Sabtu, 21 Mei 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 6 Part 2

Di dalam kamar tidur
Hee Ran berbaring ditempat tidurnya sambil menopang kepala sudah tahu betul sifat dari temannya, kalau Hae Yung bukan tipe orang yang langsung jatuh cinta pada seseorang. Menurutnya aneh ketika temanya itu tiba-tiba  membatalkan pernikahannya.
Kupikir itu pasti karena ada yang  merasukimu atau kau sudah gila. Aku tidak bisa memprediksi  jalan pikiranmu. Kau seperti orang yang berbeda Dan sekarang juga. Kau beda sekali dari biasanya dan kau jatuh cinta pada Park Do Kyung. Aku penasaran apa bagusnya  orang itu.. sampai kau tertarik padanya.” Ucap Hee Ran heran.
Dari awal aku melihatnya.... aku hanya... mengungkapkan isi hatiku padanya.” Akui Hae Young, Hee Ran bertanya apa yang diungkapkan oleh temanya.
Sesuatu yang tidak bisa kukatakan pada orang lain.” Akui Hae Young 

Flash Back
Hae Young mengakui pada Do Kyung  kalau dicampakkan sehari sebelum pernikahannya,  dengan calon suaminya yang berkata  tidak yakin untuk untuk mencintainya selama sisa hidupnya serta merasa tidak tahan melihat caranya makan sambil menangis dan tertawa.
Anehnya, aku cerita  semuanya padanya.” Ungkap Hae Young juga aneh
Ketika di kamar Do Kyung, Hae Young dengan mudah menceritakan saat masih SMA, “Waktu pemilihan ketua kelas...aku cuma dapat satu suara. Aku memilih diriku sendiri. Karena aku khawatir tidak akan mendapatkan satu suara.

Setelah aku mengungkapkan satu hal itu saja, aku jadi keterusan cerita padanya.” Kata Hae Young
Kau ternyata langsung menyadarinya. Bahwa ternyata Park Do Kyung adalah orang yang kau andalkan. Begitulah hubungan pria dan wanita. Menit pertama kau bertemu dengannya, kau bisa cerita semuanya padanya... setelah kau menyadari dialah pria yang bisa kau andalkan. Bahkan semua hal yang tidak kau ceritakan pada sahabatmu.” Jelas Hee Ran dengan menyandarkan diri di tempat tidurnya.
Jadi menurutmu apa artinya ini?” tanya Hae Young
Karena itu antara seorang pria dan wanita. Apapun bisa terjadi antara seorang pria dan seorang wanita. Terlepas dari seberapa dekatnya  aku denganmu, ada banyak hal yang juga belum kuceritakan padamu. Tapi aku cerita semuanya  kepada kekasihku. Dibandingkan persahabatan kita  selama satu decade, hubunganku yang baru seumur jagung dengan seorang pria ternyata lebih nyaman. Begitulah hubungan antara pria dan wanita.” Jelas Hee Ran, Hae Young bisa tersenyum mendengarnya. 


Beberapa saat kemudian keduanya nampak tertidur, dengan Hae Young berbaring dibawah, tapi kantuknya juga tak kunjung datang dan memilih untuk membuka matanya.
Pesan dari Do Kyung masuk Pulang dan tidurlah.Hae Young membiarkan ponselnya dan berpikir tak perlu memperdulikanya. Pesan kembali masuk Aku tidak akan mengatakan apa-apa.
Hae Young berusaha untuk menutup semua wajahnya dengan selimut, tapi akhirnya membuka kembali dan keluar dari rumah dengan membawa sepedanya. Hee Ran berteriak memanggilnya untuk tidur saja dirumahnya karena sudah larut malam, tapi Hae Young memilih untuk pergi dengan menaiki sepedanya. Hee Ran pikir temanya itu memang sudah gila.

Hae Young tersenyum bahagia sambil mengendarai sepedanya tanpa peduli sudah larut malam menyebarangi sungai Han dan jalanan yang sedikit gelap dan sepi. Senyuman tak  bisa ditutupinya karena Do Kyung yang memintanya untuk pulang dan tidur dirumah.
Ketika sampai rumah  Hae Young penuh semangat sambil menuntun sepedanya, ternyata Do Kyung sudah berdiri didepan pintu menatapnya. Senyum Hae Young sempat ditutupinya dengan wajah binggung, keduanya nampak canggung dan Do Kyung memilih masuk rumah tanpa mengatakan apapun. Hae Young pun memperlihatkan wajah cemberutnya seakan tak peduli, tapi saat menaiki tangga mengeluh pada dirinya yang seharusnya tak boleh datang secepat ini. 

Hae Young masuk rumah dengan wajah cemberut dan melepaska sepatunya dengan kasar agar membuat suara, menyalakan lampu dan sengaja membuat langkah kakinya terdengar ke dekat tempat tidur. Matanya melirik, terdengar suara Do Kyung menyuruhnya untuk tidur saja.
Kenapa Oh Hae Young datang? Apa dia akan datang lagi?” tanya Hae Young  Do Kyung mengatakan tidak akan karena sudah tidak ada urusan lagi dirumanya.
Aku akan memintamu lagi jangan dipikirkan tentang rekaman itu. Aku memang ceroboh seperti ini. Lagipula, aku tidak bisa apa-apa karena hidup sendirian. Jangan terlalu dipikirkan dan merasa tertekan. Itu akan membuatku merasa menyedihkan.” Kata Hae Young, Do Kyung mengerti dan kembali menyuruh Hae Young untuk segera pergi tidur
Dan juga......jangan merekam apa pun dari kamarmu lagi.Jangan lakukan lagi.” Kata Hae Young, Do Kyung mengatakan tidak akan merekam lagi.
Hae Young akhirnya mematikan lampu kamarnya, ketika akan berjalan ke tempat tidur kakinya tersandung meja karena gelap, sambil mengusap kakinya berjalan ke tempat tidur tapi baru saja berbaring kembali lagi bangun.
Aku akan ganti rugi jendelamu.” Ucap Hae Young, Do Kyung mengatakan tak perlu. Hae Young menegaskan tetap akan bersikeras mengantinya lalu kembali tidur. 

Do Kyung menatap alat perekamnya, akhirnya memilih untuk mematikan alat perekam dan melepaskan semua kabelnya. Tiba-tiba mataya kembali melihat bayangan Hae Young, lalu mengatakan “Tanganmu hangat” Do Kyung akhinya menatap ke arah kamar Hae Young terlihat Hae Young yang sudah tertidur lelap. 

Si cantik Hae Young berlatih wall climbing dengan langkah pasti menaiki pijakan diatasnya, pikiran kembali mengingat ucapan Hae Young Sampai kita mengucapkan "Aku mencintaimu" dan "mari kita menikah..." bukankah kita masih main-main? Sebelum aku berucap janji untuk menikah... aku masih menganggapnya main-main.
Lalu perkataanya sendiri pada Do Kyung Kenapa harus Hae Young?<Apa kau tertarik padanya karena kami punya nama yang sama?
Saat itu Hae Young juga mengingat saat temanya itu melompat ke pelukan Do Kyung didepan teman-teman kantornya, Dan Do Kyung membalasnya Apa maksudmu aku berkencan dengan nama yang sama karena aku tidak bisa melupakanmu?Si Cantik Hae Young masih mengingat jelas senyuman Do Kyung yang memeluk Hae Young, seakan penuh dengan bahagia.
Sebelumnya Do Kyung dengan mata sangat serius mengatakan “Kupikir aku bisa memaafkanmu jika alasannya begitu. Jika alasannya kau terserang penyakit dan berusaha menjauhiku. Kau harusnya mati saja. Kau kembali dengan wajah bahagia Yang membuatku sangat marah.
Hae Young tak bisa memegang pijakan tangan dibagian atasnya, akhirnya jatuh melayang-layak diudara terlihat wajah frustasinya. 

Nyonya Heo memuji seorang wanita didepanya kalau semakin cantik saja setiap kali melihatnya, menurutnya Orang akan percaya jika wanita itu  seorang aktris dan berharap mereka bisa bertemu seperti sekarang ini, karena menyukai mereka bisa makan bertiga.
Kukira kau merasa tidak nyaman.” Ucap Tuan Jung, Nyonya Heo merasa tak mungkin seperti itu.
Ini harusnya tidak nyaman bagimu. Nanti jika Ayahku meninggal, aku akan mewarisi segalanya. Jika kau mendekati Ayahku Cuma untuk mengambil warisannya... maka aku yang akan marah.” tegas anak Tuan Jung, bernama Jung Young Joo, suasana nampak sedikit tegang.
Ayahmu ini masih sehat.” Kata Tuan Jung mencairkan suasana.
Dia wanita yang tertua di antara wanita yang pernah Ayah nikahi dan Dia punya perilaku dan latar belakang  yang buruk. Aku penasaran bagaimana cara kau membuat Ayahku jatuh cinta padamu.” Sindir Young Joo

Tangan Nyonya Heo bergetar sangat keras, bibirnya menahan amara akhirnya keluar juga suara dengan nada amarah, Young Joo pikir Nyonya Heo lebih baik tenang saja, karena menurutnya sangat susah menghasilkan uang. Nyonya Heo hanya bisa menarik nafas panjang mengatur nafasnya, Tuan Jung heran melihat sikap anaknya itu dan meminta Nyonya Heo tak perlu memikirkanya.
Young Soo memilih untuk meninggalkan meja, Tuan Jung bertanya mau kemana anaknya. Young Soo mengatakan akan  melakukan operasi. Nyonya Heo memalingkan wajah tak ingin menatap anak tuan Jung, Akhirnya Tuan Jung menenangkan Nyonya Heo untuk tak diambil hati ucapan anaknya karena tahu Young Joo suka bicara kasar, tapi berhati baik.Nyonya Heo merengek tidak bisa hidup bersamanya di satu atap.


Hae Young yang akan masuk restoran menyapa Young Soo sudah Lama tidak berjumpa, padahal ingin mengontak karena banyak ketinggalan informasi, lalu bertanya apakah Semuanya baik-baik saja. Young Joo mengatakan baik-baik saja.
Ayahmu sehat, 'kan?” tanya Hae Young
Dia ada di sebelah sana, Sepertinya akan menikah lagi.” Komentar Young Soo
Yah, aku juga tidak berpikir Ibuku adalah cinta terakhirnya.” Balas Hae Young bisa mengerti
Di antara perempuan yang dinikahi Ayahku, Ibumu sepertinya polos dan dia tidak  mengejar uang Ayahku. Bagaimana kabar Ibumu?”tanya Kyung Joo. Hae Young mengatakan keadan ibunya sudah pasti baik-baik saja. 

Didalam ruangan, Tuan Jung menenangkan Nyonya Heo dengan memijat punggungnya meminta agar tak diambil hati, Nyonya Heo masih saja nampak kesal dengan ucapan Young Joo. Hae Young mengetuk pintu untuk menyapa tuan Jung, nampak Tuan Jung agak kaget melihat mantan anaknya datang. Hae Young menanyakan keadaan Tuan Jung.
Kupikir tadi Ibumu yang dating, Kau makin mirip saja dengan Ibumu Lalu Ada apa kemari?” kata Tuan Jung, Nyonya Heo melirik siapa yang datang, matanya melotot kaget dan nampak gelisah dengan tangan terus meremas roknya.
Aku ingin bertemu seseorang disini. Tapi aku tak sengaja bertemu  dengan Young Joo Unni di lobby.” Cerita Hae Young lalu menyapa calon istri Tuan Jung yang baru.
Tiba-tiba wajahnya terkejut melihat sosok orang yang dikenalinya, Tuan Jung ingin memperkenalkan Hae Young tapi binggung untuk menjelaskanya. Hae Young pun mengaku kalau ia adalah putri dari Tuan Jung, Nyonya Heo sangat kaget sambil menatap Hae Young dan keduanya saling menatap. Tuan Jung pun memberitahu kalau Hae Young adalah anak dari mantan istrinya.
Ketika ingin mengenalkan Nyonya Heo, nampak binggung juga. Hae Young merasa sudah mendengarkan berita dari Young Joo, kalau wanita itu adalah yang ingin dinikaihi oleh mantan ayah tirinya. Tuan Jung malu-malu mengatakan kalau mereka belum menentukan tanggalnya, lalu mengajak Hae Young untuk main golf bersama Young Joo juga, Hae Young nampak melirik sinis pada Nyonya Heo yang gugup mengetahui kalau ibu Hae Young mantan istr Tuan Jung. 

Nyonya Heo pun berjalan cepat ke arah lift, Hae Young mengikutinya dari belakang dengan menyindir calon suami Nyonya Heo itu tidak mengantarnya pulang. Nyonya Heo berusaha untuk terus menekan tombol lift untuk segera datang dan wajahnya berusaha untuk tetap tenang, Hae Young dibelakangnya nampak sangat sinis.
Kau bilang aku akanmengikuti takdir Ibuku dan selalu mendekati pria lain. Ini lucu sekali. Sekarang kau malah mendekati  pria yang dicampakkan oleh Ibuku. Dan Ibuku adalah istri keempatnya. Jika dia menikah lagi kali ini... maka kau akan menjadi istri kelimanya. Bukankah itu sedikit memalukan menjadi istri kelima?” ucap Hae Young sinis
“Lalu Kenapa!!!! Kau sekarang sudah mulai berkuasa, hah? Kenapa memangnya ? Apa Kau mau berusaha menghancurkan pernikahanku?” teriak Nyonya Heo
Aku ingin menghancurkannya sama seperti pernikahanku. Aku ingin menghancurkannya.” Tegas Hae Young penuh dendam
Kaulah orang yang menghancurkan pernikahanmu sendiri, bukan aku.!!” Teriak Nyonya Heo lalu masuk lift dan langsung menekan tombol untuk menutup pintu. 


Hae Young berjalan dengan tatapan kosong, pikirannya seperti melayang jauh.
Flash Back
Hae Young membawakan segelas kopi ke diatas meja ponselnya bergetar tapi dibiarkan begitu saja. Tiba-tiba kepalanya dari belakang di pukul seseorang, pegawai yang sedang berdiri dari tempat Hae Young pun nampak ikut terkejut. Hae Young kaget melihat Nyonya Heo sudah ada dibelakangnya.
Beraninya kau mengabaikan  telepon dariku!! Apa begitu  caramu  diajari oleh orang tuamu? Ah.... Benar juga, kau jarang diperhatikan oleh orang tuamu. Jadi kurasa memang tidak ada harapan lagi.” Teriak Nyonya Heo yang membuat semua orang bisa mendengarnya. Hae Young berjalan ke lorong kantornya dan Nyonya Heo masih mengikutinya sambil mengoceh.
Kau bilang orang tuamu itu profesor, jadi aku menerima kata-katamu. Tapi ternyata, Ayahmu berselingkuh dengan mahasiswa di tempat dia mengajar. Dan juga Ibumu selingkuh dengan rekan kerjanya. Karena skandal itu, mereka berdua dipecat dari kampus.” Ucap Nyonya Heo menyindir

Do Kyung juga tahu itu semua dan Aku tidak menyembunyikan apa pun. Lalu memang benar bahwa orang tuaku mengajar di kampus yang berbeda.” Kaya Hae Young membelar diri
Hei, lebih banyak lagi alasan dari itu semua!!” teriak Nyonya Heo dengan mendekatkan wajahnya ke Hae Young
Apa mereka itu sedang bersaing  siapa yang akan menikah lagi? Bagaimana mereka memacari seseorang, lalu selalu putus dan putus lagi?” sindir Nyonya Heo menghela nafas, Hae Young hanya diam saja tanpa membalas
Kau juga punya banyak saudara tiri!!!. Kapan terakhir kali kau melihat orang tuamu? Apa mereka bahkan  tahu kalau kau itu masih hidup?” ucap Nyonya Heo sambil mendorong bahu Hae Young. 


Hae Young duduk diam dalam kamarnya yang gelap, terdengar terikan Nyonya Heo sambil mengedor pintu kalau tahu Hae Young ada di dalam. Hae Young nampak frustasi dengan menutup telinganya tak ingin mendengarkan terikan Nyonya Heo.
Di sebuah cafe
Nyonya Heo mengatakan tidak akan datang  ke pernikahannya besok. Hae Young pikir tak perlu. Nyonya Heo mulai mengumpat Hae Young itu si jalang dengan mata melotot.
Darah lebih kental daripada air. Aku sudah mengirimkan rekamannya. Apa Kau sudah mendengarnya?” tanya Nyonya Heo
Aku tidak akan mendengarnya.” Jawab Hae Young
Dengarkan itu.... Jika kau menikah dengannya tanpa mendengarkan itu maka kau akan menyesalinya selama sisa hidupmu. Kau pikir ini cinta, kan?” ucap Nyonya Heo menyindir. 

Si cantik Hae Young berjalan dengan tatapan kosong masih mengingat ucapan Nyonya Heo setahun yang lalu Do Kyung tidak mencintaimu.”  Hae Young berjalan melihat Si cantik Hae Young berjalan didepanya. Si cantik Hae Young melambaikan tangan dengan senyuman, Hae Young menundukan kepala dan berusaha untuk berlalu. Si cantik Hae Young pun menahanya.
Kenapa kau bersikap seperti ini? Kau membuatku tidak enak. Jangan bersikap seperti itu  di sekitarku.” Ucap Si cantik Hae Young, Hae Young tanpa banyak kata memilih untuk pamit saja.
Hae Young.... Kau mau pergi minum denganku malam ini? Aku ingin minum malam ini. Ah.. Tidak, aku sangat ingin mabuk malam ini.” ajak si cantik Hae Young, Hae Young menolak dengan alasan sudah ada janji. Si cantik Hae Young pun memilih untuk minum sendirian saja, Hae Young pun pergi tanpa memperdulikanya. Si cantik Hae Young pun berjalan tak menutupi perasaan sedihnya. 

Hae Young mengeluarkan sebuah kotak diatas tempat tidurnya, masih tersimpan foto dirinya saat mencium pipi Do Kyung yang terlihat sangat bahagia. Lalu mengeluarkan sebuah ponsel dan mencoba menyalakan, masih disimpan foto kenangan dengan Do Kyung semasa pacaran. Senyumannya terlihat mengingat semua kenangan manis dengan Do Kyung hanya dari foto.
Flash Back
Nyonya Heo  meminta untuk mendengarkan rekaman yang dikirimkanya karena menurutnya jika Hae Young mau menikah tanpa mendengarkanya maka akan menyesalinya selama sisa hidupmu.
Hae Young akhirnya mendengarkan suara yang dikirimkan Nyonya Heo dari laptopnya. 

Nyonya Heo nampak gelisah menelp seseorang dan akhirnya marah-marah sendiri karena dan terus mencoba menelpnya. Sesampai didepan rumah anaknya, sambil mengumpat ingin masuk rumah. Tiba-tiba terdengar suara yang memanggil Nyonya Heo. Soo Kyung keluar dari semak-semak sambil makan permen lolipop, meminta untuk mendekat. Nyonya Heo malah ketakutan dan memilih untuk kabur.
Soo Kyung pun marah mengejarnya karena Nyonya Heo malah menjauh, dengan mudah menangkap Nyonya Heo karena sebelumnya sudah memperingati untuk tak datang lagi ke rumah sambil memutar-mutarkan badan Nyonya Heo seperti komidi putar.
Apa yang kukatakan padamu  kalau aku melihatmu datang kemari? Kenapa? Kau datang untuk mengambil uang Do Kyung lagi?” teriak Soo Kyung membuat Nyonya Heo untuk tepat berada didepanya.
Oh Hae Young sudah kembali.” Ucap Nyonya Heo ketakutan. Soo Kyung pikir kenapa memangnya karena sudah mengetahuinya lalu melepaskan cengkramanya.
Dia adalah putri dari mantan istrinya CEO Jang. Ibunya salah satu wanita yang dinikahi CEO Jang.” Cerita Nyonya Heo sambil menangis, Soo Kyung nampak kaget dan baru mengetahu hal itu. 

Nyonya Heo membersihkan kakinya karena melepaskan sepatu saat berlari,  Soo Kyung berjalan mondar mandir sambil mengumpat Pak tua sialan, Nyonya Heo merasa tak terima harus menikah berkali-kali membuatnya susah saja, menurutnya Hae Young akan segera bertindak.
Jika dia mulai menjalankan aksinya... aka aku mungkin tidak bisa  menikah dengan CEO Jang. Do Kyung tidak akan mau melihatku lagi. Itu artinya aku tidak akan bias dapat uang dari mana saja.” Cerita Nyonya Heo
Kau rupanya sudah mengakuinya, kan? Kaulah yang memisahkan Oh Hae Young dari Do Kyung.... Sudah kuduga.” Ucap Soo Kyung
Hei! Tanyakan saja pada dunia. Mana ada Ibu yang akan membiarkan anaknya menikahi seorang gadis dari keluarga seperti itu? Orangtuanya menikah dan bercerai berkali-kali. Apa yang dia pelajari  dari orang tua seperti itu?” ucap Nyonya Heo membela diri
Lalu bagaimana denganmu, Ibu Jika Ibu menikah dengan CEO Jang, Maka ini akan jadi pernikahan ketigamu.” Balas Soo Kyung menyindir

Nyonya Heo merasa Tiga kali masih kecil dibandingkan dengan Ibu Hae Young,  menurutnya Ibu Hae Young itu memilih orang begitu saja karena Banyak sekali pria yang didekatinya bahkan tidak peduli dengan anak-anaknya sendiri karena yang diketahuinya cuma mendekati pria. Soo Kyung hanya bisa memegang tengkuknya seperti nampak menahan amarah, Nyonya Heo dengan santai mengejek Ibu Hae Young itu sudah gila. Soo Kyung akhirnya tak tahan dan mulai berteriak pada ibunya.
Jangan buat Ibunya sebagai alasan! Kau tidak menghentikan pernikahan mereka karena alasan itu. Ibu dan aku tahu betul itu, bahkan Semua orang mengetahuinya” teriak Soo Kyung, Nyonya Heo yang sedang minum seperti kaku tak bisa bergerak sedikitpun.
Kau tidak ingin sumber harta  karunmu diambil, 'kan? Bahkan jika kau mengambil semua uang dari suaminya... maka istrinya pasti terlalu bodoh  untuk mengatakan sesuatu. Oh Hae Young itu pintar. Kau takut dia akan mengambil sumber harta karunmu. Makanya kau merusak pernikahan mereka,  ya 'kan?” teriak Soo Kyung bertolak pinggang. Nyonya Heo berdiri dan mulai ikut berteriak

Maaf yah…. Hewan sekali pun tahu hukum moral dalam hubungan keluarga. Sekali pun Ibu mengganggu Hae Young... dia tidak akan mengatakan apa pun pada Do Kyung. Dia tidak mengatakan apa pun supaya tidak menimbulkan pertikaian antara Ibu dan anak.Begitulah dia sangat mencintai Do Kyung. Ketika dia sebaik itu... tapi apa yang telah kau lakukan hingga membuatnya menghilang sehari sebelum pernikahannya? Apa yang kau perbuat?!!” teriak Soo Kyung dengan mencengkram lengan ibunya,
Nyonya Heo nampak kebinggungan dan tubuhnya bergetar dengan mata memerah. Akhirnya ia memilih untuk kabur saja, Soo Kyung pun memperingatakan tak akan tinggal diam jika ibunya datang lagi kerum

Do Kyung pergi ke pinggir danau lalu berlari diatas pasir yang terlihat seperti pasir pantai. Setelah itu melihat tekstur dari pasir dengan tanganya, Park Hoon dkk membawa barang-barang ke tempat Do Kyung berada nampak terlihat sangat banyak dan berat.
Ketiganya langsung jatuh lemas, Do Kyung melihat tekstur pasirnya cukup bagus dan menyuruh mereka untuk mengunakan saringan dan menaruh lebih banyak batu. Park Hoon mengeluh sebelumnya kalau Do Kyung menyuruh untuk santai saja, dan tidak usah memikirkan kualitas pekerjaan bahkan seharusnya mempersiapkan film erotis di studio.
Ini namanya bukan santai!!” teriak Park Hoon murka, Do Kyung seolah tak peduli dengan jeritan adiknya.
Cepat lakukan sebelum matahari terbenam.” Kata Do Kyung, semua menjerit kelelahan 

Tapi beberapa saat kemudian, Park Hoon mulai menyaring pasir, Do Kyung memasang mic untuk merekam dan memastikan alatnya berkerja dengan baik. Park Hoon sudah berbaring diatas pasir dengan earphone menutupi telinga dan matanya, datas badanya ditaruh laptop dengan memutar adegan.
Pria muda yang lainya mulai berlari ditempat menyesuaikan dengan adegan seorang pria yang berlari mengelilingi lapangan, pria yang satunya pun memegang mic di bagian bawah agar bisa terdengar jelas. Do Kyung melihat di monitor dan menyamakan dengan adeganya, ketika ada adegan jatuh, si pria yang memegang mic minta izin untuk beristirahat karena melihat si pria muda akan mati kelelahan.
Do Kyung pun memberikan semua anak buahnnya minuman dingin, Park Hoon nampak baru bangun dari tidurnya, si pria yang memegang mic pun marah karena Park Hoon berpikir datang ke lokasi untuk tidur siang. 

Do Kyung memeriksa tasnya dan melihat ada sebuah hardisk external, lalu memasangkan pada laptopnya. Tiga anak buahnya sedang adik main yudo untuk menghabiskan waktu istirahat. Do Kyung melihat file dalam laptopya, teringat kembali perkataan Hae Young Aku akan memintamu jangan memikirkan soal rekaman itu. Jangan merekam apa pun dari kamarmu lagi. Jangan lakukan lagi.Dilayar akan menekan pilihan menghapus file, lalu Do Kyung mengkliknya.
Park Hoon mulai bermain lempar batu ke danau, Do Kyung asik dengan earphonenya duduk dibawah pohon.  Ia mendengarkan suara Do Kyung yang terekam dari kamarnya.
Flash Back
Hae Young duduk diatas tempat tidurnya sambil makan snack mencoba melempar dan menangkap dengan mulutnya, beberapa kali mencoba sampai akhirnya bisa melakukanya dan terdengar tepukan bahagia.
Terdengar bunyi orang berlari dan Hae Young baru datang dengan membawa makanan lalu berlari ke kamar mandi dan terdengar bunyi kentut, ia pun menahan sebelum sampai kamar mandi.
Ada bunyi ketukan pintu, Hae Young berteriak siapa yang datang, Seorang kurir memberitahu ada paket yang datang. Hae Young pun berpura-pura berteriak “Sayang, paketnya sudah datang.” Lalu menerima paket untuk dirinya, setelah menutup pintu kembali berpura-pura memanggil suaminya. Ia pun nampak bahagia melihat tas yang dibelinya secara online.
Aigoo, aku memang cuma  punya satu pintu disana, entah kenapa aku merasa aman. Tapi dalam keadaan darurat, aku tidak boleh masuk, 'kan? Dasar Sial, privasi antara pria dan wanita sangat berlaku disini. Padahal Aku harusnya yang mengganjal pintunya. Kenapa dia yang melakukannya?” keluh Hae Young membuka pintu dan hanya terlihat papan rak yang menutupi jalanya.

Hae Young baru selesai dari kamar mandi dan bersiap-siap untuk tidur dengan mematikan lampu, kakinya tersandung meja karena ruangan gelap  lalu menjerit kesakitan naik keatas tempat tidurnya.
Do Kyung terus mendengar ucapan Hae Young yang terekam dalam kasetnya.
Ya Tuhan dan para Dewa yang terlalu sibuk mengurus orang-orang di dunia ini....karena Engkau sibuk memeriksa kehidupan malang mereka... Maka Engkau akan sibuk merawat mereka tapi kalau ada waktu.. tolonglah datang untuk merawatku, Oh Hae Young Bukan si cantik Oh Hae Young. Mampirlah ke kehidupan si biasa Oh Hae Young di rumah kecilnya di Pyungchang-dong. Berikanlah aku kekuatan... isi ulang diriku dengan kekuatan yang cukup.” Ucap Hae Young yang di kamar mandi untuk buang air besar.
Jika Engkau masih punya waktu luang... ketika sudah ada disini... ada satu pria bermata indah yang memutuskan untuk hidup sengsara. Mampirlah rawat tetanggaku itu. Tolong bantu dia menjadi dirinya sendiri lagi.
Do Kyung pulang mengendarai mobilnya di malam hari, pikiran kembali mengingat rekaman suara Hae Young yang kesakitan dan mengutarakan perasannyaBisakah kau memikirkanku dan pulang lebih cepat? Aku Bukannya memintamu  membalas perasaanku.< Aku cuma kesepian, itu saja.


Ibu Hae Young sibuk membuat kimchi, si bibi kembali datang dengan meminta agar mencicipi. Ibu Hae Young pun menyuapinya, Si bibi memuji kimci buatan Ibu Hae Young sangat enak bahkan Suami juga minta kimchi buatan ibu Hae Young. Ibu Hae Young memberitahu sudah membuat kimchi lobak juga jadi memperbolehkan untuk mengambilnya. Si bibi pun mengucapkan terimakasih dengan menutup kotak makannya.
Tapi, akankah Hae Young datang ke pernikahan sepupunya?” tanya si bibi
“Memang Kenapa? Apa Kau tidak mau dia datang?” ucap ibu Hae Young nampak kesal
Bukan begitu.... Aku takut dia nanti merasa tidak nyaman. Setelah hari itu, ini pertama kalinya dia bertemu semua kerabatnya. Bukankah itu jadi tidak nyaman baginya?” kata Bibi, ibu Hae Young berjalan untuk mencuci piring.

Tidak ada yang berbicara tentang hal itu secara terbuka. Semua orang berspekulasi apa alasannya. Itu keputusan hidup yang sangat penting. Sehari sebelum pernikahan harus ada alasan yang serius kenapa bisa dibatalkan. Siapa yang tahu? Mungkin Hae Young dicampakkan, tapi dia mengatakan sebaliknya.” Ucap Bibinya kembali menyerocos seenaknya.
Ayah Hae Young menengok dan nampak panik, Ibu Hae Young melempar lap ke dalam bak cuci piring. Bibinya mulai ketakutan, Ibu Hae Young melepaskan celemeknya dan juga bajunya, terlihat baju dalam berwarna putih. Ayah Hae Young berusaha menahanya. Bibinya berusaha untuk menjelaskan tapi Ibu Hae Young membalikan badan dan melempar bajunya. Ayah Hae Young menahan istrinya agar tak melakukan tindakan kekerasan. Bibi nampak ketakutan dengan menutup kepalanya saat ibu Hae Young semakin mendekat, tapi terlihat ibu Hae Younng malah tersenyum.

Aku cuma akan bertindak sejauh ini saja. Hae Young mungkin datang ke pernikahan putrimu dengan seorang pria Dan pria itu cukup mempesona. Dia mungkin membuat menantumu kalah saing. Lalu Bagaimana ini? Haruskah aku  katakan padanya jangan datang saja? Tapi mereka akan menjadi keluarga.. jadi mereka harus kenal masing-masing keluarga, 'kan?” ucap Ibu Hae Young bangga
“Jadi Hae Young sudah punya pacar?” ucap si bibi tak menyangka
Dia tinggal di Pyungchang-dong” kata Ibu Hae Young memakai kembali bajunya, Tuan Oh pun memberitahu pria itu adalah  CEO dari sebuah perusahaan,

Hae Young menjemur pakaian dalamnya, lalu terdengar ketukan pintu, kurir pizza datang membawakan pesanan. Hae Young kembali berpura-pura berteriak “Sayang, pizzanya sudah datang… Ayo makan.” Do Kyung ada dikamarnya bisa mendengar teriakan Hae Young.
Sementara Hae Young menerima pizza sambil menanyakan berapa harganya, kurir memberitahu totalnya 22.000 won.  Hae Young pun kembali ke kamar untuk mengambil dompet dan kembali berpura-pura berteriak “Sayang, pizzanya sudah datang.”  Do Kyung mendorong raknya dan masuk ke dalam kamar Hae Young.
Hae Young melotot kaget melihat Do Kyung datang duduk didepan meja sambil membuka kotak pizza, lalu Do Kyung berkata kalau Hae Young yang akan membayarnya. Hae Young pun membayar pizzanya dan mengunci pintu, lalu matanya tersadar dengan pakaian dalam yang baru dijemurnya, akhirnya ia buru-buru menaruh kembali dalam ember untuk menyembunyikanya.

Kapan kau masuk? Aku cuma ingin menunjukkan kalau  aku tidak tinggal disini sendirian. Aku cuma melakukannya karena alasan itu dan Aku tidak mau kau salah paham.” Ucap Hae Young mendepak embernya
Aku akan memindahkan rak ke pintu masuk. Jika ada orang asing masuk, kau bisa melarikan diri dan Kau boleh menaruh kunci disini.” Ucap Do Kyung menunjuk pada pintu
Hae Young melotot binggung, Do Kyung kembali ke kamar dengan menutup pintu lalu kembali masuk dengan membawa lampu tidur, menyuruh untuk menaruh di dekat tempat tidurnya jadi  takkan tersandung sesuatu dalam gelap, karena sangat berisik. Sebelum pergi memberitahu kalau itu lampu kuno, Hae Young pun duduk diam didepan meja nya.
Lalu ia bertanya menawarkan Do Kyung untuk makan pizza, Do Kyung mengatakan tak ingin. Hae Young pun makan pizza sendirian walaupun terlihat nampak tak enak hati. 



Hae Young berbaring di tempat tidur sambil memainkan lampunya, menyalakan dan mematikanya, senyumanya terlihat. Do Kyung bisa mendengarkan bunyi tombol lampu dinyala dan matikan, mengeluh suaranya berisik. Hae Young pun mematikan lampunya dan menarik selimutnya dengan senyuman bahagia. 
bersambung ke episode 7

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


4 komentar:

  1. unnie tlg tetap semangat ngelanjutin sinopnya ya soalnya aq suka banget ceritanya. Natural n menarik...

    BalasHapus
  2. Anneyong unni dee. ,
    Baca tulisan ini berasa kaya nonton dramanya langsung dech..menurutku unni ini penulis yg hebat,sampai bisa nulis sinopsis yg tulisannya ngena bnget gini..
    Semangat terus ya kakak......

    BalasHapus
  3. Anneyong unni dee. ,
    Baca tulisan ini berasa kaya nonton dramanya langsung dech..menurutku unni ini penulis yg hebat,sampai bisa nulis sinopsis yg tulisannya ngena bnget gini..
    Semangat terus ya kakak......

    BalasHapus
  4. Seru banget cerita y, makasih sinopsis y

    BalasHapus