Selasa, 17 Mei 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 5 Part 1

Do Kyung memeluk erat Hae Young ketika melompat padanya, Hae Young nampak kaget seperti merasaka bunyi jantung yang degup. Beberapa detik kemudian, Hae Young langsung melepaskan tangannya dan merosot turun kebawah.
Apa kau sudah gila?” umpat Do Kyung kesal
Hae Young tak banyak bicara, kembali berjalan balik ke arah Soo Kyung layaknya seorang model yang mengibaskan rambutnya. Soo Kyung dan Jin Sang masih melonggo melihat yang dilakukan Hae Young pada Do Kyung. Didepan Soo Kyung, Hae Young sedikit melompat tanda ia berhasil melakuan tantangan yang diberikanya lalu mengambil tas yang dilemparnya.

Soo Kyung memanggilnya, Hae Young menenggokan badanya. Soo Kyung memberitahu bra gelnya jatuh. Hae Young melotot kaget melihat branya jatuh di tepat di kaki Do Kyung dan memegang dadanya yang polos tanpa bra.
Ia mengingat saat melompat branya pun lepas dan langsung melayang, Soo Kyung dan Jin Sang menahan tawa. Hae Young berjalan sambil menutup wajah yang malu sampai didepan Do Kyung langsung buru-buru mengambilnya dan kabur.
Do Kyung terlihat nampak binggung, Hae Young langsung bersandar di tembok yang jatuh dari rumahnya sambil mengenggal bra gel yang lepas mengumpat pada dirinya kalau sangat memalukan. 


Do Kyung tertidur dikamarnya, matanya terpejam tapi bibirnya tersenyum. Akhirnya ia tak bisa lagi menahan tawa dan langsung tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian sebelumnya.
Hae Young berbaring di tempat tidurnya dengan mata terpejam bisa mendengar suara tawa Do Kyung, terlihat kesal langsung menutup kepalanya dengan selimut. Do Kyung masih tertawa sampai terbangun dan memukul-mukul bantal.
Berhenti tertawanya!” teriak Hae Young kesal bangun dari tempat tidurnya, Do Kyung masi terus tertawa tanpa henti.
“Tapi Ini pertama kalinya aku mendengarmu tertawa.” Ungkap Hae Young juga merasa heran. Do Kyung tertawa sampai air matanya keluar. 

[Episode 5: Hati yang tersayat]

Hae Young terburu-buru pergi ke kantor, sambil makan jeli kacang berlari untuk pergi ke kantor. Do Kyung mengendarai mobilnya tiba-tiba kembali mundur lalu berhenti tepat disamping Hae Young, mengajaknya masuk karena akan mengantarnya ke stasiun kereta. Hae Young tak menolak, naik ke dalam mobil dan memasang sabuk pengamanya.
Traktir aku makan malam, Karena aku sudah membuatmu tertawa Aku mau Traktirnya yang mahal, karena Aku banyak membuatmu tertawa. Pertunjukan dengan bra gel yang jatuh. Itu jarang sekali terjadi. Di atas semua itu, aku malu sekali.” Kata Hae Young sambil mengunyal jeli kacangnya, Do Kyung kembali tertawa mengingatnya.
Berhenti tertawa. Kau pernah bilang padaku kalau kau bukan tipe orang yang mudah tertawa.” Perintah Hae Young, Do Kyung kembali tertawa
Berhenti memikirkan hal itu.” Tegas Hae Young, Do Kyung mencoba berhenti tapi tak bisa karena kembali lagi tertawa. Keduanya pun tertawa dengan kaca mobil terbuka dengan udara musim semi yang sangat cerah dan bunga sakura yang bermekaran. 

Hae Young melihat berkas laporan dengan grafik, merasa Ada kesenjangan penjualan yang besar antara  perusahaan mereka dan perusahaan lain pada bisnis ini. Pria berkaca mata membenarka maka dari itu perusaahn sangat  berhati-hati membentuk tim  baru ini.
Mereka mengkhawatirkan apakah kita harus hanya berusaha tetap mempertahankan tempat kedua. Tapi Direktur Park Soo Kyung sedang dalam kesulitan besar.” Jelas Si pria kacamata, Hae Young pikir Soo Kyung memang seperti itu sifatnya.
Bukankah menurutmu akan terlalu sulit bagi kita untuk berusaha menjadi nomor satu?” kata Si pegawai wanita.
“Apakah kalian pernah mengalami saat-saat seperti ini? Kau berpikir, "Mungkin sudah waktunya aku harus menyerah. Saatnya untuk menyerah." Kemudian kau dapat pesan dari orang lain, yang menyemangatimu.” Cerita Hae Young sambil menatap ke arah jendela 

Flash Back
Hae Young mengingat kembali saat berlari marathon terlihat kelelahan, pikirannya melayang pada saat menelp Do Kyung yang mengungkapkan merasa senang karena mantan pacarnya masih mengingat namanya.
Inilah sebabnya kenapa manusia tidak bias saling berbuat baik. Teganya kau... Kau pikir aku gampangan, 'kan? Kaulah satu-satunya orang  yang akan menghubungiku dan membuat semuanya jadi runyam lagi. Apa Kau tahu itu?” ucap Do Kyung geram
Aku merindukanmu.” Kata Hae Young. Do Kyung langsung mengumpat Hae Young sudah gila dan berteriak histeris sambil melempar ponselnya
Mungkin aku seharusnya tidak  menghubungi lagi saat itu.  Kau berpikir, "Mungkin mengakhirinya seperti ini adalah hal yang harus dilakukan."
Hae Young yang terlihat patah semangat, mendengar teriakan seseorang dari dalam mobil “Oh Hae Young! Fighting!
Pada saat yang paling tak terduga... kau mendapatkan kekuatan dari dukungan orang lain. Rasanya seperti seluruh planet sedang... menyorakiku supaya aku tidak menyerah. Saat itu Hae Young kembali bersemangat melanjutkan lari marathon. 

Hae Young mencoba menelp Do Kyung dari ponselnya tapi ternyata ponselnya tak aktif, setelah itu menelp ke kantor “Movie Sound”. Do Kyung baru kembali ke kantornya langsung mengecash ponselnya, pesan masuk dari “Wanita tetangga sebelah” (Oh Hae Young)
Makanan yang lezat dan mahal. Kenapa kau tidak balas sms-ku? Traktir aku makan malam. Aku ingin makanan yang berminyak. Daging. Do Kyung tersenyum membacanya lalu melihat note yang tempel di layar monitornya.
[Steak House di Cheongdam-dong jam 7 malam. Dari Oh Hae Young. Aku akan menunggu.]
Hae Young baru kembali ke mejanya membaca pesan dari Do Kyung dengan senyuman Jam 7 terlalu cepat, lebih baik Jam 7:30 saja.
Dimana jadi tempatnya? balas Hae Young
Bukankah kau ingin bertemu di Steak House di Cheongdam-dong? balas Do Kyung, Hae Young yang membacanya bisa tersenyum karena tempatnya sangat mahal dan melihat Do Kyung itu orang yang baik sekali. 

Hae Young langsung berlari saat baru keluar lift, terlihat wajah senyuman bahagia. Do Kyung juga baru keluar dari kantornya dan masuk ke dalam mobil untuk pergi menuju restoran steak.
Sementara Hae Young cantik nampak menunggu seseorang dengan gelisah melihat jam di ponselnya sudah pukul jam 7 lewat 20 menit. Hae Young masuk ke dalam restoran, si cantik Hae Young tersenyum melihat teman kantornya dan langsung datang mendekati. Hae Young nampak tak begitu nyaman harus ada satu restoran dengan si cantik Hae Young.
Kurasa kita ini terhubung secara khusus, Apa kau mau bertemu seseorang disini?” kata si cantik Hae Young, Hae Young membenarkan
Dengan siapa?  Apa dengan Pacar?” tanya si cantik Hae Young. Hae Young mengaku hanya seorang teman pria biasa saja.
Apa kalian berdua mulai berkencan?” goda si cantik Hae Young, Hae Young hanya bisa menanggapi “Yah begitulah

Senang sekali rasanya mendengarnya. Kau tahu masa pacaran itu masa yang indah. Aku ingin tahu seperti apa orangnya dan Aku yakin dia orang yang sangat baik Karena kau juga orang yang baik.” Ungkap Si cantik Hae Young nampak berlebihan
Hae Young bertanya balik siapa yang akan ditemui mantan teman SMA, Si cantik Hae Young mengatakan Seorang pria juga tapi sepertinya tidak datang jadi merasa seperti sudah dicampakkan, menurutnya walaupun pria itu tak datang ia akan berusaha datang kerumahny karena tahu tempat tinggal si pria itu. Hae Young berkomentar temanya itu masih percaya diri sekali.
Si cantik Hae Young seperti tak menyadari kalau dulu sangat percaya diri, tapi merasa senang karena ada orang yang mengatakan kalau dirinya itu percaya diri, lalu memeluk Hae Young sambil mengucapkan terimakasih pada Hae Young. Keduanya lalu berpisah dan Hae Young memilih duduk di deretan bangku belakang, Si cantik Hae Young menolehkan kepalanya sambil mengucapkan selamat makan. 

Mobil Do Kyung masuk parkiran, Si cantik Hae Young nampak tak percaya melihat Do Kyung datang ke restoran. Do Kyung pun masuk mencari-cari Hae Young, saat itu Hae Young langsung mengangkat tanganya memberitahu tempatnya duduk. Do Kyung pun berjalan mendekati Hae Young yang sudah berdiri, tiba-tiba terdengar suara yang memanggilnya “Oppa”
Do Kyung seperti sangat mengenal suara orang yang memanggilnya, lalu membalikan badanya melihat si cantik Hae Young, mantan calon istrinya yang kabur tepat ada didepannya. Tangan si cantik Hae Young meremas roknya seperti menahan rasa gugupnya. Hae Young nampak binggung melihat keduanya yang nampak sudah saling mengenal sebelumnya.
Saat itu juga Do Kyung mengingat nama di ponselnya itu [Wanita Tetangga Sebelah]  dan note yang tertempel adalah [Oh Hae Young] lalu baru menyadari tenyata orang yang berbeda. Si cantik Hae Young menatap Do Kyung dengan mata berkaca-kaca. Do Kyung pun mengajak Hae Young untuk pergi ke tempat lain saja, karena tahu tetangga sebelahnya itu bukan tipe orang yang makan di tempat seperti ini. Si cantik Hae Young memanggil Do Kyung “oppa” tanpa bisa menghalanginya. 

Akhirnya si cantik Hae Young mendekati teman SMA tak percaya ternyata yang dipacarinya adalah Do Kyung. Hae Young nampak diam dan terlihat ikut binggung, si cantik Hae Young tak pecaya dengan situasi aneh seperti sekarang.
Aku meninggalkannya pesan dan memintanya untuk bertemu disini. Dia pasti mengira itu darimu jadi dia bingung karena nama kita. Tampaknya hal seperti ini terus terjadi yah?” komentar si cantik Hae Young
“Lalu Bagaimana kalian berdua saling kenal?” tanya Hae Young,
Si cantik Hae Young belum sempat menjawabnya, karena Do Kyung kembali masuk ke restoran dan langsung menarik tangan  Hae Young untuk segera pergi. Si cantik Hae Young shock karena Do Kyung menarik tangan Hae Young bukan dirinya. 

Do Kyung langsung memasukan Hae Young kedalam mobil. Si cantik Hae Young mengejarnya dan meminta maaf mengakui semua kesalahanya. Do Kyung belum sempat masuk mobil pun berhenti untuk mendengarkanya.
Kau boleh memakiku. Aku tidak bisa menyalahkanmu bahkan jika kau memukulku.  Aku mohon Tunggu.” Ucap Si cantik Hae Young sambil menarik tangan Do Kyung, tapi Do Kyung memilih untuk pergi tapi setelah itu kembali berbalik. Hae Young hanya bisa melihat dari dalam mobil.
Kau pikir aku akan datang menemuimu begitu kau memintaku? Jangan berkhayal. Aku datang untuk menemui wanita itu, bukan kau.” Teriak Do Kyung
“Huff... Pantas saja. Kenapa restoran yang dia pilih berbeda. Kau makan steaknya saja sendiri, Dengan anggun.”sindir Do Kyung yang membuat Hae Young melotot kaget lalu berjalan kembali ke dalam mobilnya.
Aku merindukanmu... Sungguh... Sangat merindukanmu..... Setiap hari.” Kata si cantik Hae Young
Do Kyung langsung memukul kaca mobilnya sangat keras, Hae Young dan si cantik Hae Young menjerit sambil menutup wajah karena ketakutan. Ada berkaca darah yang tertinggal diatas retakan kaca mobil, Do Kyung masuk mobilnya dan Hae Young terlihat ketakutan langsung memasang sabuk pengamannya. Si cantik Hae Young hanya bisa diam melihat sikap Do Kyung benar-benar marah padanya. 

Di dalam mobil nampak suasana tegang, Hae Young melirik melihat tangan Do Kyung yang terluka karena memukul jendela dan memegang stir mobilnya dengan sangat kencang. Ketika berhenti di lampu merah, keduanya pun masih diam tanpa banyak berkata-kata.
Hae Young mengingat kata-kata Do Kyung sebelumnya saat menceritakan kegagalan menikah
Bagaimana bisa itu bukan masalah besar? Rasanya seperti dunia telah memberiku hukuman mati. Rasanya aku sudah diasingkan dari alam semesta. Rasanya seperti mengucapkan hal-hal yang baik dan meminta belas kasihan dari dunia yang sudah mengasingkanku. Bagaimana itu bukan masalah besar? Aku dicampakkan pada hari H pernikahanku.
Pikiran Do Kyung kembali teringat dengan kebersamaan si cantik Hae Young di pinggir sunga Han mendengarkan suara bersama-sama, Hae Young memberikan kecupan di pipinya. Lalu mengambil foto wajahnya saatnya berbaring bersama dan berciuman sangat mesra.

Hae Young hanya menatap Do Kyung yang terus minum soju tanpa henti, sampai di botol ketiga mulutnya mulai berbicara kalau si cantik Hae Young itu orangnya. Do Kyung yang akan minum tiba-tiba terhenti dan tanganya nampak bergetar. Hae Young meminum bir dan langsung tertawa terbahak-bahak sambil megang perutnya.
Ini benar-benar sangat menyebalkan.” Ungkap Hae Young lalu keduanya sama-sama menghabiskan minuman dalam gelas
Dari awal kupikir ini aneh, melihat dari Caramu memandangku.” Kata Hae Young mengingat saat mereka bertabrakan dan membuat hidungnya mimisan.
Aku akhirnya  mengerti sekarang. Wanita yang punya nama yang sama dengan wanita yang kau cintai sampai mati. Pasti tidak nyaman bagimu. Tapi kenapa kau tetap tenang setiap kali aku bercerita tentang si cantik Oh Hae Young? Kenapa kau hanya diam mendengarkanku? Kenapa kau tidak memberitahuku kalau wanita yang menghilang pada hari pernikahanmu adalah si cantik Oh Hae Young?” kata Hae Young marah
Kenapa aku harus memberitahumu?” balas Do Kyung
Kenapa kau membuatku terlihat seperti orang bodoh? Aku sudah mengoceh sendiri seperti idiot. Apa itu lucu bagimu? Setiap kali aku menceritakan padamu tentang tiga tahun yang menyakitkan yang kulalui saat aku SMA karena dibandingkan dengan si cantik Oh Hae Young, apa kau puas?” ucap Hae Young , Do Kyung hanya diam tanpa bisa berkata-kata
Kau pasti berpikir, "Memang benar. Wanita yang kucintai adalah seorang wanita yang luar biasa." Apakah kau menikmatinya?” ucap Hae Young, Do Kyung nampak kesal menurutnya itu tak masuk akal.
Jadi kenapa kau tidak cerita padaku?” teriak Hae Young, Do Kyung makin marah dan tak ingin menatap Hae Young
Apa yang telah kau lakukan di restoran itu? Ucap Hae Young  Do Kyung bertanya apa yang dilakukan dengan nada marah.

Kau memegang tanganku. Apa aku ini semacam property bagi kehidupan cintamu? Ini Pergelangan tanganku! Apa tanganku ini properti untuk membuat si jalang itu marah?” teriak Hae Young dengan mata berkaca-kaca menahan amarah, lalu setelah itu berjalan mendekati Do Kyung.
Apa kau ingin aku mengatakan padanya kau kita pernah tidur bareng? Haruskah aku katakan padanya kita saling mencintai? Apa kau ingin aku untuk membuat dia jadi gila dan membuatnya sangat putus asa?” ucap Hae Young dengan nada mengejek dan jarak wajahnya sangat dekat.
Maaf kalau aku sudah meraih tangamu. Aku benar-benar minta maaf!!!!” teriak Do Kyung lalu berjalan pergi,
Jangan coba-coba kau  memanfaatkanku seperti itu lagi! Kau memang harus minta maaf! Karena itu sangat kekanak-kanakan!” teriak Hae Young dan membiarkan Do Kyung pergi darinya. 

Hae Young duduk di dalam kamar tanpa menyalakan lampu, didepanya ada boneka tertawa tapi tetap saja wajahnya sedih tanpa bisa tertawa sedikitpun. Bahkan sampai boneka jatuh berguling-guling tetap saja Hae Young tak tertawa.
Dikamar Do Kyung masih kosong, sepatu didepan pintu kamar Hae Young masih berjajar rapi. Hae Young melihat sudah pukul setengah tiga pagi, akhirnya ia menelp Do Kyung seperti meninggalkan pesan.
Kenapa kau tidak pulang? Apa kau begini untuk menunjukkan kemarahanmu? Kenapa kau begini? Pulanglah.” Kata Hae Young
Beberapa saat kemudian Hae Young keluar rumah seperti menunggu Do Kyung pulang, mobil Do Kyung datang dikemudikan oleh sopir pengantin. Hae Young pun melihat Do Kyung duduk dibelakang seperti tak sadarkan diri setelah mabuk.
Masuk ke dalam rumahmu dan tidur disana.” Ucap Hae Young mengetuk jendela mobil tapi Do Kyung nampak tak sadarkan diri.
Ketika Hae Young membuka pintu, tubuh Do Kyung yang bersandar malah jatuh dan Hae Young pun bisa menahannya agar tak jatuh sambil mengembalikan bersandar di kursi mobilnya. Ia berlari masuk ke dalam kamarnya dan mendorong rak untuk bisa masuk ke kamar Do Kyung, lalu bisa mengendong Do Kyung dari pintu rumahnya. 


Sesampai diatas tempat tidur dan membaringkan tubuh Do Kyung, Hae Young berusaha membuka jaket. Di mata Do Kyung seperti melihat bayang-bayang Hae Young yang membantunya, bahkan melepaskan sepatunya. Hae Young membuat kompresan air panas dan menaruh di punggung Do Kyung ketika tertidur.
Kau nanti kedinginan.... Tetaplah hangat meskipun kau sedang tidur.” Ucap Hae Young menatap Do Kyung yang sudah berbaring,
Akhirnya Hae Young ikut berbaring disamping Do Kyung karena kelelahan, Do Kyung memiringkan badannya dengan kaki yang memeluk kaki Hae Young, matanya seperti melihat bayangan Hae Young. Lalu Hae Young berhasil menendang kaki Do Kyung agar menjauh, setelah itu duduk dan melihat tangan Do Kyung yang terluka. 

Pagi hari
Hae Young berjongkok didepan Do Kyung yang masih tertidur, Do Kyung membuka matanya dan bisa melihat Hae Young tepat didepan wajahnya. Hae Young tersenyum melihat Do Kyung akhirnya bangun juga lalu meninggalkan kamar Do Kyung.
Do Kyung membersihkan tubuhnya dikamar mandi, ketika memakaikan penyebar untuk wajahnya tersadar tanganya yang luka sudah ditutup plester, lalu menatap ke arah kamar Hae Young , bisa menduga tetangga sebelahnya pasti yang melakukanya.
Hae Young dikamarnya sibuk memasak sup touge dengan telur dan juga daun bawang serta memberikan irisan cabe diatasnya. Setelah selesai dengan nampan membawanya ke kamar Do Kyung mengajak untuk sarapan bersama, sambil berkomentar Do Kyung biasanya tidak minum karena punya darah rendah. Do Kyung hanya melihat Hae Young yang membereskan meja sambil mengoceh.
Saat kau sedang pusing karena mabuk, maka kau harus muntah, tidur di tempat yang hangat, makan yang panas-panas, dan keringatan. Setelah itu kau akan merasa baikan. Ini saran dari seorang wanita yang selama hidupnya minum alkohol.” Kata Hae Young lalu mengajak Do Kyung untuk cepat makan, keduanya pun duduk menyantap sup touge bersama.

Karyawan laki-laki yang tak pernah bicara padaku sebelumnya, mengajakku makan malam dan minum bareng setelah mengetahui kalau aku adalah teman sekelasnya Oh Hae Young. Mereka mencoba mendekatinya melalui diriku, padahal Aku ini bukan jembatan.” Cerita Hae Young
Kau pasti senang. Sudah pernah berpacaranya dengan  wanita impian semua pria.” Ejek Hae Young, Do Kyung menatap sinis. Hae Young memperingati agar Do Kyung tak memandangnya seperti itu.
Kau yang salah.... Kau seharusnya jangan membuat dia marah. Kau harusnya pura-pura senang dan baik. Kau bahkan menghancurkan kaca mobilmu. Dasar... Buang-buang uang saja. Kau tidak punya kemampuan  untuk cepat beradaptasi. Kau pasti sudah gila.” Keluh Hae Young
Do Kyung menatap plester yang menempel ditanganya lalu menaruh sumpit meminta agar Hae Young menyudahi ucapanya. Hae Young mengerti akan berhenti bicara dan menyuruh Do Kyung segera makan. Keduanya kembali makan, lalu  Hae Young bertanya Apa Do Kyung tidak mau melupakan itu semua dan pura-pura bahagia karena ia bisa membantunya.

Kau bingung kemarin karena mendadak  bertemu dengannya secara tak sengaja. Ayo kita balas dia.  Kau pura-pura saja sudah melupakannya dan kau baik-baik saja. Aku akan membantumu di depan si cantik Oh Hae Young. Aku sudah melempar umpan padanya, karena Aku sudah bilang padanya kita baru saja mulai berkencan.” Cerita Hae Young membuat Do Kyung sedikit melirik dan kembali merasakan plester yang menempel ditanganya.
Aku belum pernah bersaing dengannya. Ini Pasti seru. Melihat Si cantik Oh Hae Young cemburu padaku.” Kata Hae Young dengan senyuman bahagia hanya memikirnya.
Ia teringat ada makan malam dengan rekan kerjaku hari ini jadi meminta DoKyung menjemputnya setelah selesa maka karena pasti tahu  si cantik Oh Hae Young dan dirinya kerja di tempat yang sama. Do Kyung hanya diam saja sambil mengaduk-ngaduk supnya, Hae Young dengan senyuman tak bisa membayangkan ekspresinya ketika Do Kyung datang menjemputnya, tapi sangat ingin melihatnya pasti sangat menyenangkan.
Ini pasti seru. Datang jemput aku yah. Aku akan berpura-pura dan membuat dia panik.” Ucap Hae Young penuh semangat, Do Kyung meminta Hae Young menyudahi rencana gilanya.
Kau tidak perlu melakukan apa-apa. Lagipula aktingmu itu jelek.” Kata Hae Young
Lupakan saja. Kenapa juga aku mau melakukan itu? Jangan lakukan itu.” Ucap Do Kyung enggan
Kau yang balas dendam dan aku menang melawan dia. Ini situasi yang sama-sama menguntungkan.” Kata Hae Young kesal
Kenapa aku harus melakukan semua itu hanya untuk orang seperti dia? Apa kau tidak mengerti itu malah membuatku terlihat lebih menyedihkan? Jika aku ingin balas dendam maka aku hanya harus menghilangkan dia dari pikiran dan kehidupanku. Kenapa aku harus melakukan saranmu? Jadi Percuma saja.” Kata Do Kyung kesal
Hae Young dengan wajah cemberut berpikir dengan rencana itu maka lebih menyenangkan. Do Kyung menegaskan kalau itu tak menyenangkan jadi tak perlu melakukannya. Hae Young bisa mengerti tapi memberikan kesempatan apabila keputusan Do Kyung berubah, maka telp saja karena ia sangat terbuka melakukanhal itu, sambil membawa mangkuk supnya menyuruh Do Kyung mengembalikanya setelah makan

Seorang wanita keluar dari kamar dengan baju dalam warna hitam, Soo Kyung baru keluar kamar binggung melihat seorang wanita yang ada dirumanya. Si wanita yang nampak muda menyapanya, Jin Sang dengan celana boxer dan kaos dalam keluar kamar merasakan kepalanya sangat sakit.
Mungkinkah kau istrinya?” kata si wanita, Jin Sang melihat Soo Kyung bertanya apakah ia ingin pergi berkerja.
Soo Kyung melirik begitu juga si wanita, Jin Sang binggung bertanya siapa wanita yang ada didepanya itu. Soo Kyung nampak tak banyak bicara langsung mengambil pemukul baseball dan langsung menyeret di lantai. Jin Sang dan si wanita langsung berlari masuk ke dalam kamar dengan wajah panik.
Apa dia benar istrimu? Apa kau sudah menikah?” tanya si wanita panik
Dia itu orang yang lebih menakutkan daripada seorang istri. Tapi Memangnya kita pernah bertemu dimana ya? Kau sedikit berbeda dari wanita yang kutemui kemarin.” Kata Jin Sang sambil menahan pintunya dan memakai baju dan celananya.
Si wanita mengaku mereka bertemu di club, Jin Sang kaget tak percaya kalau ia pergi ke klub. Soo Kyung berusaha mendobrak pintu dengan menendangnya beberapa kali, sampai akhirnya mengambil ancang-ancang berlari mendobrak pintu. Akhirnya pintu terbuka dan Soo Kyung mendarat diatas tempat tidur.

Jin Sang dan wanita langsung mengambil kesempatan untuk keluar dari kamar, Soo Kyung terus memukul dengan jeritaan amukan. Do Kyung akan pergi kerja sedikit menyingkir melihat Jin Sang dengan seorang wanita terbirit-birit keluar dari rumahnya. Jin Sang nampak binggung mencari mobilnya. Soo Kyung sudah keluar membabi buta memainkan stik baseballnya.
Keduanya pun berlari disepanjang jalan komplek, Do Kyung melihat dari kejauhan. Jin Sang mengajak si wanita berlari lebih cepat karena mereka akan mati kalau sampai tertangkap, lalu menjerit meminta maaf pada kakak Do Kyung. Sementara Do Kyung sudah ada di dalam mobil, mengendari mobilnya dengan melihat kejar-kejaran didepannya.
Soo Kyung memutar tongkat baseballnya lalu melemparkanya, Jin Sang terjatuh dan didepanya tepat  tongkat baseball yang terbelah, sambil menjerit panik memegang bagian selangkangan dan akhirnya kembali berlari.
Berani-beraninya dia membawa seorang wanita ke rumah suciku?” kata Soo Kyung marah berdiri dari posisi seperti baru melempar bola bowling. Lalu melihat si wanita yang bersembunyi dengan memegang sepatu high heelsnya. 


Jin Sang terus berlari, sampai akhirnya mobil Do Kyung lewat, Jin Sang meminta untuk berhenti untuk menyelamatkanya. Nafas Jin Sang masih terengah-engah dan memastikan Soo Kyung tak lagi mengejarnya.
Diteror saat aku di rumahku sendiri lebih baik daripada dibunuh oleh kakakmu. Dia membawa pemukul itu untuk membunuh seseorang. Jika pemukul itu kena ke aku, maka aku bakalan mati.” Ucap Jin Sang
Lalu kenapa kau membawa seorang wanita ke rumah kami?” komentar Do Kyung
Aku juga tidak tahu kenapa.” Ungkap Jin Sang juga masih binggung bisa pulang dengan seorang wanita sambil merapihkan rambut dengan menatap ke jendela mobil 

Hae Young masuk ke dalam kantor dengan penuh semangat dan senyuman benar-benar lebar, dilehernya memakai sebuah syal warna merah. Beberapa pria melihat Hae Young di dalam lift nampak terpana dan berkomentar kalau nampak berbeda. Hae Young mengaku ini karena  urusan pribadinya.
Si cantik Hae Young tiba-tiba berteriak agar menunggunya, Hae Young melotot melihat saingan memakai syal juga dan ingin menekan tombol menutup pintu tapi pintunya tak tertutup. Pria yang disampingnya ternyata menekan tombol buka pintu disisi kanan
Ketika dua tombol itu ditekan, maka tombol pintu terbuka malah yang berfungsi.” Kata si pria 

Hae Young pun pasrah membuat Si cantik Hae Young masuk lift bersama, Si cantik Hae Young mengucapkan terimakasih pada Hae Young dan menyapanya dengan ramah. Ketika pintu di tutup, pria yang berdiri dibelakang si cantik Hae Young membahas keduanya yang satu SMA. Si cantik Hae Young membenarkan.
“tapi sepertinya kalian berdua tidak dekat?” komentar pria lain, si cantik Hae Young tetap mengaku kalau mereka dekat.
“Ah... Sepertinya tidak. Sulit bisa dekat dengan seseorang yang namanya sama. Aku juga tidak suka Jung Woo Sung. Dia dan aku punya nama yang sama, yaitu  Jung Woo Sung. Tapi dia jauh lebih sukses dariku, jadi dia lebih bagus dari aku. Betul 'kan?” ucap Woo Sung yang berdiri disamping si cantik Hae Young.
Hae Young seperti sudah bisa menduganya, si cantik Hae Young nampak gugup. Woo Sung melihat keduanya punya nama yang sama bahkan mengunakan syal juga, Tapi rasanya beda sekali.  Si cantik Hae Young keluar lebih dulu dar lift, tiga pria langsung mengucapkan selamat tinggal ketika Hae Young baru keluar langsung terdorong oleh pria yang berlari masuk ke ruangan. 

Si cantik Hae Young  bertanya apakah Hae Young kembali ke rumah dengan selamat kemarin, Hae Young mengangguk. Si cantik Hae Young tahu pasti Do Kyung marah sekali, Hae Young mengatakan kalau memang Sedikit marah, Si cantik Hae Young tahu sudah berbuat salah padanya. Hae Young mengaku sudah mengetahuinya.
“Apa Do Kyung menceritakan semuanya?” tanya si cantik Hae Young tak percaya
Ya... Kudengar kau tidak muncul di hari pernikahan.” Kata Hae Young
Do Kyung tidak tahu penjelasanku, Alasan kenapa aku melakukannya.” Jelas Si cantik Hae Young
Jadi kenapa kau melakukannya?” tanya Hae Young penasaran

Si cantik Hae Young mengalihkan pembicaraan bertanya Bagaimana mereka berdua bisa bertemu. Hae Young mengaku hanya Kebetulan saja Di jalan dan mereka menjadi lebih dekat karena tetanggaan. Si cantik Hae Young bertanya kembali sudah berapa lama, Hae Young pikir belum terlalu lama.
“SeJujurnya...sepertinya kalian berdua tidak dekat. Bagaimana bisa dia berkencan  dengan Oh Hae Young lagi? Bagaimana bisa dia berkencan dengan wanita  yang namanya sama denganku? Jadi aku tidak perlu merasa bersalah padamu, 'kan? Jujur saja , ketika Do Kyung marah... aku malah sangat bersyukur. Sepertinya aku masih berharga di matanya.” Ungkap si cantik Hae Young, Hae Young yang mendengarnya hanya bisa diam dan terlihat melonggo.
Direktur Choi lewat di lorong berteriak memanggil si cantik Hae Young untuk ikut denganya. Si cantik Hae Young pun pamit pergi dan berlari pergi menemui Direktur Choi. Hae Young nampak terlihat menahan amarah berjalan ke ruanganya. 
bersambung ke part 2 

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

3 komentar:

  1. ditunggu part 2nya 😃 terimakasih

    BalasHapus
  2. Ceritanya bagus.. semangat utk part 2 nya..dan episode2 slanjutnya ka.. trimakasih

    BalasHapus
  3. semangat mb. i can't hardly wait to follow the next episode

    BalasHapus