Jumat, 27 Mei 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 2 Part 1

Di sebuah tempat tidur tingkat terlihat kepala boneka kelinci, Bo Nui terbangun dari tidurnya panik melihat sosok orang yang berbaring disampingnya dan bertanya-tanya apa yang terjadi lalu melihat ke dalam selimutnya. Ia menyakinkan diri semua akan baik-baik saja jadi tetap tenang.
Bo Nui teringat pesan dari Goo Shin, “temukan seorang pria yang lahir pada tahun harimau, dan menghabiskan malam bersamanya.Jika tidak, dia akan mati.

Flash Back
Malam harinya, Bo Nui minum sedirian meyakinkan kalau ia bisa melakukanya, menurutnya badannya juga akan membusuk kalau nanti meninggal. Ia meyakinkan diri kalau bukan masalah yang besar jadi tidak seharusnya untuk menyelamatkan tubuhnya tapi lebih baik uang.
Ini tidak seperti aku akan mencintainya. Aku bahkan tidak bisa jatuh cinta padanya. Aku bahkan tidak akan melihatnya lagi setelah ini.” ucap Bo Nui masih berbicara sendiri
Datanglah seorang pria yang menyap Bo Nui lalu duduk didepanya, karena sudah lama tak bertemu. Bo Nui belum sempat menelan minumanya karena kaget akhirnya memuncratkan minumanya sampai terbatuk-batuk, temanya pun membantunya dengan memberikan tissue. Bo Nui pun meminta maaf sambil bertanya kabarnya, si pria mengatakan baik-baik saja.
“Sunbae... kau lahir pada tahun 1986, kan? Tahun harimau” ucap Bo Nui, Pra itu membenarkan, Bo Nui beberapa kali menarik nafas menyakinkan dirinya.
Tidur denganku malam ini! Semua yang aku butuhkan adalah satu malam. Hanya satu malam, Tidak ada lagi. Aku mohon padaku” ucap Bo Nui yang membuatnya tertunduk, si pria pun nampak binggung
Terdengar suara seseorang yang memanggilnya, ternyata itu hanya khayalanya saja. Bo Nui pun mengajak seniornya untuk minum lebih dulu sebelum berbicara. Seniornya bertanya apa yang ingin dibicarakan Bo Nui padanya karena makin membuatnya penasaran. 


Bo Nui menatap ke arah sampingnya, merasa menyesal karena ternyata seniornya yang akhirnya tidur disebelahnya semalam. Ia pun memberanikan diri menempuk punggung dan bertanya apakan benar yang tidur adalah seniornya, tapi tak ada sahutan.
Ia menarik selimut dan berlari dari tempat tidurnya, ternyata hanya ada boneka beruang besar yang berbaring diatas tempat tidurnya. Bo Nui bisa bernafas lega dan memarapihkan pakaian long dressnya, lalu melihat kamarnya yang sangat berantakan, menemukan sebuah berkas dari amplop putih diatas meja. 

Flash Back
Bo Nui meminum sojunya, dan terlihat sudah mabuk, lalu meminta seniornya untuk mendengarkan ucapanya, kalau ia butuh minuman lain sebelum bisa mengatakannya dan kembali minum. Seniornya bertanya apaka Bo Nui memiliki beberapa macam asuransi dan menceritakan kalau menakutkan dunia ini telah datang, seperti ingi menawarakan asuransi.
Dengarkan aku!!!... Aku ingin meminta sesuatu padamu” ucap Bo Nui akhirnya tak sadarkan diri di atas meja. 
Bo Nui jatuh lemas mengumpat dirinya itu bodoh karena tak memiliki uang tapi malah mengambil asuransi dengan melihat berkas Polis asuransi ditanganya, terdengar suara ringtone ponselnya yang unik. Ia mencari-cari dimana menaruh ponselnya disekeliling rumah, akhirnya menemukan didalam lemari es. 

kau ada dimana? Mengapa begitu sulit menghubungi sejak kemarin?” tanya Dal Nim khawatir menelp temanya.
“Aku tidak tahu dan tidak ingat apa-apa.” Ungkap Bo Nui, Dal Nim pikir temannya itu pasti mabuk.
“Memang benar.... Aku terbangun dan menemukan tempatku berantakan.” Cerita Bo Nui binggung
Dal Nim kaget lalu menanyakan keadaan temanya, Apakah sesuatu terjadi padanya.. Bo Nui yakin seseuatu terjadi semalam. 
Flash Back
Bo Nui bertanya tentang seseorang yang lahir ditahun harimau, lalu muntah dan ia berbicara dengan tiang listrik dan akhirnya kembali muntah.
Bo Nui yakin kalau tak ada yang terjadi tadi malam, karena dalam ingatanya hanya muntah didepan tiang listrik. 


Soo Ho mengosok giginya dengan cepat sampai muntah karena terlalu cepat,  bahkan berganti-ganti sikat gigi seperti belum bisa menghilangkan kotoran dari mulutnya dan langsung membuangnya.
Dalam pikiranya kembali teringat Bo Nui yang ada didepanya, yang mengetahui kalau dirinya lahir di tahun macan dan langsung muntah dibajunya. Dengan dua ujung jarinya, Soo Ho mengambil baju bekas muntah Bo Nui dengan jarak yang jauh, lalu memasukan ke dalam plastik, lalu dengan jari kakinya memasukan jaketnya kedalam plastik sampah, dengan menahan nafasnya membuang bekas baju yang terkena muntah. 

Bo Nui merapihkan barang-barang yang berserakan, menanyakan kenapa temanya menelp. Dal Nim mengatakan ingin membayar yang sudah dikerjakan temanya, jadi meminta untuk mengirimkan nomor rekening dan ID Cardnya dan akan memakan waktu sekitar dua minggu. Bo Nui binggung kenapa harus selama ini mentranfer uangnya.
Aku membutuhkan persetujuan untuk memberikan empat kali gaji reguler. Berapa banyak yang kau butuhkan secara mendesak? Aku akan meminjamkan” kata Dal Nim
Tidak perlu, Aku tahu situasimu sekarang, terimakasih” ucap Bo Nui. Lalu ia memikirkan yang harus dilakukanya sekarang. 

Terdengar bunyi bel rumahnya, melihat dari lubang pintu kakinya langsung mengendap-ngendap perlahan. Tapi bunyi ponselnya terdengar dengan sangat keras, akhirnya ia membuka pintu menemui si bibi pemilik rumah. Bo Nui pikir masih memiliki satu hari tersisa.
Apakah kau berubah pikiran? Aku akan dibayar segera.” Ucap Bo Nui
Aku minta maaf tentang hari itu. Kau bisa saja bercerita tentang saudaramu yang ada dirumah sakit” ucap bibi pemilik dengan memberikan sekotak kimchi, Bo Nui tak percaya si bibi pemilik mengetahuinya.
Setiap keluarga memiliki masalah mereka tidak bisa bicarakan Jangan khawatir tentang sewa dan kau bisa mengambil tenggang waktu” ucap bibi, Bo Nui tak percaya medengarnya.
Si Bibi membanggakan kalau dirinya berhati lembut, Bo Nui pun mengucapkan terimakasih dan mendoakan agar bibi itu selalu mendapatkan berkas setiap saat, Bibi itu pamit pergi lalu berpesan agar tak menyalakan lilin didalam kamar, Bo Nui mengatakan tak mungkin melakukanya.
Bo Nui pikir bibi itu masih memberikan memberikan waktu lagi, dengan senyuman kembali mengucapkan terimakasih, Ia  duduk diatas meja makan lalu memakan kimchi buatan bibi dengan senyuman walaupun masih binggung mencari biaya untuk adiknya. 

Gun Wook berlari diatas treadmill dengan selang-selang yang menempel pada tubuhnya seperti sedang menjalani tes kesehatan. Setelah itu keluar dari kamar ganti bertanya pada Sul Hee apa yang dikatakan dokter, menurutnya pasti dari atas sampai bawah semuanya baik-baik saja, dengan bangga merasa tak perlu melakukanya saja.
“Kau perlu diperiksa sebelum Wimbledon dan kau pasti tahu itu kurang dari sebulan lagi.” Kata Sul Hee sambil melihat tabnya.
“Aku tidak berpartisipasi.” Ucap Gun Wook santai, Sul Hee kaget mendengarnya.
Beri aku waktu liburan, Hanya dua bulan.” Pinta Gun Wook
Apa yang kau bicarakan? pemain tenis tidak mendapatkan liburan.” Ucap Sul Hee
pemain tenis adalah manusia juga.” Balas Gun Wook merasa butuh liburan
Gary.... Ini adalah Wimbledon kita bicarakan. Bagaimana score dan peringkatmu? Kau tidak  akan mendapatkan liburan. Bahkan tidak bermimpi tentang hal itu asosiasi tidak akan menyetujui itu,  mengerti” ucap Sul Hee berjalan pergi.

Gun Wook pikir bisa saja memalukan sesuatu yang buruk untuk melakukan tes, Sul Hee dibuat terkejut sampai berteriak lalu memukul petenisnya, bertanya apakah sudah memintanya. Gun Wook mengangguk sudah membicarakanya, Sul Hee menghela nafas dengan tingkah petenisnya.
“Amy...  kau bisa Menggunakanku sebagai alasan dan istirahat. Kau bahkan tidak punya pacar karena bekerja terlalu keras.” Ucap Gun Wook akan pergi
“Hei... Aku  belum selesai berbicara denganmu. Kenapa kau terus kabur?” ucap Sul Hee.
“Kenapa? Ini pertama kalinya aku keluar.” Kata Gun Wook
Apa kamu yakin? Siapa orang yang kau panggil  di tengah malam untuk membayar taksi nya? Kau juga tidak mengatakan kepadaku kemana saja  kau  menghabiskan semua uang yang ditukar di bandara.” Ucap Sul Hee.
Aku menghabiskan itu pada sesuatu yang sangat bagus untuk seseorang yang membutuhkan.” Tegas Gun Wook penuh rahasia lalu berjalan pergi, Sul Hee berteriak ingin mengumpat. 


Gun Wook sudah menuruni tangga jalan, ponselnya berdering melihat nama Amy merejectnya. Dengan senyuman bahagia sampai didepan tempat tinggal Bo Nui, bertanya-tanya kemana Bo Nui itu pergi. Lalu melihat masih banyak barang-barang Bo Nui didepan apartement karena kemarin dikeluarkan oleh bibi pemilik.
Ia menemuikan sebuah gambar dalam bingkai bertuliskan keluar Shin, dari ayah ibu, Bo Nui da Bo Ra. Gun Wook sangat yakin wanita kemarin yang dilihatnya itu adalah Bo Nui, setelah itu mengangkat semua barang sampai depan pintu dan melihat nomor 401 dengan wajah tersenyum. 

Gun Wook bertemu dengan bibi pemilik dengan memberikan lembaran uang 50rb won, mengatakan kalau Unit 401 ini terlambat membayar uang sewakan jadi sekarang bisa tetep ada disana. Si Bibi menghitung uangnya tersenyum karena semua udah diselesaikan.
Lagi pula, aku tidak tahu bahwa dia memiliki adik sepertimu” ucap Si Bibi
“Ngomong-ngomong , tolong jangan katakan pada kakakku, kalau  aku yang membayar sewa” pinta Gun Woo
Mengapa? Apakah ada rahasia di balik kelahiranmu?” kata Bibi
“Yah.. memang benar, Dia mungkin akan terkejut.” Ucap Gun Wook dengan menyakinkan
Si Bibi pikir tak perlu mengkhawatirkan tentang itu selama  sewa dibayar tepat waktu, maka aku tak akan bertemu dia. Gun Wook pun mengucapkan terimakasih, Si Bibi hanya melihat Gun Wook yang baik merasa seperti sangat dekat, dan memujinya sebagai pria yang baik setelah itu pamit pergi. 

Gun Wook duduk dengan bosan didepan apartement, ketika akan masuk mendengar bunyi langkah orang turun, langsung saja ia berdiri dengan gaya model didepan apartement. Bo Nui keluar dengan tas yang cukup besar, Gun Wook memberikan senyuman manisnya saat Bo Nui lewat berharap bisa mengodanya. Tapi Bo Nui hanya lewat tanpa memperdulikanya. Gun Wook cemberut merasa Bo Nui itu tidak mengenalinya.
Bo Nui menaiki bus sambil berdiri melihat pria yang duduk didepanya sedang main Games yang dikeluarkan oleh Soo Hoo, kemarin seperti tak percaya kalau sudah keluar gamesnya, lalu mencoba melihat ponselnya tapi tak menemukan di store online.
Akhirnya dengan penasaran mencoba mendekati si pria untuk melihat games lebih dekat. Si pria sadar Bo Nui terus saja memperhatikanya. Bo Nui pun meminta maaf dan bertanya darimana men-download game itu. Si pria berbicara bahasa yang tak dimengerti oleh Bo Nui akhirnya ia pun hanya bisa diam saja. 

Gedung ZEZE
Semua menjerit kesal masuk ruang rapat karena mereka berada dalam kesulitan, Ji Hoon binggung cara mereka bisa memecahkan masalah ini, setelah semua duduk dalam ruang rapat tertutup, Soo Ho melihat dua layar tab dengan games yang dikeluarkan sama persis dengan games yang dikeluarkan dengan tulisan yang berbeda. Dae Hwan memberitahu games itu Dirilis di Rusia kemarin di tengah malam.
Ini sudah diunduh lima juta kali.” Tambah Hyun Bin
Genius Dua dijadwalkan akan dirilis setelah satu bulan, bagaimana ini?”tanya Dal Nim binggung
Apakah kau mencari tahu di mana mereka?” tanya Soo Ho,
“Ya... Mereka meninggalkan negara itu pada hari itu dan sudah merencanakannya.” Jelas Dae Hwan 
Seun Hyun tak percaya menurutnya dua orang itu seperti mata-mata industri lalu mengajak untuk mulai menuntut dan melaporkan mereka ke polisi internasional. Semua setuju, Ryang Ha datang membuka pintu memberitahu pengacara Park sudah datang. 

Pengacara Park pikir dengan pergi ke Rusia sekarang tidak akan membantu karena baru-baru ini negera Rusia baru memperketat peraturan, bahkan pihak Rusia tidak tertarik dalam kasus-kasus terhadap kepentingan nasional mereka bbahkan Hingga hari ini, Negara itu berdiri sebagai ibukota pembajakan software.
Soo Hoo hanya bisa mengelap matanya yang nampak lelah dengan kacamatanya, Dal Nim masuk ruangan memberitahu Soo Hoo kalau wartawan surat kabar terus menelepon bertanya tentang apa yang terjadi. Ryang Ha menghela nafas panjang. 

Soo Hoo akhirnya keluar ruangan melihat semua pegawainya sibuk mengangkat telp yang berdering.  Dae Hwan mengatakan kalau semua itu tidak resmi dirilis dan sudang mengulangi beberapa kali dengan nada kesal. Ji Hoon dan Hyun Bin juga tak kalah kesal dengan bunyi telp yang tanpa henti di kantor Zeze.
Kami akan menyerah ...merilis Genius Dua.” Ucap Soo Ho pada semua anak buahnya, semua melonggo dan menjerit tak percaya
 Bahkan jika kita menuntut mereka, kita hanya akan membuang-buang waktu, dan hanya akan memberikan kita sebuah perintah. Selain itu, kita tidak bisa melepaskan games yang sama di pasar.” Jelas Soo Ho
Tapi milik kita adalah asli.” Ucap Dal Nim
Tidak. Yang dirilis pertama adalah asli. Ini kesalahan kita bahwa keamanan yang kita miliki ada celah. Jadi kita harus mengambil tanggung jawab.” Tegas Soo Ho
Dae Kwon mengatakan tidak bisa mengundurkan diri karena punya tiga anak. Ji Hoon bertanya Kapan batas waktu deadlineny. Soo Ho mengatakan Lebih cepat lebih baik jadi meminta agar membawakan padanya  permainan baru.Semua menatap Soo Ho nampak shock dengan rencana Soo Hoo.

Baiklah. Mari kita mengatur timDal Nim dan Dae Kwon. Memimpin satu tim masing-masing, dan membawa saya versi alpha. Kita akan memiliki acara demonstrasi untuk permainan baru setelah satu bulan dan akan menampilkan permainan yang sama sekali baru, bahkan lebih besar dari Genius Dua, Aku akan memberikan dua hari.” Ucap Soo Ho berjalan menuruni tangga. 
Dal Nim tersenyum melihat Soo Ho yang punya pikiran yang jenuis, semua kebingungan karena hanya di beri waktu dua hari. Soo Ho memberikan peringatan sebelum keluar ruangan, Jika ada yang ingin mengundurkan diri, maka ia akan menerima surat pengunduran diri setelah empat minggu.


Ji Ho mengeluh Empat minggu karena menurutnya seperti prosedur perceraian. Dae Kwon merasa ini adalah krisis yang nyata. Seung Hyun tak tahu cara datang ide dan bekerja pada grafis hanya dalam dua hari, lalu menduga cara Soo Ho untuk menghilangkan mereka.
“Aku masih tidak tahu dia bukan orang yang bertele-tele.” Ucap pegawai lain.
“Hei... kita  dalam keadaan darurat, kau tahu itu ‘kan? Jadi Kita harus mengunakan otak kita bersama-sama dan datang dengan ide-ide. benarkan?” ucap memberikan semangat pada semua pegawainya. Ryang Han baru keluar ruang dengan pengacara Park
“Direktur Cafe Coffee, Mengapa kau tidak membantu kami melakukan brainstorming ...” ucap Dal Nim memanggil
Ryang Han tak menjawab tapi Dal Nim sudah tahu jawabnya dan mempersilahkan pergi. Pegawai lain bertanya apakah ia bisa memberikan kopi pada mereka. Ryang Han menegaskan dirinya adalah  pemegang saham utama yang paling besar dan nomor satu, bahkan posisinya itu sangat tinggi lalu mengajak Pengacara Park itu keluar bersama. Si pegawai tetap bertanya apakah bisa memberikan kopi, Dal Nim tertawa mengajak semua mulai berkerja. 

Di sebuah tempat tukang jahit, Bo Nui membawakan kopi dan memberikan dengan menaruh diatas meja, Si bibi memuji Bo Nui yang datang begitu tepat waktu. Bo Nui pun meminta agar memeriksanya lebih dulu.
“Aku tahu seberapa baik dan telitmu, Coba Lihat ini, kau telah melakukan pekerjaan yang baik,  Berapa banyak yang kau inginkan saat ini?” tanya si bibi
“Aku akan berhenti untuk sementara waktu.” Ucap Bo Nui
“Mengapa? Apakah kau melakukan pekerjaan paruh waktu yang lain? lakukan keduanya saja! Kau bisa melakukan ini di rumah saja.” Ucap si bibi, Bo Nui mengaku ada sesuatu yang harus dikerjakan lalu keluar dari tempat konveksi.
“Aku harus menemukan harimau segera, sementara Hanya ada gadis di sini.” Keluh Bo Nui berjalan dengan wajah lesu. 

Soo Hoo berkerja di depan komputer tanpa ada waktu istirahat dari pagi, sore malam dan pagi kembali. Sementara diluar ruangan beberapa pegawai mulai kelelahan karena ikut begadang dan minuman berenergi adalah teman mereka. Tiba-tiba terdengar bunyi suara nyanyian yang sangat keras, karena earphonenya terlepas,semua panik langsung meminta agar menghentikanya.
“Aku harus mendengarkan lagu untuk merasa lebih baik dan melakukan brainstorming.” Ucap si pegawai membela diri
“Hei.. Mana Mungkin sesuatu  keluar hanya dalam waktu dua hari?”ucap Seung Hyun tak percaya
“Ada seseorang yang telah begadang semalaman ...selama dua hari.” Bisik Dal Nim menunjuk ke ruangan Soo Ho
Semua memberitahu kalau Soo Ho sudah keluar ruangan, Soo Ho dengan jaketnya bertanya tentang rapat jam 3 nanti. Semua membenarkan, Soo Ho menuruni tangga ingin keluar dari kantor, lalu kembali berbalik meminta semua menyerahkan berkas jam setengah tiga. Semua pun berlari ke meja mereka untuk menyelesaikanya. 

Soo Ho sudah membuka mulutnya ingin minum ice coffee, Ryang Ha mengambil gelasnya tak memperbolehkan temanya minum kopi lagi. Soo Ho meminta untuk mengembalikanya, Ryang Ha bertanya Berapa lama  terjaga.
“Selama 42 jam dan 30 menit, jadi kembalikan, Aku punya pertemuan nanti” ucap Soo Ho dengan mata tertutup
“Jika kau mati, sahamku tak akan berarti apa-apa. Lebih baik minum juas buah-buahan. Ini memberimu vitamin C. Bagaimana baiknya ini untuk tubuhmu?” ucap Ryang Ha menuangkan jus ke dalam gelas

Soo Ho pun meminum jus yang dibuatkan temanya, Ryang Ha mengatakan Ketika mereka duduk terlalu lama,  maka akan terkena sembelit. Soo Ho pun mulai meminum dengan mata tertutup. Ryang Ha bertanya  Bagaimana ide-ide permainan baru, Apakah itu baik atau buruk, tak ada jawaban. Setelah dilihat ternyata Soo Ho tertidur dengan sedotan dimulutnya bahkan sampai berdiri, Ryang Ha pun membaringkan kepala Soo Ho dengan menganjalnya mengunakan tissue. 


Seorang pria membeli dua botol minuman, Bo Nui meminta pria itu memperlihatkan ID Cardnya. Si pria binggung karena hanya membeli minuman bukan bir, Bo Nui beralasan sudah mengubah aturan dan akan memeriksa dengan cepat.
Pria keduany juga diminta Bo Nui memperlihatkan ID Cardnya, pria tua nampak tersenyum bahagia berpikir dirinya itu terlihat lebih muda. Bo Nui hanya bisa tertawa karena sudah ada aturan setiap membeli Soju harus memperlihatkan ID Cardnya.
“Aku dari Kelas Buah dari Saetbyeol TK. Aku berusia tujuh tahun, dan nama saya Ji Yeon Woo.” Ucap Si anak kecil memperkenalkan diri pada Bo Nui
“Kau lahir pada tahun harimau.”kata Bo Nui lalu memberikan hadiah pada si anak sebuah permen lolipop tapi meminta bayaran 20 cents  

Bo Nui mengejarkan pekerjaan lainya dengan menyapu taman sambil berbicara sendiri.
“Secara statistik, 1 dari 12 orang harus harimau. Mengapa aku tidak bisa melihat?” keluh Bo Nui lalu mendengar ada bunyi suara mengeong, seekor anak kucing bersembunyi di bawah bangku taman.
“Wah.. Kau sangat menggemaskan. Hei.. bisakah kau memberikanku salah satu sepupumu?” upca Bo Nui mengajak si kucing bicara.
Rapat dimulai
Dal Nim menyelesaikan presentasi permaian yang sudah mereka buat selama dua hari. Soo Ho melihatnya dengan wajah serius, semua merasa presentasi mereka sudah bagus.
“Tiga pertandingan teka-teki membunuh waktu adiktif itu bagus ... kecuali bahwa perusahaan lain yang sudah mengelurkanya, Berapa banyak dari game-game menghilang hanya tahun ini?” ucap Soo menghapus games dua usulan timnya

“SeJujur, apa yang kau harapkan untuk kita lakukan dalam dua hari?” ucap Seung Hyun ketus, beberapa pegawai lainya meminta Seung Hyu menutup mulutnya tapi Seung Hyun tak bisa menahan amarahnya.
“Apakah kita di sini untuk membuat sebuah karya seni? Apakah aku harus memperpanjang batas waktu selama yang kau inginkan dan mohon agar kau untuk datang dengan sebuah karya? Atau Zeze Factory telah menjadi organisasi amal tanpa semua pengetahuanku ?” ucap Soo Ho, semua tak bisa berkata-kata bahkan sempat menahan tawa dianggap Sebuah organisasi amal ...
“Semuanya dengarkan, perusahaan ini ... adalah Zeze Factory” tegas Soo Ho
“Jika  kau bisa memberi kami sedikit lebih banyak waktu, maka kami akan datang dengan rencana revisi.” Ucap Dal Nim
Soo Ho mengatakan akan memberikan empat hari menurutnya mereka tidak perlu bekerja terlalu keras tapi Hanya melakukan pekerjaan dengan benar. Semua mengangguk mengerti lalu keluar ruangan. Semua menjerit karena harus kembali berusha. 

Di tempat ayam goreng
Ryang Ha minum bir sementara Soo Ho hanya minum soda dengan sedotan, Young Il pun membawakan sepiring ayam goreng. Ryang Hae bertanya apakah Young I telah menjalankan cafe  ini sejak IT Centre dibuka, Young Il membenarkan.
“pelangganmu pasti banyak yang berbicara kan, Pernahkah kau mendengar ide yang baik? Ini bisa menjadi ide mereka yang  memutuskan untuk tidak mengejar. Permata tersembunyi mungkin ditemukan di antara mereka.” Pikir Ryang Ha
“Mengapa kau perlu ide-ide? Kalian adalah yang terbaik di industri.” Ucap Young Il, Soo Ho pikir lebih baik abaikan saja karena Ryang Ha itu hanya mengoceh.Young Il pun pergi meninggalkan keduanya

“Aku tidak mengoceh, Aku khawatir tentang perusahaan sebagai pemegang saham utama. Aku mendengar disebabkan keributan lain hari ini.” ucap Ryang Ha, Soo Ho binggung.
“Kau satu-satunya yang tidak ingat. Jangan keras pada mereka, aku mohon.  Apa yang akan kau lakukan jika mereka berhenti?” kata Ryang Ha
“Jika kita membuat baris mereka yang ingin bergabung Zeze, maka garis akan sangat panjang” ucap Soo Hoo
“Dan akan salah satu dari mereka bisa memuaskanmu? Berapa kali suda aku katakan? Tidak semua orang sepertimu. Mereka harus melepaskan permainan mereka bekerja selama berbulan-bulan. Memulai dari awal tidak mudah.” Kata Ryang Ha membela
Itu seharusnya tidak menjadi masalah. Mereka harus berhenti dan pergi ketika mereka diberitahu untuk melakukannya.” Tegas Soo Hoo

Ryang Ha mengerti  So Hoo itu hidup di dunia di mana semuanya 0 atau 1. Itulah mengapa temanya begitu tegas, menurutnya Soo Hoo akan mencari tahu yang satu ini juga karena temanya itu begitu pintar dan cerdas. Soo Hoo tak membalasnya memilih untuk meminum sodanya saja. Mata Ryang Ha melihat ke arah Young Il yang sedang melepaskan poster lalu bertanya apa itu, ia melihat poster [Kompetisi Terbuka untuk Ide Game Baru]
Babak pertama telah berakhir. Hanya presentasi yang tersisa, jadi aku mengambil ini.” ucap Young Il akan melepaskan posternya.
Hei, bagaimana tentang kompetisi itu?” kata Ryang Ha menyarankanya.
Itu sangat amatir dan akan seperti pertunjukan bakat TK.” Keluh Soo Ho meremehkan
Anak-anak di TK sangat kreatif.” Kata Ryang Ha lalu meminta Young Il untuk mengambil poster itu.

Bo Nui mengerjakan pekerjaan paruh waktunya di pom bensin, mulai mengisi bensin mobil pelangganya. Setelah selesai dengan ramah Bo Nui berpura-purasedang melakukan acara giveaway harian, lalu bertanya zodiaknya di tahun cina. Si pelanggan menjawab lahir di sapi.
Itu terlalu buruk. Hari ini, kami memberikan hadiah kepada pelanggan yang tahun kelahirannya adalah tahun harimau.” Ucap Bo Nui lalu mengucapkan terimakasih lalu ponselnya kembali berdering dengan keras.
Dae Hae melihat agenda sebuah artikel  [Apa Ini Obat Ajaib?] lalu langsung bergegas berdiri ketika melihat Bo Nui yang datang menemuinya ditaman lalu mengajaknya untuk duduk bersama bahkan memberikan minuman juga. Dae Hae bertanya apa bisa memberikan surat mobilnya.
Aku akan memberikannya kembali ketika kau membayarku. Apa kau akan membayarku sekarang?” ucap Bo Nui dengan wajah penuh harapan.
Apa kau ingin menyimpan mobil? Silahkan... Simpan saja.” Kata Dae Hae, Bo Nui kesal memilih untuk pergi saja. Dae Hae pun menarik Bo Nui untuk kembali duduk.

Kau akan menyesal jika kau pergi sekarang, ayolah duduk dulu” ajak Dae Hae.
Tn. Won... Hidupku penuh penyesalan.” Kata Bo Nui pergi, Dae Hae kembali mengajak Bo Nui untuk duduk lebih dulu menyarankan agar tak mengatakan apapaun hanya tetap berdiri saja lalu melihat poster ditanganya
Permainan yang kita rencanakan bersama-sama terakhir kali. Kita mengajukan ini, kan?” ucap Dae Hae, Bo Nui melihat poster [Kompetisi Terbuka untuk Ide Game Baru]
“Proposal kita melewati babak penyisihan.” Kata Dae Hae
Bo Nui tak percaya, Dae Hae menyakinkan menurutnya untuk apa bohong mengenai hal ini, jadi mereka harus menyiapkan presentasi karena Pemenang mendapatkan 30,000 dolar, menurutnya sekarang memikirkan tentang kemenangan itu dan  tandatangani kontrak setelah itu mereka akan mendapatkan sejumlah besar uang. Keduanya menjerit bahagia, Bo Nui merasa semuanya itu memang luar biasa lalu mengajak Dae Hae untuk mempersiapkan presentasi dan bertanya kapan waktunya. Dae Hae menjawab besok. Bo Nui melonggo mendengarnya. 


Di sebuah gedung yang terlihat usang
Dae Hae membuka pintu dan menyalakan lampu ruangan, keduanya masuk ke dalam. Ia berkomentar kalau ruanganya jadi berantakan  Bo Nui sudah tak berkerja lagi ditempat itu.  Bo Nui mengatakan tidak bisa datang untuk bekerja karena harus mengejar Dae Hae.
Ya ampun. Bagaimana kita bisa mempersiapkan presentasi ini dalam sehari?” keluh Bo Nui duduk dikursi
Ponselku ditangguhkan seperti yang kau tahu. Aku terlambat mengetahuinya.” Kata Dae Hae yang baru bisa mengaktifkan ponselnya.
Tidak mungkin. Kita tidak punya apa-apa untuk ditunjukkan.Kita tidak dapat menyelesaikannya tepat waktu.” Ucap Bo Nui merasa tak yakin
Bo Nui. Jangan katakan itu tidak mungkin Bahkan jangan berpikir tentang hal-hal negatif. Ini adalah kesempatan besar bagi kita, berpikirlah tentang hal ini. Kita bekerja sangat keras dan menuangkan hati kita untuk membuatnya.” Jelas Dae Hae, Bo Nui menatapnya terlihat tak merasa yakin

Bo Nui menatap sekeliling ruangan yang pernah menjadi tempat kerjanya selama ini hanya mereka berdua saja tapi terlihat semuanya berjalan dengan baik untuk kompetisi gamesnya.
Bo Nui, kita akan menang. Kita pasti akan menang dan mendapatkan 30,000 dolar. Dengan uang itu, aku dapat membayarmu dan menyelesaikan IF. Ayo kita mendapatkan beberapa uang. mengerti?” ucap Dae Hae  berusaha untuk menyakinkan.
“Ahh... Kita telah mengabaikan bayi kita. Apa kita akan menghidupkannya kembali? “ ucap Bo Nui mulai menemukan semangatnya.
“Baiklah! Ayo kita bekerja! Aku akan pergi mengambil vitamin dan suplemen yang paling mahal.” Kata Dae Hae, Bo Nui sudah siap berkerja. Dae Hae tiba-tiba bertanya apakah Bo Nui punya uang, Bo Nui berteriak kesal. Dae Hae pun keluar untuk membeli vitamin.
Dibagian depan terlihat nama perusahaan Dae Hae [Daebak Soft]

Pagi harinya
Keduanya sudah keluar kantor, Dae Hae merasa kalau semua ini sebuah keajaiban, memuji Bo Nui memang yag terbaik dan berkerja sangat hebat. Bo Nui nampak kelelahan setelah berkerja semalaman, Bo Nui berharap mereka tidak menyia-nyiakan waktu karena Kualitas tidak sampai ke standarnya.
Jangan mengatakan itu. Ini luar biasa. Jika kita menyelesaikan ini, kita pasti akan memenangkan persaingan.” Ucap Dae Hae melihat proposal ditanganya.
Tn. Won, aku akan mampir ke tempatku dulu dan kita akan bertemu di sana. Kita presentasi di babak kedua, jadi memiliki beberapa waktu.” Kata Bo Nui buru-buru pergi.
Dae Hae menyuruh Bo Nui berganti baju dan mandi, Bo Nui teringat sesuatu sebelum pergi menyuruh Dae Hae pergilah pakai jas dan memakai dasi serta teruslah menghafal script, Dae Hae mengerti. 

Gedung penyelanggaran  Kompetisi Terbuka untuk Ide Game Baru, dibagian depan terdapat spanduk  [Presentasi untuk Game Baru] dan sudah banyak orang yang berkumpul. Bo Nui pun datang ke tempat presentasi, ia mulai menaburkan garam dibawah bangku untuk peserta, jalan masuk, sampai dibawah standing Banner. Tiba-tiba ia kejutkan oleh  sosok badut yang menatapnya ketika sedang menaburkan garam.
Ia pun berdiri menyapanya mengetahu kalau pasti orang itu merasa panas karena pernah melakukannya, lalu memberikan semangat agar orang itu bisa melakukan perkerjaan dengan baik dan buru-buru pergia agar tak dicurigai.
bersambung ke part 2
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar