soo udah pindah Di Seoul.
Esok harinya, Suk Ho menunggu seorang pria yang mengangkat barang ke dalam mobil box, lalu memberikan minuman penambah energi. Ayah Kyung Soo mengaku Ada banyak pekerjaan, jadi tidak punya waktu banyak jadi meminta maaf. Tapi Suk Ho  pikir tak perlu mengkhawatirknya dan mengucapkan terimakasih karena sudah mau berbicara dengannya.
Apa yang kau ingin berbicara denganku tentang Kyung Soo?” tanya Ayah yung
Kau tahu... Insiden itu dan Kau tahu pelakunya bukan Ha Neul, kan? Aku CEO dari agensi grup band tempat Ha Nul bergabung. Yang ingin aku diskusikan denganmu adalah tentang fakta bahwa Kyung Soo ada di tempat kejadian saat insiden itu terjadi. Ji Young mungkin membuat Kyung Soo mengambil video untuk bukti.” Jelas Suk Ho 


Flash Back
Ayah Kyung Soo bertanya pada anaknya bagaimana bisa Ji Young membelikan ponsel. Kyung Soo  mengaku kalau kakaknya sudah mengambil ponselnya, Ayahnya kembali bertanya kenapa kakaknya mengambil ponselnya anaknya,  Ibu Kyunbg Soo datang membela ankanya.
Astaga, menjengkelkan sekali. Dia mungkin ingin membeli telepon baru untuk adiknya. Kenapa kau membuat keributan dan menjadi sangat keras kepala.” Keluh istrinya pada suaminya. Ayah Man Shik merasa yang dibelikan Ji Young pada adiknya bukan sebuah mainan yang harganya murah.

Dia membelikannya sesuatu yang tidak bisa kau berikan. Seharunya Katakan saja, "Aku minta maaf. Terima kasih."” Kata Ibu Kyung Soo. 

Ayah Kyung Soo pikir tak mungkin tahu karena  tidak ada di tempat kejadian. Suk Ho yakin Ayah Kyung Soo pasti cukup terganggu karena tidak bisa menggunakan uangnya, jadi itu sebabnya kau bekerja. Ayah Kyung Soo sempat terdiam lalu menanyakan keadaan Ha Nul apakah baik-baik saja.
Dia adalah lilin yang sedang diterpa angin. Memang benar ini ada hubungannya dengan Ha Nul, tapi Ji Young mungkin juga jatuh ke dalam bahaya. Akan lebih baik jika kau meyakinkan dia untuk mengaku. Fans mungkin akan mendukung dia, tapi jika ternyata dia berbeda dari yang mereka pikirkan, maka reaksinya akan sama besarnya. Ji Young tidak akan terlalu terluka jika dia mengaku. Kyung Soo masih muda. Bayangkan betapa tidak aman perasaannya.” Jelas Suk Ho yang membuat Ayah Kyung Soo nampak sedikit gugup.
Ya...aku tidak tahu apa-apa,  jadi tidak bisa cerita banyak. Maafkan aku.” Kata Ayah Kyung Soo menutupi kebohonganya dan kembali bekerja. 

Suk Ho kembali ke kantor, langkahnya terhenti melihat Geu Rin yang sibuk dimeja. Senyumanya bahagianya kembali terlihat tapi setelah itu berusaha menyadarkan diri kalau tak boleh melakukan itu. Ia pun melangkah masuk dan bertanya apakah Geu Rin sudah siap untuk pertunjukan besok. Geu Rin pun baru menyadari Suk Ho sudah kembali ke kantor.
Aku hanya memeriksa ulang semuanya dan sudah mengkonfirmasi waktu perjalanan, make-up dan perjalanan yang diperlukan.” Jelas Geu Rin
Baiklah... Kau Istirahatlah karena akan mengemudi besok pagi.” Kata Suk Ho, Geu Rin bertanya apakah Suk Ho akan ikut juga.
Aku akan ada di sana untuk pertunjukan pertama tap harus bertemu seseorang sebelum aku pergi, jadi kau boleh pergi terlebih dulu.” Jelas Su Ho
Bagaimana caramu pergi kesana?” tanya Geu Rin,
Suk Ho pikir aka mengurusnya dan meminta Geu Rin untuk menjaga anak-anak dan  Berkendara dengan aman. Geu Ri pun siap melakukan dan  akan bertanggung jawab untuk mereka, jadi Suk Ho tak perlu khawatir lagi lalu keluar dari kantor, Suk Ho melihat Geu Rin mulai terdengar seperti manajer Lalu ia duduk dikursi kerjanya, ingin mengetik sebuah pesan untuk Ji Nu, tapi seperti ragu untuk mengirimkannya tapi akhirnya menekan tombol “kirim”

Di dalam sebuah mobil box
Ayah Kyung Soo bertanya apakah Ji Young menarik Kyung Soo dalam masalah ini dan ingin tahu apa yang sudah dilakukan anak sulungnya itu. Ji Young mengaku sudah diurus dan bertanya dengan sinsi Apa lagi yang dinginkan ayahnya.
Katakan kepadaku yang sebenarnya. Aku tidak mengerti bagaimana kau bisa tiba-tiba membuat debutmu.” Tanya Ayah Kyung Soo curiga.
Apakah kau tahu bagaimana industri ini bekerja? Tolong berhentilah sekarang. Kenapa kau menjadi petugas pengiriman paket? Jika kau terekspos, mereka akan menjadikanku putri yang buruk.” Keluh Ji Young
Apa yang aku lakukan bukan hal buruk dan Apa yang kau lakukan adalah hal buruk.” Jelas Ayah Kyung Soo
“Aku Mohon... Tolong!!! Jangan datang lagi. Jika agensiku tahu, semuanya akan kacau.” Ucap Ji Young sedikit berteriak pada ayahnya.

Kita memang tidak berkecukupan, tapi kita pernah menjadi keluarga yang bahagia. Sekarang juga, ibumu dan kau mungkin menikmati ini, tapi Kyung Soo dan aku hampir tidak bisa hidup.” Tegas Ayah Kyung Soo
Jangan pernah datang lagi.” Ucap Ji Young memperingati lalu turun dari mobil, Ayah Kyung Soo hanya bisa berteriak memanggil anaknya dengan wajah khawatir. 


Suk Ho menunggu seseorang di lobby, seorang pria menyapa Suk Ho dengan ramah meminta maaf karena membuatnya menunggu tapi menurutnya  Suk Ho sudah bekerja keras hari ini. Suk Ho pikir  Beritanya sudah menyebar di seluruh kota, kalau ia bekerja siang dan malam seperti sebelumnya dan membuat dirinya itu semakin kurus. Temannya itu pun tertawa mendengarnya.
Kau tidak berubah, Suk Ho. Ayo kita makan haejangguk dan bicara.” Ajak temanya.
Apakah kau minum kemarin? Aku mengatakan kepadamu untuk jangan terlalu banyak berpikir tentang putrimu dan minum.” Goda Suk Ho
Tidak mudah membesarkan bayi.” Kata si pria sambil berjalan ke restoran bersama-sama. 

Joo Han menunggu di depan pintu sekolah, Kyung Soo baru saja keluar dari rumah. Joo Han pun mendatanginya dengan memastikan kalau yang didekatinya adalah Kyung Soo. Lalu Kyung Soo bertanya siapa orang itu. Joo Han kembali memastikan kalau Kyung Soo adalah adik dari Ji Young. Kyung Soo membenarkan.
Apakah kau masih memiliki aksen Busan ? Kau ada di Seoul sekarang, berkat kakakmu jadi Kau harus mengubahnya.” Ejek Joo Han, Kyung Soo kembali bertanya siapa pria didepanya.
Ini adalah milikmu, kan?” kata Joo Han memperlihatkan foto gantungan kunci robot.
Kyung Soo teringat ucapan kakaknya “Jika seseorang datang untuk menemuimu, beritahu mereka bahwa kau sudah lama kehilangan gantungan kuncimu.” Akhirnya Kyung Soo pun membenarkan. Joo Han lalu bertanya kenapa barang itu ditemukan di tempat kejadian kecelakaan kakaknya. Kyung Soo nampak ketakutan
Apakah kalian berdua... merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuanku?” ucap Joo Han dengan tatapan dingin
Aku sudah lama kehilangan ini dan tidak tahu ini ada disana.” Akui Kyung Soo
Jika...kau merencanakan sesuatu, maka Aku tidak akan meninggalkan kau dan kakakmu sendiri. Mengerti?” kata Joo Han memperingatinya sambil memegang pundak Kyung Soo. 

Suk Ho turun dari taksi menerima telp dari Ji Nu, terlihat Ji Nu yang duduk ditaman sambil menelp Suk Ho.
Apa yang kau minta untuk kupikirkan, sekarang Sudah aku pikirkan. Aku baik-baik saja dan Aku lebih memilih meredakan nuraniku dengan cara ini.” jelas JiNu, Suk Ho pun menutup ponselnya dan sempat terdiam sejenak
Semuanya akan berjalan dengan baik, Jinu... Untukmu dan untuk Ha Nul.” Kata Suk Ho lalu terdengar suara berisik dari balik gedung. 

Ha Nul, Kayle, Yun Soo hanya bisa melonggo sementara Jae Hoon tersenyum seperti baru pertama kali mendengar musik trot. Diatas panggung wanita paruh baya menyanyikan lagu Trot dengan mengunakan alat musik pukul khas korea, lalu dibawah panggung para manula menari-nari berpasangan.
Spanduk diatas panggung bertuliskan (Konser Pembukaan Museum Yangju). Suk Ho mengoyang-goyangkan kepala mengikuti irama musik Trot yang ceria. Jae Hoon berkomentar orang yang ada diatas panggung sangat keren. Ha Nul dkk hanya  bisa melonggo tanpa henti. Geu Rin hanya bisa tertunduk diam mengaku bersalah, Suk Ho mencoba menahan emosi dengan  mengatupkan giginya memanggil Manager Band, Geu Rin tertunduk diam lalu melihat sang manager yang sedang menari-nari di pinggir panggung. 

Diatas panggung pun dipanggil penampilan selanjutnya, seorang wanita berada diatas panggung dengan penari wanita muda dan menyanyikan lagu dengan riang. Geu Rin bertemu dengan Manager di pinggir panggung, sementara Suk Ho dan akan buahnya sudah ada dibelakang panggung.
Sepertinya ini sedikit bermasalah. Apakah kau berpikir bahwa grup band cocok di sebuah acara orang tua?” kata Geu Rin
Apa kau bilang? Apakah ada yang salah jika orang tua menikmati musik yang lebih muda? Bukankah itu bagus untuk melihat mereka dalam suasana hati yang ceria?” kata si manager marah
Bukan itu yang aku maksud Grup band kami menganut konsep dan Grup band kami cukup bertentangan dengan semua seniman yang naik ke atas panggung.” Jelas Geu Rin
Kita semua berkontribusi terhadap budaya jadi prasangka macam itu tidak bisa diterima. Ini konser yang merangkul semua generasi. Itu sangat tulus dan memberi perasaan hangat” kata si manager dan melihat ke arah Ha Nul untuk minta tanda tangan dari vokalisnya.
Dia terlihat jauh lebih baik secara langsung. Apakah aku sudah menyebutkan bahwa dia adalah tipe idealku?” ucap si manager lalu pergi, Geu Rin pun hanya bisa menghela nafas tanpa banyak bicara. 

MC diatas panggung mulai berceloteh, Ini adalah puncak dari acara hari ini. Kami akan menampilkan grup band. Berikan tepuk tangan untuk Entertainer Band!
Ha Nul dkk mulai naik ke atas panggung, semua manula memberikan tepuk tangan yang meriah. Ha Nul mulai menyanyi dengan irama musik yang sama, semua penonton bertanya-tanya “Musik macam apa ini? Siapa mereka” dan merasa tidak mengenal mereka.
Mari kita hidupkan suasananya.” Kata Suk Ho berdiri disamping panggung, Geu Rin yang nampak lemas bertanya bagaimana caranya, Suk Ho mengoyangkan tubuhnya, Geu Rin rasa itu tak mungkin. Suk Ho langsung mendorong Geu Ri ke depan panggung untuk mulai menari.

Setelah itu memberi aba-aba pada Kayle dengan tanganya seperti seorang conductor. Kayle pun mulai memain gitar dengan irama trot, semua penonton mulai memberikan tepuk tangan, Suk Ho mulai mengoyangkan pundaknya dan Geu Rin pun mengikutinya. Ha Nul dengan mudah bisa mengikuti irama trot dengan lirik yang sama.
Manager pun mulai mereka aksi band diatas panggung dengan ponslenya, semua penonton makin terhanyut. Suk Ho melihat dari pinggir panggung pun bisa tersenyum, Manager yang merekam aksi Ha Nul merasa akan mendapatkan promosi karena anak muda yang melampaui masanya dan tak mungkin ada yang tidak akan menyukai pertunjukan ini


Suk Ho mendekati Geu Rin bertanya apakah ia memiliki sekop. Geu Rin pikir Suk Ho ingin menguburnya hidup-hidup. Suk Ho melihat patung disamping Geu Rin itu adalah sebuah monumen yang bagus jadi  akan menancapkannya tepat di sampingnya. Geu Rin merengek melihat patung laki-laki tanpa busana dan memohon dengan gaya imut.
Jangan melucu denganku.” Ucap Suk Ho sinis, Geu Rin pun meminta maaf. Suk Ho pun menyindir Geu Rin yang menganggap penampilan tadi adalah konser.
 “Aku banyak bertanya kepadanya, tapi semua jawabannya ambigu.” Jelas Geu Rin
“Apa Kau tidak tahu? Dia seorang perawan tua yang hampir menjadi gila, Nona Jo atau siapapun dia.” Kata Suk Ho menunjuk ke arah anak bandnya.
Manager Jo mulai berfoto dengan Ha Nul beberapa gaya dengan memeluk, menarik syal. Ha Nul pun mau tak mau memberikan foto walaupun wajahnya tampak terpaksa. Suk Ho menegaskan Seumur hidupnya, ini adalah pertunjukan orang tua pertamanya lalu pergi meninggalkanya. Geu Rin pun pamit pergi pada patung disampingnya karena hampir terjebak bersamanya. 

Di dalam mobil Van
Suk Ho memuji kerja anak-anaknya dan Geu Rin bekerja keras untuk mendapatkan pertunjukan dan mengajak untuk bertepuk tangan untuknya. Geu Rin mengangkat jempolnya lalu Suk Ho menutupnya dan menurunkanya dengan tatapan sinis. Geu Rin pun hanya bisa diam dengan wajah cemberut, Suk Ho menyurun anak-anaknya tidur sampai di rumah. Kayle pun mulai memejamkan matanya.
“Direktur.... Kapan kau akan mendapatkan lisensimu kembali?” tanya Ha Nul nampak khawatir
Kenapa kau bertanya? Apakah kau prihatin tentang keadaan Geu Rin?” ucap Suk Ho dingin
Jika dia lelah, dia bisa bertukar dengan Kyle.” Kata Yun Soo mencairkan suasana. Jae Hoon pun ikut berteriak “supir panggilan kita.” Kayle yang tadinya sudah memejamkan mata menyuruh semuanya untuk pergi tidur saja.
Ini pekerjaan manajer. Jangan khawatir dan pergi tidur.” Kata Suk Ho, Ha Nul nampak khawatir memberikan pijatan di pundak  Geu Rin yang sedang menyetir. Geu Rin tersenyum menerimanya, Suk Ho hanya bisa diam dengan memalingkan wajahnya. 

Geu Rin sedang merapihkan baju di gatungan, sementara Kayle dkk bermain bersama. Suk Ho melihat Geu Rin dari tempat duduknya yang nampak tersenyum lebar dan berkata sendiri kalau ia tidak bermain adil. Akhirnya ia dan Suk Ho duduk berhadapan.
Manajer harus menghadiri acara dan konser di luar kota selama beberapa hari pada suatu waktu untuk mengamankan pertunjukan. Itu akan sering terjadi. Apakah kau akan khawatir tentang Geu Rin setiap kali dia harus pergi sendiri?” ucap Suk Ho
Dia tidak terbiasa sendirian di mana pun.” Akui Ha Nul terlihat khawatir
Geu Rin memiliki pekerjaan sekarang. Dia seorang manajer. Dia tidak pernah bepergian sendiri atau mengemudi, tapi mereka adalah tanggung jawabnya sekarang. Mari kita luruskan ini....Dia manajermu, bukan kakakmu. Setelah kau memahami itu, kau boleh menunjukan keprihatinanmu.” Tegas Suk Ho, Ha Nul mengangguk mengerti dengan wajah sedih.
Bagi kami, itu tidak apa-apa. Tapi setidaknya untuk orang lain, tidak pantas bagi mereka untuk melihat Geu Rin sebagai kakakmu.” Tegas Suk Ho, Ha Nul mengerti Suk Ho mengajak High five dengan kepalan tanganya. Ha Nul menyambutnya dengan senyuman. 

Min Joo datang menyapa, bertanya Konser macam apa yang mereka datangi karena Ada video yang beredar melalui SNS. Semua berjejer melihat dari ponsel masing-masing video penampilan mereka menyanyikan lagu dengan irama trot, dimulai dari Kayle yang tersenyum bahagia.
Video itu sudah dilihat lebih dari 65.000 kali dalam satu hari.” Jerit Jae Hoon tak percaya
Kurasa dia bukan seorang perawan tua yang histeris tapi Dia hanya seorang penggemar yang bergairah, tuan.” Ucap Geu Rin mengodanya, Suk Ho tersenyum mendengarnya.  
Dia seorang manajer yang hebat, bisa meningkatkan popularitas grup band ini. Bagaimana kau bisa mendapatkan pertunjukan ini? Itu mengagumkan.” Ungkap Min Joo bangga
Kau mengatakan itu karena kau tidak ada di sana. Sulit untuk menghidupkan suasananya.” Komentar Geu Rin
Ha Nul pikir tak ada masalah kalau mereka memujinya Geu Rin sudah berkerja dengan baik.  Jae Hoon juga mengatakan belajar lebih baik jika dipuji, bukannya diomeli. Yun Soo pikir Kerja keras Geu Rin sudah terbayarkan.
Apakah kau berpihak kepadanya karena kalian semua hidup bersama? Kau membuatku menjadi orang buangan. Kami berbagi kantor yang sama jadi Kau tidak bisa meninggalkanku.” Ucap Suk Ho, Kayle mengangkat tanganya mengatakan memihak pada Suk Ho.
Karena kita ada di sisi yang sama, ayo kita pergi ke tempat mandi sauna bersama-sama.” Ajak Suk Ho, Kayle setuju lalu berusaha pergi karena ada urusan yang harus diselesaikan.

Di depan kantor Manggo
Suk Ho mengangkat satu kakinya bertanya kapan Kayle  mulai menawarkan jasa sebagai supir panggilan. Kayle bercerita setelah Ha Nul pindah ke Seoul, jadi dalam pikiranya setidaknya harus membayar untuk makanannya. Dan menurutnya terlalu ketat jika bekerja di kafe atau restoran cepat saji. Suk Ho menatap anak buahnya seperti bisa mengerti.
Hei, Kayle.... Entertainer Band belum terkenal, tapi kau tetap seorang publik figur. Sangat terpuji bahwa kau berusaha untuk mencari nafkah. Bertahanlah sedikit lebih lama.” Kata Suk Ho
Ini tidak terlalu sulit. Aku belum terlalu dikenal.” Ucap Kayle mengangguk

Aku minta maaf sudah membuatmu melakukan itu. Tapi Aku akan bekerja keras, agar kau bisa mengemudikan mobilmu sendiri.” Ucap Suk Ho dengan memeluk Kayle
Kayle tersenyum memberitahu Ada satu mobil yang disuka. Suk Ho mengajak mereka masuk karena orang-orang akan berpikir sedang sembelit karena terlalu lama berada diluar. Kayle setuju lalu berteriak gembira akan mendapatkan mobil yang di inginkanya. Suk Ho tertawa melihatnya tapi setelah itu mengumpat Kayle memang anak nakal. 


Ha Nul berjalan ke toko perhiasan lalu tersenyum bahagia melihat sepasang pria dan wanita yang sedang memilih sebuah cincin di dalam toko. Lalu teringat dengan pesan Yun Soo “Jangan terlambat. Mungkin akan terlambat setelah kau berhasil.
Akhirnya Ha Nul pergi ke dalam toko, melihat ke bagian cincin. Seorang pegawai  mendekatinya untuk meminta tanda tangannya. Ha Nul binggung, bertanya apakah wanita itu mengenalinya. Pegawai itu menjawab kalau pria didepanya itu Jo Ha Nul dari Entertainer Band. Ha Nul mengaku  belum punya tanda tangan. Pegawai pun meminta agar Ha Nul memberikan tandatangan dengan menuliskan namanya saja kalau  pernah datang ke toko mereka 

Kayle mulai berlatih untuk memberikan tanda tangan pada kertas, sementara Jae Hoon nampak kaku menuliska namanya. Chan Hee juga ikut duduk disamping ayahnya, Kayle mengaku senang berhenti menjadi supir panggilan karea Semua orang akan mulai meminta tanda tangannya. Jae Hoon mengejak kalau  Gadis-gadis muda tidak minum.
Baiklah, Tuan Seo Jae Hoon. Lalu Apa ini? Tanda tanganmu adalah yang terburuk.” Ucap Kayle meremas dan melemparnya.
Tidak bisakah kita hanya menulis nama?” kata Yun Soo, Ha Nul langsung menjawab tak bisa, Yun Soo pun kembali berlatih memberikan tanda tangan.
Geu Rin datang bertanya apa yang sedang dilakukanya. Chan Hee  bertanya apakah ia mau tanda tangannya. Geu Rin binggung, Kayle pun memuji Geu Rin yang sudah bekerja keras. Ha Nul yang kesal langsung memberikan lemparan pada Kayle karena berani mengodanya. Geu Rin mengerti kalau mereka sekarang sedang melatih tanda tangannya dan memujinya kalau itu sangat lucu.
Kita harus berlatih, jadi akan tampak alami saat kita memberikannya.” Kata Jae Hoon memberikan tanda tangan di depanya.
Kau pasti peramal.... Kita akan masuk siaran televisi dalam dua hari.” Jerit Geu Rin bahagia, semua menjerit bahagia dan langsung penuh semangat untuk berlatih. Ha Nul menatap ke arah Geu Rin dengan melihat ke arah jari-jarinya dan menatap jarinya sendiri seperti menginginkan mengunakan cincin pasangan. 

Ha Nul baru saja membuka jaketnya, sementara Kayle sudah tertidur lelap. Ponselnya bergetar, Suk Ho menelpnya di malam hari mengatakan perlu berbicara secara pribadi lalu bertanya apakah Ha Nul sedang sendirian. Ha Nu melihat Kayle yang masih tertidur lelap akhirnya memilih untuk pergi ke ruang makan.
Ha Nul, dengarkan dengan seksama.” Ucap Suk Ho, Ha Nul pun mendengarnya dan terlihat perubahan wajahnya yang nampak terlihat tegang lalu menahan amarah sambil mengepalkan tanganya. 
Seorang tangan pria terlihat sedang mengetik berita untuk segera di terbitkan sebagai berita (Eksklusif: Pengakuan Jo Ha Nul dari Entertainer Band, Dia dan gadis itu adalah teman dekat dan tetangga.)

Suk Ho mengantar Ha Nul dkk sampai ke depan stasiun TV, wajahnya nampak sedikit tegang. Di Lobby bertemu kembali dengan temanya, terlihat wajah gelisah kalau akan baik-baik saja jika artikel ini diterbitkan setelah pertunjukan. Suk Ho tahu Reporter Park akan menerbitkan artikel itu hari ini juga, walaupun temanya nampak khawatir tapi semuanya  akan baik-baik saja dan Anak-anak juga tahu tentang hal itu Bahkan jika temanya membatalkan siaran, akan bisa mengerti.

Ha Nul terdiam dan melihat nama yang tertempel didepan pintu  (Twinkle) lalu ia pun mengetuk pintu dan masuk ke dalam, tiga orang anggota lainnya  bisa mengenali Ha Nul adalah vokalis dari Entertainer Band. Ji Young nampak tegang melihat Ha Nul yang datang, Ha Nul pun berjalan mendekati Ji Young.
Hanya ada satu orang di dunia... yang benar-benar ingin aku hancurkan. Itu adalah kau.... Hanya kau.” Ucap Ha Nul berisik dengan mata dinginnya.
Ji Young hanya diam saja dan terlihat pucat, Ha Nul merubah wajah senyumnya mengatakan akan bersorak untuk Ji Young dan memberikan semangat agar berhasil. Teman yang lain melihat Ha Nul yang sangat tampan lalu berpikir Ji Young berkencan dengannya dan berpikir  terlihat seperti baru saja dibuang. Ji Young tiba-tiba menjerit histeris dengan menjatuhkan semua alat make upnya. 

Tuan Editor menemui reporter Park sambil menyindir kalau temanya itu  pergi sampai ke Busan untuk sebuah berita eksklusif, tapi sepertinya seseorang sudah mendapatkannya terlebih dahulu. Reporter Park mengumpat marah.
Aku yakin bahwa seseorang membocorkan informasi itu ke Mango. Tidak ada yang tahu tentang hal itu.” Ucap Reporter Park geram
Jika kau mencari tahu siapa, maka aku akan terlibat. Tapi kau sudah bekerja keras. Bagaimana jika minum bersama sore ini?”ajak Tuan Editor, Reporter Park menolaknya dengan kesal membawa laptopnya sambil keluar ruangan. 

Joon Suk melihat berita online tentang Ha Nul dalam tabnya, wajahnya tertawa membaca judulnya (Eksklusif: Pengakuan Jo Ha Neul dari Entertainer Band)
Aku dijebak karena penyerangan seksual, tapi aku tidak bisa berhenti bermain musik.
Joon Suk tertawa lebar membacanya setelah itu berteriak histeris mengumpat Suk Ho yang benar-benar sialan. 
Aku melihatmu mengambil inisiatif, Kau melakukan ini pada dirimu sendiri. Jadi Kau harus melihat Jinu mati.” Kata Joon Suk penuh dendam. 

Ha Nul masuk ruang make up, semua nampak sedih. Geu Rin bertanya dari mana saja dan menanyakan keadaanya. Ha Nul menatapnya, Yun Soo bertanya apakah Ha Nul masih bisa bernyanyi karena mereka semua akan baik-baik saja jika Ha Nul tidak akan melakukannya. Kayle setuju menurutnya mereka harus bicara dengan Suk Ho lalu pergi.
Ha Nul, berhenti berpura-pura kuat.” Kata Kayle khawatir
Mungkin lebih baik daripada membuat kesalahan saat siaran.” Ucap Jae Hoon bisa mengerti
Kita semua tahu hari ini akan datang. Selama kalian baik-baik saja, kurasa aku juga akan baik-baik saja.” Kata Ha Nul dengan senyuman dengan menatap semuanya. Geu Rin melihat Ha Nul dengan mata berkaca-kaca menahan kesedihan tapi Ha Nul terus memberikan senyuman yang lebar. 

Semua anggota band, serta Geu Rin dan Suk Ho berjalan dilorong stasiun TV dengan wajah terangkat. Suk Ho sebelumnya memberitahu anak-anaknya mungkin pertunjukan terakhir mereka jadi meminta agar menunjukan kemampuan pada mereka semuanya.
Sama seperti bagaimana Kyle memutuskan untuk mempercayai kebaikan hati Ha Neul, mari kita yakinkan publik.. untuk percaya pada kita dan wajah tak berdosa... Ha Neul. Jadi... mari kita kerahkan semua kemampuan kita. Oke?” kata Suk Ho saat ada diruang make up, semua penuh semangat mengerti
Jae Hoon berjalan paling depan dengan penuh percaya diri, begitu juga Ha Nul nampak tersenyum pada Geu Rin sudah tak ada lagi wajah kesedihan. Suk Ho pun berjalan dibelakang mereka sempat berhenti melangkah tapi tatapanya nampak sangat yakin bisa menjalani semuanya.
bersambung ke episode 11
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



6 komentar:

  1. Can't wait to the next episode

    BalasHapus
  2. Keren!!! Ditunggu sinopsis episode berikutnya, kak.

    BalasHapus
  3. Kereeenn kapan ya kira2 akhir indah buat mreka...eemmm dan kpn ha neul akan mengungapkan perasaannya ke geu rin ya???aku pnsaran sma tanggapn geu rin nanti..hehe n kyaknya suk ho juga suka saa geu rin...yun soo kyaknya mnemukan cinta baru..hehe fighting y semngat teruss crita ini mnarik.

    BalasHapus
  4. Dari episode awal aq suka geurin pasangan dengan ha neul daripada dengan suk ho..

    BalasHapus
  5. Cerita nyaa kereen. .ikut deg'an juga aku. . ^_^

    BalasHapus
  6. Ep 11 blom ada yaa.. ditunggu ya kak..

    BalasHapus