Kamis, 26 Mei 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 1 Part 1

Sebuah mobil masuk ke depan gedung, seorang pria turun dari mobil dengan kacamata hitamnya, Jee Soo Ho masuk ke dalam. Terlihat dari belakang tubuh seorang wanita yang seksi berjalan layaknya seorang model.
Mengapa pemburu mengampuni kehidupan Putri Salju? Apakah karena dia cantik?
Si wanita tiba-tiba akan terjatuh karena hak sepatunya yang terlalu tinggi beberapa pria sempat kaget, tapi Si wanita yang bernama Sim Bo Nui bisa kembali tegak dengan membawa nampan minumnya
Soo Ho berjalan dari arah berlawanan, keduanya sempat berjalan bersebelahan, sampai akhirnya seorang wanita memanggil Bo Nui yang membuat Bo Nui berbelok. Soo Ho masuk ruang casino dan duduk dengan membuka kacamatanya, seperti terlihat sangat percaya diri. 

Bo Nui sudah berganti dengan seragam cleaning service dan mengunakan sarung tangan, dan mulai memberishkan toilet wanita dengan trolly berisi semua alat pembersih.
Mengapa ibu peri membuat Kereta kuda Labu untuk Cinderella? Apakah karena dia itu baik?
Bo Nui sedikit berlari ketika mengepel lantai, seorang wanita yang baru masuk bertabrakan dan membuatnya terjungkal. Si wanita dengan sinisnya malah mengeluh dengan tingkah Bo Nui. Sebagai orang rendahan pun, Bo Nui yang terjatuh meminta maaf.
Tidak mungkin.  Cerita-cerita yang memiliki akhir bahagia karena mereka putri dari awal. Mereka mengatakan seorang wanita biasa tidak pernah bisa mengalahkan seorang wanita cantik.
Bo Nui kembali mengepel ke arah berlawan, tiba-tiba datang seorang wanita tua yang tertawa bahagi sambil menelp memberitahu mendapat sekitar 20.000 dolar, dengan sedikit menyindir wanita cantik kalau itu karena ada dirinya maka tak akan mendapatkan uang itu.
Mereka juga mengatakan wanita cantik tidak pernah bisa mengalahkan seorang wanita yang beruntung.
Wanita tua dan jelek tak ingin berbicara lama di telp, dengan gaya sombong mengatakan cincinnya begitu berat sehingga tidak bisa menahan telepon untuk waktu yang lama. Bo Nui yang melihat keduanya hanya bisa menghela nafas. Bo Nui berada didepan pintu toilet pria, Sementara Soo Ho didalam casino mulai memainkan permainanya. Bo Nui mulai berteriak dalam hati mengucapkan pengharapanya
Jadi Aku mohon.....  berikan padaku...keberuntungan terbaik yang kau bisa dapatkan untukku!

Bo Nui akhirnya masuk ke toilet pria sambil meminta maaf atas ketidaknyamanan ini dan akan cepat membersihkan toilet. Semua pria yang ada didalam mengeluh sambil mengomel kenapa harus dilakukan sekarang. Di deretan paling pojok, Bo Nui melihat seorang pria berkepala botak, seperti terlihat mengenalnya.  Ketika pria itu membalikan badan, Bo Nui ternyata salah orang, dengan wajah sedih tak menemuikan pria dimana-mana, lalu kembali mengerjakan pekerjaanya memperbaiki toilet yang mampet.
Soo Ho masih asik main kartunya dengan tatapan mata yang sangat jeli ketika si wanita mulai membalikan kartunya, ketika menyandarkan kepalanya terlihat seperti ada hitungan yang sangat rumit dalam kepalanya lalu dia  meminta “split”  dua kali lalu “Hit”  dan “Hit” si wanita yang membuat kartu mengatakan “Bust” dengan angka 30. Koin-koin pun mulai berkumpul di meja Soo Hoo.

Bo Nui selesai membersihkan lantai melepaskan sarung tanganya, membaca kembali ramalan di ponselnya  (kau akan bertemu musuhmu dari timur. Bersiaplah.) Ia melihat tempatnya berdiri itu satu-satunya bagian timur.
Jika aku menangkapnya, maka Aku akan membuatnya membayar semua biaya dengan bunga.” Ucap Bo Nui penuh amarah mendorong trollynya.
Di meja casino, banyak koin yang sudah diterima Soo Ho. Semua orang yang ada satu meja berpikir Soo Hoo itu menggunakan trik. Seorang pria bertanya apakah Soo Ho itu penjudi professional, semua yakin Soo Hoo itu seorang profesional. Soo Ho berdiri dari tempat duduknya kembali memakai kacamatanya mempersilahkan mereka untuk mengambil koin yang didapatnya, semua pun langsung berebutan saat Soo Ho pergi meninggalkan meja.
Seorang pria berkepala botak mengejar Soo Hoo memanggilnya “guru” meminta tolong agar memegang tangannya sekali. Soo Ho meminta tak perlu memanggilnya seperti itu kembali berjalan. Pria itu menjelaskan kalau Orang yang menang banyak uang adalah bos dan guru ditempat itu.

“Jika orang yang beruntung sepertimu memegang tanganku sekali ...” ucap si pria
“Aku tidak beruntung... Tidak ada hal seperti keberuntungan di dunia ini. Aku menggunakan... otak untuk bermain game.” tegas Soo Ho menunjuk bagian kepalanya.
Si pria tetap berharap Soo Ho bisa memegang tanganya, Bo Nui yang membawa trollynya melihat pria berkepala plontos yang selama ini dicarinya, lalu mengejarnya. Soo Ho melihat dari kejauhan Bo Nui yang mendorong trolly di otaknya seperti sudah bisa mengukurnya
Dia  memiliki tinggi sekitar 167cm, jarak setiap langkah sekitar 84cm. Waktu yang diharapkan sampai  terjadi kecelakaan adalah lima detik.” Ucap Soo Ho hanya melihat gambaran dan jaraknya.
Bo Nui tak bisa mengendalikan trollynya, Soo Ho sudah berjalan mundur tapi Bo Nui yang melihat wajah dari pria plontos bukan yang dicarinya membelokan trolly akhirnya menabrak Soo Ho dan air pelnya pun tumpah membasahi tubuh Soo Ho yang berbaring di lantai. Bo Nui kesakitan sambil memegang tanganya.
Soo Ho berusaha untuk berdiri sambil mengulurkan tanganya, Bo Nui menyambutnya dengan mengucapkan terimakasih karena Soo Ho mau membantunya. Tapi Soo Ho mengambil kacamatanya yang jatuh lalu berdiri. Bo Nui meminta maaf sambil menanyakan keadaanya dan akan memberikan ganti rugi dengan membayar laundry. Soo Ho menolaknya dan langsung pergi. 

Soo Ho masuk ke dalam hotel, seorang anak yang mencium bau busuk berbicara pada ibunya kalau pria itu bau sampah. Soo Ho melirik sinis lalu baru menyadari kalau memang bajunya itu membuatnya ingin muntah, ponslenya berbunyi. Ia memberitahu kalau sudah dalam perjalanan.
Di lobby, seorang wanita berkacamata langsung memanggil Soo Ho tapi ketika mendekat hidungnya merasakan bau yang sangat menusuk, Soo Ho sambil berjalan bertanya Berapa banyak waktu yang kita miliki sampai gladi bersih. Dal Nim memberitahu memiliki waktu  10 menit lagi.
Di ruang kontrol nampak terjadi kepanikan, si pria tua mengeluh denga temanya si pria muda yang tak bisa memperbaiki program yang rusak. Si pria muda meminta untuk sabar. Soo Ho masuk ruangan, si pria tua bernama Park Ha Sang berdiri dari tempat duduknya, Soo Ho dengan sinis menanyakan apa yang sedang dikerjakan keduanya.
Ini mungkin terlihat seperti bug, tapi mungkin juga bug atau tidak. Apa yang aku katakan adalah ...” ucap Ha Sang terbata-bata dengan Su Won yang mencoba menutupi layar. Tapi bisa terdengar bunyi kalau computer gagal memasukan sistem.
Akhirnya Soo Ho mulai duduk didepan komputer, jarinya langsung dengan cepat memperbaiki system yang salah dengan jari dan matanya yang sangat jeli. Dal Nim masuk ruangan kaget mengetahui program mereka mendapatkan “bug” padahal selama ini tidak punya masalah sebelumnya. Ha Sang memberitahu mereka sedang ada di lantai atas tapi tiba-tiba terjadi dan akan memperbaikinya dalam 30 menit. Soo Ho hanya dalam hitungan detik menyelesaikan masalahnya dan membuat games kembali berjalan. Keduanya tak percaya Soo Ho bisa dengan cepat menyelesaikanya.
Apakah kau di sini untuk piknik?” sindir Soo Ho sebelum keluar dari ruangan
Mereka tidak bisa tidur selama tiga hari terakhir.” Ucap Dal Nim membela
Mereka tidak harus bangga akan hal itu !! Mereka bekerja selama tiga hari terakhir dan bahkan tidak bisa menemukan bug. Ini hanya memperlihatkan bahwa  mereka mengakui tidak kompeten.” Sindir  Soo Ho sinis
Ha Sang nampak marah, Dal Nim mencoba menenangkan, Soo Ho menegaskan kalau mereka itu bekerja di Zeze Factory jadi tidak perlu  mereka yang berusaha melakukan terbaik, tapi yang dibutuhkan adalah menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Dal Nim pun menjawabnya akan  akan menyelesaikannya dengan baik lalu berjalan mengikuti Soo Ho keluar dari lapangan. 


Ha Sang nampak sakit hati mendengar sindiran Soo Ho kalau mereka itu  tidak kompeten. Tapi Su Won tak percaya kalau Soo Ho bisa memperbaikinya begitu cepat. Ha Sang memberitahu Soo Ho itu memiliki IQ 200.
Baiklah.... Biarkan si jenius sombong melakukan segalanya dari pemrograman untuk mempresentasikanya sendiri.” Ucap Ha Sang, Sun Wo pun bertanya harus mereka lakukan
Apapun yang kita lakukan, kita hanya perlu untuk mencapai tujuan kita berdua. Tunggu dan lihat saja.” Kata Ha Sang dengan mata penuh dendam. 

Soo Ho sambil berjalan meminta agar timnya bisa  mengulangnya sebanyak  tiga kali sebelum presentasi. Dal Nim memberitahu tidak punya masalah selama latihan jadi Soo Ho tidak perlu khawatir. Soo Ho mengatakan tidak khawatir tapi hanya ingin memastikan. Dal Nim mengerti.
“Lalu aku pikir Genius nomor Dua akan datang !!! Aku yakin dia akan datang, Dua kali lebih banyak wartawan yang datang untuk melihatmu melakukan demonstrasi bahkan Lebih dari 30 perusahaan pers ...” ucap Dal Nim penuh semangat
Dal Nim.... bisakah kau pergi membelikan ku beberapa pakaian?” kata Soo Ho memberikan kartu kreditnya. Dal Nim mengerti mengambil kartu kreditnya dan pergi. 

Di tempat ganti baju pegawai, seorang bibi meminta maaf pada Bo Nui karena tahu ini adalah hari terakhirnya bekerja, tapi ia membuatnya membersihkan kama mandi. Bo Nui pikir tak masalah karena bisa  memeriksa kamar mandi semua laki-laki dan mengucapkan terima kasih walaupun sia-sia karena orang dicarinya tak ketemu.
“Apa kau tak menemukanya lagi?” tanya si bibi sedih
Aku memeriksa semua laki-laki botak selama tiga hari terakhir, tapi dia tidak ada di sini.” Kata Bo Nui
“Mana ada mengambil gaji karyawannya untuk datang ke sini? Dia pasti pecundang sejati.” Umpat bibi kesal
Dia bukan orang jahat, tapi dia pasti berada dalam situasi yang sangat buruk.” Ucap Bo Nui tetap membela. 

Soo Ho membuka semua jasnya teringat kembali kata-kata Dal Nim Dua kali lebih banyak wartawan yang dating untuk melihatmu melakukan demonstrasi. Lebih dari 30 perusahaan pers yang bersedia untuk berpartisipasi.
Tiba-tiba Soo Ho merasakan seperti bunyi jepretan foto dari arah belakang, depanya tapi tak ada apapun disekelilingnya
Flash Back
Soo Ho kecil di gandeng oleh ibunya masuk ke sebuah lobby, semua kamera langsung mengambil gambar dan bunyi tombol kamera membuatnya ketakutan dan tak ingin masuk, tapi jarinya dipaksa untuk masuk ke dalam ruangan.
Soo Ho masih berumur 5 tahun sudah bisa menyelesaikan perkalian yang sangat rumit, seorang pembawa acara memberitahu Soo Ho yang masih balita dengan mudah memecahkan masalah kalkulus integral untuk siswa SMA yang menurutnya sangat luar biasa. Soo Ho yang nampak asing melihat ke arah depan hanya ada kamera yang terus menyorotnya dan beberapa orang yang menonton dan kamera lampu yang tergantung.
Soo Ho... Apakah kau memiliki kesulitan memecahkan soal ini? Sejak kapan kau menikmati pemecahan soal matematika?” tanya si pembawa acara.

Kepala Soo Ho merasakan kesakitan dan mengingat kembali olok-olakan semua orang padanya yang menertawakanya dari kecil sampai dewasa sampai akhirnya ia menceburkan dirinya ke dalam air.
Soo Ho sudah duduk diam dalam kamar mandirnya, showernya dengan sengaja dinyalakan, tapi ia hanya duduk seperti mencoba menenangkan diri dari rasa paniknya. Setelah mandi, Soo Ho merasakan dadanya terasa sesak lalu mengambil obat penenangnya. 


Di ruang kontrol
Park Ha Sang dan Go Su Won merencanakan sesuatu, Ha Sang memegang sebuah USB yang bertulisakan “Genius 2 beta- classicfied” lalu masukan ke dalam lubang USB di komputer. 

Dal Nim datang dengan membawa banyak setelan pakaian sambil memanggil Soo Ho mengatakan bosnya terlihat baik dalam segala hal jadi bisa memilih salah satu yang sudah dibelinya tapi Soo Ho sudah tak ada lagi dikamarnya.
Seorang pria bernama Han Ryang Ha sedang mengoda seorang wanita dengan bertanya di departemen ia bekerja karena tak pernah melihat sebelumnya. Ponselnye berdering, Ryang Ha mengatakan kalau ia sedang sibuk. Dal Nim dengan panik mengatakan membutuhkan bantuannya, karena merasa Soo Ho itu sedang panik.
Apa yang kau bicarakan?” ucap Ryang Ha nampak belum mengerti
Demonstrasi dimulai segera, tapi dia menghilang.” Jerit Dal Nim panik
Itu aneh. Aku sudah memastikan ia pergi ke kasino tadi malam.” Kata Ryang Ha, Dal Nim binggung Soo Ho yang pergi ke kasino.
Ya, aku mengatakan kepadanya untuk pergi sehingga ia bisa mendapatkan kepercayaan diri saat menang chip. Kau tahu, orang pintar merasa bergairah saat menggunakan otak mereka. Dia harus gembira sekarang.” Jelas Ryang Ha, Dal Nim mengumpat Young il itu bukan teman yang sebenarnya tapi ia meminta agar temanya itu segera datang saja.

Disebuah taman
Ada beberapa orang tua main gambler dengan dadu yang di taruh dalam gelas lalu menembaknya. Bo Nui sibuk memperlihatkan foto yang dibawanya mungkin orang-orang itu bisa mengenalinya. Lalu ia lewat dibelakang seorang pria yang menutup wajahnya dengan sapu tangan tapi sambil berbicara “19 kali 19 adalah 361.... 19 kali 18 adalah 342.... 19 kali 17 adalah 323.
Bo Nui pun mendekatinya ingin menanyakan sesuatu, tapi pria itu nampak tak mendengar, Bo Nui pun lebih dekat dan sedikit menyaringkan suaranya. Si pria pun kaget sampa terjatuh dari tempat duduk dan terlihat dari balik sapu tangan ternyata Soo Ho. Keduanya saling mengingat, Soo Ho mengingat Bo Nui adalah si cleaning service dan Bo Nui mengenalo Soo Ho di Casino. 
Apakah kau suka menakut-nakuti orang?” keluh Soo Ho membersihkan badanya dari tanah lalu kembali duduk.
Maafkan aku karena . Aku tidak tahu kau akan itu terkejut dan aku ingin meminta maaf atas insiden sebelumnya. Aku akan membayarmu untuk  biaya laundrynya” kata Bo Nui, Soo Ho tak mengingingkan.

“Aku sudah membuat pakaianmu kotor jadi  harus mengambil tanggung jawab.” Ucap Bo Nui kekeh untuk membayar dengan mengeluarkan dompet
Soo Ho menghela nafas panjang dan tampak lesu, Bo Nui berpikir Soo Ho sudah kehilangan banyak uang. Soo Ho menatapnya, Bo Nui pikir dengan menghela nafas seperti itu hanya akan menendang keluar keberuntungan yang tersisa. Soo Ho nampak terganggu, berpikir Bo Nui tidak perlu membayar gaji rugi jadi bisa meninggalkan.
Setidaknya, mengambillah ini.,,, Ini adalah pesona keberuntungan dan Itu untuk bosku” ucap Bo Nui mengeluarkan kertas keberuntuanganya.
“Aku tak percaya itu.” Kata Soo Ho, tapi Bo Nui langsung memasuka kedalam saku jaket Soo Ho lalu pergi.  Soo Ho merasa wanita itu sangat aneh. Bo Nui kembali membalikan badanya.
“Oh.. Yah Jangan berharap untuk mendapatkan beruntung, tetapi menempatkan diri untuk bekerja. Kau terlihat seperti orang yang lebih kuat daripada lebih pintar. Fighting, anak muda!” ucap Bo Nui penuh semangat sebelum pergi.
Apa yang dia bicarakan? Dia bilang aku ini Lebih kuat dari yang cerdas?!! Hei.... aku Je Soo Ho!!! Aku Je Soo Ho dari Zeze Factory. Aku jenius! Apakah kau tak tahu siapa aku?” jerit Soo Ho kesal sendiri akhirnya memilih untuk pergi dari taman. 

Di tempat penjualan mobil bekas
Seorang pria sedang memperhatikan mobil sedang lama yang sudah  memiliki goresan di bumper dan semua Ban usang. Pria bernama Won Dae Hee berusaha menyakinkan kalau mobilnya sudah dikendarai sekitar 20 mil jadi meminta agar membayarnya sedikit lebih banyak.
“Apakah kau akan menandatangani surat-surat atau tidak?” ucap si pria
“Aku akan menandatanganinya jika kau memberiku sedikit lebih dari itu” kata Dae Hee, Si pria nampak kesal tak ingin membelinya akhirnya dae Hee menarik surat untuk  menandatanganinya.
Dae Hee merasa pria itu sudah pasti seperti pencuri dan ditanganya sudah ada surat kontrak jual beli.  Bo Nui tiba-tiba datang dan langsung mengambilnya, Da Hee sampat kaget dan berusaha kabur tapi Bo Nui bisa menariknya.
“Kau tahu, aku tidak pernah membiarkanmu pergi setelah aku mendapatkan sesuatu di tanganku, Apakah  kau berencana untuk berjudi dengan uang yang kau miliki ini?” kata Bo Nui geram, Dae Hee menyangkalnya.
“Apa yang membuatmu begitu lama datang? Aku akan menjual mobil untuk membayarmu.” Kata Dae Hee berdalih
Si pria penjual keluar mengetahui Dae Hee yang ingin dibayar dengan chip judi lalu bertanya apakah sudah menandatangani surat-suratnya. Bo Nui mengembalikan suratnya mengatakan Dae Hee tidak menjualnya lalu masuk ke dalam mobil. Dae Hee meminta untuk Bo Nui menunggunya, Bo Nui menegaskan kalau Dae Hee seharusnya memberikan padanya dulu apabila  ingin memberikan pada yang lainya.
Dae Hee binggung, Bo Nui memberitahu kalau Dae Hee tak masuk maka akan ia akan pergi ke Seoul sendiri. Dae Hee meminta menunggu, Bo Nui sengaja menutup jendela sampai membuat leher Dae Hee tercekir. Dae Hee menjerit meminta Bo Nui berhenti karena bisa membunuhnya. 

Di sebuah ballroom, sudah banyak wartawan yang duduk di meja yang disediakan termasuk seorang pria yang mengunakan topi bernama Ahn Young il duduk dibagian belakang. Dal Nim meminta penjaga kalau perekaman video tidak diperbolehkan jadi agar memeriksanya. Setelah itu ia memeriksa bagian kontrol room dari walkie talkie tapi tak ada sahutan.
Pesan dari Park Ha Sang masuk ke dalam ponsel Dal Nim “Ini konyol. Aku berhenti.” Dal Nim panik menaiki tangga dan bertemu dengan  Soo Ho yang baru kembali merasa yakin kalau atasanya itu pasti akan datang.  Soo Ho bertanya apakah diruang control sudah siap. Dal Nim berbohong kalau semuanya sudah siap, lalu menutup wajah panik. 

Dalam perjalanan ke Seoul, Bo Nui menyetir mobil dengan wajah serius berbicara pada Dae Hee yang duduk disampingnya.
“Aku sudah bilang... Kau benar-benar tidak harus bergantung pada keberuntungan, dan kau tidak boleh terlalu serakah untuk kebaikanmu sendiri. Kau akan memakai manset di pergelangan tangan, lalu Mengapa kau harus berjudi?” keluh Bo Nui lalu melirik ke sampingnya ternyata Dal Hee sedari tadi tidur sambil memeluk kotak susu.  
“Yah.. memang benar kau hanya membuat orang lain khawatir tentangmu dan tidak pernah peduli tentang hal itu.” Ucap Bo Nui

Dal Nim berusaha untuk membuka password komputer tapi terus saja error, sambil menelp Bo Nui menanyakan keberadanya. Bo Nui mengatakan sedang dalam perjalanan kembali. Dal Nim mengeluh Bo Nui harus cepet pergi dan meminta untuk kembali. Bo Nui binggung, Dal Nim pun meminta bantuan Bo Nui.
“Aku pikir programmer kami ... mengubah password dan lari. Ini harus sesuatu yang sederhana, tapi aku tidak bisa memahaminya.” Kata Dal Nim
“Bukankah Presiden ada disana juga?” kata Bo Nui
“Dia sedang bersiap-siap untuk presentasi, lalu siapa yang akan mengawasi ruang kontrol? Tolong bantu aku.” Rengek Dal Nim meminta tolong

“Kau tahu bahwa aku tidak bisa. Aku tidak bisa membantu Zeze.” Tegas Bon Nui
“Aku sadar... kita hampir memutuskan hubungan karena Zeze. Tapi aku tidak akan memanggilmu jika aku tidak putus asa, kan?” ucap Dal Nim berusaha untuk meminta pertolongan.
Bo Nui meminta maaf tak bisa membantunya, Dal Nim pikir mereka lupakan saja kesialannya dengan Zeze Bo Nui menegaskan Semua kesialan harus dihindari. Dal Nim meminta Bo Nui kembali datang dan membantu untuk memainkan gamesnya.  Bo Nui mengatakan akan terus berdoa untuk temnya dalam perjalanan kembali dan 4 kali lipat. Mobil Bo Nui langsung berputar 90 derajat berbalik arah. 

Di depan hotel
Terdengar jeritana histeris para wanita dan papan nama, seorang wanita turun bernama Han Sul Hee, lalu membuka pintu dibagian belakang. Choi Gun Wook si pria berhidung mancung pun turun dari mobil dengan jeritan para fans yang mengeluh-ngeluhkan namanya “Gary Choi” lalu masuk ke dalam hotel dengan penjagaan yang ketat.
Bo Nui sampai didepan lobby pamit pergi pada Dae Hee lalu turun dari mobil. Dae Hee binggung bertanya mau kemana Bo Nui lalu pindah duduk dibelakang kemudi, Bo Nui kembali berbalik mengambil surat mobil menyuruhnya untuk lebih dulu ke Seoul dan harus mengangkat telpnya  apabila menelp. Dae Hee berteriak meminta Bo Nui mengembalikanya karena membutuhkannya

Gun Wook menaiki tangga mendengar jeritan fansnya yang mencintainya dan ingin menikah denganya lalu meminta  Sul Hee agar Jangan kasar-kasar, karena mereka semua cuma penggemar. Sul Hee mengaku takut nasibnya seperti Chris karena Ada wanita gila memasak di rumahnya sambil telanjang bahkan Dia bilang, "Hai, sayang". Gun Wook mengaku sangat iri pada Chris.
Saya ada di Jeongseon untuk bertemu... petenis terkenal dunia, Gary Choi. Pada Australia open, dia mengalahkan peringkat satu Djokovic... dan menjadi juara, Yang Membuat penggemar tennis di seluruh dunia terkejut. Gary Choi mengunjungi Korea  untuk pertama kali.. setelah 15 tahun pindah ke Kanada.” Ucap seorang reporter melaporkan di sisi gedung.
Lalu ia melihat Gun Woo sudah datang langsung menghampirinya untuk mewawancara dan bertanya bagaimana rasanya  pulang ke Korea. Gun Wook mengatakan kalau ia senang. Ketika akan berjalan salah satu fansnya yang berdiri dibelakangnya jatuh, Gun Wook pun membantunya berdiri sambil menanyakan keadaanya.
Para Fansnya maki menjerit Gun Wook itu pria yang baik, dari kejauhan Bo Nui melihat banyak orang yang berkerumun berkomentar kalau Penggemarnya menggila lalu mencari-cari dimana keberadaan Dal Nim. 

Dal Nim dibawah tangga sudah mempersiapakan kostum badut kelinci, memanggil temanya tapi menurutnya apakah harus sampai melakukan ini. Bo Nui pikir harus berjaga-jaga. Dal Nim mengeluh temnya itu rewel sekali berpikir seperti Zeze virus mematikan, sambil memasangkan kostum untuk temanya karena sebelumnya harus kerepotan mencari ini
Kesialan itu mematikan dan  menular seperti virus. Kalau aku tidak butuh uang...” ucap Bo Nui mengoceh
Aku mengerti. Karena kau memakai ini, aku jadi bisa memelukmu!” kata Dal Nim, Bo Nui meminta temanya untuk melepaskan karena harus segera pergi. Dal Nim pun memberi petunjuk agar Bo Nui Naik tangga lalu ke kiri. Ruang kontrol ada di belakang panggung.
Kau pernah jadi keamanan, kan? Temukan password nya dan  mainkan sesuai naskah Tolong lakukan dengan baik.” Kata Dal Nim tak lupa memberkan walkie talkienya.
Hei, jangan lupa bayar aku  empat kali lipat.” ucap Bo Nui, Dal Nim mengerti lalu berlari untuk pergi ke ballroom. 

Soo Hoo duduk diruang tunggu dengan wajah tegang terdengar MC memulai acara Demo "Genius 2"  yang akan dimulai sebentar lagi jadi mempersilhkan semuanya untuk duduk. Semua wartawan duduk di tempat masing-masing, Soo Ho mengintipnya dari belakang panggung.
Wartawan mengisi semua bangku yang disediakan, lalu Soo Ho mendengar suara gelak tawa yang cukup keras. Ia kembali mengintip dan melihat dua wartawan yang duduk sedang menertawakan sesuatu. Tiba-tiba Soo Ho melihat dimatanya orang-orang menujuk ke arahnya dan menertawakanya seperti orang aneh.
Soo Ho kembali ke ruang tunggu merasakan dadanya terasa sesak, lalu mencari obatnya disaku jaketnya tapi tak menemukanya, teringat saat ditaman ia membuang kertas keberuntungan dan obatnya pasti tak sengaja ikut terbuang, dengan mengumpat kesal semua itu gara-gara si wanita aneh yang memberikan kertas itu. 

Bu Nui dengan kostum kelinci, menaruh butiran garam di sekeliling ruangan dan juga kertas pembawa keberuntungan. Tanganya mulai berada di komputer melihat kalau seharusnya  sederhana, dengan mengunakan Logika lalu mencari-cari dokumen analisisnya.
MC mulai memulai acara dengan layar yang cukup besar diatas panggung.
Perusahaan IT nomor satu di Korea dan pemimpin trend gaming dunia. Selamat datang pada demo permainan Zeze Factory.” Ucap MC , semua pun memberikan tepuk tangan dengan layar di depan bertulisakn [Demo "Genius 2" oleh Zeze Factory] Dal Nim nampak sedikit tegang.
Melanjutkan "Genius One" yang memecakan rekor penjualan.” Ucap MC dengan acara
Dal Nim bertanya pada Bo Nui apakah belum ditemukan, Bo Nui mengataka masih belum bisa, dengan mengetik keyword berharap agar file yang dicarinya cepat muncul.  MC mulai memanggil Soo Ho sebagai  Pria dengan IQ tertinggi di Korea, CEO dari Zeze Factory, yang mendemokannya. Soo Ho naik diatas panggung dengan penutup kuping ditelinganya menyapa semuanya Bo Nui sedang berharap agar cepat ketemu, setelah ketemu langsung mengetik password, dan power Hack mulai berjalan
Akan saya demokan "Genius 2"...dari tangan saya ini.” ucap Soo Ho mengangkat tabletnya.
Dal Nim kembali bertanya, Bo Nui mengatakan Hampir selesai. Soo Ho menekan tabnya, Dal Nim tak mampu melihat takut terjadi kesalahanya, di layar besar pun terlihat video grafik. Dal Nim bisa menghela nafas lega dan Bo Nui melepaskan kepala kelincinya karena  ternyat Lumayan sulit.
Kalian melindungiku dari kesialan, kan? Aku percaya pada kalian.” Ucap Bo Nui pada garam-garam yang ada disekelilingnya.
Orang bilang game  membuat anak bodoh. Ada juga yang bilang, game adalah sumber kejahatan. Apa benar begitu?” ucap Soo Ho diatas panggug, Bo Nui baru menyadari melihat Soo Ho ada dilayar dan tak percaya ternyata si penjudi yang bertemu dikasino ada diatas panggung
Dengan "Genius 2", semua orang adalah jenius. Game ini menstimulasi sel otak  untuk memecahkan rahasia, mengajarkan indahnya kemenangan. "Genius 2" ini merupakan... peningkatan dari "Genius One" yang dibuat dalam versi mobile” jelas Soo Ho
Bo Nui berdiri dari tempat duduknya tak percaya ternyata orang yang bertemu denganya tadi adalah Je Soo Ho dari Zeze.  Ia mengingat saat berbicara dengan Soo Hoo di taman Jangan bergantung pada keberuntungan, tapi Bekerjalah. Kelihatannya kau lebih ke otot dari pada otak.
Soo Ho pun akan menunjukan cara mainya tapi tiba-tiba layar besarnya mati, Bo Nui kesal sendiri karena seharusnya mengurus dirinya sendiri saja, terdengar suara panik Dal Nim dari walkie talkie bertanya apa yang terjadi. Bo Nui juga binggung kenapa tak berjalan dengan lancar, ia mencoba menekan keyboard dan yang terjadi adalah keluar gambar macan di layar. Suara wartawan mulai bergemuruh, Soo Ho panik.
Ryung  Ha masuk ruangan, melihat semua wartawan mulai maju keatas panggung menyerbut Soo Ho ingin mengajukan pertanyaan. Ia langsung berlari menghalanginya menyuruh agar Soo Ho cepat pergi. Young il yang duduk dipaling belakang nampak kecewa dan memilih untuk meninggalkan ruangan.
Bo Nui bingung apa sebenarnya yang terjadi, ternyata USB pengacaunya masih tertempel. Soo Ho melepaskan earphonena, kepalanya mulai berputar-putar dan matanya berbayang, beberapa detik kemudian ia pun jatuh pingsan diatas panggung

Soo Ho membuka matanya, terdengar suara Bo Nui bertanya apakah ia sudah sadar. Soo Ho melihat didepanya itu seekor kelinci, Bo Nui pun meminta agar Soo Ho bisa melihat arah matanya, Soo Ho bisa mengikuti  tangan Bo Nui ke kanan dan kiri.
Bo Nui merasa kalau Soo Ho sudah baik-baik saja, lalu mengingatkan kalau sebelumnya ia pingsan jadi menyuruhnya untuk istirahat dan bergegas keluar. Soo Ho bangun langsung menarik ekor Bo Nui, dengan curiga bertanya siapa yang mengirimkanya. 

“Apa Just Game?  Coconut? Dimana yang lain? Mana "Genius 2"”ucap Soo Ho mencoba mengambil tasnya.
Kenapa kau ini? USB itu sudah Menancap disana!” jerit Bo Nui
Itu bukan yang asli, karena Yang asli tidak akan error. Kau ganti dengan yang palsu!” kata Soo Ho, Bo Nui kesal untuk apa ia melakukan itu.
Kau itu mata-mata Kenapa kau yang marah?” ucap Soo Ho
Bo Nui mengatakan kalau ia bukan mata-mata, Soo Ho ingin menarik kepala ingin tahu siapa yang ada di dalamnya. Bo Nui tak bisa menjaga keseimbanganya, jatuh di atas tubuh  Soo Ho berusaha untuk kabur, mengatakan tak bisa melakukannya karena Nanti ia atau Zeze bisa sial.
Soo Ho berhasil memeriksa tak dan tak menemukanya, menyuruhnya untuk Berhenti omong kosong. Bo Nui mengaku hanya disuruh menemaninya sampai bangun. Soo Ho terus berusaha agar bisa membuka penutup kepala, Bo Nui mengeluarkan jurus ampuhnya yaitu menendang bagian selangkangan. Soo Ho tak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menahan rasa sakitnya, Bo Nui pun kabur sambil meminta maaf. 

Dal Nim datang dengan wajah terkejut, Soo Ho mengaku keadaan baik-baik saja sambil menahan rasa sakitnya. Dal Nim memeriksa apakah ada yang terluka dan dibagian mana, matanya melihat Soo Ho yang memegang bagian terlarang. Soo Ho mengaku sakitnya ada disuatu tempat dan menyuruhnya untuk segera memanggil keamanan untuk menyuruh menutup pintu untuk menangkap kelinci karena mencurigakan. Dal Nim menjerit binggung. 

Bo Nui membuka topeng badutnya, dengan nafas terengah-engah dianggap seperti Mata-mata, sambil mengeluh Selalu seperti ini kalau berurusan dengan Zeze, lalu memikirkan apakah Tendangannya terlalu keras, terlihat sangat mengkhawatirkan Soo Ho. 

Sul Hee menemui banyak wartawan yang ingin tahu rencana Gun Wook di Korea, apakah akan datang ke acara TV. Sul Hee mengaku belum mengetahuinya. Beberapa wartawan keluar dari ruangan nampak ribut, wartawan lain pun bertanya kenapa mereka terlihat ribut sekali.
Kau tahu Je Soo Ho, kan?Si Jenius terkenal itu. Dia pingsan saat demo game Luar biasa, kan? Aku mau menulis artikelnya dulu.” Ucap si wartawan lalu pamit pergi. Sul Hee yang mendengar nama Soo Ho seperti sedikit tekejut dan mengenalinya.
Sul Hee masuk ke ballroom lain, seorang wartawan berbicara di telp kalau Demo "Genius 2" gagal total karena CEO-nya pingsan. Spanduk bertuliksan “Demo "Genius 2" oleh Zeze Factory” sudah diturunkan wajahnya nampak tak percaya dengan yang didepanya. 
bersambung ke part 2
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicte

2 komentar:

  1. wow episode 1 kayaknya menjanjikan kalo ceritanya bakal keren banget. Ato mungkin karena sy penggemar Jun Yool oppa :D
    Mbak Deedee teap semangat ya cos kayaknya ceritanya lucu, menghibur n segar (emangnya sayuran, hehe)

    BalasHapus
  2. terimakasih telah menulis sinoposis nya

    BalasHapus