Jumat, 06 Mei 2016

Sinopsis Entertainers Episode 6 Part 1

Keduanya akhirnya duduk dibawah mercusuar, Suk Ho melepaskan satu earphone ditelinganya. Ha Nul memberitahu mereka sudah pindah ke Seoul dengan Kayle, Yun Soo dan Chan Hee, mereka sudah hidup bersama. Suk Ho hanya diam tanpa menanggapinya.
Setelah kau menghilang,  kami kehilangan arah. Jadi Geu Rin mengumpulkan kami. Dia mengatakan kami harus menunggu bersama-sama. Setelah kau pergi, Aku memikirkannya sepanjang hari."Tuan Shin benar. Tentang bagaimana semuanya berakhir,KTOP akan mengacaukan kita. Kemudian tuan Shin akan... Menyalahkan dirinya sendiri karena itu." Cerita Ha Nul dan Suk Ho hanya diam dengan mata berkaca-kaca
Suk Ho...Hyung....  Aku... ingin bernyanyi. Aku masih tetap ingin bernyanyi. Tapi sekarang, Aku ingin bernyanyi bersamamu... Aku ingin menyanyikan lagu yang kau buat...di atas panggung yang kau persiapkan.” Kata Ha Nul sambil menyelipkan sesuatu dibawah minuman Suk Ho
Aku percaya bahwa kau akan kembali. Aku berharap kau akan segera kembali. Semua orang... sangat merindukanmu.” Kata Ha Nul menatap Suk Ho lalu pergi meningalkanya.
Suk Ho tetap saja diam tanpa ada ekspresi kembali memasang earphonenya seperti sudah sangat pasrah dengan keadaanya. 


Geu Rin tak percaya Ha Nul sudah menemukanya lalu bertanya keberadanya, apa yang dilakukan, Apakah dia sakit, Apa dia di rumah sakit. Ha Nul merasa Geu Rin itu sangat merindukannya karena banyak mengajukan pertanyaan.
Ini bukan karena aku merindukannya. Aku senang kau menemukan dia, karena kita perlu membuat sebuah album. Lalu Kapan dia akan kembali? Apa kau mengatakan kepadanya bahwa kita bersama-sama? Apa yang dia katakan?” ucap Geu Rin penasaran
Dia tidak mengatakan apapun.” Kata Ha Nul sambil memakan ramennya.
Oh tidak boleh seperti itu,  Beri aku alamatnya.  Aku akan pergi menjemputnya.” Ucap Geu Rin tak terima
Kita tidak perlu memberitahu yang lain. Dia mungkin membutuhkan lebih banyak waktu.” Kata Ha Nul, Geu Rin pun tak bisa berbuat apa-apa. 

Kayle berlari dengan cepat menghampiri seseorang yang membutuhkan sopir penganti. Seorang pria mabuk dengan sombongnya langsung melempar kunci mobilnya. Tuan Shin membawa baskom untuk mengisi air, Yun Soo yang melihatnya langsung meminta agar Tuan Shin duduk saja karena ia yang akan melakukanya. Tuan Shin menatap Yun Soo dengan tatapan sedih seperti mengingatkan pada sosok anaknya.
Suk Ho duduk di tepi pelabuhan dengan mengingat ucapan Ha Nul kembali Aku ingin bernyanyi bersamamu. Aku ingin menyanyikan lagu yang kau buat di atas panggung yang kau persiapkan.

Joo Han menaiki tangga di kantor Ktop Entertaiment, terdengar seseorang yang menanyakan kabarnya. Di bawah terlihat Suk Ho sudah memakain setelan jas dan terlihat berbeda. Joo Han membuka kacamata hitam dan menghampirinya seperti tak percaya.
Hyungnim.. Aku sangat khawatir karena tidak ada yang bias mendapat kabar darimu. Sepertinya kau baik-baik saja.” Komenta Joo Han berbasa basi
Entertainer Band akan dimulai. Aku tidak punya alasan untuk melapor kepadamu. Hanya ada satu hal yang ingin aku katakan kepadamu. Kau akan mencoba untuk menghentikan kami bagaimanapun caranya. Itu tak masalah,  karena aku bermain kotor sebelum aku pergi. Lakukan apapun yang kau mau. Entertainer Band tidak akan goyah Dan aku akan membersihkan nama Ha Nul...tidak peduli bagaimanapun caranya. Lebih baik kau bersiap.” Kata Suk Ho lalu pamit pergi dengan senyumannya, Joo Han terdiam seperti shock dengan ucapan Suk Ho. 

Suk Ho pergi ke gedung lamanya, melihat papan nama Mango Music, cukup lama ia melihat papan nama yang mengantikan nama Mango Entertaiment. Lalu ia masuk ke dalam kantor yang masih terlihat sama, Min Joo berpikir yang datang itu Geu Rin, Suk Ho memegang bibirnya seperti tak  bisa berkata apa-apa melihat Min Joo berada di kantornya.
Min Joo shock melihat Suk Ho dan hanya bisa berdiri seperti masih tak percaya yang dilihatnya orang yang sudah menghilang. Air mata harunya pun mengalir, Suk Ho mendekati dengan senyuman. Min Joo sambil menghapus air matanya mengajak Suk Ho untuk pergi makan siang bersama karena lapar dan belum sarapan.
Kau hanya perlu membiarkannya keluar. Kau senang melihatku, kan?” ucap Suk Ho yang melihat air mata bahagia Min Joo terus mengalir, Min Joo mencoba menghapus merasa malu karena harus menangis.
Terima kasih.” Kata Suk Ho dengan senyumannya, Min Joo mengangguk dan senyuman bahagia melihat Suk Ho yang sudah kembali. 

Geu Rin melihat Yun Soo baru datang sambil bertanya apakah Chan Hee sudah berangkat, Yun Soo memberitahu anaknya itu pergi naik bus sekolah, lalu menceritakan anaknya yang mungkin punya pacar karena sama sekali tak melihatnya saat pergi sekolah,
Dia pasti mirip denganmu, Sudah ada dalam darahnya.” Ejek Kayle, Ha Nul membalas Kayle untuk makan dengan membuka matanya dan bertanya apa yang dilakukan setiap malam?
Inilah yang menjadi hutangku kepadamu.” Ucap Kayle kesal mengeluarkan amplop.
Apa itu pekerjaan paruh waktu yang legal?” tanya Geu Rin melihat isi uang yang cukup banyak.
Aku dibayar untuk bermain musik. Di sebuah tempat bernama "Jazz Cafe". Kau anggap aku apa?” keluh Kayle kesal
Tiba-tiba terdengar bunyi ponsel, Kayle mengeluh ada orang yang mengirim pesan teks penipuan sepagi ini, lalu semua membuka ponselnya bergantian. Semua melotot tak percaya, Yun Soo tahu itu dari Suk Ho dengan membaca pesan di ponselnya “Berkumpul di kantor Mango Entertainment.” Geu Rin tersenyum mendengarnya, Kayle mengucek-ngucek matanya seperti memastikan kalau itu memang Tuan Shin yang mengirimkan pesannya, bukan hantu. Ha Nul tersenyum karena berhasil membuat Suk Ho kembali. Geu Rin lalu menyuruh semua berhenti makan dan segera pergi, Ha Nul menarik Kayle yang masih tetap makan. 

Semua berlari masuk kantor Mango lalu terdiam melihat Suk Ho yang berdiri membelakangi mereka. Ketika Suk Ho berjalan, semua mengikutinya seperti bebek yang berbaris mengikuti induknya. Suk Ho membalikan badanya, semua langsung tersenyum menyapa Direktur mereka yang sudah kembali. Suk Ho mengejek anak asuhnya itu terlihat buruk. Semua tersenyum melihatnya, Kayle tiba-tiba tertunduk
Apa kau menangis?” ucap Yun Soo, Ha Nul melihat Kayle itu memang menangis.
Kau memanggilnya penipu ahli melarikan diri.  Dan Sekarang, kau menangis?” ejek Geu Rin, Kayle buru-buru menghapus air matanya dan berdalih kalau itu hanya tetes matanya.
Aku sangat khawatir, kau akan pergi. Terima kasih semuanya telah berkumpul di sini. Jangan berpikir bahwa... aku akan lebih baik atau ramah. Mulai sekarang,  aku akan menjadi lebih tegas.” Tegas Suk Ho,
Kau seorang pria yang egois. Apa itu yang akan kau katakan setelah enam bulan menghilang?” kata Kayle kesal
Apa kau sudah selesai menangis?” ejek Suk Ho lalu memeluk erat Kayle yang sudah lama tak bertemu. Bergantian memeluk Yun Soo, Ha Nul dan terakhir Geu Rin dengan memegang lenganya dan menatap dengan senyuman. Di depan pintu Min Joo tersenyum melihat semua berkumpul. 

Geu Rin berlari keluar gedung menghampiri Suk Ho yang memanggilnya, Suk Ho menyuruh Geu Rin disampingnya, Geu Rin pun duduk disampaing Direktur Mango. Suk Ho menegur Geu Rin yang melapor karena ia seorang menager. Geu Rin nampak binggung, tapi akhirnya mengerti karena dirinya memang manager dari Entertainer Band
Kayle bekerja keras dalam band yang kau rekomendasikan dan...” ucap Geu Rin yang disela oleh Suk Ho
Dia mematahkan lengan pemain drum dan ditendang keluar.” Kata Suk Ho, Geu Rin membela kalau drummer yang menampar Kayle terlebih dulu.
Aku mendengar kau mengancam akan melakukan penuntutan hukum jika dia melakukannya.” Kata Suk Ho, Geu Rin mengatakan kalau ia sangat marah.
Kau memiliki bakat alami. Seorang manajer harus selalu memihak pada kliennya, Kerja bagus.” Komentar Suk Ho memuji
Yun Soo melakukan pekerjaannya di akademi dengan baik, Tapi Chan Hee terluka dan...” cerita Geu Rin kembali disela oleh Suk Ho
Jadi dia pergi ke restoran milik ayahku.” Ucap Suk Ho, Geu Rin memberitahu kalau Min Joo pikir itu akan menjadi pilihan yang baik. Suk Ho bisa mengangguk mengerti.
Semuanya terlambat membayar sewa,  jadi aku harus membawa mereka pindah ke tempatku.” Cerita Geu Rin

Suk Ho bertanya bagaiaman dengan biaya hidup, menduga Geu Rin melakukan lima pekerjaan paruh waktu lagi, Geu Rin mengeleng  tidak melakukan itu lagi tapi Semua orang memberi kontribusi, seperti Ha Nul menyanyikan jingle sesekali dan memberikan uang juga. Suk Ho memberitahu Misi pertama sebagai manager adalah Menyampaikan hadiah kepada Ha Nul dan membuatnya berkesan lalu berdiri dari tempat duduknya.
Aku berjanji untuk membelikan sesuatu yang manis sebagai hadiah. Maaf aku terlambat.” Ucap Suk Ho memberikan sebuket coklat.
Kupikir kau sudah lupa.” Kata Geu Rin tersenyum menerimanya, Suk Ho memuji Geu Rin yang melakukannya dengan baik, serta sangat tangguh dan berpesan agar tetap bertahan.
Tangan Suk Ho pun mengelus kepala Geu Rin memujinya sudah berkerja dengan baik, Ha Nul keluar dari gedung melihat Suk Ho yang mengeluh kepala Geu Rin memujinya, Geu Rin tersenyum bahagia menerimanya. 


Ha Nul melihat Geu Rin dan Suk Ho bergantian seperti ada rasa cemburu, lalu dengan keberanian mengelus kepala Geu Rin bertanya apa yang ada dikepalanya, Geu Rin merapihkan rambutnya tak memegang apapun. Suk Ho memulai rapat bertanya Bagaimana dengan lagunya.
Musik dari Kyle dan lirik dari Ha Neul sangat cocok. Aransemen dari Man Shik juga bagus. Lagu ini...layak untuk diedarkan.” Jelas Min Joo, semua tersenyum mendengarnya.
Dengan kata lain,  bahkan seorang ahli tidak akan bias menemukan kekurangan di dalamnya.” Kata Suk Ho
Aku mencari seorang pemain drum, dan tidak bisa menemukan seseorang yang pas dengan suaranya. Kita harus terus mencari.” Ucap Min Joo memperlihatkan berkasnya.
“Kita bisa mengadakan pertunjukan kecil setelah mendapatkan seorang pemain drum, jadi aku mencari di beberapa klub di Hongdae. Mereka sering mengadakan pertunjukan kecil. Kenapa kita juga tidak memulainya seperti itu?” saran Geu Rin, Semua terlihat tersenyum bahagia.
Siapa yang mengatakan kalau kita akan melakukan pertunjukan kecil?” kata Suk Ho, Geu Rin binggung
Kita harus mulai dengan sesuatu yang besar. Tidak peduli apa yang dikatakan orang, debut kita akan dimulai di panggung yang besar. Kita harus melakukan apa pun untuk menempatkan mereka di panggung yang besar. Setuju?” kata Suk Ho, semua langsung mengangguk setuju dengan senyuman bahagia, Geu Rin nampak tak percaya Suk Ho ingin membuat pertunjukan besar lalu mengangguk setuju. 

Suk Ho mengajak Ha Nul minum dicafe sambil memandang ke luar jendela melihat cuaca hari yang sangat indah, lalu bertanya pada Ha Nul apakah ia tidak mendaftar ke perguruan tinggi dan menggunakan dirinya sebagai alasan untuk berkeliaran, Ha Nul tersenyum mendengarnya
Aku mencoba untuk masuk sekolah musik. Kupikir aku akan berhasil masuk. Nilaiku tidak buruk, dan aku melakukannya dengan baik saat percobaan ujian.” Cerita Ha Nul bangga, Suk Ho bertanya kelanjutannya.
Aku gagal.... Kurasa mereka melihat riwayat hiduoku dan tidak menerimaku.” Ucap Ha Nul seperti tak masalah
Aku akan... membersihkan namamu. Kita tidak boleh menyerah. Aku tidak melakukannya karena kau istimewa. Yang bersalah harus membayar dosa-dosa mereka. Itu memang sudah sewajarnya, Jadi, jangan menyerah,  dan katakan apapun yang kau ingat.” Kata Suk Ho yang membuat Ha Nul sempat terdiam mendengarnya tapi setelah itu bisa bertersenyum. 

Ibu Suk Ho sedang membereskan piring kotor dimeja, lalu tersenyum bahagia melihat anaknya dan langsung menghampirinya. Dengan wajah khawatir memastikan kalau anaknya itu tak sakit dan bertanya apakah makan dengan teratur, sambil memegang wajahnya melihat anaknya yang semakin kurus saja.
Dia tampak sehat bagiku.” Komentar Tuan Shin dingin melihat anaknya yang datang
“Dasar Kau kurang ajar. Setidaknya kau harus tetap saling menghubungi,  Ibumu hampir mati.” Kata Tuan Shin, Suk Ho pun meminta maaf.
Kau semakin kurus karena kau merindukanku.” Komentar Suk Ho melihat ibunya lalu memeluk erat.
Yun Soo dan Chan Hee menyapa Suk Ho yang baru datang, Suk Ho berjongkok memegang kepala Chan Hee yang sebelumnya terluka di kepala lalu bertanya apakah baik-baik saja. Chan Hee menceritakan  Paman Kyle mengatakan ia baik-baik saja karena kepalanya penuh dengan batu. Semua tertawa bahagia mendengarnya termasuk Yun Soo yang berkerja di restoran. 

Yun Soo mengendong Chan Hee dan berjalan pulanng bersama, Suk Ho bertanya apakah orang tuanya membayar gajinya. Yun Soo menceritakan orang tua Suk Ho bahkan memberinya bonus dan ibu Suk Ho juga menjaga Chan Hee dengan baik. Suk Ho tak percaya mendengarnya. Yun Soo teringat sesuatu lalu memberikan amplop yang pernah diberikan Suk Ho sebelumnya.
“Jadi Kau masih menyimpanya?” kata Suk Ho tak percaya lalu menyuruh Yun Soo untuk mengambilnya saja. Yun Soo mengeluh karena punggungnya sakit terlalu lama membungkuk.
Suk Ho tetap menyuruh Yun Soo mengambilnya saja. Tapi Yun Soo dengan senyuman bahagia mengembalikan uangnya, lalu berjalan pulang. Suk Ho menatap anak asuhnya yang sangat baik sampai tak mau menerima uang darinya. 

Man Shik berbaring sambil memakai masker lalu mendengar kunci rumahnya ditekan oleh seseorang dan beberapa kali salah menekanya, berpikir ada perampok yang akan masuk, dengan membawa patung spiderman pergi ke depan pintu untuk memergokinya. Suk Ho berhasil masuk, Man Shik ingin memukulnya tapi Suk Ho langsung memberikan jurusnya.
Kenapa kodenya bukan ulang tahunmu atau aku, tapi Min Joo? Dasar Kau sangat setia.” Ejek Suk Ho lalu masuk ke dalam rumah membawa tasnya dan duduk disofa. Man Shik pura-pura tak kenal dan bertanya siapa yang datang.
Kau terlihat seperti tidak khawatir tentang aku sama sekali. Kau terlihat baik-baik saja.” Komentar Suk Ho duduk disofa.
Kau terdengar seperti Shin Suk Ho.” Kata Man Shik bercanda
Suk Ho bertanya dimana kamarnya, Man Shik melotot kesal karena ini rumahnya, lalu mengomel Suk Ho itu tak tahu malu lalu menghilang tanpa kata dan membuatnya khawatir, dan sekarang ingin sebuah kamar. Suk Ho pikir Suk Ho itu tidak senang melihatnya. Man Shik mengatakan kalau ia senang tapi tetap saja itu adalah rumahnya, Suk Ho pikir akan tinggal di rumahnya saja.
Man Shik menolak karena Ibunya memberikan rumah dan  hanya membutuhkan seorang istri tapi sekarang Suk Ho malah merangkak masuk dan ingin pindah kerumahnya, jadi itu tak boleh terjadi. Suk Ho meminta Man Shik membelikan kasur karena tidur dilantai membuat punggungnya sakit. Man Shik mengumpat Suk Ho itu kurang ajar lalu memberikan tembakan dari jari spiderman, Suk Ho berteriak seperti menerima tembakan langsung ke dadanya. 

Geu Rin mengepel lantai membersihkan studio untuk latihan, Kayle, Yun Soo dan Ha Nul berlatih, tapi Kayle kembali mengeluh tidak bisa berkonsentrasi mendengarkan suaranya karena dinding untuk perempam suaranya dari kotak bekas telur.
Amplifiernya mungkin tua,  tapi suaranya bagus.” Komentar Yun Soo
Aku yakin itu lebih baik daripada pub tempatmu bekerja.” Balas Kayle mengejek, Yun Soo ingin melawan, suara seorang terdengar masuk ke dalam studio.
Suk Ho terlihat marah melihat dinding studio yang hanya ditutupi kardus bekas telur menurutnya itu bukan studio dan menanyakan harganya, Geu Rin memilih untuk menyikir. Suk Ho bertanya dimana pemilik studionya, lalu meminta Geu Rin menghubunginya. Geu Rin memberikan kartu nama pemilik studio, Suk Ho membaca studionya “Bangeurae Distributions” lalu mengejek seperti perushaan yang menjual roti, menurutanya pemilik studio itu memang pencuri

Suk Ho berusaha mencoba menelp tapi ponsel si pemilik terus saja sibuk, tiba-tiba ia terhenti melihat sosok orang yang menaiki tangga sambil menelp juga lalu keduanya seperti sama-sama saling mengenal dan sudah lama tak bertemu. Akhirnya keduanya sudah duduk dicafe bersama-sama, Tuan Byun tak percaya mereka sudah lama tak bertemu.
“Yah... Aku sangat penasaran apa yang akan kau lakukan setelah kau tiba-tiba berhenti dari KTOP.” Kata Suk Ho
Kau masih ada disana, kan? Kudengar kau dalam keadaan baik.” Ucap Tuan Byun, Suk Ho mengakui ia juga sudah keluar karena melakukan sesuatu yang besar dan menjadi sibuk.
Bagus. KTOP bukan satu-satunya agensi, lalu Apa yang akan kau lakukan?” tanya Tuan Byun
Aku membentuk sebuah grup band.” Kata Suk Ho, Tuan Byun tersenyum mendengarnya karena sudah bisa mengakui keterampilanmu saat menjadi manajer.Suk Ho bertanya balik apa yang dilakukan Tuan Byun sekarang.
Aku melakukan distribusi album. Mereka memanggilku "tuan Byun" di Hongdae.” Kata Tuan Byun
Kalau begitu... apa kau pernah mendengar tentang Bangeurae Distributions?” tanya Suk Ho, Tuan Byun heran Suk Ho mengetahui tentang hal itu.
Manajer kami menyewa sebuah studio selama aku pergi, dan itu adalah sebuah gudang. Aku jadi gila. Aku ingin bertemu pencuri kurang ajar ini dan mengatakan kepadanya apa yang aku pikirkan. Aku ingin melihat seperti apa dia.” Cerita Suk Ho mengebu-gebu.
Dia terlihat seperti ini.” kata Tuan Byun meminum es kopinya,
Suk Ho binggung, Tuan Byun memperlihatkan kartu namanya. Suk Ho tertawa sambil mengumpat Tuan Byun memang kurang ajar ternyata pemiliknya itu teman lamanya. Tuan Byun pikir  Studionya tidak buruk, Suk Ho mengatakan kalau studionya terlihat angker jadi harus memberikan diskon tapi ia penasaraan apa yang didistribusikan Tuan Byun.

Tuan Byun menyebut Musik meditasi karena ia pergi ke kuil dan bertanya-tanya bagaimana harus mencari nafkah lalu menyadari bahwa harus membuat musik meditasi, dengan bangga merasa dirinya itu memiliki berbakat alami sebagai pengusaha dan menurutnya itu adalah pasar yang sangat stabil.
Suk Ho rasa Tuan Byun pasti mendapat cukup uang untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, Tuan Byun menegaskan belum memiliki anak dan masih single, Suk Ho mengartikan Tuan Byun itu belum menikah. Tuan Byun membenarkan maka dari itu beralih ke musik gereja, jadi sekarang sering pergi ke gereja.
Seperti yang kau ketahui, kemungkinan bertemu seorang wanita di sebuah kuil Buddha adalah nol.” Kata Tuan Byun, Suk Ho tersenyum karen sudah bisa mengerti Tuan Byun yang belum berubah, keduanya tertawa bersama. Suk Ho pun mengungkit nama perusahaan Tuan Byun “Bangeurae Distributions.” 

Suk Ho berjalan ke toko alat musik dan melihat jejeran bass dan gitar yang cukup bagus di etalase, lalu mendengar bunyi drum yang sedang dimainkan. Seorang pria muda bernama Seo Jae Hoon memukul drum dengan kecepatan dan kekuatan tanganya.
Ponselnya berdering, Jae Hoon sudah bisa menebak itu pasti ibunya dan langsung memakai kacamatanya berbicara pada ibunya ditelp kalau sudah mendapatkan beberapa buku baru dan pulang sekarang, setelah itu buru-buru pamit pada pemilik toko. Suk Ho melihat pria berkacamata yang berlari keluar toko disampingnya.
Apa kau ingin melihat beberapa alat musik?” tanya si pemilik toko, Suk Ho membenarkan lalu bertanya siapa anak yang baru keluar tadi.
Dia bukan seorang musisi dan pergi ke Universitas Seoul. Tapi Dia tergila-gila pada drum dan mampir setiap kali memiliki waktu lalu memainkan drum. Ini adalah seperangkat drum bekas yang aku letakkan diluar untuk dijual... jadi aku hanya biarkan saja dia bermain untuk bersenang-senang.” Cerita si pemilik
Apa kau tahu dia mengambil jurusan apa?” tanya Suk Ho penasaran 

Suk Ho berjalan ke dalam universitas Seoul berjalan ke lorong dan masuk kelas melihat Jae Hoo memakai kacamatanya baru selesai mengikuti mata kuliah. Ia terus mengikuti sampai ke depan gedung, seorang wanita sudah menunggunya, Jae Hoon menghampiri ibunya mengatakan kalau ia baik-baik saja dan masuk ke dalam mobil. Suk Ho melihat Jae Hoon itu “Anak Mama” jadi Tidak akan mudah untuk meyakinkan anak mama.
Jae Hoon berlari masuk ke dalam toko dengan stick drumnya, tapi wajahnya langsung sedih karena tak melihat drumnya lalu bertanya apa yang terjadi dengan drumnya. Pemilik toko mengatakan sudah menjualnya. Jae Hoon kaget lalu pemilik toko memberikan note yang dititipkan padanya. Jae Hoon membacanya (Jika kau ingin drumnya kembali, datang temukan aku di alamat ini!)

Jae Hoon masuk studio yang tak tertawa mendengar bunyi drum, Suk Ho dengan senyuman bahagia menyambut Jae Hoon yang datang karena bisa menemukan alamatnya dengan baik. Jae Hoon pun membalas sapaan Suk Ho yang belum dikenalnya.
Kau cukup bagus dalam bermain drum. Apa kau bermain untuk bersenang-senang?” tanya Suk Ho, Jae Hoon pikir memang seperti itu.
“Lalu, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Jae Hoon binggung
Ini sebuah studio band. Grup band milikku berlatih di sini. Apa kau ingin bermain drum Dalam grup band kami?” kata Suk Ho, Jae Hoon kaget mendengarnya. 
Keduanya sudah duduk bersama, Suk Ho memberikan sebotol susu pisang mengaku sangat menyukai minuman itu, Jae Hoon pun mengucapkan terimakasih. Suk Ho mengatakanbisa membuat nama Jae Hoon terukir di perangkat drum itu. Jae Hoon terlihat tak percaya
Tentu saja...Aku mengira kau adalah seorang pemain drum dari sebuah film.” Kata Suk Ho menyakinkan
Ibuku akan kaget kalau sampai dia tahu.” Ucap Jae Hoon sedih

Kau seorang mahasiswa.  Bukankah kau punya waktu luang? Dan Kau sudah dewasa.” Ucap Suk Ho, Jae Hoon bertanya Berapa kali mereka berlatih setiap pekannya.
“Mungkin Setiap kali kau bisa datang. Aku lihat Kau cukup terampil, jadi tidak akan butuh waktu lama untuk memainkan sebuah lagu bersama-sama. Aku tidak memintamu untuk mengubah jurusanmu. Kau belajar keras untuk bisa ada disana. Kenapa kau harus berhenti?” ucap Suk Ho
“Tapi Bagaimanapun juga, bagaimana bisa kau menghabiskan seluruh hidupmu hanya melakukan satu hal? Itu tidak menyenangkan. Kau bisa belajar keras dan bermain drum untuk kesenangan.” Kata Suk Ho berusaha  mengoyahkan Jae Hoo
Aku harus pergi segera setelah ibuku menelepon. Aku rasa Yang lain tidak akan menyukai itu.” Pikir Jae Hoon
Jika anggota band kami diberi peringkat menurut kepribadian mereka, maka mereka juga akan berhasil masuk ke Universitas Seoul.” Ucap Suk Ho, Jae Hoon menatap perangkat band yang ada disampingnya. 

Kayle ada dikantor telihat kaget, mengetahui Suk Ho yang membeli perangkat drum sebelum merekrut seorang pemain drum. Man Shik memberitahu Suk Ho membeli yang bekas terlebih dulu. Suk Ho pun membawa Jae Hoon ke kantor dan memperkenalakan sebagai anggota band sebagai drummer. Jae Hoon pun menyapa semuanya.
Man Shik bertanya apakah Jae Hoon seorang mahasiswa, Jae Hoon membenarkan dan mengatakan kalau dia bisa tetap bisa bergabung dengan band. Kayle dengan sinis bertanya siapa yang mengatakan, Suk Ho mengangkat tanganya kalau ia yang mengatakannya. Kayle ingin protes tapi Geu Rin lebih dulu menghalanginya dengan menyapa Jae Hoon, Suk Ho memperkenalakan Geu Rin sebagai Manager Band.
Kami sudah menunggu Jae Hoon sejak tahun lalu. Mari kita memperkenalkan...” ucap Suk Ho, Kayle akhirnya berdiri dari tempat duduknya.
Untuk menghemat waktu, Aku akan memberitahu beberapa hal. Jadi Dengarkan baik-baik.” Kata Kayle, Suk Ho mendorong Kayle untuk duduk kembali agar semua bisa berbicara.
Ada beberapa hal yang perlu kau ketahui tentang kami.” Ucap Kayle, Geu Rin mencoba menariknya tapi Kayle bisa melepaskanya dan menaiki tangga.
Dia harus tahu sebelumnya, jadi Tidak ada gunanya membuang-buang waktu di kemudian hari. CEO kami yang menciptakan Jackson dan Lucy Girls. Dia mencoba untuk membuka sebuah agensi baru bersama Jackson, tapi dia dikhianati dan kehilangan segalanya.” Cerita Kayle membuka mulutnya, Suk Ho tak bisa menghalanginya, Jae Hoon melonggo mendengarnya.

Pemain bass kami memiliki seorang anak. Itu anaknya yang ada di sampingnya.” Cerita Kayle, Chan Hee pun menyapa Jae Hoon dengan sopan
Orang yang ada di sebelahnya adalah seorang mantan narapidana. Itu bukan kejahatan serius, tapi ia hampir berakhir di penjara khusus remaja saat SMA.” Ucap Kayle sudah ada disamping Jae Hoon menunjuk ke arah Ha Nul
Aku satu-satunya orang yang normal di sini. Aku lulus dari Juilliard. Ini adalah kami, Aku tahu apa yang kau rasakan karena pernah merasakannya.” Kata Kayle yang sebelumnya pernah kecewa, Jae Hoon hanya terdiam seperti terlihat shock
Itu menyenangkan! Ini seperti di film-film!!! Aku suka kekacauan yang gila semacam ini.” jerit Jae Hoon bahagia mendorong Kayle dan berlari mendekati Man Shik, semua melonggo mendengar komentar Jae Hoon bukan ketakutan dan pergi.
Suk Ho.... Kau harus mengubah nama band ini. Seharusnya band ini disebut, "The Freaky Dorks".” Ucap Man Shik, Yun Soo langsung menutup telinga anaknya, Jae Hoon bertanya apa nama bandnya. Man Shik memberitahu namanya itu Entertainer Band
“Ah... Ini memang benar-benar gila.... Itu benar-benar gayaku.  Aku pasti akan bergabung dengan band ini.” jerit Jae Hoon bahagia, semua benar-benar tak habis pikir melihat Jae Hoon memang berbeda dengan yang lainnya. 


Di ruang direktur
Suk Ho bertanya apakah mereka mampu menghasilkan album di bawah Mango Music, Min Joo merasa Suk Ho itu meremehkanya lalu menanyakan  rencana untuk pernampilan pertama, menurutnya mereka harus mencoba untuk konser penyanyi populer.
Itu tidak akan berhasil. Sebaiknya penampilan pembuka untuk acara musik televisi nasional.” Kata Suk Ho
Kau sudah gila. Siapa yang akan membiarkan seorang amatir untuk penampilan pembuka?” komentar Man Shik
Ada apa dengan anak-anak kita? Bukankah semua penyanyi melalui masa mereka sebagai amatir?” balas Suk Ho, Man Shik bertanya sebenarnya apa rencana Suk Ho
Aku akan membuat mereka tampil di televisi nasional.” Kata Suk Ho yakin Man Shik merasa Suk Ho itu bahkan tidak perlu mencobanya.
Geu Rin datang dengan membawakan minuman bervitamin, lalu bertanya apa tugasnya. Suk Ho mengatakan kalau ia sebagas supir, Geu Rin kaget. Suk Ho pikir Geu Rin tidak memiliki SIM. Gei Rin mengeleng kalau ia memilikinya, sudah lama sejak terakhir mengendarai mobil. Suk Ho mengatakan akan mengajarinya jadi  Geu Rin akan bisa melakukannya dalam waktu singkat dan tak perlu khawatir. Geu Rin mengangguk dengan senyuman. 

Di jalan yang sepi, Geu Rin melajukan mobil sangat pelan dan duduknya terlalu condong ke depan, seperti sangat ketakutan. Suk Ho duduk disampingnya meminta agar bisa lebih cepat lagi. Geu Rin masih menyetir dengan kecepatan rendah. Suk Ho memberitahu tak ada mobil dijalan jadi Geu Rin bisa menginjak lebih dalam lagi gasnya. Geu Rin tetap tak menginjak remnya.
Kapan kita akan sampai kantor kalau seperti ini? Lebih cepat lagi!! Injak pedal gasnya!” kata Suk Ho lalu melihat ada mobil dibelakang mereka.
Geu Rin nampak ketakutan sampai akhirnya mobil dibelakang mereka pun menyalip, Suk Ho mengehela nafas kesal, Geu Rin pun menginjak rem lebih cepat, Suk Ho berteriak menyuruh Geu Rin belok kanan, mobil sedikit miring. Dua pelajar menyebrang dengan sepeda, Suk Ho berteriak agar Geu Rin berhenti, akhirnya tubuh keduanya sedikit terpelanting karena mengerem mendadak. Terlihat dilayar mobil Keamanan dalam kota telah diaktifkan.
Berhenti menginjak rem! Kau akan membuatku muntah.” Jerit Suk Ho kesal
Aku tidak menginjak rem! Mobilnya berhenti sendiri.” Balas Geu Rin menjerit
Bagaimana bisa mobilnya lebih pintar daripada kau? Apa Kau belajar berkendara dari buku? Ini masalahnya. Mereka memberikan SIM untuk siapapun.” Teriak Suk Ho marah, Geu Rin cemberut memilih untuk membuka sabuk pengaman lalu turun dari mobil, Suk Ho berteriak kemana Geu Rin akan pergi. 

Geu Rin berjalan ke taman lalu berjongkok sambil menangis histeris, Suk Ho berjalan mendekatinya, memberitahu Keadaan sangat sulit di jalanan jadi Kadang-kadang, ada orang-orang yang mengamuk di jalanan.
Lenganku sakit...dan otot-otot kakiku terasa kencang, bahkan Bahuku juga kaku. Tapi kau tetap berteriak kepadaku... dan mengatakan aku hanya "siapapun".” Teriak Geu Rin merengek kesal dan kembali menangis
Sekarang setelah kau mengatakannya,  kurasa aku terlalu keras. Maaf untuk memanggil kau "siapapun". Bahumu terasa sakit, kan? Itu karena kau membelokan kemudinya. Lenganmu juga terasa sakit, kan? Bagaimana dengan tumitmu? Haruskah aku memijat bahumu?” kata Suk Ho lalu mencoba memijat pundak Geu Rin
Berhenti menyentuhku!!!” teriak Geu Rin berdiri melepaskan bahu Suk Ho,
Aku tidak menyentuhmu! Aku memijat bahumu jika kau merasa kesakitan! Itu sebabnya mereka mengatakan jangan pernah mengajarkan istri atau pacarmu cara mengemudi.” Jerit Suk Ho juga kesal
Aku bukan istri atau pacarmu!” teriak Geu Rin
Aku hanya mengatakannya! Apa yang sudah aku lakukan pada diriku?” balas Suk Ho, keduanya langsun memalingkan wajahnya dengan kesal lalu kembali ke dalam mobil
bersambung ke part 2  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



1 komentar:

  1. Sudah satu tahun? Suk ho menghilang 6 bln? Widih cepet amat yah

    BalasHapus