Kamis, 19 Mei 2016

Sinopsis Entertainers Episode 9 Part 1

Ji Nu memeriksa kebagian lemari, tiba-tiba terdengar suara dari balik pintu lemari “Kita bertemu lagi” Ji Nu benar-benar kaget melihat Ha Nul datang ke tempatnya dulu dijebak
Memang benar kalau seorang penjahat  selalu datang kembali ke TKP. Kenapa? Apa Kau takut kalau meninggalkan bukti?” ucap Ha Neul sinis, Ji Nu terlihat tampak shock.
Ternyata kau 'kan. SMS tentang tato di leherku.” Ucap Ji Nul
“Apa kau takut sekarang? Kau tadi dirawat di rumah sakit. Sekarang kau bahkan datang jauh-jauh kesini.” Kata Ha Nul dingin
Kau dan aku......bisa menjadi korban. Kau pasti tidak percaya ucapanku tadi, 'kan?” ucap Ji Nu
Ha Nul mengepalkan tanganya sangat keras dengan berjalan mendekati Ji Nu, merasa musuhnya itu sedang bercanda.  Ji Nu menjelaskan tidak datang  untuk memeriksa TK, tapi saat Hari itu ia sungguh tidak ingat apa yang terjadi.
Aku baru ingat apa yang  Lee Ji Young lakukan. Apa yang ada di dalam sana? Kenapa dia membuka pintu itu? Aku penasaran. Itu sebabnya aku datang kembali.” Kata Ji Nu
Ha Nul sempat menatap Ji Nu lebih dalam, lalu Ji Nu keluar dari ruangan Ha Nul seperti kesal sendiri karena tak bisa mencegah pergi, karena seperti ragu haruskan mempercayai Ji Nu. 

Ia pun membuka pintu lemari dengan senternya mencari sesuatu yang mungkin bisa jadi petunjuk, lalu menemukan sebuah gantungan kunci robot yang tertinggal di ujung lemari.
Flash Back
Kyung Soo nampak sangat bahagia melihat gantungan robot ditanganya, Ha Nul duduk didepanya sambil menopang dagu bertanya kenapa Kyung Soo senang sekali. Kyung Soo menceritkan Ada orang yang disukainya, tapi ia merasa wanita itu menyukainya juga karena memberikan gantungan kunci itu sebagai hadiah.
Ha Nul tersenyum seperti tak percaya, Kyung Soo dengan bangga gantungan kunci miliknya itu memang sangat keren. Ha Nul mengodanya kalau itu tak seperti itu. 

Ha Nul kembali melihat gantungan kunci milik Kyung Soo tertinggal di lemari, seperti tak percaya dan wajahnya nampak kebinggungan bertanya-tanya kenapa gantungan kunci punya Kyung Soo ada didalam lemari.
Flash Back
Ha Nul berteriak histeris memanggil Ji Young saat di bawa oleh polisi, Kyung Soo mengintip dari balik gerobak seperti ketakutana. Ha Nul berusaha melepaskan tanganya karena Bukan pelakunya, lalu matanya melihat Kyung Soo yang ada di dekat rumah.
Aku tidak mungkin salah.... Aku memang melihat Kyung Soo.” Kata Kyung Soo yakin dengan ingatanya 

Ha Nul berjalan keluar rumah sambil melihat gantungan kunci ditanganya, lalu melihat dari kejauhan mobil Ji Nu menabrak trotoar dan seperti merasa kesakitan sambil memukul mobilnya melampiaskan amarahnya. Ia ingin tak peduli berusaha untuk membiarkan saja, tapi Ji Nu memegang kepalanya seperti mulai merasakan sakit, akhirnya mengeluarkan ponselnya.
Suk Ho sedang tertidur menerima telp Ha Nul ditengah malam, bertanya Kenapa menelepon di larut malam. Ha Nul memberitahu sedang ada  di Busan sekarang. Suk Ho binggung Kenapa Ha Nul pergi ke busan malam hari.
Ada yang perlu kuperiksa, tapi Itu tidak penting sekarang. Jinu pingsan di dalam mobil. Kurasa dia mengalami kecelakaan dan tidak bisa mengemudi.” Kata Ha Nul, Suk Ho langsung berbangun dan duduk disofa.
Aku tidak tahu... apa aku harus panggil 911  atau manajernya.” Kata Ha Nul
Kembalilah dulu ke Seoul, Aku yakin manajernya akan menjemput dia. Aku akan kesana, jadi kembalilah kau kesini.” Ucap Suk Ho nampak panik
Jangan datang.... Kenapa CEO dari Entertainer Band yang malah datang kesini?” kata Ha Nul melirik ke arah Ji Nu yang terlihat kesakitan. 

Ha Nul pun mendekati Ji Nu menanyakan apa nama  perusahaan asuransi mobilnya. Ji Nu menyuruh Ha Nul tak perlu memperdulikanya dan menyuruhnya pergi saja dengan wajah ketus.
Apa lebih baik kalau polisi saja yang datang... daripada agen asuransi yang dating dan menangani hal ini?” ucap Ha Nul dengan nada marah, Ji Nu pun mengumpat
Aku juga tidak berniat membantumu. Aku hanya melakukan ini karena  Suk Ho Hyung peduli padamu..., jadi lepaskan harga dirimu itu dan  berikan aku kontak perusahaan asuransimu.” Tegas Ha Nul
Beberapa saat kemudian, perusahan asuransi datang dan akan membawa mobil ke bengkel setelah selesai akan menghubunginya. Ha Nul pun mengangguk mengerti, lalu melihat dari kejauhan Ji Nu hanya bisa duduk di trotoar dengan memakai topinya. 

Di dalam taksi
Ha Nul duduk disamping sopir sementara Ji Nu duduk dibelakang terlihat sudah tertidur. Ha Nul sempat melirik seperti ingn memastikan tak terjadi masalah, lalu menelp Suk Ho dengan memanggilnya “Hyung” memberitahu akan membawa Ji Nu sekarang jadi tak perlu mengkhawatirkannya, karena  sudah ada di taksi.
Datanglah ke Mango. Aku akan mengantarnya, lalu apa Kau baik-baik saja?” tanya Suk Ho siap-siap memakain bajunya dan terlihat akan pergi.
Ha Nul tak menjawab hanya menyudahi pembicaran dan akan bertemu nanti di seoul. Ji Nu membuka matanya medengar pembicaraan Suk Ho dengan Ha Nul dan menatap jendela terlihat nampak sedih.  

Pagi Hari
Suk Ho sudah ada didepan Mango memegang sebuah amplop dan nampak gelisah, sebuah taksi datang. Suk Ho langsung membuka pintu depan dan Ha Nul turun lalu membuka pintu belakang, menarik Ji Nu untuk keluar. Setelah itu Ha Nul mengatakan akan menunggu di dalam. Suk Ho pun mengatakan mereka akan bicara nanti.
Kita kembali ke rumah sakit saja.” Ajak Suk Ho, Ji Nu menolak karena bisa pergi sendiri sambil berjalan pergi,
Wajahmu itu minta dirawat... Berhenti jadi keras kepala.” Kata Suk Ho kesal sendiri menarik Ji Nu agar tetap berdiri dihadapanya.

“Lalu Kenapa kau pergi kesana? Sudah kubilang serahkan saja dirimu ke polisi jika itu membuatmu gelisah. Ini mungkin terdengar  agak kejam bagimu tapi aku harus membersihkan nama Ha N ul. Aku tidak akan menyangkal kalau aku juga peduli pada Jo Ha Nul..., dan dia artisku. Tapi... hidup seseorang dipertaruhkan disini.” Tegas Suk Ho, Ji Nu pun menatap Suk Ho penuh arti.
Hyung... Ha Neul...memanggilmu "Suk Ho Hyung." Bagaimana takdir kita  bisa seperti ini, Hyung?” ucap Ji Nu, Suk Ho hanya bisa diam tanpa banyak berkata-kata. 


Suk Ho masuk ke dalam rumah dan mengeser pintu kamar, terlihat Ha Nul yang tertidur lelap dikamarnya. Akhirnya ia masuk dan duduk disamping tempat tidur sambil menatap Ha Nul yang tertidur lelap dan menarik selimutnya. Ha Nul terbangun melihat Suk Ho datang bertanya kapan datang, Suk Ho mengatakan baru saja datang.
“Apa Kau sudah makan?” tanya Suk Ho, Ha Nul pikir dirinya bisa makan kalau matanya sudah bisa terbuka 100%
Berapa lama kau sudah tahu kalau pelakunya Jinu?” tanya Suk Ho
Apa Hyung ingat... saat aku datang ke Seoul sebelum kau menghilang?” ucap Ha Nul, Suk Ho pikir Ha Nul sudah tahu saat itu.

Saat itu..., aku hanya tahu kalau pelakunya salah satu anggota Jackson. Kupikir kau pasti terluka ada  di pihakku dan Jackson dan kau ingin menenangkan dirimu, makanya kau pergi. Ketika acara radio pertama  kita dibatalkan..., aku melihat tato di leher Jinu.  Saat itulah aku tahu kalau Jinu... adalah pelakunya. Aku ingattatto yang kulihat sebelum aku pingsan di TKP.” Cerita Ha Nul
Tapi......kenapa kau tidak memberitahuku?” tanya Suk Ho
“orang yang bernama Shin Suk Ho, orang itu tahu kalau Jinu pelakunya....tapi dia bertekad untuk  membersihkan namaku. Aku membayangkan betapa sulitnya pasti  memutuskan hal itu. Dalam pikiran ku "Aku pura-pura tak tahu saja. Jika dia tahu kalau aku mengetahuinya..., dia pasti sangat malu dan marah." Membersihkan namaku berarti Jinu akan terluka.” Jelas Ha Nul
Hyung..., ...akankah kau baik-baik saja?” tanya Ha Nul khawatir

Suk Ho mengatakan kalau  Itu masalah yang berbeda  dan membenarkan kalau ia juga peduli dengan JiNu, Tapi tidak bisa membiarkan Ha Nul hidup...sebagai mantan napi padahal tidak melakukan apa pun. Ha Nul meminta satu permintaan agar Geu Rin  tak perlu tahu masala ini.
Aku tidak ingin dia tahu  sampai semuanya terselesaikan. Dia sudah cukup terluka.” Jelas Ha Nul
Baiklah. Kita pastikan Geu Rin dan yang lainnya tidak tahu. Setelah masalah ini terselesaikan,  mereka akhirnya tahu.” Kata Suk Ho, keduanya pun sama-sama tersenyum
Suk Ho tiba-tiba menatap Ha Nul dengan tatapan serius, memanggil namanya dan mengatakan Adiknya Sung Hyun adalah adiknya, dimatanya Ha Nul adalah penyanyi dari agensinya dan juga sebagai adiknya. Ha Nul nampak terharu berusaha untuk memalingkan wajahnya. Suk Ho meminta izin untuk memeluknya, Ha Nul langsung menolak karena Kekanakkan sekali. Suk Ho mengajak mereka berjabat tangan saja.
Ha Nul mengalihkan kalau merasa lapar,  Suk Ho mengejek Sikap Ha Nul dingin sekali, lalu menyuruh untuk cuci muka karen akan menyiapkanya. Ha Nul mengulurkan tanganya, Suk Ho mengejek Ha Nul yang mengatakan  yang tidak mau berjabat tangan. Ha Nul mengaku kalau ia memang tak mau tapi ingin meminta Suk Ho membantunya untuk bangun karena lelah duduk di mobil lama sekali.
Suk Ho hanya bisa tersenyum melihat tingkah adik temanya, lalu menariknya. Keduanya pun saling mengengam tangan dan saling menatap. Saat itu Ha Nul langsung memeluk erat Suk Ho, tangisnya tumpah Suk Ho pun mengelus punggung Ha Nul seperti layaknya adik sendiri. 


Geu Rin masuk ke sebuah gedung, dengan tas berisi CD dan juga minuman berenergi, disepanjang lorong memberikan CD Entertainer Band dan juga minuman tiap ada orang yang lewat. Tiba-tiba wajahnya nampak panik dan matanya kebinggungan seperti akan ketahuan masuk kegedung.
Tapi ternyata Geu Rin melihat sosok orang yang dikaguminya, penyiar radio  yang lewat didekana, lalu berusaha untuk menyapanya, mengaku sebagai penggemar beratnya dan mengirim cerita yang banyak ke acara radiomu, tapi tidak pernah membacanya. Walaupun begitu tetap saja masih menyukai. Penyiar itu pun mengucapkan terimakasih.
Aku penggemarmu, tapi aku juga  manajer Entertainer Band. Tolong putar lagu mereka di acaramu.” Kata Geu Rin memberikan CD, Si penyiar sempat melihatnya lalu berjanj akan memutarnya.
Si manager pun meminta izin agar mereka pergi lebih dulu, Si penyiar pun pergi mengikuti jalan managernya. Geu Rin yang melihatnya semakin terpana berharap bisa seperti manajer penyiarnya yang bisa memberikan jalan pada artisnya. 

Si penyiar berjalan ke lorong tak percaya kalau Geu Rin itu  seorang manajer, menurutnya itu bohong dan  cuma berkeliaran saja di gedung ini. Managernya membenarkan kalau Geu Rin itu  manajer Entertainer Band, menurutnya agensinya itu tampaknya memilih  siapa saja jadi manajer.
Manajer-manajer baru biasanya tidak memenuhi kualifikasi. Mereka itu dari pedesaan, jadi lebih tahu tentang beternak sapi. Kurasa dia membesarkan sapi di Busan.” Ucap si manager meremehkan
Bukankak Busan lebih maju  daripada kampung halamanmu? Oh iya, kau dulu lahir dimana?” kata si penyiar.
Manager pun hanya bisa tertawa mengalihkan pembicaraan akan membelikan iced americano. Si Penyiar hanya bisa menghela nafas melihat tingkah managernya. Geu Rin mengintip dari balik dinding merasa terpana tak percaya manager Si penyiar sangat Luar biasa.

Geu Rin masuk ke dalam mini market, dengan bangga mengatak pernah bekerja di mini market selama 2 tahun 3 bulan. Si pemilik mengartikan kalau ia memutar lagu  saat banyak pelanggan maka Geu Rin akan bekerja selama dua jam sehari secara gratis. Geu Rin membenarkan kalau itu tak akan mungkin rugi.

Setelah itu Geu Rin dengan cepat menyusun Kimbap dengan jejer lima lalu membuatnya bentuk gulung tanpa ada kesalahan sedikitpun. Si pemilih toko nampak kagum melihatnya. Geu Rin pun tak lupa memmberikan sebuah CD [Entertainer Band] agar bisa memutar di toko mereka. 


Kayle dkk berkumpul di meja makan, ia mengaku terus memikirkannya kalau Band mereka itu kacau sekali. Dengan sombongnya mengatakan semua anggotaanya membuat masalah, kecuali dirinya. Lalu menunjuk Ha Nul sebagai Seorang mantan narapidana dan Yun Soo adalah ayah tunggal lalu Jae Hee adalah dan anak mama., Chan  Hee dan Ha Nul nampak kesal mendengar ejekan Kayle.
Kupikir kau sudah berubah. Tapi kau memang tak bisa berubah..., Bener'kan, Lee Bang Geul?” kata Ha Nul mengejek, Yun Soo binggung siapa yang di panggil “Lee Bang Geul” Kayle menjerit kesal
Kau sendiri memberitahu Jae Hoon  tentang Geu Rin Noona. “ kata Ha Nul balas dendam
Aku bilang, itu cuma berbagi  informasi antara anggota.” Kata Ha Nul membela diri
Itu sama saja. Nama aslinya Kayle adalah Lee Bang Geul.” Ucap Ha Nul memberitahu Yun Soo dengan memberitahu artinya seperti senyuman.

Yun Soo tertawa sampai wajahnya memerah mengertahui nama Kayle sebenarnya  “Lee Bang Geul” menurutnya namanya itu sangat berbeda. Kayle mengeluh kalau Mengejek nama itu hal yang kekanakkan. Yun Soo menjelaskan maksud ucapanya itu  nama yang bagus, karena Sungguh berbeda dari kepribadian, jadi Alangkah lebih baik kalau Kayle tersenyum seperti namanya
Bukan itu  pembahasan kali ini.” rengek Kayle berusaha mengalihkan pembicaraa
Aku bilang, namamu itu bagus tapi Kepribadiannya yang buruk.” Ejek Ha Nul,
“Dasar Kalian ini... bagaimana nasib drummer kita? Aku sampai memohon pada temanku dan kita akhirnya dapat publisitas..., tapi sekarang drummer kita  malah dihukum oleh Ibunya.” Keluh Kayle kesal
Apa menurutmu Jae Hoon bisa kembali?” tanya Yun Soo ragu
Kayle mengatakan  Hanya ada satu cara. Yun Soo bertanya apa rencananya. Kayel mengajak untuk membawa Kayle keluar dari rumahnya.  Yun Soo mengartika kalau mereka akan menculiknya. Ha Nul hanya bisa mengelengkan kepala lalu berajak pergi, Kayle berteriak belum selesai bicara dan bertanya mau kemana. Ha Nul menegaskan Jika penculikan jalan keluarnya,  maka ia tidak mau  melalukannya, lalu mengodanya agar Kayle bisa tersenyum seperti namanya. 


Ha Nul sudah ada dikantor Suk Ho memperlihatkan kunci yang ditemukanya. Suk Ho nampak masih kaget mengetahui gantungan kunci punya Lee Kyung Soo,  adiknya Lee Ji Young. Ha Nul mengatakan tidak bisa memberitau karena belum begitu yakin.
Tapi setelah aku ingat-ingat  sepertinya memang benar punya Kyung Soo. Kurasa aku melihat dia ketika  di TKP. Awalnya Kupikir itu cuma imajinasiku saja.” Cerita Ha Nul
Ini tidak masuk akal. Jadi menurutmu mungkin dia meminta adiknya merekam semuanya?” kata Suk Ho
Kyung Soo anak yang baik. Kenapa dia.....” ucap Ha Nul masih tak percaya Kyung Soo begitu tega.
Suk Ho meminta izin untuk menyimpanya, Ha Nul bertanya apa rencananya. Suk Ho menagatakan akan menanyakan Ji Young soal gantungan kunci ini lal mereka lihat berapa lama Ji Young bisa  bertahan dengan kebohongannya. Ha Nul pun memberitahu semua anggota khawatir apa yang akan terjadi pada Jae Hoon.
Jangan khawatir. Sama seperti kau tidak bisa berhenti bernyanyi, dia juga begitu.” Kata Suk Ho penuh arti, Ha Nul hanya bisa mengejek melihat sikap bosnya nampak percaya diri. 


Suk Ho sudah ada didepan pintu kampus, lalu melihat sekeliling seperti menunggu seseorang. Saat melihat mobil Jae Hoon datang, Suk Ho langsung bersembunyi. Ibu Jae Hoon mengantar anaknya sampai ke depan pintu kampus memastikan anaknya masuk ke dalam kampus. Suk Ho hanya mengintipnya dari balik tanaman.  Beberapa saat kemudian, Suk Ho sudah masuk ke kesal dan duduk disamping  Jae Hoon, Jae Hoon nampak kaget melihat Suk Ho bisa datang dan masuk ke kampusnya.
Karena keamanan yang ketat di rumahmu,  cuma ini satu-satunya cara.” Jelas Suk Ho, Jae Hoon pun meminta maaf.
“Apa Kau sudah bicara dengan Ibumu?” tanya Suk Ho, Jae Hoo mengaku tapi ibunya masih menentangnya.Suk Ho merasa sudah menduganya.
Aku datang untuk memeriksa sesuatu. Tentang Entertainer Band. Apa kau berhenti sekarang Atau apa kau ingin melakukannya, tapi kau tidak bisa?” kata Suk Ho
Tidak ada yang berubah  kalaupun aku berhenti..., karena aku juga tidak tahu. Saat aku berada di Entertainer Band..., aku sangat menikmatinya. Aku menyadari bahwa hidup bisa menyenangkan... dan ada cara yang  berbeda untuk menikmatinya.” Cerita Jae Hoon
“Baiklah...  Apa pekerjaan Ayahmu?” tanya Suk Ho, terlihat Jae Hoon nampak binggung. 
Suk Ho masuk ke sebuah restoran dan menyapa salah satu pria untuk memberitahu sedang mencari ayahnya Seo Jae Hoon. Pria itu nampak kaget lalu mengaku kalau ia adalah ayah dari Jae Hoon. Suk Ho pun memberikan salam lebih dulu. Keduanya lalu duduk bersama di sebuah meja restoran. 


Apa Jae Hoon senang berada di band?” tanya Tuan Seo
Iya. Dia bilang dia menyadari bahwa hidup ternyata bisa menyenangkan.” Jelas Suk Ho
Jae Hoon memang  sudah dewasa, tapi Ibunya takkan mau mengijinkannya. Itu karena aku.” Kata Tuan Seo penuh penyesalan, Suk Ho pikir Tuan Seo  tidak suka musik.
Band memang hal yang bagus, tapi Itu bukan intinya. Aku memulai bisnis setelah lulus dari  sebuah perguruan tinggi. Ibunya dan aku mulai tinggal bersama di apartemen. Kupikir.... penghasilan kami sudah cukup baik,  tapi dia tampaknya masih belum puas Bahkan jika kami punya uang,  dia lebih peduli tentang pendidikan. Membuat studi Jae Hoon belajar  adalah segalanya, Kami sering sekali bertengkar karena masalah bagaimana anak kami harus dididik. .” Cerita Tuan Seo

Jae Hoon pasti anak yang baik. Bahkan jika Ibunya menyuruhnya,  dia tetap saja menurut.” Komentar Suk Ho
Dia memang anak yang baik dan tak pernah minta perhatian. Tapi selama TK...,dia tidak pernah tersenyum kalau sedang difoto.” Cerita Tuan Seo, Suk Ho nampak merasa dalam mendengarnya.
Suk Ho keluar dari restoran nampak kebinggung, ponselnya berdering  Detektif Yoo dari kantor Kejaksaan Pusat Seocho.Wajah Suk Ho pun nampak tegang.


Suk Ho sudah ada diruang interogasi, Detektif Yoo memberikan sebuah berkas  mengatakan Suk Ho boleh saja berkata itu adalah KTP palsu. Karena tahu Suk Ho  seorang profesional, mungkin Suk Ho sudah tahu sebelumnya.
Hal ini sering terjadi dengan para penggemar ketika lagu baru dirilis. Ini bukan terjadi pada Jackson saja.” Jelas Suk Ho membela diri
“Bayaran 100.000 dolar untuk membuat mereka di urutan 10 besar selama 2 minggu..., dan 300.000 sampai 500.000 dolar  untuk membuat lagunya... urutan 5 besar selama 2 minggu. Berapa uang yang kau berikan pada Tn. Kim, si broker itu?” kata Detektif Yoo
Perusahaan takkan pernah berbuat seperti itu.Sepertinya kau berusaha menyalahkanku  dan pekerjaanku. Aku tidak punya pilihan lagi selain menunjukkanmu kalau aku ini seorang yang miskin.” Jelas Suk Ho memberikan buku tabunganya. 
“Coba Lihatlah. Aku tidak pernah punya saldo sebanyak 300ribu atau 400ribu di rekeningku. Jika aku mencintai pekerjaanku  sampai menjual rumahku demi Jackson..., kenapa juga aku berencana untuk membawa mereka membangun agensi baruku?” tegas Suk Ho
Detektif Yoo mengejek Suk Ho itu  Pandai sekali bicara, menurutnya mereka bisa melihatnya nanti dam ingin tahu apa Suk Ho  kau masih bisa bicara seperti ini bersama Tn. Kim, lalu beranjak pergi tapi teringat sesuatu dan kembali berjalan di belakang Suk Ho.
Apa kau tahu bahwa weselnya sedang dipersiapkan...karena artikelmu waktu itu? Itu akan segera berlalu, Kaulah yang pertama yang akan ditahan. Persiapkan dirimu.” Ucap Detektif Yoo berdiri dibelakang Suk Ho untuk memperingatinya. Suk Ho nampak sedikit gelisah. 


Ibu Jae Hoon memberikan sepotong iklan di sendok anaknya, Jae Hoon melihatnya hanya diam saja. Ibu Jae Hoon berpikir kalau ikanya masih ada duri dan ingin melihatnya
Di antara teman-temanku..., aku satu-satunya yang punya Ibu yang menghilangkan duri ikan.” Ucap Jae Hoon
Ibu akan marah jika kau menafsirkan rasa cintaku padamu seperti itu.” Komentar Ibu Jae Hoon, Jae Hoon pun menaruh sendoknya.
Bagaimana menurutmu kalau aku mendaftar wamil ? Ibu tidak akan bisa bersamaku kalau aku jadi tentara. Aku hanya khawatir, maksudku Bagaimana kau akan  membiarkanku pergi?” kata Jae Hoon
Lihatlah dirimu. Kau pulang kembali ke rumah, namun sikapmu aneh. Kau bisa Lihat  apa akibatnya karena kau bergaul  dengan anak-anak hina itu. Apa kau sedang menyindir Ibumu?” kata Ibu Jae Hoon marah
Ibu, aku......aku... ...cuma ingin bicara denganmu. Aku mengatakan apa isi pikiranku. Tapi Ibu berkata kalau  aku yang menentangmu...,melawan perkataanmu dan sekarang..., kau bilang aku sedang menyindir.” Ucap Jae Hoon sedikit gugup, 

Ibu Jae Hoon menyuruh untuk berhenti makan saja kalau memang anaknya  tidak punya nafsu makan, karena tak ingin sakit perut lalu berdiri dari kursinya. Jae Hoon memberitahu ingin bermain drum. Ibu Jae Hoon berterik marah kalau Jae Hoon itu ingin melihat ibunya akan mati
Anak macam apa yang menginginkan hal itu?” teriak Jae Hoon, Ibunya nampak tak percaya dengan yang dikatakan anaknya.
Aku melakukan segala perintahmu Ibu.. Belajar, belajar dan belajar.” Keluh Jae Hoon
Memangnya apa arti drum bagimu?” tanya Ibu Jae Hoon kembali duduk di kursinya.
Satu-satunya hal yang menyenangkan.” Kata Jae Hoon 
Ibu Jae Hoon mengerti kalau memang anaknya suka drum, mka akan membiarkan bermain dan mereka temukan studio yang bagus. Ia memperbolehkan Jae Hoon main disana saat merasa stress. Menurutnya itu bukan permintaan yang sulit dan tidak harus bergabung  dengan gelandangan itu.

Ibu!!! Aku dapat teman.... Aku ingin bermain drum... dengan teman-teman yang ku suka.”jerit Jae Hoon dengan mata berkaca-kaca
Jae Hoon... Sejak lahir... sampai kau berusia 20  tahun sekarang..., Ibu pun tidak punya teman. Kenapa? Itua Karena membesarkanmu dengan  baik adalah kebanggaanku dan sukacitaku.” Jelas Ibu Jae Hoon sambil duduk didekat anaknya sambil memegang tanganya.
Apa aku harus hidup seperti itu..., tanpa teman yang bias menemaniku tertawa? Apakah aku harus hidup seperti itu” ucap Jae Hoon langsung menarik tanganya tak di pegang oleh ibunya
Semua orang punya pergaulan dan perkumpulan masing-masing. Ada berbagai tingkat kelas sosial.  Apa Kau tahu?” Jerit Ibu Jae Hoon, tiba-tiba Tuan Seo berdiri dibelakang mereka.
Berhenti bicara kelas sosial. Jae Hoon dan aku bisa  gila karena omong kosong "kelas"-mu itu.” Teriak Tuan Seo nampak frustasi. Jae Hoon memilih untuk naik ke kamarnya. 

Tuan Seo tiba-tiba masuk kamar sambil membawa koper, Jae Hoon binggung tiba-tiba melihat ayahnya datang. Tuan Seo menyuruh untuk Diam karena Jae Hoon bisa membangunkan Ibumu, lalu bertanya apa yang sedang dilakuan anaknya.
Kau harus.. ...mengemasi bukumu. Kau harus belajar meskipun bermain drum.” Jelas Tuan Seo sambil membuka koper yang dibawanya.
Apa kau ingin aku lari dari rumah?”tanya Jae Hoon kaget
Kau harus melakukan apa yang kau inginkan. Kau berusia 20 tahun sekarang. Aku tahu kau belajar terus untuk  menghentikan Ayah dan Ibu bertengkar. Ibu akan menjalani hidupnya, Ayah juga begitu. Jadi Kau harus menjalani hidupmu.” Ucap Tuan So mengajak anaknya mulai berkemas. Jae Hoon terdiam melihat ayahnya sibuk memasukan barang ke dalam koper, tiba-tiba ia menghentikan tangan ayahnya yang akan memasukan kebutuhnya ke dalam koper.

Ayah.... Aku juga berpikiran mau kabur saja. Tapi jika aku melakukan ini..., apa yang akan Ibu lakukan? Aku hanya belajar selama 20 tahun ini. Ibu juga, terus memperhatikanku selama itu. Jika aku melakukan ini,  hidup Ibu akan hampa.” Kata Jae Hoon, Ibu Jae Hoon mendengar kata-kata anaknya hanya bisa diam dibelakang pintu.
“Apa  Kau menyesalinya?” tanya ayahnya, Jae Hoon hanya diam tanpa bisa menjawabnya 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar