Rabu, 04 Mei 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 1 Part 2

Hae Young dan Kim Hee Ran duduk didepan minimarket dengan sedikit mabuk. Hae Young mengajak temanya untuk taruhan apa yang akan dilakukan temanya jika minum dalam satu kali tegukan. Hee Ran yakin temanya itu pasti tak akan bisa, Hae Young menantang kalau ia bisa melakukanya. Hee Ran pun akan memberikan 10.000 kalau memang Hae Young bisa melakukanya, keduanya menaruh selembar uang 10ribu won.
Pertama-tama Hae Young membuka botol lalu langsung mengambil dengan mulutnya dan meminumnya, beberapa detik kemudian Hae Young langsung memuncratkan semua minuman karena tak bisa minum satu kali teguk. Hee Ran menjerit terkena muncrat air. Hae Young mengeluh padahal sebelumnya bisa memasukkan semuanya dalam mulutnya sekaligus.
Hee Ran mengambil tissue merasa pasti akan ada orang yang mengejeknya yang dilakukan temnnya yang sudah berumur 32 tahun. Hae Young merasa sedang  tak bisa mengontrol pernapasannya, karena sebelumnya berhasil melakukanya. Akhirnya Hae Young penasaran mencoba minum kembali, tapi yang terjadi tubuhnya malah terjungkal dari kursi. Hee Ran kembali menjerit kaget dan beberapa orang yang melihatnya hanya melihat saja. Hae Young mulai menjerit kesakitan. 

Do Kyung mencari keyword  [Déjà vu] dengan melihat beberapa artikel yang ditemukan dilayar komputernya lalu ia berdiri sendirian didepan gedung. Jin Sang baru datang menyapa Do Kyung yang tiba-tiba mengajaknya untuk minum lalu bertanya apa yang ingin diminum Soju, bir. Tiba-tiba Do Kyung melihat sesuatu yang terjadi didepanya.
Jin Sang melihat wajah Do Kyung hanya diam saja, berpikir ingin minum “some”(campuran Soju dan Bir) Do Kyung melihat ke arah atas gedung lalu menyuruh Jin Sang agar memindahkan parkiran mobilnya ke tempat lain. Jin Sang pikir tak masalah karena tidak akan dapat kartu tilang jam segini. Do Kyung berteriak mendorong Jin Sang agar temanya itu memarkir mobilnya di tempat lain, Jin Sang heran temannya menyuruh memindahkan parkirannya.

Aku hanya punya firasat buruk, jadi tolong parkirkan saja di tempat lain.” Kata Do Kyung
Do Kyung.... Apa aku harus dapat kartu?” keluh Jin Sang akhirnya berjalan pergi
Do Kyung menariknya temanya agar tak pergi karena menurutnya lebih berbahaya. Jin Sang makin binggung karena sebelumnya menyuruh memindahkan mobilnya dan sekarang tidak memindahkan mobilnya. Beberapa detik kemudian, papan nama di atas gedung jatuh dan langsung menimpa mobil Jin Sang. Alarm mobil pun berbunyi, Jin Sang melonggo melihat mobilnya yang rusak. 


Mobil Jin Sang pun diderek dan melapor pada polisi yang datang kalau papan nama jatuh dengan tiba-tiba. Do Kyung hanya terdiam diujung jalan, Ji Sang mendekati temanya, merasa sebelumnya Do Kyung sudah melihat papan itu  jatuh. Do Kyung hanya diam saja. 

Do Kyung mandi dan kembali melihat bayangan seorang wanita yang mengibaskan rambutnya, ketika membalikan badanya terlihat hidung wanita itu berdarah, seperti mimisan mengaku hanya melihatnya saja. Selesai mandi, Do Kyung meminum air minum kembali melihat wanita yang berjalan ditengah jalan dengan mobil yang lalu lalang, lalu menatapnya seperti dan mengatakan sesuatu. Ia mulai gelisah memikirkan apa yang terjadi dengan dirinya sekarang. 

Do Kyung pergi ke dokter menceritakan hanya melihat saja, dan sebelumnya berpikir itu déjà vu tapi yang diraksan berbeda dari déjà vu. Karena bisa melihat hal-hal yang akan terjadi lalu kemudian apa yang dilihatanya terjadi begitu saja, si dokter seperti tak profesional malah mengambar wajah di dalam berkasnya.
Sekarang aku terus dapat  penglihatan akan wanita ini.” cerita Do Kyung
Apakah wanita itu adalah wanita yang akan kau nikahi?” tanya dokter
Bukan.... Aku belum pernah bertemu dengannya sebelumnya.” Cerita Do Kyung

Lalu Do Kyung berjalan di sebuah trotoar dengan banyak orang yang lalu lalang.
Aku belum pernah bertemu dengannya selama hidupku. Tapi...dia tampaknya seperti seseorang yang pernah kukenal.
Do Kyung berhenti melangkah melihat ke arah depan ada wanita yang dikenalnya, Hae Young dengan tangan di gips berjalan dari arah berlawannya.
 Aku melihat potongan-potongan wajahnya sepanjang hari. Aku berfirasat kalau dia dan aku akan bertemu entah bagaimana. Jalan kami mungkin masti terbentang panjang”
Keduanya berpapasan, Do Kyung sempat menatapnya tapi Hae Young hanya berlalu begitu saja karena tak mengenalinya. Baru beberapa langkah Hae Young berhenti lalu membalikan badanya, keduanya sama-sama menatap. Hae Young seperti tetap tak mengenalnya lalu kembali berjalan, tapi Do Kyung terus saja menatapnya. 


Ibu Hae Young baru pulang dari pasar, Hae Young melihat ibunya akan pulang langsung memanggilnya, tapi ibunya memilih terus berjalan dan mengacuhkanya. Hae Young mengejar ibunya melihat membeli tulang iga sapi untuk menu makan mereka.
Penjual buah menyapa keduanya yang baru lewat, melihat tangan Hae Young yang digips. Hae Young menceritakan terjatuh saat sedang minum. Langka ibu Hae Young terhenti mendengarnya, bibi penjual buah sempat melonggo tapi setelah itu langsung tertawa bersama.
Orang jadi dewasa dan merasakan sakit, 'kan?” komentar bibi penjual buah
Aku menyukai itu, bahkan tidak tahu dimana aku terjatuh.” Kata Hae Young lalu mengejar ibunya yang sudah berjalan dengan langkah cepat.

Hae Young masuk rumah langsung mengambil apel dilemari es lalu masuk kamar sambil mengatakan sangat lapar. Ibu Hae Young dengan tatapan kosong berkata mungkin akan membunuh anaknya hari ini. Tuan Oh membuka pintu kamar Hae Young memintanya untuk keluar. Hae Young binggung tiba-tiba ayahnya menyuruhnya keluar. Tuan Oh meminta sekarang juga tapi istrinya sudah datang.
Apa aku sudah memberitahumu jangan pergi kemana pun? Apa aku sudah memberitahumu jangan sampai kau dilihat oleh tetanggamu?” teriak ibu Hae Young sudah membawakan kaki sapi ukuran besar. Hae Young berlari menghindarinya, keluar dari kamarnya.
Apa kau bilang "Aku jatuh saat sedang minum"? Dasar bodoh!!! Apakah kau tahu yang orang katakan saat kau sedang berjalan di sekitar lingkungan ini? Orang-orang bilang kau itu gila. Kau keluar sekarang!” teriak ibu Hae Young sudah siap memukul anaknya dengan kaki babi
Hae Young berlari keluar dari rumah, kaki babi melayang akhirnya mengenai figura lalu menjatuhkan origami bintang yang ada dalam gelas kaca dan akhirnya pecah berantakan. Hae Young sudah ada didepan rumah, hanya mengunakan sandal dan tak bisa mengunakan jasnya dengan benar karena satu tanganya di gips. 

Park Hoon membuka sebuah kotak ada sepatu, buku dan yang lainnya lalu memasukan semua ke dalam tong besar lalu menyalakan korek tapi koreknya malah tak mau menyala. Dengan penuh amarah mencoba agar menyala korek lalu membakar semua barangnya.
Diatasnya ada sebuah kartu Sekarang marilah kita ingat ini sebagai kenangan indah kita. Jika kita saling bertemu di jalan... ada baiknya kita tersenyum dan saling menyapa. Ah, kuharap kau mengembalikan hadiah yang kuberikan padamu.
Park Hoon ke sebuah kedai kopi dengan membawa kotak besar lalu menumpahkan semua diatas meja, berisi abu sisa bakar mengatakan sudah membawa barang-barangnya, dan mempersilahkan kalau memang mau mendaur ulangnya karena menurutnya itu mengucapkan perpisahan.
Kau ingat saja kita  sebagai kenangan yang indah. Bagaimana kau bisa bicara  tentang semua omong kosong itu? Dasar kau Menyebalkan sekali  Aku seperti orang tolol yang kau mainkan,  apa kau mengerti? Kau bilang "Jika kita saling bertemu, tersenyumlah?" Dasar jalang...” jerit Park Hoon dengan mata melotot
Mantanya terlihat hanya tersenyum, Park Hoon makin melotot menyuruh agar tak tersenyum sambil menjerit histeris dan menendang kursi, beberapa pasangan yang lain ikut tersenyum. Park Hoon semakin histeris menyuruh semua tak tersenyum padanya. 

Seorang pelayan minimarket dengan rambut ombrenya, bernama Yoon Ahn Na menyusun barang-barang dalam rak. Park Hoon masih sangat marah memakan kimbap semuanya, Ahn Na melihatnya berpikir Park Hoon sehabis bertengkardengan seseorang
Hari ini... Aku putus dengan pacarku. Aku harus memikirkan  siapa yang harus kudekati sekarang.” Kata Park Hoon
Siapa yang lebih baik? Aku bukan salah satu dari kandidatmu, 'kan?” ucap Ahn Na dengan bergaya genit.
Park Hoon melihat dari bawah kaki Ahn Na yang jenjang mengetukan sepatunya kelantai dengan rak mini. Ahn Na pun mengodanya dengan memberikan kecupan jauh serta kedipan mata. Park Hoon terdiam melihatnya seperti terpana, memuji kalau Ahn Na itu keren. 

Hae Young melihat di dahinya ada bekas memar, Soo Kyung memakai jasnya sambil berjalan mengatakan  akan keluar ke cabang took untuk melakukan pemeriksaan dadakan. Semua terlihat panik , Hae Young terlihat melamun tak mendengarnya, Manager memanggilnya memberitahu Pemeriksaan dadakan. Hae Young langsung bangun dan sibuk dengan ponselnya.
Jangan menghubungi mereka. Apa Kau tidak dengar kalau itu pemeriksaan dadakan?” Teriak Soo Kyung sinis, Hae Young pun hanya bisa mengedumel sendirian. 

Di restoran
Semua pelayan berkumpul menyambut Soo Kyung yang datang, Manager restoran mengeluh Hae Young tidak menghubunginya karena tak tahu mereka cara menyenangkan hatinya. Hae Young hanya  bisa mengucapkan permintaan maafnya. 
Ini 10 menit sebelum toko dibuka. Kenapa ada benda ini disini?” ucap Soo Kyun melihat standing banner.
Ketika terlihat bagus maka makanan itu baik untuk dimakan. Apa kau tidak akan menempatkan makanannya sesuai warnanya?” kata Soo Kyung melihat jejeran makann
Siapa bilang untuk membuatnya sebanyak ini? Buat yang segar dan jangan terlalu banyak. Bukankah aku sudah memberitahumu supaya makanannya harus siap terus?” komentar Soo Kyung marah sambil melempar selada ke arah pegawai. 
Di bagian pasta
Ada bercak saus yang berceceran, Soo Kyung menarik salah satu pegawai yang bertanggung jawab dengan slayernya untuk mengusap bekas sausnya dan harus memeriksanya setiap lima menit. Pegawai itu hanya bisa maaf.

Soo Kyung pindah ke bagian Pangsitnya, baru mengigit sedikit langsung melepehkanya, berkomentar isi pangsit yang dingin dan langsung menyuapi ke mulut Manager sampai penuh, mengatakan kalau Suhu di dalam dan luar ruangan berbeda. Hae Young hanya bisa melonggo, Soo Kyung juga menyuapi yang pria yang lainya sampai mulutnya penuh pangsit. 
Cabang nomor satu kita adalah barometer nama dagang kita. Tapi kenapa banyak keluhan di toko ini?” ucap Soo Kyung mengangkat berkas sambil membaca komentarnya.
"Stafnya terlalu baik bagi kami untuk mencerna makanan, Mereka bertanya apakah kami membutuhkan yang lain dan bagaimana makanannya, Mereka terlalu banyak bertanya. Semua pegawai dan Hae Young mengikuti Soo Kyung yang berjalan dengan cepat. Manager Restoran mengaku sudah  mengikuti buku panduan. Soo Kyung mengatakan kalau semua pelanggan meminta hal yang sama keesokan harinya.
Aku kebetulan pergi kesana tiga hari berturut-turut dan ditanyai pertanyaan yang sama selama tiga hari.Itu membuatku tidak nyaman sekali."” Kata Soo Kyung membaca komentar sambil pundak Manager dengan berkas.
“Apa Kau tidak ingat pelanggan yang datang kesini tiga hari berturut-turut? Tapi kau mengulang  pertanyaan itu seperti robot. Apa itu namanya keramahan?” omel Soo Kyung kembali membaca komentar lainnya. Jadi aku harus menunggu di belakangnya." "Seorang karyawan menghalangi makanannya selagi dia merapikan makanannya
Sudah kubilang jangan menghalangi jalan pelanggan. Ketika ada banyak pelanggan, apa yang harus kau lakukan? Bawakan aku buku panduannya. Cepat!” jerit Soo Kyung yang membuat semua pegawai berlai berhampuran untuk mengambil buku panduan.

Soo Kyung mulai menyindir Hae Young kalau semua akan baik selama beras yang akan buat langsung dan tidak peduli bagaimana menyajikan hidangan lainnya.
Apa begini caramu mengontrol tokonya, hah?” teriak Soo Kyung sambil melempar semua berkas diwajah Hae Young. 

Semua bersulang dengan Soo Kyung, semua menjerit bahagia karena Direktur mereka akan mentraktir sampai ronde kedua. Soo Kyung tersenyum bahagia, sementara Hae Young terlihat menahan amarah melihat semuanya bahkan seluruh pegawai melawaninya dengan menyuapi selada dan juga daging.
Apa dia memarahimu seharian?” tanya Manager, Hae Young hanya diam terlihat menahan emosi. Manager meminta Hae Young melupakn karena sudah tahu kebiasan Soo Kyung.
“Bukankah aku terlihat menyedihkan? Lihatlah lenganku. Kurasa aku sedikit menyedihkan. Ah... Tidak.... Kurasa aku sangat menyedihkan.” Kata Hae Young melihat semua pelayan melayani Soo Kyung bahkan sampai memberikan tissue juga. Hae Young memilih untuk meminum soju langsung dari botol untuk menghilangkan amarahnya. 

Soo Kyung keluar restoran dengan jalan terhuyung-huyung sambil minum air. Hae Young sudah duduk diluar mengejek karena Soo Kyung kembali pergi sebelum semua orang pulang. Soo Kyung terus berjalan, Hae Young menegurnya kalau seseorang memulai perkelahian dengan orang lain aka dunia akan berakhir besok.
Jadi kau tidak perlu memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika kau ingin membunuh orang itu, kau bisa melakukannya. Jadi dengan orang itu...Tidak masalah untuk membunuh orang itu. Aku akan menganggapnya sebagai rasa kemanusiaan.” Ucap Hae Young dengan tawanya karena mabuk,
Dengan manusia itu dan aku... Jika aku memulai perkelahian dengan manusia itu... Apakah aku akan dipukuli? Aku yakin tidak akan ditepis.” Jerit Hae Young menantang
Aku ragu bahwa dunia akan berakhir besok. Dan Aku akan menerima tantanganmu, sekarang Gulung salah satu lengan bajumu.” Ucap Soo Kyung melempar tasnya dan memberikan tendangan dengan kakinya.
Hae Young bisa menghindarinya, Soo Kyung pun menantang untuk mereka bertanding karena ia juga tidak akan ditepis. Hae Young menayakan alasan Soo Kyung melakukan semua ini padanya. Soo Kyung memberikan botol air minumnya karena Hae Young yang pertama kali ingin bertanding.

Soo Kyung dengan gaya memutar bisa menendang botol air minum sampai terjatuh, Hae Young menjerit menanyakan alasan Soo Kyung yang selalu memarahinya. Soo Kyung mengatakan kalau Hae Young yang tidak melakukan dengan baik bahkan tidak mengelola toko dengan baik membatalkan pernikahan pada hari itu.
Hae Young berteriak tidak membatalkannya pada hari H. Soo Kyung mengaku menerima smsnya pada hari H sambil memberikan tendangan pada angin. Hae Young heran karan Soo Kyung  bukan orang yang akan menjadi kakak iparnyan dan ini adalah  pernikahannya, dan apa pentinya kalau ia mau menikah.  Soo Kyung berjongkok mengaku menantikan pernikahannya karena akan ada Prasmanan di hotel jadi ia tidak makan malam sebelumnya, lalu mendapat sms keesokan harinya bahwa pernikahannya dibatalkan.
“Kau!! Apakah kau pernah membuat empat porsi ramen jam tujuh pagi?” ucap Soo Kyung, Hae Young pun meminta maaf. Soo Kyung dengan mata berkaca-kaca merasa Hae Young itu pasti sangat menyesal lalu kembali memberikan tendang dan pergi meninggalkan restoran.
Aku juga tidak berniat membatalkannya.” Kata Hae Young. 


Hae Young berjalan di pinggir jembatan dengan jalan terhuyung-huyung, tiba-tiba langkahnya terhenti, pikiran kembali satu bulan yang lalu.
Flash Back
Han Tae Jin mengutarakan kalau mereka tidak jadi menikah saja. Hae Young berkaca-kaca mendengarnya, Tae Jin meminta maaf karena merasa belum cukup mencintainya sampai harus menikah. Hae Young bertanya apakah ia melakukan sesuatu yang salah. Tae Jin mengaku tak ada, Hae Young pun menanyakan alasan pembatalan pernikahanya.
Aku tiba-tiba tidak tahan melihatmu makan.” Akui Tae Jin, suasana lalu lalang di cafe yang ramai seperti sangat sunyi untuk Hae Young dengan menahan air matanya.
Tapi bisakah kau bilang pada semuanya kalau aku yang membatalkan pernikahannya? Tolong beritahu semuanya kalau aku yang tidak mau menikah. Silahkan lakukan saja seperti itu, Aku sangat malu.” Ucap Hae Young akhirnya menangis

Hae Young menangis histeris di pinggir jembatan seperti meluapkan semua kesedihan yang ditahanya selama ini. Sementara Do Kyung sengaja memasang mic dan juga earphone ditelinganya, matanya kembali melihat bayangan sosok wanita berjalan ditengah jalan dan Hae Young berbicara kalau ia tak sekarat. Do Kyung bertanya-tanya siapa sebenarnya wanita yang tak dikenalnya itu. 


Ahn Na berlari dengan tasnya dan langsung mengandeng tangan Park Hoon dari belakang, meminta agar mengingat hari pertama mereka berkencan, jadi mereka harus merayakan 100 hari dan membuat perayaan sederhana pada hari ke-100, setelah itu membuat perayaan luar biasa pada hari jadi satu tahun. Park Hoon hanya tersenyum melihat Ahn Na yang berjalan didepanya.
Aku belum bertemu dengan pria yang bisa berkencan lebih dari setahun. Jadi Aku tidak punya peringatan satu tahun. Mari kita lakukan kali ini, Aku ingin melakukannya. Mari kita tetap bersama selama setahun, oke?” ucap Ahn Na
“Aku bilang Setahun? Harusnya lebih lama lagi.” Kata Park Hoon.
Aku sampai bosan kalau bertemu dengan seorang pria tua., tapi aku tidak percaya kau jadi pacarku sekarang.” Ucap Ahn Na bangga dengan  menaruh kepalanya di pundak Park Hoon
Park Hoon tersenyum lalu bertanya apakah Ahn Na menyukainya, Ahn Na menganguk. Park Hoon bertanya apa yang disukai dari dirinya, Ahn Na melihat Park Hoon itu jujur, Park Hoon dengan bangga mengatakan kalau ia juga lucu. Ahn Na bertanya apa yang harus mereka lakukan untuk merayakan hari pertama mereka berkencan. Park Hoon menjawab ciuman, Ahn Na pun mencondongkan kepalanya membiarkan Park Hoon untuk menciumnya. 

Do Kyung memasang segelas es lemon tea, Hee Ran yang sudah menunggu memanggilnya. Do Kyung heran melihat Hee Ran yang datang lebih awal karena seharusnya bertemu jam tiga. Hee Ran memang sengaja datang lebih awal untuk menemui seorang temannya, yan pernah diceritakan sebelumnya yaitu teman SMAnya.
Dia akan menikah dengan si orang jagoan itu... Tapi dia membatalkan pernikahan sehari sebelumnya. Aku pernah melihat pasangan yang membatalkan pernikahan mereka selama persiapannya. Tapi ini pertama kalinya aku melihat pembatalannya sehari sebelumnya. Dia sangat lembut dan baik di sekolah. Kalau dipikir-pikir, ternyata orang yang selalu diam bisa mengejutkan semua orang.”cerita Hae Young,
Do Kyung tiba-tiba terdiam dan terlihat gelisah, Hae Young melihat ponselnya bergetar lalu memberitahu kalau itu temanya yang menelp. Do Kyung terlihat makin gelisah mendengar namanya Hae Young dan melambaikan tanganya. Hae Young dilantai bawah pun bisa melihat temanya dari jendela berjalan masuk. 

Do Kyung memilih untuk pergi, Hee Ran terlihat binggung memanggilnya, Do Kyung terus berjalan menuruni tangga cafe dengan cepat dan langsung bertabrakan dengan Hae Young baru masuk cafe. Tubuh Hae Young sempat berputar, Do Kyung seperti merasakan gambaran yang sama saat seorang wanita membungkuk.
Hee Ran datang dengan wajah panik menanyakan keadaan temanya, Hae Young mengangkat wajahnya dan terlihat hidungnya yang berdarah, Do Kyung bisa melihat gambaran yang sama dengan yang dilihat sebelumnya. Hee Ran pun memberikan tissue agar Hae Young bisa mengelap hidungnya, lalu menyuruh untuk menyapa Do Kyung sebagai direktur dari studio rekaman suara.
Apa yang kalian bicarakan? Apa yang dia katakan tentangku?” kata Hae Young binggung, Do Kyung tak menjawab memilih untuk keluar dari cafe dengan mengingat ucapan Hae Young. 

Akhirnya Do Kyung pergi ke studio, terdengar ponsel bergetar dan ada nama “Oh Hae Young” terlihat di layar ponsel. Do Kyung melihat sosok wanita yang cantik berbaring diatas dadanya.
Suara detak jantungmu... adalah hal terbaik di dunia. terdengar suara Hae Young, dan akhirnya panggilan Hae Young pun menjadi miss call. Hee Ran masuk kedalam ruang studio, Do Kyung memberitahu kalau tadi ada ponselnya bergetar.
Hae Young pun melihat ponselnya sambil bercerita temanya itu  terus saja bicara betapa senangnya bertemu  dengan si pria tampan, saat berada  di berita  koran ekonomi yang bernama Direktur Han Tae Jin. Do Kyung terdiam mendengarnya, Hae Young pun menelp balik tapi masih bicara dengan Do kyung.
Ketika dipikir-pikir.. semakin sukses seorang pria maka semakin besar rasa cinta si wanita. Dia bilang dia bertemu belahan jiwanya atau apalah itu” ucap Hae Young, Do Kyung kembali membayangkan sosok Hae Young yang tersenyum manis padanya. 

Do Kyung sudah berjalan dengan cepat melewati taman, dengan mengingat kejadian sebelumnya.
Flash Back
Do Kyung bertanya pada Hee Ran apakah mereka berteman dekat, Hee Ran menceritakan mereka SMA di sekolah yang sama jadi kehilangan kontak lalu saling bertemu lagi di reuni tahun lalu. Do Kyung bertanya nama SMA Hee Ran, Hee Ran menjawab  SMA Jin Kyung.
-end-
Do Kyung membuka buku tahunan SMA Jin Kyung, lalu menemukan foto Oh Hae Young dibagian bawah dan dibaliknya ada nama yang sama dengan wajah berbeda. Ia teringat cerita Hee Ran kalau itu temanya yang bernama Oh Hae Young dan sebelumnya ditabrak olehnya sampai membuat hidungnya berdarah. 
Flash Back
Jin Sang memberitahu kalau dibelakang mereka duduk adalah orang yang bernama Han Tae Jin dan akan ingin menikah dengan Oh Hae Young dan melihat mendapat investasi besar dari Direktur Jang, jadi ini kesempatan terbaik untuk menghancurkannya.
Dia meninggalkanmu di altar dan menikahi laki-laki lain sekarang. Apa kau baik-baik saja? Apa ada yang membuatmu terganggu? Kau ingin menghancurkan mereka, kan?” jerit Jin Sang, Hae Young melihat sosok pria dibelakanganya. 
-end-

Do Kyung sudah keluar dari perpustakaan, lalu memberikan buku tahunan pada Ji Sang yang sudah menunggunya. Ji Sang melihat foto Oh Hae Young, Do Kyung menyuruh Ji Sang untuk membalikan lembarannya. Ji Sang kaget melihat nama yang sama dengan wajah berbeda.
Oh my god.... Jadi kita sudah menghancurkan pria yang akan dinikahi oleh wanita ini?” ucap Jin Sang shock, Do Kyung tak banyak berkata-kata.
Jadi memang benar. Ini nama yang pasaran dan Bisa ada satu lagi. Kenapa aku tidak memikirkannya?” keluh Jin Sang kesal sendiri. 

Hae Young mengompres hidungnya dengan es, Hee Ran mengomel karena temanya tak mau pergi ke dokter.  Hae Young mengumpat kesal menurutnya Jika Do Kyung membuat hidungnya berdarah harus memberikan uang ganti rugi atau mentraktir minum tapi malah pergi begitu saja. Hee Ran memberitahu Do Kyung itu tak minum.
Bagaimana bisa dia tidak minum? Lalu bagaimana dia bersenang-senang?” kata Hae Young, temanya meminta agar memelankan suara karena orang pasti berpikiran yang lain.
Tidak, maksudku jika dia tidak minum darimana dia mendapatkan kesenangan?” jelas Hae Young lalu bertanya apa yang dikerjakan Do Kyung.
Hee Ran memberitahu Do Kyung itu berkerja sebagai Sound film. Hae Young pikir Do Kyung itu membuat Lagu-lagu dalam film, Hee Ran membenarkan kalau Do Kyung bagian editing suara di film. Hae Joon bisa mengerti seperti Yoo Ji Tae dari "One Fine Spring Day."
“Hei.. Katakan padanya bahwa aku ingin dia mentraktirku. Jadi kita bisa pergi keluar minum-minum. Ah....Tidak, katakan padanya bahwa hidungku patah dan harus dioperasi hidungnya. Berapa biaya operasi hidung sekarang ini?” ucap Hae Young bersemangat, Hee Ran membisikan kalau itu Tiga juta won

Di pinggir sungai Han
Do Kyung berdiri dengan helaan nafas sementara Jin Sang berbicara ditelp dengan wajah sedikit binggung lalu memberitahu Do Kyung kalau Tae Jin  memutuskan wanita itu sehari sebelum pernikahan karena usahanya bangkrut dan akan masuk penjara.
Kau tahulah sifat pria. Mereka lebih suka menjadi orang jahat dibandingkan orang yang tidak kompeten. Itu yang terjadi. Dia bilang  tidak menyukainya lagi dan menghancurkan hati si wanita. Dia sangat malu, jadi...si wanita ingin kalau wanita itu yang membatalkan pernikahan.” Cerita Jin sang sambil mengeluh kesak karena semuanya menjadi kacau.
Bagaimana bisa kita tahu kalau ada gadis lain... yang namanya sama dengan Oh Hae Young? Kurasa kau sudah mendapatkan balas dendammu. Tapi Kita malah akhirnya menghancurkan kehidupan wanita lain.... Pasti dia sakit sekali.” Ucap Ji Sang seperti merasa bersalah
Aku pernah melihatnya sebelumnya...” ucap Do Kyung, Ji Sang menanyakan dimana.
Aku baru melihatnya...di dalam penglihatanku.” Kata Do Kyung, Ji sang pikir temanya itu punya kemampuan psikis

Hae Young sedikit mabuk memuji temannya karena Ada orang yang ingin pergi ke bioskop dengannya lalu menanyakan siapa orangnya, Hee Ran tak memberitahunya, Hae Young mengejek kalau pria itu seorang  sutradara terkenal. Hee Ran dengan bangga mengatakan kalau mereka berkerja denganya maka akan menjadi terkenal, Hae Young yang mendengarnya terlihat ingin muntah.
Dalam bidangku... aku punya reputasi untuk membuat direktur bintang.” Kata Hee Ran lalu berjalan pulang sambil berpesan pada temanya agar berhati-hati saat pulang. Hae Young juga meminta agar Hee Ran bisa bahagia dan selalu ceria sambil melambaikan tanganya lalu berjalan ketengah jalan yang ramai tapi hatinya seperti terasa sepi.

Do Kyung menatap keluar jendela mobil, Ji Sang merasa khawatir kalau nanti menurunkan di kantor apakah mungkin temanya itu masih bisa berkerja jadi lebih baik pulang saja. Do kyung meminta agar menurunkanya saja karena ingin berjalan saja. Ji Sang menolak hanya ingin mengantar temanya sampai ke rumah. Do Kyung berteriak hanya ingin berjalan kaki sekarang.
Akhirnya Ji Sang memberhentikan mobilnya, sebelum turun menyakinkan  mereka bisa memperbaiki dan akan cari tahu jadi memohon tak perlu memikirkan dan pergi tidur dengan nyenyak. Do Kyung menganguk mengerti lalu turun dari mobil. 


Ji Sang baru saja memutar balik mobilnya untuk kembali kerumah, lalu tersadar dengan dompet Do Kyung tertinggal dikursi. Akhirnya menelp Do Kyung memberitahu dompetnya tertinggal jadi meminta untuk menunggunya, Do Kyung seperti tak menyadari kalau ponselnya tertinggal.
Mobil Ji Sang berhenti di seberang jalan, karena banyak mobil yang mengantri dibelakangnya, dengan terpaksa melemparkan dompetnya, tapi Do Kyung tak bisa menangkapnya dan tergeletak ditengah jalan. Ji Sang tak bisa menunggu karena bunyi klakson mobil dibelakanganya terus terdengar lalu melajukan dengan mobilnya, berjanji akan menelp Do Kyung nanti.
Do Kyung tak bisa mengambil dompetnya karena mobil yang lalu lalang dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba sosok wanita berjalan didepanya tanpa rasa takut mengambil dompet Do Kyung lalu kembali ke pinggir jalan. Do Kyung menatap Hae Young yang berani ke tengah jalan untuk mengambil dompetnya. Do Kyung menatapnya kembali mengingat dengan pengelihatanya kalau Hae Young mengatakan “Aku tidak sekarat.” dan itu sama dengan yang dikatakan Hae Young yang tepat didepanya.
bersambung ke episode 2  

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar