Jumat, 27 Mei 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 2 Part 2

Bo Nui mencari-cari Dae Hae di ruang presntasi dan tunggu tapi tak menemukanya, lalu mencoba menelp tapi juga tak diangkat. Seorang panitia memberitahu Babak kedua dimulai sekarang jadi berharap agar semua bersiap-siap.
Beberapa saat kemudian, diam-diam Soo Ho masuk ruangan dengan kacamata hitamnya dan sengaja merendahkan tempat duduknya agar tak terlihat. Presentasi pertama dimulai, seorang pria bernama Jin Seon Woo dari KG Network.
Kami ingin membawa permainan jaringan sosial ke tingkat berikutnya.” Ucap Seon Woo, Soo Hoo langsung mencoret merasa tidak perlu mendengarnya lagi.
Presentasi kedua juga langsung kena coret, Soo Ho melihat sesuatu yang berbeda ketika seorang wanita menjelaskan gemas yang berhubungan dengan kecepatan tapi menurutnya itu kekanak-kanakan dalam cara yang sangat berbeda lalu mencoretnya.
Tim selanjutnya akan menyajikan gambaran tentang permainan olahraga. Mari kita sambut Tn. Won Dae Hae dari Daebak Soft.” Kata panitia tapi Dae Hae tak juga naik ke atas panggung.

Soo Hoo terlihat sudah tak tertarik dan ingin pergi, terdengar suara seorang wanita naik keatas panggung, Semua tertawa melihat Bo Nui yang memakai kepala boneka naik keatas panggung. Soo Hoo kembali duduk melihat penampilan yang aneh, Bo Nui pun memperkenalka diri dari Daebak Soft.
Apa anda Tn. Won Dae Hae? Apa yang anda kerjakan sekarang?” tanya panitia
Ini adalah bagian dari presentasi kami.” Kata Bo Nui, Juri pun mengatakan kalau ini tidak bertentangan dengan pedoman jadi mereka harus membiarkannya memulai presentasi, karena menyenangkan. Bo Nui pun mengucapkan terimakasih.
Soo Ho kembali menyandarkan badanya di tempat duduknya, Bo Nui pun siap memulai presentasi, di ruang ganti kostum terlihat note yang ditulikan Bo Nui Aku akan menggunakan topeng rakun dalam 30 menit. Maafkan aku.


Bo Nui memulai dengan gugup, bertanya Berapa banyak yang anda ketahui tentang rakun. Soo Hoo mengeluh kenapa membahas tentang rakun bukan gamesnya, berpikir tempat ini kuis tentang binatang atau apa.
Mengenakan topeng ini membuatku menyadari kalau rakun dapat melihat dunia ini ... Dan bagaimana orang memperlakukan rakun.  Hal-hal yang aku tidak biasanya lihat mulai menjadi terlihat setelah saya mengenakan topeng ini. Dan itu membuatku berpikir.” Ucap Bo Nui nampak gugup, Soo Ho mulai malas dan ingin pergi.
Bisakah kita membuat orang menikmati permainan olahraga dengan cara yang sama? Kalian bukan lagi orang yang mengunjungi kebun binatang, tapi rakun dikurung di kandang dalam game ini Melihat melalui mata pemain, dan bermain olahraga dengan tubuh mereka. Ini adalah "if", game pengalaman oleh Daebak Soft.” Ucap Bo Nui memulai presentasi, Soo Ho kembali tertarik dan duduk, melihat sliden yang dibuatkan Bo Nui.
[Lihat melalui mata pemain dan bermain olahraga dengan tubuh mereka.]
[Kalian tidak lagi menonton mereka bermain, tapi kalian yang bermain sendiri.]

Kalian bermain IF melalui sudut pandang orang pertama. Sebagai contoh, sangat mudah untuk membuat game yang dimainkan sendiri seperti ski. Atau game yang hanya membutuhkan dua pemain seperti kendo.” Jelas Bo Nui, Soo Ho seperti bisa membayangkan permainan yang dibuat Bo Nui.
Namun, olahraga yang membutuhkan lebih banyak pemain bisa sangat dinamis serta selama kalian fokus pada karakteristik permainan  melalui sudut pandang orang pertama.” Jelas Bo Nui, Soo Ho masuk kedalam bayanganya games permainan baseball.
Aku tahu ada konsol game yang memungkinkan kalian untuk menikmati olahraga dengan menggunakan sensor gerakan. Namun, kami telah menambahkan satu hal lagi! Bagaimana jika kalian bisa menjadi Kim Yuna atau Park Ji Sung?Kalian tidak hanya dapat bermain olahraga melalui perspektif mereka tetapi juga hidup mereka melalui perspektif dari para atlet bintang.” Jelas Bo Nui
Soo Ho tersenyum memberikan lingkaran dikertasnya, dari matanya bisa membayangkan “Virtual reality” dengan pemainan games yang tampak nyata.  Bo Nui pun menyelesaikan presentasi IF, permainan pengalaman olahraga oleh Daebak Soft lalu mengucapkan terimakasih, semua pun memberikan tepuk tangan. Bo Nui akhirnya membuka topengnya, Soo Hoo melonggo melihat sosok orang yang dikenalinya ada diatas panggung.

Sebenarnya, Tn. Won seharusnya di sini ... untuk presentasi. Namun, aku bicara di tempatnya karena ia memiliki keadaan darurat. Aku Shim Bo Nui, seorang karyawan dari Daebak Soft.” Ucap Bo Nui membuka kepala rakunnya.
Soo Ho mengingat nama Bo Nui yang dikenalnya, pikiran kembali saat Dal Nim memperlihatkan nama temanya di ponselnya kalau tidak akan menelepon jika salah satu komplotan, nama Shim Bo Nui mulai diulang-ulang dalam telinga Bo Nui.
Diatas kepala Soo Ho dengan mulut melonggo, seperti memberikan rumus persamaan [wanita cleaning service = kelinci = gadis pemabuk = Dan presentasi rakun adalah orang yang sama.
Aku tahu itu melanggar aturan jika orang lain yang berdiri untuk presentasi. Namun, Aku pikir itu sia-sia. Aku berusaha keras untuk merancang game ini. Terima kasih atas waktu kalian.” Ucap Bo Nui nampak pasrah. Soo Ho menatap Bo Nui nampak masih terlihat tak percaya. 

Bo Nui keluar ruangan sambil membawa kepala rakun, Soo Ho sudah berdiri dibelakanganya memanggil namanya. Bo Nui pun menengok, Soo Ho menyakinkan kalau Bo Nui adalah kelinci di demonstrasi, Bo Nui berpikir Soo Ho itu  menyiksa Dal Nim untuk menemukanya.
Aku benar-benar bukan mata-mata industri. Dan Juga, aku tidak memiliki kekuatan untuk berbicara denganmu sekarang.” Ucap Bo Nui akan pergi.
Kau bertindak mencurigakan.” Kata Soo Ho, Bo Nui mengerti lalu meminta maaf
Aku kira kau sangat mencintai binatang Atau lebih seperti obsesi?Seekor kelinci. “ ucap Soo Ho, teringat kejadian sebelumnya bertemu saat Bo Nui mengunakan kostum kelinci.
Soo Ho mengatakan Seekor beruang, sebelumnya dijalan Bo Nui duduk didepan bonek beruang dan mengajaknya bicara.  Soo Ho juga melihat sekarang Seekor rakun dan harimau, sebelumnya ia Bo Nui bertanya apakah lahir ditahun macan pada semua pohon yang ada didepanya.
Bagaimana dengan beruang dan  harimau? Apa kau menemukan harimaumu?” tanya Soo Ho, Bo Nui heran Soo Ho bisa tahu.

Apa kau ingat apa yang terjadi hari itu? Aku tidak memintamu untuk bersyukur.” Ucap Soo Ho, Bo Nui mengingat saat muntah di depan tiang listrik lalu berusaha menyadarkan pengelihatanya kalau ia muntah didepan seseorang.
Aku tidak meminta untuk minta maaf.” Kata Soo Ho, Bo Nui berpura-pura tak mengerti yang dibicarakanya.
Apa kau tidak ingat apa yang sudah kau lakukan padaku ketika mabuk?” ucap Soo Ho, Bo Nui mengaku tak ingin dan buru-buru pergi karena ada rencana lain. Soo Ho berteriak memanggilnya merasa kaalu Bo Nui pasti mengingatnya. 


Bo Nui keluar gedung dengan panik  bertanya-tanya Mengapa ia harus memberikan presentasi, semakin yakin kalau Hidupnya penuh penyesalan. Dae Hae baru datang dengan nafas terengah-engah setelah berlari, Bo Nui bertanya kemana saja Dae Hae.
Aku tertidur di sauna. Bagaimana hasilnya? Apa kau memberikan presentasi?” ucap Dae Hae
Ya, aku melakukannya dan  memakai ini selama presentasi.” Kata Bo Nui menunjukan kepala rakun
Apa kau melakukan pekerjaan yang baik? Aku tahu kau bisa. Aku akan tergagap sepanjang waktu. Kau melakukan pekerjaan yang hebat, kan? ” Ucap Dae Hae,
Seperti yang aku katakan, tidak mungkin untuk menyelesaikannya dalam satu hari.” Kata Bo Nui
Dae Hae masi yakin semuanya akan berhasil lalu meminta maaf  karena BO Nui harus melewatkan pekerjaan paruh waktunya untuk ini. Bo Nui pikir tak perlu dipikirkan karena  akan mencari sesuatu yang lain dan juga memberitahu masih menyimpan surat mobilnya jadi Dae Hae bisa mengambilnya ketika sudah memiliki uang, setelah itu pamit pergi, tapi sebelum itu meminta agar Dae Hae mengembalikan kepala boneka yang dipinjam pada ruang kostum. 

Gun Wook memindahkan barang-barangnya ke dalam apartment, Bo Nui baru pulang dan akan masuk rumah. Gun Wook sengaja berdiri agar Bo Nui bisa mengenalinya tapi Bo Nui berlalu saja. Akhirnya Gun Wook memanggilnya, Bo Nui tampak binggung berpikir pria tampan didepanya sedang memanggil orang dibelakangnya, tapi tak ada orang.
Lalu ia bertanya ada apa memanggilnya, Gun Wook hanya memperlihatkan wajahnya agar Bo Nui bisa mengenalinya. Bo Nui binggung lalu melihat ada mobil box yang membawa barang-barang, akhirnya mengetahui kalau itu tetangga baru yang pindah dan bertanya dinomor berapa tinggalnya. Gun Wook menyebut nomor kamarnya 402. Bo Nui pun membungkuk menyapanya lalu pergi seakan tak peduli.

Apa kau tidak mengenaliku? Kau mungkin telah melihatku di berita.” Ucap Gun Wook, Bo Nui menatapnya sambil memikirkanya dan Gun Wook seperti sangat berharap Bo Nui bisa mengenalinya sebagai temanya.
Apa kau...seorang wartawan? Tapi Kau tidak terlihat seperti itu. Aku tidak menonton berita. Mereka sering berbicara tentang kejahatan dan Aku tidak mampu untuk memikul penderitaan orang lain.” Ucap Bo Nui lalu memberikan semangat lalu pergi. Gun Wook menghela nafas mendengarnya.
Bo Nui memberikan sebuah lilin pada Gun Wook sebagai hadiah, menurutnya Sangat menyenangkan memiliki lilin karena cukup berguna. Gun Wook hanya bisa terdiam melihat lilin ditanganya merasa tak percaya kalau Bo Nui benar-benar tak mengenalinya.

Soo Ho memikirkan sosok Bo Nui yang ada diatas panggung saat melepaskan kepala rakunnya, ketukan pintu terdengar Dal Nim datang menemui atasanya bertanya apa yang sedang dipikirkanya. Soo Ho nampak masih melamun, Dal Nim pun memanggilnya. Soo Ho pun sadar dari lamunannya, dan langsung menyebut nama Shim Bo Nui.
Dia benar-benar bukan mata-mata dan bukan tipe orang yang menjadi mata-mata yang baik. Dia bahkan belum bertemu Park Ha Sang dan Go Su Wan, karena Dia sibuk bekerja paruh waktu untuk melunasi sewa apartemennya. Dia tidak bisa datang bahkan jika aku memintanya.” Ucap Dal Nim menyakinkan atasanya.
Apa dia bekerja di Daebak Soft?” kata Soo Ho, Dal Nim binggung Soo Ho bisa mengetahuinya
Apa anda melakukan pemeriksaan latar belakang pada dirinya?” dugaan Dal Nim, Soo Ho mengatakan tidak karena menemukannya karena suatu kejadian.
Dia tidak bekerja di sana sejak bosnya kabur tanpa membayarnya. Lalu Dia mengembangkan perangkat lunak, melakukan penjualan dan melakukan segala sesuatu.” Jelas Dal Nim

Dia tampak seperti tidak tahu bagaimana menyalakan komputer.” Komentar Soo Ho
Dal Nim pikir Soo Ho meminta Bo Nui untuk membantu mereka, lalu menceritakan Bo Nui yang tidak bisa lulus tapi mengambil jurusan ilmu komputer bahkan peringkat atas di kelasnya dan menerima beasiswa empat tahun.
Tunggu sebentar. Kapan anda melihat wajahnya? Dia mengenakan kostum kelinci hari itu.” Ucap Dal Nim binggung.
Itu terjadi secara tidak sengaja ... secara beberapa kali berturut-turut. Aku hanya melihat sisi aneh dari dia. Jadi dia tidak buta komputer? “ kata Soo Ho berusaha mengalihkan pandangan.
Apa yang kau bicarakan? Dia hampir menjadi salah satu dari kami di Zeze Family.” Ucap Dal Nim
Soo Ho tak mengerti maksudnya,  Dal Nim menceritakan Bo Nui berhasil sampai ke babak final pada perekrutan pertama. Soo Ho menegakan duduknya tak percaya, Dal Nim memberitahu Bo Nui adalah orang pertama yang memperbaiki bug [Pengganggu Komputer]. Soo Ho melonggo tak percaya mendengarnya.
Flash Back
Spanduk bertuliskan [2014 Wawancara Rekrutmen Akhir] beberapa orang duduk dengan dua layar komputer didepanya, Bo Nui termasuk peserta nampak serius mengerjakan tugasnya. Salah seorang pria nampak menyerah memilih keluar ruangan, dua wanita lain ikut menyusul merasa sudah tak mampu. Sampai akhirnya hanya beberapa orang saja yang bertahan termasuk Bo Nui. 
Di ruang kontrol melihat dari layar CCTV, Ryang Ha tak percaya sudah 4 jam melakukan tes itu, Soo Ho menatap layar sambil memainkan pulpennya.
Bagaimana mereka dapat berpikir untuk diterapkan ke Zeze Factory dengan keterampilan? Bagaimana orang bisa menangkap bug yang kau buat? Menyerah dengan cepat adalah hal yang bijaksana untuk dilakukan.  Coba lihat, Satu lagi pergi.” Keluh Ryang Ha

Siapapun dengan IQ 100 atau lebih tinggi dapat mengatasinya. Mereka dapat mengatasinya jika mereka mengambil waktu dengan itu dan Mereka harus rajin jika mereka tidak cerdas.” Kata Soo Ho dengan melipat tangan didada, Ryang Ha mengatakan kalau anak-anak malang yang melakukan itu.
Apa mereka tahu? Jenius, Je Soo Ho, yang mereka sembah ... sebenarnya orang brengsek, aku yakin Mereka mungkin tidak tahu.” Ucap Ryang Ha, Soo Ho pun mematikan layar merasa meraka harus menyerah saja., karena Tidak ada yan bisa mereka dipekerjakan.
Ini rekrutmen terbuka pertama kita, Mari kita menunggu sedikit lebih lama.” Ucap Ryang Ha kembali menyalakan layar monitor
Tidak ada satu orang pun yang akan dipekerjakan.” Ucap Soo Ho terlihat  lelah kembali mematikanya.
Dae Kwon tiba-tiba masuk ruanga memberitahu ada Pelamar memecahkan itu. Ryang Ha bertanya siapa yang melakukanya lalu keluar dari ruangan. Semua peserta sampai berkumpul dimeja, Ryang Ha datang ingin menemui siapa yang berhasil memecahkannya, tapi tak ada seseorang pun duduk didepan layar.

Soo Ho bertanya siapa yang duduk disana, semua tak ada yang mengaku. Soo Ho berpikir orang itu sudah pergi, si peserta yang di samping Bo Nui membernarka kalau orang itu pergi. Ryang Ha menjerit mendengarnya, karena orang itu malah pergi setelah memecahkanya. Soo Ho melihat dilayar kalau ada tulisan “Welcome to Zeze” karena berhasil menyelesaikan bug yang dibuatnya. 
Soo Ho terdiam memikirkan kejadian tahun lalu yang seharusnya bisa merekrut Bo Nui karena berhasil memecahka Bug yang dibuatnya, lalu melihat profile Bo Nui yang lahir tahun 1991. 

Ponsel Bo Nui bergetar tapi tak ada yang mengangkat bahkan rumahnya nampak kosong, ternyata Bo Nui sedang ada diatap menyalakan lilin dan berdoa sambil menyatukan keduanya tanganya.
Semua roh-roh di langit. Aku tahu bahwa keberuntungan tidak ada dalam hidupku. Aku tahu seharusnya tidak mengharapkan untuk menjadi beruntung. Aku bodoh untuk mendapatkan harapanku sekali lagi. Mohon, maafkan aku.” Ucap Bo Nui
Aku akan bangun dari mimpi bodohku dan melakukan seperti yang kau katakan. Kirimkan aku harimau. Tidak apa-apa bahkan jika aku tidak bisa menyingkirkan semua kemalangan dalam hidupku. Kumohon, selamatkan hidup Bo Ra. Jika kau dapat membuat Bo Ra  sadar, Aku akan baik-baik saja bahkan tanpa melihat lagi.” Kata Bo Nui penuh pengharapan lalu mendengar suara ketukan pintu rumahnya. 

Ternyata Gun Wook terus menekan dan menyalakan bel rumahnya, Bo Nui tak mengenali Gun Wook bertanya siapa yang datang ke rumahnya. Gun Wook memperkenalakan diri sebagai tetangga sebelahnya. Bo Nui langsung masuk rumah tanpa bicara.
Gun Wook bertanya apakah Bo Nui memiliki Palu, Bo Nui menjawab dengan menutup pintunya dengan keras. Gun Wook mengeluh Bo Nui itu  berubah menjadi gadis pemarah. Pintu Bo Nui kembali terbuka, dengan mengulurkan tangannya memberikan palu, meminta agar Hati-hati memakainya. Gun Wook tersenyum dan berterimakasih. Bo Nui kembali menutup pintu dengan membantingnya. 

Gun Wook memalu paku untuk mengantungkan foto keluarganya di dinding, sambil berbicara sendiri kalau ia saja bisa mengenali wajahnya semakin melihatnya.
Ngomong-ngomong, bagaimana bisa dia tidak mengenaliku? Aku cutie-pie, Geon Uk.” Keluh Gun Wook dan kembali memakunya tapi yang terjadi tanganya malah kena palu.
Ia pun kembali mengedor pintu dengan mengisap jarinya yang berdarah, Bo Nui menyuruh untuk meninggalkannya di depan pintu. Gun Wook mengeluh Bo Nui bahkan tidak mau membukakan pintu untuknya, lalu berteriak meminta untuk meminjam plesternya.
Apa kau terluka? Aku sudah bilang untuk berhati-hati!”ucap Bo Nui panik membuka pintunya lalu mengambil palu dan kembali menutup pintu. Gun Wook pun memilih untuk pergi, tiba-tiba Bo Nui kembali memanggilnya. 


Ulurkan tanganmu.” Kata Bo Nui, Gun Wook tersenyum mengulurkan tanganya, lalu Bo Nui memasangkan plester di jari telunjuk, mata Gun Wook terus menatap Bo Nui tanpa berkedip.
Flash Back
Waktu kecil Bo Nui meminta untuk mengulurkan tanganya, Bo Nui pun memasangkan plester di jari telunjuknya lalu meniupnya, setelah itu menanyakan apakah keadaanya akan baik-baik saja. Gun Wook mengangguk dengan wajahnya yang masih basar karena menangis, Bo Nui pun menghapus air matanya dengan senyumanya. 


Bo Nui selesai memasangkan plester berpesan agar Gun Wook harus hati-hati. Gun Wook menatapnya, Bo Nui mengatakan Gun Wook  harus ekstra hati-hati karena tinggal di sebelah.
Aku tidak seharusnya bicara atau membuka pintu untuk orang asing dan tidak bisa meminjamkan sesuatu kepada orang asing.” Cerita Bo Nui
Mereka mengatakan tetangga seperti keluargamu.” Kata Gun Wook
Tidak ada yang berpikir seperti itu hari ini. Lagi pula, jika kau butuh sesuatu dari sekarang, minta tetangga lain atau beli saja.” Ucap Bo Nui lalu kembali masuk ke dalam rumahnya.
Gun Wook menahan pintu sebelum tertutup, Bo Nui bertanya ada apa. Gun Wook langsung mengajak Bo Nui untuk pergi keluar untuk makan. Bo Nui binggung, Gun Wook mengatakan Bo Nui sudah membuka pintu untuknya meminjamkan palu dan memakainya plesternya padahal sebelumnya  tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu jadi akan mentraktirmu sebagai ucapkan terima kasih atas bantuanmu.

Terima kasih atas tawaran itu. Aku hanya akan menerima isyarat tersebut. Aku terlalu sibuk hari ini.” ucap Bo Nui kembali ingin menutupnya, Gun Wook kembali menahanya
Tidak peduli seberapa sibuknya dirimu, kau harus makan, kan?” kata Gun Wook mulai kesal
Jangan menganggap kebaikanku hanya untuk menggoda. Kau harus menghormati preferensi tetanggamu. Hari-hari ini, orang tidak suka dekat dengan tetangga mereka.” Kata Bo Nui kembali menutup pintunya
Gun Wook menariknya dengan keras sampai akhirnya Bo Nui keluar dari rumahnya sampai keluar dari rumahnya dan terpental ke jendela. Bo Nui mengeluh apa yang terjadi dengannya hari ini. Gun Wook mengaku  sebenarnya cukup terkenal berpikir Bo Nui itu mungkin menyesal nanti.
Hidupku sudah penuh penyesalan. Apa kau terkenal atau tidak, aku tidak tertarik sama sekali kecuali jika kau lahir pada tahun harimau.” Ucap Bo Nui kembali masuk
Bagaimana jika aku itu lahir ditahun macan?” ucap Gun Wook menahanya, Bo Nui membuka pintunya bertanya apakah shionya itu Macan.
Jika ya, apa kau akan pergi keluar untuk makan denganku?” ucap Gun Wook, Bo Nui langsung mengatakan Tentu saja!
Mari kita pergi makan. Aku pikir aku memenuhi syarat.”kata Gun Wook yakin,

Bo Nui bener-benar tak percaya kalau shionya itu benar-benar harimau lalu bertanya kapan dan berpikir kalau mereka pergi sekarang saja karena merasa Gun Wook harus membalas kebaikan sesegera mungkin. Gun Woo pikr harus membongkar dan mengatur barang-barangnya hari ini dan mengusulkan besok dan bertanya kapan Bo Nui libur. Bo Nui meras Gun Wook tak perlu mengkhawatir tentang itu.
Aku tidak akan pergi bekerja sama sekali dan  akan tinggal di rumah sepanjang hari, jadi kita bisa pergi keluar untuk makan malam atau makan siang. Apa makan siang aneh?” ucap Bo Nui
Mari kita pergi makan malam besok. Kau akan terkejut.” Kata Gun Wook dengan senyuman mengoda, Bo Nui pun setuju.
Gun Wook meninggalkannya, Bo Nui pun berpesan agar Gun Wook tak lupa  membawa kartu identitas lalu kembali menutup pintu sambil membanting pintunya. Gun Wook hanya bisa terdiam melihat sikap Bo Nui langsung berubah. 
Ya ampun!!! Kau mengirim harimau ke sebelahku. Jangan terlalu terkejut dan lari!!!” ucap Bo Nu berbicara pada tempat berdoanya

Gun Wook memberikan pelatihan pada anak-anak kecil yang berlatih tenis, Sul Hee berbicara pada wartawan untuk memberitahu kapan artikel tersebut siap. Beberapa wartawan mengambil foto Gun Wook yang mengajarkan service yang benar pada anak perempuan. Sul Hee pun menatap Gun Wook yang nampak serius mengajak anak-anak berlatih.
Di mana kau tinggal sekarang?” tanya Sul Hee mendatangi Gun Wook,
“Apa Kau tidak berpikir aku akan mencari tahu apa kau check-out dari hotel?” ucap Sul Hee  duduk disampingnya, Gun Wook tak percaya Sul Hee bisa mengetahuinya.
Mengapa kau benar-benar menjadi seperti ini? Kau menjatuhkan bom padaku dan bahkan lari.” Keluh Sul Hee
Tinggal di sebuah hotel tidak menyenangkan. Aku kembali Korea setelah tinggal di luar negeri begitu lama Biarkan aku bersenang-senang.” Kata Gun Wook
Kau biasanya membenci setiap kali aku mengatakan apapun tentang Korea. Aku tahu itu dan Aku pikir itu aneh kalau kau menerima sponsor.” Ucap Sul Hee penasaran
Gun Wook meminta Sul Hee melihat hari ini karena Semua penggemar akan gila kepadanya, menurutnya Seandainya tahu betapa populernya di Korea maka akan berkunjung sejak lama lalu beranjak pergi. Sul Hee berteriak meminta Gun Wook memberitahu dimana tempatnya tinggal karena tahu Gun Wook tidak tahu siapa pun di Seoul lalu ia menduga sesuatu.
Aku sudah meluncurkan perahu di laut.” Kata Gun Wook, Sul Hee makin penasaran tempat apa itu.
Ini bekerja lebih baik daripada yang aku harapkan.” Ucap Gun Woo.
Hei, kau tidak bisa hidup di tempat seperti itu, Kau Gary Choi jadi tidak mungkin” kata Sul Hee panik mendekati Gun Wook
Aku sudah pergi selama 15 tahun dan kembali ke Korea setelah pergi selama 15 tahun. Berikan aku waktu. Aku tidak akan menimbulkan masalah. Beri aku waktu dua bulan, oke?” kata Gun Wook sambil berjalan lalu melemparkan bola pada Sul Hee
Sul Hee menangkapnya, Gun Wook mengartikan kalau itu menganggap jawabnya adalah “ya”. Sul Hee mengeluh tak bisa membedakan apakah Gun Wook itubercanda atau serius sekarang, sambil berjalan ke parkiran  Sul Hee menelp agensi yang ada di amerika kalu Gun Wook akan ada di Korea  selama dua bulan dan menyakinkan kalau Gun Wook hanya bisa beristirahat saja. 


Bo Nui memakai lipstiknya dan juga sudah me-rool rambutnya, lalu mengeluh tak tahu apapun karena tidak pernah berkencan dengan seorang pria sebelumnya sambil memilih bajunya, akhirnya ia teringat dengan warna keberuntungan pada ramalan di ponselnya.
Saat akan melihatnya Dal Nim menelp, Bo Nui dengan cepat mengangkatnya meminta maaf tak bisa mengajaknya bicara harus mengurus sesuatu yang mendesak dan akan meneleponmu lagi nanti. Baru saja akan melihat kembali ponselnya, Bo Nui menerima telp kembali dari nomor yang tak dikenal.
Ia berpikir kalau itu orang yang menawarkan asuransi atau kartu kredit, lau mengangkatnya dan berkata kalau tak tertarik. Ponselnya kembali berbunyi, Bo Nui kembali mengangkat dan menolaknya. Ponselnya terus berdering, Bo Nui berteriak kalau tak akan mengubah jawabanya lalu melihat ramalan kalau warna keberuntungannya hari ini adalah Pink dan mencari dressnya berwarna pink.

Terdengar bunyi suara bel rumahnya, Bo Nui bertanya-tanya siapa yang datang sekarang dalam pikiranya Gun Wook sudah datang dengan wajah tampannya membawaka sebuket bunga untuknya, lalu menyadarkan kembali dalam khayalanya.
Dengan wajah berdebar membuka pintu rumahnya,  memberitahu kalau belum siap, bukan Gun Wook tapi Soo Ho yang berdiri didepan rumahnya. Soo Ho kaget melihat dandan Bo Nui yang berbeda dan terlihat berlebihan. Bo Nui bertanya kenapa Soo Ho ada didepan rumahnya. Soo Ho mengatakan tidak bisa menelponnya tidak peduli apa yang sudah di lakukan berkali-kali, Bo Nui kaget ternyata Soo Ho yang menelpnya tadi.

“Jadi Kau memiliki nomor dan alamatku?  Aku benar-benar bukan mata-mata industri! Tentang yang terjadi terakhir kali ... Sebenarnya, aku ingat. Aku juga tahu bahwa kau marah karena aku membawamu dalam kesulitan Tapi apa tidak keterlaluan untuk datang ke tempatku?” ucap Bo Nui berusaha menjelaskan segela kesalahpahaman
Pertama, aku mendapat nomor dan alamat dari formulir aplikasimu. Kedua, memang benar bahwa kau telah membuatku dalam kesulitan Tapi aku di sini bukan untuk meminta maaf padamu. Seberapa jauh kau masuk dengan IF?” kata Soo Ho, Bo Nui binggung tiba-tiba Soo Ho menanyakan tentang IF. 


Gun Wook menyetir mobilnya dan terlihat sangat rapih dengan memeriksa giginya yang bersih dan nampak penuh semangat karena akan makan malam dengan Bo Nui, teman masa kecilnya. Lalu ia mampir lebih dulu ke toko bunga untuk membeli sebuket bunga untuk Bo Nui.
Di rumah
Soo Ho bertanya apakah Bo Nui memiliki investor. Bo Nui mengatakan tidak, Soo Ho bertanya apakah  Bon Nui memutuskan pada platform, Bo Nui mengatakan tidak. Soo Ho mengatakan  akan menawarkan 300,000 dolar dan 1 persen insentif dan meminta pendapatnya, Bo Nui bingung, Soo Ho pikir ingin Bo Nui meminta lebih bayaran insentif.
“Apa kau mengatakan kau ingin membeli IF?” ucap Bo Nui, Soo Ho membenarkan, Bo Nui bertanya alasannya.
Kita tidak bisa membuat kesepakatan bisnis di sini. Mari kita bicara di tempat lain.” Kata Soo Ho
Tidak! Aku hanya seorang karyawan. Kau harus berbicara dengan bosku tentang hal itu. Aku memiliki pertemuan yang sangat penting sekarang. Aku minta maaf.” Ucap Bo Nui ingin menutup pintunya, Soo Ho menahan pintunya dengan kaki dan menariknya.
Aku tidak bisa menemui bosmu tidak peduli apa yang sudah aku lakukan .Aku mencoba di hp, telepon rumah dan email tapi tidak ada jawaban.” Kata Soo Ho
Dia diburu oleh kreditor, jadi ia tidak menjawab nomor aneh.” Jelas Bo Nui, Soo Ho pun meminta agar Bo Nui yang memanggilnya.
Dia tidak menjawab panggilanku bahkan bosku juga berutang padaku.” Ucap Bo Nui
Soo Ho merasa semua ini kacau, Bo Nui tahu memberitahu sudah punya janji yang sangat penting dan akan menelpnya nanti sambil meminta maaf ingin menutup pintunya. Soo Ho bisa menarik dan menganjal pintu meminta Bo Nui untuk memutuskannya mau atau tidak. Bo Nui menghela nafas.

Gun Wook turun dari mobil dengan sebuket bunga ditanganya. Sementara Soo Ho akan memberitahukan sejujurnya kalau ia tidak bisa percaya salah satu dari merek berdua jadi meminta memkirkan, kalau Bo Nui tidak mau bergabung dengan Zeze,mengapa Bo Nui harus menghabiskan waktu untuk memecahkan bugnya
Jika kau tidak akan menjualnya, mengapa kau memberikan presentasi? Ini di luar pemahamanku. Jadi bagaimana aku bisa mempercayaimu?” ucap Soo Hoo dengan Bo Nui yang melihat kesana kemari takut Gun Wook datang.
Kurasa kau itu bos, jadi kau tidak tahu bagaimana kelanjutannya. Bahkan pelamar mengevaluasi perusahaan. Apa aku bergabung dengan perusahaan atau tidak terserah padaku, Aku hanya memilih untuk tidak bergabung dengan Zeze. Itu saja.” Ucap Bo Nui dengan terus menatap ke ujung lorong,

“Jadi di Zeze ... Kau memilih untuk tidak bergabung, dan kau memilih untuk bergabung dengan Daebak Soft.” Kata Soo Ho gugup merasa tak percaya, Bo Nui pikir bisa jadi dan bisa diartikan seperti itu.  
Apa kau membayar 100,000 dolar atau satu juta dolar,Daebak Soft mau menjual IF atau tidak.”ucap Bo Nui lalu mendengar suara orang bersiul sambil menaiki tangga. Gun Wook dengan bahagia siap untuk menjemput Bo Nui.
Soo Ho meminta Bo Nui untuk segera menelp bosnya untuk memutuskan apa akan menjual IF atau tidak., Bo Nui langsung menarik Soo Ho masuk kerumah dan menutup pintunya. Soo Ho ingin keluar, Bo Nui langsung menutup mulutnya dan mendorongnya ke dinding, Soo Ho nampak panik Bo Nui tepat ada didepanya.
Gun Wook akhirnya sampai didepan rumah Bo Nui sambil mengetuk pintu memberitahu kalau ia sudah datang. Bo Nui terus menutup mulut Soo Ho agar tak bersuara, Soo Ho kebingungan karena Bo Nui dengan jarak yang sangat dekat menutup mulutnya. 

[Malam itu]
Bo Nui berjalan pulang sambil mengendong boneka beruangnya, Soo Ho pun menuntun sepedanya melihat Bo Nui yang berjalan sendirian karena mabuk. Bo Nui merasa kalau tubuhnya merasa berat akhirnya duduk  lebih dulu sambil bersandar di boneka beruangnya. Soo Ho terus mengikutinya seperti ingin memastikan Bo Nui sampai rumah dengan selamat.
Didepan apartement, Bo Nui merangkak menaiki tangga sambil menaruh bonekanya didepan pintu. Ia melepaskan sepatunya lalu berbaring disamping boneka seperti berpikir sudah sampai rumahnya.  
Aku tidak bisa melakukannya lagi. Aku selesai memenuhi tugas ... sebagai anggota masyarakat.” Kata Soo Ho lalu menaruh sepatu Bo Nui dan akan membiarkan tidur didepan pintu. 

Tapi akhirnya Soo Ho mengendong Bo Nui sampai ke dalam rumah dan membantingnya di sofa depan TV, Bo Nui mengeluh kesakitan.  Soo Ho bertanya-tanya siapa sebenarnya gadis itu dan akan pergi, tapi Bo Nui tiba-tiba malah bangun dan membuatnya sangat kaget, tapi akhirnya Bo Nui kembali tertidur.
Harimau tampan ... Di mana kau?” ucap Bo Nui seperti sedang mengingau.
Mengapa kau ...  Mencari macan pada jam ini? “ kata Soo Ho sambil memasangkan selimut
Bo Nui tiba-tiba bangun dan langsung mengalungkan tanganya dan mengatakan Soo Ho itu macan, Soo Ho melotot kaget tampak tubuhnya kaku, Bo Nui bertanya mau kemana. Soo Ho menatap Bo Nui tanpa bisa berbuat apa-apa, Bo Nui mengatakan tidak akan membiarkannya pergi lalu kembali berbaring. Soo Ho sedikit bernafas lega, tapi Bo Nui tiba-tiba bangun dan langsung menciumnya. Mata Soo Ho benar-benar melotot karena Bo Nui tiba-tiba menciumnya. Bunyi gemerincing pun terdengar seperti tanda membawa kebaikan.
bersambung ke episode 3 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



3 komentar:

  1. Di lanjut ya chinguu....

    BalasHapus
  2. Yeayy,.ada yg buat sinopsisnya,.gomawo,.sy smpt nontn ep.1 dan yg dipikiran saya kemudian adalh drama entertainer,.2 couple favorit sy di KMHM dan Replay88 dikedua drama ini bertukar,. Mngkn itu yg mmbuat saya sulit meliht cemistry mereka dgn psngan skrng,.saya susah move on dari sblmnya,hehehe,.

    BalasHapus
  3. daebak...hwang jung eum oennie emang keren. Chems antara tokoh utamanya dapet klo menurutq cm klo di entertainer kyknya kurang. Mungkin krn fokus di lucky romance ini emang romcom kalii ya
    Mbak deedee makasih ya udh repot2 ngerecap ni drama. I love this drama

    BalasHapus