Kamis, 26 Mei 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 1 Part 2

Bo Nui melamun menunggu bus dengan kantung kostum kelincinya di halte, karena mengantuk sempat sedikit tertidur. Ketika bus tiba dan akan mengejarnya tas berisi kostumnya malah jebol dan akhirnya membuat ketinggalan bus. Sebuah mobil berhenti membunyikan klakson, Bo Nui melihat ada Ahn Young il yang menyetir mobil jenis lama, wajahnya nampak sangat sumringah. Akhirnya naik ke mobilnya, ia menceritakan pernah melihat truk tapi mengira bukan Young il lalu bertanya sedang ada didaerah itu. Young Il mengaku ada urusan di peternakan ayam dekat sini.
Aku sangat senang bertemu ahjussi seperti ini. Kau masih berjualan, kan?” tanya Bo Nui bahagia
Tentu saja, kau tak pernah berkunjung setelah berhenti dan dapat kerja. Apa kau Sedang tugas kantor?” kata Young il, Bo Nui nampak binggung lalu menjawab seperti itulah.
Aku tahu kau sangat teliti jadi Kau pasti sangat dihargai di kantormu.” Ungkap Young Il
Aku dulu jadi pegawai yang baik karena kita cocok. Ahjussi itu air, dan aku adalah pohon. Aku tak bisa bekerja dengan orang yang tidak cocok.” Balas Bo Nui setuju.

Lalu ponselnya menerima banyak Pesan, Bo Nui awalnya duduk tegak membacanya tapi karena terlalu banyak tagihan memiringkan badanya agar tak terbacar oleh Young Il
Kamar 401, sewamu telat 3 bulan. Kenapa telponmu tak kau angkat?
Tagihan listrik anda belum dibayar, listrik anda akan kami putus sesuai kontrak.
Karena saldo tak mencukupi, kartu kredit anda sementara kami bekukan.
Young il berpikir karena banyak pesan yang masuk Bo Nui itu pasti sangat terkenal, Bo Nui mengelengkan kepala berusaha untuk tersenyum walaupun dirinya sedang terdesak dengan semua tagihan yang belum dibayar. 


Soo Ho menaikan kaki ke atas meja, merasa kalau semuanya pasti direncanakan. Dal Nim yang mendengarnya nampak binggung. Soo Ho tak percaya Cuma hari ini saja sistem keamanan bisa dilewati Karena itulah mereka minta dinas luar.
Maaf, aku tak pernah membayangkannya.Aku pikir mereka cuma mengganti password” kata Dal Nim
Kelinci tadi... apa dia bukan komplotan mereka?” tanya Soo Ho mencurigainya.
Bukan.... Dia itu temanku.” Kata Dal Nim menyakinkan lalu merasakan getaran dari ponselnya.
Ia memperlihatkan layar ponselnya memberitahu teman yang tadi menjadi kelinci menelpnya, menurutnya orangitu takkan menelpon jika dia komplotan mereka, Soo Ho yakin orang itu mungkin temanya  akan memastikan keadaan. Soo Ho menyuruh untuk menghidupkan speaker dan jangan bilang kalau ada disebelahnya. Dal Nim pun mengangkat dengan Speaker phonenya.

Hei, kapan kau membayarku? Ingat.. Empat kali lipat. Bisa kau bayar sekarang? Aku buru-buru.” Ucap Bo Nui terburu-buru
Aku menyuruhmu bekerja untukku, kan? Kau tidak memasang hal aneh dan mengganti sesuatu, kan?” kata Dal Nim berusaha untuk menyakinkan bosnya. Soo Ho hanya bisa melirik lesu karena Dal Nim membuat orang curiga.  
Bicara apa kau ini?Kau menyuruhku bekerja saat aku di jalan. Apa Je Soo Ho menuduhku  mata-mata? Orang itu kenapa sih?” jerit Bo Nui kesal, Dal Nim panik ingin menutup telpnya tapi Soo Ho yang menaruhnya di meja untuk membiarkanya. Young Il yang mendengar nama Soo Ho sedikit melirik.
Tadi itu dia terus menuduhku. Dia kelihatan sangat stres. Orang kaya dan terkenal lama-kelamaan akan kesepian...karena cuma memikirkan diri sendiri. Mereka juga jadi kasar.” Kata Bo Nui menyerocos kesal. Dal Nim meminta agar temanya berhenti bicara. Soo Ho menahan amarah dengan memukul bantal.
Sikapnya pada pegawai pasti sangat buruk. Kalau tidak, mana mungkin mereka berbuat begitu? Mereka takkan melakukan itu kalau sedikit saja dihormati.” Ucap Bo Nui
Dal Nim meminta agar temanya tak bicara seperti itu, lalu membaca pesan yang dituliskan Soo Ho pada ponselnya (Suruh dia datang ke kantor) dengan terbata-bata meminta temanya untuk datang ke kantornya. Bo Nui pikir untuk apa.  Dal Nim beralasan agar membayarnya, Soo Ho pikir lebih baik Transfer saja, menurutnya buang angin ke arah kantornya saja tak menginginkanya, lalu ingin menyudahi telpnya. Soo Ho makin kesal karena Bo Nui menolak perintahnya.
Kalau dia mata-mata, maka dia takkan bisa seperti barusan. Anda mengerti, kan?” ucap Dal Nim menyakinkan, Soo Ho tak bisa berkata-kata lagi menahan amarahnya.
Sementara Bo Nui meminta maaf pada Young il karena bicara terlalu keras Young Il pikir Tidak masalah, lagipula  ia  tak tahu yang dibicarakan. Lalu ponsel Bo Nui kembali berdering, ia berbicara pada Bo Nui kalau tak akan datang kesana. Tapi yang terdengar suara bibi pemilik rumah berkomentar itu bagus kalau memang tak mau datang maka Akan membersihkan  rumahnya. Bo Nui berteriak memohoan agar Bibi itu tak melakukanya. 



Gun Wook berdiri didepan sebuah apartement, sambil menatapnya dalam-dalam. Terlihat lama kelaman banguna itu berubah menjadi rumah yang cukup besar di waktu dulu dua lantai dengan jemuran dibagian depan ada ada sepeda roda tiga, hulahop dan meja kecil. Gun Wook kecil pun berdiri tepat didepan rumah itu menatap lurus kerumah yang cukup besar dengan senyuman.  Terdengar suara dari belakang, Sul Hee datang membuyarkan lamuan Gun Wook bertanya tempat apa itu. 

Ini samudra yang ada di laci usangku.” Kata Gun Wook
Apa ini palsu? Kau datang ke Korea setelah 15 tahun... dan memberiku alamat ini, sangat mencurigakan. Apa Mau coba-coba kabur?” ucap Sul Hee.
Amy... Aku tak pernah membuat wanita menangis dan membawa pria. Percayalah padaku. Trust me. Okay?” kata Gun Wook
Cedera, gosip, dan skandal, sangat dilarang.” Tegas Sul Hee, Gun Wook pun mengerti meminta Sul Hee tak perlu khawatir lalu menyuruhnya untuk segera pergi karena siang nanti ada rapat penting.
Sul Hee bertanya apa yang akan dilakukan Gun Wook sekarang, Gun Wook sambl mendorong Sul Hee pergi mengatakan akan merendam kaki di samudra itu lalu pulang. Setelah Sul Hee pergi, Gun Wook akan masuk apartement melihat beberapa orang mengeluarkan barang-barangnya, lalu ia pun naik sampai ke atap apartement melihat Banyak yang berubah sambil menghirup udara seperti benar-benar ada di samudra. 

Bo Nui baru sampai didepan rumah dengan diantar oleh Young il, tak lupa mengucapkan terimakasih. Young Il pun menyuruh Bo Nui untuk cepat masuk ke rumah. Bo Nui mengingatkan kembali pada Young Il  untuk tak lupa sebarkan garam sebelum masuk rumah. Young Il mengerti lalu memundurkan mobilnya. Gun Wook melihat Bo Nui dari atas nampak panik karena melihat semua barang-barangnya ada diluar.
Katanya tidak kesini.” Sindir si bibi melihat Bo Nui yang datang, Bo Nui kembali meminta maaf pada bibinya. Si bibi bertanya sudah berapa bulan menunggunga.
Anda sudah menunggu berbulan-bulan, tambah 10 hari lagi saja Hari ini aku bayar” ucap Bo Nui menyakinkan

Depositomu sudah habis. Cepat pindah.” Kata Si bibi akan berjalan pergi.
Aku janji akan kubayar. Aku tak bisa pergi dari sini. Aku... menunggu seseorang.” Ucap Bo Nui menahan bibi untuk tak pergi.
Si bibi tak tega akhirnya memberikan waktu 4 hari saja,  Bo Nui pun mengucapkan terimakasih. Si Bibi pikir kalau hatinya itu terlalu lembut, ketika akan pergi si bibi memanggil Bo Nui mengingkatkan kalau hanya 4 hari saja. Gun Wook yang mendengar nama Bo Nui merasa sangat mengenal nama itu, tak percaya ternyata temanya itu masih tinggal ditempat itu.
Bo Nui pun membereskan barang-barangnya, Gun Wook berlari ingin menemui Bo Nui dilantai bawah. Ponsel Bo Nui kembali berbunyi, Bo Nui berbicara ke arah langit memohon agar bisa berhenti saja. Ia pun mengangkat telp tahu kalau itu orang yang meminta tagihan rumah sakit jadi meminta waktu 10 hari lagi, tapi wajahnya nampak panik dan langsun berlari pagi. Gun Wook baru sampai dibawah tak melihat Bo Nui. 


Gedung ZEZE
Dalam sebuah ruangan nampak seperti sebuah arena bermain dengan perosotan, motor-motoran dengan layar 3D. Seorang wanita bernama Ga Seung Hyun berteriak meminta berhenti dan tak mendekat, sebuah drone sengaja merekam ke seluruh ruangan dari arah atas. Ryo Ji Hoon yang menerbangkan menurunkan, tapi dengan kesal  kapan lagi bisa menerbangkan drone itu di ruangan kantor.
Si pria tambun bernama Lee Hyun Bin bertanya sebenarnya hari ini ada apa, Pria yang bermain motor, Song Dae Hwan. memberitahu kalau hari ini tak ada bos mereka. Tiba-tiba seorang pria berteriak kalau Demonya berantakan dengan melihat berita online yang memperlihatkan gambar Soo Ho yang jatuh pingsan diatas panggung.
Soo Ho pun masuk ke dalam ruangan menyuruh anak buahnya untuk Ambilkan hard drive milik Park Ha Sang dan Go Su Wan, serta backup email  dan chat mereka dan Lakukan apapun untuk menemukan keduanya dan tanpa ada yang tahu. Dal Nim masuk ruangan dengan wajah lelah, temanya bertanya kenapa harus mencari mereka. Dal Nim memberitahu Mereka kabur. Semua menghela nafas tak percaya menurutnya semua ini mimpi buruk. 

Soo Ho masuk ruangan menutup ruangan lalu membuka pintunya dengan remotenya, terbuka pintu dari dinding dan keluar sebuah kasur dan langsung membanting tubuhnya di atas kasur dan pintu dibalik dinding pintu tertutup.  Soo Ho berusaha untuk tertidur tapi tak bisa menutup matanya.
Sementara Bo Nui berlari di sepanjang jalan sambil menahan tangis, dalam hatinya menyakinkan kalau tak akan mungkin terjadi. Ia seperti bisa merasakan kejadian yang sama dikejadian masa lalunya, saat itu ia menyusuri jalan sambil berlari ditengah hujan-hujan. 

Nafasnya terengah-engah didepan ruang rawat, didepan jendela melihat dokter dan perawat berusaha untuk memberikan bantuan nafas dan alat kejut jantung pada pasien. Bo Nui didepan pintu memohon pada adiknya Bo Ra untuk tetap bertahan, air matanya terus mengalir.
Tolong selamatkan dia.... Tolong selamatkan Bo Ra...” ucap Bo Nui sambil berjongkok didepan pintu terus berharap untuk adiknya. Dokter keluar dari ruangan nampaknya tak terlihat berita yang bagus.
Keduanya duduk diatas rumah sakit, Bo Nui langsung mengucapkan terimakasih. Dokter ingin mengatakan sesuatu, tapi Bo Nui seperti sudah mengerti karena tidak sempat membawa uangnya, dan menyakinkan besok pasti akan  membayarnya.
Tapi tidak cukup untuk 3 bulan.,,Kubayar sebulan dulu dan sisanya akan segera kulunasi. Maaf...” ucap Bo Nui
“Bo Nui.... Bawa saja dia pulang. Ini Sudah 2 tahun dan Setelah 2 tahun dalam keadaan koma... Kemungkinannya untuk sadar akan menurun.” Jelas Dokter, Bo Nui tak percaya dokter bisa mengatakan itu
Hari ini dia beruntung, tapi kalau terjadi lagi... Aku tidak bisa menjamin. Aku tahu kau bekerja keras untuk merawatnya. Tapi kesempatannya terlalu kecil, untuk sebuah keajaiban sekalipun. Saranku sebagai dokter, biarkan dia meninggal di rumah.” Jelas Dokter
Bo Ra, pasti akan bangun. Aku sangat yakin.... Tunggu dan lihatlah. Jadi, bersabarlah...dan beri dia waktu.”kata Bo Nui berusaha menahan air matanya. Dokter pun tak bisa berkata apa-apa lagi.  


Bo Nui duduk sambil menangis didepan rumah sakit, diatap sendirian lalu berjalan meninggalkan rumah sakit.
Flash Back
Ayah dan ibunya bernyanyi disebuah karaoke dan tampak mesra, Bo Nui mengeluh pada orang tuanya yang terus menyanyikan lagu itu dan mengingikan lagu lain. Ayahnya menyuruh Bo Nui diam saja dan mengendong Bo Ra yang masih kecil untuk menari didepan. Ibunya pun juga menarik Bo Nui untuk menari bersama mereka.
Lagu favorit orang tuaku... adalah "Nasib yang menyedihkan". Mungkin karena itulah? Mereka memiliki anak sial sepertiku.

Bo Nui nampak basah kuyup masuk ruang UGD, wajahnya pucat dan kebinggungan. Perawat datang bertanya apakah ia wali dari Shim Bo Ra. Bo Nui membenarkan, perawat smepat mengeluh kalau datang lama sekali, lalu memanggil perawat lain untuk memberikan surat pesetujuan, Bo Nui pun memberikan tanda tangan dengan tangan gemetar. Adiknya dengan penuh luka pun dibawa masuk ke dalam ruang operasi

Bo Nui menangis didepan rumah sakit, tiba-tiba seorang pria tua tambun bernama Goo Shin berkomentar Malang benar nasibnya dan itu sangat Tajam sekali.
Aku melihat pedang yang tajam. Yang memotong hubunganmu dengan keluargamu. Orang tuamu belum lama meninggal. Dan akan ada pemakaman lagi.” Kata Goo Shin, Bo Nui berdiri karena yang dikatakan Goo Shim itu benar. 

Keduanya sudah ada di ruangan Goo Shin yang mengunakan krincingan seperti peramal lainnya. Bo Nui melihat sekeliling ruangan dengan banyak lilin dan patung serta gambar.
Pedangnya terlalu tajam. Saat usia 10 tahun. Dimulai pada siklus 12 zodiak cina.” Ucap Goo Shin sambil memejamkan matanya, Bo Nui binggung.
Dulu kau sering membunuh, kan?” ucap Goo Shim dengan mata melotot
Flash Back
Bo Nui remaja mencium bunga mawar yang ditaruh dijendela lalu bunga itu langsung berubah layu.
Bunga layu setelah kau sentuh. Ucap Goo Shim, Bo Nui membenarkan

Lalu Bo Nui dan teman-temannya mengumpulkan anak yah dengan nama yang tertera dileher tapi yang terjadi anak ayamnya langsung mati setelah di pegang olenya.
Milik yang lain tidak apa-apa.Tapi ayam dan bunga milikku mati. Cerita Bo Nui
Bo Nui membuka jendela kelas saat itu serangan langsung masuk dan membuat mata temannya tersengat dan membengkak, tatapan sinis pun diterimanya. Lalu saat jendela terbuka seorang teman membuat terkena lemparan bola karena ia sedang membungkuk. Esok Bo Nui bersin, semua temanya itu bersin sampai teman disampingnya tiba-tiba mimisan.
Kau selalu saja sial. Tidak ada yang mau mendekat. Kata Goo Shin
Bo Nui remaja duduk dimenjauh dari temanya, bahkan hanya makan sendiri saja seperti sengaja dijauhkan karena membawa sial.
Benar sekali, tidak ada yang mau. Ucap Bo Nui 

Jangan menyalahkan orang lain! Kau sendirilah penyebabnya.” Tegas Goo Shin, Bo Nui tak percaya ternyata dirinya yang menjadi penyebabnya.
Energi negatifmu menyakiti orang lain. Siapa yang mau mendekatimu? Tanpa mengetahui nyawa mereka terancam, mereka merawat anaknya dengan baik. Ada hadiah dari mereka. Mereka pergi dengan menggenggam hadiah itu.” Ucap Goo Shim setelah memejamkan matanya
Saat itu ayah ibunya berada di dalam mobil yang terbalik dengan tangan memegang sesuatu ditanganya. Bo Nui menangis menceritakan sangat ingin menonton konser. Goo Shim melihat kalau itu sangat menyedihkan dan tragis karena anaknya, keduanya tidak bisa pergi dan hati keduanya ikut menangis.
“Jadi Anda melihat mereka? Anda melihat orang tua saya?” tanya Bo Nui sambil menangis
Orang tuamu... memiliki satu harapan terakhir Mereka bilang, selamatkan hidup adikmu!” kata Goo Shim serius 

Bo Nui berlari masuk ke dalam kamar adiknya dan mencari-cari dilemari adiknya, teringat ucapan Goo Shim Carilah pakaian favorit adikmu.  Ia mengingat saat itu  Bo Ra memakai gaun putih mengatakan baju buatan kakaknya itu sangat cantik, lalu menemukan gaun putih dalam kotak.
Berikan 9 tetes darahmu. Bo Nui sengaja menyobek tanganya den memberikan tetasan diatas baju kesukaan adiknya.
Pergilah ke hutan yang tidak ada seorangpun.Cari pohon yang tinggi dan lurus. Bo Nui sudah ada didalam sebuah hutan yang gelap dan mencari pohon-pohon yang sesuai dengan perintah Goo Shim dan mulai mengalinya.
Bakar dan kuburlah dibawahnya, lalu Bersujud 108 kali.. Lakukan sepenuh hatimu. Bo Nui membakarnya lalu segera menguburnya setelah itu mulai bersujud dengan memohon agar menyelamatkan adiknya. 

Bo Ra kembali ke rumah sakit sambil berlari, terlihat dilayar adiknya sedang masuk ruang operasi. Dokter keluar dari ruang operasi, Bo Ra bertanya apakah Operasinya sudah selesai, karena yang ia tahu memakan waktu 10 jam. Dokter meminta maaf karena mereka sudah berusaha tapi Bo Ra mengalami gagal jantung. Perawat memanggil dokter kalau detak jantung Bo Ra kembali terdengar. Dokter pun kembali keruang rawat.
Bo Nui kembali menemui peramal kembali memberitahu kalau Goo Shin itu  sudah menyelamatkan hidupnya 2 tahun lalu, jadi memohon karena hanya Goo Shin yang dipercaya olehnya jadi meminta Tolong berikan agar diberikan jalan keluar.
Kenyataan bahwa dia masih hidup... itu sudah melawan takdirnya. Berdasarkan takdir hidupmu. Seharusnya adikmu sudah mati.” Ucap Goo Shin
Tidak! Tolonglah...Aku tidak bisa hidup tanpa Bo Ra.” Ucap Bo Ra sambil menangis. Goo Shin tak tega dan langsung menaburkan garam diatas meja.

“Apa Kau bersedia melakukan apapun?” ucap Goo Shin, Bo Ra mengatakan akan melakukan apapun.
Tangkaplah macan.” Perintah Goo Shin, Bo Ra bingung karena tak mungkin ada seorang macan di korea.
“Dasar Bodoh. ...Cari pria yang lahir di tahun macan., Itulah harapan terakhirmu. Kau harus mencari pria yang lahir di tahun macan, habiskan malam dengannya. Kalau tidak, dia akan mati.” Kata Goo Shin
Bo Ra keluar dari rumah merasa tak percaya harus mencari Pria yang lahir di tahun macan, menurutnya tak masuk akal, tapi menyakikan diri kalau harus mempercayainya lalu pulang kerumah dengan dengan menuruni tangga. 


Soo Hoo bergayuh sepedanya, tapi pikiran kembali mengingat pada berita yang beredar (Je Soo Ho Hancur bersama Zeze Factory.) (Demonstrasi dan si jenius sama-sama error.) (Jadwal yang tidak realistis membawa hasil buruk.) (Zeze Factory akan segera bangkrut.)
Dibagian komentar pun banyak orang yang menduga Soo Ho itu hanya pura-pura pingsan, lalu mengejeka kalau si jenius sampah, tulisan lain menyusuri kalau sampai Soo Hoo bangkrut. Soo Ho pun mengayuh sepeda semakin cepat agar semuanya bisa menghilang dari pikiranya. 

Bo Nui terlihat mabuk, berjalan sempoyongan memarahi orang yang menginjak garis, dengan melangkah melebarka kakinya seperti orang gila. Tiba-tiba ia berteriak memanggil “Ahjussi!” pria yang didepanya kaget, tapi Bo Nui malah berlari memeluk pohon yang diangapnya orang. Ia bertanya Berapa umurnya, tapi karena tak ada jawaban memilih pergi, setelah itu pergi ke pohon lain untuk bertanyApa zodiaknya.
Yang lahir di tahun macan akan sejahtera. Aku tanya tahun lahirmu. Aa Kau lahir di tahun macan?” ucap Bo Nui yang mabuk lalu terjatuh. Ia memarah orang-orang yang menetawainya padahal tak ada satupun, lalu ia berdiri mencari orang yang lahir ditahun macan. 
Soo Ho melalui jalan langsung menghentikan sepedanya karena Bo Nui tiba-tiba teriak sambil menujuk ke arahnya. Lalu Bo Nui berlari ke arahnya, tapi berbelok pada boneka panjang yang berada didekat tempat sampah.
Kenapa kau ada disini?? Berapa umurmu? Beruang sudah pasti beruang, mana mungkin jadi macan. Ini Aneh sekali. Mana mungkin pria menjadi macan? Itu tidak mungkin, kan?” ucap Bo Nui terus bicara pada beruangnya. Soo Ho karena penasaran turun dari sepeda melihat wajah Bo Nui

Ngomong-ngomong, dimana si macan?” kata Bo Nui, Soo Ho bisa melihat dengan jelas wajah wanita yang menabraknya sampai membuat bajunya basah, lalu memberikan jimat keberutungan dan mengatakan kalau lebih baik ke otot daripada otak.
“wah... Dia parah banget.” Ungkap Soo Ho melihat Bo Nui terus bicara dengan boneka.
Kalau kau menangkap macanku.Aku tidak akan menghajarmu.” Kata Bo Nui pada boneka
Soo Ho menegurnya tapi Bo Nui malah hampir menjatuhkan badannya sampai akhirnya Soo Ho menahanya agar tak terjatuh. Bo Nui pun bisa menatap Soo Ho lebih dekat. Soo Ho mengingatkan kalau ia pria yang bertemu di kasino, Bo Nui malah melihat tiang listrik yang bisa bicara. Soo Ho pun mendudukan kembali dan ingin meninggalkanya.

Bo Nui menariknya tak memperbolehkan Soo Ho pergi dan bertanya mau kemana. Soo Ho menjawab ingin pulang dan meminta agar melepaskanya. Bo Nui bisa memegang kaki Soo Ho agar tak pergi, bahkan berdiri sambil mencengkram baju Soo Ho membuatnya sampai panik.
Apa tahun lahirmu? Kapan ulang tahunmu?” tanya Bo Nui, Soo Ho binggung kenapa Bu Nui menanyakan, Bo Nui bertanya yang kembal bertanya didepannya itu tiang atau macan.
Macan? Kenapa kau mencari macan di Seoul?” ucap Soo Ho binggung
Aku akan menghukummu!” jerit Bo Nui menutup wajah Soo Ho dengan jaketnya.
Soo Ho tak bisa melepaskan karena Bo Nui terus menariknya dari kaki, baju tangan sampai bajunya. Bo Nui terus bertanya berapa umurnya dan apakah lahir di tahun macan.  Soo Ho akhirnya menyerah memberitahu lahir ditahun macan tahun 1986, Bo Nui menatap Soo Ho tak percaya pria didepanya itu adalah pria yang lahir tahun macan, terlihat seperti wajahnya berubah jadi macan yang sedang mengaum. 

Bo Nui membaca ramalan [Musuhmu akan datang dari timur, bersiaplah] dan melihat kalau ia sudah berada dibagian paling timur, lalu menaruh ponselnya begitu saja. Dibagian bawah  tertulis [orang yang tak terduga akan membantu mengatasi masalahmu]
bersambung ke episode 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar